Sabtu, 27 Desember 2025

Menutup 2025: Jangan Berhenti Menulis, Karena Dunia Menunggu Ceritamu

 Menutup 2025: Jangan Berhenti Menulis, Karena Dunia Menunggu Ceritamu

 

Tahun 2025 segera melabuhkan tirainya. Di detik-detik terakhir kalender ini, mungkin sebagian dari kita sedang menatap tumpukan naskah yang belum selesai, draf di aplikasi catatan yang masih berantakan, atau bahkan halaman kosong yang belum sempat terisi.

Muncul pertanyaan: "Apakah tulisan saya bermakna? Apakah saya harus lanjut atau berhenti saja?" Jawabannya hanya satu: Jangan berhenti.

Mengapa 2025 Bukan Akhir, Melainkan Jembatan

Setiap kata yang Anda susun sepanjang tahun ini adalah investasi. Menulis bukan sekadar merangkai huruf menjadi kalimat, melainkan proses mengasah jiwa. Jika tahun ini Anda merasa produktivitas sedang menurun atau ide terasa buntu, ingatlah bahwa karya besar seringkali lahir dari ketekunan yang membosankan.

Berikut adalah alasan mengapa Anda harus tetap memegang pena (atau keyboard) menuju 2026:

1) Tulisan Adalah Jejak Keberadaan: Seratus tahun dari sekarang, suara kita mungkin hilang, tapi tulisan kita tetap abadi. Menulis adalah cara kita berbicara dengan masa depan.

2) Proses Melampaui Hasil: Jangan terpaku pada jumlah likes atau buku yang terjual. Keberhasilan sejati seorang penulis adalah ketika ia berhasil menaklukkan rasa malas dan keraguan diri sendiri setiap harinya.

3) Dunia Butuh Perspektif Anda: Tidak ada orang lain yang memiliki kombinasi pengalaman, luka, dan tawa yang persis sama dengan Anda. Jika Anda berhenti, maka satu warna unik di dunia literasi akan hilang.

Konsistensi: Bahan Bakar Karya Hebat

Banyak penulis gagal bukan karena kekurangan bakat, melainkan karena berhenti terlalu cepat. Menulis adalah maraton, bukan sprint. Di tahun 2026 nanti, berjanjilah pada diri sendiri untuk:

1. Menulis meski hanya satu paragraf sehari.

2. Berhenti mengejar kesempurnaan pada draf pertama.

3. Membaca lebih banyak untuk mengisi kembali "tangki" kreativitas.

Terima kasih telah bertahan di tahun 2025. Setiap kata yang Anda ketik adalah kemenangan kecil. Jangan biarkan kembang api tahun baru memadamkan api kreativitas dalam diri Anda. Tutup buku tahun ini dengan syukur, tapi jangan simpan penamu. Mari kita sambut 2026 dengan tekad baru: Terus menulis, terus berkarya, hingga dunia tak punya pilihan lain selain mendengarkan.

Pada Saat Liburan semester Ganjil dan Liburan Natal 2025 Dan Libur Tahun Baru Pada Hari Sabtu 27/12/2025 Saat hujan deras Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Yang juga Ketua MKKS SMP  Swasta Surabaya Utara Yang sedang menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN UNESA Mendapatkan kiriman buku antalogi dari hari hasil karya Penulis bersama Guru Guru Hebat Se Indonesia yang di cetak Media Guru Dengan Judul “ Guru Berprestasi Tidak Takut Tersaingi Dan Selalu Siap Berbagi “  .

Dalam kesempatan ini Penulis menulis dengan Judul : Sinau Bareng

 

Penerapan Inkuiri Kolaboratif: Pendekatan Efektif sebagai Problem Solver Bagi Kepala SMP Swasta Kecamatan Semampir

Dalam kesempatan ini Tulisan ini adalah Karya bagi Penulis yang kesekian kali tulisan dari Penulis dan sebagai KADO PENUTUP Di TAHUN 2025, Tulisan Ini Juga Kado Untuk Almarhumah Mama Tercinta Yang Telah Meninggalkan Penulis Karena Dari beliau Penulis di ajarkan untuk Semangat Menulis dan Menulis. Dalam kesempatan Ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN UNESA Mengajak Seluruh Masyarakat  Selamat menyambut Tahun Baru 2026. Jangan berhenti menulis!

Pesan Untuk Masyarakat

"Menulislah sampai kamu tidak bisa lagi menulis. Dan ketika itu terjadi, bacalah tulisanmu, lalu mulailah menulis lagi."

 Penulis

H. BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id        

NO HP 083857963098









Lentera di Tengah Badai: Mengapa Literasi Kebencanaan Adalah Harga Mati

                               Lentera di Tengah Badai: Mengapa Literasi Kebencanaan

Adalah Harga Mati

 

Kita sering merawat ingatan tentang bencana hanya lewat nisan dan air mata. Di negeri yang dipeluk oleh cincin api ini, bencana bukanlah tamu yang mengetuk pintu; ia adalah tetangga yang bisa datang tanpa salam. Namun, ironisnya, kita seringkali lebih memilih untuk abai hingga tanah benar-benar berguncang di bawah kaki.

Literasi kebencanaan bukan sekadar tumpukan data atau prosedur kaku di atas kertas. Ia adalah bahasa kasih sayang. Ia adalah suara seorang ayah yang dengan tenang menuntun anaknya ke tempat tinggi saat laut menyurut, atau seorang guru yang melindungi murid-muridnya karena ia tahu ke mana harus berlari. Tanpa literasi, kepanikan adalah musuh yang lebih mematikan daripada bencana itu sendiri. Kita kehilangan nyawa bukan hanya karena reruntuhan, tetapi karena ketidaktahuan yang membutakan.

Urgensi literasi ini terletak pada kemampuan kita untuk "membaca" alam. Ketika kita membekali diri dengan pengetahuan mitigasi, kita sebenarnya sedang membangun benteng martabat manusia. Kita tidak lagi pasrah sebagai korban yang tak berdaya, melainkan berdiri sebagai penyintas yang tangguh. Literasi mengubah rasa takut yang melumpuhkan menjadi kewaspadaan yang menyelamatkan.

Setiap detik yang kita gunakan untuk mempelajari jalur evakuasi atau memahami tanda-tanda alam adalah investasi untuk napas orang-orang yang kita cintai. Kita tidak bisa menghentikan bumi untuk bergejolak, namun kita bisa memastikan bahwa saat itu terjadi, kita tidak sedang menggali kubur kita sendiri karena kelalaian.

Pada akhirnya, literasi kebencanaan adalah janji kita kepada generasi mendatang. Ini adalah cara kita berkata kepada anak-cucu kita bahwa kita cukup mencintai mereka untuk tidak membiarkan mereka menghadapi amuk alam dengan tangan kosong. Pengetahuan adalah lentera; dan di tengah badai yang gelap, lentera itulah yang menentukan siapa yang akan melihat fajar keesokan harinya.

 

 

 Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id       

NO HP 083857963098

 

Jumat, 26 Desember 2025

Sehat dan Aman di Tengah Guyuran Hujan: Panduan "Jaga Diri, Jaga Kesehatan, Jaga Lingkungan"

 Sehat dan Aman di Tengah Guyuran Hujan: Panduan "Jaga Diri, Jaga Kesehatan, Jaga Lingkungan"

 

Musim penghujan telah tiba. Meski membawa kesejukan setelah kemarau panjang, curah hujan yang tinggi juga membawa tantangan tersendiri bagi kondisi fisik dan keamanan lingkungan kita. Pepatah "sedia payung sebelum hujan" kini bukan lagi sekadar kiasan, melainkan prinsip yang harus kita terapkan setiap hari.

Berikut adalah tiga pilar utama agar kita tetap produktif dan selamat selama musim hujan:

1) Jaga Diri: Keselamatan Adalah Prioritas

Keamanan saat beraktivitas di luar ruangan menjadi hal yang sangat krusial ketika cuaca tidak menentu.

a) Selalu Siap Perlengkapan: Pastikan payung atau jas hujan selalu ada di tas atau kendaraan Anda. Bagi pengendara motor, gunakan jas hujan model setelan (baju dan celana) demi keamanan berkendara.

b) Waspada Berkendara: Jalanan menjadi lebih licin dan jarak pandang berkurang. Kurangi kecepatan dan pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik.

c) Pantau Informasi Cuaca: Sebelum bepergian, cek prakiraan cuaca melalui aplikasi atau kanal berita resmi untuk menghindari wilayah yang berpotensi banjir atau tanah longsor.

2) Jaga Kesehatan: Perkuat Benteng Pertahanan Tubuh

Perubahan suhu yang drastis dan kelembapan tinggi membuat virus serta bakteri lebih mudah berkembang biak.

a. Nutrisi dan Hidrasi: Konsumsi makanan bergizi seimbang dan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jangan lupa tetap minum air putih meski udara terasa dingin.

b. Istirahat Cukup: Tidur yang berkualitas membantu sistem imun bekerja maksimal dalam menangkal penyakit seperti flu, batuk, dan demam.

c. Segera Mandi Setelah Kehujanan: Jika terkena air hujan, segeralah mandi dan keramas untuk menstabilkan suhu tubuh dan membersihkan kuman yang menempel.

· 

3) Jaga Lingkungan: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Lingkungan yang tidak terawat saat musim hujan dapat menjadi sarana penyebaran penyakit dan penyebab bencana lokal.

a) Gerakan 3M Plus: Cegah Demam Berdarah (DBD) dengan Menguras penampungan air, Menutup rapat tempat air, dan Mendaur ulang barang bekas.

b) Kelola Sampah dengan Benar: Jangan membuang sampah ke selokan atau sungai. Sampah yang menyumbat saluran air adalah penyebab utama genangan dan banjir di area pemukiman.

c) Cek Saluran Air: Pastikan selokan di depan rumah bersih dari sedimen lumpur dan sampah agar aliran air tetap lancar saat hujan deras turun.

Di saat Libur Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026 Ini kita melihat kondisi cuaca yang setiap hari selalu di Guyur Hujan  , Dampak dari Hujan yang sangat deras ini adalah BANJIR Di mana mana

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Yang Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi Menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN UNESA   Di Musim Penghujan ini beliau mengajak Warga Kota Surabaya Agar Daerah Dan Kota Surabaya tercinta Tidak BANJIR Maka Lakukan Ini

·  Gerakan 3M Plus: Cegah Demam Berdarah (DBD) dengan Menguras penampungan air, Menutup rapat tempat air, dan Mendaur ulang barang bekas.

·    Kelola Sampah dengan Benar: Jangan membuang sampah ke selokan atau sungai. Sampah yang menyumbat saluran air adalah penyebab utama genangan dan banjir di area pemukiman.

·  Cek Saluran Air: Pastikan selokan di depan rumah bersih dari sedimen lumpur dan sampah agar aliran air tetap lancar saat hujan deras turun.

·  JANGAN MEMBUANG SAMPAH DI SEMBARANG TEMPAT , SAMPAH DI MASUKAN TEMPAT Sampah Agar  Pada saat BANJIR Air Bisa JALAN Tidak BUNTU OLEH SAMPAH

Dalam kesempatan ini Penulis Mengajak Diri Penulis Sendiri Dan Warga Kota Surabaya Khususnya Menikmati musim hujan akan jauh lebih tenang jika kita memiliki persiapan yang matang. Dengan menjaga diri tetap aman, menjaga tubuh tetap sehat, dan menjaga lingkungan tetap bersih, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

"Jaga Diri, Jaga Lingkungan, Sehat Tanpa Hambatan."

 Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id      

NO HP 083857963098

 

 



Kamis, 25 Desember 2025

Tiga Tahun Tanpa Mama: Merindu Suara yang Kini Menjadi Sunyi

 Tiga Tahun Tanpa Mama: Merindu Suara ya




















ng Kini Menjadi Sunyi

Hari ini, tepat tiga tahun sudah langkah kaki Mama tidak lagi terdengar di lantai rumah. Tiga tahun pula, meja makan terasa lebih sepi, dan sudut-sudut ruangan kehilangan jiwanya. Di bawah langit yang teduh ini, aku kembali datang bersimpuh di samping pusaramu, Mama. Tiga tahun adalah waktu yang lama untuk sebuah kerinduan, namun terasa sangat singkat untuk menghapus ingatan. Saat jemariku menyentuh nisan yang dingin ini, memoriku justru terbang kembali ke masa lalu—ke masa di mana rumah kita masih penuh dengan warna.Dulu, mungkin aku sering mengeluh saat mendengar omelan Mama yang tak kunjung usai dari pagi hingga malam. Namun kini, setelah tiga tahun berlalu, omelan itulah yang paling kurindukan. Aku baru menyadari bahwa dalam setiap teguranmu, terselip doa dan proteksi yang luar biasa. Tidak ada lagi suara renyah tawamu yang memenuhi ruang tamu, tidak ada lagi nasihat panjang yang dulu sering kuabaikan. Kini, yang tersisa hanyalah sunyi. Sebuah kesunyian yang mengajarkanku bahwa kasih sayang seorang Ibu adalah oksigen yang baru terasa berharga saat ia mulai menghilang. Ziarah dalam Kenangan Datang ke makammu hari ini bukan hanya sekadar ritual tahunan. Ini adalah caraku berbicara kepadamu, Ma. Di sini, aku bercerita tentang pencapaianku, tentang kegagalanku, dan tentang betapa sulitnya melalui hari-hari tanpamu. Meskipun tak ada jawaban suara, aku percaya Mama mendengar lewat hembusan angin dan ketenangan di sini. Mama, meski canda tawamu tak lagi terdengar secara nyata, gema suaramu akan selalu hidup dalam hatiku. Terima kasih telah mendidikku menjadi kuat, meskipun ternyata menjadi kuat tanpa kehadiranmu adalah pelajaran tersulit yang pernah kuterima.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang Lagi menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN UNESA Pada Hari Kamis 25/12/2025 Pukul 13.00 Bersama Ayah , Kakak Dan Ponakan Tercinta Mendatangi Makam Mama Tercinta Di Makam RANGKAH Surabaya  Yang 3 Tahun Lalu meninggalkan Penulis dan Keluarga tercinta, Dimana Dalam kesempatan ini Turut ikut Ustad MUFID ,S.Pd I Selaku Guru Agama Islam Dan Budi Pekerti

Dalam kesempatan ini Ayah Kakak Ponakan dan Penulis ikut Larut membacakan Yasin  Tahlil Dan Doa  Untuk Almarhumah Mama Tercinta dan KAKEK  NENEK Pakde dan BUDE Yang berada Di 1 Lokasi Makam dengan Almarhumah mama tercinta

Sebuah Doa untuk Mama Tiga tahun telah berlalu, namun cinta ini takkan pernah pudar. Aku berdoa agar Tuhan memberikan tempat terindah untukmu di sisi-Nya. Semoga engkau tenang di sana, melihatku dari kejauhan dengan senyuman yang sama seperti saat kau masih di sisiku.

Di saat Penulis yang akan Menempuh WISUDA S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Beliau tidak berada di samping Penulis  Di mana Dulu setiap hari pagi siang malam dan sore Mama, meski canda tawamu tak lagi terdengar secara nyata, gema suaramu akan selalu hidup dalam hatiku. Terima kasih telah mendidikku menjadi kuat, meskipun ternyata menjadi kuat tanpa kehadiranmu adalah pelajaran tersulit yang pernah kuterima dan KUJALANI  Saat Ini

“  Selamat beristirahat dengan tenang, Mama tercinta. Sampai kita bertemu lagi di keabadian 

 

 

 Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id     

NO HP 083857963098

Rabu, 24 Desember 2025

Membangun Guru Pemimpin: S2 Manajemen Pendidikan UNESA, Kunci Transformasi Sekolah Masa Depan Bersama 100 Guru

 Membangun Guru Pemimpin: S2 Manajemen Pendidikan UNESA, Kunci Transformasi Sekolah Masa Depan Bersama 100 Guru

 

Pendidikan berkualitas adalah pilar utama kemajuan bangsa, dan di jantung sistem tersebut terdapat sosok guru. Namun, profesionalisme guru bukanlah sebuah status yang statis, melainkan sebuah proses dinamis yang harus didukung oleh arah kebijakan yang progresif. Saat ini, arah pengembangan kompetensi dan karier guru di Indonesia tengah mengalami transformasi besar menuju ekosistem yang lebih meritokratis dan adaptif.

Tantangan dunia pendidikan di era transformasi digital menuntut guru tidak hanya cerdas secara pedagogis, tetapi juga visioner secara manajerial. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Magister (S2) Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) hadir sebagai kawah candradimuka bagi para pendidik yang ingin naik kelas menjadi pemimpin pendidikan yang tangguh.

Mengapa S2 Manajemen Pendidikan Sangat Krusial Bagi Guru?

Banyak yang bertanya, "Mengapa guru harus belajar manajemen?" Jawabannya sederhana: Guru adalah manajer di dalam kelas, dan calon pemimpin di sekolah. Melalui penguatan kompetensi manajemen, seorang guru akan mampu:

1) Mengelola Inovasi: Tidak sekadar mengajar, tapi mampu merancang kurikulum dan sistem pembelajaran yang adaptif.

2) Kepemimpinan Strategis: Mempersiapkan diri menjadi Kepala Sekolah atau Pengawas yang mampu mengelola SDM dan aset sekolah secara efektif.

3) Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Menguasai kemampuan riset untuk memecahkan masalah pendidikan dengan solusi yang akurat.

4) Penguatan Karakter & Tata Kelola: Membangun budaya sekolah yang positif melalui tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel.

Dalam susana Hujan   Pada Hari selasa 23/12/2025 Sebanyak 100 Guru  ASN DAN PPPK Se kota Surabaya   Menghadiri kegiatan Arah Kebijakan Pengembangan Kompetensi dan Karier Guru dalam Mendukung Profesionalisme Pendidik yang di sampaikan Ibu Dr. Mamik Suparmi, M.Pd., MM   Sekretaris  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Surabaya  yang diadakan di  Star Room Lt. L2, BG Junction

Dalam kesempatan ini Ibu Dr. Mamik Suparmi, M.Pd., MM   memaparkan materi tentangArah Kebijakan Pengembangan Kompetensi dan Karier Guru dalam Mendukung Profesionalisme Pendidik

1. Pergeseran Paradigma: Dari Administratif ke Substansial

Dahulu, pengembangan kompetensi guru sering kali terjebak dalam formalitas administratif demi pemenuhan angka kredit. Kebijakan terbaru kini mulai bergeser pada pengembangan kompetensi yang berdampak langsung pada pembelajaran di kelas . Fokus utama kebijakan saat ini mencakup:

a) Pemanfaatan Teknologi (Digital Fluency): Guru tidak hanya dituntut bisa menggunakan aplikasi, tetapi mampu mengintegrasikan teknologi dalam pedagogi untuk menciptakan pengalaman belajar yang personal bagi siswa.

b) Pembelajaran Berdiferensiasi: Guru dilatih untuk memetakan kebutuhan unik setiap siswa, memastikan tidak ada anak yang tertinggal (no child left behind).

c) Literasi dan Numerasi: Penguatan kompetensi dasar yang menjadi rapor pendidikan nasional.

 

2. Jalur Karier yang Lebih Fleksibel dan Bermakna

Arah kebijakan karier guru kini dirancang untuk tidak lagi sekadar "naik pangkat" secara linear, tetapi memberikan ruang bagi spesialisasi dan kepemimpinan:

 

a. Jalur Kepemimpinan (Leader Path): Guru yang memiliki bakat manajerial diarahkan menjadi Guru Penggerak, yang kemudian menjadi syarat utama untuk menduduki posisi Kepala Sekolah atau Pengawas.

b. Jalur Pakar (Specialist Path): Bagi guru yang ingin tetap fokus di kelas, pengembangan karier diarahkan pada penguasaan materi yang mendalam, menjadi mentor bagi sesama guru, atau pengembang kurikulum.

 

3. Ekosistem Belajar Berbasis Komunitas

Kebijakan pengembangan kompetensi tidak lagi hanya bersifat top-down (dari pemerintah ke guru), melainkan memperkuat Komunitas Belajar (Kombel). Melalui wadah seperti KKG (Kelompok Kerja Guru) atau MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), guru didorong untuk saling berbagi praktik baik (best practices), melakukan refleksi bersama, dan memecahkan masalah pembelajaran secara kolaboratif.

4. Pendidikan Formal Lanjutan (S2) sebagai Katalisator

Salah satu arah kebijakan yang krusial adalah mendorong guru menempuh pendidikan formal ke jenjang Magister (S2). Memasuki jenjang S2, seperti Manajemen Pendidikan, memberikan guru kemampuan strategis dalam:

a) Analisis Kebijakan: Memahami arah makro pendidikan nasional.

b) Manajemen SDM: Mengelola dinamika di lingkungan sekolah.

c) Riset Tindakan Kelas: Menyelesaikan masalah pembelajaran dengan metodologi yang ilmiah.

 

5. Sertifikasi dan Kesejahteraan berbasis Kinerja

Profesionalisme berkaitan erat dengan penghargaan. Kebijakan pengembangan karier ke depan semakin menyelaraskan antara sertifikasi, kinerja nyata, dan kesejahteraan. Tujuannya agar guru yang terus meningkatkan kompetensinya mendapatkan apresiasi yang layak, sehingga profesi guru menjadi pilihan karier yang prestisius dan menjanjikan bagi generasi muda terbaik bangsa.

Setelah materi Ibu Dr MAMIK SUPARMI , M.Pd , MM Materi Selanjutnya yaitu Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd Selaku KA PRODI S2 MANAJEMEN UNESA   Melakukan Kegiatan  Sosialisasi Dan Promosi  Penerimaan Mahasiswa Baru Program STUDI S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN RPL UNESA Menyampaikan bahwa Arah kebijakan pengembangan kompetensi dan karier guru saat ini bertujuan menciptakan pendidik yang tidak hanya "mengajar", tetapi "belajar". Dengan integrasi antara pendidikan berkelanjutan (seperti S2), kepemimpinan sekolah, dan komunitas kolaboratif, profesionalisme guru akan berdiri kokoh di atas fondasi ilmu pengetahuan dan dedikasi.

Di Akhir Penurup Penulis menyampaikan Kepada 100 Guru yang hadue Gelar Magister Manajemen Pendidikan dari UNESA bukan sekadar deretan huruf di belakang nama. Ini adalah bukti komitmen Anda terhadap Penguatan Guru dan peningkatan kualitas pendidikan nasional. Dengan kualifikasi S2, peluang untuk berkontribusi dalam skala yang lebih luas—baik melalui kenaikan pangkat (ASN) maupun karier di institusi swasta—akan terbuka lebar.

“AYO BERGABUNG MENJADI KELUARGA BESAR S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA “

 

"Guru hebat adalah guru yang tak berhenti belajar. Pemimpin hebat adalah mereka yang mampu mengelola perubahan." 

 Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id     

NO HP 083857963098