Senin, 10 Agustus 2026

Menjaga Bumi dari Sekolah: Peringatan Hari Konservasi Alam di SMP PGRI 6 Surabaya Demi Mewujudkan Sekolah ASRI

















 


Menjaga Bumi dari Sekolah: Peringatan Hari Konservasi Alam di SMP PGRI 6 Surabaya Demi Mewujudkan Sekolah ASRI

 

Lingkungan yang bersih, hijau, dan kondusif merupakan fondasi utama terciptanya proses belajar-mengajar yang optimal. Memperingati Hari Konservasi Alam, Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan ekosistem pendidikan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Konservasi alam di lingkungan sekolah tidak hanya berbicara tentang menanam pohon atau membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga membentuk karakter dan budaya peduli lingkungan. Melalui edukasi konservasi, para siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan mengelola sumber daya alam secara bijak dari hal-hal terkecil di sekitar nya

Mewujudkan Budaya ASRI di SMP PGRI 6 Surabaya

Dalam momen peringatan ini, penerapan nilai-nilai ASRI diterapkan melalui langkah konkret seluruh warga sekolah:

1) Aman: Menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bahaya fisik maupun non-fisik, serta memastikan area hijau dan sarana prasarana aman digunakan oleh seluruh siswa saat beraktivitas.

2) Sehat: Membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menyediakan sanitasi yang layak, serta memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan alami di area kelas berjalan dengan baik.

3) Resik: Menggalakkan pemilahan sampah organik dan anorganik, aksi gotong royong kebersihan kelas, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

4) Indah: Melakukan penghijauan melalui tanaman hias, kebun sekolah, serta penataan taman yang membuat suasana belajar menjadi asri, segar, dan menenangkan

 

Lingkungan yang bersih, hijau, dan kondusif merupakan fondasi utama terciptanya proses belajar-mengajar yang optimal. Memperingati Hari Konservasi Alam  Pada Hari Senin 10/8/2026 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir mengadakan kegiatan Peringatan HARI KONSERVASI ALAM.

Sebagai bagian dari gerakan ini, seluruh elemen di SMP PGRI 6 Surabaya—mulai dari kepala sekolah, guru, staf, hingga para siswa—turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan lingkungan, seperti:

 

1. Pembersihan dan Pemilahan Sampah Mandiri: Mengedukasi siswa untuk memilah sampah langsung dari sumbernya.

2. Penanaman Tanaman Hias & Penghijauan: Mempercantik sudut-sudut sekolah agar lebih hijau dan asri.

Dalam kesempatan Ini Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Berharap Melalui peringatan Hari Konservasi Alam ini, SMP PGRI 6 Surabaya berharap budaya peduli lingkungan dan prinsip ASRI tidak hanya diterapkan di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa oleh para siswa ke rumah dan masyarakat sekitar.

 

Mari bersama-sama kita jaga bumi, mulai dari langkah kecil di sekolah kita tercinta!

Salam Konservasi!

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                       

      NO HP 083857963098

Sabtu, 08 Agustus 2026

Semangat Mandiri Pramuka: Latihan Sabtu Tetap Seru dan Bermakna Walau Tanpa Pelatih Utama Di SMP PGRI 6 Surabaya






 


Semangat Mandiri Pramuka: Latihan Sabtu Tetap Seru dan Bermakna Walau Tanpa Pelatih Utama  Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Suasana halaman sekolah tampak berbeda dari biasanya. Meski tanpa kehadiran pelatih utama, derap langkah dan tawa riang anggota Pramuka tetap menggema sejak pagi hari. Latihan rutin Pramuka yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemandirian dan kebersamaan Pramuka tidak pernah surut.

Di bawah bimbingan dan arahan langsung para kakak senior, latihan kali ini fokus mendalami tiga materi utama yang sangat krusial: PBB Tongkat (Peraturan Baris-Berbaris) dan Sandi Morse.

Kolaborasi dan Ketegasan dalam PBB Tongkat

Latihan diawali dengan apel pagi dan dilanjutkan dengan materi PBB Tongkat. Para kakak senior dengan telaten memberikan contoh sikap sempurna, penghormatan, hingga variasi gerakan berbaris menggunakan tongkat Pramuka.

"Melatih adik-adik tanpa pelatih utama memang tantangan tersendiri, tapi ini saatnya kami membuktikan bahwa kemandirian yang diajarkan di Pramuka benar-benar berjalan," ujar salah satu kakak senior di sela-sela latihan.

Gerakan serentak dan dentakan tongkat yang sejajar menciptakan ketegasan tersendiri, melatih disiplin, serta kekompakan antaranggota regu.

Mengasah Ketajaman Berpikir Lewat Sandi Morse

Setelah fisik diuji dalam baris-berbaris, materi beralih ke ketangkasan otak melalui Sandi Morse. Menggunakan peluit dan bendera Morse, para kakak senior menyampaikan pesan-pesan rahasia yang harus dipecahkan oleh setiap regu.

Suara peluit pendek (dot) dan panjang (dash) bersahut-sahutan di area sekolah. Para anggota junior menyimak dengan seksama, mencatat titik dan garis, lalu mengoperasikannya menjadi kata-kata yang utuh. Suasana belajar terasa interaktif karena dikemas dalam bentuk permainan tebak pesan antarregu yang memicu antusiasme tinggi

Pada Hari Sabtu 8/8/2026 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  setiap sabtu diadakan Kegiatan EXTRA Pramua  Yang dimana Sabtu 8/8/2026 Ini tidak ada Pelatihnya , Dimana Kak SYAHRUL ,S.Pd , M.Pd Selaku Pelatih sedang Mengikuti Musyawarah CABANG Pramuka Kota Surabaya yang di adakan di Dinas Pendidikan Kota Surabaya  Dimana Latihan Hari Ini Di ISI Oleh Kakak SENIOR Yaitu Kak SITI NUR AMELIA , AULIA NOVITA SANI DAN KAK ROIHUL JINAN Dari PRAMUKA Garuda

Menurut Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumbi S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan bahwa Belajar Kepemimpinan dari Kebersamaan

Latihan hari ini bukan sekadar tentang menghafal rumus Morse atau merapikan barisan tongkat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah transfer pengetahuan dan kepemimpinan dari senior ke junior.

Para kakak senior belajar bagaimana membimbing dengan sabar dan tegas, sementara para junior mendapatkan keteladanan langsung dari kakak-kakak tingkat mereka.

Latihan ditutup dengan evaluasi bersama dan tepuk Pramuka yang membakar semangat. Kegiatan Sabtu ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus belajar dan menginspirasi!

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                       

      NO HP 083857963098

 
















Kamis, 06 Agustus 2026

Inovasi Pembelajaran Informatika Kelas 7: Belajar Perangkat Keras Komputer Secara Interaktif, Aman, dan Nyaman Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya















 

Inovasi Pembelajaran Informatika Kelas 7: Belajar Perangkat Keras Komputer Secara Interaktif, Aman, dan Nyaman Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Memasuki era digital, pemahaman mengenai perangkat keras komputer (hardware) menjadi fondasi penting bagi siswa jenjang SMP. Pada mata pelajaran Informatika / TIK Kelas 7, pengenalan komponen fisik seperti CPU, RAM, Harddisk, hingga perangkat input-output (seperti keyboard, mouse, dan monitor) sering kali disajikan sebatas gambar statis di buku teks.

Sebagai Sekolah Inspirasi, SMP PGRI 6 Surabaya terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga aman, nyaman, dan menyenangkan. Salah satu langkah konkritnya adalah memadukan materi perangkat keras komputer dengan permainan edukatif "Tebak Perangkat Keras Komputer" menggunakan media modern Papan IFP (Interactive Flat Panel)

Pentingnya Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

Pembelajaran berbasis teknologi yang aman dan nyaman di SMP PGRI 6 Surabaya dibangun atas dua fondasi utama:

1) Aman secara Fisik & Psikologis: Lingkungan kelas digital terbebas dari debu kapur atau spidol kimia, serta didukung perangkat layar sentuh yang aman digunakan. Siswa juga diajak bermain dalam iklim kelas yang inklusif, di mana tidak ada rasa takut dinilai salah ketika mencoba menjawab tantangan.

2) Nyaman secara Metodologis: Penyampaian materi dikemas melalui pendekatan visual yang cerah, audio jernih, dan interaksi langsung, sehingga membuat siswa Kelas 7 lebih cepat beradaptasi dengan materi Informatika tanpa merasa jenuh atau tertekan.

 

Aktivitas Interaktif "Tebak Perangkat Keras Komputer" di Papan IFP

Pemanfaatan papan pintar IFP mengubah kelas TIK menjadi wahana permainan edukatif yang penuh antusiasme melalui beberapa bentuk aktivitas:

1. Permainan Gunting-Tempel Digital (Drag and Drop)

Guru menampilkan berbagai ikon dan foto perangkat keras komputer (Hardware) secara acak di layar IFP. Siswa maju bergiliran untuk memindahkan gambar perangkat tersebut ke dalam kategori yang tepat: Input Device, Output Device, Processing Device, atau Storage Device hanya dengan sentuhan jari (multitouch).

2. Kuis Tebak Gambar & Fungsi (Digital Mystery Box)

Melalui fitur interaktif di papan IFP, bagian dari gambar perangkat keras ditutup oleh kotak virtual. Siswa diajak menebak nama perangkat berdasarkan petunjuk fungsi yang muncul di layar (misalnya: "Aku berfungsi untuk menyimpan data secara permanen, siapakah aku?"). Siswa kemudian mengusap layar untuk membuka gambar dan mengonfirmasi jawabannya.

3. Evaluasi Kolaboratif dengan Fitur Annotation

Setelah permainan tebak-tebakan selesai, siswa secara berkelompok dapat menandai (highlight) dan memberikan catatan langsung (annotation) pada layar IFP mengenai fungsi masing-masing komponen. Diskusi berjalan secara interaktif karena seluruh kelas dapat melihat hasil kerja kelompok secara real-time di layar yang besar dan jelas

Manfaat Bagi Siswa Kelas 7 SMP PGRI 6 Surabaya

Penerapan metode pembelajaran ini membawa berbagai dampak positif bagi dinamika belajar siswa:

1. Meningkatkan Keaktifan dan Percaya Diri: Sifat papan IFP yang responsif dan ramah pengguna (user-friendly) mendorong siswa untuk lebih berani maju ke depan kelas dan berpartisipasi aktif.

2. Mempermudah Pemahaman Visual: Gambaran komponen komputer yang besar, jelas, dan berwarna membantu siswa Kelas 7 membedakan fungsi antar-perangkat keras dengan lebih cepat dibanding sekadar membaca teks.

3. Melatih Kerja Sama Tim: Aktivitas kuis tebak-tebakan kelompok membangun suasana kekeluargaan, saling menghargai, dan gotong royong antar sesama siswa.

Memasuki era digital, pemahaman mengenai perangkat keras komputer (hardware) menjadi fondasi penting bagi siswa jenjang SMP. Pada mata pelajaran Informatika / TIK Kelas 7, pengenalan komponen fisik seperti CPU, RAM, Harddisk, hingga perangkat input-output (seperti keyboard, mouse, dan monitor) sering kali disajikan sebatas gambar statis di buku teks , Tidak berlaku di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Kamis 6/8/2026 Ibu ROHMATIA NADILA ,S.Pd Selaku Guru Pelajaran TIK

Menurut Penulis  yang juga Kepala Sekolah Insprasi  Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Menyampaikan bahwa Di SMP PGRI 6 Surabaya, belajar TIK/Informatika bukan lagi tentang teori yang kaku dan membosankan. Melalui gim interaktif "Tebak Perangkat Keras Komputer" berbantuan Papan IFP, suasana pembelajaran berlangsung secara aman, nyaman, dan kaya akan kreativitas. Komitmen ini membuktikan bahwa SMP PGRI 6 Surabaya siap melahirkan generasi muda yang cerdas digital, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis

 

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                      

 

      NO HP 083857963098

 

 

Selasa, 04 Agustus 2026

Menciptakan Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawa yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya








 


Menciptakan Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawa yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah penanaman nilai etika, kesantunan, dan karakter (nguri-uri kabudayan). Pada jenjang Kelas 7 SMP, salah satu materi krusial dalam mata pelajaran Bahasa Jawa adalah Unggah-Ungguh Basa Jawa (penggunaan Basa Ngoko dan Basa Krama sesuai konteks lawan tutur).

Bagi sebagian siswa generasi z dan alpha, mempelajari unggah-ungguh basa sering kali dirasa rumit atau memunculkan rasa takut salah. Menjawab tantangan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya sebagai Sekolah Inspirasi menghadirkan terobosan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan melalui integrasi teknologi digital berupa Papan IFP (Interactive Flat Panel).

 

Konsep Pembelajaran Aman dan Nyaman dalam Pelajaran Bahasa Jawa Iklim belajar yang aman dan nyaman di dalam kelas mencakup dua aspek penting:

1) Aman secara Psikologis dan Fisik: Siswa tidak merasa canggung atau takut dihakimi ketika mencoba berkomunikasi dalam Basa Krama. Lingkungan kelas juga dirancang bersih, modern, dan bebas debu media konvensional.

2) Nyaman secara Metodologis: Penyampaian materi dikemas secara visual, kontekstual, serta berbasis media interaktif sehingga siswa dapat mengeksplorasi tata bahasa Jawa tanpa rasa tertekan.

Penerapan Papan IFP dalam Materi Unggah-Ungguh Basa Jawa

Penggunaan papan IFP mengubah pembelajaran unggah-ungguh basa yang tadinya monoton menjadi lebih hidup dan kolaboratif melalui berbagai aktivitas interaktif:

1. Visualisasi Konteks Tutur (Aksentuasi Visual)

Guru memanfaatkan layar besar IFP beresolusi tinggi untuk menampilkan ilustrasi situasi sosial (seperti percakapan antara siswa dengan guru, anak dengan orang tua, atau antarteman sebaya). Fitur ini membantu siswa memahami kapan harus menggunakan Ngoko Lugu, Ngoko Alus, Krama Lugu, hingga Krama Inggil.

2. Simulasi Pasang-Maching Word (Drag and Drop)

Melalui fitur multitouch pada papan IFP, siswa maju ke depan kelas untuk memindahkan kata (vocabulary builder) dari Basa Ngoko ke padanan Basa Krama yang tepat. Aktivitas ini dikemas layaknya permainan (game-based learning) yang membuat proses menghafal kosakata Jawa terasa seru dan tidak menegangkan.

3. Analisis Dialog dan Bermain Peran Digital

Siswa dapat membaca dan menyimak teks drama pendek berbahasa Jawa yang ditampilkan di IFP. Dengan fitur annotation (menulis/menandai langsung di layar), siswa dapat menandai kalimat yang kurang tepat secara unggah-ungguh dan memperbaikinya secara bersama-sama dalam diskusi kelompok.

Bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah penanaman nilai etika, kesantunan, dan karakter (nguri-uri kabudayan) Pada jenjang Kelas 7 SMP, salah satu materi krusial dalam mata pelajaran Bahasa Jawa adalah Unggah-Ungguh Basa Jawa (penggunaan Basa Ngoko dan Basa Krama sesuai konteks lawan tutur) Pada Hari Selasa 4/8/2026 Siswa / Siswi Kelas 7 Masuk Ke dalam Ruang UKS Untuk Menerima Materi BAHASA JAWA Tentang UNGGAH UNGGUH BASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN PAPAN IFP

Dalam kesempatan ini Guru Bahasa Jawa Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Manfaat Bagi Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Integrasi papan IFP pada mata pelajaran Bahasa Jawa memberikan dampak positif yang signifikan:

1. Menghilangkan Rasa Takut Salah: Media interaktif menciptakan suasana belajar yang ramah (user-friendly), sehingga siswa lebih percaya diri saat melatih lisan maupun tulisan Basa Krama.

2. Meningkatkan Antusiasme Belajar: Perpaduan elemen audio-visual dan interaktivitas layar sentuh menjaga perhatian siswa tetap fokus sepanjang jam pelajaran.

3. Mempererat Kolaborasi antar Siswa: Kegiatan kelompok di depan papan pintar melatih kerja sama, sikap saling menghargai, dan penerapan nilai santun sesuai filosofi Jawa itu sendiri.

Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7 - 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA Bahwa Di SMP PGRI 6 Surabaya, melestarikan bahasa daerah tidak lagi dilakukan dengan cara-cara kaku. Pemanfaatan Papan IFP membukti bahwa Bahasa Jawa dapat diajarkan secara modern, relevan, serta dalam suasana yang aman dan nyaman. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen SMP PGRI 6 Surabaya sebagai Sekolah Inspirasi yang terus berinovasi dalam memadukan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi masa kini.

 Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                     

      NO HP 083857963098