Selasa, 05 Mei 2026

Memaknai Hari Pendidikan dengan Aksi Nyata: Semangat Gotong Royong Besama Mobil Bersih- Bersih Musholah Di SMP PGRI 6 Surabaya














Memaknai Hari Pendidikan dengan Aksi Nyata: Semangat Gotong Royong Besama Mobil Bersih- Bersih Musholah

Di SMP PGRI 6 Surabaya

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bukan sekadar seremonial rutin setiap tanggal 2 Mei. Bagi keluarga besar SMP PGRI 6 Surabaya, momentum ini adalah pengingat bahwa pendidikan yang sejati melampaui batas-batas buku teks dan ruang kelas. Pendidikan adalah tentang pembentukan karakter, empati, dan kontribusi nyata kepada lingkungan. Tahun ini, semangat Hardiknas di SMP PGRI 6 Surabaya diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh aspek spiritual dan fisik: kegiatan bersih-bersih masjid/mushola di sekitar lingkungan sekolah serta pembenahan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

"Pendidikan yang memerdekakan harus mampu melahirkan individu yang tidak hanya cerdas akalnya, tetapi juga bersih hatinya dan peduli lingkungannya," ujar salah satu perwakilan guru di sela-sela kegiatan. Kegiatan bersih-bersih tempat ibadah menjadi cerminan dari pengamalan sila pertama Pancasila sekaligus wujud syukur. Siswa-siswi SMP PGRI 6 Surabaya bahu-membahu menyapu lantai, membersihkan kaca, hingga menata mukena dan sajadah. Aksi ini mengajarkan bahwa rumah ibadah adalah oase kedamaian, dan menjaga kebersihannya adalah tanggung jawab bersama yang mulia.

Setelah membersihkan rumah ibadah, fokus siswa beralih ke jantung kesehatan sekolah: ruang UKS. Ruang UKS yang bersih, rapi, dan tertata bukan hanya sekadar ruang perawatan saat siswa sakit, melainkan simbol kepedulian sekolah terhadap kesejahteraan fisik murid-muridnya. Dengan semangat gotong royong, para siswa merapikan obat-obatan, menata tempat tidur, dan memastikan sanitasi ruang UKS terjaga dengan baik. Aksi ini menanamkan kesadaran bahwa lingkungan sekolah yang sehat merupakan prasarana utama untuk menunjang kegiatan belajar yang efektif. Mens sana in corpore sano—di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir   juga ikut Merayakan Hari Pendidikan Nasional  dengan Kegiatan Upacara Bendera , Pembagian Hadiah

Selesai pembagian hadiah tersebut Sekolah  Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya kedatangan Mobil Bersih bersih masjid di bawah komando Mas  Tedi , Alhamdulilah Musholah SMP PGRI 6 Surabaya  Di SAPU , Karpet Di bersihan Kipas Angin Kipas Angin Juga di bersihkan agar semakin dingin

Tidak hanya Musholah Saja TIM Nya  Mas Tedy Juga membersihkan Ruang UKS  Kursi yang ada di Ruang UKS Juga di bersihkan dan KIPAS Angin Yang ada Di Ruang UKS Juga Di bersihkan

Menurut Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Aksi nyata yang dilakukan oleh siswa SMP PGRI 6 Surabaya ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang kompetisi, tetapi tentang kolaborasi. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk melihat keluar dari diri mereka sendiri, peduli pada fasilitas umum, dan mengerti arti berbagi waktu serta tenaga untuk kebaikan orang banyak.

 Inilah wajah pendidikan masa depan yang ingin kita bangun: pendidikan yang membumi, yang menggerakkan tangan untuk bekerja, dan menggerakkan hati untuk peduli.

 Semoga semangat ini tidak berhenti pada hari ini saja. Mari kita jadikan kebersihan dan gotong royong sebagai napas keseharian di SMP PGRI 6 Surabaya, membuktikan bahwa kita adalah generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter luhur.

 

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Teruslah belajar, teruslah berbagi, dan teruslah menginspirasi.

Penulis

    H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id  

    NO HP 083857963

 

 

Senin, 04 Mei 2026

Menguatkan Partisipasi Semesta: Kunci Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Di SMP PGRI 6 Surabaya









































Menguatkan Partisipasi Semesta: Kunci Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Pendidikan adalah fondasi utama peradaban sebuah bangsa. Namun, dalam perjalanannya, sering kali muncul paradigma keliru yang menganggap bahwa pendidikan adalah tanggung jawab tunggal pemerintah atau institusi sekolah semata. Padahal, untuk mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif dan merata, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Konsep "Partisipasi Semesta" bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan setiap anak, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Partisipasi semesta berarti membangun ekosistem di mana pendidikan menjadi urusan bersama (everyone's business). Ketika kita berbicara tentang partisipasi semesta, kita sedang berbicara tentang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan:

a) Pemerintah: Sebagai regulator dan penyedia infrastruktur dasar.

b) Keluarga: Sebagai pendidik pertama dan utama di lingkungan rumah.

c) Masyarakat & Komunitas: Sebagai pendukung, pengawas, dan mitra belajar.

d) Dunia Usaha & Industri: Sebagai penyedia relevansi kompetensi dan lapangan kerja.

e) Teknologi & Media: Sebagai jembatan akses informasi dan literasi digital.

Pendidikan yang bermutu tidak hanya diukur dari gedung sekolah yang megah atau kurikulum yang canggih di atas kertas. Pendidikan yang berkualitas adalah tentang relevansi, aksesibilitas, dan keberlanjutan.

1) Menembus Sekat Geografis dan Sosial: Partisipasi aktif dari masyarakat lokal dan sektor swasta dapat membantu menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses oleh birokrasi sentral.

2) Relevansi dengan Kebutuhan Zaman: Melibatkan dunia industri dalam pendidikan memastikan bahwa keterampilan yang diajarkan di sekolah relevan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.

3) Dukungan Psikososial: Pendidikan tidak hanya soal akademis. Partisipasi orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan karakter sangat menentukan keberhasilan siswa dalam jangka panjang.

Untuk mengubah semangat partisipasi menjadi tindakan nyata, ada beberapa langkah strategis yang perlu kita lakukan:

a) Gotong Royong Berbasis Data: Memetakan kebutuhan nyata setiap satuan pendidikan agar bantuan dan dukungan tidak salah sasaran.

b) Penguatan Literasi Digital: Memanfaatkan teknologi untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi semua orang, termasuk mereka yang berada di pelosok, melalui platform pembelajaran daring yang interaktif.

c) Pemberdayaan Guru dan Tenaga Kependidikan: Investasi pada kualitas pendidik adalah investasi pada kualitas output pendidikan. Dukungan masyarakat dalam bentuk apresiasi dan keterlibatan komunitas sangat penting bagi kesejahteraan mental guru.

d) Membangun Budaya Belajar Sepanjang Hayat: Menanamkan kesadaran bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Masyarakat harus mendukung lingkungan yang menghargai rasa ingin tahu dan kreativitas.

 

 

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Senin 4/5/2026 Dalam suasana yang sejuk mendung  Pukul 06.30 Mengadakan kegiatan Upacara Bendera PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL Tahun 2026

Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara Adalah Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA .

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Menyerahkan MEDALI GOLD ( EMAS ) Serta Sertifikat LOMBA IOB   Kepada Ananda SITI NUR AMELIA Siswi Kelas 8 , Penulis Merasa Bangga dengan Prestasi yang diraih Oleh SITI NUR AMELIA Tersebut Apalagi Semifinal Kemarin Mendapatkan PERUNGGU , Dalam kesempatan ini Penulis mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk terus meraih prestasi dan Penulis mengajak Guru Guru untuk mendampingi anak didiknya yang akan Lomba Dari hati agar bisa mengharumkan nama Sekolah.

Di samping itu juga di serahkan Hadiah Lomba Peringatan HARI KARTINI Tahun 2026

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mewujudkan pendidikan bermutu Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  untuk semua bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dalam semalam. Ini adalah maraton, bukan lari cepat.

Ketika kita memperkuat partisipasi semesta, kita sedang menanam benih untuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, karakter yang kuat, dan kemampuan beradaptasi di era yang penuh ketidakpastian.

Mari kita ambil peran, sekecil apa pun itu. Entah sebagai orang tua yang memantau perkembangan anak, profesional yang berbagi ilmu ke sekolah, atau komunitas yang mengadvokasi akses pendidikan. Pendidikan adalah investasi paling berharga bagi masa depan, dan setiap kita adalah pemegang sahamnya.

Penulis

    H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id  

    NO HP 083857963

 

Minggu, 03 Mei 2026

Matematika: Membuka Gerbang Sihir di Balik Angka yang Kaku Di SMP PGRI 6 Surabaya




 

Matematika: Membuka Gerbang Sihir di Balik Angka yang Kaku

Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa banyak anak merasa "alergi" terhadap matematika? Seringkali, penyebabnya bukan karena matematikanya sulit, melainkan karena cara kita memperkenalkannya. Kita cenderung menempatkan matematika di dalam kotak sempit yang berisi rumus, hafalan, dan tekanan ujian. Padahal, matematika adalah bahasa semesta. Ia bukanlah sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan kode rahasia yang menggerakkan dunia. Jika kita ingin anak jatuh cinta pada matematika, kita harus berhenti mengajarinya sebagai "pelajaran" dan mulai memperkenalkannya sebagai sebuah petualangan. Berikut adalah cara mengubah pandangan anak, dari "Matematika itu membosankan" menjadi "Matematika itu ajaib!"

 

1. Menemukan Matematika dalam "Bahasa Rahasia Alam"

Dunia di sekitar kita penuh dengan pola matematika yang indah. Alih-alih menyuruh anak mengerjakan lembar kerja, ajaklah mereka keluar rumah dan menjadi "Detektif Pola".

a) Pola Fibonacci: Ajak anak mengamati kelopak bunga. Tahukah mereka bahwa jumlah kelopak bunga seringkali mengikuti pola deret angka tertentu?

b) Simetri: Lihatlah sayap kupu-kupu atau daun pakis. Matematika ada di sana, mengatur keseimbangan dan keindahan bentuk-bentuk tersebut.

c) Geometri di Langit: Arahkan pandangan ke awan, bulan, atau sarang lebah. Mereka sedang mempraktikkan geometri tanpa harus menghafal rumus luas atau keliling.

Dengan melihat pola ini, anak akan memahami bahwa matematika bukan buatan manusia yang menyiksa, melainkan aturan main alam semesta yang menakjubkan.

2. Mengubah "Bermain" Menjadi Logika Matematika

Anak-anak secara alami adalah pemecah masalah. Mereka hanya tidak sadar bahwa mereka sedang menggunakan matematika.

a. Dunia Digital (Minecraft/Roblox): Jika anak Anda suka membangun di dunia virtual, mereka sedang belajar tentang koordinat, ruang, dan perbandingan.

b. Permainan Strategi: Catur, board games, atau bahkan kartu adalah ladang subur untuk melatih logika, probabilitas, dan pengambilan keputusan.

c. Memasak Bersama: Saat mengikuti resep, anak sedang belajar pecahan, rasio, dan estimasi waktu. "Jika kita ingin membuat dua kali lipat kue, berapa banyak tepung yang kita butuhkan?" Ini jauh lebih berkesan daripada soal cerita di buku teks.

 

3. Merayakan Kesalahan sebagai Bagian dari Proses

Ini adalah bagian terpenting. Ketakutan akan matematika seringkali berakar dari ketakutan akan salah. Jadikan rumah dan lingkungan belajar sebagai tempat di mana "Salah itu Oke." Ketika anak menemukan jawaban yang salah, jangan langsung memberikan jawaban yang benar. Sebaliknya, tanyakan:

"Hmm, menarik sekali. Bagaimana kamu bisa mendapatkan angka itu? Coba kita telusuri langkah-langkahmu, ya?"

Dengan melakukan ini, kita mengajarkan bahwa matematika adalah proses berpikir, bukan sekadar hasil akhir. Ketika mereka berhenti takut salah, rasa ingin tahu akan mengambil alih, dan itulah benih dari cinta matematika.

Dalam  Membuka Gerbang Sihir di Balik Angka yang Kaku  Sekolah  Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Mata Pelajaran Matematika Selalu di ajarkan dengan Bahagia Dan Dengan Senyuman , Dimana Ibu ROHMATIA NADILA ,S.Pd   dalam mengajar Mata Pelajaran Matematika Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya di ajak  bermain Papan IFP Dalam kesempatan ini materi yang di sampaikan yaitu STATISTIK

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA  Mengajak Siswa  Bahwa   Matematika bukanlah tentang siapa yang paling cepat menghitung di dalam kelas. Matematika adalah tentang rasa ingin tahu.

Jika kita bisa menanamkan pola pikir bahwa setiap masalah memiliki jawaban yang bisa dicari—dan bahwa mencari jawaban tersebut adalah sebuah tantangan yang menyenangkan—maka matematika tidak akan lagi menjadi momok. Ia akan menjadi "superpower" yang mereka bawa seumur hidup.

 

Mulailah dengan hal kecil hari ini. Tanyakan pada mereka, "Menurutmu, berapa banyak langkah yang kita butuhkan untuk sampai ke toko?" dan saksikan bagaimana angka mulai berubah menjadi teman bermain mereka.

Penulis

 

   H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id 

    NO HP 083857963