Senin, 02 Februari 2026

Menghadirkan Ruang Kelas Masa Depan: Belajar Aman dan Nyaman dengan Papan Interaktif Digital

 Menghadirkan Ruang Kelas Masa Depan: Belajar Aman dan Nyaman dengan Papan Interaktif Digital

 

Di era transformasi digital, wajah ruang kelas telah berubah drastis. Salah satu inovasi yang menjadi primadona adalah Papan Interaktif Digital (Interactive Whiteboard). Lebih dari sekadar pengganti papan tulis kapur atau spidol, teknologi ini menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya canggih, tetapi juga membuat siswa merasa aman dan nyaman.

Mengapa Papan Interaktif Meningkatkan Kenyamanan Siswa?

Kenyamanan dalam belajar bukan hanya soal kursi yang empuk, melainkan bagaimana materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Papan interaktif menawarkan:

1) Visual yang Memikat: Siswa tidak lagi dipaksa membayangkan teori yang abstrak. Dengan gambar dan video berkualitas tinggi, materi pelajaran menjadi lebih "hidup" dan mudah dicerna.

2) Pembelajaran Kinestetik: Siswa dapat berinteraksi langsung dengan menyentuh, menggeser, dan menulis di papan. Ini mengurangi kebosanan dan membuat mereka terlibat aktif secara fisik.

3) Aksesibilitas Informasi: Catatan di papan dapat langsung disimpan dan dibagikan secara digital. Siswa tidak perlu terburu-buru menyalin, sehingga mereka bisa lebih fokus mendengarkan penjelasan guru.

 

Keamanan: Prioritas Utama di Ruang Digital

Keamanan dalam penggunaan papan interaktif mencakup dua hal: keamanan fisik dan keamanan konten.

1. Lingkungan yang Lebih Sehat: Berbeda dengan papan tulis konvensional, papan digital bebas dari debu kapur yang dapat mengganggu pernapasan atau bau menyengat dari spidol permanen. Hal ini menciptakan kualitas udara kelas yang lebih baik.

2. Filter Konten yang Terkendali: Guru memiliki kendali penuh atas apa yang ditampilkan. Dengan integrasi perangkat lunak pendidikan, akses ke situs berbahaya dapat diblokir, memastikan siswa hanya terpapar informasi yang edukatif dan sesuai umur.

3. Membangun Kepercayaan Diri: Bagi siswa yang pemalu, fitur interaktif seperti kuis digital atau permainan edukatif seringkali terasa kurang mengintimidasi dibandingkan harus menjawab secara lisan di depan kelas. Ini menciptakan "ruang aman" secara psikologis untuk bereksperimen dan melakukan kesalahan tanpa rasa malu.

Dalam menciptakan pembelajaran yang aman dan nyaman di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Senin 26/1/2026 Sampai Kamis 29/1/2026 Melaksanakan kegiatan Pembelajaran Yang aman Nyaman Bagi Siswa dengan Menggunakan PAPAN DIGITAL INTERAKTIF Baik siswa Kelas 7-9

Menurut Penulis yang juga kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Menyampaikan Bahwa Papan interaktif digital mendorong kerja sama tim. Siswa dapat mengerjakan proyek bersama di layar yang sama, berbagi ide secara langsung, dan melihat hasil kerja mereka dihargai secara visual. Kolaborasi ini memupuk rasa kepemilikan dan komunitas di dalam kelas, yang merupakan pondasi utama kenyamanan emosional siswa.

Implementasi papan interaktif digital bukan sekadar gaya hidup, melainkan investasi untuk kesejahteraan siswa. Ketika teknologi mampu memadukan aspek visual, interaksi fisik, dan keamanan konten, maka sekolah telah berhasil menciptakan taman belajar yang ideal bagi generasi Z dan Alpha.

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id     

NO HP 083857963098

 







































Minggu, 25 Januari 2026

Membayar Janji di Pusara: Persembahan Gelar S2 dalam 8 Bulan untuk Mama dan Leluhur

 Membayar Janji di Pusara: Persembahan Gelar S2 dalam 8 Bulan untuk Mama dan Leluhur

 

Ada getaran yang berbeda saat kaki ini melangkah memasuki area pemakaman hari ini. Bukan sekadar ziarah rutin, namun sebuah kepulangan membawa "oleh-oleh" yang paling berharga. Di tangan ini, terselip bukti perjuangan yang baru saja tuntas: Gelar Magister yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 8 bulan.

Di depan nisan Mama tercinta, kata-kata seolah tertahan di tenggorokan. Delapan bulan terakhir bukanlah perjalanan yang mudah. Menempuh pendidikan S2 dengan akselerasi secepat itu membutuhkan disiplin baja, malam-malam tanpa tidur, dan fokus yang tak tergoyahkan.

 

Namun, di setiap detik kelelahan itu, wajah Mama selalu menjadi bahan bakar. Ziarah kali ini adalah bentuk lapor diri.

 

Menghormati Akar dan Leluhur

Tak lupa, doa-doa terbaik dipanjatkan untuk para leluhur. Keberhasilan ini adalah buah dari pohon yang mereka tanam dahulu. Pendidikan adalah cara terbaik untuk menghormati garis keturunan—membuktikan bahwa nilai-nilai kerja keras dan integritas yang mereka wariskan tetap hidup dan bersemi dalam prestasi.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  yang juga lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN S2 UNESA Pada Hari Minggu 25/1/2026  Pukul 08.00 Bersama Keponakan dari Bogor  Melakukan kegiatan Ziarah Ke makam Mama Penulis tercinta dan Makam Leluhur Di TPU RANGKAH Surabaya

Tak lupa, doa-doa terbaik dipanjatkan  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya untuk para leluhur. Keberhasilan ini adalah buah dari pohon yang mereka tanam dahulu. Pendidikan adalah cara terbaik untuk menghormati garis keturunan—membuktikan bahwa nilai-nilai kerja keras dan integritas yang mereka wariskan tetap hidup dan bersemi dalam prestasi.

Ziarah ini menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun kita melangkah dan setinggi apa pun gelar yang kita raih, kita tetaplah "anak" yang berpijak pada bumi dan sejarah keluarga.

 

Pelajaran dari Perjalanan 8 Bulan Menyelesaikan S2 dalam waktu singkat mengajarkan beberapa hal penting yang saya bagikan di depan pusara Mama Tercinta hari ini:

1) Restu adalah Segalanya: Meski raga tak lagi ada, energi dan doa orang tua tetap menjadi pelindung utama.

 

2) Waktu adalah Amanah: Menyelesaikan studi dengan cepat adalah cara menghargai waktu yang telah diberikan Tuhan.

3) Dedikasi sebagai Ibadah: Belajar dengan sungguh-sungguh adalah salah satu bentuk bakti (birrul walidain) yang paling nyata.

Bunga tabur dan air mawar mungkin akan kering, namun prestasi dan ilmu yang didapat akan terus mengalir sebagai amal jariyah bagi orang tua. Pulang dari makam, pundak ini terasa lebih ringan. Tugas belajar telah usai, kini saatnya mengabdi dan bermanfaat bagi sesama—persis seperti yang selalu Mama impikan Selama Ini

"Ma, anakmu sudah sampai di titik ini. Gelar ini bukan hanya milikku, tapi adalah wujud dari doa-doa Mama yang menembus langit, bahkan setelah Mama tiada."

“ Selamat beristirahat dengan tenang, Ma. Hadiah  Lulus S2 Manajemen UNESA   ini untukmu “

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id      

NO HP 083857963098