Minggu, 28 Juni 2026

Menemukan Jiwa di Balik Data: Saat Riset Menyentuh Hati Anak SMP

 Menemukan Jiwa di Balik Data: Saat Riset Menyentuh Hati Anak SMP

 

Usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah masa transisi yang indah sekaligus penuh gejolak. Di balik tawa riuh di lorong sekolah, remaja-remaja ini sebenarnya sedang menyimpan sejuta pertanyaan tentang dunia sekitarnya. Di sinilah budaya riset hadir, bukan sebagai tugas akademis yang kaku dan dingin, melainkan sebagai wadah yang memeluk rasa ingin tahu mereka yang sedang menggebu.

Riset di tingkat SMP bukanlah tentang rumus rumit atau jurnal tebal yang membosankan. Riset adalah sebuah jembatan empati. Budaya ini tumbuh subur ketika sekolah berhenti menyuruh siswa sekadar menghafal isi buku, dan mulai mendengarkan keresahan yang ada di dalam dada mereka. Bayangkan seorang siswi kelas VIII yang gelisah melihat sahabatnya mengurung diri karena menjadi korban cyberbullying. Melalui riset sosial sederhana, ia mengumpulkan cerita tersembunyi, memetakan emosi, dan mencari tahu akar masalahnya. Hasil penelitian itu kemudian menjelma menjadi gerakan konseling sebaya. Di sudut lain, ada siswa yang meneliti pemanfaatan limbah kantin demi mengurangi bau yang mengganggu kenyamanan belajar temannya.

"Riset anak SMP adalah momen magis ketika ketajaman berpikir bertemu dengan ketulusan hati untuk peduli."

Ketika sekolah menghidupkan budaya riset, kita sedang melatih anak-anak kita untuk tidak menjadi penonton pasif di dunia ini. Di era digital yang serba instan, riset memaksa mereka untuk memperlambat langkah, mengamati dengan jernih, dan menghargai sebuah proses. Ada binar kebanggaan yang tak ternilai di mata seorang anak SMP saat mereka menyadari bahwa analisis sederhana mereka bisa memperbaiki keadaan. Melalui budaya riset, kita tidak sedang mencetak robot penghafal rumus, melainkan manusia masa depan yang memiliki kepala cerdas sekaligus hati yang peka terhadap sesama.

 

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                 

     NO HP 083857963098

 

Rabu, 17 Juni 2026

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, SMP PGRI 6 Surabaya Gelar Doa Bersama Hingga Apresiasi Pramuka Garuda

































































































































































Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, SMP PGRI 6 Surabaya Gelar Doa Bersama

Hingga Apresiasi Pramuka Garuda

 

Menandai bergantinya tahun dalam kalender Islam, SMP PGRI 6 Surabaya (yang akrab dikenal sebagai Sekolah Inspirasi) menggelar serangkaian kegiatan religius dan penuh motivasi pada  Hari Rabu 17/6/2026 . Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah /2026  ini berlangsung khidmat di halaman sekolah, diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf dengan penuh antusias.

Kegiatan ini didesain tidak hanya sebagai momen refleksi spiritual (hijrah), tetapi juga sebagai wadah apresiasi prestasi siswa dan pelestarian tradisi budaya Islam-Jawa.

Meningkatkan Spiritual dengan Yasin dan Rotib Al-Haddad

Acara dimulai sejak pagi hari dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Seluruh warga Sekolah Inspirasi duduk bersama dengan khusyuk untuk melaksanakan pembacaan Surat Yasin dan Rotib Al-Haddad secara berjamaah.

Gema zikir dan doa yang dipanjatkan bersama ini bertujuan untuk memohon perlindungan, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh keluarga besar SMP PGRI 6 Surabaya di tahun yang baru ini. Suasana religius begitu kental, membuktikan komitmen sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.

Apresiasi Prestasi: Pembagian Sertifikat Pramuka Garuda

Di tengah momentum perubahan tahun ini, Sekolah Inspirasi juga memberikan panggung kehormatan bagi para siswa berprestasi. Acara dilanjutkan dengan pembagian sertifikat Pramuka Garuda, tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah kepada para penggalang yang telah dinyatakan lolos verifikasi dan menunjukkan dedikasi serta kecakapan yang luar biasa.

"Prestasi Pramuka Garuda ini adalah bukti nyata bahwa siswa SMP PGRI 6 Surabaya tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga tangguh, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin di masa depan," ujar Kepala SMP PGRI 6 Surabaya dalam sambutannya.

Tradisi Kebersamaan: Pembagian Bubur Merah Putih

Sebagai penutup acara sekaligus simbol rasa syukur, sekolah membagikan Bubur Merah Putih kepada seluruh siswa-siswi. Dalam tradisi Nusantara, bubur merah putih bukan sekadar hidangan biasa, melainkan simbol doa keselamatan, awal yang baru, serta keseimbangan hidup.

Para siswa tampak ceria dan menikmati sajian tradisional ini bersama-sama di area sekolah. Momen makan bersama ini berhasil mempererat rasa kekeluargaan dan kebersamaan antarsiswa maupun guru.

Perayaan Tahun Baru Islam 1448 H di SMP PGRI 6 Surabaya sukses memadukan unsur spiritual, apresiasi bakat, dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa-siswi Sekolah Inspirasi dapat mengawali tahun baru dengan semangat baru, meningkatkan ibadah, serta terus mengukir prestasi yang membanggakan.

 

Dalam Kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara   Yang Juga  Alumni S2 MANAJEMEN UNESA  Menyampaikan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah! Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua.

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id               

     NO HP 083857963098