Rabu, 20 Mei 2026

Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara






























Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

 

Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 20 Mei bukan sekadar ritual tahunan untuk mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Lebih dari itu, momen ini adalah alarm sejarah yang mengingatkan kita bahwa kedaulatan sebuah negara tidak hanya dijaga dengan moncong senjata di perbatasan, melainkan disemai melalui kualitas generasi mudanya. Membicarakan masa depan Indonesia berarti membicarakan bagaimana kita hari ini merawat "tunas bangsa". Kata "tunas" menyiratkan sesuatu yang baru tumbuh, rapuh, namun menyimpan potensi raksasa untuk menjadi pohon yang kokoh. Di tangan anak-anak dan remaja hari inilah, nasib kedaulatan NKRI dipertaruhkan dalam beberapa dekade mendatang.

Jika pahlawan masa lalu bangkit melawan kolonialisme fisik, tunas bangsa hari ini menghadapi musuh yang kasat mata: penjajahan gaya baru (neo-kolonialisme) melalui perang asimetris, infiltrasi budaya, dan polarisasi digital. Kedaulatan negara saat ini tidak hanya diukur dari batas teritorial, tetapi juga dari kedaulatan digital, ekonomi, dan pemikiran. Ketika generasi muda kita lebih terpikat pada ideologi transnasional, terjebak dalam pusaran hoaks, atau mengalami degradasi moral akibat konsumsi konten yang tidak sehat, maka runtuhnya kedaulatan bangsa tinggal menunggu waktu. Bangsa yang besar tidak akan punah karena diserang dari luar, melainkan karena keropos dari dalam akibat generasi penerusnya kehilangan jati diri.

Tiga Pilar Menjaga Tunas Bangsa

Untuk memastikan tunas-tunas ini tumbuh menjadi benteng kedaulatan yang kokoh, diperlukan sinergi dari tiga aspek utama:

1) Pendidikan Berkarakter dan Berbasis Pancasila Pendidikan tidak boleh hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademis, tetapi tumpul secara empati dan nasionalisme. Tunas bangsa harus dibekali dengan literasi digital yang kuat agar mampu memfilter informasi, serta penanaman nilai-nilai Pancasila yang aplikatif, bukan sekadar hafalan di atas kertas.

2) Kesehatan Fisik dan Mental (Pengentasan Stunting) Kita tidak bisa bicara tentang kedaulatan bersaing di kancah global jika tunas bangsa kita masih dibayangi oleh masalah stunting (tengkes) dan gizi buruk. Menjaga kedaulatan negara dimulai dari dapur rumah tangga—memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak nutrisi dan kesehatan mental yang layak agar tumbuh menjadi manusia yang kompetitif.

3) Keteladanan dari Generasi Pendahulu Tunas tumbuh mengikuti arah cahaya. Generasi tua—baik orang tua, guru, maupun para pemimpin publik—harus mampu menjadi "cahaya" yang memberikan teladan integritas. Anak muda tidak butuh khotbah moral; mereka butuh contoh nyata tentang bagaimana mencintai republik ini dengan pembuktian kerja dan kejujuran.

 

Dalam rangka memperingati 118 Hari Kebangkitan Nasional Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Rabu 20/5/2026  Pukul 07.00 di lapangan SMP PGRI 6 Surabaya mengadakan kegiatan Upacara PERINGATAN  HARI KEBANGKITAN NASIONAL.

Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara adalah Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA.

Dalam sambutannya Penulis menyampaikan Kalian semua yang berdiri di lapangan hari ini adalah tunas-tunas bangsa tersebut. Di pundak kalianlah masa depan Indonesia diletakkan. Namun ingat, tantangan kalian hari ini berbeda dengan pahlawan masa lalu. Penjajahan zaman sekarang tidak lagi menggunakan senjata, melainkan masuk melalui gawai di tangan kalian—berupa hoaks, degradasi moral, judi online, hingga budaya asing yang mengikis jati diri bangsa.

 Oleh karena itu, menjaga kedaulatan negara saat ini artinya kalian harus bangkit melawan rasa malas. Bangkit untuk menguasai teknologi dengan bijak, rajin membaca, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta saling menghargai dalam keberagaman.Kepada Bapak dan Ibu Guru, mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan menuntun tunas-tunas muda ini dengan penuh keikhlasan dan keteladanan. Jadikan sekolah kita rahim tempat lahirnya generasi yang cerdas akalnya dan mulia akhlaknya. Mari kita jadikan momentum 118 tahun Kebangkitan Nasional ini untuk melangkah lebih maju. Jangan jadi generasi yang rebahan, jadilah generasi yang membawa perubahan!

Penulis

    H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id     

    NO HP 083857963

 

Senin, 18 Mei 2026

Antisipasi DBD, SMP PGRI 6 Surabaya Gandeng Puskesmas Wonokusumo dan KSH Lakukan Fogging Menyeluruh














 


Antisipasi DBD, SMP PGRI 6 Surabaya Gandeng Puskesmas Wonokusumo dan KSH Lakukan Fogging Menyeluruh

 

Guna mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya   Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  menggelar aksi preventif berupa pengasapan (fogging), Senin (18/5). Langkah sigap ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Wonokusumo, Kecamatan Semampir, serta dibantu oleh kader Kampung Surabaya Hebat (KSH) setempat.

Kegiatan ini menyasar seluruh sudut area sekolah demi memastikan tidak ada ruang bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Petugas dengan APD lengkap menyisir setiap ruangan secara mendetail.

Sterilisasi Total Ruang Belajar dan Fasilitas Umum

Proses fogging dilakukan secara menyeluruh dan terjadwal agar tidak mengganggu aktivitas vital sekolah. Beberapa titik krusial yang menjadi fokus pengasapan antara lain:

a) Ruang Kelas & Ruang Komputer: Tempat utama siswa beraktivitas dalam durasi lama dipastikan steril dari nyamuk.

b) Ruang Guru & Ruang UKS: Area kerja guru serta ruang kesehatan tidak luput dari penyemprotan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan warga sekolah.

c) Fasilitas Ibadah & Literasi: Mushola sekolah dan Ruang Perpustakaan turut difogging secara hati-hati agar fasilitas di dalamnya tetap aman namun bebas dari sarang nyamuk.

d) Kamar Mandi: Sebagai salah satu area dengan kelembapan tinggi dan berpotensi menjadi tempat penampungan air, area toilet dan kamar mandi mendapatkan perhatian khusus dari petugas.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya   Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III N0 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas respons cepat dan dukungan penuh dari pihak Puskesmas Wonokusumo serta para kader KSH Kecamatan Semampir.

"Kesehatan siswa dan seluruh staf adalah prioritas utama kami. Di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, ancaman DBD nyata adanya. Melalui sinergi dengan Puskesmas Wonokusumo dan KSH, kami berharap lingkungan SMP PGRI 6 Surabaya menjadi ekosistem belajar yang aman, sehat, dan bebas dari penyakit," ujarnya.

 

Pihak Puskesmas Wonokusumo juga memberikan apresiasi kepada SMP PGRI 6 Surabaya yang dinilai proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain fogging, petugas juga mengimbau agar sekolah tetap konsisten menerapkan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus menghindari gigitan nyamuk) secara mandiri setiap minggu. Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMP PGRI 6 Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara berkala demi mewujudkan sekolah yang sehat dan prestasi siswa yang optimal.

Penulis

    H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id    

    NO HP 083857963

Rabu, 13 Mei 2026

Mengubah Ruang Kelas Menjadi Petualangan Digital: Belajar Seru dan Aman dengan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya























 

Mengubah Ruang Kelas Menjadi Petualangan Digital: Belajar Seru dan Aman dengan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya

 

 

Di era digital yang berkembang pesat, SMP PGRI 6 Surabaya terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tak terlupakan bagi para siswanya. Salah satu langkah revolusioner yang diambil adalah pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif di dalam kelas.Bukan sekadar mengganti papan tulis kapur atau spidol, penggunaan IFP di "Sekolah Inspirasi" ini bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan tetap aman bagi siswa.

 

1. Visualisasi yang Menghidupkan Materi

Pernahkah kalian merasa bosan melihat gambar statis di buku paket? Dengan IFP, materi pelajaran menjadi lebih hidup.

a) Eksplorasi 3D: Dalam pelajaran IPA, siswa tidak lagi hanya membayangkan struktur sel, tapi bisa memutar dan memperbesar model sel 3D langsung di layar.

b) Video Pembelajaran Interaktif: Guru dapat memutar video dan langsung memberikan anotasi (catatan) di atas video yang sedang berjalan untuk menekankan poin penting.

2. Belajar Sambil Bermain (Gamifikasi)

Belajar tidak harus selalu kaku. IFP memungkinkan integrasi berbagai platform edukasi berbasis permainan seperti Quizizz atau Kahoot.

a. Kompetisi Sehat: Siswa dapat maju ke depan untuk menjawab tantangan secara langsung pada layar sentuh yang responsif.

b. Kolaborasi Tim: Fitur multi-touch pada IFP memungkinkan beberapa siswa bekerja bersama di papan digital secara bersamaan, melatih kerja sama tim dalam memecahkan masalah.

· 

3. Keamanan Digital dan Kenyamanan Mata

Aspek keamanan adalah prioritas utama di SMP PGRI 6 Surabaya. Penggunaan IFP dirancang agar tetap ramah bagi kesehatan dan mental siswa:

a) Teknologi Anti-Glare & Blue Light Filter: Layar IFP modern sudah dilengkapi pelindung mata, sehingga siswa tidak cepat lelah meskipun memperhatikan layar dalam waktu lama.

b) Internet Terfilter: Akses internet pada papan digital dikelola secara ketat oleh sekolah, memastikan hanya konten edukatif yang dapat diakses oleh siswa.

c) Lingkungan Tanpa Debu: Berbeda dengan papan tulis kapur, IFP menjaga kebersihan udara kelas, sangat aman bagi siswa yang memiliki alergi atau asma.

vvTips Belajar Menyenangkan dengan IFP untuk Siswa:

1) Jangan Ragu Mencoba: IFP didesain untuk disentuh. Jadilah proaktif saat guru meminta bantuan untuk mengoperasikan simulasi di depan kelas.

2) Manfaatkan Fitur Save & Share: Hasil coretan dan diskusi di papan digital bisa disimpan dalam bentuk PDF atau gambar, jadi kalian tidak perlu terburu-buru menyalin dan bisa lebih fokus mendengarkan penjelasan.

3) Kreativitas Tanpa Batas: Gunakan berbagai warna dan bentuk yang tersedia di aplikasi papan digital untuk membuat peta konsep (mind mapping) yang estetik dan mudah diingat.

 

Memasuki Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir dalam menciptakan Pembelajaran yang Aman dan Nyaman Bagi Peserta Didik Di SMP PGRI 6 Surabaya Mulai 27  APRIL 2026- 30 APRIL 2026 Mengadakan Pembelajaran   yang aman dan Nyaman Menggunakan Papan DIGITAL Di RUANG UKS  SMP PGRI 6 Surabaya.

Dalam kesempatan Ini Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Sekaligus ALUMNI S2 Jurusan MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya "Teknologi hanyalah alat. Namun, di tangan guru yang tepat dan dengan semangat siswa yang tinggi, IFP di SMP PGRI 6 Surabaya adalah jendela menuju masa depan yang lebih cerah."

Di Akhir Penulis mengajak siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dengan perpaduan teknologi canggih dan bimbingan guru yang inspiratif, SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan bahwa sekolah bisa menjadi tempat yang sangat seru untuk mengeksplorasi dunia digital secara bijak

 

Yuk, semangat belajar di Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya!

Penulis

    H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id   

    NO HP 083857963