Selasa, 02 Juni 2026

Peringatan HARI LAHIR Pancasila 2026 SMP PGRI 6 Surabaya: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia


























Peringatan HARI LAHIR Pancasila 2026 SMP PGRI 6 Surabaya: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi

Perdamaian Dunia

 

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan sering kali terfragmentasi oleh perbedaan, sebuah bangsa besar bernama Indonesia berdiri kokoh. Kunci kekuatannya bukan pada homogenitas, melainkan pada sebuah mahakarya pemikiran yang lahir 81 tahun lalu: Pancasila. Lima sila ini bukan sekadar pajangan di ruang kelas atau teks yang dibaca saat upacara. Ia adalah sistem navigasi kultural yang terbukti mampu merekatkan lebih dari 17.000 pulau, 1.300 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah ke dalam satu ikatan bernama Indonesia. Namun, kehebatan Pancasila tidak berhenti di batas geopolitik Nusantara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki resonansi universal yang sangat relevan untuk menjawab krisis geopolitik global hari ini.Bagi Indonesia, Pancasila adalah jawaban atas pertanyaan eksistensial: Bagaimana menjaga persatuan di atas perbedaan yang begitu ekstrem?

Melalui prinsip Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila tidak berusaha menyeragamkan perbedaan, melainkan merayakannya.

1) Sila pertama dan kedua memastikan bahwa ruang spiritual dan kemanusiaan milik semua warga negara tanpa terkecuali.

2) Sila ketiga (Persatuan Indonesia) bertindak sebagai payung besar yang menaungi ego kelompok, suku, maupun agama demi kepentingan bersama.

Pancasila mengubah potensi konflik (kebinekaan) menjadi energi positif (persatuan). Ketika fondasi domestik ini kokoh, Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk berbicara tentang perdamaian di panggung internasional. Kita tidak hanya berteori tentang toleransi; kita menghidupkannya setiap hari.Bagaimana ideologi sebuah negara berkembang bisa menjadi fondasi perdamaian dunia? Jawabannya ada pada Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan amanat Konstitusi kita untuk "ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial." Pancasila memandang kemanusiaan sebagai satu kesatuan yang utuh (universal humanism). Bung Karno pernah menegaskan bahwa "Nasionalisme kita hanya bisa hidup subur di dalam taman sarinya internasionalisme." Artinya, cinta kita pada tanah air tidak boleh melahirkan chauvinisme (rasa unggul yang berlebihan), melainkan harus melahirkan kepedulian terhadap nasib bangsa lain.

 

Dalam rangka menumbuhkan jiwa Patriotisme dan Jiwa Nasionalisme di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Selasa 2/6/2026 Mengadakan Upacara  Peringatan Hari LAHIR PANCASILA Tahun 2026. Adapun Kegiatan Upacara Hari Lahir Pancasila dimulai Pukul 06.30 Yang bertindak menjadi Pembina Upacara Adalah Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Selaku Guru Pancasila

Dalam kesempatan ini Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Dalam sambutannya menyampaikan Pancasila bukan sekadar konsep abstrak dalam diplomasi global. Nilai-nilainya tercermin nyata dalam sejarah panjang politik luar negeri Indonesia yang "Bebas Aktif":

a) Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955: Indonesia mengumpulkan bangsa-bangsa yang baru merdeka untuk melawan kolonialisme, melahirkan Dasasila Bandung yang menjadi inspirasi gerakan kemerdekaan di seluruh dunia.

 

b) Gerakan Non-Blok (GNB): Di tengah Perang Dingin, Indonesia memilih tidak memihak blok barat maupun timur, melainkan membangun jembatan perdamaian.

c) Misi Perdamaian Garuda: Hingga saat ini, pasukan penjaga perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB dikenal sangat humanis dan mudah diterima oleh komunitas lokal di berbagai wilayah konflik karena mereka membawa etos Sila Kedua Pancasila.

 

Di Akhir Penutup Pembina Upacara Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dunia hari ini membutuhkan "titik temu" (common ground) seperti yang ditawarkan oleh Pancasila. Sebuah filosofi yang mengedepankan musyawarah (Sila Keempat) untuk menyelesaikan sengketa, dan keadilan sosial (Sila Kelima) agar tidak ada bangsa yang merasa ditinggalkan.

Pancasila telah membuktikan dirinya melampaui batas zaman dan sekat geografis. Dengan menjadikan Pancasila sebagai jiwa dalam setiap kebijakan domestik dan diplomasi internasional, Indonesia tidak hanya merawat rumah tangganya sendiri, tetapi juga menawarkan kompas moral bagi dunia yang sedang mencari jalan menuju perdamaian abadi.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id          

    NO HP 083857963098

 

Selasa, 26 Mei 2026

Menyambut Armuzna, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Gelar Khataman Al-Qur'an dan Istighosah Di Hari Arafah







 


Menyambut Armuzna, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Gelar Khataman Al-Qur'an dan Istighosah

Di Hari Arafah

 

Menjelang puncak ibadah haji di tanah suci Mekkah, yaitu fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), keluarga besar SMP PGRI 6 Surabaya (Sekolah Inspirasi) menggelar kegiatan religius yang penuh khidmat. Tepat pada Hari Arafah, seluruh siswa, guru, dan staf berkumpul untuk melaksanakan Khataman Al-Qur'an, pembacaan Surat Yasin, serta Istighosah bersama  Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk dukungan spiritual dan ruang bagi para siswa untuk mengetuk pintu langit, mendoakan para jemaah haji Indonesia—khususnya yang berasal dari Surabaya—agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur.

Hari Arafah dikenal sebagai hari yang paling utama untuk berdoa, di mana Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang sedang wukuf kepada para malaikat. Momen emas inilah yang dimanfaatkan oleh Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Sekolah yang terletak di  Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  untuk menanamkan karakter religius yang kuat kepada para siswa / siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Selasa 26/5/2026. Acara diawali sejak pagi hari dengan pembagian juz Al-Qur'an kepada setiap  siswa dan  setiap kelas. Dengan khusyuk, ayat demi ayat suci dilantunkan hingga mencapai khatam 30 juz. Suasana semakin syahdu saat seluruh warga sekolah bersama-sama membaca Surat Yasin dan menggemakan kalimat-kalimat tayyibah dalam sesi Istighosah.

Selain mendoakan para jemaah haji, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan sekolah, serta keberhasilan para siswa dalam menuntut ilmu. Melalui kegiatan ini, SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan perannya sebagai Sekolah Inspirasi yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga konsisten dalam membentuk karakter siswa yang:

a) Religius: Memiliki kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Peduli: Mampu berempati dan mendoakan kebaikan bagi sesama Muslim di seluruh dunia.

b) Berakhlak Mulia: Menghidupkan sunnah dan momen-momen penting dalam Islam dengan kegiatan positif.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru agama, menyisakan rasa haru dan semangat spiritual yang tinggi di dada setiap siswa. Semoga lantunan doa dan ayat suci dari bumi Surabaya ini diijabah oleh Allah SWT, dan membawa keberkahan bagi seluruh jemaah haji di tanah suci. Amin Ya Rabbal Alamin.

Di Akhir Penutup Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utrara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Ke siswa dan guru "Kami ingin anak-anak tidak hanya melihat Hari Arafah sebagai hari libur atau momentum biasa, tetapi sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Melalui khataman dan istighosah ini, kita menyambungkan batin anak-anak dengan suasana khusyuk di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id         

    NO HP 083857963098

 

Sabtu, 23 Mei 2026

Menenun Generasi Emas: Sinergi Peran Orang Tua dan Budaya Sekolah dalam Pendidikan Karakter Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya








 


Menenun Generasi Emas: Sinergi Peran Orang Tua dan Budaya Sekolah dalam Pendidikan Karakter Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya

 

 

 

Pendidikan karakter kini bukan lagi sekadar suplemen dalam kurikulum, melainkan inti dari seluruh proses pendidikan itu sendiri. Di tengah gempuran era digital dan disrupsi moral, kecerdasan akademis semata tidak lagi cukup untuk menjamin masa depan anak. Anak membutuhkan kompas moral yang kuat: jujur, empati, tangguh, dan bertanggung jawab.Pertanyaannya, siapakah yang paling bertanggung jawab memahat karakter tersebut? Jawabannya terletak pada dua pilar utama kehidupan anak: Orang tua di rumah dan Budaya yang hidup di sekolah.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Selalu mengajak siswa / siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  untuk menerapkan  BUDAYA SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN  Orang tua adalah "kurikulum tersembunyi" pertama bagi anak. Jauh sebelum anak mengenal bangku sekolah, mereka telah merekam, meniru, dan menginternalisasi nilai-nilai yang dipraktikkan di dalam rumah. Beberapa peran krusial orang tua dalam pendidikan karakter antara lain:

1) Keteladanan (Modelling): Anak adalah peniru ulung. Orang tua yang menginginkan anaknya jujur harus menunjukkan kejujuran dalam ucapan sehari-hari. Karakter tidak bisa diajarkan lewat instruksi verbal semata, melainkan lewat perilaku yang disaksikan anak setiap hari.

2) Pemberian Kasih Sayang dan Rasa Aman: Anak yang tumbuh dalam lingkungan rumah yang penuh penerimaan dan minim kekerasan emosional cenderung memiliki regulasi emosi yang baik. Rasa aman di rumah membuat anak tidak perlu mencari validasi negatif di luar rumah.

3) Pembiasaan (Habitual Action): Menanamkan disiplin melalui aturan rumah yang konsisten, seperti merapikan tempat tidur, berbicara dengan santun, hingga membatasi waktu layar (screen time).

 

Jika rumah adalah tempat menanam benih karakter, maka sekolah adalah tanah tempat benih itu tumbuh dan diuji. Namun, pendidikan karakter di sekolah tidak akan efektif jika hanya diajarkan sebagai materi hafalan di kelas Pancasila  atau Agama. Karakter harus mewujud menjadi Budaya Sekolah (School Culture). Budaya sekolah adalah totalitas atmosfer, aturan, tradisi, dan interaksi sehari-hari yang dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Budaya sekolah yang sehat mencakup:

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN Unesa  Menyampaikan bahwa Membentuk karakter anak tidak bisa dilakukan secara parsial atau dibebankan kepada satu pihak saja. Orang tua dan sekolah laksana dua sayap dari seekor burung; jika salah satunya patah atau tidak berfungsi, maka anak tidak akan pernah bisa terbang tinggi menuju potensi terbaiknya. Ketika rumah memberikan fondasi kasih sayang yang kokoh dan sekolah menyediakan ekosistem budaya yang sehat, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga anggun secara moral.

Penulis

     H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

    Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id        

    NO HP 083857963098

Kamis, 21 Mei 2026

Mengasah Kreativitas Tanpa Batas: Serunya Membuat Hasta Karya Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dari Bahan Lunak Membuat Bunga Mawar
















 


Mengasah Kreativitas Tanpa Batas: Serunya Membuat Hasta Karya Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  dari Bahan Lunak  Membuat Bunga Mawar

 

Pernahkah Anda merasa jenuh dengan rutinitas harian dan ingin mencoba sesuatu yang baru? Atau apakah Anda sedang mencari cara seru untuk melatih fokus dan imajinasi? Jika ya, membuat hasta karya dari bahan lunak adalah jawabannya. Kerajinan tangan bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Lebih dari itu, seni mengubah bahan mentah menjadi karya estetis adalah salah satu cara terbaik untuk mengasah belahan otak kanan kita alias pusat kreativitas.

Mengapa Harus Bahan Lunak?

Bahan lunak adalah material yang memiliki sifat fisik empuk, lentur, lembut, dan mudah dibentuk tanpa memerlukan alat-alat berat atau keahlian ekstrem. Sifatnya yang fleksibel ini memberikan kebebasan penuh bagi jemari dan imajinasi kita untuk berkreasi. Secara umum, bahan lunak dibagi menjadi dua kategori:

1) Bahan Lunak Alami: Diperoleh langsung dari alam. Contohnya tanah liat (clay alami), serat alam (pelepah pisang, eceng gondok), dan kulit hewan.

2) Bahan Lunak Buatan: Hasil olahan manusia menggunakan campuran kimia. Contohnya polymer clay, sabun batangan, lilin, gips, bubur kertas, dan kain flanel.

 

Manfaat Mengasah Kreativitas Lewat Kerajinan Tangan

"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang." – Albert Einstein

Saat Anda meremas tanah liat, mengukir sabun, atau memotong kain flanel, ada banyak manfaat psikologis dan motorik yang Anda dapatkan:

1. Melatih Otot Motorik Halus: Sangat baik untuk koordinasi mata dan tangan, baik bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan maupun dewasa untuk menjaga fokus.

2. Media Katarsis & Pereda Stres: Menyentuh dan membentuk bahan lunak memiliki efek terapeutik yang menenangkan pikiran (mindfulness).

3. Mengikis Takut Salah: Dalam seni bahan lunak, tidak ada istilah "gagal". Jika bentuknya belum sesuai, Anda tinggal meremasnya kembali (seperti pada clay) dan memulainya dari awal.

4. Peluang Bisnis Berdaya Jual: Karya yang unik dan estetik kini punya nilai ekonomi tinggi di pasar handicraft digital.

· 

3 Ide Hasta Karya Bahan Lunak yang Bisa Dicoba di Rumah

Bagi Anda yang ingin mulai mencoba, berikut adalah beberapa ide kerajinan sederhana namun estetik yang bisa dibuat di rumah:

1. Tatakan Perhiasan (Trinket Dish) dari Air-Dry Clay

Air-dry clay adalah jenis tanah liat buatan yang bisa mengeras sendiri hanya dengan diangin-anginkan, tanpa perlu dibakar di oven.

Cara Membuat: Ambil sebongkah clay, pipihkan dengan rol, lalu bentuk menjadi mangkuk kecil atau piringan estetik. Anda bisa menambahkan tekstur daun atau mencetaknya dengan pola unik. Setelah kering (24 jam), cat menggunakan akrilik dan beri lapisan bening (varnish).

 

2. Ukiran Estetik dari Sabun Batangan

Punya sabun batangan beraroma harum di rumah? Jangan cuma dipakai mandi, Anda bisa mengubahnya menjadi pajangan mini.

Cara Membuat: Gambar pola sederhana (seperti bentuk kura-kura, bunga, atau daun) di permukaan sabun menggunakan pensil. Gunakan pisau ukir kecil atau cutter untuk membuang bagian sabun di luar pola secara perlahan hingga membentuk objek 3 dimensi.

 

3. Lilin Aromaterapi Hias (Scented Candle)

Lilin bukan lagi sekadar penerang saat mati lampu, melainkan dekorasi ruangan yang menenangkan.

Cara Membuat: Cairkan lilin lebah (beeswax atau soy wax), campurkan beberapa tetes minyak esensial favorit Anda. Tuang ke dalam gelas kaca estetik, selipkan sumbu di tengahnya, dan hias bagian atasnya dengan bunga kering sebelum lilin mengeras sepenuhnya.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Selalu ASAH KREATIVITAS Siswa / Siswi Nya Agar Kelak Mereka bisa menjadi manusia yang berguna  dan berdaya Terampil.

Dalam kesempatan ini Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Selaku Guru Seni Budaya Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya membuat KREATIVITAS MEMBUAT HASTA KARYA KERAJINAN DARI BAHAN LUNAK Dalam kesempatan ini siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Membuat bunga mawar dari sabun Kerajinan bahan lunak

Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya  Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mengasah kreativitas tidak butuh modal yang mahal atau studio seni yang mewah. Kreativitas tumbuh subur saat Anda berani mencoba dan membiarkan tangan Anda kotor oleh eksperimen.

 

Ambil satu bahan lunak yang paling mudah Anda temukan di sekitar rumah hari ini, matikan ponsel Anda sejenak, dan mulailah membentuk karya pertama Anda.

Selamat berkreasi!

Penulis

     H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

    Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id     

    NO HP 083857963098