Minggu, 19 April 2026

Usir Penat dengan Aroma Durian Dan Kom Kom Di AIR Panas: Cara Unik Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Jalin Solidaritas




























 


Usir Penat dengan Aroma Durian Dan Kom Kom Di AIR Panas: Cara Unik Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Jalin Solidaritas

 

Di tengah padatnya agenda pendidikan dan target kurikulum yang menguras energi, para Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta se-Surabaya Utara punya cara tersendiri untuk melakukan recharge energi. Bukan di ruang rapat yang kaku, melainkan di tengah uap air hangat Pemandian Air Panas De Kom-Kom Padusan, Pacet. Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini bukan sekadar wisata biasa. Ini adalah upaya kolektif untuk mengatasi kejenuhan (burnout) sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-pimpinan lembaga pendidikan di wilayah utara Kota Pahlawan.

Pacet selalu punya magnet tersendiri, terutama De Kom-Kom yang menawarkan suasana lebih privat dan tenang. Sambil berendam di air belerang yang hangat, para kepala sekolah tampak melepaskan penat setelah bergelut dengan rutinitas administrasi sekolah yang tiada habisnya.

"Sebagai kepala sekolah, tekanan mental itu pasti ada. Berendam di sini membantu merelaksasi otot-otot yang tegang. Tapi yang lebih penting, di sini kita bicara dari hati ke hati sebagai sesama pejuang pendidikan," ujar salah satu peserta di sela-sela rendaman air hangat.

Ada pemandangan unik yang mencuri perhatian dalam agenda kali ini. Jika biasanya rapat kerja identik dengan suguhan kopi dan kudapan ringan, kali ini meja-meja di pinggir kolam dipenuhi dengan buah durian lokal yang aromanya menyeruak tajam. Makan durian bersama menjadi simbol kebersamaan yang cair. Tidak ada sekat jabatan atau formalitas; yang ada hanyalah tawa dan diskusi santai saat tangan-tangan mereka mulai membelah kulit durian yang berduri.

Mengapa Durian? Buah ini dianggap sebagai simbol keberanian dan kerja keras—keras di luar, namun manis di dalam. Sama halnya dengan memimpin sekolah swasta yang penuh tantangan, namun membuahkan hasil manis bagi masa depan generasi bangsa. Efek Psikologis: Suasana informal seperti ini terbukti lebih efektif untuk bertukar pikiran mengenai solusi masalah sekolah daripada pertemuan formal di kantor.

Setelah Bergelut mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik ( TKA ) Bagi Siswa / Siswi Kelas 9 Yang menyita waktu Tenaga Dan Pikiran , Akhirnya Sebanyak 36 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Pada Hari Sabtu 18/4/2026 Berkumpul di SMP KATOLIK ANGGELUS CUSTOS 1 Surabaya JL Niaga Dalam No 5 Surabaya

Pada Pukul 13.30 Sebanyak 7 Mobil Berangkat dari SMP KATOLIK ANGGELUS CUSTOS 1 Surabaya  Menuju Ke VILLA NABILA Pacet, Pukul 16.00 Sebanyak 7 Mobil sudah sampai di Villa Nabila Pacet Setelah sampai  Sebanyak 36 Kepala Sekolah SMP Swasta Surabaya Utara Menikmati Makan Siang NASI Kotak secara bersama sama Di VILLA Nabila  , Setelah makan Siang  Bapak / Ibu Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Menikmati BUAH DURIAN MONTONG Yang Besar Besar Di makan Bersama sama sambil Duduk di depan Kolam renang Villa Nabila

Pukul 18.30 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Berkumpul Di COTTAGE  Nomor 8 Untuk Rapat Kerja Membahas Evaluasi TKA , SPMB Dan lain - Lain Setelah itu Jam 19.00 Menikmati Makan Malam  Di Restoran VILLA NABILA

Sebanyak 26 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Pukul 20.00 Dengan 4 Mobil Menju De Kom Kom Pemandian Air Panas Untuk Berendam  , Pukul 22.30 Selepas berenang Bapak / Ibu Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Mampir Warung Untuk Menikmati SUSU JAHE Agar Segar Dan Sehat Kembali

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 - 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan ALUMNI Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA  Menyampaikan  bahwa agenda seperti ini penting untuk menjaga kesehatan mental para pimpinan sekolah. Dengan kondisi psikologis yang prima, mereka diharapkan bisa kembali ke Surabaya dengan semangat baru untuk memimpin guru dan siswa.

"Surabaya Utara punya tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Dengan kebersamaan yang kuat, kita tidak merasa berjuang sendirian. Kita adalah satu keluarga besar," pungkasnya.

Acara ditutup dengan foto bersama di tengah kabut tipis Pacet, membawa pulang oleh-oleh berupa pikiran yang jernih dan semangat yang kembali membara untuk memajukan pendidikan di Surabaya.

Penulis

   H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                       

 

 NO HP 083857963

Jumat, 17 April 2026

Ketangkasan dan Disiplin: Mengenal PBB Tongkat dalam Pramuka Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya








Ketangkasan dan Disiplin: Mengenal PBB Tongkat dalam Pramuka  Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya

 

Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka bukan sekadar berkemah atau bernyanyi di api unggun. Salah satu materi inti yang menjadi tolok ukur kedisiplinan dan kekompakan anggota adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB). Namun, yang membedakan PBB Pramuka dengan baris-berbaris pada umumnya adalah penggunaan tongkat.

PBB Tongkat adalah seni gerak yang memadukan ketepatan formasi dengan fungsionalitas tongkat sebagai atribut utama anggota Pramuka.

Tongkat pramuka (biasanya sepanjang 160 cm) bukan hanya aksesoris. Dalam PBB, tongkat berfungsi untuk:

1) Menambah Keseragaman: Gerakan tongkat yang serentak menciptakan visual yang gagah.

2) Melatih Fokus: Memegang tongkat sambil melakukan gerakan kaki membutuhkan koordinasi motorik yang lebih tinggi.

3) Kesiapsiagaan: Mengajarkan bahwa alat bantu harus selalu siap digunakan dalam kondisi darurat (seperti membuat tandu).

 

Dalam latihan PBB tongkat, terdapat beberapa posisi dasar yang wajib dikuasai oleh setiap anggota:

1. Sikap Sempurna (Siap)

Pada posisi ini, tongkat dipegang dengan tangan kanan. Pantat tongkat (bagian bawah) menempel di tanah, tepat di samping jari kelingking kaki kanan. Tangan kanan memegang tongkat dengan posisi menggenggam, sementara tangan kiri lurus ke bawah di samping paha.

2. Sikap Istirahat

Saat aba-aba "Istirahat di tempat!", kaki kiri dibuka selebar bahu. Tongkat dibawa ke depan badan dengan posisi miring; tangan kanan memegang bagian tengah tongkat, dan tangan kiri memegang ujung atas tongkat.

3. Posisi Tegak Tongkat (Saat Berjalan)

Ketika regu mulai melangkah (Maju Jalan), tongkat biasanya diangkat sedikit atau disandarkan di bahu kanan (tergantung variasi aba-aba) agar tidak mengganggu langkah kaki.

Manfaat Latihan PBB Tongkat

Latihan ini secara rutin memberikan dampak positif bagi para siswa, di antaranya:

a) Kedisiplinan: Mengikuti instruksi pemimpin regu tanpa ragu.

b) Kekompakan (Korsa): Satu orang salah menggerakkan tongkat, maka estetika seluruh regu akan terganggu. Ini mengajarkan pentingnya kerja sama.

c) Ketahanan Fisik: Membawa dan menggerakkan tongkat selama latihan membantu memperkuat otot lengan dan memperbaiki postur tubuh.

d) Konsentrasi Tinggi: Anggota harus mendengarkan aba-aba sekaligus memastikan posisi tongkat tetap sinkron dengan langkah kaki.

 

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Setiap Hari Sabtu Selalu di adakan kegiatan Extra Pramuka , dimana Pada Hari Sabtu 18/4/2026 Siswa / Siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya mengikuti kegiatan Extra Pramuka , Dimana Dalam kesempatan ini Materi  yang di ajarkan yaitu PBB Dengan Menggunakan TONGKAT

Dalam kesempatan ini Siswa / Siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya sangat antusias dalam mengikuti kegiatan  Pramuka pada Hari Sabtu 18/4/2026 Dengan Materi PBB Dengan menggunakan Tongkat tersebut , Dimana  yang memimpin kegiatan PBB Menggunakan Tongkat ini adalah siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya secara bergantian  sehingga siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Yang Juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 Manajemen Pendidikan UNESA Menyampaikan Bahwa PBB Tongkat adalah simbol ketangkasan seorang Pramuka. Melalui hentakan kaki yang mantap dan ayunan tongkat yang presisi, terpancar jiwa muda yang disiplin dan siap sedia. Bagi adik-adik di pangkalan sekolah, menguasai PBB tongkat bukan hanya soal memenangkan lomba, tapi soal membentuk karakter tangguh di bawah panji Tunas Kelapa.

Penulis

  H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                      

 NO HP 083857963

 

Kamis, 09 April 2026

Senyum Bahagia dan Optimisme Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya di Hari Kedua Tes Kemampuan Akademik




























Senyum Bahagia dan Optimisme Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya di Hari Kedua

Tes Kemampuan Akademik


Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti gedung SMP PGRI 6 Surabaya pada hari kedua pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Setelah melewati hari pertama dengan lancar, kini giliran mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan kepada para siswa kelas 9 pada Kamis pagi ini. Ada pemandangan yang menarik di selasar sekolah. Berbeda dengan ketegangan yang biasanya menyertai ujian, para siswa justru tampak melempar senyum bahagia saat keluar dari ruang ujian. Aura optimisme terpancar jelas setelah mereka berhasil menaklukkan soal-soal literasi dan kebahasaan yang menjadi menu utama hari ini.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam TKA kali ini dirancang untuk mengukur sejauh mana kemampuan analisis dan pemahaman bacaan siswa. Meski membutuhkan konsentrasi tinggi untuk membedah teks-teks panjang, para siswa mengaku tetap merasa rileks. "Awalnya sempat grogi karena soalnya banyak teks cerita dan artikel. Tapi berkat persiapan dan latihan di kelas bersama guru-guru, alhamdulillah semua bisa terjawab. Rasanya lega sekali," ujar salah satu siswa kelas 9 dengan wajah berseri.

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan bahwa kenyamanan siswa adalah prioritas utama dalam pelaksanaan tes ini. Pihak sekolah memang berupaya menciptakan atmosfer ujian yang kondusif agar siswa tidak merasa tertekan secara psikologis. Beberapa faktor yang membuat siswa tetap tersenyum di hari kedua ini antara lain:

·                     Persiapan Matang: Adanya bimbingan khusus dan try out mandiri sebelum hari pelaksanaan.

·                     Fasilitas Nyaman: Ruang kelas yang bersih dan tenang mendukung fokus siswa.

·                     Pendekatan Humanis: Guru-guru pengawas yang memberikan motivasi sebelum ujian dimulai.

Sekolah Inspirasi SMP  PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Rabu 8/4/2026 Sebanyak 21 Siswa Kelas 9 Mengikuti Kegiatan Tes Kemampuan Akademik ( TKA ) Gelombang Kedua , Dalam Kesempatan Ini SMP PGRI 6 Di bagi 2 Sesi Dimana Sesi 1 Berjumlah 11 Siswa Dan Sesi 2 Berjumlah 10 Siswa. Dimana Dalam kesempatan Ini Mata Pelajaran TKA Hari Kedua  ini Adalah BAHASA INDONESIA

Pukul 06.30 Seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sesi 1  Memasuki Ruang Komputer Untuk Mengikuti Tes Kemampuan Akademik ( TKA ) Kelas 9 Sebelum Memulai Sesi 1 MUHIBBUL KHOIRI, S. Pd. I Dari SMP AL IRSYAD Surabaya Yang menjadi Pengawas Ruang Di SMP PGRI 6 Surabaya Membacakan Tata Tertib Kepada 11 Siswa Sesi 1 Setelah Itu  MUHIBBUL KHOIRI, S. Pd. I  Mempersilahkan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Melakukan Login  Dan Memasukan TOKEN Yang di sampaikan oleh Pengawas Ruang Serta Pukul 09.15  Waktunya Sesi 2 Untuk masuk ke dalam Ruang Komputer Untuk Mengikuti Tes Kemampuan Akademik Mata Pelajaran  Bahasa Indonesia

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Dan Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Menyampaikan Selesainya ujian Bahasa Indonesia di hari kedua ini menjadi suntikan semangat bagi para siswa untuk menghadapi mata pelajaran berikutnya. Senyum yang terpancar bukan hanya karena soal yang berhasil dikerjakan, tetapi juga karena rasa kebersamaan yang kuat antar sesama pejuang lulusan tahun ini.

Dengan semangat yang terus terjaga, SMP PGRI 6 Surabaya optimis bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik tahun ini akan memuaskan dan menjadi batu loncatan bagi para siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan kualitas yang membanggakan.

Penulis

  H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                     

 NO HP 083857963