Senin, 08 Juni 2026

Menyalakan Masa Depan: Pendekatan STEAM dalam Proyek Lampu Hias di Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya


















 


Menyalakan Masa Depan: Pendekatan STEAM dalam Proyek Lampu Hias di

Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya

 

Pembelajaran abad ke-21 menuntut sekolah untuk tidak lagi sekadar menyuapi siswa dengan teori, melainkan menantang mereka memecahkan masalah secara nyata. Menjawab tantangan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya yang akrab dijuluki "Sekolah Inspirasi" membuat gebrakan edukatif. Melalui proyek pembuatan lampu hias, sekolah ini sukses mengaplikasikan metode pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) untuk mengasah kreativitas dan nalar kritis para siswa.

Bukan sekadar kegiatan kerajinan tangan biasa, proyek ini mengajak siswa berperan layaknya ilmuwan sekaligus seniman muda yang merancang produk fungsional dan estetis. Bagaimana sebuah proyek lampu hias mampu merangkum lima disiplin ilmu STEAM sekaligus? Para siswa SMP PGRI 6 Surabaya membuktikannya melalui tahapan berikut:

1. Science (Sains)

Para siswa mempelajari konsep dasar fisika mengenai energi listrik dan optik. Mereka menganalisis bagaimana arus listrik mengalir dalam rangkaian, memahami perbedaan tegangan, serta mempelajari bagaimana cahaya merambat, memantul, atau membias ketika menembus berbagai jenis material (seperti plastik, kertas, atau mika).

2. Technology (Teknologi)

Dalam proyek ini, teknologi diaplikasikan melalui pemanfaatan alat-alat kerja modern serta pemilihan komponen elektronik. Siswa belajar menggunakan alat ukur elektronik, memilih jenis lampu (seperti LED yang hemat energi), hingga memikirkan sistem sakelar yang efektif untuk efisiensi daya.

3. Engineering (Teknik/Rekayasa)

Siswa ditantang untuk berpikir seperti seorang insinyur. Mereka harus merancang struktur dan kerangka lampu agar kokoh, seimbang, dan aman. Proses ini melibatkan trial and error (uji coba dan kegagalan)—mulai dari memastikan lem merekat kuat hingga memastikan komponen di dalamnya tidak mengalami korsleting atau panas berlebih.

4. Arts (Seni)

Di sinilah letak kebebasan berekspresi. Unsur seni memegang peranan penting dalam menentukan nilai jual dan estetika lampu. Siswa mengasah kreativitas mereka dalam mendesain bentuk luar, memadukan warna, membuat siluet, dan mengatur intensitas cahaya agar mampu menciptakan suasana ruang (ambience) yang indah saat lampu dinyalakan.

5. Mathematics (Matematika)

Presisi adalah kunci. Siswa menerapkan ilmu matematika praktis seperti mengukur dimensi panjang, menghitung diameter, menghitung volume ruang untuk penempatan lampu, hingga menghitung estimasi biaya produksi (budgeting) per unit lampu hias yang mereka buat.

Menariknya, semangat STEAM di Sekolah Inspirasi ini juga dikolaborasikan dengan kesadaran lingkungan. Banyak kelompok yang memanfaatkan material daur ulang seperti botol plastik bekas, sendok plastik, potongan kayu, hingga kardus sebagai bahan utama kap lampu.

Melalui sentuhan STEAM, barang-barang yang awalnya dianggap sampah disulap menjadi produk home decor bernilai ekonomi tinggi.

Saat ruang kelas digelapkan dan tombol sakelar ditekan bersama-sama, ruangan seketika dipenuhi binar cahaya warna-warni hasil karya para siswa. Sorak sorai gembira menandakan keberhasilan sebuah proses belajar yang bermakna.

Melalui proyek pengerjaan lampu hias ini, ruang kelas di  Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  disulap menjadi laboratorium kreatif tempat para siswa / siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya khususnya Kelas 9  dalam mengeksplorasi tantangan nyata secara interdisipliner. Mereka tidak hanya dituntut untuk merangkai kabel atau menempel hiasan secara asal, melainkan harus mengintegrasikan kelima elemen STEAM secara harmonis. Siswa diajak mengupas tuntas sisi Science saat mempelajari sifat cahaya dan hantaran listrik, menyentuh aspek Technology dan Engineering kala mendesain struktur kap lampu yang kokoh serta aman dari korsleting, hingga menerapkan perhitungan Mathematics yang presisi untuk mengukur dimensi bahan serta sudut pantul cahaya. Semua analisis teknis tersebut kemudian dibalut dengan sentuhan estetika tinggi lewat unsur Arts, sehingga produk akhir yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai alat penerangan, tetapi juga menjelma menjadi karya seni dekoratif yang bernilai jual.

Dalam kesempatan ini  Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi   SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2  MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menegaskan bahwa penerapan aplikasi STEAM ini akan terus digalakkan di berbagai lini mata pelajaran.

"Kami ingin  Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya menjadi laboratorium hidup bagi anak-anak. Melalui pendekatan STEAM pada proyek lampu hias ini, kami tidak hanya mengasah kreativitas tangan mereka, tetapi juga membentuk pola pikir (mindset) mereka agar siap menjadi inovator masa depan yang solutif," pungkasnya. Dengan keberhasilan proyek ini, SMP PGRI 6 Surabaya kembali membuktikan kelayakannya sebagai Sekolah Inspirasi—tempat di mana sains bertemu seni, dan kreativitas tumbuh tanpa batas.

 "Awalnya mengira bikin lampu itu susah karena takut kesetrum. Tapi setelah dipelajari teorinya dan dipraktikkan langsung bersama teman-teman, ternyata seru sekali! Kami jadi tahu kalau matematika dan sains itu aplikasinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujar Anggelina  Putri Ramadhani  salah satu siswa kelas IX dengan mata berbinar.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id            

    NO HP 083857963098

Rabu, 03 Juni 2026

Mengais Rezeki Siswa Baru: Menempa Generasi Emas yang Unggul dan Berkarakter di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya




 


Mengais Rezeki Siswa Baru: Menempa Generasi Emas yang Unggul dan Berkarakter di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya

 

Setiap anak yang lahir ke dunia membawa rezeki, potensi, dan masa depannya masing-masing. Bagi orang tua, mengantarkan anak ke gerbang masa depan yang cerah adalah sebuah perjuangan mulia. Di tengah persaingan zaman yang kian ketat, memilih sekolah bukan lagi sekadar urusan formalitas mencari ijazah, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk manusia seutuhnya. Dalam semangat menyambut Tahun Ajaran Baru, SMP PGRI 6 Surabaya hadir sebagai "Bumi Semema" tempat menyemai benih-benih potensial, siap bermitra dengan para orang tua untuk mengais rezeki terbaik: mendidik dan mencetak generasi emas yang unggul, berprestasi, sekaligus berkarakter mulia.

Mengapa Harus SMP PGRI 6 Surabaya?

Di bumi SMP PGRI 6 Surabaya, kami percaya bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan kecerdasan masing-masing. Kami tidak hanya fokus pada nilai di atas kertas, tetapi menyeimbangkan tiga pilar utama pendidikan modern:

1) Keunggulan Akademik & Non-Akademik (Unggul): Dengan kurikulum yang adaptif dan dipandu oleh tenaga pendidik yang kompeten, inovatif, dan penuh kasih, siswa dipacu untuk berani berprestasi di bidang sains, olahraga, hingga seni.

2) Pembentukan Karakter Mulia (Berkarakter): Pintar saja tidak cukup. Di sini, nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, sopan santun, dan jiwa gotong royong ditanamkan setiap hari agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan menghormati orang tua serta sesama.

3) Kesiapan Menuju Generasi Emas: Kami membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21—berpikir kritis, kreatif, dan melek teknologi—agar mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh.

 

Menitipkan Anak di Tangan yang Tepat

Bagi kami, menerima siswa baru adalah amanah besar. Kami mengibaratkannya sebagai proses "mengais rezeki" spiritual dan sosial. Ketika orang tua memercayakan putra-putrinya kepada kami, kami berkomitmen penuh untuk mengasah potensi tersembunyi mereka hingga berkilau seperti emas.

Fasilitas pembelajaran yang representatif, lingkungan sekolah yang aman dan religius, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang variatif siap mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di SMP PGRI 6 Surabaya.

Dalam mengais Sebuah Rezeki Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir tidak henti hentinya untuk melakukan Promosi untuk mengais Rezeki Di SPMB Tahun 2026-2027 Ini, Dimana Sekarang ini Promosi dengan menggunakan Lagu MBG ( MAS BANU GANTENG ) di berikan Video dan Foto Foto Kegiatan Yang ada di SMP PGRI 6 Surabaya

Pintu gerbang masa depan telah dibuka. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri Anda. Mari bersama-sama menempa mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga mulia akhlaknya. Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Dan Juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Sekaligus Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Mengajak Masyakat Untuk  Menyekolahkan Putra / Putrinya Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Tercinta

"Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya, Kami Tidak Hanya Mengajar, Kami Membentuk Masa Depan Generasi Emas Bangsa."

INFORMASI SISTEM PENERIMAAN MURID  BARU (SPMB )  SMP PGRI 6 Surabaya :

 

a) Tempat Pendaftaran: Ruang Informasi  SPMB  SMP PGRI 6 Surabaya

b) Alamat: Jl. BULAK RUKEM III No 7 - 9 Surabaya RT 05 RW 05 Kel Wonokusumo Kecamatan Semampir

c) Kontak/WhatsApp: 031-3716556/083857963098

d) Media Sosial: 

https://www.facebook.com/profile.php?id=100057272326332&locale=id_ID 

https://www.facebook.com/SmpPgri6Surabaya/ 

https://www.instagram.com/banuatmokos.pd/ 

 

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id           

    NO HP 083857963098

Selasa, 02 Juni 2026

Peringatan HARI LAHIR Pancasila 2026 SMP PGRI 6 Surabaya: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia


























Peringatan HARI LAHIR Pancasila 2026 SMP PGRI 6 Surabaya: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi

Perdamaian Dunia

 

Di tengah dunia yang bergerak cepat dan sering kali terfragmentasi oleh perbedaan, sebuah bangsa besar bernama Indonesia berdiri kokoh. Kunci kekuatannya bukan pada homogenitas, melainkan pada sebuah mahakarya pemikiran yang lahir 81 tahun lalu: Pancasila. Lima sila ini bukan sekadar pajangan di ruang kelas atau teks yang dibaca saat upacara. Ia adalah sistem navigasi kultural yang terbukti mampu merekatkan lebih dari 17.000 pulau, 1.300 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah ke dalam satu ikatan bernama Indonesia. Namun, kehebatan Pancasila tidak berhenti di batas geopolitik Nusantara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki resonansi universal yang sangat relevan untuk menjawab krisis geopolitik global hari ini.Bagi Indonesia, Pancasila adalah jawaban atas pertanyaan eksistensial: Bagaimana menjaga persatuan di atas perbedaan yang begitu ekstrem?

Melalui prinsip Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila tidak berusaha menyeragamkan perbedaan, melainkan merayakannya.

1) Sila pertama dan kedua memastikan bahwa ruang spiritual dan kemanusiaan milik semua warga negara tanpa terkecuali.

2) Sila ketiga (Persatuan Indonesia) bertindak sebagai payung besar yang menaungi ego kelompok, suku, maupun agama demi kepentingan bersama.

Pancasila mengubah potensi konflik (kebinekaan) menjadi energi positif (persatuan). Ketika fondasi domestik ini kokoh, Indonesia memiliki legitimasi moral yang kuat untuk berbicara tentang perdamaian di panggung internasional. Kita tidak hanya berteori tentang toleransi; kita menghidupkannya setiap hari.Bagaimana ideologi sebuah negara berkembang bisa menjadi fondasi perdamaian dunia? Jawabannya ada pada Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan amanat Konstitusi kita untuk "ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial." Pancasila memandang kemanusiaan sebagai satu kesatuan yang utuh (universal humanism). Bung Karno pernah menegaskan bahwa "Nasionalisme kita hanya bisa hidup subur di dalam taman sarinya internasionalisme." Artinya, cinta kita pada tanah air tidak boleh melahirkan chauvinisme (rasa unggul yang berlebihan), melainkan harus melahirkan kepedulian terhadap nasib bangsa lain.

 

Dalam rangka menumbuhkan jiwa Patriotisme dan Jiwa Nasionalisme di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Selasa 2/6/2026 Mengadakan Upacara  Peringatan Hari LAHIR PANCASILA Tahun 2026. Adapun Kegiatan Upacara Hari Lahir Pancasila dimulai Pukul 06.30 Yang bertindak menjadi Pembina Upacara Adalah Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Selaku Guru Pancasila

Dalam kesempatan ini Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Dalam sambutannya menyampaikan Pancasila bukan sekadar konsep abstrak dalam diplomasi global. Nilai-nilainya tercermin nyata dalam sejarah panjang politik luar negeri Indonesia yang "Bebas Aktif":

a) Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955: Indonesia mengumpulkan bangsa-bangsa yang baru merdeka untuk melawan kolonialisme, melahirkan Dasasila Bandung yang menjadi inspirasi gerakan kemerdekaan di seluruh dunia.

 

b) Gerakan Non-Blok (GNB): Di tengah Perang Dingin, Indonesia memilih tidak memihak blok barat maupun timur, melainkan membangun jembatan perdamaian.

c) Misi Perdamaian Garuda: Hingga saat ini, pasukan penjaga perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB dikenal sangat humanis dan mudah diterima oleh komunitas lokal di berbagai wilayah konflik karena mereka membawa etos Sila Kedua Pancasila.

 

Di Akhir Penutup Pembina Upacara Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dunia hari ini membutuhkan "titik temu" (common ground) seperti yang ditawarkan oleh Pancasila. Sebuah filosofi yang mengedepankan musyawarah (Sila Keempat) untuk menyelesaikan sengketa, dan keadilan sosial (Sila Kelima) agar tidak ada bangsa yang merasa ditinggalkan.

Pancasila telah membuktikan dirinya melampaui batas zaman dan sekat geografis. Dengan menjadikan Pancasila sebagai jiwa dalam setiap kebijakan domestik dan diplomasi internasional, Indonesia tidak hanya merawat rumah tangganya sendiri, tetapi juga menawarkan kompas moral bagi dunia yang sedang mencari jalan menuju perdamaian abadi.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id          

    NO HP 083857963098

 

Selasa, 26 Mei 2026

Menyambut Armuzna, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Gelar Khataman Al-Qur'an dan Istighosah Di Hari Arafah







 


Menyambut Armuzna, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Gelar Khataman Al-Qur'an dan Istighosah

Di Hari Arafah

 

Menjelang puncak ibadah haji di tanah suci Mekkah, yaitu fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), keluarga besar SMP PGRI 6 Surabaya (Sekolah Inspirasi) menggelar kegiatan religius yang penuh khidmat. Tepat pada Hari Arafah, seluruh siswa, guru, dan staf berkumpul untuk melaksanakan Khataman Al-Qur'an, pembacaan Surat Yasin, serta Istighosah bersama  Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk dukungan spiritual dan ruang bagi para siswa untuk mengetuk pintu langit, mendoakan para jemaah haji Indonesia—khususnya yang berasal dari Surabaya—agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan menjadi haji yang mabrur.

Hari Arafah dikenal sebagai hari yang paling utama untuk berdoa, di mana Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang sedang wukuf kepada para malaikat. Momen emas inilah yang dimanfaatkan oleh Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Sekolah yang terletak di  Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  untuk menanamkan karakter religius yang kuat kepada para siswa / siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Selasa 26/5/2026. Acara diawali sejak pagi hari dengan pembagian juz Al-Qur'an kepada setiap  siswa dan  setiap kelas. Dengan khusyuk, ayat demi ayat suci dilantunkan hingga mencapai khatam 30 juz. Suasana semakin syahdu saat seluruh warga sekolah bersama-sama membaca Surat Yasin dan menggemakan kalimat-kalimat tayyibah dalam sesi Istighosah.

Selain mendoakan para jemaah haji, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan sekolah, serta keberhasilan para siswa dalam menuntut ilmu. Melalui kegiatan ini, SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan perannya sebagai Sekolah Inspirasi yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga konsisten dalam membentuk karakter siswa yang:

a) Religius: Memiliki kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Peduli: Mampu berempati dan mendoakan kebaikan bagi sesama Muslim di seluruh dunia.

b) Berakhlak Mulia: Menghidupkan sunnah dan momen-momen penting dalam Islam dengan kegiatan positif.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru agama, menyisakan rasa haru dan semangat spiritual yang tinggi di dada setiap siswa. Semoga lantunan doa dan ayat suci dari bumi Surabaya ini diijabah oleh Allah SWT, dan membawa keberkahan bagi seluruh jemaah haji di tanah suci. Amin Ya Rabbal Alamin.

Di Akhir Penutup Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utrara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Ke siswa dan guru "Kami ingin anak-anak tidak hanya melihat Hari Arafah sebagai hari libur atau momentum biasa, tetapi sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Melalui khataman dan istighosah ini, kita menyambungkan batin anak-anak dengan suasana khusyuk di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id         

    NO HP 083857963098