Mewujudkan Pembelajaran Pancasila yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya
Pendidikan karakter dan pemahaman kebangsaan merupakan fondasi utama bagi generasi muda Indonesia. Di jenjang SMP, khususnya Kelas 8, mata pelajaran Pancasila memegang peranan strategis dalam memantapkan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep dasar bernegara. Materi mengenai Kedudukan dan Fungsi Pancasila—baik sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, maupun sumber dari segala sumber hukum—sering kali dianggap teoretis jika disampaikan menggunakan metode ceramah konvensional.
Sebagai Sekolah Inspirasi, SMP PGRI 6 Surabaya berkomitmen menciptakan iklim belajar yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aman, nyaman, dan menyenangkan. Salah satu langkah nyata dalam mewujudkannya adalah melalui pemanfaatan teknologi modern berupa Papan Digital IFP (Interactive Flat Panel) dalam proses pembelajaran di kelas.
Mengapa Pembelajaran Aman dan Nyaman Itu Penting?
Pola belajar yang aman dan nyaman mencakup dua dimensi utama:
1) Aman secara Psikologis & Fisik: Siswa bebas dari rasa takut salah, terhindar dari perundungan (bullying), serta beraktivitas di ruang kelas yang tertata ergonomis dan didukung teknologi higienis tanpa debu kapur.
2) Nyaman secara Metodologis: Materi pembelajaran dikemas secara visual, interaktif, dan mudah dicerna, sehingga siswa terdorong untuk berpartisipasi aktif tanpa merasa tertekan
Pemanfaatan Papan IFP dalam Materi Pancasila Kelas 8
Dalam pembahasan materi Kedudukan dan Fungsi Pancasila, pemanfaatan papan IFP mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis melalui beberapa tahapan aktivitas:
1. Visualisasi Mendasar: Pancasila sebagai Dasar Negara
Dengan layar sentuh beresolusi tinggi, guru dapat menampilkan peta konsep interaktif dan video pendek tentang sejarah perumusan Pancasila. Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Eksplorasi Interaktif: Pancasila sebagai Pandangan Hidup
Papan IFP memungkinkan simulasi studi kasus. Guru menyajikan skenario kehidupan sehari-hari (misalnya: sikap toleransi, gotong royong, atau musyawarah). Siswa secara bergiliran dapat maju ke depan kelas untuk memindahkan (drag and drop), mengelompokkan, atau menandai tindakan yang mencerminkan fungsi Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa.
3. Diskusi Digital: Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum
Untuk memahami tata urutan perundang-undangan dan bagaimana Pancasila menjiwai seluruh hukum di Indonesia, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Masing-masing kelompok memanfaatkan fitur annotation (menulis dan menggambar langsung di layar IFP) untuk menyusun hirarki hukum atau menyelesaikan kuis interaktif berbasis gim (game-based learning).
Dampak Positif terhadap Suasana Belajar di SMP PGRI 6 Surabaya
Integrasi papan IFP dalam materi Pancasila Kelas 8 memberikan perubahan nyata pada dinamika kelas:
a) Meningkatkan Partisipasi Aktif: Fitur multitouch dan media interaktif pada IFP membuat siswa lebih berani maju ke depan kelas tanpa canggung.
b) Mengurangi Kejenuhan: Perpaduan audio, visual, dan elemen permainan interaktif menjaga fokus dan antusiasme siswa sepanjang jam pelajaran.
c) Membangun Kolaborasi yang Harmonis: Kerja kelompok di depan papan pintar melatih siswa untuk saling menghargai pendapat, bergotong royong, dan berkomunikasi dengan baik—yang secara langsung mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri
Pendidikan karakter dan pemahaman kebangsaan merupakan fondasi utama bagi generasi muda Indonesia. Di jenjang SMP, khususnya Kelas 8, mata pelajaran Pancasila memegang peranan strategis dalam memantapkan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep dasar bernegara. Materi mengenai Kedudukan dan Fungsi Pancasila—baik sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, maupun sumber dari segala sumber hukum—sering kali dianggap teoretis jika disampaikan menggunakan metode ceramah konvensional Pada hari Senin 3/8/2026 Selepas Upacara Bendera Siswa Kelas 8 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir masuk ke dalam Ruang UKS Untuk mengikuti Pembelajaran Pancasila dengan Menggunakan Papan INTERAKTIF DIGITAL ( IFP ) yang dimbing oleh Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Selaku Guru Pancasila
Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Bahwa Dampak Positif terhadap Suasana Belajar di SMP PGRI 6 Surabaya
Integrasi papan IFP dalam materi Pancasila Kelas 8 memberikan perubahan nyata pada dinamika kelas:
Meningkatkan Partisipasi Aktif: Fitur multitouch dan media interaktif pada IFP membuat siswa lebih berani maju ke depan kelas tanpa canggung.
Mengurangi Kejenuhan: Perpaduan audio, visual, dan elemen permainan interaktif menjaga fokus dan antusiasme siswa sepanjang jam pelajaran.
Membangun Kolaborasi yang Harmonis: Kerja kelompok di depan papan pintar melatih siswa untuk saling menghargai pendapat, bergotong royong, dan berkomunikasi dengan baik—yang secara langsung mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri
Di SMP PGRI 6 Surabaya, pembelajaran Pancasila tidak lagi sekadar menghafal teks dan definisi. Melalui sentuhan teknologi Papan IFP yang dikombinasikan dengan pendekatan ramah anak, konsep penting seperti kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan sumber hukum dapat dipahami secara mendalam, menyenangkan, serta relevan dengan kehidupan siswa.
Langkah ini menegaskan komitmen SMP PGRI 6 Surabaya sebagai sekolah yang terus berinovasi untuk menyajikan pendidikan berkualitas, humanis, dan berwawasan masa depan.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098


.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)





.jpeg)







.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

