Jumat, 12 Juni 2026

Menganyam Kreativitas dan Sains: Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya Hadirkan Inovasi "Bantal Duduk Lesehan" Berbasis STEAM




















 


Menganyam Kreativitas dan Sains: Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya Hadirkan Inovasi "Bantal Duduk Lesehan" Berbasis STEAM

 

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya tiada hentinya menelurkan inovasi pembelajaran yang seru dan kontekstual. Kali ini, siswa-siswi kelas 8 menunjukkan taji kreatif mereka dalam mata pelajaran Seni Budaya. Bukan sekadar menggambar atau membuat pajangan, para siswa ditantang untuk menciptakan produk yang memiliki nilai guna tinggi sekaligus estetik: Bantal Duduk (Seat Cushion) Lesehan Kain. Menariknya, proyek ini tidak digarap dengan metode konvensional, melainkan mengintegrasikan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics). Yuk, kita intip bagaimana serunya proses belajar Arek-Arek Suroboyo ini!

Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Inspirasi selalu ditekankan pada pemecahan masalah di kehidupan nyata (problem-solving). Di era modern ini, budaya duduk lesehan saat belajar, berdiskusi, atau bersantai masih sangat lekat dengan kultur kita. Namun, duduk terlalu lama di lantai keras tentu tidak nyaman. Dari sinilah ide itu muncul. Siswa diajak untuk merancang dan memproduksi bantal duduk yang ergonomis, empuk, namun tetap memiliki nilai estetika tradisi maupun modern.

Bagaimana sebuah bantal duduk bisa mencakup lima elemen STEAM? Para siswa kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya membuktikannya melalui tahapan berikut:

1. Science (Sains)

Siswa mempelajari karakteristik materi atau bahan. Mereka Meneliti jenis-jenis kain yang nyaman di kulit (seperti katun atau kanvas) serta sifat bahan pengisi bantal. Mengapa memilih dacron silikon dibanding kapuk biasa? Siswa belajar bahwa dacron memiliki elastisitas yang baik, anti-alergi, dan tidak mudah menggumpal saat dicuci.

2. Technology (Teknologi)

Teknologi tidak selalu soal gawai dan komputer. Dalam proyek ini, siswa memanfaatkan teknologi mesin jahit (bagi yang sudah mahir) atau teknologi jahit tangan dengan berbagai teknik tusukan (tusuk jelujur, tikam jejak, feston) sebagai alat bantu produksi yang efisien dan kuat.

3. Engineering (Rekayasa/Teknik)

Di sinilah tantangan fisika terapan dimulai. Siswa harus merancang struktur bantal agar mampu menahan beban tubuh dengan baik. Mereka merkayasa teknik tufting (membuat cekungan/kancing di tengah bantal) agar dacron di dalamnya tidak bergeser dan bantal tetap empuk serta seimbang saat diduduki.

4. Arts (Seni)

Jiwa utama dari mata pelajaran Seni Budaya. Siswa menuangkan kreativitasnya dalam mendesain visual bantal. Ada yang menerapkan motif batik khas Jawa Timur, teknik pachtwork (kain perca), hingga perpaduan warna (estetika dekoratif) yang membuat bantal duduk ini cocok dipajang di ruang tamu maupun ruang kelas.

5. Mathematics (Matematika)

Akurasi adalah kunci. Siswa melakukan pengukuran geometris untuk membuat pola (persegi, lingkaran, atau heksagon). Mereka menghitung keliling, luas kain yang dibutuhkan, hingga volume dacron (dalam satuan gram) yang pas agar bantal tidak terlalu keras atau terlalu gembos.

Rumus Sukses Matematika Proyek:

Kebutuhan\,Kain = (Sisi + Kampuh) X2

Perhitungan kampuh (sisa jahitan) sebesar 2-3 cm sangat krusial agar ukuran akhir bantal tidak menyusut dari rencana awal.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan  Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  tiada hentinya menelurkan inovasi pembelajaran yang seru dan kontekstual., Pada Hari Kamis 11/6/2026 Siswa / Siswi Kelas 8 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya melakukan kegiatan  Menganyam Kreativitas dan Sains  Yaitu Hadirkan Inovasi "Bantal Duduk Lesehan" Berbasis STEAM . Hasilnya? Luar biasa! Berbagai bantal duduk lesehan warna-warni dengan jahitan yang rapi berhasil diproduksi. Beberapa bantal bahkan langsung diuji coba di pojok baca kelas untuk mendukung kenyamanan literasi siswa.

Penulis yang Kepala Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN Pendidkan UNESA  menyampaikan rasa bangganya terhadap hasil karya kelas 8 ini. Proyek STEAM ini tidak hanya mengasah otak kiri dan kanan, tetapi juga menanamkan mentalitas entrepreneurship (kewirausahaan).

Produk Seat Cushion karya siswa ini memiliki nilai jual yang tinggi. Jika dikembangkan, produk ini bisa menjadi peluang usaha mikro yang menjanjikan. Melalui pembelajaran ini, SMP PGRI 6 Surabaya kembali membuktikan diri sebagai Sekolah Inspirasi yang siap mencetak generasi muda yang kreatif, kritis, dan inovatif di Kota Pahlawan.

Tertarik mencoba bantal duduk empuk karya siswa kami? Yuk, mampir ke ruang pameran karya SMP PGRI 6 Surabaya!

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id              

    NO HP 083857963098

Rabu, 10 Juni 2026

Sinergi Puskesmas Wonokusumo dan SMP PGRI 6 Surabaya: Cetak Generasi Emas Unggul, Sehat, dan Juara!















 


Sinergi Puskesmas Wonokusumo dan

SMP PGRI 6 Surabaya: Cetak Generasi Emas Unggul, Sehat, dan Juara!

 

Dalam rangka mewujudkan visi mencetak generasi muda yang berkualitas menuju Indonesia Emas, Puskesmas Wonokusumo bekerja sama dengan  Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya  Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  menggelar kegiatan Skrining Kesehatan berkala bagi seluruh siswa. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menjadi langkah nyata dalam memastikan bahwa siswa-siswi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fisik dan mental yang prima. Sebagai Sekolah Inspirasi, SMP PGRI 6 Surabaya sadar betul bahwa prestasi yang gemilang berakar dari tubuh yang sehat. Oleh karena itu, deteksi dini melalui skrining kesehatan ini menjadi agenda krusial yang rutin dilaksanakan

.Deteksi Dini untuk Fondasi Generasi Juara

Tim medis dari Puskesmas Wonokusumo hadir dengan pelayanan lengkap. Proses skrining meliputi berbagai aspek pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi:

1) Pemeriksaan Fisik dan Antropometri: Pengukuran tinggi dan berat badan untuk memantau status gizi siswa.

2) Pemeriksaan Indra: Tes ketajaman penglihatan (mata) dan pendengaran untuk mendukung proses belajar yang optimal.

3) Kesehatan Gigi dan Mulut: Edukasi dan pemeriksaan berkala agar siswa terhindar dari masalah sakit gigi yang dapat mengganggu konsentrasi belajar.

4) Skrining Gaya Hidup Sehat: Edukasi mengenai pentingnya sarapan sehat, pembatasan gadget, dan olahraga teratur.

· 

 

Sekolah Inspirasi   SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak  di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Rabu 10/6/2026  Dilakukan Pemeriksaan SKRENING Oleh PUSKESMAS WONOKUSUMO Kecamatan Semampir yang Siap Cetak Generasi Unggul.

Penulis yang jugaKepala Sekolah  Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA menyambut baik sinergi positif ini. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah untuk terus memberikan lingkungan belajar yang suportif dan sehat. Dengan tubuh yang sehat, konsentrasi belajar siswa akan meningkat, emosi lebih stabil, dan daya saing mereka di berbagai bidang—baik akademik maupun non-akademik—akan semakin tajam.

Melalui kegiatan ini, siswa SMP PGRI 6 Surabaya tidak hanya diperiksa, tetapi juga diajak untuk menjadi Agen Perubahan Sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Langkah kolaboratif antara Puskesmas Wonokusumo dan SMP PGRI 6 Surabaya ini membuktikan bahwa mencetak Generasi Emas yang unggul membutuhkan kerja sama sinergis antara sektor kesehatan dan pendidikan.

 

Dengan tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, dan semangat belajar yang tinggi, siswa-siswi SMP PGRI 6 Surabaya siap melangkah pasti menjadi Generasi Sehat dan Juara!

 

SMP PGRI 6 Surabaya: Sekolah Inspirasi, Gudangnya Generasi Sehat an Berprestasi!

Puskesmas Wonokusumo: Melayani dengan Hati, Menjaga Generasi.

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id              

    NO HP 083857963098

Selasa, 09 Juni 2026

Menembus Ruang Waktu: Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Hidupkan Sejarah Lewat Diorama Kreatif





Menembus Ruang Waktu: Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Hidupkan  Sejarah Lewat Diorama Kreatif

 

Ada yang berbeda dengan suasana kelas di SMP PGRI 6 Surabaya minggu ini. Tidak ada sekadar hafalan teks atau deretan angka tahun yang menjemukan. Sebaliknya, ruang kelas disulap menjadi laboratorium kreativitas tempat para siswa "merakit" masa lalu. Melalui kegiatan kokurikuler berbasis Project-Based Learning (PjBL), Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya sukses menggelar proyek bertajuk Produk Kreatif: "Replika Diorama Peristiwa Sejarah". Proyek ini mengajak siswa tidak hanya menjadi pembaca sejarah, tetapi juga "arsitek" yang menghidupkan kembali momen-momen krusial bangsa. .Kegiatan kokurikuler ini dirancang untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Sejarah dan IPS, sekaligus mengasah keterampilan motorik dan seni. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok ditantang untuk memilih satu peristiwa sejarah besar—mulai dari Peristiwa Hotel Yamato, Pertempuran 10 November di Surabaya, hingga Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan.

Bahan-bahan sederhana seperti kardus bekas, stereofoam, bubur kertas, stik es krim, hingga mainan figurin bekas diubah menjadi karya seni bernilai tinggi.Proses pembuatan diorama ini memakan waktu beberapa minggu, mulai dari tahap perencanaan, sketsa layout, hingga tahap finishing (pewarnaan). Menariknya, antusiasme siswa begitu tinggi. Mereka saling berbagi tugas: ada yang ahli memotong pola, ada yang fokus pada pewarnaan detail, dan ada yang bertugas menyusun narasi cerita.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Keluarahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Mulai Hari Selasa 9/6/2026  Menjadikan ruang kelas disulap menjadi laboratorium kreativitas tempat para siswa    Yaitu KEGIATAN KO KURIKULER MEMBUAT Produk Kreatif: "Replika Diorama Peristiwa Sejarah " Mata Pelajaran IPS

"Kami ingin sejarah tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Dengan membuat diorama, siswa dipaksa untuk riset: bagaimana detail pakaian tokohnya, bentuk bangunannya, hingga suasana areanya saat itu. Di sinilah literasi dan imajinasi mereka diuji," ujar VIVI AFIA ,S.Sos salah satu guru pembimbing Yang Juga Guru IPS Dan Pancasila  Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya”

Puncak dari kegiatan kokurikuler ini adalah pameran mini yang digelar di selasar sekolah. Setiap kelompok bergantian menjaga "stan" diorama mereka dan menjelaskan peristiwa sejarah yang mereka buat kepada guru serta rekan-rekan dari kelas lain yang berkunjung.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa status sebagai "Sekolah Inspirasi" bukan sekadar julukan, melainkan komitmen nyata untuk terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Dengan keberhasilan proyek diorama ini, SMP PGRI 6 Surabaya siap melangkah ke tantangan kokurikuler kreatif berikutnya.

 Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah, dan mari terus mengukir prestasi masa depan!

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id             

    NO HP 083857963098

 

 

 

Senin, 08 Juni 2026

Menyalakan Masa Depan: Pendekatan STEAM dalam Proyek Lampu Hias di Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya


















 


Menyalakan Masa Depan: Pendekatan STEAM dalam Proyek Lampu Hias di

Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya

 

Pembelajaran abad ke-21 menuntut sekolah untuk tidak lagi sekadar menyuapi siswa dengan teori, melainkan menantang mereka memecahkan masalah secara nyata. Menjawab tantangan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya yang akrab dijuluki "Sekolah Inspirasi" membuat gebrakan edukatif. Melalui proyek pembuatan lampu hias, sekolah ini sukses mengaplikasikan metode pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) untuk mengasah kreativitas dan nalar kritis para siswa.

Bukan sekadar kegiatan kerajinan tangan biasa, proyek ini mengajak siswa berperan layaknya ilmuwan sekaligus seniman muda yang merancang produk fungsional dan estetis. Bagaimana sebuah proyek lampu hias mampu merangkum lima disiplin ilmu STEAM sekaligus? Para siswa SMP PGRI 6 Surabaya membuktikannya melalui tahapan berikut:

1. Science (Sains)

Para siswa mempelajari konsep dasar fisika mengenai energi listrik dan optik. Mereka menganalisis bagaimana arus listrik mengalir dalam rangkaian, memahami perbedaan tegangan, serta mempelajari bagaimana cahaya merambat, memantul, atau membias ketika menembus berbagai jenis material (seperti plastik, kertas, atau mika).

2. Technology (Teknologi)

Dalam proyek ini, teknologi diaplikasikan melalui pemanfaatan alat-alat kerja modern serta pemilihan komponen elektronik. Siswa belajar menggunakan alat ukur elektronik, memilih jenis lampu (seperti LED yang hemat energi), hingga memikirkan sistem sakelar yang efektif untuk efisiensi daya.

3. Engineering (Teknik/Rekayasa)

Siswa ditantang untuk berpikir seperti seorang insinyur. Mereka harus merancang struktur dan kerangka lampu agar kokoh, seimbang, dan aman. Proses ini melibatkan trial and error (uji coba dan kegagalan)—mulai dari memastikan lem merekat kuat hingga memastikan komponen di dalamnya tidak mengalami korsleting atau panas berlebih.

4. Arts (Seni)

Di sinilah letak kebebasan berekspresi. Unsur seni memegang peranan penting dalam menentukan nilai jual dan estetika lampu. Siswa mengasah kreativitas mereka dalam mendesain bentuk luar, memadukan warna, membuat siluet, dan mengatur intensitas cahaya agar mampu menciptakan suasana ruang (ambience) yang indah saat lampu dinyalakan.

5. Mathematics (Matematika)

Presisi adalah kunci. Siswa menerapkan ilmu matematika praktis seperti mengukur dimensi panjang, menghitung diameter, menghitung volume ruang untuk penempatan lampu, hingga menghitung estimasi biaya produksi (budgeting) per unit lampu hias yang mereka buat.

Menariknya, semangat STEAM di Sekolah Inspirasi ini juga dikolaborasikan dengan kesadaran lingkungan. Banyak kelompok yang memanfaatkan material daur ulang seperti botol plastik bekas, sendok plastik, potongan kayu, hingga kardus sebagai bahan utama kap lampu.

Melalui sentuhan STEAM, barang-barang yang awalnya dianggap sampah disulap menjadi produk home decor bernilai ekonomi tinggi.

Saat ruang kelas digelapkan dan tombol sakelar ditekan bersama-sama, ruangan seketika dipenuhi binar cahaya warna-warni hasil karya para siswa. Sorak sorai gembira menandakan keberhasilan sebuah proses belajar yang bermakna.

Melalui proyek pengerjaan lampu hias ini, ruang kelas di  Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  disulap menjadi laboratorium kreatif tempat para siswa / siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya khususnya Kelas 9  dalam mengeksplorasi tantangan nyata secara interdisipliner. Mereka tidak hanya dituntut untuk merangkai kabel atau menempel hiasan secara asal, melainkan harus mengintegrasikan kelima elemen STEAM secara harmonis. Siswa diajak mengupas tuntas sisi Science saat mempelajari sifat cahaya dan hantaran listrik, menyentuh aspek Technology dan Engineering kala mendesain struktur kap lampu yang kokoh serta aman dari korsleting, hingga menerapkan perhitungan Mathematics yang presisi untuk mengukur dimensi bahan serta sudut pantul cahaya. Semua analisis teknis tersebut kemudian dibalut dengan sentuhan estetika tinggi lewat unsur Arts, sehingga produk akhir yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai alat penerangan, tetapi juga menjelma menjadi karya seni dekoratif yang bernilai jual.

Dalam kesempatan ini  Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi   SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2  MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menegaskan bahwa penerapan aplikasi STEAM ini akan terus digalakkan di berbagai lini mata pelajaran.

"Kami ingin  Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya menjadi laboratorium hidup bagi anak-anak. Melalui pendekatan STEAM pada proyek lampu hias ini, kami tidak hanya mengasah kreativitas tangan mereka, tetapi juga membentuk pola pikir (mindset) mereka agar siap menjadi inovator masa depan yang solutif," pungkasnya. Dengan keberhasilan proyek ini, SMP PGRI 6 Surabaya kembali membuktikan kelayakannya sebagai Sekolah Inspirasi—tempat di mana sains bertemu seni, dan kreativitas tumbuh tanpa batas.

 "Awalnya mengira bikin lampu itu susah karena takut kesetrum. Tapi setelah dipelajari teorinya dan dipraktikkan langsung bersama teman-teman, ternyata seru sekali! Kami jadi tahu kalau matematika dan sains itu aplikasinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari," ujar Anggelina  Putri Ramadhani  salah satu siswa kelas IX dengan mata berbinar.

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

     Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id            

    NO HP 083857963098