Selasa, 04 Agustus 2026

Menciptakan Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawa yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya








 


Menciptakan Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawa yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah penanaman nilai etika, kesantunan, dan karakter (nguri-uri kabudayan). Pada jenjang Kelas 7 SMP, salah satu materi krusial dalam mata pelajaran Bahasa Jawa adalah Unggah-Ungguh Basa Jawa (penggunaan Basa Ngoko dan Basa Krama sesuai konteks lawan tutur).

Bagi sebagian siswa generasi z dan alpha, mempelajari unggah-ungguh basa sering kali dirasa rumit atau memunculkan rasa takut salah. Menjawab tantangan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya sebagai Sekolah Inspirasi menghadirkan terobosan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan melalui integrasi teknologi digital berupa Papan IFP (Interactive Flat Panel).

 

Konsep Pembelajaran Aman dan Nyaman dalam Pelajaran Bahasa Jawa Iklim belajar yang aman dan nyaman di dalam kelas mencakup dua aspek penting:

1) Aman secara Psikologis dan Fisik: Siswa tidak merasa canggung atau takut dihakimi ketika mencoba berkomunikasi dalam Basa Krama. Lingkungan kelas juga dirancang bersih, modern, dan bebas debu media konvensional.

2) Nyaman secara Metodologis: Penyampaian materi dikemas secara visual, kontekstual, serta berbasis media interaktif sehingga siswa dapat mengeksplorasi tata bahasa Jawa tanpa rasa tertekan.

Penerapan Papan IFP dalam Materi Unggah-Ungguh Basa Jawa

Penggunaan papan IFP mengubah pembelajaran unggah-ungguh basa yang tadinya monoton menjadi lebih hidup dan kolaboratif melalui berbagai aktivitas interaktif:

1. Visualisasi Konteks Tutur (Aksentuasi Visual)

Guru memanfaatkan layar besar IFP beresolusi tinggi untuk menampilkan ilustrasi situasi sosial (seperti percakapan antara siswa dengan guru, anak dengan orang tua, atau antarteman sebaya). Fitur ini membantu siswa memahami kapan harus menggunakan Ngoko Lugu, Ngoko Alus, Krama Lugu, hingga Krama Inggil.

2. Simulasi Pasang-Maching Word (Drag and Drop)

Melalui fitur multitouch pada papan IFP, siswa maju ke depan kelas untuk memindahkan kata (vocabulary builder) dari Basa Ngoko ke padanan Basa Krama yang tepat. Aktivitas ini dikemas layaknya permainan (game-based learning) yang membuat proses menghafal kosakata Jawa terasa seru dan tidak menegangkan.

3. Analisis Dialog dan Bermain Peran Digital

Siswa dapat membaca dan menyimak teks drama pendek berbahasa Jawa yang ditampilkan di IFP. Dengan fitur annotation (menulis/menandai langsung di layar), siswa dapat menandai kalimat yang kurang tepat secara unggah-ungguh dan memperbaikinya secara bersama-sama dalam diskusi kelompok.

Bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah penanaman nilai etika, kesantunan, dan karakter (nguri-uri kabudayan) Pada jenjang Kelas 7 SMP, salah satu materi krusial dalam mata pelajaran Bahasa Jawa adalah Unggah-Ungguh Basa Jawa (penggunaan Basa Ngoko dan Basa Krama sesuai konteks lawan tutur) Pada Hari Selasa 4/8/2026 Siswa / Siswi Kelas 7 Masuk Ke dalam Ruang UKS Untuk Menerima Materi BAHASA JAWA Tentang UNGGAH UNGGUH BASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN PAPAN IFP

Dalam kesempatan ini Guru Bahasa Jawa Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Manfaat Bagi Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Integrasi papan IFP pada mata pelajaran Bahasa Jawa memberikan dampak positif yang signifikan:

1. Menghilangkan Rasa Takut Salah: Media interaktif menciptakan suasana belajar yang ramah (user-friendly), sehingga siswa lebih percaya diri saat melatih lisan maupun tulisan Basa Krama.

2. Meningkatkan Antusiasme Belajar: Perpaduan elemen audio-visual dan interaktivitas layar sentuh menjaga perhatian siswa tetap fokus sepanjang jam pelajaran.

3. Mempererat Kolaborasi antar Siswa: Kegiatan kelompok di depan papan pintar melatih kerja sama, sikap saling menghargai, dan penerapan nilai santun sesuai filosofi Jawa itu sendiri.

Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7 - 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA Bahwa Di SMP PGRI 6 Surabaya, melestarikan bahasa daerah tidak lagi dilakukan dengan cara-cara kaku. Pemanfaatan Papan IFP membukti bahwa Bahasa Jawa dapat diajarkan secara modern, relevan, serta dalam suasana yang aman dan nyaman. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen SMP PGRI 6 Surabaya sebagai Sekolah Inspirasi yang terus berinovasi dalam memadukan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi masa kini.

 Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                     

      NO HP 083857963098

 

Senin, 03 Agustus 2026

Mewujudkan Pembelajaran Pancasila yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya



 







Mewujudkan Pembelajaran Pancasila yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Pendidikan karakter dan pemahaman kebangsaan merupakan fondasi utama bagi generasi muda Indonesia. Di jenjang SMP, khususnya Kelas 8, mata pelajaran Pancasila memegang peranan strategis dalam memantapkan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep dasar bernegara. Materi mengenai Kedudukan dan Fungsi Pancasila—baik sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, maupun sumber dari segala sumber hukum—sering kali dianggap teoretis jika disampaikan menggunakan metode ceramah konvensional.

Sebagai Sekolah Inspirasi, SMP PGRI 6 Surabaya berkomitmen menciptakan iklim belajar yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aman, nyaman, dan menyenangkan. Salah satu langkah nyata dalam mewujudkannya adalah melalui pemanfaatan teknologi modern berupa Papan Digital IFP (Interactive Flat Panel) dalam proses pembelajaran di kelas.

Mengapa Pembelajaran Aman dan Nyaman Itu Penting?

Pola belajar yang aman dan nyaman mencakup dua dimensi utama:

1) Aman secara Psikologis & Fisik: Siswa bebas dari rasa takut salah, terhindar dari perundungan (bullying), serta beraktivitas di ruang kelas yang tertata ergonomis dan didukung teknologi higienis tanpa debu kapur.

2) Nyaman secara Metodologis: Materi pembelajaran dikemas secara visual, interaktif, dan mudah dicerna, sehingga siswa terdorong untuk berpartisipasi aktif tanpa merasa tertekan

Pemanfaatan Papan IFP dalam Materi Pancasila Kelas 8

Dalam pembahasan materi Kedudukan dan Fungsi Pancasila, pemanfaatan papan IFP mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis melalui beberapa tahapan aktivitas:

1. Visualisasi Mendasar: Pancasila sebagai Dasar Negara

Dengan layar sentuh beresolusi tinggi, guru dapat menampilkan peta konsep interaktif dan video pendek tentang sejarah perumusan Pancasila. Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

2. Eksplorasi Interaktif: Pancasila sebagai Pandangan Hidup

Papan IFP memungkinkan simulasi studi kasus. Guru menyajikan skenario kehidupan sehari-hari (misalnya: sikap toleransi, gotong royong, atau musyawarah). Siswa secara bergiliran dapat maju ke depan kelas untuk memindahkan (drag and drop), mengelompokkan, atau menandai tindakan yang mencerminkan fungsi Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa.

3. Diskusi Digital: Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

Untuk memahami tata urutan perundang-undangan dan bagaimana Pancasila menjiwai seluruh hukum di Indonesia, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Masing-masing kelompok memanfaatkan fitur annotation (menulis dan menggambar langsung di layar IFP) untuk menyusun hirarki hukum atau menyelesaikan kuis interaktif berbasis gim (game-based learning).

Dampak Positif terhadap Suasana Belajar di SMP PGRI 6 Surabaya

Integrasi papan IFP dalam materi Pancasila Kelas 8 memberikan perubahan nyata pada dinamika kelas:

a) Meningkatkan Partisipasi Aktif: Fitur multitouch dan media interaktif pada IFP membuat siswa lebih berani maju ke depan kelas tanpa canggung.

b) Mengurangi Kejenuhan: Perpaduan audio, visual, dan elemen permainan interaktif menjaga fokus dan antusiasme siswa sepanjang jam pelajaran.

c) Membangun Kolaborasi yang Harmonis: Kerja kelompok di depan papan pintar melatih siswa untuk saling menghargai pendapat, bergotong royong, dan berkomunikasi dengan baik—yang secara langsung mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri

Pendidikan karakter dan pemahaman kebangsaan merupakan fondasi utama bagi generasi muda Indonesia. Di jenjang SMP, khususnya Kelas 8, mata pelajaran Pancasila memegang peranan strategis dalam memantapkan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep dasar bernegara. Materi mengenai Kedudukan dan Fungsi Pancasila—baik sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, maupun sumber dari segala sumber hukum—sering kali dianggap teoretis jika disampaikan menggunakan metode ceramah konvensional Pada hari Senin 3/8/2026 Selepas Upacara Bendera Siswa Kelas 8 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir masuk ke dalam Ruang UKS Untuk mengikuti Pembelajaran Pancasila dengan Menggunakan Papan INTERAKTIF DIGITAL ( IFP ) yang dimbing oleh Ibu VIVI AFIA ,S.Sos Selaku Guru Pancasila

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Bahwa Dampak Positif terhadap Suasana Belajar di SMP PGRI 6 Surabaya

Integrasi papan IFP dalam materi Pancasila Kelas 8 memberikan perubahan nyata pada dinamika kelas:

 

Meningkatkan Partisipasi Aktif: Fitur multitouch dan media interaktif pada IFP membuat siswa lebih berani maju ke depan kelas tanpa canggung.

Mengurangi Kejenuhan: Perpaduan audio, visual, dan elemen permainan interaktif menjaga fokus dan antusiasme siswa sepanjang jam pelajaran.

Membangun Kolaborasi yang Harmonis: Kerja kelompok di depan papan pintar melatih siswa untuk saling menghargai pendapat, bergotong royong, dan berkomunikasi dengan baik—yang secara langsung mengamalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri

Di SMP PGRI 6 Surabaya, pembelajaran Pancasila tidak lagi sekadar menghafal teks dan definisi. Melalui sentuhan teknologi Papan IFP yang dikombinasikan dengan pendekatan ramah anak, konsep penting seperti kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan sumber hukum dapat dipahami secara mendalam, menyenangkan, serta relevan dengan kehidupan siswa.

 

Langkah ini menegaskan komitmen SMP PGRI 6 Surabaya sebagai sekolah yang terus berinovasi untuk menyajikan pendidikan berkualitas, humanis, dan berwawasan masa depan.

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                    

      NO HP 083857963098

 

Minggu, 02 Agustus 2026

BRIDA Surabaya Ajak Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Belajar Riset Sejak Dini di Ekowisata Mangrove Gunung Anyar





















BRIDA Surabaya Ajak Siswa

SMP PGRI 6 Surabaya Belajar Riset Sejak Dini di Ekowisata Mangrove Gunung Anyar

 

Menanamkan budaya meneliti dan kepedulian lingkungan sejak dini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya menggelar kegiatan edukasi riset lapangan bagi generasi muda. Kegiatan yang berlokasi di Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini turut diikuti oleh 10 siswa perwakilan dari Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk tidak hanya sekadar menikmati keindahan alam ekosistem pesisir, tetapi juga mempelajari dasar-dasar penelitian ilmiah secara langsung di lapangan.

Belajar Langsung dari Alam

Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMP PGRI 6 Surabaya diajarkan berbagai hal fundamental terkait riset ekosistem mangrove, di antaranya:

1) Observasi Keanekaragaman Hayati: Mengamati secara langsung fluktuasi vegetasi mangrove serta flora dan fauna yang hidup di sekitar area pesisir.

2) Metode Penelitian Sederhana: Memahami cara mengumpulkan data lapangan, mencatat hasil observasi, dan menganalisis peran mangrove dalam mencegah abrasi pantai.

3) Pentingnya Ekosistem Pesisir: Mengetahui potensi mangrove sebagai penyerap karbon (carbon sink) dan benteng alami kota dari ancaman bencana pesisir.

Menumbuhkan Generasi Periset Masa Depan

Perwakilan dari Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan oleh BRIDA Kota Surabaya. Pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) berbasis riset ini dinilai mampu mengasah keterampilan berpikir kritis (critical thinking) serta meningkatkan kepedulian sosial-lingkungan para siswa.

Menanamkan budaya meneliti dan kepedulian lingkungan sejak dini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya menggelar kegiatan edukasi riset lapangan bagi generasi muda. Kegiatan yang berlokasi di Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini turut diikuti oleh 10 siswa perwakilan dari Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan  Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Didampingi Guru IPA Ibu FENTY AYU RESMANAWATI ,S.Pd  di dampingi Ayah Dari Penulis serta Ponakan Penulis yang masih Kelas 3 Di SD WACHID HASYIM  Surabaya Pada Hari Sabtu  25/7/2026

Perwakilan dari Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan oleh BRIDA Kota Surabaya. Pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) berbasis riset ini dinilai mampu mengasah keterampilan berpikir kritis (critical thinking) serta meningkatkan kepedulian sosial-lingkungan para siswa.

 

Dalam kesempatan Ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Menyampaikan "Melalui kolaborasi dengan BRIDA Surabaya, kami berharap 10 siswa yang berpartisipasi ini dapat membawa pulang ilmu bermanfaat, menularkan semangat meneliti kepada teman-temannya, serta menjadi agen perubahan yang peduli pada kelestarian lingkungan," ujar pihak sekolah.

Kegiatan interaktif ini menjadi langkah nyata dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan literasi sains anak sejak dini di Kota Surabaya Kata Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Tersebut

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                    

      NO HP 083857963098

 

Sabtu, 01 Agustus 2026

Kobarkan Semangat Pramuka: Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Terapkan Kedisiplinan PBB Tongkat dan Ketangkasan Panahan











 

Kobarkan Semangat Pramuka: Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Terapkan Kedisiplinan PBB Tongkat dan Ketangkasan Panahan

 

Semangat kepramukaan kembali bergema di halaman Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya. Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berdisiplin tinggi, serta memiliki ketangkasan fisik dan mental, pangkalan Pramuka SMP PGRI 6 Surabaya menggelar kegiatan latihan khusus dengan fokus materi PBB (Peraturan Baris Berbaris) Tongkat dan Olahraga Panahan.

Kegiatan latihan ini dipimpin dan dilatih langsung oleh Pembina Pramuka berpengalaman, Kak Syahrul, S.Pd., M.Pd. Dengan pendekatan yang tegas namun edukatif dan menyenangkan, seluruh anggota Pramuka penggalang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai.

Mengasah Kedisiplinan Melalui PBB Tongkat

Sesi pertama diawali dengan latihan PBB Tongkat. Berbeda dengan baris-berbaris biasa, variasi PBB menggunakan tongkat memerlukan tingkat konsentrasi, kekompakan, dan ketelitian yang lebih tinggi dari setiap peserta.

Di bawah arahan Kak Syahrul, S.Pd., M.Pd., para siswa dilatih menguasai gerakan-gerakan dasar hingga variasi formasi, seperti:

1) Sikap sempurna dengan tongkat

2) Penghormatan menggunakan tongkat

3) Gerakan tegak dan pundak tongkat

4) Kerapian langkah dan keselarasan tempo antar-anggota regu

Melatih Fokus dan Kesabaran Lewat Seni Panahan

Setelah mengasah kedisiplinan baris-berbaris, kegiatan dilanjutkan dengan materi Panahan (Archery). Materi panahan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para siswa Sekolah Inspirasi ini karena menggabungkan unsur olahraga, seni, dan olah rasa.

Sebelum melepaskan anak panah ke sasaran, Kak Syahrul memberikan pemahaman dasar mengenai keselamatan (safety rules), teknik memegang busur (grip), cara menarik tali (drawing), hingga teknik membidik (aiming).

Olahraga panahan dalam Pramuka mengajarkan nilai-nilai penting bagi pengembangan karakter siswa:

1. Fokus dan Konsentrasi: Melatih ketenangan pikiran di tengah ketegangan.

2. Kesabaran: Menunggu momen yang tepat sebelum melepaskan bidikan.

3. Pengendalian Diri: Mengontrol emosi dan fokus pada sasaran (target).

 

Para siswa terlihat sangat bersemangat saat berkesempatan mencoba membidik papan target. Senyum gembira dan sorak bangga terdengar setiap kali anak panah berhasil menancap tepat di lingkaran sasaran.

Semangat kepramukaan kembali bergema di halaman Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Sabtu 1/8/2026 pangkalan Pramuka SMP PGRI 6 Surabaya menggelar kegiatan latihan khusus  Pramuka  dengan fokus materi PBB (Peraturan Baris Berbaris) Tongkat dan Olahraga Panahan.Kegiatan latihan ini dipimpin dan dilatih langsung oleh Pembina Pramuka berpengalaman, Kak Syahrul, S.Pd., M.Pd. Dengan pendekatan yang tegas namun edukatif dan menyenangkan, seluruh anggota Pramuka penggalang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai   Dimulai Pukul 07.00 Dan berakhir  Pukul 10.00

Penulis yang juga Kepala  Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya  Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan latihan gabungan ini. Pembekalan materi PBB Tongkat dan Panahan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin ekstrakurikuler, tetapi juga membentuk mentalitas positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.

"Tongkat dalam Pramuka bukan sekadar pelengkap, melainkan simbol kesiapan dan alat bantu serbaguna. Melalui PBB Tongkat, siswa dilatih untuk tidak hanya kompak secara fisik, tetapi juga membangun keselarasan fokus dan rasa saling percaya antar-regu," ujar Kak Syahrul di sela-sela latihan

Melalui bimbingan Kak Syahrul, S.Pd., M.Pd., kegiatan Pramuka di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya terus hadir sebagai wadah pembentukan karakter yang kreatif, disiplin, dan berprestasi.

Salam Pramuka!

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                    

      NO HP 083857963098