Minggu, 15 Februari 2026

Ujian Kenaikan Tingkat Teratai Tunjung: Menguji Kemampuan dan Mempererat Tali Persaudaraan Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Ujian Kenaikan Tingkat Teratai Tunjung: Menguji Kemampuan dan Mempererat Tali Persaudaraan Di

SMP PGRI 6 Surabaya

 

SMP PGRI 6 Surabaya (Spegrinam), yang dikenal sebagai "Sekolahnya Para Juara", kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi non-akademik siswa. Kali ini, melalui ekstrakurikuler bela diri Teratai Tunjung, sekolah menyelenggarakan agenda rutin Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Kegiatan ini bukan sekadar ajang uji fisik, melainkan momentum penting untuk menanamkan kedisiplinan dan mempererat rasa kekeluargaan antaranggota.Uji Fisik dan Mental yang Terukur

UKT Teratai Tunjung di   Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir   diikuti oleh puluhan peserta yang antusias untuk naik ke jenjang sabuk berikutnya Pada Hari Sabtu 14-15 Februari 2026  Sejak Sore  hari Jam 15.00, halaman sekolah telah dipenuhi oleh para siswa yang mengenakan seragam kebesaran mereka. Materi ujian meliputi:

1) Ketangkasan Teknik: Penguasaan jurus, kuda-kuda, pukulan, dan tendangan.

2) Fisik: Ketahanan tubuh melalui serangkaian latihan fisik yang terukur.

3) Mental: Uji keberanian dan kemandirian dalam menghadapi rintangan di lapangan.

Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Sekaligus ALUMNI Mahasiswa S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menekankan bahwa bela diri Teratai Tunjung bukan bertujuan untuk menciptakan pribadi yang arogan, melainkan pribadi yang rendah hati namun tangguh. "Melalui UKT ini, kita ingin melihat sejauh mana perkembangan karakter anak-anak. Menang atau naik tingkat itu bonus, yang utama adalah proses perjuangan mereka," ungkap beliau.

Salah satu poin unik dari Teratai Tunjung adalah filosofi bunganya. Bunga teratai yang tumbuh di air tenang namun tetap bersih dan indah melambangkan kesucian hati di tengah tantangan zaman. Di SMP PGRI 6 Surabaya, filosofi ini diterjemahkan ke dalam konsep Persaudaraan Tanpa Batas. Dalam kegiatan UKT ini, senioritas tidak digunakan untuk menekan, melainkan untuk membimbing. Para kakak kelas atau senior terlihat aktif menyemangati adik-adiknya yang mulai kelelahan. Makan bersama dan diskusi ringan di sela-sela ujian menjadi momen berharga yang mengikis jarak antarangkatan, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin solid.

Di tengah gempuran tren digital yang membuat anak cenderung pasif (sedenter), ekstrakurikuler Teratai Tunjung di Spegrinam menjadi oase bagi aktivitas fisik siswa. Dengan mengikuti UKT, siswa diajarkan bahwa untuk mencapai sebuah tingkatan atau kesuksesan, diperlukan kerja keras, tetesan keringat, dan konsistensi. "Ujian ini melelahkan, tapi saya senang karena bisa melaluinya bersama teman-teman. Di sini kami belajar untuk saling jaga satu sama lain," ujar salah satu peserta ujian.

Kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Teratai Tunjung di SMP PGRI 6 Surabaya diakhiri dengan upacara penyematan sabuk baru bagi mereka yang dinyatakan lulus. Harapannya, semangat Teratai Tunjung ini tidak berhenti di lapangan saja, tetapi juga dibawa ke dalam kelas dan kehidupan sehari-hari; menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan selalu menjaga tali persaudaraan.

Penulis

 

 H.BANU ATMOKO

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id           

 NO HP 083857963

 

Jumat, 13 Februari 2026

Menggapai Berkah di Ambang Ramadhan 1447 H: Tradisi Megengan dan Aksi Berbagi Nasi Di SMP PGRI 6 Surabaya


































































Menggapai Berkah di Ambang Ramadhan 1447 H: Tradisi Megengan dan Aksi Berbagi Nasi Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Kedatangan bulan suci Ramadhan selalu membawa getaran istimewa di hati umat Muslim. Tahun ini, menyambut Ramadhan 1447 H, masyarakat kembali menghidupkan tradisi luhur Megengan yang dipadukan dengan aksi sosial nyata: Berbagi Nasi Berkah. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan simbol pembersihan diri dan penguatan tali silaturahmi antar sesama.1. Filosofi Megengan: Menahan Diri, Membersihkan Hati

Kata "Megengan" berasal dari bahasa Jawa ngempet atau menahan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa, di mana kita wajib menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Biasanya, Megengan ditandai dengan:

1) Doa Bersama: Mengirim doa untuk leluhur dan memohon kelancaran ibadah.

2) Kue Apem: Simbol "afwan" atau permohonan maaf kepada Sang Pencipta dan sesama manusia.

3) Kenduri: Berkumpulnya warga untuk mensyukuri nikmat umur yang masih dipertemukan dengan bulan suci.

 

1) Aksi Berbagi Nasi: Menebar Kebaikan di Ruang Publik

Ada yang berbeda pada penyambutan Ramadhan 1447 H kali ini. Semangat berbagi kini lebih masif dilakukan di jalanan. Kelompok pemuda, komunitas sosial, hingga pengurus masjid bahu-membahu membagikan paket Nasi Berkah kepada masyarakat yang membutuhkan, pekerja jalanan, dan musafir.

"Sedekah tidak perlu menunggu kaya, dan menyambut Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melatih kepedulian sebelum kita fokus beribadah satu bulan penuh."

2) Mengapa Kegiatan Ini Penting?

a) Solidaritas Sosial: Memastikan bahwa kegembiraan menyambut Ramadhan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang kurang beruntung.

b) Syiar Islam yang Ramah: Menunjukkan wajah Islam yang sejuk, peduli, dan penuh kasih sayang.

c) Persiapan Mental: Dengan berbagi, kita melunakkan hati agar lebih siap menerima keberkahan di bulan puasa.

Dalam menyambut Ramadhan 1447 H/ 2026 Pada hari Jum’at 13/2/2026 Pukul 07.30 Setelah Senam Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya kumpul di kediaman Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir melaksanakan kegiatan MEGENGAN Dimana dalam kesempatan ini Di ISI Dengan Kegiatan Pembacaan Yasin Istighosah Dan SHOLAWAT Nabi, Tujuan dari Kegiatan Ini adalah Menyambut Ramadhan 1447 H/ 2026 M Serta TASYAKURAN Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang LULUS S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  membagikan Ke Siswa dan Guru APEM Dan NASI AYAM GEPREK , Selepas Makan Ayam GEPREK Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya membagikan NASI BUNGKUS JUM’AT Berkah

Dalam sambutannya Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Siswa dan Guru Mari kita jadikan momentum Megengan dan Berbagi Nasi Berkah ini sebagai titik awal transformasi diri. Bukan hanya perut yang bersiap untuk berpuasa, tapi tangan kita juga bersiap untuk lebih rajin memberi.

Selamat menyambut ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Semoga setiap butir nasi yang dibagikan dan setiap doa yang dipanjatkan menjadi pemberat timbangan amal kita kelak.

Penulis

 H.BANU ATMOKO

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id          

NO HP 083857963