Kamis, 12 Februari 2026

Hasil yang Indah Tidak Terlahir dari Langkah Yang Mudah




















Hasil yang Indah Tidak Terlahir dari Langkah

Yang Mudah

 

Pernahkah Anda mengagumi kilau sebuah berlian, keanggunan sebuah mahakarya lukisan, atau kesuksesan besar seseorang yang tampak begitu "sempurna"? Seringkali, mata kita hanya terpaku pada titik akhir—pada hasil yang memukau—tanpa benar-benar menyadari jejak kaki yang berdarah-darah di sepanjang jalan menuju ke sana. Kenyataannya, keindahan yang sejati adalah kristalisasi dari kesulitan. Tidak ada sesuatu yang bernilai tinggi yang diciptakan dalam semalam atau melalui jalan tol yang mulus.

1) Hukum Alam: Tekanan Menciptakan Permata

Di dalam perut bumi, karbon tidak berubah menjadi berlian karena lingkungan yang nyaman. Ia dipaksa menghadapi tekanan ekstrem dan suhu yang membakar selama jutaan tahun. Begitu pula dengan manusia. Karakter yang kuat dan pencapaian yang gemilang adalah hasil dari "tekanan" hidup—kegagalan, penolakan, dan keringat yang bercucuran.

2) Guru Terbaik Bernama Kegagalan

Langkah yang mudah tidak memberikan pelajaran. Ketika segalanya berjalan lancar, kita cenderung berhenti belajar dan berada di zona nyaman. Namun, langkah yang sulit—langkah yang membuat kita terjatuh—memaksa kita untuk mengevaluasi diri, bangkit, dan menjadi lebih tangguh. Setiap luka di kaki seorang pendaki adalah bukti bahwa ia telah menaklukkan medan yang lebih tinggi dari orang kebanyakan.

3) Ketekunan di Balik Layar

Dunia hanya melihat panggung sandiwara yang megah, namun mereka jarang melihat ribuan jam latihan di balik layar.

a) Penulis hebat lahir dari tumpukan draf yang dibuang.

b) Pengusaha sukses lahir dari kebangkrutan yang nyaris menghancurkan.

c) Atlet juara lahir dari latihan saat tubuh mereka sudah memohon untuk berhenti.

 

"Kesulitan adalah pupuk bagi pertumbuhan. Tanpa tanah yang kotor dan pupuk yang bau, bunga yang cantik tidak akan pernah mekar."

Mengapa Kita Harus Menikmati Prosesnya?

Jika hasil yang indah didapat dengan mudah, maka ia tidak akan memiliki nilai. Keindahan sebuah pencapaian terletak pada cerita di baliknya. Rasa bangga saat mencapai puncak gunung bukan hanya karena pemandangannya, tetapi karena kita tahu seberapa besar usaha yang kita kerahkan untuk menyeret kaki kita sampai ke sana.

Awal Januari Tahun 2025 Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Sekolah Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Adalah Awal Untuk Menempuh Pendidikan  RPL S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA   Untuk melakukan Proses Pendidikan Di S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN, Tepat 10 NOVEMBER 2025 Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Mampu Menyelesaikan UJIAN TESIS S2  MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA

 Perjuangan yang di nantikan Oleh Penulis Akhir nya Pada Hari Rabu 11/2/2026  Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Bersama 1.500 Melakukan Prosesi WISUDA  S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Di Graha UNESA Surabaya Unesa, Jl. Raya Kampus Unesa, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213

 

Jika hasil yang indah didapat dengan mudah, maka ia tidak akan memiliki nilai. Keindahan sebuah pencapaian terletak pada cerita di baliknya. Rasa bangga saat mencapai puncak gunung bukan hanya karena pemandangannya, tetapi karena kita tahu seberapa besar usaha yang kita kerahkan untuk menyeret kaki kita sampai ke sana.

Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Masyarakat , Guru dan Wali Murid Jangan takut jika langkah Anda saat ini terasa berat. Jangan menyerah jika jalan di depan tampak terjal dan penuh kerikil. Itu adalah pertanda bahwa Anda sedang membangun sesuatu yang besar. Hasil yang indah sedang menanti di ujung jalan, dan ia hanya akan diberikan kepada mereka yang berani melangkah meski tidak mudah.

Penulis

 

H.BANU ATMOKO

 

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id         

NO HP 083857963098


 

Rabu, 11 Februari 2026

Mengasah Kreativitas Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Melalui Seni Mewarnai Batik: Teknik Asam & Basah



















Mengasah Kreativitas Siswa SMP PGRI 6 Surabaya  Melalui Seni Mewarnai Batik: Teknik Asam & Basah

 

Membatik bukan sekadar menorehkan lilin di atas kain; ia adalah dialog antara kesabaran, presisi, dan imajinasi. Dalam dunia batik modern, eksplorasi warna menjadi kunci untuk menghasilkan karya yang fresh dan unik. Dua teknik yang sering digunakan untuk memberikan nyawa pada motif batik adalah Teknik Asam (Colet) dan Teknik Basah (Celup).

 

1) Teknik Asam (Coletan): Melukis dengan Detail

Teknik ini sering disebut "asam" karena secara tradisional menggunakan larutan warna yang diaplikasikan secara manual menggunakan kuas atau rotan (colet). Di sini, kreativitas Anda diuji layaknya seorang pelukis di atas kanvas.

a) Kebebasan Warna: Anda bisa menaruh warna merah, hijau, dan biru dalam satu motif tanpa takut warna tersebut bercampur.

b) Ketelitian: Melatih fokus saat mengisi ruang-ruang sempit di antara garis malam (lilin).

c) Eksperimen Gradasi: Anda bisa mencoba teknik shading atau gradasi warna langsung di atas kain untuk menciptakan efek dimensi yang realistis.

Tips Kreatif: Cobalah menggunakan teknik wet-on-dry (warna basah di kain kering) untuk garis yang tajam, atau wet-on-wet untuk menciptakan efek rembesan warna yang artistik dan abstrak.

 

2) Teknik Basah (Celup): Keajaiban Harmoni

Teknik basah atau celup adalah cara klasik di mana seluruh kain direndam ke dalam bak pewarna. Ini adalah momen di mana Anda belajar tentang harmoni dan teori warna.

a) Eksplorasi Layering: Kreativitas muncul saat Anda membayangkan hasil akhir setelah beberapa kali pencelupan. Misalnya, mencelup warna kuning, lalu menutup sebagian motif dengan lilin, dan mencelupnya lagi ke warna biru untuk menghasilkan warna hijau di area yang tidak tertutup.

b) Kesabaran dan Kejutan: Setiap celupan memberikan hasil yang terkadang tak terduga, melatih insting artistik Anda dalam memprediksi kepekatan warna.

c) Efek Retakan (Cracking): Sengaja meretakkan lilin sebelum dicelup akan menghasilkan urat-urat warna yang estetik, memberikan kesan "vintage" yang berkarakter.

Kreativitas selalu di  tekankan di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada hari Rabu 11/2/2026 Siswa / Siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Prakarya  Membuat Keterampilan Mewarnai  Batik Asam Dan Basah,  Dalam kesempatan ini  Guru Mata Pelajaran Seni Buadaya Ibu NIDYA VERAWATI S.Sos Dan Prakarya Meminta Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dari rumah membawa bahan  Anak” diharapkan besok membawa alat dan bahan berikut : Kunyit 1 buah/1sachet detergen bubuk/rinso bubuk 1 sachet

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mengasah kreativitas lewat mewarnai batik tidak hanya menghasilkan kain yang indah, tetapi juga berfungsi sebagai art therapy. Proses mencampur warna dan menunggu hasil reaksi kimia pewarna pada serat kain memberikan kepuasan batin dan ketenangan pikiran.

Jangan takut untuk melakukan kesalahan. Dalam batik, "kesalahan" seringkali menjadi awal dari motif baru yang orisinal!

"Kreativitas adalah saat kamu berani membiarkan warna meresap, mengalir, dan menyatu dengan serat takdir di atas kain."

"Membatik dengan teknik asam mengajarkan kita bahwa hal-hal besar bermula dari ketelitian pada detail-detail kecil."

Penulis

 

H.BANU ATMOKO

 

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id        

NO HP 083857963098

 

 


 

Selasa, 10 Februari 2026

Sehat dan Kuat Bersama MILO: Mencetak Generasi Emas Unggul Berkarakter Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya





Sehat dan Kuat Bersama MILO: Mencetak Generasi Emas Unggul Berkarakter

Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya

Menuju Indonesia Emas 2045, bangsa kita membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Kita membutuhkan generasi yang tangguh secara fisik, tajam secara mental, dan memiliki integritas karakter yang kokoh. Di sinilah peran penting gaya hidup aktif dan pemenuhan nutrisi seimbang menjadi fondasi utama. Bersama MILO, perjalanan menjadi Generasi Emas bukan hanya tentang menjadi pemenang di lapangan, tetapi juga menjadi juara dalam kehidupan.

1) Nutrisi sebagai Bahan Bakar Mimpi

Setiap langkah besar dimulai dari energi yang cukup. MILO memahami bahwa anak-anak dan remaja yang aktif membutuhkan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung aktivitas mereka yang padat.

a) Energi Berkelanjutan: Dengan ekstrak malt, susu, dan kakao, MILO memberikan asupan energi yang dilepaskan secara perlahan untuk menjaga fokus dan stamina sepanjang hari.

b) Kebaikan Protomalt & Vitamin: Kombinasi unik vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan D, serta kalsium dan zat besi, memastikan tubuh tetap kuat dan proses metabolisme berjalan optimal.

 

2) Olahraga: Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Menjadi "Kuat" tidak hanya bicara soal otot, tetapi soal mental. Melalui berbagai inisiatif olahraga, MILO mengajak generasi muda untuk turun ke lapangan. Mengapa olahraga itu krusial bagi karakter?

a. Sportivitas: Belajar menerima kekalahan dengan kepala tegak dan merayakan kemenangan dengan rendah hati.

b. Disiplin & Kerja Keras: Memahami bahwa keberhasilan adalah buah dari latihan yang konsisten, bukan hasil instan.

c. Kerja Sama Tim: Mengasah empati dan kolaborasi demi mencapai tujuan bersama—sebuah nilai inti dari karakter yang unggul.

· 

3) Membangun Karakter Unggul untuk Masa Depan

Generasi Emas adalah mereka yang memiliki daya juang (grit). Saat seorang anak jatuh saat berlari namun memilih untuk bangkit kembali, di situlah karakter sedang dibentuk. MILO berkomitmen untuk terus mendampingi orang tua dalam mendidik anak-anak yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki mentalitas pantang menyerah.

"Kesehatan adalah modal, tetapi karakter adalah kemudi. Bersama asupan gizi yang tepat dan semangat olahraga, kita siapkan pemimpin masa depan yang berani melangkah lebih jauh."

SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Inspirasi yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Selasa 10/2/2026 Pukul 09.00 Kedatangan Tamu Dari MILO

Kedatangan TIM MILO Berbagi SUSU MILO Ke Siswa / Siswi , Dimana Seluruh siswa dan siswi berbaris untuk mendapatkan Susu MILO

Menurut Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Menyampaikan Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang hari ini mau berkeringat dan belajar. Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat, mari kita wujudkan Generasi Emas yang unggul, berkarakter, dan siap membanggakan bangsa.

Ayo, mulai hari ini dengan segelas MILO dan semangat untuk terus bergerak!

Penulis

 

H.BANU ATMOKO

 

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id       

NO HP 083857963098

 


 

Senin, 09 Februari 2026

Upacara Senin Terakhir Sebelum Ramadhan: Momentum Penguatan Karakter dan Penyucian Hati

 Upacara Senin Terakhir Sebelum Ramadhan: Momentum Penguatan Karakter dan Penyucian Hati

 

Rutinitas upacara bendera hari Senin di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  kali ini terasa berbeda dari biasanya. Selain menjadi sarana rutin dalam menumbuhkan kedisiplinan dan jiwa nasionalisme, upacara yang digelar pada Senin (9/2/2026) ini menjadi momen emosional karena merupakan upacara terakhir sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H.

Menumbuhkan Karakter Melalui Kedisiplinan

Upacara bendera bukan sekadar seremoni berdiri di lapangan. Di balik barisan yang rapi, terkandung nilai-nilai karakter yang kuat:

1) Kedisiplinan: Melatih siswa untuk hadir tepat waktu dan mengikuti tata tertib.

2) Cinta Tanah Air: Menghormati lambang negara dan mengenang jasa pahlawan.

3) Kepemimpinan: Memberi ruang bagi petugas upacara untuk belajar memimpin dan bertanggung jawab.

Dalam amanatnya, Pembina Upacara, EVIATIN ,S.Pd  Selaku Guru Matematika , menekankan bahwa karakter yang terbentuk di lapangan upacara harus dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menjalankan ibadah puasa nanti.

Bekal Karakter Menyambut Ramadhan

Mengingat ini adalah upacara terakhir sebelum libur awal puasa atau penyesuaian kegiatan Ramadhan, suasana khidmat menyelimuti lapangan. Pembina Upacara menyampaikan pesan khusus mengenai persiapan mental dan spiritual.

"Jika hari ini kita belajar disiplin menahan diri untuk tetap tegak di barisan, maka di bulan Ramadhan nanti kita akan belajar disiplin menahan hawa nafsu. Jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih jujur, sabar, dan peduli terhadap sesama," ujar beliau.

Saling Memaafkan di Akhir Barisan

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, setelah doa bersama, seluruh siswa, guru, dan staf sekolah melakukan tradisi saling berjabat tangan (mushafahah). Hal ini dilakukan untuk menyucikan hati, saling memaafkan kesalahan, dan mempererat tali silaturahmi sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kesan mendalam bagi para siswa, bahwa pendidikan karakter tidak hanya soal aturan, tetapi juga soal bagaimana kita mempersiapkan diri menjadi manusia yang lebih baik di mata Tuhan dan sesama.

Penulis

 

H.BANU ATMOKO

 

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id      

NO HP 083857963098