Rabu, 26 Agustus 2026

Upaya Pencegahan Perundungan: Penelitian Mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya























 


Upaya Pencegahan Perundungan: Penelitian Mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya

 

Kasus perundungan (bullying) pada usia remaja masih menjadi isu mendesak yang memerlukan perhatian lintas sektor, terutama dari kalangan medis dan pendidikan. Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kesehatan jiwa serta tumbuh kembang remaja, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) menyelenggarakan penelitian kesehatan masyarakat yang berfokus di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya. Penelitian ini mengangkat topik "Deteksi Dini, Karakteristik, dan Faktor Risiko Bullying pada Remaja di Kota Surabaya" guna memetakan dinamika psikososial siswa sekaligus merumuskan strategi pencegahan yang tepat di lingkungan sekolah.

Pada Hari Rabu 26/8/2026 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pukul 09.00 Kedatangan Tamu  Yaitu ASHFAHANI IMANADHIA, dr   Mahasiswa  Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga  Program Studi   Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak  Dalam kesempatan ini  ASHFAHANI IMANADHIA, dr  Melakukan Penelitian Tentang  Deteksi Dini , Karakteristik Dan Faktor Resiko Bullying Pada Remaja Di Kota Surabaya.

Penelitian yang melibatkan peserta didik SMP PGRI 6 Surabaya ini berfokus pada tiga pilar utama:

1) Deteksi Dini Perundungan: Menggunakan instrumen skrining kesehatan mental dan perilaku untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal remaja yang berisiko menjadi korban maupun pelaku bullying, baik secara fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying.

2) Karakteristik Remaja dan Bentuk Bullying: Mengidentifikasi pola perundungan yang paling sering terjadi di lingkungan sekolah urban Surabaya serta melihat kaitannya dengan profil demografi siswa (seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat kelas).

 

3) Pemetaan Faktor Risiko: Menganalisis faktor-faktor pemicu bullying yang berasal dari lingkungan keluarga, dinamika kelompok teman sebaya, kondisi psikologis individu, hingga atmosfer budaya di sekolah.

Kehadiran mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia medis dan institusi sekolah. Dokter spesialis anak tidak hanya berperan dalam penanganan penyakit fisik, tetapi juga memegang peran kunci dalam memantau tumbuh kembang dan kesehatan mental remaja.

Menurut Ibu ANIS LAILY  MUFIDAH ,S.Pd  Selaku Guru Pendamping Dari  ASHFAHANI IMANADHIA, dr  menyampaikan Melalui kegiatan ini, pihak sekolah memperoleh pemahaman berbasis data (evidence-based) mengenai kondisi kesehatan mental para siswanya, sementara tim medis mendapatkan gambaran lapangan yang komprehensif mengenai tantangan remaja di Surabaya.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai pihak:

a) Intervensi Dini Sekolah: Sekolah dapat merancang program anti-bullying yang lebih terarah, seperti pembentukan konselor sebaya (peer counselor) dan penguatan sistem pelaporan yang aman bagi siswa.

b) Edukasi Orang Tua: Memberikan masukan bagi orang tua mengenai tanda-tanda perubahan perilaku anak yang mengalami atau melakukan perundungan saat di rumah.

c) Rekomendasi Kebijakan Kesehatan Remaja: Menjadi rujukan data bagi Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam merumuskan kebijakan perlindungan anak dan program sekolah sehat mental secara berkelanjutan.

Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Dengan adanya skrining dan pemetaan risiko sejak dini, diharapkan Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya bersama para calon dokter spesialis anak dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang optimal remaja di Kota Surabaya

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                              

      NO HP 083857963098

 

 

 

Selasa, 25 Agustus 2026

Menciptakan Pembelajaran Sel yang Nyaman, Aman, dan Interaktif dengan Papan Digital di SMP PGRI 6 Surabaya























Menciptakan Pembelajaran Sel yang Nyaman, Aman, dan Interaktif dengan Papan Digital di

SMP PGRI 6 Surabaya

 

SMP PGRI 6 Surabaya, yang dikenal sebagai Sekolah Inspirasi, terus berinovasi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam ruang kelas. Salah satu penerapan nyatanya terlihat pada pembelajaran IPA kelas 8, khususnya saat membahas materi Pengenalan Sel (unit terkecil penyusun makhluk hidup). Dengan memanfaatkan papan digital (interactive whiteboard), suasana belajar tidak hanya menjadi lebih hidup, tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan keamanan peserta didik.

Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman

Pembelajaran tentang sel sering kali terasa abstrak jika hanya mengandalkan gambar dua dimensi di buku teks. Papan digital mengubah tantangan ini menjadi pengalaman visual yang menyenangkan:

1) Visualisasi Interaktif & Jelas: Siswa dapat melihat struktur organel sel—seperti inti sel (nukleus), mitokondria, dan sitoplasma—dalam format gambar high-definition (HD) hingga animasi 3D. Gambar dapat diperbesar (zoom in) tanpa pecah, memudahkan siswa memahami bagian-bagian terkecil sel.

2) Kolaborasi Aktif: Papan digital memungkinkan siswa maju ke depan untuk menyentuh, menggeser (drag and drop), serta memberi label pada organel sel secara langsung. Keterlibatan fisik ini mengurangi rasa bosan dan membangun rasa percaya diri.

3) Aksesibilitas dari Segala Sudut: Layar yang terang dan jelas memastikan seluruh siswa di kelas 8 dapat menyimak materi tanpa hambatan pencahayaan atau jarak pandang.

SMP PGRI 6 Surabaya, yang dikenal sebagai Sekolah Inspirasi, terus berinovasi dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam ruang kelas. Salah satu penerapan nyatanya terlihat pada pembelajaran IPA kelas 8, khususnya saat membahas materi Pengenalan Sel (unit terkecil penyusun makhluk hidup) Pada hari Senin 24/8/2026 Pukul 10.05-12.05 Siswa  Kelas 8 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Kelas 8 Mengikuti Pembelajaran BIOLOGI MATERI  TENTANG  PENGENALAN SEL  Yang di ajarkan oleh Ibu FENTY AYU RESMANAWATI ,S.Pd

Langkah Pembelajaran Pengenalan Sel di Kelas

 

1. Apersepsi Visual: Guru membuka pembelajaran dengan menampilkan animasi perbandingan sel hewan dan sel tumbuhan di papan digital.

2. Eksplorasi Mandiri & Kelompok: Siswa diminta mengidentifikasi fungsi masing-masing organel sel melalui kuis interaktif di layar.

3. Refleksi & Rangkuman: Hasil coretan, catatan, dan analisis siswa di papan digital dapat disimpan (save) dan dibagikan secara digital kepada siswa untuk bahan belajar di rumah

Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan bahwa Melalui pemanfaatan papan digital secara optimal, SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan komitmennya sebagai Sekolah Inspirasi: menghadirkan pembelajaran IPA yang modern, interaktif, serta senantiasa menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh peserta didik Di SMP PGRI 6 Surabaya.

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                              

      NO HP 083857963098

 

 

 

 

 


 

Senin, 24 Agustus 2026

Strategi Mengajarkan Adab dan Ilmu Secara Bersamaan





















Strategi Mengajarkan Adab dan Ilmu Secara Bersamaan

 

Di era digitalisasi dan kemudahan akses informasi saat ini, ilmu pengetahuan dapat diperoleh hanya dengan beberapa ketukan jari. Informasi mengalir tanpa batas, menjadikan siapapun bisa menjadi pintar dalam waktu singkat. Namun, kemudahan ini menyisakan satu tantangan besar dalam dunia pendidikan: lunturnya etika dan adab. Fenomena ini menegaskan kembali petuah klasik para ulama dan pemikir pendidikan: "Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu."

Pentingnya Adab Sebagai Fondasi Ilmu

Adab adalah perisai sekaligus penuntun bagi ilmu. Pintar secara akademis tanpa diimbangi adab yang baik berisiko melahirkan pribadi yang cerdas namun manipulatif, tidak menghormati sesama, dan berpotensi merugikan masyarakat.

1) Adab Menentukan Kebijaksanaan: Ilmu memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara melakukan sesuatu, sementara adab memberikan pemahaman tentang apakah hal tersebut pantas dan etis untuk dilakukan.

2) Penjaga Keberkahan Ilmu: Rasa hormat kepada guru, pendidik, dan sumber ilmu menjadi pintu utama mengalirnya pemahaman yang mendalam. Tanpa rasa hormat, ilmu yang diserap hanya sebatas hafalan tanpa makna.

3) Pembentuk Karakter Unggul: Di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat, kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang sebagian kecil dari keberhasilan. Karakter, empati, serta etika berinteraksi (adab) adalah faktor penentu utama yang menciptakan hubungan harmonis dan reputasi yang baik.

Strategi Mengajarkan Adab dan Ilmu Secara Bersamaan

Mengajarkan adab dan ilmu tidak bisa dilakukan secara terpisah. Keduanya harus berjalan beriringan melalui metode berikut:

a) Keteladanan (Uswah Hasanah): Orang tua dan pendidik harus menjadi cermin utama. Sebelum menuntut anak atau murid memiliki adab yang baik, orang tua dan guru perlu menunjukkan tutur kata yang santun, kebiasaan menghargai, dan integritas dalam bertindak.

b) Pembiasaan Berkelanjutan: Adab tidak cukup hanya dihafalkan sebagai teori, melainkan harus dipraktikkan secara konsisten. Kebiasaan sederhana seperti menyapa, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, serta mendengarkan saat orang lain berbicara adalah latihan dasar adab yang sangat krusial.

c) Integrasi Nilai Etika dalam Pembelajaran: Setiap materi pelajaran akademis hendaknya disisipi dengan nilai moral dan tanggung jawab sosial. Murid diajarkan bahwa ilmu yang mereka pelajari memiliki tujuan akhir untuk menebar manfaat bagi sesama, bukan untuk kesombongan diri.

 

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Senin 24/8/2026 Seperti biasa Pukul 06.30 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan Bapak / Ibu Dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya Kumpul di Lapangan  untuk mengikuti rangkaian Upacara Bendera

Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara pada pagi Hari ini adalah Bapak Ustad MUFID ,S.Pd.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti.

Dalam kesempatan ini Bapak MUFID ,S.Pd . I Menyampaikan bahwa Menuntut ilmu adalah kewajiban, namun membangun adab adalah keutamaan. Sepintar apa pun seseorang, kedudukannya di mata masyarakat dan nilai dirinya akan selalu diukur dari bagaimana ia bersikap dan memperlakukan orang lain. Mari kita bangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelek, tetapi juga berbudi pekerti luhur.

Dalam kesempatan ini Di tempat terpisah Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKK SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2  MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Jadikanlah sekolah ini sebagai tempat kalian menempa diri. Kejarlah ilmu setinggi-tingginya, raihlah prestasi terbaik kalian, tetapi tetaplah rendah hati dan pegang teguh adab di mana pun kalian berada. Kerendahan hati dan kepribadian yang baik itulah yang kelak akan membuka pintu-pintu keberhasilan di masa depan

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                             

      NO HP 083857963098