Menciptakan Pembelajaran Unggah-Ungguh Basa Jawa yang Aman, Nyaman, dan Interaktif Melalui Papan IFP di SMP PGRI 6 Surabaya
Bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah penanaman nilai etika, kesantunan, dan karakter (nguri-uri kabudayan). Pada jenjang Kelas 7 SMP, salah satu materi krusial dalam mata pelajaran Bahasa Jawa adalah Unggah-Ungguh Basa Jawa (penggunaan Basa Ngoko dan Basa Krama sesuai konteks lawan tutur).
Bagi sebagian siswa generasi z dan alpha, mempelajari unggah-ungguh basa sering kali dirasa rumit atau memunculkan rasa takut salah. Menjawab tantangan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya sebagai Sekolah Inspirasi menghadirkan terobosan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan melalui integrasi teknologi digital berupa Papan IFP (Interactive Flat Panel).
Konsep Pembelajaran Aman dan Nyaman dalam Pelajaran Bahasa Jawa Iklim belajar yang aman dan nyaman di dalam kelas mencakup dua aspek penting:
1) Aman secara Psikologis dan Fisik: Siswa tidak merasa canggung atau takut dihakimi ketika mencoba berkomunikasi dalam Basa Krama. Lingkungan kelas juga dirancang bersih, modern, dan bebas debu media konvensional.
2) Nyaman secara Metodologis: Penyampaian materi dikemas secara visual, kontekstual, serta berbasis media interaktif sehingga siswa dapat mengeksplorasi tata bahasa Jawa tanpa rasa tertekan.
Penerapan Papan IFP dalam Materi Unggah-Ungguh Basa Jawa
Penggunaan papan IFP mengubah pembelajaran unggah-ungguh basa yang tadinya monoton menjadi lebih hidup dan kolaboratif melalui berbagai aktivitas interaktif:
1. Visualisasi Konteks Tutur (Aksentuasi Visual)
Guru memanfaatkan layar besar IFP beresolusi tinggi untuk menampilkan ilustrasi situasi sosial (seperti percakapan antara siswa dengan guru, anak dengan orang tua, atau antarteman sebaya). Fitur ini membantu siswa memahami kapan harus menggunakan Ngoko Lugu, Ngoko Alus, Krama Lugu, hingga Krama Inggil.
2. Simulasi Pasang-Maching Word (Drag and Drop)
Melalui fitur multitouch pada papan IFP, siswa maju ke depan kelas untuk memindahkan kata (vocabulary builder) dari Basa Ngoko ke padanan Basa Krama yang tepat. Aktivitas ini dikemas layaknya permainan (game-based learning) yang membuat proses menghafal kosakata Jawa terasa seru dan tidak menegangkan.
3. Analisis Dialog dan Bermain Peran Digital
Siswa dapat membaca dan menyimak teks drama pendek berbahasa Jawa yang ditampilkan di IFP. Dengan fitur annotation (menulis/menandai langsung di layar), siswa dapat menandai kalimat yang kurang tepat secara unggah-ungguh dan memperbaikinya secara bersama-sama dalam diskusi kelompok.
Bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga wadah penanaman nilai etika, kesantunan, dan karakter (nguri-uri kabudayan) Pada jenjang Kelas 7 SMP, salah satu materi krusial dalam mata pelajaran Bahasa Jawa adalah Unggah-Ungguh Basa Jawa (penggunaan Basa Ngoko dan Basa Krama sesuai konteks lawan tutur) Pada Hari Selasa 4/8/2026 Siswa / Siswi Kelas 7 Masuk Ke dalam Ruang UKS Untuk Menerima Materi BAHASA JAWA Tentang UNGGAH UNGGUH BASA JAWA DENGAN MENGGUNAKAN PAPAN IFP
Dalam kesempatan ini Guru Bahasa Jawa Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Manfaat Bagi Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Integrasi papan IFP pada mata pelajaran Bahasa Jawa memberikan dampak positif yang signifikan:
1. Menghilangkan Rasa Takut Salah: Media interaktif menciptakan suasana belajar yang ramah (user-friendly), sehingga siswa lebih percaya diri saat melatih lisan maupun tulisan Basa Krama.
2. Meningkatkan Antusiasme Belajar: Perpaduan elemen audio-visual dan interaktivitas layar sentuh menjaga perhatian siswa tetap fokus sepanjang jam pelajaran.
3. Mempererat Kolaborasi antar Siswa: Kegiatan kelompok di depan papan pintar melatih kerja sama, sikap saling menghargai, dan penerapan nilai santun sesuai filosofi Jawa itu sendiri.
Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7 - 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan UNESA Bahwa Di SMP PGRI 6 Surabaya, melestarikan bahasa daerah tidak lagi dilakukan dengan cara-cara kaku. Pemanfaatan Papan IFP membukti bahwa Bahasa Jawa dapat diajarkan secara modern, relevan, serta dalam suasana yang aman dan nyaman. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen SMP PGRI 6 Surabaya sebagai Sekolah Inspirasi yang terus berinovasi dalam memadukan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi masa kini.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)
.jpeg)





.jpeg)





