Coaching Clinic: Strategi Jitu Menembus Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus) Bersama Ass. Prof. Ferry Jie, Ph.D., FCILT, FCES (Edith Cowan University – Australia)
Menulis artikel untuk jurnal internasional bereputasi bukan sekadar menuangkan ide ke dalam tulisan, melainkan sebuah seni navigasi di tengah standar akademik global yang ketat. Bagi banyak akademisi, indeks Scopus masih menjadi standar emas sekaligus tantangan besar. Melalui Coaching Clinic Penulisan Artikel Scopus, kita akan membedah strategi komprehensif agar naskah Anda tidak hanya sekadar selesai, tapi layak terbit.
1) Memahami Anatomi Artikel Standar Global
Banyak naskah ditolak karena struktur yang lemah. Gunakan format IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) secara disiplin:
a) Introduction: Jangan hanya berisi definisi. Fokuslah pada research gap—apa yang belum diketahui oleh dunia dan mengapa penelitian Anda penting untuk mengisi celah tersebut.
b) Methods: Harus sangat detail sehingga peneliti lain bisa mereplikasi studi Anda.
c) Results & Discussion: Jangan hanya menampilkan data. Diskusikan mengapa hasil tersebut muncul dan bagaimana perbandingannya dengan teori atau penelitian terdahulu.
2) Strategi Memilih Jurnal Target (Targeting)
Kesalahan umum adalah menulis artikel terlebih dahulu baru mencari jurnalnya. Seharusnya, pilih jurnal target di awal.
a. Gunakan alat bantu seperti ScimagoJR, Elsevier Journal Finder, atau Springer Journal Suggester.
b. Perhatikan Aims and Scope jurnal. Pastikan topik Anda selaras dengan fokus mereka.
c. Cek SJR (SJR Rank) dan Quartile (Q1-Q4) untuk menyesuaikan dengan kualitas naskah Anda.
3) Kekuatan Sitasi dan Referensi
Editor jurnal Scopus sangat memperhatikan daftar pustaka Anda.
a) Kebaruan (State of the Art): Pastikan 80% referensi adalah terbitan 5-10 tahun terakhir.
b) Kualitas Sumber: Utamakan merujuk pada artikel dari jurnal yang juga terindeks Scopus atau Web of Science (WoS).
c) Gunakan Reference Manager: Wajib menggunakan alat seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk konsistensi sitasi.
4) Menghadapi "The Gatekeepers": Editor dan Reviewer
Setelah submisi, naskah akan melewati proses Peer Review. Berikut tips menghadapinya:
a. Cover Letter yang Kuat: Tulis surat pengantar yang menjelaskan nilai kebaruan (novelty) naskah Anda langsung kepada Editor.
b. Respon Terhadap Reviewer: Jika diminta revisi, jangan defensif. Jawab setiap poin komentar reviewer dengan sopan, sistematis, dan tunjukkan perubahan yang telah dilakukan pada naskah.
5. Kendala Bahasa: Bukan Sekadar Translate
Bahasa Inggris akademik memiliki rasa (sense) yang berbeda.
a) Hindari penggunaan Google Translate secara mentah.
b) Gunakan jasa Professional Proofreading atau Language Editing untuk memastikan naskah mengalir dengan alami dan bebas kesalahan gramatikal.
Di tengah - tengah kesibukan Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh Pendidikan S2 RPL UNESA Pada hari Selasa 23/12/2025 Mengikuti kegiatan Coaching Klinik Penulisan Artikel Scopus Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi Narasumber: Ass. Prof. Ferry Jie, Ph.D., FCILT, FCES (Edith Cowan University – Australia) Melalui Zoom Meeting (Daring):
https://us06web.zoom.us/j/89652072957?pwd=yvgx45fED6ZO0uhGpeuvD9pA74vNbG.1 yang dimulai Pukul 12.00 Dan berakhir Pukul 15.00
Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya dan menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Berharap suatu saat Bisa Nulis JURNAL Menembus Scopus adalah tentang ketekunan dan ketelitian. Naskah yang baik adalah naskah yang "menawarkan solusi" bagi komunitas ilmiah internasional, bukan sekadar laporan kegiatan.
Penulis
BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098





.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar