Pacu Adrenalin dan Kreativitas: Membuat Mobil F1 di Latihan Pramuka
Siapa bilang Pramuka hanya soal tali-temali dan kemah? Di era modern ini, Pramuka adalah wadah tepat untuk mengasah kreativitas tanpa batas. Salah satu kegiatan yang bisa memacu adrenalin sekaligus ketelitian adalah membuat miniatur mobil Formula 1 (F1).Kegiatan ini bukan sekadar kerajinan tangan biasa, melainkan simulasi teknik, seni, dan mentalitas pantang menyerah.Mobil F1 adalah simbol kecepatan dan presisi. Dalam skala kecil, kamu ditantang untuk memahami desain aerodinamis sederhana. Menggunakan bahan-bahan di sekitar kita seperti kardus bekas, sedotan, tutup botol, hingga stik es krim, kamu bisa menciptakan "jet darat" versimu sendiri.
Mobil F1 adalah simbol kecepatan dan presisi. Dalam skala kecil, kamu ditantang untuk memahami desain aerodinamis sederhana. Menggunakan bahan-bahan di sekitar kita seperti kardus bekas, sedotan, tutup botol, hingga stik es krim, kamu bisa menciptakan "jet darat" versimu sendiri.
Manfaat yang kamu dapatkan:
1) Problem Solving: Bagaimana cara membuat roda berputar lancar?
2) Ketelitian: Memotong dan menempel bagian-bagian kecil membutuhkan kesabaran ekstra.
3) Kerja Sama Tim: Jika dilakukan berkelompok, pembagian tugas (desain, pemotongan, perakitan) sangatlah krusial.
Satu hambatan terbesar saat mencoba hal baru adalah rasa takut gagal. "Nanti kalau miring bagaimana?" atau "Kalau tidak mirip aslinya bagaimana?".
Dalam Pramuka, kesalahan adalah guru terbaik. Ingatlah poin-poin ini saat mulai merakit:
1. Trial and Error: Jika lem tidak merekat, cari cara lain. Jika sayap mobil tidak seimbang, potong ulang. Itulah inti dari latihan.
2. Unik itu Keren: Miniaturmu tidak harus persis milik Lewis Hamilton atau Max Verstappen. Sentuhan pribadimu—seperti warna identitas regu—justru membuatnya lebih berharga.
3. Proses > Hasil: Yang dinilai bukan seberapa mahal bahannya, tapi seberapa kreatif kamu memanfaatkan keterbatasan.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir selalu mengajak dan mengajarkan siswa / siswi nya Untuk Mandiri , Tidak takut salah dan Kreatif seperti Pada Hari Sabtu 24/1/2026 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya melakukan kegiatan EXTRA Pramuka yang dimulai Pukul 07.00
Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala Sekolah inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Membariskan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Untuk di berikan tugas Pramuka membuat PIONERING F-1 Dalam Waktu 2 Jam . Alhamdulilah Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya sangat antusias dan semangat dalam membuat PIONERING F-1 Tersebut
Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Membuat F1 bukan tentang menjadi insinyur dalam semalam, tapi tentang keberanian untuk memulai. Jadi, adik-adik Pramuka, siapkan Tongkat dan Talimu . Jangan takut salah, karena dari kesalahan itulah kreativitasmu akan terasah tajam.
"Kesuksesan adalah kemampuan untuk beralih dari satu kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan antusiasme." — Winston Churchill.
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Isra Miraj: Perjalanan Menjemput Cahaya Shalat dan Adab Terhadap Guru
Peristiwa Isra Miraj bukan sekadar perjalanan sejarah luar biasa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Bagi umat Muslim, ini adalah peristiwa revolusi spiritualdi mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah ibadah yang paling utama: Shalat lima waktu.Dalam perjalanan yang melampaui logika manusia tersebut, Rasulullah SAW berdialog langsung dengan Allah SWT. Hasilnya adalah perintah shalat. Shalat adalah "Mi’raj"-nya orang beriman; sarana bagi kita untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta di tengah hiruk-pukuk dunia.Jika Rasulullah menjemput perintah ini dengan perjuangan hebat, lantas pantaskah kita meremehkannya? Mengabaikan shalat berarti memutus tali hubungan kita dengan sumber ketenangan hidup. Marilah kita jadikan momentum Isra Miraj tahun ini sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas shalat tepat waktu.
Meneladani Adab: Menghargai Guru sebagai Penunjuk Jalan
Ada satu sisi penting dalam peristiwa Isra Miraj yang sering terlupakan: Peran Malaikat Jibril sebagai pembimbing.Sepanjang perjalanan, Rasulullah tetap menunjukkan adab dan kepatuhan kepada Jibril sebagai penunjuk jalan atas perintah Allah.Di dunia ini, guru adalah "Jibril-Jibril" dalam kehidupan kita. Mereka adalah pewaris ilmu yang membimbing kita dari kegelapan kebodohan menuju cahaya pengetahuan. Tanpa bimbingan guru, kita mungkin akan tersesat dalam memahami syariat maupun ilmu duniawi.
Mengapa kita harus menghargai guru?
1) Keberkahan Ilmu:Ilmu yang bermanfaat hanya didapat melalui ridha sang guru.
2) Penerus Dakwah:Guru adalah sosok yang menjaga agar pesan moral dan ibadah (seperti shalat) tetap sampai ke generasi berikutnya.
3) Penghormatan pada Proses:Menghargai guru berarti kita menghargai proses belajar dan rendah hati terhadap ilmu.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sebanyak 100 Siswa / Siswi Dan 12 Guru berkumpul di Ruangan Kelas 8 Untuk Memperingati ISRA MIRAJ NABI MUHAMMAD S.A.W 1447 H/ 2026 M Yang dimulai Pukul 07.30
Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi Menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN Pendidikan Di UNESA Surabaya Dalam sambutannya menyampaikan Peringatan Isra Miraj adalah tentang Kepatuhan dan Adab. Patuh kepada Allah dengan mendirikan shalat, dan beradab kepada guru dengan menghormati jasa-jasa mereka. Tanpa shalat, jiwa kita kering; tanpa bimbingan serta doa guru, langkah kita kehilangan arah. Mari kita tundukkan kepala sejenak, memperbaiki sujud kita, dan mengukir senyum di wajah guru-guru kita dengan akhlak yang mulia. Setelah sambutan Penulis dilanjutkan dengan Pembacaan Yasin Istighosah Oleh Ustad H. ALAIKAR ROCHIM ,S.Ag Kepala SMP KAWUNG 1 Surabaya Setelah Itu Pembacaan Sholawat Yang di pimpin Oleh Ustad MUFID ,S.Pd . I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Setelah Itu Ceramah Agama Oleh Ustad H. ALAIKAR ROCHIM ,S.Ag Kepala SMP KAWUNG 1 Surabaya
Sebagai penutup dari rangkaian peringatan peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, ada tiga poin utama yang harus kita bawa pulang dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Shalat adalah "Mi'raj" bagi Orang Beriman
Peristiwa Isra Miraj membuktikan betapa istimewanya ibadah shalat dibandingkan ibadah lainnya. Jika perintah lain turun melalui wahyu, shalat dijemput langsung oleh Rasulullah ke Sidratul Muntaha.
Pesan Utama: Mari kita jadikan shalat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan beban, melainkan kebutuhan untuk bertemu dan mengadu kepada Allah SWT. Perbaiki shalat kita, maka Allah akan memperbaiki hidup kita.
2. Pentingnya Adab dan Penghormatan kepada Guru
Rasulullah SAW dalam perjalanannya didampingi oleh Malaikat Jibril sebagai penunjuk jalan. Ini mengajarkan kita bahwa setinggi apa pun kecerdasan seseorang, ia tetap membutuhkan bimbingan seorang guru.
Pesan Utama: Ilmu tidak akan meresap tanpa ridha guru. Menghargai guru adalah kunci keberkahan ilmu. Jangan harapkan ketenangan dalam belajar jika kita kehilangan adab kepada mereka yang telah membukakan pintu cakrawala bagi kita.
3. Transformasi Diri: Dari Masjid ke Masjid
Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa adalah simbol bahwa kehidupan seorang Muslim harus terpaku pada tempat suci (masjid) dan nilai-nilai kesucian.
Pesan Utama: Setelah peringatan ini selesai, seharusnya ada perubahan perilaku. Jika sebelumnya kita malas berjamaah, mulailah melangkah ke masjid. Jika sebelumnya kita kurang peduli pada sesama, mulailah menebar manfaat.
Penutup Singkat: "Isra Miraj adalah perjalanan vertikal menuju Allah (Shalat) dan perjalanan horizontal untuk memperbaiki akhlak (Adab). Mari kita pulang dengan tekad baru: Menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya dan memuliakan guru-guru kita sepanjang hayat."
"Menghargai guru adalah cara kita menghargai ilmu. Menjaga shalat adalah cara kita menghargai waktu."
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Transformasi Ruang Kelas: Menyongsong Pembelajaran Yang Aman Dan Nyaman Masa Depan
Dunia pendidikan tengah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Kapur dan papan tulis kayu kini mulai berganti peran dengan teknologi sentuh yang dinamis. Menanggapi perubahan ini, program Sosialisasi Papan Interaktif Digital dan Digitalisasi Pembelajaranintensif digelar untuk membekali para pendidik dengan senjata utama di era industri 4.0.Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Peserta didik masa kini adalah digital nativesyang lebih cepat menyerap informasi melalui konten visual dan interaktif.Papan interaktif digital (Interactive Flat Panel Display) hadir sebagai solusi pusat kendali di dalam kelas. Alat ini menggabungkan fungsi komputer, televisi, dan papan tulis menjadi satu perangkat pintar yang mampu menghidupkan suasana belajar.
Manfaat Utama Papan Interaktif Digital:
1. Visualisasi yang Hidup:Materi yang abstrak seperti anatomi tubuh atau simulasi tata surya dapat ditampilkan melalui video 4K dan model 3D.
2. Kolaborasi Real-Time:Siswa dapat maju ke depan dan berinteraksi langsung dengan konten, melakukan anotasi, hingga menyimpan hasil diskusi secara otomatis ke format PDF atau gambar.
3. Konektivitas Tanpa Batas:Guru dapat dengan mudah membagikan layar (screen sharing) dari ponsel atau laptop tanpa kabel yang rumit.
Fokus Pelatihan: Bukan Sekadar Mengoperasikan Alat
Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya berfokus pada cara menyalakan alat (aspek teknis), tetapi lebih dalam pada pedagogi digital. Para guru dilatih untuk:
1) Menyusun Konten Kreatif:Memanfaatkan perangkat lunak bawaan papan interaktif untuk membuat kuis interaktif dan permainan edukatif.
2) Manajemen Kelas Digital:Mengintegrasikan papan interaktif dengan platform pembelajaran seperti Google Classroom atau Microsoft Teams.
3) Evaluasi Interaktif:Melakukan penilaian cepat (polling) di akhir pelajaran di mana siswa dapat menjawab langsung dari bangku masing-masing dan hasilnya langsung muncul di layar utama.
Di era digitalisasi pendidikan, menghadirkan teknologi ke dalam kelas bukan hanya soal kecanggihan fitur, tetapi juga soal pengalaman pengguna (User Experience). Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang efektif adalah yang mampu menciptakan rasa aman secara digital dan kenyamanan secara kognitif bagi siswa.Tanpa rasa aman dan nyaman, teknologi justru bisa menjadi distraksi atau sumber kecemasan baru bagi peserta didik. Berikut adalah pilar utama dalam menyusun MPI yang berpusat pada kesejahteraan siswa:
1. Keamanan Data dan Lingkungan Digital
Langkah pertama dalam MPI yang "Aman" adalah perlindungan terhadap privasi. Siswa harus merasa bahwa ruang digital mereka tidak mengancam.
a) Bebas Iklan dan Konten Eksternal:MPI yang aman harus terisolasi dari iklan pihak ketiga atau tautan luar yang tidak terverifikasi yang berpotensi mengandung konten tidak pantas.
b) Perlindungan Privasi:Jika MPI menggunakan sistem login, pastikan data personal siswa terenkripsi dan tidak disalahgunakan.
c) Moderasi Konten:Dalam fitur diskusi interaktif, sistem harus memiliki filter otomatis untuk mencegah perundungan siber (cyberbullying).
2. Kenyamanan Visual dan Ergonomi Kognitif
Kenyamanan sering kali berkaitan dengan bagaimana otak memproses informasi tanpa merasa lelah (minimal cognitive load).
a. Antarmuka yang Ramah (User-Friendly):Navigasi yang konsisten dan ikon yang mudah dipahami membuat siswa tidak merasa tersesat saat menggunakan aplikasi.
b. Pemilihan Warna dan Tipografi:Gunakan kontras yang cukup namun tidak menyakitkan mata. Hindari warna neon yang terlalu dominan. Gunakan font yang mudah dibaca seperti Sans Serifdengan ukuran yang proporsional.
c. Aksesibilitas:MPI yang nyaman adalah yang inklusif, menyediakan opsi teks untuk audio (caption) bagi siswa dengan gangguan pendengaran atau pengaturan kontras bagi siswa dengan keterbatasan penglihatan.
3. Keamanan Psikologis: Bebas dari Rasa Takut Salah
MPI yang baik memberikan ruang bagi siswa untuk bereksperimen.
a) Umpan Balik Positif (Constructive Feedback):Alih-alih menampilkan tanda silang merah besar dan suara "tetot" yang mengagetkan saat siswa salah menjawab, gunakan pesan yang menyemangati seperti "Coba lagi, kamu hampir berhasil!".
b) Mode Belajar Mandiri:Berikan kontrol penuh kepada siswa untuk mengulang materi sesuka mereka tanpa tekanan waktu yang berlebihan, sehingga mereka merasa nyaman belajar sesuai ritme masing-masing.
4. Interaktivitas yang Menyenangkan, Bukan Membingungkan
Interaksi dalam MPI harus memiliki tujuan yang jelas.
a. Gamifikasi yang Sehat:Menambahkan elemen permainan seperti poin atau lencana dapat meningkatkan motivasi, asalkan tidak menciptakan kompetisi yang tidak sehat yang justru memicu stres pada siswa.
b. Konten Multimedia yang Seimbang:Paduan antara video, gambar, dan teks harus seimbang agar tidak terjadi information overloadyang membuat siswa merasa kewalahan.
Dalam mewujudkan Pembelajaran yang aman Dan nyaman bagi murid di Wilayah Surabaya Utara , Pada Hari Rabu 21/1/2026 Di Aula SMP TARUNA JAYA Surabaya Jl. Kedinding Tengah Sekolahan No.40, Tanah Kali Kedinding, Kec. Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur 60129 Sebanyak 34 Guru TIK SMP Swasta Surabaya Utara Mengikuti kegiatan PELATIHAN SOSIALIASI PAPAN INTERAKTIF DIGITAL DAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN
Dalam sambutannya Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Langkah menuju digitalisasi pembelajaran adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM bangsa. Dengan sinergi antara infrastruktur yang canggih dan pendidik yang kompeten, ruang kelas akan berubah menjadi pusat inovasi yang menyenangkan bagi generasi mendatang serta Multimedia Pembelajaran Interaktif bukan sekadar memindahkan materi buku ke layar. MPI yang sukses adalah yang mampu memanusiakan teknologi—menjadikannya alat yang melindungi privasi, menghargai proses belajar, dan memanjakan indra penggunanya. Ketika siswa merasa aman dari ancaman digital dan nyaman secara mental, gerbang kreativitas dan penyerapan ilmu akan terbuka lebar.
Dalam kesempatan ini hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ibu Febrina Kusumawati, S.Si, MM Dan Didampingi Bapak Kepala Bidang Sekdasmen BapakACHMAD SUFYAN S.Pd , M.Pd
Dalam kesempatan tersebut Paparan Pengimbasan yang di sampaikan oleh Rohmatia Nadilla, S.Pd., Gr. ( Dari SMP PGRI 6 Surabaya )Pitra Jaya Burnama Yudha.M.Pd ( Dari SMP KATOLIK Pecinta Damai ) RAYHAN FATHONI ANDI RAFIF, S.Kom. ( Dari SMP WACHID HASYIM 1 Surabaya )Iwan Aji Pratama, S.Pd ( Dari SMP Sasana Bhakti Surabaya )Yohanes Prabekti, S.Kom ( Dari SMP KATOLIK ANGGELUS CUSTOS 1 )Novan Prasetya Nyuwono, S.Pd.Gr ( Dari SMP BARUNAWATI ) Yang memaparkan PENGIMBASAN Papan DIGITAL Tersebut
Selepas Materi Pengimbasan tersebut Bapak SYAHRUL ,S.Pd Gr Selaku Sekretaris MKKS SMP Swasta Utara Sekaligus Kepala SMP Kemala BHAYANGKARI 6 Surabaya Memaparkan tentang Multimedia pembelajaran interaktif (MPI)
Di akhir Acara Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya mengajak 34 Guru TIK Pembelajaran Interaktif yang Aman dan Nyaman Di SMP Swasta Surabaya Utara .
"Teknologi adalah alat, namun keamanan siswa adalah fondasi. Bangunlah dunia digital yang melindungi, bukan yang mengeksploitasi."
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E