Gerbang Langit: Mengapa Sukses Mustahil Tanpa Restu Orang Tua dan Guru
Dalam mengejar impian, kita sering kali terlalu fokus pada strategi bisnis, kerja keras tanpa henti, atau pendidikan yang tinggi. Namun, ada satu variabel "langit" yang sering terlupakan namun menjadi penentu utama keberhasilan seseorang: Restu. Khususnya, restu dari dua sosok pilar dalam hidup kita, yaitu orang tua dan guru. Tanpa kedua restu ini, kesuksesan mungkin saja diraih secara materi, namun sering kali terasa hampa, tidak bertahan lama, atau justru mendatangkan kegelisahan.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Senin 19/1/2026 Melakukan pembiasaan Positif Yaitu Kegiatan Upacara Bendera setiap hari Senin
Dalamm kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara Adalah Ibu NURIYATUL HUSNIYAH ,S.Pd. I
Dalam Amanat nya Beliau menyampaikan
1. Restu Orang Tua: Akar dari Segala Keberkahan
Dalam banyak tradisi dan keyakinan, dikatakan bahwa "Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua." Ini bukan sekadar kutipan puitis, melainkan prinsip hidup yang nyata.
a) Penyemangat Spiritual: Doa orang tua adalah jalur ekspres menuju keberhasilan. Ketika mereka rida terhadap langkah kita, alam semesta seolah ikut mendukung.
b) Ketenangan Batin: Seseorang yang melangkah dengan restu orang tua memiliki mental yang lebih stabil. Mereka tahu bahwa ada doa tulus yang menyertai setiap tetap keringat mereka.
c) Pintu Rezeki: Banyak kisah sukses yang bermula dari bakti kepada orang tua. Sebaliknya, mereka yang mengabaikan orang tua cenderung menemui hambatan yang tidak terduga dalam kariernya.
2. Restu Guru: Cahaya di Atas Ilmu
Jika orang tua adalah pemberi kehidupan fisik dan kasih sayang, maka guru adalah orang tua ruhani kita. Mereka adalah sosok yang membukakan mata kita terhadap dunia dan ilmu pengetahuan.
a. Keberkahan Ilmu: Ilmu yang dipelajari tanpa rasa hormat dan restu dari guru akan menjadi "ilmu yang kering". Mungkin kita menjadi pintar secara intelektual, tetapi ilmu tersebut tidak membawa manfaat bagi orang lain atau kemuliaan bagi diri sendiri.
b. Adab Sebelum Ilmu: Kesuksesan sejati dibangun di atas fondasi adab. Menghormati guru adalah bentuk tertinggi dari apresiasi terhadap ilmu itu sendiri.
c. Bimbingan Tak Kasat Mata: Seorang guru yang rida akan memberikan bimbingan tulus, bahkan di luar jam pelajaran. Doa seorang guru untuk muridnya adalah salah satu kekuatan yang mampu mengubah nasib seseorang.
Mengapa Tanpa Keduanya Sukses Terasa Semu?
Mungkin kita melihat ada orang yang sukses besar meski hubungan dengan orang tua atau gurunya buruk. Namun, perlu kita renungkan kembali definisi sukses tersebut. Apakah sukses itu hanya soal angka di rekening bank? Kesuksesan sejati melibatkan keberkahan (barakah)—yaitu bertambahnya kebaikan dalam hidup. Tanpa restu:
a) Harta tidak membawa ketenangan.
b) Jabatan tidak mendatangkan kehormatan sejati.
c) Pencapaian terasa melelahkan tanpa makna.
Di Akhir Upacara Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Jangan pernah merasa bahwa kesuksesan yang kita raih adalah murni hasil jerih payah kita sendiri. Di balik setiap pencapaian, ada air mata doa ibu, dukungan ayah, dan bimbingan sabar dari guru-guru kita. Jika saat ini jalanmu terasa buntu, cobalah kembali kepada mereka. Mintalah maaf, mintalah rida, dan mintalah doa. Karena restu mereka adalah kunci yang membuka pintu-pintu kemudahan yang tidak bisa dibuka oleh kunci apa pun di dunia ini.
"Kerja kerasmu membawamu ke puncak, tapi restu orang tua dan guru yang menjagamu agar tidak jatuh."
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)