Jumat, 07 November 2025

Bersama MAHASISWA S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKAN KELAS E UNESA Ajak Siswa Berkah Sehat Bersih: Fondasi Emas Siswa Unggul Berkarakter Di SMP PGRI 6 Surabaya

 Bersama MAHASISWA S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKAN KELAS E UNESA Ajak Siswa Berkah Sehat Bersih: Fondasi Emas Siswa Unggul Berkarakter Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Generasi Emas adalah masa depan kita, yang harus siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Karakter unggul seperti disiplin, tanggung jawab, empati, dan integritas tidak dapat tumbuh optimal jika tubuh dan pikiran tidak sehat. Di sinilah letak pentingnya sehat dan bersih sebagai investasi jangka panjang.

1) Fisik yang Kuat, Belajar Maksimal: Siswa yang sehat jarang sakit, sehingga kehadiran di kelas maksimal. Gizi seimbang dan kebersihan diri yang terjaga memastikan fungsi otak bekerja optimal, memudahkan proses belajar dan penyerapan ilmu.

2) Mental yang Sehat, Karakter Terbentuk: Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) mengajarkan tentang disiplin dan tanggung jawab. Disiplin mencuci tangan, bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan. Inilah pondasi awal pembentukan karakter mulia.

Mewujudkan budaya sehat dan bersih harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui ceramah, tetapi lewat aksi nyata.

1. Pilar Sehat: Gizi, Gerak, dan Deteksi Dini

Masa sekolah adalah periode krusial pertumbuhan. Siswa perlu diajarkan:

a) Pentingnya Isi Piringku: Edukasi tentang makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), bukan sekadar kenyang. Ajarkan mereka memilih makanan di kantin yang sehat dan menghindari jajanan yang tidak aman.

b) Ayo Bergerak: Ajak siswa untuk aktif berolahraga. Jadikan kegiatan fisik, seperti senam pagi atau ekstrakurikuler, sebagai kebutuhan, bukan beban. Tubuh yang aktif akan menghasilkan pikiran yang positif.

c) Kenali Tubuhmu: Galakkan program pemeriksaan kesehatan rutin (skrining kesehatan) di sekolah, mulai dari pemeriksaan gigi, mata, hingga pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri untuk mencegah anemia. Kesehatan adalah pencegahan, bukan hanya pengobatan.

2. Pilar Bersih: Disiplin Diri dan Lingkungan

Kebersihan adalah cermin kedisiplinan dan kepedulian.

a. Disiplin 5 Langkah Cuci Tangan: Jadikan mencuci tangan dengan sabun sebagai kebiasaan wajib, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet. Ini adalah langkah paling efektif mencegah penyakit.

b. Jaga Kebersihan Kelas dan Sekolah: Bentuk piket harian yang aktif dan efektif. Ajarkan siswa untuk merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kebersihan toilet, ruang kelas, dan halaman sekolah. Sekolah yang bersih akan menjadi "rumah" kedua yang nyaman dan aman.

c. Bijak Mengelola Sampah: Edukasi tentang memilah sampah (organik, anorganik) dan pentingnya mengurangi sampah plastik. Ini menanamkan karakter peduli lingkungan yang menjadi bagian dari karakter unggul masa depan.

 

3. Pilar Berkarakter: Menjadi Teladan

Pendidikan karakter tidak bisa diajarkan, tetapi harus dicontohkan. Guru dan orang tua adalah teladan (role model) utama.

a) Ketika guru disiplin menjaga kebersihan ruang guru, siswa akan menirunya.

b) Ketika sekolah menyediakan sarana kebersihan yang memadai (sabun, tempat sampah terpilah, toilet bersih), siswa merasakan bahwa sekolah peduli, dan mereka akan ikut peduli.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Jum’at 7/11/2025 Merupakan hari yang sangat istimewa dimana Pukul 07.00 Seluruh siswa / Siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya berkumpul di Musholah Untuk melaksanakan SHOLAT DHUHA  Dilanjutkan ISTIGHOSAH Dan Pembacaan HADAD Yang Di Pimpin Oleh Ustad  MUFID ,S.Pd.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti di SMP PGRI 6 Surabaya , Selesai  Istighosah Dan HADAD  Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Melakukan Kegiatan Pembagian NASI BUNGKUS Dan SNACK Untuk kegiatan JUM’AT Berkah  yang di bagikan Ke  Masyarakat  Di Depan GANG SMP PGRI 6 Surabaya

Saat Ini Musim Penghujan di mana Kondisi sekolah harus tampak Bersih RAPI , Selesai YASIN Dan HADAD Seluruh Siswa  Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Pada siang hari ini melakukan kegiatan kerja bakti baik siswa dan Guru IKUT SERTA Kerja Bakti  , Dimana yang di lakukan adalah Membersihkan Kelas  NYAPU NGEPEL RUANG Kelas , NYAPU NGEPEL MUSHOLAH Dan NATA AL QUR’AN , NYAPU RUANG Komputer , NGEPEL RUANG Komputer Serta  Membersihkan DAN Menata RUANG PIALA  Serta Membersihkan RUANG UKS  NYAPU , NGEPEL DAN NGOSEK KAMAR MANDI  RUANG UKS.  Tidak hanya  Membersihkan itu semua  Kamar mandi  Juga di bersihkan oleh siswa /Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Bahkan  Mereka  membersihkan sambil Mandi . NGOSEK KAMAR MANDI , NGEPEL TERAS KAMAR MANDI Sambil Mandi Bercanda   Membersihkan  Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya tercinta

Dalam kesempatan ini Fenty Ayu Resmanawati ,S.Pd Selaku Guru IPA Menyampaikan Menciptakan Generasi Emas Unggul Berkarakter bukanlah tugas yang terpisah-pisah. Ia adalah kesatuan antara kesehatan raga, kebersihan lingkungan, dan kekuatan jiwa. Dengan menanamkan Berkah Sehat Bersih sejak dini, kita sedang memberikan karunia terbaik bagi siswa kita: kesempatan untuk tumbuh optimal, berpikir jernih, berkarakter mulia, dan siap menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan.

Dalam kesempatan ini Penulis ( BANU ATMOKO ) Yang juga Mahasiswa S2 RPL UNESA  Jurusan Manajemen Pendidikan Kelas E Sekaligus Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Dan Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Menyampaikan Indonesia bercita-cita besar melahirkan Generasi Emas 2045, sebuah generasi yang akan memimpin bangsa di usia kemerdekaan satu abad. Generasi ini bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga unggul berkarakter dan memiliki pondasi fisik dan mental yang kuat. Untuk mencapainya, ada satu "berkah" mendasar yang harus kita tanamkan pada setiap siswa: Berkah Sehat Bersih.

Di Akhir Penutup Penulis yang Juga Mahasiswa S2 RPL UNESA MANAJEMEN Kelas E Dan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Siswa Dan Guru Di SMP PGRI 6 Surabaya Mari bersinergi: sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sehat siswanya, kuat bangsanya, menuju Indonesia Emas 2045

 

PENULIS :

BANU ATMOKO  / Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Dan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya/


















































Rabu, 05 November 2025

Mengelola Inovasi, Menggali Kebahagiaan: Refleksi Penciptaan Buku "Pendidikan yang Membahagiakan Bersama MAHASISWA S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKAN KELAS E

 Mengelola Inovasi, Menggali Kebahagiaan: Refleksi Penciptaan Buku "Pendidikan yang Membahagiakan Bersama MAHASISWA S2 RPL

 MANAJEMEN PENDIDIKAN KELAS E

 

Gelar Magister Manajemen Pendidikan dari UNESA seharusnya tidak hanya menghasilkan perencana atau administrator sekolah yang ulung, melainkan juga agen perubahan yang mampu mengelola mutu secara holistik. Dalam konteks pendidikan Indonesia, mutu seringkali diukur dari tingginya skor akademik, meninggalkan variabel penting: kebahagiaan dan kesejahteraan siswa (student well-being). Keresahan inilah yang mendorong saya untuk menulis buku "Pendidikan yang Membahagiakan: Transformasi Manajemen Sekolah Menuju Ekosistem Belajar yang Merdeka dan Bermakna." Buku ini bukan sekadar kumpulan tips mengajar, tetapi sebuah analisis mendalam tentang bagaimana keputusan manajerial di tingkat sekolah, mulai dari perencanaan kurikulum, supervisi kepala sekolah, hingga manajemen konflik, dapat secara langsung memengaruhi tingkat stres atau kebahagiaan warga sekolah

Proses penulisan buku ini sangat dipengaruhi oleh perkuliahan di UNESA, khususnya mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan dan Manajemen Mutu Pendidikan. Analisis saya berfokus pada dua pilar utama:

1. Manajemen Organisasi Sekolah

Sekolah yang membahagiakan memerlukan struktur manajemen yang fleksibel dan berorientasi kolaborasi. Saya membedah bagaimana kepala sekolah harus beralih dari gaya manajemen kontrol (yang fokus pada compliance dan kepatuhan) menuju gaya manajemen coaching (yang fokus pada pengembangan potensi dan otonomi guru). Dalam konteks ini, supervisi kepala sekolah harus diubah dari inspeksi menjadi dialog profesional yang menguatkan.

2. Manajemen Kurikulum dan Evaluasi

Kebahagiaan siswa sering terenggut di fase evaluasi. Buku ini menyoroti perlunya transformasi manajemen evaluasi, yaitu:

a) Perencanaan: Kurikulum harus dikelola agar mampu mengakomodasi diferensiasi berdasarkan minat dan bakat siswa, alih-alih mengejar target materi yang seragam.

b) Evaluasi: Evaluasi harus dikelola sebagai alat penguatan (assessment as learning), bukan sebagai vonis (assessment of learning). Ini melibatkan manajemen penyusunan soal yang bergeser dari tes pengetahuan LOTs menjadi asesmen otentik dan HOTs yang mengukur pemahaman mendalam dan kreativitas.

 

Relevansi dengan Konteks Merdeka Belajar

Konsep Pendidikan yang Membahagiakan secara inheren selaras dengan semangat Merdeka Belajar. Buku ini menawarkan panduan praktis bagi manajer sekolah untuk mewujudkan kemerdekaan tersebut di lingkungan mereka:

a. Manajemen Otonomi Guru: Memberikan ruang gerak kepada guru untuk berinovasi dalam metode tanpa terbebani tuntutan administrasi yang berlebihan.

b. Manajemen Budaya Positif: Menciptakan iklim sekolah yang didominasi oleh rasa aman, hormat, dan rasa memiliki (sense of belonging), sehingga siswa merasa nyaman berekspresi dan guru merasa dihargai.

c. Filosofi Jawa dalam Kepemimpinan: Mengangkat kembali filosofi pendidikan lokal, sejalan dengan UNESA sebagai kampus pendidikan, bahwa kepemimpinan yang berhasil adalah yang mampu menuntun dan menciptakan ecosystem yang subur bagi pertumbuhan alami siswa, sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara.

 

BANU ATMOKO Mahasiswa S2  Manajemen Pendidikan UNESA  Fakultas ILMU PENDIDIKAN RPL , Dimana Mahasiswa UNESA Kelahiran APRIL 1984 Ini datang ke kampus Menyerahkan  Karya Tulisan dari  Penulis yang Juga Sebagai Kepala Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus sebagai ketua MKKS SMP Swasta Surabaya UtaraPada Hari Selasa 4/11/2025 Pada Pukul 11.00 Mendatangi kampus UNVERSITAS NEGERI Surabaya Dimana Mahasiswa UNESA Kelahiran APRIL 1984 menyerahkan karya penulis berupa Buku dengan Judul Pendidikan Yang Membahagiakan .

Adapun Buku tersebut oleh BANU ATMOKO  Di serahkan kepada :Prof. Dr. Suryanti, M.Pd Dr. Mohammad Syahidul Haq, S.Pd., M.Pd Dan Dr. Kaniati Amalia, M.Pd di ruang kerja masing - masing  dosen

Harapan Penulis yang juga Mahasiswa S2 RPL UNESA Kelas E  Melalui buku ini, harapan terbesar saya sebagai seorang mahasiswa Manajemen Pendidikan adalah untuk menyumbangkan pemikiran praktis bahwa mutu dan kebahagiaan bukanlah variabel yang saling meniadakan, melainkan dua sisi dari mata uang yang sama. Manajemen sekolah yang cerdas adalah yang mampu mengelola sistem sedemikian rupa sehingga proses pendidikan itu sendiri menjadi sumber kebahagiaan—baik bagi guru yang mengajar, maupun bagi siswa yang belajar.

Penulis :

BANU ATMOKO ( Mahasiswa S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA RPL KELAS E )