Rabu, 06 Januari 2021

 

“ SINAU PENDIDIKAN KORUPSI BARENG PAK KAJARI SURABAYA 

Hari Ke  358

Korupsi merupakan ancaman yang serius bagi setiap negara. Tragisnya lagi, korupsi di Tanah Air telah masuk ke setiap relung kehidupan. Lembaga eksekutif, legislatif, bahkan yudikatif yang seharusnya menjadi pihak yang menangani masalah korupsi, tidak jarang menjadi sarang koruptorbahwa pelaku pendidikan di sekolah tidak mungkin korupsi karena memang tidak aembaga pendidikan merupakan basis pendidikan karakter generasi muda Indonesia untuk jangka panjang. Pada tatanan ini, sangat penting menanamkan pendidikan anti korupsi secara berkesinambungan.Secara mental, seperti yang disebutkan Koentjaraningrat selaku pakar antropologi Indonesia bahwa orang Indonesia memiliki karakter khusus yang menjadi cikal bakal tindakan korupsi.Di antara sikap tersebut adalah menganggap rendah kualitas, menyukai budaya instan, tidak percaya diri, tidak disiplin dan sering mengabaikan tanggung jawab.Sikap-sikap negatif semacam ini perlu dijauhkan dari mental orang Indonesia sejak dari masa pendidikan di sekolah dan kampus sebagai tempat pendidikan karakter yang baik.da yang dikorupsi. Pernyataan, "Memangnya mau korupsi kapur, paling hanya korupsi waktu",Pendidikan karakter anti korupsi di lembaga pendidikan dilakukan dengan dua tahapan awal yakni dengan menentukan ruang dan target pembelajaran yang hendak dicapai, lalu selanjutnya dibuat kurikulum yang sesuai untuk mencapai target-target tersebut. Dukung generasi muda Indonesia untuk jauh dari tradisi kolonial yang sudah membudaya tersebut. Lembaga pendidikan perlu serius mengawal hal ini, menjadi contoh dan menjadi lokomotif perubahan yang cepat bagi pemutusan mata rantai tradisi buruk korupsi.Pintek memberikan dukungan yang nyata untuk pelaksanaan pendidikan anti korupsi di semua jenjang pendidikan.

Dalam mengajarkan Pendidikan Anti Korupsi sejak dini Di bangku sekolah  Pada hari Rabu 6/1/2021 Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya  Memberikan Motivasi kepada seluruh siswa / siswi , Guru SD,SMP Negeri Swasta Kota Surabaya. Adapun kegiatan tersebut dilakukan di SMP NEGERI 1 Surabaya, Dalam kesempatan ini Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya memberikan materi tentang BAHAYA KORUPSI DALAM DUNIA PENDIDIKAN,  Dalam Kegiatan Tersebut juga dilakukan VIA ZOOM Meeting ID = 87600476024 pasword spensabaya dan juga dapat diakses via You tobe melalui LINK  https://www.




youtube.com/watch?v=T2WWiO5eGuA  Dalam kesempatan tersebut Bapak KAJARI Surabaya mengajak seluruh pelajar Surabaya untuk sama sama memerangi Korupsi dengan mengajarkan Pendidikan ANTI KORUPSI Sejak dini, Dalam Kesempatan ini Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya berfoto bersama dengan Pengurus MKKS SMP Swasta Dan Negeri Se Kota Surabaya. Penulia  yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Berharap agar Pelajar di Surabaya Khususnya di SMP PGRI 6 Surabaya bisa untuk tidak melakukan Korupsi , Dimana Korupsi tidak hanya Uang Tetapi juga Tidak datang terlambat merupakan cermin untuk tidak melakukan Korupsi.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 




Selasa, 05 Januari 2021

Biarkan Sekolah Swasta Mati Secara Alami Tanpa Harus Mati Dengan Kebijakan “

 “ Biarkan Sekolah Swasta Mati Secara Alami

Tanpa Harus Mati Dengan Kebijakan “
Hari Ke- 357
Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan.Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya. Kebijakan juga dapat diartikan sebagai mekanisme politis, manajemen, finansial, atau administratif untuk mencapai suatu tujuan eksplisit. Sepi peminat pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 diduga menjadi penyebab. Teriakan, canda, tawa pun tak lagi terdengar pada jam anak sekolah berada di kelas. Kantin, ruang kelas, musala hingga taman sekolah sepi ibarat kebun.
Dampak Kebijakan PPDB di Kota Surabaya membuat SMP Swasta di Tahun Pelajaran 2020/ 2021 Harus Tutup karena kekurangan siswa , dimana Pada Hari Selasa 5/1/2020 Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir mendampingi Bapak Drs. AJI SUHARKO , M.Pd Selaku Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Surabaya Kecamatan Semampir Dan PABEAN CANTIKAN Serta Bapak JATIM STAFF Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya . Pak AJI Dan PAK Jatim kumpul pukul 08.00 di SMP PGRI 6 Surabaya , Kedatangan beliau adalah untuk minta dampingi ke tempat Bapak ABDUL AZIS PANIGORO ,S.Psi Alumni Kepala SMP GATRA Surabaya Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd mengantarkan PAK AJI Dan PAK JATIM Ke WARUNG ANGGON Kopi Milik Bapak ABDUL AZIS PANIGORO,S.Psi , Kedatangan beliau berdua ke Bapak ABDUL AZIS PANIGORO ,S.Psi adalah menyerahkan Berkas yang harus di tanda tangani PAK AZIS PANIGORO ,S.Psi untuk penutupan SMP GATRA , Alhamdulilah Pak ABDUL AZIS PANIGORO,S.Psi memberikan suguhan MILO Untuk Pak AJI , WHITE Coffe Untuk Pak JATIM Dan Penulis , Sambil ngobrol dan menikmati minuman panas tersebut.
Selesai dari WARUNG PAK ABDUL AZIS PANIGORO ,S.Psi PAK AJI Dan Pak JATIM Menuju Ke Lokasi Yang dulu di pakai SMP GATRA Yaitu di Endrosono Gang VII Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Disana PAK AJI Dan PAK JATIM Mendokumentasikan Gedung Sekolah yang telah di pakai SMP GATRA Surabaya , Serta memfoto Plang SMP GATRA Surabaya tersebut.
Dalam kesempatan ini penulis yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara berharap agar Pemerintah tidak melakukan Penutupan bagi Sekolah Swasta kembali , dengan adanya regulasi kebijakan yang selalu membuat sekolah Swasta menjadi korban BANU ATMOKO ,S.Pd berharap agar Pemerintah dapat menjalankan kebijakan dengan sebaik baiknya dan seadil adilnya biarkan sekolah swasta mati secara alami , tetapi tidak di matikan dengan kebijakan , Karena Sekolah Swasta sadar sebagai Mitra dari Pemerintah yang akan selalu memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat , apalagi masyarakat menengah kebawah. Makanya Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd berharap jangan ada GATRA GATRA Yang lain biarkan Sekolah Swasta tumbuh berkembang Untuk mencerdaskan Generasi Emas UNGGUL , Karena dampak nya bila sekolah tersebut di tutup adalah nasib guru , nasib siswa dan kenangan dari siswa / siswi yang sekolahnya ditutup tersebut.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya

Senin, 04 Januari 2021

“ SELAMAT TINGGAL PEMBELAJARAN TATAP MUKA KESEHATAN DAN KESELAMATAN ADALAH MODAL UTAMA









































“ SELAMAT TINGGAL PEMBELAJARAN TATAP MUKA

KESEHATAN DAN KESELAMATAN ADALAH MODAL UTAMA

Hari Ke -356

Pemerintah pusat memutuskan bahwa Pemda dapat membuka sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19 di semester genap per Januari 2021. Bidang kesehatan akan meningkatkan perannya dalam mencegah penularan COVID-19.Sekolah tatap muka pada 2021 mendatang diputuskan melalui Surat Keputusan Bersam (SKB) 4 menteri terbaru, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.Kepala daerah bisa melakukan pembukaan sekolah tatap muka secara serentak atau bertahap. Keputusan ini merupakan langkah yang disepakati bersama antara Satgas COVID-19, Kemendikbud, Kemenko PMK, Kemenag, Kemendagri, dan pemerintah daerah.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan bahwa keputusan ini memperbolehkan Pemda membuka sekolah tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Artinya pembelajaran tatap muka diperbolehkan bukan diwajibkan. Ada 6 poin yang harus dipenuhi setiap sekolah apabila ingin menerapkan pengajaran tatap muka, antara lain : Sanitasi, Fasilitas kesehatan , Kesiapan menerapkan wajib makser , Thermo gun Pemetaan satuan pendidikan untuk tahu siapa yang punya komorbid Persetujuan komite sekolah dan orang tua wali“Sekolah juga tidak perlu full diisi siswa. Kapasitas maksimal 50 persen,” kata Nadiem pada Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19 secara virtuaKeputusan pembukaan sekolah akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil), dan orang tua melalui komite sekolah.Orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Dalam rangka Persiapan Masuk Sekolah di Semester Baru 2021 dan Penerapan Protokol Kesehatan dan Pembentukan Posko dari Tingkat Provinsi s.d Tingkat Desa/Kelurahan pada hari Minggu 3/1/2021Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tingkat Nasional Mengadakan VICON . Adapun kegiatan tersebut di mulai pada Pukul 19.00 Sampai Pukul 22.00 , Dapat di akses melalui Join Zoom Meeting: https://us02web.zoom.us/j/7771170117  Meeting ID: 777 117 0117 Password: 117117Mengingat keterbatasan kapasitas, rapat juga dapat diikuti melalui Channel YouTube Pusdalops BNPB pada link: https://youtu.be/kyyEF0X4CBY .

Dalam  Ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bisa bergabung di acara tersebut , Dari sana Penulis merasakan betapa Sedih dan Susahnya Tenaga Kesehatan yang ada Di Indonesia mereka berjuang untuk Penanganan COVID-19 Ini, Serta sangat luar biasa SATGAS Gugus COVID Di masing – masing Daerah berjuang Melawan COVID Tersebut, Dari Paparan Masing masing daerah tersebut  bahwa PEMERINTAH DAERAH Belum Siap IZINKAN Untuk Pembelajaran TATAP MUKA Untuk Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 . Dalam kesempatan ini Penulis menyampaikan terimakasih Kepada SATGAS Gugus COVID Baik Pusat maupun Daerah yang sudah memberikan Pernyataan Untuk Menunda TATAP Muka . Dalam hal ini Menurut Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd bahwa Kesehatan dan Keselamatan adalah lebih utama dari yang  lainnya . Dalam Kesempatan ini Bapak H. BANU ATMOKO,S.Pd meminta kepada masyarakat  untuk semakin mentaati Protokol kesehatan  yaitu Memakai Masker , Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak , Serta Setiap Ibadah Sholat ataupun Yang lainnya selipkan doa Agar Keluarga kita di berikan kesehatan terhindar dari COVID- 19 Serta Semoga COVID Segera berakhir dari muka bumi ini , sehingga anak anak bisa kembali mengenyam pendidikan untuk menjadi Generasi Emas Unggul.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat