Selasa, 21 April 2026

Di Balik Kebaya dan Layar: Menemukan Kembali Senyum Kartini di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Tahun 2026














































Di Balik Kebaya dan Layar: Menemukan Kembali Senyum Kartini

di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Tahun 2026

 

Peringatan Hari Kartini di sekolah tahun ini bukan hanya tentang siapa yang mengenakan sanggul paling rapi atau siapa yang tampil paling menawan di atas panggung. Hari ini adalah tentang pengabdian yang sunyi. Kita melihat sosok Kartini pada Ibu Guru yang tetap sabar menjelaskan materi di depan kelas meski lelah melanda. Kita melihat Kartini pada siswi-siswi yang berani bermimpi menjadi ilmuwan, pemimpin, dan penggerak perubahan tanpa rasa takut akan batasan gender. Kita melihat Kartini pada setiap hati yang menolak untuk menyerah pada keadaan.

Di tahun 2026 ini, tantangan perempuan muda sudah jauh berbeda. Kegelapan yang dihadapi Kartini dulu adalah keterbatasan akses pendidikan. Kegelapan yang kita hadapi sekarang mungkin adalah standar kecantikan yang semu di media sosial, perundungan siber, atau rasa tidak percaya diri di tengah kompetisi dunia yang kian cepat. Maka, merayakan Kartini hari ini berarti menyalakan pelita keberanian. Keberanian untuk menjadi diri sendiri yang autentik. Keberanian untuk menggunakan teknologi sebagai alat pemberdayaan, bukan alat untuk saling menjatuhkan.

Selasa pagi ini, 21 April 2026, suasana sekolah  Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  tampak berbeda. Koridor yang biasanya riuh dengan suara langkah sepatu kets, kini dipenuhi gemerisik kain batik dan anggunnya kebaya. Namun, di balik warna-warni kain yang kita kenakan, ada sebuah pertanyaan yang mengetuk pintu hati kita masing-masing: Masihkah api yang dinyalakan Ibu Kartini seratus tahun lalu menyala di dalam dada kita hari ini? Dalam memperingati Hari Kartini di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya di isi dengan berbagai agenda kegiatan , dimana Pukul 06.30 Di mulai dengan Upacara Bendera yang di pimpin Oleh Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd Selaku Guru Bahasa INGGRIS Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  . Dalam amanat nya Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd memberikan sambutan Pesan kepada siswa :

“  Untukmu, siswi-siswi yang kelak akan memegang kendali masa depan: Ingatlah bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada sapuan riasan wajah hari ini. Kecantikan sejatimu ada pada ketajaman pikiranmu, kelembutan tutur katamu, dan keteguhan prinsipmu. Ibu Kartini pernah menulis dalam kesunyian pingitannya, "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri." Jangan biarkan siapa pun mengatakan bahwa mimpimu terlalu besar atau suaramu terlalu kecil.

Setelah Upacara Bendera Seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya mengikuti Rangkaian Lomba yaitu FASHION SHOW  Dan Lomba Puisi  Dalam kesempatan ini yang menjadi Juara Lomba FASHION Show Adalah

Di Akhir Acara Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  Menyampaikan Saat bel pulang berbunyi dan kita melepas kebaya atau pakaian adat kita sore nanti, jangan biarkan semangat Kartini ikut tertinggal di gantungan baju. Bawalah semangat itu pulang. Jadilah "terang" di rumahmu, di lingkunganmu, dan di media sosialmu.

Selamat Hari Kartini 2026 untuk seluruh siswi hebat dan guru-guru perempuan inspiratif di sekolah ini. Teruslah berkarya, teruslah bermimpi. Karena dari tangan-tangan cerdas dan hati yang tuluslah, cahaya masa depan bangsa ini akan terus bersinar.

Habis Gelap, Terbitlah Terang.

Penulis

 

   H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

 

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                        

 

 NO HP 083857963

 

Minggu, 19 April 2026

Usir Penat dengan Aroma Durian Dan Kom Kom Di AIR Panas: Cara Unik Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Jalin Solidaritas




























 


Usir Penat dengan Aroma Durian Dan Kom Kom Di AIR Panas: Cara Unik Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Jalin Solidaritas

 

Di tengah padatnya agenda pendidikan dan target kurikulum yang menguras energi, para Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta se-Surabaya Utara punya cara tersendiri untuk melakukan recharge energi. Bukan di ruang rapat yang kaku, melainkan di tengah uap air hangat Pemandian Air Panas De Kom-Kom Padusan, Pacet. Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini bukan sekadar wisata biasa. Ini adalah upaya kolektif untuk mengatasi kejenuhan (burnout) sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-pimpinan lembaga pendidikan di wilayah utara Kota Pahlawan.

Pacet selalu punya magnet tersendiri, terutama De Kom-Kom yang menawarkan suasana lebih privat dan tenang. Sambil berendam di air belerang yang hangat, para kepala sekolah tampak melepaskan penat setelah bergelut dengan rutinitas administrasi sekolah yang tiada habisnya.

"Sebagai kepala sekolah, tekanan mental itu pasti ada. Berendam di sini membantu merelaksasi otot-otot yang tegang. Tapi yang lebih penting, di sini kita bicara dari hati ke hati sebagai sesama pejuang pendidikan," ujar salah satu peserta di sela-sela rendaman air hangat.

Ada pemandangan unik yang mencuri perhatian dalam agenda kali ini. Jika biasanya rapat kerja identik dengan suguhan kopi dan kudapan ringan, kali ini meja-meja di pinggir kolam dipenuhi dengan buah durian lokal yang aromanya menyeruak tajam. Makan durian bersama menjadi simbol kebersamaan yang cair. Tidak ada sekat jabatan atau formalitas; yang ada hanyalah tawa dan diskusi santai saat tangan-tangan mereka mulai membelah kulit durian yang berduri.

Mengapa Durian? Buah ini dianggap sebagai simbol keberanian dan kerja keras—keras di luar, namun manis di dalam. Sama halnya dengan memimpin sekolah swasta yang penuh tantangan, namun membuahkan hasil manis bagi masa depan generasi bangsa. Efek Psikologis: Suasana informal seperti ini terbukti lebih efektif untuk bertukar pikiran mengenai solusi masalah sekolah daripada pertemuan formal di kantor.

Setelah Bergelut mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik ( TKA ) Bagi Siswa / Siswi Kelas 9 Yang menyita waktu Tenaga Dan Pikiran , Akhirnya Sebanyak 36 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Pada Hari Sabtu 18/4/2026 Berkumpul di SMP KATOLIK ANGGELUS CUSTOS 1 Surabaya JL Niaga Dalam No 5 Surabaya

Pada Pukul 13.30 Sebanyak 7 Mobil Berangkat dari SMP KATOLIK ANGGELUS CUSTOS 1 Surabaya  Menuju Ke VILLA NABILA Pacet, Pukul 16.00 Sebanyak 7 Mobil sudah sampai di Villa Nabila Pacet Setelah sampai  Sebanyak 36 Kepala Sekolah SMP Swasta Surabaya Utara Menikmati Makan Siang NASI Kotak secara bersama sama Di VILLA Nabila  , Setelah makan Siang  Bapak / Ibu Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Menikmati BUAH DURIAN MONTONG Yang Besar Besar Di makan Bersama sama sambil Duduk di depan Kolam renang Villa Nabila

Pukul 18.30 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Berkumpul Di COTTAGE  Nomor 8 Untuk Rapat Kerja Membahas Evaluasi TKA , SPMB Dan lain - Lain Setelah itu Jam 19.00 Menikmati Makan Malam  Di Restoran VILLA NABILA

Sebanyak 26 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Pukul 20.00 Dengan 4 Mobil Menju De Kom Kom Pemandian Air Panas Untuk Berendam  , Pukul 22.30 Selepas berenang Bapak / Ibu Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Mampir Warung Untuk Menikmati SUSU JAHE Agar Segar Dan Sehat Kembali

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 - 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan ALUMNI Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA  Menyampaikan  bahwa agenda seperti ini penting untuk menjaga kesehatan mental para pimpinan sekolah. Dengan kondisi psikologis yang prima, mereka diharapkan bisa kembali ke Surabaya dengan semangat baru untuk memimpin guru dan siswa.

"Surabaya Utara punya tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Dengan kebersamaan yang kuat, kita tidak merasa berjuang sendirian. Kita adalah satu keluarga besar," pungkasnya.

Acara ditutup dengan foto bersama di tengah kabut tipis Pacet, membawa pulang oleh-oleh berupa pikiran yang jernih dan semangat yang kembali membara untuk memajukan pendidikan di Surabaya.

Penulis

   H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                       

 

 NO HP 083857963