Kamis, 30 Juli 2026

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Sejak Dini, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis di SMP PGRI 6 Surabaya









 


Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Sejak Dini, Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Sebagai upaya mendorong kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi sejak remaja, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya menggelar kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi gratis di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya.

Kegiatan interaktif ini disambut antusias oleh puluhan siswa-siswi yang ingin tahu lebih banyak tentang cara merawat gigi dengan benar serta mengetahui kondisi kesehatan gigi mereka secara langsung.

Edukasi Menyenangkan dan Pemeriksaan Langsung

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik pada gigi siswa, tetapi juga memberikan penyuluhan kesehatan. Materi yang disampaikan meliputi:

1) Mengenal Masalah Gigi Remaja: Penjelasan mengenai bahaya plak, gigi berlubang (karies), hingga gusi berdarah.

2) Pola Makan Sehat untuk Gigi: Ajakan mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket serta membiasakan minum air putih.

 

Setelah sesi edukasi, mahasiswa mendampingi para siswa satu per satu untuk menjalani pemeriksaan awal (screening) kesehatan gigi. Setiap siswa mendapatkan catatan kondisi gigi masing-masing sebagai bahan evaluasi untuk perawatan lanjutan bersama orang tua.

Sebagai upaya mendorong kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi sejak remaja   Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Rabu 28/7/2026 kedatangan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya menggelar pemeriksaan kesehatan gigi gratis di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya. Kegiatan pemeriksaan tersebut di lakukan di Ruang UKS Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya  Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian mahasiswa Poltekkes Kemenkes. Kegiatan kolaboratif ini dinilai sangat bermanfaat, terutama dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi para siswa di usia remaja.

Di Akhir Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Dan Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan bahwa Senyum yang sehat dan bebas dari masalah gigi merupakan salah satu modal utama bagi siswa untuk tampil percaya diri dalam menuntut ilmu dan menggapai cita-cita. Melalui aksi nyata ini, diharapkan para siswa Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya makin disiplin merawat gigi serta rutin memeriksakan diri ke dokter gigi minimal enam bulan sekali.

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                   

      NO HP 083857963098

 

Rabu, 29 Juli 2026

Ajak dan Ajarkan Sejak Dini: Menghidupkan Basa Krama Di SMP PGRI 6 Surabaya











Ajak dan Ajarkan Sejak Dini: Menghidupkan Basa Krama

Di  SMP PGRI 6 Surabaya

 

 

Di tengah derasnya arus modernisasi dan gempuran budaya luar, tantangan besar kini dihadapi oleh pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal. Salah satu warisan luhur yang perlahan mulai asing di telinga generasi muda adalah penggunaan basa Krama dalam bahasa Jawa. Menjawab tantangan tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya hadir sebagai sekolah inspirasi yang berkomitmen untuk mengajak dan mengajarkan basa Krama sejak dini kepada para siswanya.

Mengapa Basa Krama Penting Ditanamkan Sejak Dini?

Basa Krama bukan sekadar alat komunikasi atau materi hafalan dalam mata pelajaran Bahasa Jawa. Lebih dari itu, basa Krama adalah fondasi tata krama, unggah-ungguh, dan rasa hormat. Dalam struktur bahasa Jawa, tingkat tutur Krama mengajarkan seseorang untuk merendahkan hati saat berbicara dan meninggikan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau yang dihormati.

Ketika anak-anak dibiasakan berbahasa Krama sejak usia sekolah menengah:

1) Membentuk Karakter Kesantunan: Bahasa membentuk cara berpikir dan berperilaku. Anak yang terbiasa berbahasa halus cenderung lebih santun dalam bertindak.

2) Melestarikan Identitas Budaya: Kota Surabaya boleh berkembang menjadi metropolitan modern, namun identitas dan kearifan lokal Jawa tidak boleh luntur.

3) Melatih Empati dan Etika Sosial: Mengetahui kapan dan kepada siapa basa Krama digunakan melatih anak untuk peka terhadap lingkungan sosialnya.

Pendekatan Inspiratif di SMP PGRI 6 Surabaya

Di SMP PGRI 6 Surabaya, pembelajaran bahasa Jawa tidak lagi menjadi mata pelajaran yang menakutkan atau terkesan "kuno". Melalui pendekatan yang interaktif dan penuh keteladanan, guru-guru Bahasa Jawa menerapkan berbagai metode efektif:

1. Pembiasaan Praktis (Habituasi): Pembelajaran tidak berhenti di dalam kelas. Para siswa diajak untuk menerapkan basa Krama saat menyapa guru di gerbang sekolah, berinteraksi di ruang guru, maupun saat berdiskusi di kelas.

2. Metode Simulasi dan Role Playing: Siswa diajak mempraktikkan skenario kehidupan sehari-hari, seperti bertamu, memohon izin, atau berbicara dengan orang tua menggunakan basa Krama Inggil.

3. Pemanfaatan Media Kreatif: Menggabungkan pembelajaran bahasa dengan media digital, komik cerita rakyat, hingga seni pertunjukan sederhana agar siswa merasa senang dan antusias.

4. Keteladanan dari Pendidik: Guru dan staf sekolah menjadi contoh nyata dalam bertutur kata yang halus dan santun, menciptakan ekosistem sekolah yang ramah dan berbudaya

 

Di tengah derasnya arus modernisasi dan gempuran budaya luar, tantangan besar kini dihadapi oleh pendidikan karakter dan pelestarian budaya lokal. Salah satu warisan luhur yang perlahan mulai asing di telinga generasi muda adalah penggunaan basa Krama dalam bahasa Jawa. Menjawab tantangan tersebut  Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada  Hari Selasa 28/7/2026  Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Kelas 7 Diajarkan BASA Krama dengan Lagu  yang diajarkan Guru BAHASA Jawa Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Melalui mata pelajaran Bahasa Jawa, SMP PGRI 6 Surabaya membuktikan bahwa menjadi siswa yang modern dan berprestasi tidak harus mencabut seseorang dari akar budayanya. Mengajak dan mengajarkan basa Krama sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kelembutan budi pekerti.Mari bersama-sama kita dukung gerakan mencintai dan menggunakan basa Krama. Dari SMP PGRI 6 Surabaya, kita rawat budaya, kita bentuk karakter bangsa!

Penulis

       H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                   

      NO HP 083857963098