Kamis, 24 September 2020

“Peran Masyarakat Sangat Diperlukan Demi Kemajuan Pendidikan Khususnya Di Masa PANDEMI COVID – 19 “

 



































“Peran Masyarakat Sangat Diperlukan Demi Kemajuan Pendidikan

Khususnya Di Masa PANDEMI COVID – 19  

                                                                                    Hari Ke - 254

Pendidikan di Indonesia akan lebih maju jika menyelaraskan tiga pilar pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan media massa. keluarga menjadi pilar yang pertama, karena orangtua yang mengetahui perubahan transformasi nilai yang harus dimiliki oleh anak. “Peranan orangtua itu sangat penting dalam proses transformasi nilai yang harus dimiliki oleh anak-anak itu, makanya peranan orangtua itu sebagai orang yang di luar anak tersebut dan juga adanya sosialisasi yang dibentuk atau dipengaruhi oleh keluarga, Pilar kedua adalah sekolah ada guru, teman-teman bermain, kepala sekolah. Peranan penting itu adalah guru. “Guru itu harus bisa punya kemampuan men-attach terhadap anak didik, bisa mengajarkan tentang nilai, mengajarkan tentang pengetahuan, sikap, dan juga perilaku. Dan yang penting juga pembentukan karakter dari anak untuk ke depannya,” Pilar terakhir adalah media massa, menjadi pilar pendidik terbesar selain 2 pilar yang sebelumnya. Karena media massa punya peranan yang sangat besar untuk pembentukan opini publik. Maka dari itu, media harus bisa membantu merekonstruksi ulang apa yang harus di bangun, yaitu paling utama adalah dalam pendidikan. “Media menjadi pilar yang sangat penting. Karena media massa bisa membawa dunia pendidikan ke arah yang lebih maju lagi,”

Pada masa Pandemi COVID – 19 Pendidikan tida pilar sangat diperlukan dalam  memajukan Pendidikan di Kota Surabaya Khususnya Sekolah SMP Swasta , Yang selalu dianggap sebelah mata oleh Pemerintah , Tetapi MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Pada masa Pandemi COVID – 19 Ini  mencoba memberdayakan Pendidikan dengan 3 Pilar , Dimana Penulis Yang Juga Sebagai ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Mulai Hari Jum’at 18/9/2020 Sampai Hari Kamis 24/9/2020 Membagikan Kartu INDOSAT  Kepada Sekitar 10.000 Siswa / Siswi Dan Guru SMP Swasta Se Surabaya Bantuan CSR Dari INDOSAT Tersebut, Dalam kesempatan tersebut Pihak INDOSAT Memberikan sendiri  Bantuan CSR Kartu Mereka kepada Siswa / siswi SMP Swasta Surabaya Utara , Dalam Kesempatan tersebut Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni JURUSAN PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984  Berharap agar  Anak Anak Dalam Masa PANDEMI Ini bisa Mengikuti Pembelajaran secara DARING Tanpa harus bingung Quota Paket Internet, Jadi walaupun Masa PANDEMI COVID – 19 Ini Penulis meminta kepada Rekan – Rekan Kepala Sekolah SMP Swasta Surabaya Utara Untuk tetap terus Memotivasi Siswa / Siswi Untuk terus Berprestasi walaupun pada Masa PANDEMI COVID – 19 Ini , Apalagi  Di Masa PANDEMI COVID -19 Ini Pendidikan tidak hanya tanggung jawab sekolah saja tetapi Semua Ikut Bertanggung Jawab Seperti yang dilakukan INDOSAT Membantu Meringankan Beban Orang Tua Tentang PAKET Internet Untuk Pembelajaran JARAK JAUH Tersebut

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

Rabu, 23 September 2020

“ Sayangilah Nyawa Kita Bukan Takut Karena Aturan “

 

“ Sayangilah Nyawa Kita Bukan Takut Karena Aturan “

Hari Ke - 253

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Mulai Senin (14/9/2020) besok, Peraturan Gubernur Jatim No 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 berlaku. Warga Jawa Timur yang tak memakai masker siap-siap kena hukuman mulai dari teguran lisan hingga denda Rp250.000. Dijelaskan pula dalam Pergub tersebut penerapan sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan bagi perorangan. Untuk sanksi administratif perorangan ini mulai teguran lisan, paksaan pemerintah dengan membubarkan kerumunan dan penyitaan KTP, kerja sosial, serta denda administratif sebesar Rp250.000," penerapan sanksi bagi pelanggar perorangan itu diterapkan mulai Senin besok. Selain sanksi bagi pelanggar perorangan, sanksi juga diberlakukan pada sektor pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum. Adapun kewajiban bagi pelaku usaha yakni ikut menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat yerkait pencegahan dan pengendalian Covid-19. Selain itu, menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, pengaturan jaga jarak. Mereka juga wajib melakukan pe Untuk sanksi administratifnya secara berjenjang, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, denda administratif, hingga pencabutan izin usaha. Adapun denda administratif bagi pelaku usaha diklasifikasikan sesuai besaran usaha. Bagi usaha mikro denda sebesar Rp500.000, usaha kecil Rp1 juta, usaha menengah Rp5 juta, dan usaha besar Rp25 juta. Bagi pelaku usaha yang kembali melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi denda administratif dua kali lipat dari denda pertama. "Pembayaran denda ini dilakukan melalui Bank Jatim karena uang denda akan masuk dalam Kas Daerah. Snyemprotan disinfektan secara berkala hingga melakukan upaya deteksi dini , Dalam hal ini sejak di perlakukan Aturan tersebut Penulis merasa Ada yang berubah saat ada di jalan , dimana Masyarakat sudah banyak yang memakai masker , Bukan Karena dia Ingin Sehat tidak terjangkit COVID , Tapi  mereka Takut jika Kena sanksi denda Administarsi yaitu 250.000 . Timbang 250.000 Dikasihkan Ke PEMERINTAH Mending Buat Makan Beli Beras.  Itu yang selalu Penulis dengan , Herannya MASKER Tersebut tidak di pakai tetapi di kantongi, Jika di jalan Besar kelihatan jauh Polisi , maka Berhenti dan di pakai. Dalam kesempatan yang baik ini Semoga Aturan PERGUB Tersebut dapat menyadarkan Pentingnya Menggunakan Masker  bagi Kesehatan diri Sendiri dan Orang Lain Serta Semoga PANDEMI COVID – 19 Ini Segera berakhir  , Serta dalam Kesempatan yang baik ini Penulis yang Juga Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Meminta kepada Masyarakat Untuk Tetap Selalu Menjaga pola HIDUP BERSIH DAN SEHAT , Biasakan CUCI TANGAN , Serta Menjaga IMUN Kita Jangan Sampai Turun , Agar tidak Terserang COVID – 19.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Selasa, 22 September 2020

"YA, TAU dan MAU Kesiapan Pengambilan Keputusan Menikah “

 












"YA, TAU dan MAU  Kesiapan Pengambilan Keputusan Menikah “

                                                                   Hari – Ke - 252

Setiap  individu  pasti  akan  melalui  tahapan-tahapan  perkembangan  yang dimulai  semenjak  lahir  sampai lanjut  usia  atau  menjelang  ajal  kematian.  Chaplin (2011) menjelaskan perkembangan ialahperubahan yang progesif dan berhubungan   satu   sama   lain   pada   mahkluk   hidup   dari lahir   sampai   mati, bertumbuh,  dan  perubahan  integrasi  dari  bagian-bagian  jasmaniah  ke  dalam bagian-bagian  fungsional,  serta  kedewasaan  atau  kemunculan  tingkah  laku  yang tidak dipelajari. Salah satu tahapan perkembangan yang akan dilalui oleh individu adalah fase masa remaja. Santrock  (2007) mengatakan  bahwa masa  remaja  dimulai  sekitar  usia  10 sampai13  tahun,sampai  dengandi  usia  18  hingga  22  tahun.  Sedangkan  WHO (2017)  mendefinisikan  remaja  sebagai  periode  pertumbuhan  dan  perkembangan manusia antaramasa  kanak-kanak dan dewasa. Pada  masa  tersebut individu mengalami  perubahan  dengan  kecepatan  yang  luar  biasa  dalam hal pertumbuhan dan  perkembangan.  Yusuf  (2012) menjelaskanbahwa  masa  remaja ialah puncak emosionalitas dimana perkembangan  emosi  yang  tinggi  dan pertumbuhan  fisik, terutama organ seksual dapat mempengaruhi berkembangnya emosi atau perasaan dan   dorongan   baru   yang   dialamiseseorang,   seperti   rasa   cinta, hasrat,   dan keinginan  untuk dekatlebih  intim  dengan  lawan  jenis.  Perkembangan  emosi remaja awal menunjukkan sifat yang sensitif dan mudah beraksi terhadap berbagai peristiwa atau situasi sosial, emosi bersifat negatif dan temperamental.Menurut  Sarwono  (2016), tugas  perkembangan  remaja  yaitu,  (1)  menerima dan menyeimbangkanpertumbuhan    badannya    dalam    kepribadiannya,    (2) menentukan  peran  dan  fungsi  seksualyang sesuaisyarat  dalam  kebudayaan,  (3) mencapai kedewasaan, mandiri, percaya diri, dan mampumenghadapi kehidupan,(4)  mencapai  posisi  yang diterima  oleh  masyarakat,  (5)  mengembangkan  hati nurani,  tanggung  jawab,  moral,  dan  nilai lainnyayangsesuai  dengan  lingkungan dan budaya setempat, (6) memecahkan masalah secaranyata denganpengalaman sendiri ataupun lingkungan.Proses  memecahkan  masalah  ini  identik  dengan  pengambilan  keputusan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Darmawan (2013) bahwa pengambilan  keputusan  identik  dengan  penyelesaian  masalah.  Bila  seseorang sering  terlibat  dalam  penanganan  masalah  dengan  kebhinekaan,  maka akan  ada perubahan  dalam  dirinya, terutama  mengenai cara  mengambil  suatu  kebijakan lebih berkualitas dibandingkan orang-orangyang selalu mencari aman Sebenarnya  pernikahan  merupakan  suatu  kewajiban  bagi  setiap  individu seperti  yang  sudah  ditetapkan  dalam  setiap  aturan  agama.  Dalam  setiap  ajaran agama  pernikahan  memiliki  makna  yang  suci  dan  sakral,  dimana  yang  pada dasarnya   bertujuan   untuk   membentuk  keluarga   yang   bahagia. Menurut UURepublik  Indonesia  Nomor  1  tahun  1974  pernikahan  yang  sah ialahapabila sepasang pria dan wanita telah melangsungkan suatu pernikahan, seperti yang adadalam  bab  I,  pasal  1  bahwa  “Pernikahan merupkanikatan  lahir  batin  antara seorang  pria  dengan  seorang  wanita  sebagai  suami  istri  dengan  tujuan untuk membentuk keluarga yang bahagiadan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.Namun dalam UU  No.  1  tahun  1974  pasal  7  dijelaskan  bahwa  pernikahan dapat   dilakukan   jika   seseorang   telah   berusia   21   tahun   dan   telah   memiliki kematangan  psikologis  (Dewi  &  Sudhana,  2013).Oleh  karena  itu  pengambilan keputusan  menikah  pada  remaja  termasuk  ke  dalam  hal  yang  keliru  karena  tidak sesuai  dengan  undang-undang  yang  berlaku. Meinarno  (2012)  mendefiniskan pengambilan  keputusan ialah hasil  proses  dari  beberapa  pertimbangan yang  ada untuk  menyelesaikan suatu  masalah.  Sedangkan  Mulyadi  (2015)  menjelaskan bahwa  pengambilan  keputusan  merupakan  pemilihan  satu  di  antara  beberapa alternatif  yang  dapat  digunakan  untuk  memecahkan  masalah  yang  dihadapinya.Yang melalui proses berpikir sebelumnya.Adapun  faktor  yang  dapat  mempengaruhi  pengambilan  keputusan  individu menurut Noorderhaven   (Peilouw   &   Nursalim,   2013) salah   satunyaialah kematangan  emosi.  Pada  umumnya  pernikahan  muda  yang  hanya  dilandasi  rasa cinta  tanpa  kesiapan  mental  dan  materi  akan  berdampak  buruk  dalam  rumah tangga. Pada saat usia remaja, banyak keputusan yang diambil berdasarkan emosi atau  mengatasnamakan  cinta  yang pada  akhirnya membuat  mereka  salah  dalam membuat  keputusan(Utami,  2015).  Sedangkan,  orang  yang  matang  secara  emosi akan   dapat mempertimbangkan   baik   buruknya   dari sebuah keputusan   yang diambil.Hal  ini  didukung  oleh  pendapat Chaplin  (2011)yang  menjeleskan  bahwa kematangan  emosi  merupakan suatu  keadaan  atau  kondisiindividumencapai tingkat   kedewasaan   dari   perkembangan   emosional,dimanapribadi   yang bersangkutan  tidak  lagi    menampilkan  pola  emosional sepertianak-anak..  Istilah kematangan  atau  kedewasaan  seringkali  membawa  implikasi  adanya  kontrol emosional. Sebagian  besarorang  dewasa juga  mengalamiemosi  yang  sama dengan  anak-anak,  namun  mereka  mampu mengontrol  emosinya  denganlebih baik, terutama padasituasi yang berhubungan dengan lingkungan kematangan  emosi yang baik maka dapat membantu remaja untuk mengambil keputusan yang tepat. Begitu juga dengan ungkapan Khairani dan Putri (2009) bahwa pernikahan muda dapatterjadi  karena individuberpikir  secara  emosional  untukmenikah.  Mereka berpikir telah saling mencintai dan siap untuk berumah tangga, tetapi sebenarnya hidup  berumah  tangga  membutuhkan  kematangan  emosi  dan  pemikiran dalam menghadapiataupun  mempertahankan hakekat  perkawinan  dan  peran  orangtua yang akan didapatkan. Dengan demikian remaja yang memiliki kematangan emosi akan  memberikan  reaksi  emosional  yang  stabil,  tidak  berubah-ubah  dari  satu emosi ke emosi lainnya atau dari suasana hati ke suasana hati lainnya.

Pada Hari Jum’at 18/9/2020 Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Mengikuti Webinar yang diadakan oleh AP2I Jatim  Tentang "YA, TAU dan MAU  Kesiapan Pengambilan Keputusan Menikah Tinjauan Psikologi Positif" Melalui ZOOM Meeting Dengan LINK Join Zoom Meetinghttps://us02web.zoom.us/j/4477752641?pwd=N2Y5aHhMdXFwa0xacEtqQ1hGN2hIUT09  Yang di sampaikan Oleh Ibu  MA Rosmi Pratiwi S.Psi Psikolog , Materi yang disampaikan sangat luar biasa , dalam hal ini memberikan Motivasi Kepada Penulis Untuk Menyegerakan Menikah , Bukan Hanya mengejar karier saja.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat    

Senin, 21 September 2020

“ Kematian Seseorang Tidak Ada Yang Tahu Kapan Akan Terjadi”

 

















“ Kematian Seseorang Tidak Ada Yang Tahu Kapan Akan Terjadi”

                                                                                      Hari Ke - 251

Manusia akan menempuh dua bentuk kehidupan, yakni kehidupan di dunia dan di akhirat. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang sangat singkat atau pendek karena memang arti dunia adalah singkat dan pendek. Ketika kita mendengar ada seorang tua yang berkata bahwa rasanya baru kemarin saja dia hidup, ternyata sekarang umurnya sudah memasuki 60 tahun. Jika kita lihat hal seperti itu, tampaknya dunia bukan saja singkat dan pendek, tetapi rasanya juga sangat singkat dan pendek dan itulah yang kita sebut dengan dunia. Kehidupan kedua yang akan dimasuki oleh manusia adalah kehidupan akhirat. Arti akhirat ialah panjang dan memang kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang sangat panjang. Dalam menjelaskan hal ini, kita menemukan adanya perbedaan dalam Alquran, yakni ada yang menyebut bahwa satu hari hidup di dunia sama dengan 10.000 tahun hidup di akhirat. Ada juga mengatakan bahwa satu hari hidup di dunia sama dengan 50.000 tahun hidup di akhirat. Apakah berarti Alquran tidak konsisten mengenai hal ini?Jawabannya adalah bukan Alquran tidak konsisten mengenai hal itu, tetapi perbedaan tersebut menegaskan bahwa kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang masanya sangat panjang, tetapi tidak bermakna abadi dan tanpa kesudahan.Berkaitan dengan dua bentuk kehidupan di atas, pertanyaan yang muncul adalah kenapa Allah menghidupkan manusia di dunia terlebih dahulu? Tampaknya Allah memberikan kepada manusia sebuah pilihan untuk menentukan posisinya di akhirat kelak. Manusia yang menginginkan surga, maka ia harus memilih jalan surga, sedangkan manusia yang memilih neraka maka dipersilakan untuk mengambil jalan neraka. Posisi manusia di akhirat kelak adalah pilihan manusia itu sendiri ketika hidup di dunia.Lalu, apa sebenarnya kematian? Mati adalah kesempurnaan. Jika manusia ingin sempurna, maka harus melewati pintu gerbang yang bernama kematian dan setiap manusia yang hidup pasti akan mati. Jadi mati ataupun wafat adalah jalan menuju kepada kesempurnaan. Entah bagaimana caranya atau seperti apa matinya. Setiap orang pasti akan merasakan kematian, walaupun arti “merasakan” itu tidak sama dengan yang dipersepsi oleh orang yang hidup. Kematian adalah salah satu bagian dari kehidupan yang pasti dijalani, sama seperti kelahiran. Bedanya adalah yang pertama menandai akhir dari suatu kehidupan, sedangkan yang terakhir menandai awal dari suatu kehidupan. Kelahiran dan kematian bisa diandaikan seperti ujung dari seutas tali yang bernama kehidupan, berbeda titik tetapi terentang sepanjang usia. Di tengahnya itulah kehidupan yang ada dan berada. Manusia tidak akan pernah mengerti hakikat kehidupan jika ia tidak mau mengingat arti dan hakikat kematian. Allah berfirman,“Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati” (QS Ali-Imran 185). Berdasarkan firman Allah ini telah jelas bahwa manusia pasti akan menghadapi kematian kapan pun, di mana pun dan dalam keadaan apa pun. Orang yang pintar adalah orang yang bisa mengingat mati dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengingat kematian manusia akan lebih bijak dan berhati-hati dalam meningkatkan keimanan dan ketawaan pada Allah SWT. Rasululah SAW bersabda,"Banyak-banyaklah mengingat mati sebab mengingat mati itu menhapuskan dosa dan mengkikis ambisi seseorang terhadap dunia serta cukuplah mati sebagai pemberi peringatan.” (HR Bukhori Muslim) Di antara faedah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang senantiasa mengingat mati adalah melembutkan hatinya untuk bersegera memohon ampun atas dosa-dosanya dan bertobat kepada Allah. Dengan mengingat kematian dengan sendirinya akan menimbulkan ketidaksenangan terhadap dunia dan akan mendorong manusia untuk melakukan persiapan di kehidupan akhirat, sedangkan kelalaian terhadap maut akan mendorong manusia untuk tenggelam dalam kehidupan di dunia. Rasulullah SAW bersabda,"Kematian adalah hadiah yang sangat berharga bagi orang yang beriman.” (HR Muslim) Oleh karena itu, sambutlah kematian dengan sukacita karena ia mengakhiri penderitaan. Namun, jangan senang dahulu, karena ia hanya mengakhiri penderitaan yang ada di dunia, tetapi apa yang telah Anda perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dunia ini ibarat sebuah penjara bagi orang yang beriman, dan surga bagi orang yang mendambakan dunia. Fenomena maut adalah salah satu fenomena yang paling jelas dan pasti bagi makhluk hidup. Semuanya ingin mempertahankan hidupnya. Semut kecil yang diremehkan manusia pun melawan jika hidupnya terancam. Ada dua tipe manusia dalam menyambut kematian. Ada yang pesimistis dan ada yang optimistis. Manusia yang pesimistis menganggap kematian itu adalah suatu yang berat dan menyeramkan, sehingga orang tersebut lebih memilih tidak memikirkannya dan berusaha menghindarinya agar bisa merasakan kebahagian setiap saat yang dilaluinnya. Ketakutan akan kematian adalah sebuah persepsi yang salah. Sebagaimana persepsi sewaktu kita lahir dan keluar dari rahim ibu, kita juga menangis sedih. Ternyata setelah kita melalui kehidupan di dunia ini, kita juga enggan dan takut berpisah. Memang begitulah janji Tuhan, karena setelah kematian itu ada kehidupan yang jauh lebih indah dan mengasyikkan. Bagi manusia yang optimistis, ia menganggap kematian itu bukan akhir dari segalanya. Mereka menganggap meninggalkan dunia hanya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.Bagi orang-orang tertentu, kematian haruslah dihadapi dengan suatu persiapan agar bisa memasuki suatu dunia lain dengan damai. Kematian, bagi mereka, adalah suatu istirahat terakhir dalam damai. Itulah mungkin di batu nisan orang yang telah mati ditulis rest in peace(RIP). Kematian adalah suatu peristirahatan menuju kedamaian. Damai adalah kelanjutan dan padanan dari mati, karena kematian akan menuju kedamaian. Dan kedamaian adalah dambaan setiap orang, yang jika tidak ditemukan di dunia orang hidup, mungkin bisa ditemukan di “dunia” orang mati.

Kematian seseorang itu tidak mengenal usia , tidak peduli tua ataupun muda, Dimana Pada  Hari Jum’at 18/9/2020 Tetangga Penulis yang Juga Alumni Sekolah di tempat Penulis , Dimana Usia beliau masih sangat mudah, Beliau meninggalkan 1 Orang Istri Dan 2 Orang Anak , Dalam kesempatan tersebut Penulis yang Juga Tetangga membantu untuk mencarikan Mobil AMBULANCE , Alhamdulilah Penulis Di bantu Ambulance Dari YAYASAN NURUL HAYAT Surabaya Dengan DRIVER USTAD Teguh Untuk Diantar Ke TPU Wonokusumo  , Dimana Kapan Hari Ustad Teguh Juga Pernah di pakai Penulis  mengantarkan  jenazah tetangga juga yang meningga , Ustad Teguh Orang Nya Sangat Baik , Ramah. Setelah Membantu Pengurus Pemakaman Penulis duduk di Kursi dan Termenung Usia Muda Saja Cepat Di Ambil Tuhan , Setelah Ini Apakah Penulis Akan Menyusul , Karena Kematian Tidak ada yang tahu kapan akan datang , Cuma penulis mencoba melakukan kebaikan untuk orang lain bila ada yang membutuhkan bantuan , Agar sewaktu waktu jika penulis di panggil Tuhan Insyah Allah Sudah siap dengan bekal kebaikan.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat