Kreativitas
Tanpa Batas! Mengasah Imajinasi Siswa Lewat Pembelajaran Mewarnai Asam Basa di
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya
Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) atau
Seni Budaya dan Kerajinan selalu menjadi ruang bebas bagi siswa untuk
mengekspresikan imajinasi dan kreativitas. Namun, bagaimana jika seni
dikolaborasikan dengan sentuhan sains yang unik? Hal inilah yang dihadirkan
oleh Sekolah Inspirasi melalui kegiatan Mewarnai Asam Basa—sebuah
inovasi pembelajaran interaktif yang memadukan keindahan visual dengan reaksi
kimia sederhana.
Kegiatan mewarnai ini bukan sekadar menggoreskan
kuas di atas kertas. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak menggunakan cat air
konvensional, melainkan indikator alami seperti ekstrak kunyit, kol
ungu, atau bunga sepatu.
Ketika kertas yang sudah dilapisi indikator alami
tersebut digores dengan larutan bernilai asam (seperti perasan jeruk
nipis atau cuka) dan larutan bernilai basa (seperti air sabun atau
detergen), warna pada kertas akan berubah secara ajaib secara instan!
·
Sentuhan Asam (Cuka/Jeruk): Menghasilkan warna yang lebih cerah atau
mengembalikan warna asli indikator (misalnya kuning terang pada kunyit).
·
Sentuhan Basa (Air Sabun): Mengubah warna secara drastis (misalnya warna
kunyit berubah menjadi merah kecokelatan yang pekat).
Perubahan warna kimiawi inilah yang dimanfaatkan
para siswa sebagai "tinta" untuk melukis dan membuat pola-pola
cantik.
Suasana kelas Seni Budaya dan Kerajinan di Sekolah
Inspirasi mendadak riuh dan penuh rasa penasaran saat kegiatan dimulai. Siswa
diajak menjadi "seniman sekaligus ilmuwan cilik".
1.
Eksplorasi Bahan Alami: Siswa diajak mengenali bahan-bahan di sekitar
mereka yang bisa dimanfaatkan menjadi media karya seni ramah lingkungan.
2.
Proses Melukis yang Menakjubkan: Dengan berbekal cotton bud, kuas, atau
cetakan daun, siswa mulai menggoreskan larutan asam dan basa di atas media
lukis. Sorak kagum terdengar setiap kali warna kertas berubah begitu disentuh
oleh larutan.
3.
Pameran Karya: Hasil lukisan tidak hanya menampilkan estetika bentuk, tetapi juga
gradasi warna alami yang unik dan bernilai artistik tinggi.
Manfaat Pembelajaran Interdisipliner (STEAM)
Melalui kegiatan ini, Sekolah Inspirasi berhasil
menerapkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts,
and Mathematics) yang memberikan beragam manfaat positif bagi siswa:
·
Meningkatkan Rasa Ingin Tahu (Curiosity): Siswa belajar memahami konsep
dasar kimia (asam-basa) tanpa merasa terbebani oleh rumus yang rumit.
·
Mendorong Kreativitas dan Inovasi: Membuka wawasan siswa bahwa media melukis tidak
terbatas pada cat buatan pabrik, tetapi bisa memanfaatkan bahan organik di
sekitar rumah.
·
Kepedulian Lingkungan: Menggunakan bahan-bahan alami yang aman,
non-toksik, dan ramah lingkungan.
·
Melatih Motorik dan Otak Kiri-Kanan: Menyelaraskan logika sains (otak kiri) dengan
kebebasan berekspresi secara visual (otak kanan).
Mata pelajaran Seni Budaya dan
Prakarya (SBdP) atau Seni Budaya dan Kerajinan selalu menjadi ruang bebas bagi
siswa untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas. Namun, bagaimana jika
seni dikolaborasikan dengan sentuhan sains yang unik? Hal inilah yang
dihadirkan oleh Sekolah Inspirasi
SMP PGRI 6 Surabaya yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo
Kecamatan Semampir Pada hari Rabu
30/9/2026 Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Selaku Guru Seni Budaya Mengajak Siswa / Siswi Kelas 7 Melakukan Kegiatan Mewarnai BATIK ASAM BASAH
Seluruh siswa /
siswi nanda kelas 7 setiap anak membawa Peralatan berikut untuk membatik :
1. Kunyit bubuk 1
sachet
2. Deterjen bubuk
1 sachet
3. Cutton buds 5
biji
Menurut
Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN
UNESA Dan Juga Ketua MKKS SMP Swasta
Surabaya Utara Menyampaikan Bahwa Inovasi
kegiatan Mewarnai Asam Basa di Sekolah Inspirasi membuktikan bahwa pembelajaran
Seni Budaya dan Kerajinan dapat dikemas dengan sangat menyenangkan dan
edukatif. Pembelajaran interaktif seperti ini tidak hanya mengasah bakat seni
anak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan mereka pada dunia ilmu pengetahuan
sejak dini.
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP
Swasta Surabaya Utara Dan Alumni
Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
NO HP 083857963098

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar