Menganyam Kreativitas dan Sains: Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya Hadirkan Inovasi "Bantal Duduk Lesehan" Berbasis STEAM
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya tiada hentinya menelurkan inovasi pembelajaran yang seru dan kontekstual. Kali ini, siswa-siswi kelas 8 menunjukkan taji kreatif mereka dalam mata pelajaran Seni Budaya. Bukan sekadar menggambar atau membuat pajangan, para siswa ditantang untuk menciptakan produk yang memiliki nilai guna tinggi sekaligus estetik: Bantal Duduk (Seat Cushion) Lesehan Kain. Menariknya, proyek ini tidak digarap dengan metode konvensional, melainkan mengintegrasikan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics). Yuk, kita intip bagaimana serunya proses belajar Arek-Arek Suroboyo ini!
Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Inspirasi selalu ditekankan pada pemecahan masalah di kehidupan nyata (problem-solving). Di era modern ini, budaya duduk lesehan saat belajar, berdiskusi, atau bersantai masih sangat lekat dengan kultur kita. Namun, duduk terlalu lama di lantai keras tentu tidak nyaman. Dari sinilah ide itu muncul. Siswa diajak untuk merancang dan memproduksi bantal duduk yang ergonomis, empuk, namun tetap memiliki nilai estetika tradisi maupun modern.
Bagaimana sebuah bantal duduk bisa mencakup lima elemen STEAM? Para siswa kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya membuktikannya melalui tahapan berikut:
1. Science (Sains)
Siswa mempelajari karakteristik materi atau bahan. Mereka Meneliti jenis-jenis kain yang nyaman di kulit (seperti katun atau kanvas) serta sifat bahan pengisi bantal. Mengapa memilih dacron silikon dibanding kapuk biasa? Siswa belajar bahwa dacron memiliki elastisitas yang baik, anti-alergi, dan tidak mudah menggumpal saat dicuci.
2. Technology (Teknologi)
Teknologi tidak selalu soal gawai dan komputer. Dalam proyek ini, siswa memanfaatkan teknologi mesin jahit (bagi yang sudah mahir) atau teknologi jahit tangan dengan berbagai teknik tusukan (tusuk jelujur, tikam jejak, feston) sebagai alat bantu produksi yang efisien dan kuat.
3. Engineering (Rekayasa/Teknik)
Di sinilah tantangan fisika terapan dimulai. Siswa harus merancang struktur bantal agar mampu menahan beban tubuh dengan baik. Mereka merkayasa teknik tufting (membuat cekungan/kancing di tengah bantal) agar dacron di dalamnya tidak bergeser dan bantal tetap empuk serta seimbang saat diduduki.
4. Arts (Seni)
Jiwa utama dari mata pelajaran Seni Budaya. Siswa menuangkan kreativitasnya dalam mendesain visual bantal. Ada yang menerapkan motif batik khas Jawa Timur, teknik pachtwork (kain perca), hingga perpaduan warna (estetika dekoratif) yang membuat bantal duduk ini cocok dipajang di ruang tamu maupun ruang kelas.
5. Mathematics (Matematika)
Akurasi adalah kunci. Siswa melakukan pengukuran geometris untuk membuat pola (persegi, lingkaran, atau heksagon). Mereka menghitung keliling, luas kain yang dibutuhkan, hingga volume dacron (dalam satuan gram) yang pas agar bantal tidak terlalu keras atau terlalu gembos.
Rumus Sukses Matematika Proyek:
Kebutuhan\,Kain = (Sisi + Kampuh) X2
Perhitungan kampuh (sisa jahitan) sebesar 2-3 cm sangat krusial agar ukuran akhir bantal tidak menyusut dari rencana awal.
Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir tiada hentinya menelurkan inovasi pembelajaran yang seru dan kontekstual., Pada Hari Kamis 11/6/2026 Siswa / Siswi Kelas 8 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya melakukan kegiatan Menganyam Kreativitas dan Sains Yaitu Hadirkan Inovasi "Bantal Duduk Lesehan" Berbasis STEAM . Hasilnya? Luar biasa! Berbagai bantal duduk lesehan warna-warni dengan jahitan yang rapi berhasil diproduksi. Beberapa bantal bahkan langsung diuji coba di pojok baca kelas untuk mendukung kenyamanan literasi siswa.
Penulis yang Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni S2 MANAJEMEN Pendidkan UNESA menyampaikan rasa bangganya terhadap hasil karya kelas 8 ini. Proyek STEAM ini tidak hanya mengasah otak kiri dan kanan, tetapi juga menanamkan mentalitas entrepreneurship (kewirausahaan).
Produk Seat Cushion karya siswa ini memiliki nilai jual yang tinggi. Jika dikembangkan, produk ini bisa menjadi peluang usaha mikro yang menjanjikan. Melalui pembelajaran ini, SMP PGRI 6 Surabaya kembali membuktikan diri sebagai Sekolah Inspirasi yang siap mencetak generasi muda yang kreatif, kritis, dan inovatif di Kota Pahlawan.
Tertarik mencoba bantal duduk empuk karya siswa kami? Yuk, mampir ke ruang pameran karya SMP PGRI 6 Surabaya!
Penulis
H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar