Selasa, 09 Juni 2026

Menembus Ruang Waktu: Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Hidupkan Sejarah Lewat Diorama Kreatif





Menembus Ruang Waktu: Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Hidupkan  Sejarah Lewat Diorama Kreatif

 

Ada yang berbeda dengan suasana kelas di SMP PGRI 6 Surabaya minggu ini. Tidak ada sekadar hafalan teks atau deretan angka tahun yang menjemukan. Sebaliknya, ruang kelas disulap menjadi laboratorium kreativitas tempat para siswa "merakit" masa lalu. Melalui kegiatan kokurikuler berbasis Project-Based Learning (PjBL), Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya sukses menggelar proyek bertajuk Produk Kreatif: "Replika Diorama Peristiwa Sejarah". Proyek ini mengajak siswa tidak hanya menjadi pembaca sejarah, tetapi juga "arsitek" yang menghidupkan kembali momen-momen krusial bangsa. .Kegiatan kokurikuler ini dirancang untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Sejarah dan IPS, sekaligus mengasah keterampilan motorik dan seni. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok ditantang untuk memilih satu peristiwa sejarah besar—mulai dari Peristiwa Hotel Yamato, Pertempuran 10 November di Surabaya, hingga Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan.

Bahan-bahan sederhana seperti kardus bekas, stereofoam, bubur kertas, stik es krim, hingga mainan figurin bekas diubah menjadi karya seni bernilai tinggi.Proses pembuatan diorama ini memakan waktu beberapa minggu, mulai dari tahap perencanaan, sketsa layout, hingga tahap finishing (pewarnaan). Menariknya, antusiasme siswa begitu tinggi. Mereka saling berbagi tugas: ada yang ahli memotong pola, ada yang fokus pada pewarnaan detail, dan ada yang bertugas menyusun narasi cerita.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Keluarahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Mulai Hari Selasa 9/6/2026  Menjadikan ruang kelas disulap menjadi laboratorium kreativitas tempat para siswa    Yaitu KEGIATAN KO KURIKULER MEMBUAT Produk Kreatif: "Replika Diorama Peristiwa Sejarah " Mata Pelajaran IPS

"Kami ingin sejarah tidak lagi dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Dengan membuat diorama, siswa dipaksa untuk riset: bagaimana detail pakaian tokohnya, bentuk bangunannya, hingga suasana areanya saat itu. Di sinilah literasi dan imajinasi mereka diuji," ujar VIVI AFIA ,S.Sos salah satu guru pembimbing Yang Juga Guru IPS Dan Pancasila  Di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya”

Puncak dari kegiatan kokurikuler ini adalah pameran mini yang digelar di selasar sekolah. Setiap kelompok bergantian menjaga "stan" diorama mereka dan menjelaskan peristiwa sejarah yang mereka buat kepada guru serta rekan-rekan dari kelas lain yang berkunjung.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi  SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa status sebagai "Sekolah Inspirasi" bukan sekadar julukan, melainkan komitmen nyata untuk terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Dengan keberhasilan proyek diorama ini, SMP PGRI 6 Surabaya siap melangkah ke tantangan kokurikuler kreatif berikutnya.

 Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah, dan mari terus mengukir prestasi masa depan!

Penulis

      H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

 Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id             

    NO HP 083857963098

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar