Kamis, 05 Januari 2023

Mewujudkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Karakter

 
























Mewujudkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Karakter

HARI KE – 361

 

Pendidikan karakter adalah konteks yang penting pada abad 21 untuk mengatasi krisis moral yang melanda Indonesia. Untuk itu pemerintah membuat kebijakan pendidikan dalam kurikulum 2013 untuk memiliki peserta didik yang berkarakter. Dengan bantuan pelaku pendidikan, pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat peserta didik dapat memperoleh pendidikan karakter yang efektif. Selain itu untuk menghadapi perkembangan teknologi dan komunikasi peserta didik membutuhkan guru yang professional.Karakter adalah sebuah kata yang tidak terdengar asing. Karakter merupakan wujud abstrak dari manusia dalam bentuk perilaku dan kebiasaan yang yang dapat menjadi jadi diri bagi individu. Karakter terbentuk pertama kali di dalam keluarga dimana manusia dididik dan diajarkan nilai-nilai untuk pertama kali. Selain dari keluarga, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi karakter seseorang, seperti: agama yang mengatur seluruh tata cara perilaku manusia, lingkungan yang dimulai dari dari pertemanan sekawan dan lingkungan sekitar, serta sekolah yang merupakan lembaga formal dalam pembentukan karakter dan jati diri seseorang. Jadi, karakter seseorang akan terbentuk dimana pun mereka berada. Indonesia berada pada urutan keempat  untuk angka jumlah penduduk terbanyak di dunia. Menyikapi ini tentu Indonesia membutuhkan generasi unggul yang dapat memajukan dan menaikkan derajat bangsa. Salah satu upaya untuk menghasilkan generasi yang unggul adalah dengan adanya pendidikan berkarakter. Di samping itu, Indonesia telah mencetuskan 5 pilar pemersatu bangsa yang hendaknya dipahami oleh seluruh generasi penerus bangsa melalui pendidikan di sekolah. Sekolah sebagai salah satu solusi dalam membentuk siswa berkarakter.  Salah satu caranya adalah melakukan kiat-kiat pencerdasan generasi penerus bangsa, tentu salah satunya melalui jalur sekolah. Oleh karena itu pemerintah membuat kebijakan melalui Undang-undang RI NO 20 Tahun 2003 pasal yang menyebutkan fungsi dari pendidikan Nasional untuk mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa. Empat nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter adalah: nilai agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Indonesia sebagai negara beragama tentunya menganut faedah yang mereka percaya dari agamanya.Pada tahun 2045 merupakan target generasi emas yaitu generasi yang saat ini sedang mengenyam pendidikan sehingga akan meraih kesuksesan di tahun 2045. Untuk itu, saat ini perlu adanya usaha mempersiapkan generasi tersebut yang menyelaraskan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Oleh karena itu pemerintah merancang kurikulum 2013 sebagai persiapan generasi emas di tahun 2045 kelak.

Pada Hari Rabu 4/1/2023 SMP , SMA / SMK PGRI Se Kota Surabaya Diadakan Pembinaan Dari Ketua YPLP DASMEN PGRI JAWA TIMUR Yang di sampaikan Oleh Bapak Drs H SUMARTO MM  Dalam Sambutannya Bapak SUMARTO MM Mewujudkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Karakter Jangan Sampai Sekolah Sekolah PGRI Di Kota Surabaya Di Jauhi Masyarakat Terus Berbenah  Apalagi saat Ini Akan Memasuki PPDB 2023-2024 .

RAMUT Siswa Yang ada Di Sekolah Bapak / Ibu Karena Dari Siswa / Siswi Tersebut  Akan Mendatangkan Siswa / Siswi Di SEKOLAH , Serta Terus Berjuang Untuk Mengantarkan GENERASI EMAS Berkarakter

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Rabu, 04 Januari 2023

Peran Pendidikan Lingkungan Di Bumi Hijau SMP PGRI 6 Untuk Penguatan SDM Menuju Indonesia Lestari

 








Peran Pendidikan Lingkungan  Di Bumi Hijau SMP PGRI 6

Untuk   Penguatan SDM Menuju Indonesia Lestari

 

HARI KE – 360

 

Pembelajaran adalah perpaduan dari dua aktivitas, seperti aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Berikut ini akan dipaparkan berbagai definisi yang dikemukakan beberapa pakar pendidikan yang pada intinya senada, namun rumusannya bervariasi. Pembelajaran adalah suatu proses dengan lingkungan seseorang secara sengaja dikondisikan dan dikelola guna memungkinkannya siswa turut serta dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentuPada hakikatnya tujuan akhir dari PLH adalah membentuk warga negara yang berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup, yaitu warga negara yang dalam segala perilakunya berpandangan ke depan terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup, menuju masyarakat yang serasi, selaras dan seimbang dalam hubungannya dengan lingkungan hidup. Dengan demikian akan tercipta masyarakat yang berkelanjutan yaitu mengubah paradigma masyarakat dari mentalitas frontier menjadi mentalitas masyarakat yang berkarib dengan lingkungan (environmentaly friendly), dan tidak sekadar berwawasan lingkungan, tetapi senantiasa berusaha; (1) menghormati dan memelihara komunitas kehidupan, (2) memperbaiki kualitas hidup manusia, (3) melestarikan daya hidup dan keragaman bumi, (4) menghindari pemborosan sumber-sumber daya yang tak terbarukan, (5) berusaha tidak melampaui batas kapasitas daya dukung bumi, (6) mengubah sikap dan gaya hidup yang konsumtif dan berlebihan, serta berupaya melindunginya (UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup). Beberapa permasalahan tentang lingkungan hidup dan kependudukan yang dapat menjadi topik pembelajaran, mulai dari jenjang pendidikan SD, SLTP, SLTA, dan pendidikan tinggi. Berbagai permasalahan lingkungan yang harus dipahami oleh anak didik dengan kadar (content) yang disesuaikan dengan masing-masing jenjang pendidikan. Masalah yang urgen dalam lingkungan hidup, seperti: pencemaran (tanah, air, udara, dan suara); diversitas (flora, fauna, negara, dan manusia); sumber-sumber energi (tak terbarukan dan terbarukan); daya dukung batas bumi (area, populasi, pangan, energi, ozon, dan abiotik) yang tersedia dalam lingkungan; dan berbagai masalah turunan dari berbagai ulah dan tindakan manusia terhadap lingkungan hidup. Sementara permasalahan kependudukan yang harus dipahamkan kepada setiap anak didik, seperti pertumbuhan penduduk (fertilitas, mortalitas, distribusi, urbanisasi, dan kuantitas); kualitas penduduk (Pendidikan  ) Dalam skala implementasinya tujuan pembelajaran PLH pada masing- masing jenjang pendidikan formal harus dirumuskan dalam bentuk stratifikasi konten sesuai dengan tujuan pendidikan sesuai jenjangnya. Untuk jenjang pendidikan dasar, kontennya dititikberatkan pada upaya mengenalkan permasalahan lingkungan hidup dan kependudukan, serta menumbuhkan sikap kepedulian terhadap permasalahan tersebut. Untuk jenjang pendidikan menengah pertama, kontennya dititikberatkan pada upaya memperoleh kompetensi dasar tentang permasalahan lingkungan hidup dan kependudukan, serta menumbuhkan sikap, perilaku, dan partisipasi dalam pencegahan timbulnya permasalahan tersebut. Untuk jenjang pendidikan menengah atas, kontennya dititikberatkan pada upaya memperoleh kompetensi lanjut tentang permasalahan lingkungan hidup dan kependudukan, serta meningkatkan sikap, perilaku, dan partisipasi dalam pencegahan timbulnya permasalahan tersebut. Untuk jenjang pendidikan tinggi, kontennya dititikberatkan pada upaya mematrikan sikap, perilaku, dan partisipasi dalam pencegahan timbulnya permasalahan lingkungan dan kependudukan, sekaligus memperoleh kompetensi ilmiah untuk melakukan usaha penanggulangan terhadap permasalahan lingkungan hidup dan kependudukan yang telah terjadi, berdasarkan ruang lingkup dan spesifikasi jurusan yang ditekuninya. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran PLH harus direncanakan dengan cermat dan terpadu sehingga tidak terjadi overlaping dan/atau gap dalam penyajian PLH yang bersifat integratif. PLH dilaksanakan secara bergradasi dan berintegrasi, baik dalam kelas, maupun dalam stratifikasi jenjang pendidikan. Semua guru yang mengajar pada satu kelas, kesemuanya harus saling berkoordinasi untuk membagi dan menetapkan komponen materi PLH yang menjadi beban tugas masing-masing. Demikian pula tentang peningkatan konten dari kelas yang rendah ke kelas yang tinggi, maka guru bidang studi yang sama harus saling berkoordinasi untuk membagi dan menetapkan tingkatan konten materi pembelajarannya. Hal yang perlu ditetapkan dalam peraturan pemerintah adalah pembagian konten Untuk merealisasikan ketiga target pembelajaran di atas, maka sangat dibutuhkan strategi pembelajaran yang sistimatik, komprehensif, dan terpadu, dimulai dari tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi pembelajaran PLH.Strategi pembelajaran PLH yang sistimatik, adalah suatu rangkaian pembelajaran yang runtun, baik tahapannya maupun materi ajarnya. Materi ajar disusun berdasarkan jenjang pendidikan peserta didik, dan disajikan sesuai urutan skenario alamiah yang terjadi di lapangan. Materi ajar tidak boleh disusun secara hit and run yang tidak diketahui di mana ujungnya dan dari mana pangkalnya. Strategi pembelajaran PLH yang komprehensif, adalah suatu rumusan pembelajaran yang lengkap, dalam artian lengkap prosedur, lengkap metode, dan lengkap materi. Walaupun PLH disajikan dengan pendekatan integratif, namun dengan koordinasi yang baik antara guru pengajar mata pelajaran yang terkait, akan dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih materi (overlap) dan/atau adanya materi yang tertinggal/tidak terbahas (lag). Perlu diingat bahwa komprehensifitas materi PLH yang disajikan kepada peserta didik sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap, perilaku, dan partisipasi yang benar pada diri peserta didik.

SMP PGRI 6 Surabaya Adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sebagai Lembaga Pendidikan mempunyai Peran Pendidikan Lingkungan Untuk Penguatan SDM Menuju Indonesia Lestari" Dimana SMP PGRI 6 Surabaya Selalu mengajak dan membiasakan Siswa / Siswi nya Untuk Peduli Berbudaya Lingkungan Mulai Masuk Dan PULANG Seperti Pada Hari Selasa 3/1/2022  Sebelum meninggalkan SMP PGRI 6 Surabaya baik Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Maupun Bapak / Ibu Guru Melakukan kegiatan bersih Lingkungan Mulai Menyapu , Mengepel Kelas Serta Menata Meja Dan Kursi Di Kelas , Nyapu Teras Serta Di PEL Dan NYAPU Halaman Sekolah .

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Kegiatan ini adalah RUTIN Yang Di lakukan Di SMP PGRI 6 Surabaya Tidak hanya Siswa / Siswi Nya Tapi Juga Guru nya Untuk Ikut Aktif Peduli Berbudaya Lingkungan , Karena Menurut Penulis Lembaga Pendidikan mempunyai Peran Pendidikan Lingkungan Untuk Penguatan SDM Menuju Indonesia Lestari" Semoga Dengan Peduli Berbudaya Lingkungan Harapannya Siswa Dan Guru Juga Melakukan Hal Serupa di Masyarakat.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

Selasa, 03 Januari 2023

SUMBANGAN DONASI AL QUR’AN membantu para nanda yang belajar al qur an di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya













 



















SUMBANGAN DONASI AL QUR’AN

membantu para nanda yang  belajar al qur an

di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya

HARI KE – 359

Alquran adalah kitab suci dan bagian penting dalam hidup umat Islam. Bagi kaum muslimin, Alquran adalah hukum dan perintah, pedoman untuk berperilaku dan moral, serta berisi filosofi agama. Ini adalah kompilasi wahyu yang diberikan kepada Nabi Muhammad dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.Alquran adalah kalamullah, atau kalimat Allah SWT dan berasal dari sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman, "Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu." (QS. Hud : 1). Alquran berisi petunjuk lengkap bagi umat manusia. Sebagian besar Alquran adalah tentang Tuhan, sifat-sifat-Nya dan hubungan manusia dengan-Nya. Selain itu, Alquran juga berisi petunjuk bagi pengikutnya, catatan sejarah dari nabi dan orang terdahulu, serta pembawa kabar baik bagi orang-orang beriman dan peringatan bagi orang-orang kafir. Bagi seorang muslim, sudah seharusnya mereka selalu dekat dengan Alquran. Alquran juga bukan sekadar kitab yang wajib dibaca, tapi juga dipahami dan diamalkan sesuai dengan petunjuk di dalamnya. Kemudian menurut para ahli ushul fiqh dalam al-Tibyan Fi Ulum Quran karya Muhammad Ali al-Subhani, pengertian Alquran adalah kalam Allah yang mengandung mukjizat (sesuatu yang luar biasa yang melemahkan lawan), diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul (yaitu Nabi Muhammad), melalui Malaikat Jibril, tertulis pada mushaf, diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, membacanya dinilai ibadah, dimulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas. Alquran berfungsi sebagai petunjuk yang terdiri dari 3 jenis, yaitu petunjuk bagi manusia secara umum, petunjuk bagi orang yang bertaqwa, dan petunjuk bagi orang yang beriman. Dalam Alquran terdapat banyak ilmu dan juga nasihat-nasihat dalam menjalani kehidupan bagi orang-orang yang bertakwa. Nasihat yang ada di dalam Alquran biasanya juga digambarkan dengan sebuah peristiwa atau kejadian di masa lalu, yang bisa dijadikan pelajaran bagi orang-orang di masa sekarang atau masa setelahnya.

Al Qur’an adalah Pedoman Hidup yang dimiliki Oleh Setiap Muslim Di Dunia , Dimana Dalam Rangka Menumbuhkan Karakter bagi Peserta didik di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar  Selalu di adakan kegiatan NGAJI MORNING , Tetapi banyak Sekali kendala Dalam NGAJI MORNING Tersebut Yaitu Kurang nya SARANA  Yaitu AL QUR’AN Di samping Itu Juga Kurang nya Sarana Alat Sholat , Mengingat Wali Murid di SMP PGRI 6 Surabaya Dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah Semua

Maka Dari Itu  Dalam kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya memohon Kepada Teman Teman Dunia Maya Sahabat Untuk Dapat Memberikan Sebagian REZEKI Yang Dimiliki Untuk DONASI AL QUR’AN Dan Alat SHOLAT Bagi Siswa / Siswi Di SMP PGRI 6 Surabaya YUK DAPATKAN PAHALA YANG TERUS MENGALIR SAMPAI HARI AKHIR Dengan sedekah jariyah Al-Qur'an untuk bekal Akhirat kelak, Niatkan pahala untuk kedua orang tua/keluarga dan orang tercinta yang sudah meninggal atau yang masih ada..

Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Salah satu amalan kebaikan yang pahalanya terus terbawa kepada si mayyit sampai ke alam kuburnya adalah sedekah dan mewariskan (mewakafkan) mushaf Al-Qur'an” (HR. Bukhari).

Dalam kesempatan Ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Berharap banyak DONATUR Yang Memberikan DONASI Nya Tersebut Sehingga Smg membantu para nanda yg belajar al qur an di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya Untuk terus meningkatkan Ibadah nya ..aaamiiin

 

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat