Jumat, 07 Januari 2022

“ BERSINERGI BERSAMA ORANG TUA / WALI UNTUK MENCETAK GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARYA DI MASA PANDEMI COVID 19 “

 





























“ BERSINERGI BERSAMA ORANG TUA / WALI

UNTUK MENCETAK GENERASI EMAS UNGGUL

DAN BERKARYA DI MASA PANDEMI COVID 19 

HARI KE - 7

Semua pihak termasuk orang tua, guru, dan murid untuk bersinergi mengoptimalkan pembelajaran melalui penggunaan teknologi. Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) telah mengubah banyak pola dalam keseharian, termasuk mengharuskan pembelajaran jarak jauh berlangsung dari rumah. "Untuk pertama kalinya kita melihat dari dua sisi, orang tua untuk pertama kalinya sadar betapa sulitnya mendidik anak. Di sisi lainnya, guru juga menyadari untuk pertama kalinya, bahwa tanpa adanya peran orang tua yang baik, maka pendidikan anak ini tidak akan sukses, Jadi, keluarga, guru dan murid itu merupakan satu tim untuk menyukseskan pendidikan anak,” lanjutnya. Salah satu pembelajaran dari krisis akibat Covid-19 adalah keluar dari zona nyaman. Dan disitulah, menurut Mendikbud, pembelajaran yang baik dapat terjadi. "Satu-satunya cara untuk benar-benar belajar dan tumbuh sebagai individu, mau itu murid atau orang dewasa adalah untuk keluar dari zona nyaman kita. Di situlah level pembelajaran paling optimalagar masyarakat melihat kondisi krisis akibat Covid-19 ini dari sisi positif sebagai sebuah pelajaran penting yang berguna untuk masa depan. “Kita menggunakan kesempatan ini untuk belajar mengenai sains, kesehatan, pendidikan, maupun teknologi. Kita belajar dari krisis ini mengenai kepemimpinan"Satu hal yang terpenting adalah kita belajar dari krisis ini mengenai diri kita sendiri dan hati nurani, Sebelumnya, saat ditanya mengenai tantangan terbesar dalam menghadapi perubahan drastis akibat pandemi Covid-19 ini, Mendikbud menyampaikan salah satunya adalah terus menggunakan akal sehat dalam menyaring berbagai informasi yang datang. Ia juga mengingatkan sangat mudah mencari kambing hitam untuk disalahkan. Padahal kondisi saat ini juga sudah sering disampaikan oleh para ilmuwan sejak lama. "Yang terpenting, kita belajar dari pengalaman (pandemi) ini. Dan kita bisa mengantisipasi bencana-bencana lain di masa depan," ujarnya. Sektor pendidikan akan merespons ini dengan melakukan penguatan pada pembelajran sains (ilmu pengetahuan alam). Disebut Nadiem, bahwa kini tugas guru sekolah adalah mendekatkan siswa dengan sains yang disertai dengan contoh-contoh yang lebih konkret, bukan memberikan penjelasan teoritis saja. "Contoh, menggunakan konsep biologi untuk menjelaskan tentang Covid-19. Kita harus mengajarkan anak dengan cara menyenangkan, tidak teoritis saja, tentang bagaimana sains membantu manusia," bahwa saat ini semua individu maupun organisasi saling terhubung dan saling memiliki ketergantungan satu sama lainnya. "Jadi, solidaritas kita sebagai satu kemanusiaan global itu luar biasa pentingnya

Dalam mempersiapkan PTM  100 % Yang aman Dan Yang Nyaman  Bagi Peserta didik baik di SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 7/1/2022 Bertepatan dengan Pembagian RAPOT Semester GANJIL Tahun Pelajaran 2021/2022 Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan SKB 4 Menteri Tentang Kegiatan PTM 100%  Serta Menyampaikan Surat Edaran  Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya  Nomor 421/0362/436.7.1/2022 Tanggal 7 Januari 2022 Tentang Edaran PTM

Dalam Kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya meminta kepada Wali Murid baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya untuk selalu menjalankan dengan sebaik – baiknya PROTOKOL KESEHATAN Untuk Tetap membawakan MASKER Kepada PUTRA / Putrinya , Penulis juga meminta Agar Putra / Putrinya Di bawakan BEKAL Untuk Kegiatan Relaksasi Putra / Putrinya Selama 15 Menit Jangan sampai Putra / Putri tidak membawa bekal dan JAJAN DI LUAR Ini yang harus jadi Perhatian Orang Tua Untuk membawakan Bekal, Serta Mohon Bapak / Ibu Wali Murid Untuk Memantau JAM Pulang Putra / Putrinya Jangan sampai PULANG Lebih dari Jam yang sudah di sampaikan , Serta Mohon Bapak / Ibu Wali Murid untuk berkordinasi dengan WALI Kelas Untuk JAM PULANG

Dalam kesempatan ini Penulis menyampaikan bahwa SINERGI Antara Orang Tua Dan Sekolah Sangat diperlukan dalam Mencetak Generasi EMAS Yang UNGGUL Dan BERKARAKTER Di MASA Pandemi COVID Seperti saat Ini.

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan

Kamis, 06 Januari 2022

“ SELAMAT DATANG PARADIGMA KURIKULUM BARU BERSAMA KPI SIAP MENCETAK GENERASI EMAS UNGGUL BERKARAKTER DAN BERKARYA “

 


























“ SELAMAT DATANG PARADIGMA KURIKULUM BARU

BERSAMA KPI SIAP MENCETAK GENERASI EMAS UNGGUL

BERKARAKTER DAN BERKARYA “

HARI KE - 6

 

Mulai tahun pelajaran 2021-2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Kurikulum Paradigma Baru sebagai penyempurnaan dari KTSP 2013.Kurikulum Paradigma Baru ini akan diberlakukan secara terbatas dan bertahap melalui program sekolah penggerak dan pada akhirnya akan diterapkan pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia.Sebelum diterapkan pada setiap satuan pendidikan, mari kita mengenal 7 (tujuh) hal baru yang ada dalam Kurikulum Paradigma Baru.Pertama, struktur kurikulum, Profil Pelajar Pancasila (PPP) menjadi acuan dalam pengembangan Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian, atau Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen Pembelajaran. Secara umum Struktur Kurikulum Paradigma Baru terdiri dari kegiatan intrakurikuler berupa pembelajaran tatap muka bersama guru dan kegiatan proyek.Selain itu, setiap sekolah juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan program kerja tambahan yang dapat mengembangkan kompetensi peserta didiknya dan program tersebut dapat disesuaikan dengan visi misi dan sumber daya yang tersedia di sekolah tersebut. Kedua, hal yang menarik dari Kurikulum Paradigma Baru yaitu jika pada KTSP 2013 kita mengenal istilah KI dan KD yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran, maka pada Kurikulum Paradigma Baru kita akan berkenalan dengan istilah baru yaitu Capaian Pembelajaran (CP). CP merupakan rangkaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh. Ketiga, pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendekatan tematik yang selama ini hanya dilakukan pada jenjang SD saja, pada kurikulum baru diperbolehkan untuk dilakukan pada jenjang pendidikan lainnya. Dengan demikian pada jenjang SD kelas IV, V, dan VI tidak harus menggunakan pendekatan tematik dalam pembelajaran, atau dengan kata lain sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran berbasis mata pelajaran. Keempat, jika dilihat dari jumlah jam pelajaran, Kurikulum Paradigma Baru tidak menetapkan jumlah jam pelajaran perminggu seperti yang selama ini berlaku pada KTSP 2013, akan tetapi jumlah jam pelajaran pada Kurikulum Paradigma Baru ditetapkan pertahun.Sehingga setiap sekolah memiliki kemudahan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Suatu mata pelajaran bisa saja tidak diajarkan pada semester ganjil namun akan diajarkan pada semester genap atau dapat juga sebaliknya, misalnya mata pelajaran IPA di kelas VIII hanya diajarkan pada semester ganjil saja.Sepanjang jam pelajaran pertahunnya terpenuhi maka tidak menjadi persoalan dan dapat dibenarkan. Kelima, Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menerapakan model pembelajaran kolaboratif antar mata pelajaran serta membuat asesmen lintas mata pelajaran, misalnya berupa asesmen sumatif dalam bentuk proyek atau penilaian berbasis proyek. Pada Kurikulum Paradigma Baru siswa SD paling sedikit dapat melakukan dua kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran.Sedangkan siswa SMP, SMA/SMK setidaknya dapat melaksanakan tiga kali penilaian proyek dalam satu tahun pelajaran. Hal ini bertujuan sebagai penguatan Profil Pelajar Pancasila.Keenam, untuk mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pada KTSP 2013 dihilangkan maka pada Kurikulum Paradigma Baru mata pelajaran ini akan dikembalikan dengan nama baru yaitu Informatika dan akan diajarkan mulai dari jenjang SMP.Bagi sekolah yang belum memiliki sumber daya/guru Informatika maka tidak perlu khawatir untuk menerapkan mata pelajaran ini karena mata pelajaran ini tidak harus diajarkan oleh guru yang berlatarbelakang TIK/Informatika, namun dapat diajarkan oleh guru umum. Hal ini disebabkan karena pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mempersiapkan buku pembelajaran Informatika yang sangat mudah digunakan dan dipahami oleh pendidik dan peserta didik. Ketujuh, untuk mata pelajaran IPA dan IPS pada jenjang Sekolah Dasar Kelas IV, V, dan VI yang selama ini berdiri sendiri, dalam Kurikulum Paradigma Baru kedua mata pelajaran ini akan diajarkan secara bersamaan dengan nama Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS).Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih siap dalam mengikuti pembelajaran IPA dan IPS yang terpisah pada jenjang SMP. Sedangkan pada jenjang SMA peminatan atau penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan kembali dilaksanakan pada kelas XI dan XII

Dalam mempersiapkan PARADIGMA Kurikulum baru di Indonesia khususnya di Kota Surabaya , Pada Hari Kamis 06/1/2022 Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Mengikuti Mega Zoominar Pendidikan Stage 2 bersama Kualita Pendidikan Indonesia. Melalui media DARING / ON – LINE

Dalam kesempatan ini Penulis mengikuti Melalui Kegiatan tersebut melalui LINK MEGA ZOOMINAR PENDIDIKAN STAGE 2  https://us02web.zoom.us/j/89655880821?pwd=eFFqRDY4UmZhYUh3SFlRa1dGanJ5UT09    Meeting ID: 896 5588 0821  Passcode: 325508 Atau join menggunakan Youtube Channel kami: https://youtu.be/lTWG67yxoSI  Dimana , Penulis mengikuti kegiatan tersebut  sampai pukul 12.00 Dan dalam kesempatan tersebut Penulis menyempatkan mengisi Link Presensi melalui LINK https://kpi-indonesia.org/form-pasca-pelatihan/

Semoga PARADIGMA  Kurikulum BARU Ini membawa kebaikan Pendidikan di Indonesia  dan Semoga dengan Kurikulum baru Guru – Guru SMP PGRI 6 Semakin Eksis mengantarkan Generasi EMAS Unggul dan berkarya

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan