Rabu, 22 Juli 2020

“ Sedih Tidak Bisa Menghadiri Pemakaman Adik nya Mama Di BOGOR





“ Sedih Tidak Bisa Menghadiri Pemakaman Adik nya Mama Di BOGOR “
Hari Ke- 190
Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan.Istilah lain yang sering digunakan adalah meninggal, wafat, tewas, atau mati. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Pada Hari Selasa 21/7/2020 Pukul 22.00 Penulis mendapat kabar Jika Adik Dari  Mama Penulis yang di Bojong Gede Bogor Meninggal Dunia , Dalam Kesempatan ini Penulis di Telpon dan di tanyai Saudara Saudara Semua Berangkat Ke Bogor Apa tidak ???? Penulis Bimbang Karena Kondisi Yang Seperti ini Pandemi COVID – 19 Yang tidak ujung Selesai , dimana Penulis takut  jika 2 Hari di Jakarta , Tapi Nanti Balik Dari Jakarta Harus Isolasi Mandiri Selama 14 Hari, Dalam Kesempatan tersebut Penulis Mewakili Keluarga Besar Merasa Kehilangan BULEK Tersebut Dan Berdoa Semoga Amal Ibadah Beliau Semasa Hidup Di Terima Allah Serta Semoga Dosa – Dosanya Di Ampuni Allah Serta Dalam Kesempatan tersebut Penulis Minta Maaf Tidak Bisa Pergi Ke  Bojong gede Bogor Karena Kondisi PANDEMI COVID -19 Seperti ini , Sebenarnya Penulis Juga Sedih karena tidak dapat melihat jenazah Adik mama Yang Terakhir , Sebelum PANDEMI COVID – 19 Penulis selalu hadir jika ada saudara yang meninggal atau ada acara, Karena bagi Penulis Saudara Itu bagian dari Hidup Penulis , Makanya Penulis Sedih Tidak dapat ke BOGOR , Semoga Almarhumah  Diterima di sisi nya dan Keluarga Di BOGOR Di  berikan Kesabaran dan Ketabahan
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat


Selasa, 21 Juli 2020

“ Fasilitasi Siswa Tetap Semangat Belajar di Sekolah Bagi Yang Tidak ada Sarana “









“ Fasilitasi Siswa Tetap Semangat Belajar di Sekolah Bagi Yang Tidak ada Sarana
                                                                Hari Ke - 189
Pada bulan JULI 2020  ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang turut terkena imbas pandemik Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia. Sama halnya seperti SARS dan MERS, Covid-19 merupakan penyakit yang dapat berakibat fatal dan disebabkan oleh infeksi virus (Hananti, 2020). Pandemik Covid-19 menyebabkan Indonesia turut mengeluarkan beberapa himbauan kepada publik, seperti seruan gerakan work from home dan seruan pembelajaran daring yang dilaksanakan oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka melalui platform yang telah tersedia. Terkait dengan pembelajaran daring, beberapa perusahaan telekomunikasi Indonesia sudah mulai melakukan kerja sama dengan berbagai platform pembelajaran daring untuk mendukung kegiatan pembelajaran model baru ini, seperti PT Telekomunikasi Selular atau yang biasa dikenal dengan nama Telkomsel. Telkomsel bekerja sama dengan beberapa kampus di Indonesia untuk memberikan layanan gratis bagi pengguna Telkomsel yang mengakses situs pembelajaran daring Universitas yang bersangkutan. Lantas, dengan segala kemudahan yang diberikan dan segala situasi yang sedang berlangsung, apakah pembelajaran daring merupakan metode pembelajaran yang efektif?
Dalam Memasuki Tahun Pelajaran 2020/2021 Yang Sudah berjalan 1 Minggu , SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS SURABAYA Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya memberikan Fasiltas Pembelajaran LURING Di Sekolah Seperti yang dilakukan ALEXANDRA Siswa Kelas 2 SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Karena HP Nya RUSAK , Beliau semangat datang pagi untuk belajar di Sekolah di temani oleh Wali Kelas Beliau yaitu Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd , dengan sangat telaten Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd yang juga Guru BK Di SMP PGRI 6 Surabaya memberikan materi dan mengajari ALEXANDRA dengan Telaten Dan ALEXANDRA Juga mengerjakan tugas –tugas yang sama dengan teman – teman yang mengerjakan di rumah. Menurut Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd yang Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Sekretaris Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir mengatakan bahwa Tujuan ALEXANDRA Adalah Untuk Belajar Di Sekolah Mengingat Fasilitas Di rumah HP Nya Rusak dan Tidak Memadai , Dimana BANU ATMOKO , S.Pd Pria Kelahiran APRIL 1984 Alumni Jurusan PLS UNESA  juga memfasiltasi Wali Murid yang tidak Mempunyai Sarana  dalam Pembelajaran Jarak Jauh Ini. Disamping Itu ternyata Guru – Guru juga Kangen kepada Siswa / siswi nya Buktinya Krudung yang di pakai ALEXANDRA Di Betulkan Guru – Guru Sehingga Pada saat Pulang Tampak Rajin. Inilah Kelebihan yang dimiliki Guru Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Kepedulian kepada siswa/ siswi Apalagi di masa Pandemi covid – 19 Ini.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat


Senin, 20 Juli 2020

” Kehilangan Sosok Sahabat Yang Kalem, Santun Dan Cerdas”


:” Kehilangan Sosok Sahabat Yang Kalem, Santun Dan Cerdas”
                                                                   Hari K






e - 188
“Hidup mati, kaya miskin, jodoh di tangan Tuhan. Kita enggak tahu kita mati kapan. Sejauh kita masih hidup, kita hidup sebaik-baiknya saja. Karena kita enggak tahu kapan kita akan dipanggil sama Tuhan. Orang sehat saja umurnya mungkin lebih pendek dari yang sakit,” elalu berpikir yang positif saja, suatu saat Tuhan pasti punya rencana yang lain buat saya. Mungkin dengan begini, Tuhan bisa pakai saya buat kasih support ke orang-orang yang lain. Memotivasi orang-orang bahwa leukimia ternyata umurnya bisa panjang. Selama ini orang kan berpikiran kalau sudah divonis leukimia berpikirnya pasti umurnya pendek. Ternyata tidak,” ungkap pemuda yang kadang-kadang sering nekat pergi sendirian dengan kendaraan umum hanya untuk berjalan-jalan.
Sapa Yang Menyangka  Rezeki , Maut  Akan Selalu datang menghampiri Kita , Termasuk ketika Penulis  Pada Hari Minggu 19/7/2020 Mendapatkan kabar baik dari Whats App Maupun dari FACE Book Tentang   Kabar Meninggalnya Bapak SEDYA TRISNO PRANOTO Kepala SMP KATOLIK ST VINCENTIUS Surabaya. Penulis sangat Mengenal Sosok Bapak SEDYA TRISNO PRANOTO Beliau Orang nya Santun, Pintar Serta Tidak Terlalu banyak Bicara , Beliau orang nya Low Profile dan Kalem , Serta Beliau Selalu meluangkan waktunya untuk Keluarga , Setiap Lihat FACE Book Beliau Selalu Humoris Dengan Keluarga . Jujur Penulis Merasa Tidak menyangka mendengar kabar seperti itu dan Penulis merasa kehilangan Sosok Orang yang Kalem , Santun Dan Pintar Seperti Bapak SEDYA TRISNO PRANOTO. Penulis Hanya Bisa Berdoa Semoga Allah S.W.T Mengampuni Dosa – Dosa Beliau Semasa Hidup  Diterima Amal Ibadahnya Semasa Hidup dan Semoga Keluarga Bapak SEDYA TRISNO PRANOTO diberikan Kesabaran dan Ketabahan dalam Menghadapi Cobaan Tersebut. 
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



.

Sabtu, 18 Juli 2020

“ Buka Lembaran Baru Bangkitkan Motivasi Guru Untuk Cetak Siswa Hebat Menuju Sekolah Unggul”
































“ Buka Lembaran Baru Bangkitkan Motivasi Guru
Untuk Cetak Siswa Hebat Menuju Sekolah Unggul”
Hari Ke- 186
Disaat sedang bingung akan aktivitas yang dijalani sehari-hari, kita tentu merasa jenuh harus bagaimana lagi. Melakukan hal yang sama dan aktivitas yang samapun pada setiap harinya membuat kita lesu menjalaninya.  Walau sudah banyak orang yang bilang: "Kamu itu harus tetap berjuang jangan mudah putus asa, yuk semangat melakukan aktivitas setiap hari!", tetap saja rasanya tidak mempan. Bahkan kita menjadi bosan mendengar ocehan seperti itu.  Motivasi-motivasi itu rasanya tidak akan bisa membuat hidup kita ini berubah. Memang sih, jika kita berdiam di satu zona itu saja tidak akan berubah tetapi bila kita mau berpindah dan terus bergerak pasti akan mengalami penaikan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.  Ingin bertanya pada siapa lagi, nanti takut jawaban yang dihasilkannya sama dengan ocehan orang sebelumnya, mengeluhpun juga tiada gunanya, emosian dan marah-marah juga akan membuat diri tersiksa, dan banyak lagi... Mau tidak mau ya kita memang harus tetap bertahan di aktivitas kita ini pada setiap harinya. Namun, jika ingin semuanya serba berbeda marilah membuka lembaran yang baru dan untuk hal-hal yang baru pula.  Membuka lembaran baru diartikan sebagai membuka pintu dan masuk ke zona yang berbeda, misalkan saja kita selama ini bekerja, sekolah, kuliah di zona itu-itu saja. Tiba-tiba suatu hari kita punya niatan bahwa ingin berubah dari biasanya.Maka itulah kita berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai perbedaan itu untuk diterapkan diri sendiri dan juga memberi contoh untuk orang lain. Saat itulah zona kita mulai berbeda dan kita telah berhasil membuka lembaran baru untuk segala aktivitas yang baru dan berbeda pula tentunya. sekolah unggul adalah sekolah yang secara terus menerus meningkatkan kinerjanya dan menggunakan sumberdaya yang dimilikinya secara optimal untuk menumbuh-kembangkan prestasi siswa secara menyeluruh. Berarti bukan hanya prestasi akademis saja yang ditumbuh-kembangkan, melainkan potensi psikis, fisik, etik, moral, religi, emosi, spirit, adversity dan intelegensi.Keunggulan sekolah terletak pada bagaimana cara sekolah merancang-bangun sekolah sebagai organisasi. Maksudnya adalah bagaimana struktur organisasi pada sekolah itu disusun, bagaimana warga sekolah berpartisipasi, bagaimana setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sesuai dan bagaimana terjadinya pelimpahan dan pendelegasian wewenang yang disertai tangung jawab. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. application kelas unggulan di Indonesia secara pedagogis menyesatkan, bahkan ada yang telah memasuki wilayah malpraktik dan akan merugikan pendidikan kita dalam jangka panjang. Kelas-kelas unggulan diciptakan dengan cara mengelompokkan siswa menurut kemampuan akademisnya tanpa didasari filosofi yang benar. Pengelompokan siswa ke dalam kelas-kelas menurut kemampuan akademis tidak sesuai dengan hakikat kehidupan di masyarakat. Kehidupan di masyarakat tak ada yang memiliki karakteristik homogen. Bila boleh mengkritisi, pelaksanaan sekolah unggulan di Indonesia memiliki banyak kelemahan Pertama, sekolah unggulan di sini membutuhkan legitimasi dari pemerintah bukan atas inisiatif masyarakat atau pengakuan masyarakat. Sehingga penetapan sekolah unggulan cenderung bermuatan politis dari pada muatan edukatifnya.  Apabila sekolah unggulan didasari atas pengakuan masyarakat maka pemerintah tidak perlu mengucurkan dana lebih kepada sekolah unggulan, karena masyarakat akan menanggung semua biaya atas keunggulan sekolah itu. Kedua, sekolah unggulan hanya melayani golongan kaya, sementara itu golongan miskin tidak mungkin mampu mengikuti sekolah unggulan walaupun secara akademis memenuhi syarat. Untuk mengikuti kelas unggulan, selain harus memiliki kemampuan akademis tinggi juga harus menyediakan uang jutaan rupiah.  Artinya penyelenggaraan sekolah unggulan bertentangan dengan prinsip equity yaitu terbukanya akses dan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk menikmati pendidikan yang baik. Keadilan dalam penyelenggaraan pendidikan ini amat penting agar kelak melahirkan manusia-manusia unggul yang memiliki hati nurani yang berkeadilan. Ketiga, profil sekolah unggulan kita hanya dilihat dari karakteristik prestasi yang tinggi berupa NEM, input siswa yang memiliki NEM tinggi, ketenagaan berkualitas, sarana prasarana yang lengkap, dana sekolah yang besar, kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan sekolah yang kesemuanya sudah unggul.
Memasuki Tahun Pelajaran 2020/2021 , SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Sabtu 18/7/2020 Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baik SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya pada Pukul 08.00 Mengadakan Rapat Dinas Dewan Guru , Dalam sambutannya Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Sekretaris Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir  Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 mengucapkan banyak terimakasih  kepada Bapak / Ibu Dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Alhamdulilah Anak Didik Kita dari Data Pelacakan Alumni Yang SMP PGRI 6 Surabaya Keterima Melanjutkan Ke SMA / SMK Negeri Sedangkan yang SD S AL-IKHLAS Surabaya  Alhamdulilah banyak yang di terima Di SMP NEGERI  Itu bukan Pekerjaan yang sangat mudah dalam mengantarkan  anak didik bisa seperti itu , Disamping itu Juga BANU ATMOKO ,S.Pd juga mengucapkan banyak terimakasih atas Usaha Jeri payah Lomba – Lomba Menjadi Juara , Lomba Pramuka , Drumband Ini Semua Berkat  Guru – Guru yang sangat Hebat , Selanjutnya BANU ATMOKO , S.Pd juga mengajak Guru – Guru SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  Tetap Semangat Dan BANGKIT  Walaupun Jumlah Siswa PPDB Jauh dari harapan karena Kebijakan yang sangat mengecewakan , Tapi BANU ATMOKO , S.Pd mengajak Guru- Guru SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surtabaya Tetap bangkit serta Tetap Senyum Semangat Mengantarkan Generasi Emas Ini Menjadi Generasi Emas Unggul , Tetap Walaupun Peserta Didik Sedikit Tetap PACU Motivasi Anak Didik Kita Untuk Terus Menghiasi Sekolah Dengan PIALA- PIALA Kejuaraan , Jangan Takut Dan JANGAN Minder DenganSiswa SEDIKIT , Tapi BUAT Sekolah LAIN Minder Dengan Kita Membawa PIALA Setiap Lomba, Disamping itu BANU ATMOKO , S.Pd juga menyampaikan Agar Guru Guru Membuat JADWAL Pelajaran 2   Yaitu JADWAL Di SKPBM Dan DAPODIK Yang RIIL Sesuai Aturan Serta Jadual Pembelajaran Selama Masa PANDEMI COVID – 19 Ini, Serta Jangan Lupa Jurnal ON LINE Nya. Di Akhir Sambutan BANU ATMOKO , S.Pd meminta Guru Guru Untuk Membuka LEMBARAN BARU Dengan Tetap Semangat Mengatarkan Generasi Emas UNGGUL dengan Segudang Prestasi.