Rabu, 27 Mei 2020

“ Alhamdulilah Di Masa Pandemi Masih Bisa Menikmati Hidangan BAKSO “



“ Alhamdulilah Di Masa Pandemi Masih Bisa Menikmati Hidangan BAKSO “
                                                                                                Hari Ke - 134
Sejarah Bakso yang menjadi ciri khas negara indonesia dan setiap daerah juga memiliki bakso dengan khasnya sendiri. Siapa yang tak kenal makanan yang satu ini? olahan daging kenyal disiram kuah gurih. Pasti semua kenal dengan makanan ini Bakso namanya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang terkenal dengan makanan ikonik bakso dan sering disebut sebagai makanan khas daerah tersebut, sebut saja Kota Malang dan Kota Solo. Tentu kedua daerah ini memiliki ciri khusus atau bumbu khusus dalam pengolahan bakso. Namun, apapun ciri dan bumbunya, bakso tetap menjadi makanan favorit orang Indonesia. Ya, tentu saja bakso merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia. Bakso pada umumnya disajikan dengan bakso atau bola daging yang merupakan campuran daging giling dan tepung tapioka. Satu porsi bakso biasanya disajikan dengan bakso, tahu, toge, kubis, bihun, telur, dan juga kulit pangsit. Tak hanya berisi hal umum saja yang disajikan ke dalam seporsi mangkuk bakso namun ada juga siomay, tomat, dan lain-lain. Kemudian disiram kuah kaldu yang gurih dan diberi sedikit potongan daun bawang serta bawang goreng. Bagaimana tidak tergoda dengan makanan yang satu ini. Kaldu ayamnya yang bikin menggoda hidung untuk ingin melahapnya. Bakso, merupakan makanan yang mudah ditemukan. Mulai dari pedagang keliling hingga restoran besar sekalipun. Bahkan ada pula bakso yang dijual di super market dalam keadaan beku dimana kita hanya perlu memanasi bakso tersebut
Pada Hari Rabu 27/5/2020 Penulis , menikmati hidangan makan siang Bakso , dimana Bakso adalah Makanan Paling Favorit dari Penulis , Dalam Kesempatan tersebut Bakso yang di buat makan Siang di kasih Wortel , Jadi tambah lebih mantab . Dalam Suasana Stay At Home Makan bakso Serasa Nikmat dan Penulis merasa bersyukur karena masih bisa makan dengan BAKSO , Di Luar Juga Penulis juga Sering makan Pentol , Kadang Penulis sampai beli pentol habis 5.000 ,- Karena Makanan Favorit , dimana Makanan Favorit dari Penulis selain BAKSO Adalah PANGSIT Mie Ayam. Jika Tidak ada Pandemi Pasti Penulis selalu makan di Depan TELKOM Di Noyo Itu yang Jadi Langganan Dari Penulis
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



Selasa, 26 Mei 2020

“ Urusan Perut Menjadi Penghambat Pelaksanaan PSBB “












“ Urusan Perut  Menjadi Penghambat Pelaksanaan  PSBB 
                                                                                                Hari Ke - 133
Pemerintah untuk penanganan virus corona mengatakan, pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) merupakan senjata untuk mengendalikan penularan Covid-19. "Komitmen kita adalah bahwa PSBB merupakan senjata seluruh masyarakat untuk mengendalikan laju pertambahan kasus positif Covid-19," beberapa hari terakhir banyak pihak mengevaluasi dan menyampaikan penilaian soal penerapan PSBB. Sementara itu, sesuai arahan Presiden, semua daerah yang telah disetujui menerapkan PSBB harus menjalankan teknis aturannya secara maksimal. "Sehingga bisa menekan penambahan kasus baru dan menekan angka kematian. Kemudian didukung pula dengan pemeriksaan secara masif, tracing lebih aktif serta dilakukan isolasi ketat dan dirawat lebih ketat,". Oleh karena itu, pemerintah mengingatkan bahwa dalam PSBB ada kegiatan yang dilarang, dibatasi, dan ada pula kegiatan yang diatur dengan baik. "Misal kegiatan sosial yang sifatnya tidak terkait kebutuhan dasar seperti logistik, atau layanan kesehatan maka diharapkan ditutup,". "Yang masih diizinkan adalah transportasi, keamanan, ketertiban masyarakat masih tetap diizinkan untuk beroperasi. Sehingga perlu diatur dalam teknis PSBB, salah satunya dengan adanya SE Nomor 4 Tahun 2020,". mengungkapkan ada penambahan 490 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sehingga secara akumulatif ada 16.496 kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai saat ini.
Berdasarkan data dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  , Sampai 26/5/2020  Surabaya Utara Yang Meninggal  Sejumlah 52 Orang , Surabaya Timur Sebanyak 50 Orang yang Meninggal , Surabaya Pusat Sebanyak 38 Orang yang Meninggal ,  Surabaya Selatan Sebanyak 36 Orang yang meninggal, Sedangkan Surabaya Barat Sebanyak 15 Orang yang meninggal,  Melihat   Jumlah data yang begitu banyak nya , Akhirnya  Gubernur Jawa Timur Mengeluarkan  Keputusan Gubernur Jawa Timur  Nomor : 188/258/KPTS/013/2020  Tanggal 25 Mei 2020 Tentang PERPANJANGAN KEDUA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI WILAYAH KOTA SURABAYA, KABUPATEN SIDOARJO, DAN KABUPATEN GRESIK, Sejak di keluarkannya Keputusan Tersebut , Penulis pada Hari Selasa 26/5/2020 Penulis Pagi hari Pukul 06.30 Mengantarkan Kakak kerja  di Daerah Keputih Sukolilo Surabaya  dan Pada Pukul 14.00 Pulang Kerja  , Mulai Jam Pagi sampai siang  Penulis melihat Jalan Raya Sangat Padat dan Ramai , Serta Pada waktu Melewati Galaxy Mall Parkiran di sana Sangat Penuh , Penulis Saat mengendarai sepeda motor sambil Gonceng Kakak Penuh keheranan Padahal Gubernur Jawa Timur  Mengeluarkan Edaran Tentang PSBB , Tapi Kenyataannya Masih Padat Dan masih banyak yang Keluar, Penulis Akui bahwa aturan PSBB Juga banyak Pro dan Kontra hal ini disebabkan Karena masih Urusan Perut Jadi aturan yang sudah di buat sebagus apapun sangat sulit untuk  di Aplikasikan . Dalam Kesempatan yang baik Penulis Berharap agar Masyarakat dapat mematuhi aturan – aturan yang  sudah di buat oleh Pemerintah  Seperti bila keluar memakai Masker , Dilarang Bergerombol , Memakai Hand Sanitizer , Tetapi yang lebih penting dalam hal ini adalah Pemerintah Menjamin Keamanan Dan  Jaminan Hidup seperti Makan dan lain sebagainya , Jangan Sampai Masyarakat berada di rumah , Tetapi Tidak ada Pemberian dari Pemkot Surabaya Seperti bantuan Beras , Bahan Pokok , Permakanan  , Jika Hal Tersebut dilaksanakan , Maka PSBB Akan Berjalan Dengan Aturan Yang Sesuai Sehingga Jumlah Korban PANDEMI COVID – 19 Mengalami Penurun Dan Pandemi COVID Hilang Dari Bumi Indonesia Khsusnyan Kota Surabaya Jawa Timur.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat




Senin, 25 Mei 2020

“ Penggunaan Teknologi Jarak Jauh Dengan NUADU Di Masa PANDEMI COVID – 19 “






















“ Penggunaan Teknologi Jarak Jauh Dengan NUADU Di  Masa PANDEMI COVID – 19 “
                                                                                                Hari Ke - 132
Transformasi digital mau tidak mau harus dilakukan oleh semua institusi pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar jarak jauh, baik yang sudah mempersiapkan maupun yang belum siap. Frahel Theodora, Head of Curriculum Nuadu mengatakan untuk sekolah atau institusi yang sebelumnya sudah menerapkan teknologi digital mungkin hanya tinggal menyesuaikan saja dari yang awalnya hanya sebagian menjadi sepenuhnya melalui online. Sementara itu, untuk sekolah yang belum melakukan transformasi digital harus segera mencari teknologi yang tepat untuk diterapkan di sekolahnya. “Transformasi bukanlah hal yang mudah dilakukan, langkah-langkah yang harus diterapkan pun cukup panjang sehingga ketika sekolah atau pimpinan sekolah memutuskan untuk menggunakan satu teknologi, pilih yang cukup mudah diimplementasikan baik oleh guru maupun siswa,” tuturnya. Nuadu adalah perusahaan education technology menawarkan inovasi bagi tenaga pengajar dan otoritas pendidikan melalui solusi terpadu bagi pengajar sehingga dapat melaksanakan KBM secara online layaknya berada di kelas atau tatap muka. “Kami ingin agar dalam kondisi seperti ini, KBM tetap efektif sehingga di sini kami tidak hanya menyediakan alat konferensi video saja tetapi juga fitur yang dapat digunakan oleh pengajar untuk memonitor setiap peserta didik melalui kurikulum yang diterapkan secara real-time,” ujarnya. Inovasi tersebut, sambungnya, dirancang sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga dapat memudahkan para guru dalam mengajar walaupun dalam kondisi jarak jauh. Selain itu, terdapat sejumlah fitur yang dapat diotomatisasi sehingga dapat mengurangi beban kerja guru. Misalnya saja, setelah guru selesai mengajar melalui video conference maka harus rekamannya akan otomatis tersimpan sehingga siswa bisa mengulang kembali materi pembelajarannya dan bisa disimpan kapan saja. Kedua, Nuadu akan membantu guru memberikan pemetaan yang realtime mengenai penilaian atau evaluasi siswa sehingga setiap siswa akan mendapatkan soal atau pelatihan sesuai dengan perkembangan kemampuannya. Ketiga, saat guru bisa melihat pemetaan yang jelas mengenai kemampuan setiap siswa maka akan memudahkannya untuk memberikan feedback yang tepat kepada masing-masing siswa. “Kami dari Nuadu mencoba untuk mereplikasi KBM yang ada di kelas menjadi dapat diterapkan secara online meski tidak sesempurna di kelas,” ujarnya. Selain itu, dengan adanya pendataan yang jelas melalui platform pembelajaran di Nuadu, pimpinan sekolah juga dapat melihat dan memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar benar-benar berjalan serta dapat melihat serajin dan seefektif apa siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hingga saat ini, jumlah sekolah yang sudah menggunakan Nuadu telah mencapai 200 sekolah, sejak platform ini pertama kali hadir pada 2018 akhir. Adapun sejak terjadinya pandemic Covid-19, jumlah pemakaian meningkat sekitar 1500 persen setiap bulannya.
Hari Rabu, 20 Mei 2020. Tepat pukul 13.00 Webinar yang dilaksanakan oleh MediaGuru bekerjasama dengan NUADU ( salah satu perusahaan education technology) dimulai. Acara Webinar ini dibuka oleh Bapak Mohammad Ihsan, selaku CEO MediaGuru berperan sebagai host, dibantu oleh Bapak Andi Yasin sebagai Co-Host dan bapak David Ashari (Digital Solution Manager) selaku narasumber. Acara ini diikuti sekitar 175 peserta tapi yang berhasil masuk room dengan aplikasi Zoom ini hanya sekitar 133 orang.

Dalam sambutannya bapak Mohammad Ihsan memaparkan 6 poin nasehat dari mas Mentri Nadiem selama pembelajaran daring pada masa pandemic covid-19 ini;
1. Hindari stres, guru harus keluar dari zona nyaman. Guru harus bisa menyesuaikan diri sesuai kondisi selama pandemic.
2. Guru membagi siswa menajdi kelompok-kelompok kecil sesuai dengan kompetensi siswa.
3. Memperbanyak project base learning.
4. Memberi alokasi waktu lebih banyak bagi siswa yang tertinggal kompetensinya.
5. Target kurikulum tidak harus tuntas, fokus pada materi yang terpenting.
6. Guru harus menjalankan tugasnya dengan senang, meskipun dalam situasi yang sulit ini.
Acara dilanjtkan oleh bapak David Ashari selaku narasumber dari NUADU. Beliau menyampaikan hasil surveynya selama masa pandemic. Banyak siswa mengeluh karena tugas-tugas yang diberikan guru membuat mereka capek dan bosan. Siswa harus mengirim tugas melalui WA dan ini dirasa kurang efektif meskipun WA sudah termasuk memakai teknologi dalam pembelajaran. Beliau tidak memaparkan teori tapi langsung mempraktikkan bagaimana cara kerja NUADU. Di mana NUADU ini bisa langsung dibuka di browser tanpa harus unduh aplikasi di Play store, NUADU bisa digunakan secara bersamaan dan aktifitas siswa dapat dipantau langsung. Sekolah dapat menggunakan dana BOS karena NUADU sudah ada di aplikasi siplah.blibli.
Pada akhir paparannya, bapak David memberikan kesimpulan materi yang disampaikan tentang kelebihan-kelebihan NUADU dibandingkan teknologi pembelajaran yang lain.
1. Menjalankan fungsi penilaian (Assessment)
2. Menghindari Time Management yang tumpang tindih.
3. Menvirtualisasi peran dan fungsi guru di kelas konvensional (offline) menjadi online, mulai dari lecturer, assesment juga lesson
4. Menjalankan fungsi managerial.
Webinar ditutup tepat pukul 15.00 oleh Bapak Mohammad Ihsan. Peserta nampak puas dengan paparan dari narasumber dan banyak yang ingin mempraktikkan langsung.
Terima kasih pak CEO Bapak Mohammad Ihsan.
Salam literasi.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat


Sabtu, 23 Mei 2020

“ Keponakan Adalah Bagian Dari Hidup Penulis “





“ Keponakan  Adalah Bagian Dari Hidup Penulis “
                                                       Hari Ke - 130
Alhamdulillah masih dikasih kesempatan berfoto dengan keponakan  ketawa mulu setiap hari kalau pulang kerja nontonin mereka, untuk minta di putarkan Musik CICAK – Cicak Di Dinding
Tak Terasa Sudah hampir 2 ( Dua ) Tahun Keponakan Tercinta CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Selalu Lengket dengan Penulis, Seperti  Yang  pada Hari Sabtu 23/5/2020  Penulis  bermain dengan keponakan tercinta tersebut  , Pada hari itu Penulis di beri Mahkota dari Bantal oleh Keponakan tercinta CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Dalam kesempatan tersebut CHYNTIA Prajna Wulandari baru sembuh Dari Sakit Nya yaitu  Batuk dan Pilek , Menurut Penulis Keponakan Tercinta adalah Bagian dari Hidupnya , karena Keponakan Tersebut yang selalu menjadi teman dan menghibur  Penulis di saat susah , Bagi Penulis CHYNTIA Adalah Segalah – Galahnya Termasuk Pada Waktu sakit  Penulis sangat sedih , Makanya Di Kesempatan yang Baik dan berbahagia Penulis menghaturkan banyak terimakasih Atas Doa Nya Untuk Kesembuhan Keponakan Tercinta, Karena Bila  Keponakan Sakit Maka Penulis Merasa Sangat Sedih Karena Beliaulah Teman Bermain , Teman Ngobrol di kalah Penulis sedih atau susah.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat

Jumat, 22 Mei 2020

“ Hargai Dan Lindungi Tenaga Kesehatan Di masa Pandemi COVID – 19 “

















“ Hargai Dan Lindungi Tenaga Kesehatan Di masa Pandemi COVID – 19 “
Hari Ke - 129

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Walaupun lebih banyak menyerang lansia, virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayianak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan
Selama COVID – 19 Sudah menjalar di Indonesia sudah banyak masyarakat  bahkan Tenaga Kesehatan yang meninggal akibat banyak nya Masyarakat yang terkena COVID – 19 Sejak di perlakukannya PSBB  Bagi Kota Surabaya berdasarkan data dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  Semakin hari semakin menunjukan Jumlah pasien Penderita COVID – 19 tersebut , baik yang masih di rawat Intensif di Rumah Sakit  maupun yang meninggal  berdasarkan data https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  Tanggal 22 Mei 2020  Bahwasannya  Warga Yang Meninggal di Wilayah  Surabaya Timur  Sebanyak 44 Orang Yang Meninggal , Surabaya Utara Sebanyak 42 Orang Yang Meninggal , Surabaya Selatan 32 Orang Yang Meninggal , Surabaya Pusat 32 Orang Yang Meninggal Sedangkan Surabaya Barat Sejumlah 15  Orang yang meninggal   , Dengan Jumlah segitu banyak nya masyarakat   tidak sadar akan Bahayanya COVID – 19  bahkan ketika mereka keluar dari rumah mereka tidak memakai Masker dan sarung Tangan M Bahkan Jika Di ingatkan Selalu Jawabannya MATI IKU URUSANE GUSTI Allah , Tapi Mereka Tidak Mikir Jika Mereka sakit , sampai Meninggal Kasihan Tenaga Kesehatan  Yang menjadi Garda terdepan  Untuk melayani dengan Hati bagi masyarakat  sampai Nyawa Dan keluarga mereka korbankan demi menyelamatkan Nyawa  Masyarakat , Tapi apa Daya Masyarakat Tidak bisa dan tidak mau Menghargai Jeri Payah Tenaga Kesehatan , Sudah banyak Dokter , Perawat Yang Meninggal demi menyelamatkan  Penderita COVID – 19 Tersebut ,  Bahkan masyarakat tidak tahu bagaimana Nasib Keluarga Tenaga Kesehatan  di rumah Bila Ibu Atau Ayah Nya Pulang Dari Merawat Pasien   Yang  COVID – 19. Di hari yang baik ini Penulis Berharap dan Mengajak Kepada Seluruh Masyarakat   Taati Aturan Yang Sudah di buat Pemerintah Mengenai COVID – 19 , Jangan Anggap Bahwa Diri Kita Sehat , Ayo Kita Jaga Diri Kita Dengan Pola Hidup Bersih Dan Sehat , Ayo Kita Lindungi Keluarga Kita Dari COVID – 19 , Apalagi Setelah ini Adalah Hari Raya Idul Fitri  Penulis  Menghimbau Jangan Membuka Klaster Klaster dari  dari salaman Ketika Lebaran, Ayo Kita Hargai dan Kita lindungi Tenaga Kesehatan , Karena Mereka Sudah Berkorban Untuk Kita Semua. Penulis Berharap Agar Masyarakat dapat bertahan menjalankan Aturan tersebut dengan sebaik – baiknya Insyah Allah Jika Masyarakat Patuh Selama Maximal 1 Bulan COVID – 19 Akan Hilang dari  Bumi ini dan Tenaga Kesehatan akan kembali bisa berkumpul dengan keluarga karena adanya Kerjasama yang baik antara masyarakat , tenaga Kesehatan dan Pemerintah
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat