Selasa, 24 September 2019

“ TAK ADA KESUKSESAN TANPA PENGORBANAN “





























“ TAK ADA KESUKSESAN TANPA PENGORBANAN “
Realita di lapangan mengatakan, bahwa tak akan ada kesuksesan dan/atau keberhasilan yang didapat oleh seseorang tanpa adanya pengorbanan. Pengorbananlah sebagai penentunya. Tak akan ada kesuksesan yang dicapai, jikalau hanya berdiam diri, tanpa usaha. Tak ada keberhasilan atau kesuksesan yang datang tiba-tiba. Mustahil kesuksesan menghampiri kita tanpa ada usaha dan pengorbanan untuk menggapainya. Semuanya perlu pengorbanan dan kerja keras. Bahkan, juga diperoleh dengan jalan derita yang tak mudah dan begitu pahit. Seseorang perlu merelakan tenaganya, mengorbankan waktu, pikiran, atau pun yang lainnya bila ingin meraih atas apa yang diniatkan dan diimpikannya. Ya, di sini berlaku hukum kausalitas. Bila ada sebab, maka akan ada akibatnya. Sebab kita mengorbankan sesuatu, maka output atau akibatnya pun akan kita dapatkan. Percayalah. Saya akan memberikan contoh yang sederhana. Seorang siswa yang memperoleh prestasi yang begitu gemilang di kelasnya, ia tak bisa mendapatkannya begitu saja. Pasti ia berkerja keras. Pasti ia belajar dengan sungguh-sungguh. Meminta arahan dan bimbingan dari guru, orangtua, teman-teman, atau pun orang-orang di sekitarnya. Waktu, tenaga, pikiran, pasti ia kerahkan sehingga mendapatkan prestasi yang dimaksud. Seorang petani padi, tak akan bisa memetik atau memanen hasilnya yang berlimpah ruah, tanpa ada proses atau pengorbanan yang dilakukan sebelumnya. Butuh waktu untuk merawatnya dari berbagai hama dan gulma. Memberikan irigasi dan pupuk yang cukup. Bahkan, mungkin rela tak tidur di malam hari demi menjaga padinya agar tak dimakan dan diganggu oleh hewan pengganggu, seperti babi hutan, landak, dan lain-lain. Contoh lain, orang yang sudah mampu menelurkan karya tulis (buku solo), misalnya, tak mungkin langsung jadi begitu saja. Pasti dan pasti ia mengorbankan sesuatu. Waktu, sudah tentu ia korbankan. Tenaga dan pikiran, juga demikian, pasti ikut andil. Bahkan, uang pun ikut ambil bagian demi melahirkan karya tulis tersebut. Misalnya saja dari segi waktu. Untuk bisa menulis dan menghasilkan sebuah buku, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan dibutuhkan waktu bertahun-tahun. Ini baru dari segi penulisan dan pengumpulan literatur atau rujukan. Belum lagi kalau naskah tulisan tersebut ditolak kiri-kanan oleh penerbit. Pastinya waktu akan semakin banyak dan bertambah, baru bukunya tampak nyata. Hematnya, apa pun bentuk kesuksesan yang telah digapai oleh seseorang yang kita saksikan sekarang, pasti melewati seabrek pengorbanan nan berliku. Percayalah. Itu semua berkat pengorbanan, kerja keras, dan izin Tuhan. Jadi, tak usah heran apalagi sampai kaget dengan kesuksesan yang diraih oleh orang-orang di kiri-kanan kita. Mereka mendapatkannya karena mereka telah berusaha dan mengorbankan sesuatu. Oleh karena itu, mari kita berusaha dan berkorban jika ingin sukses dan meraih atas apa yang diniatkan atau diimpikan. Kerahkan tenaga, waktu, pikiran kita untuk itu. Sembari tetap bermohon dan berdoa kepada Sang Ilahi, kiranya kita mampu menggapai atas apa yang menjadi kebutuhan, harapan, atau pun keinginan kita. Yakinlah, bahwa tak ada kesuksesan tanpa pengorbanan.
Pada Hari Rabu 25/9/ 2019 , Sebanyak 23 Siswa / Siswi SMP GRI 6 Surabaya  Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Serta Serta 20 Siswa SDS” AL-IKHLAS Surabaya sebelum kegiatan belajar mengajar  mengikuti kegiatan Latihan Pramuka . Adapun Kegiatan Pramuka pada Pagi hari ini adalah Pemasangan Kaki Tiga dengan waktu 30 Menit , Pembuatan Tandu PPGD , Bermain Holahop , Serta Permainan Bola Kasti , Dalam kesempatan tersebut Yang mendampingi dan melatih kegiatan tersebut Adalah Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd , Dalam Kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , .S.Pd  Menjaga , Mengawasi Peserta Didik sambil Melihat waktu dan pekerjaan Peserta Didik baik SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya. Menurut Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut menyampaikan Kepada anak didik nya baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya bahwa Taka da Kesuksesan Tanpa Pengorbanan, Maka dari itu Bapak Kepala Sekolah tersebut pasti akan menyempatkan waktu untuk melatih membina dan mendampingi anak didik SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Untuk meraih sebuah kesuksesan




“ Tumbuhkan Jiwa Eco Preneur Melalui Lomba Asah Terampil”









“ Tumbuhkan Jiwa Eco Preneur Melalui Lomba Asah Terampil”
Asah adalah stimulasi yang diberikan. Asih adalah kasih sayang yang diberikan oleh orangtua. Sedangkan asuh adalah kecukupan sandang, pangan, papan, dan kesehatan dasar yang diperoleh anak. Menakar Makna Terampil dalam Pendidikan. Terampil, menjadi kata kunci lain dari tujuan pendidikan nasional. Kata ini, menjadi key word  selain delapan keyword lain dalam tujuan pendidikan nasional. Lalu apa itu terampil dan mengapa pendidikan nasional salah satunya, bertujuan membentuk peserta didik agar menjadi terampil. Secara filosofi, keterampilan seseorang, ternyata merupakan rangkaian dari proses berpikir, proses pembelajaran dan proses pemahaman. Disebut demikian, karena untuk menuju  ke  keterampilan, perlu diikuti dengan belajar, berpikir dan memahami. Proses-proses seperti itu, hanya akan berjalan di dunia pendidikan. Keterampilan  dengan bahasa lain, akan menjadi suatu proses dari cara memahami sesuatu. Manusia yang tidak pernah memahami sesuatu, dalam arti lain, berarti ia tidak akan pernah bisa terampilNgalim Poerwanto [1987: 62], menyebut keterampilan sebagai suatu tingkatan kemampuan seseorang dalam menerapkan arti atau konsep yang diketahuinya. Keterampilan akan mendorong seseorang untuk tidak hanya hapal secara verbal akan sesuatu, tetapi memahami konsep dari masalah atau fakta yang ditanyakan. Indikator manusia terampil, dengan nalar Ngalim Poerwanto, dicirikan dengan kemampuan membedakan, mengubah, mempersiapkan, menyajikan, mengatur, menginterpretasikan, menjelaskan, mendemonstrasikan, memberi contoh, memperkirakan, menentukan dan memberikan keputusan. Anas Sudijono [1996] menyebut keterampilan sebagai kemampuan seseorang untuk mengerti, memahami dan menerapkan sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, keterampilan adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat menerapkan atau mengimplementasikannya. Keterampilan merupakan jenjang kemampuan  dari pemahaman dan berpikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan dan hafalan. Dari berbagai pendapat di atas, indikator keterampilan pada dasarnya sama, yaitu dengan memahami sesuatu berarti seseorang dapatmempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, menafsirkan, memperkirakan, menentukan, memperluas, menyimpulkan, menganalisis, memberi contoh, menuliskan kembali, mengklasifikasikan, dan mengikhtisarkan. Indikator tersebut menunjukkan bahwa keterampilan mengandung makna lebih luas atau lebih dalam dari pengetahuan. Dengan pengetahuan, seseorang belum tentu mampu mennerapkan sesuatu yang dimaksud secara terampil, hanya sekedar mengetahui tanpa bisa mengaplikasikan makna dan arti dari sesuatu yang dipelajari. Sedangkan dengan keterampilan, seseorang tidak hanya bisa menghapal sesuatu yang  dipelajari, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menangkap makna dari sesuatu yang dipelajari juga mampu memahami konsep dari pelajaran tersebut.
SMP PGRI 6 Surabaya Sebagai Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Selasa 24/9/2019  Sebanyak 3 Orang siswa yaitu  Inayah Siswa Kelas 8 , Masayu dini Suciati Siswa Kelas 7 , Serta  yuliana Latifah Siswa Kelas 7 Mengikuti Kegiatan Lomba Asah Terampil  yang diadakan Oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya Di Gedung Graha Sawunggaling Lantai 6 Jalan Jimerto Surabaya  , Dalam kesempatan ini Tim SMP PGRI 6 Surabaya membuat Kerajinan tentang Daun Kladi Merah , Dalam Kesempatan tersebut Tim  SPEGRINAM Surabaya ( SMP PGRI 6 Surabaya ) di damping oleh Ibu Dra. TIWIK SUKIRAHAYU , Selaku Guru Prakarya Kerajinan Dan Pengolahan , Dalam Kesempatan tersebut Alhamdulilah Tim SPEGRINAM SURABAYA  Masuk 10 Terbaik Lomba Asah Terampil Tersebut . Bapak  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd  sangat bangga dan salut atas penampilan anak didik  SMP PGRI 6 Surabaya. Kegiatan Lomba tersebut Adalah Bukti SMP PGRI 6 Surabaya Sebagai Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang dapat memanfaatkan dari Hasil DAUR Ulang barang barang beka , Dari kesederhanaan tersebut itulah yang dapat mengantarkan SMP PGRI 6 Surabaya menjadi 10 Terbaik Lomba Asah Terampil Tahun 2019. Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut mengatakan bahwa  kegiatan ini adalah implementasi dari Kegiatan Mapel Prakarya Kerajinan Dan Pengolahan . Banu berharap agar ke depannya seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya  dapat memanfaatkan keunggulan local serta dapat membuat kerajinan untuk di jual sehingga dapat menumbuhkan jiwa wira usaha / eco preneur dari barang – barang bekas.


Minggu, 22 September 2019
















“ Melalui Upacara Ajarkan Penguatan Karakter Ke Siswa “
Upacara bendera di sekolah dilaksanakan secara rutin tiap minggunya. Upacara Pengibaran bendera merah putih setiap senin pagi dan upacara penurunan pada Jumat sore. Seluruh sekolah di Indonesia melaksanakan upacara bendera. Peserta upacara adalah seluruh siswa-siswi dan guru. Pembina upacara oleh kepala sekolah atau guru secara bergantian. Petugas upacara dilakukan oleh siswa-siswi yang telah ditunjuk. Biasanya tiap kelas secara bergantian bertanggung jawab sebagai petugas upacara. Atau siswa yang tergabung dalam team Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) pada upacara peringatan hari-hari besar. Petugas upacara terdiri dari: Pengatur upacara, pemimpin upacara, Pemimpin barisan, Pengibar bendera, Pembawa dan Pembaca teks, Paduan suara beserta dirijen. Keterlibatan siswa dalam pelaksanaan upacara bendera sangat penting. Upacara bendera merupakan sarana yang strategis dalam penyampaian pembinaan kepada siswa. Pembina dalam amanatnya menyampaikan motivasi, nasihat, dan pembalajaran untuk para siswa. Sebagai peserta upacara siswa mendengarkan, memahami dan melaksanakan apa yang diamanatkan oleh Pembina Upacara. Amanat yang disampaikan Pembina upacara tentunya dalam rangka pembinaan kepada siswa agar tujuan pendidikan dapat tercapai, terlebih pendidikan karakter siswa. Pendidikan karakter siswa, harus ditumbuhkan, dikembangkan, diterapkan dan diamalkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu caranya adalah melalui pelaksanaan upacara bendera di sekolah. Nilai-nilai karakter yang dapat ditumbuhkan melalui upacara bendera antara lain: religius, disiplin, tanggung jawab, semangat kebangsaan, cinta tanah air, patriotisme dan nasionalisme. Pendidikan karakter religius harus selalu menjadi pendidikan yang utama dalam setiap proses belajar mengajar. Apapun yang diajarkan guru kepada siswa, nilai-nilai religius harus ditanamkan dibenak para siswa. Dalam upacara bendera, sikap religius yang dapat ditanamkan adalah sikap keteraturan dalam barisan. Bahwa setiap agama di Indonesia mengajarkan umatnya untuk hidup teratur dan tertib, sikap ini dilatih dalam barisan peserta upacara. Selain itu menanamkan sikap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan dan penghidupan yang baik di Negara yang damai seperti Indonesia. Mengheningkan cipta seraya berdoa, merupakan sikap religius untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Disiplin, merupakan nilai karakter yang wajib ditanamkan kepada siswa. Pada upacara bendera sikap disiplin menjadi hal yang mutlak. Upacara bendera menuntut siswa harus disiplin, baik sebagai petugas maupun peserta upacara agar upacara berjalan lancar, tertib dan hikmat. Sehingga seluruh peserta upacara dapat menyimak amanat yang disampaikan oleh Pembina upacara. Disiplin yang diajarkan dan diterapkan dalam upacara bendera diharapkan menjadi karakter pribadi semua siswa. Siswa menjadi terbiasa dengan disiplin diri, disiplin waktu dan disiplin belajar. Kedisiplinan yang tinggi kelak akan membuat siswa dapat meraih cita-citanya dengan mudah. Upacara bendera sebagai program sekolah dan pembiasaan siswa, menuntut rasa tanggung jawab siswa baik sebagai peserta maupun petugas upacara. Seluruh siswa wajib mengikuti dan melaksanakan upacara dengan penuh rasa tanggung jawab. Melatih dan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa melalui upacara sangat efektif.Siswa sangat tahu bahwa mengikuti upacara merupakan tanggung jawab bersama. Sikap tidak perduli, meremehkan dan masa bodoh harus dihilangkan dan digantikan dengan sikap tanggung jawab. Sehingga pelaksanaan upacara bendera dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa tanggung jawab siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter. Semangat kebangsaan merupakan salah satu nilai karakter bangsa. Wawasan kebangsaan harus ditanamkan dan ditumbuhkan kepada siswa  dalam rangka menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat kebangsaan dalam mengisi kemerdekaan tidak boleh padam.Oleh karenanya melalui pelaksanaan upacara bendera, semangat kebangsaan harus terus dikobarkan di kalangan siswa sebagai generasi penerus bangsa. Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina dan ditirukan oleh seluruh peserta upacara, diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kobaran semangat kebangsaan. Dalam urutan acara  upacara bendera selalu ada menyanyikan lagu wajib nasional dan  daerah. Dalam setiap syair lagu yang dinyanyikan dapat menggugah dan meningkatkan rasa kecintaan kepada tanah air dan bangsa. Rasa kecintaan ini wajib dimiliki oleh semua siswa. Siswa harus bangga terhadap tanah air, bangsa dan negerinya. Karena hal ini dapat menangkal derasnya budaya dari luar negeri. Rasa kecintaan terhadap tanah air dapat dijadikan semangat untuk membangun Indonesia. Siswa sebagai generasi muda, menjadi penerus estafet pembangunan bangsa dimasa yang akan datang. Inti kegiatan dari upacara bendera, selain mendengarkan amanat Pembina adalah pengibaran bendera. Pengibaran bendera sebagai inti kegiatan harus dilakukan secara tertib dan hikmat. Petugas harus benar-benar siap dan tanggung jawab penuh karena pada saat bendera dikerek ke puncak tiang, seluruh peserta upacara mengangkat tangan kanannya sebagai bentuk penghormatan. Momen ini sangat ampuh untuk nenumbuhkan rasa patriotism dan nasionalisme. Terlebih sambil mendengar lagu Indonesia Raya yang mengiringi bendera berkibar. Masih banyak lagi nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada siswa melalui pelaksanaan upacara bendera. Semua menjadi komitmen dan tanggung jawab kita bersama sebagai pendidik. Mari rapatkan barisan untuk keberhasilan pendidikan karakter siswa. Keberhasilan pendidikan karakter siswa merupakan modal dasar dalam rangka menyiapkan generasi mendatang yang tangguh, religius, disiplin, tanggung jawab, memiliki semangat kebangsaan, cinta tanah air, patriotisme dan nasionalisme.
Dalam menumbuhkan Pengembangan Karakter Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Senin 23/9/2019  Seperti biasa melaksanakan kegiatan  Upacara Bendera , Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara adalah  Ibu M. RACHMA WIDJAJATI , S.Pd , M.Si  Selaku Guru IPS Di SMP PGRI 6 Surabaya , Dalam Kesempatan ini yang menjadi Petugas Upacara adalah Peserta Didik Kelas 7. Pada Kesempatan Ini Ada Tambahan Petugas UPACARA Adalah  IKRAR SUMPAHIN NARKOBA , Dalam Kesempatan ini di sampaikan oleh ANNISA DWI AINUN YASIN Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya di Ikuti Seluruh Peserta Upacara baik SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya. Dalam amanat sambutannya Ibu M. RACHMA WIDJAJATI , S.Pd , M.Si  Menyampaikan bahwa : Setelah Ini akan di adakan Penilaian Tengah Semester  Mohon Seluruh Peserta Didik Belajar Dengan rajin dan Tekun , Khususnya Kelas 9 Dan Kelas 6 Dalam Menghadapi UNBK DanUSBN , Tingkatkan Prestasi baik Akademik Maupun Non Akademik , Karena  Dengan meningkatkan prestasi dapat membanggakan Orang  Tua dan mengharumkan Sekolah,  Bu Rachma juga meminta  kepada anak didik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya agar menggunakan Atribut sekolah yang benar, Selanjutnya beliau mengajak untuk menjaga kebersihan sekolah dengan tidak membuang sampah sembarangan, DISIPLIN , Serta Bu RACHMA WIDJAJATI , S.Pd , M.Si Untuk Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Untuk menjauhi Narkoba , Karena NARKOBA Adalah Penghancur Masa Depan Bangsa