Selasa, 20 Januari 2026

Guyub Rukun, Maju Bersinergi: Mempererat Silaturahmi Kepala SMP Swasta Surabaya Utara di Pantai Kenjeran

 Guyub Rukun, Maju Bersinergi: Mempererat Silaturahmi Kepala SMP Swasta Surabaya Utara di Pantai Kenjeran

 

Deru ombak tenang dan semilir angin di Pantai Kenjeran Lama menjadi saksi momen berharga berkumpulnya para Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta se-Wilayah Surabaya Utara. Mengusung tema "Guyub Rukun, Maju Bersinergi", kegiatan ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan sebuah langkah nyata dalam menyatukan visi demi kemajuan pendidikan di kawasan utara Kota Pahlawan.Di tengah kesibukan mengelola institusi pendidikan, para kepala sekolah menyadari bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, suasana santai di ikon wisata Surabaya ini dimanfaatkan untuk melepas penat sekaligus berdialog secara kekeluargaan. "Esensi dari pertemuan ini adalah guyub rukun. Jika kita sudah rukun, maka sinergi untuk maju bersama akan jauh lebih mudah dilakukan," ujar salah satu perwakilan peserta di sela-sela kegiatan.Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus diskusi santai namun mendalam:

 

1) Pertukaran Inovasi: Saling berbagi praktik baik (best practices) dalam manajemen sekolah.

 

2) Peningkatan Kualitas Lulusan: Menyamakan standar kompetensi agar siswa SMP Swasta di Surabaya Utara memiliki daya saing tinggi.

 

3) Solidaritas Antar-Lembaga: Menghilangkan sekat kompetisi yang tidak sehat dan menggantinya dengan kolaborasi yang saling menguatkan.

 

Di tengah tengah kesibukan Kepala SMP Swasta Surabaya Utara  dalam mempersiapkan Nominasi Ujian Satuan Pendidikan Kelas 9  Tahun 2025/2026 Dan Mempersiapkan TKA ( Tes Kemampuan Akademik )  Pada Hari Selasa 20/1/2026 Sebanyak 30 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Melakukan kegiatan Refresing Di  UPTD Taman Hiburan Pantai Kenjeran / KENJERAN LAMA  Jl. Pantai Ria Kenjeran, Kenjeran, Kec. Bulak, Surabaya, Jawa Timur 60123

Menurut Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya  Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi Menempuh S2 MANAJEMEN UNESA Menyampaikan bahwa alasan memilih refesing di Kenjeran yaitu Pemilihan lokasi di Pantai Kenjeran Lama memiliki makna simbolis. Sebagai salah satu warisan wisata lokal yang terus berkembang, pantai ini merepresentasikan semangat Surabaya Utara yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan jaman. Berdiskusi di ruang terbuka diyakini mampu memantik ide-ide kreatif yang lebih segar dibanding pertemuan formal di dalam ruangan. Dalam sambutannya Penulis menyampaikan Terimakasih Atas HIDANGAN Siang Hari Ini Semoga Allah Yang Balas  Kebaikan Bapak / Ibu Semua Serta Semoga SPMB SMP Swasta Surabaya Utara Lancar Sukses Dapat Siswa/ Siswi Banyak Berkah Barokah Selamanya

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang khas pesisir, mempertegas ikatan persaudaraan antar kepala sekolah. Semangat yang dibawa dari bibir pantai ini diharapkan dapat tertular ke seluruh tenaga pendidik dan siswa di masing-masing sekolah. Dengan komitmen "Maju Bersinergi", SMP Swasta di Surabaya Utara siap melangkah lebih kompak, membuktikan bahwa sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kekuatan kita bukan terletak pada seberapa hebat sekolah kita berdiri sendiri, melainkan seberapa kuat kita saling menggenggam tangan untuk maju bersama."

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id   

NO HP 083857963098

 




































Senin, 19 Januari 2026

Gerbang Langit: Mengapa Sukses Mustahil Tanpa Restu Orang Tua dan Guru

 Gerbang Langit: Mengapa Sukses Mustahil Tanpa Restu Orang Tua dan Guru

 

Dalam mengejar impian, kita sering kali terlalu fokus pada strategi bisnis, kerja keras tanpa henti, atau pendidikan yang tinggi. Namun, ada satu variabel "langit" yang sering terlupakan namun menjadi penentu utama keberhasilan seseorang: Restu. Khususnya, restu dari dua sosok pilar dalam hidup kita, yaitu orang tua dan guru. Tanpa kedua restu ini, kesuksesan mungkin saja diraih secara materi, namun sering kali terasa hampa, tidak bertahan lama, atau justru mendatangkan kegelisahan.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Senin 19/1/2026 Melakukan pembiasaan Positif Yaitu Kegiatan Upacara Bendera setiap hari Senin

Dalamm kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara Adalah Ibu NURIYATUL HUSNIYAH ,S.Pd. I

Dalam Amanat nya Beliau menyampaikan

1. Restu Orang Tua: Akar dari Segala Keberkahan

Dalam banyak tradisi dan keyakinan, dikatakan bahwa "Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua." Ini bukan sekadar kutipan puitis, melainkan prinsip hidup yang nyata.

a) Penyemangat Spiritual: Doa orang tua adalah jalur ekspres menuju keberhasilan. Ketika mereka rida terhadap langkah kita, alam semesta seolah ikut mendukung.

b) Ketenangan Batin: Seseorang yang melangkah dengan restu orang tua memiliki mental yang lebih stabil. Mereka tahu bahwa ada doa tulus yang menyertai setiap tetap keringat mereka.

c) Pintu Rezeki: Banyak kisah sukses yang bermula dari bakti kepada orang tua. Sebaliknya, mereka yang mengabaikan orang tua cenderung menemui hambatan yang tidak terduga dalam kariernya.

 

 

2. Restu Guru: Cahaya di Atas Ilmu

Jika orang tua adalah pemberi kehidupan fisik dan kasih sayang, maka guru adalah orang tua ruhani kita. Mereka adalah sosok yang membukakan mata kita terhadap dunia dan ilmu pengetahuan.

a. Keberkahan Ilmu: Ilmu yang dipelajari tanpa rasa hormat dan restu dari guru akan menjadi "ilmu yang kering". Mungkin kita menjadi pintar secara intelektual, tetapi ilmu tersebut tidak membawa manfaat bagi orang lain atau kemuliaan bagi diri sendiri.

b. Adab Sebelum Ilmu: Kesuksesan sejati dibangun di atas fondasi adab. Menghormati guru adalah bentuk tertinggi dari apresiasi terhadap ilmu itu sendiri.

c. Bimbingan Tak Kasat Mata: Seorang guru yang rida akan memberikan bimbingan tulus, bahkan di luar jam pelajaran. Doa seorang guru untuk muridnya adalah salah satu kekuatan yang mampu mengubah nasib seseorang.

 

Mengapa Tanpa Keduanya Sukses Terasa Semu?

Mungkin kita melihat ada orang yang sukses besar meski hubungan dengan orang tua atau gurunya buruk. Namun, perlu kita renungkan kembali definisi sukses tersebut. Apakah sukses itu hanya soal angka di rekening bank? Kesuksesan sejati melibatkan keberkahan (barakah)—yaitu bertambahnya kebaikan dalam hidup. Tanpa restu:

a) Harta tidak membawa ketenangan.

b) Jabatan tidak mendatangkan kehormatan sejati.

c) Pencapaian terasa melelahkan tanpa makna.

 

Di Akhir Upacara Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Jangan pernah merasa bahwa kesuksesan yang kita raih adalah murni hasil jerih payah kita sendiri. Di balik setiap pencapaian, ada air mata doa ibu, dukungan ayah, dan bimbingan sabar dari guru-guru kita. Jika saat ini jalanmu terasa buntu, cobalah kembali kepada mereka. Mintalah maaf, mintalah rida, dan mintalah doa. Karena restu mereka adalah kunci yang membuka pintu-pintu kemudahan yang tidak bisa dibuka oleh kunci apa pun di dunia ini.

"Kerja kerasmu membawamu ke puncak, tapi restu orang tua dan guru yang menjagamu agar tidak jatuh."

 

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id   

NO HP 083857963098

 











Sabtu, 17 Januari 2026

Mengubah Limbah Menjadi Karya: Seni Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol

 Mengubah Limbah Menjadi Karya: Seni Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol

 

Punya tumpukan tutup botol plastik atau logam di rumah? Jangan buru-buru dibuang! Di tangan yang kreatif, benda yang sering dianggap sampah ini bisa disulap menjadi gantungan kunci yang unik, estetik, dan bernilai jual. Mengolah tutup botol bukan sekadar kegiatan daur ulang, tetapi juga wadah untuk melatih ketelitian dan imajinasi. Berikut adalah panduan kreatif untuk memulai proyek kecil ini.

Mengapa Harus Tutup Botol?

Selain membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan, membuat gantungan kunci dari tutup botol memiliki beberapa keunggulan:

1) Bahan Mudah Didapat: Hampir setiap hari kita menemui tutup botol minuman.

2) Hemat Biaya: Alat dan bahan tambahan yang diperlukan biasanya sudah ada di rumah.

3) Media Eksperimen: Bentuknya yang bulat sempurna adalah "kanvas" kecil yang ideal untuk berbagai teknik seni.

Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memulai, siapkan perlengkapan dasar berikut:

1. Tutup botol (plastik atau logam, cuci bersih dan keringkan).

2. Ring gantungan kunci.

3. Paku kecil/bor tangan (untuk melubangi).

4. Lem tembak atau lem kuat (G/Super Glue).

5. Bahan dekorasi: Cat akrilik, stiker, foto kecil, kain perca, atau manik-manik.

3 Ide Kreatif Mengolah Tutup Botol

1. Teknik "Bottle Cap Photo" (Kenangan Mini)

a) Cara ini sangat populer untuk dijadikan kado personal.

b) Cetak foto berukuran lingkaran sesuai diameter dalam tutup botol.

c) Tempelkan foto di dasar bagian dalam tutup botol.

d) Tuangkan resin bening di atasnya agar foto terlihat mengkilap dan terlindungi.

e) Lubangi pinggiran tutup botol untuk memasang ring kunci.

2. Teknik "Double Side" (Karakter Lucu)

a. Gunakan dua tutup botol untuk menciptakan objek tiga dimensi.

b. Satukan dua tutup botol dengan posisi saling berhadapan menggunakan lem tembak.

c. Sebelum ditutup rapat, sisipkan pita atau kawat di sela-selanya untuk kaitan ring.

d. Hias permukaannya menjadi bentuk kepala hewan, buah-buahan, atau bola dengan cat akrilik.

3. Teknik "Flat Press" (Tutup Logam)

a) Khusus tutup botol soda/softdrink dari logam.

b) Pukul tutup botol hingga pipih menggunakan palu.

c) Lukis pola abstrak atau tulis inisial nama menggunakan spidol permanen atau cat khusus logam.

d) Semprotkan clear varnish agar cat tidak mudah mengelupas.

Tips Agar Hasil Maksimal

Gunakan Kreativitas Tanpa Batas: Jangan ragu menambahkan detail kecil seperti rumbai (tassel) dari benang wol atau lonceng kecil di dekat ring kunci untuk menambah kesan premium.

Pastikan setiap lubang yang dibuat tidak terlalu dekat dengan pinggiran agar plastik atau logam tidak pecah saat gantungan kunci ditarik-tarik.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Kamis 15/1/2026 Ibu NIDYA VERAWATI ,S.Sos Selaku Guru Seni Budaya Dan Prakarya Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya melakukan kegiatan kreativitas Limbah Menjadi Karya Seni Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol

Seluruh   anak membawa perlengkapan yang sudah mereka persiapkan dari rumah masing masing untuk membuat  Gantungan Kunci dari Tutup Botol

Menurut Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaimpaikan bahwa Membuat gantungan kunci dari tutup botol adalah cara sederhana namun bermakna untuk mengasah kreativitas. Dari sebuah benda kecil yang terabaikan, Anda bisa menciptakan sesuatu yang fungsional sekaligus bergaya.

Kreativitas adalah kemampuan melihat permata di tengah tumpukan sampah. Sebuah tutup botol bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah karya seni."

Penulis

H.BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id  

NO HP 083857963098