Rabu, 09 Februari 2022

“ BAHAGIANYA BISA AMBIL KIA KEPONAKAN UNTUK TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN “

 







“ BAHAGIANYA BISA AMBIL KIA  KEPONAKAN

UNTUK TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN “

HARI KE - 40

Warga  negara usia dewasa memiliki tanda pengenal berupa KTP. Sedangkan untuk usia di bawah 17 tahun disediakan Kartu Identitas Anak atau KIA. KIA ini berlaku dari lahir hingga waktunya anak berkewajiban membuat dan memiliki KTP. KIA wajib dimiliki setiap anak agar bisa mengakses pelayanan publik secara mandiri. Sesuai dilansir dari Portal Informasi Indonesia, KIA diterbitkan mulai tahun 2016, dan dikeluarkan oleh Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil. Jadi seorang ibu yang habis melahirkan, haruslah mengurus dua surat, yaitu akta kelahiran dan juga KIA. KIA sendiri terbagi dua. Yaitu KIA untuk anak usia 0 hingga 5 tahun yang tak perlu menyertakan foto, dan KIA untuk anak usia di atas 5 tahun dan di bawah 17 tahun yang menggunakan foto.

Pada Hari Selasa 8/2/2022 Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 -9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Pukul 18.00 Ditelpon Pak RW 05 Bulak Rukem Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir untuk hadir di Kelurahan Membawa FOTO COPY KSK Untuk  Ambil KARTU IDENTITAS ANAK  ( KIA )

Setelah Ditelpon Penulis langsung Ngeprint KK Keponakan tercinta CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Setelah di Print Penulis yang juga OM Dari CHYNTIA PRAJNA WULANDARI  Berangkat menuju BALAI RW 05 Di BULAK Rukem Gang I , Disana Penulis langsung menyerahkan KK Milik CHYNTIA PRAJNA WULANDARI Tersebut , Ditanyai Oleh MAS Nanang Dan PAK SATRIYO Dari Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Dari RT Berapa , Penulis Jawa RT 05 , Setelah Itu KIA Milik CHYNTIA PRAJNA WULANDARI KIA Di Serahkan Oleh PAK SATRIYO , Setelah di serahkan oleh PAK SATRIYO Penulis di Foto oleh Pihak Kelurahan Bahwasannya KIA Milik CHYNTIA PRAJNA WULANDARI Sudah di ambil

Dalam kesempatan ini Penulis merasa bangga dan berterimakasih karena keponakan tercinta CHYNTIA PRAJNA WULANDARI Sudah mempunyai KIA , Dimana Manfaat Dari KIA Tersebut antara lain:

1.   KIA digunakan untuk persyaratan mendaftar sekolah.

2.   KIA digunakan sebagai syarat mengurus perbankan, yaitu ketika anak ingin memiliki tabungan sendiri.

3.    KIA digunakan sebagai syarat mendaftar BPJS.

4.   KIA digunakan untuk mengurus klaim asuransi. Hal ini dalam kasus jika si anak mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, KIA adalah alat untuk mengidentifikasi dan juga mengurus klaim kesehatan.

5.    KIA digunakan dalam pengurusan imigrasi.

6.    KIA juga berfungsi untuk mencegah perdagangan anak.

Semoga Dengan KIA Ini Keponakan Tercinta CHYNTIA PRAJNA WULANDARI Menjadi anak Sehat anak hebat Menjadi GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER.

 

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan Surabaya

 

Selasa, 08 Februari 2022

“ MENUNTUT ILMU TAK KENAL BATAS USIA DALAM MENCERDASKAN GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER “

 























“ MENUNTUT ILMU TAK KENAL BATAS USIA

DALAM MENCERDASKAN GENERASI EMAS UNGGUL

DAN BERKARAKTER “

HARI KE - 39

Ada ungkapan yang mengatakan, “Belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air.” Itulah petikan lagu yang tren pada tahun 80-an yang dipopulerkan salah satu orkes Melayu, El Suraya, pimpinan Ahmad Baki. Sebenarnya, ungkapan ini untuk memotivasi anak muda agar giat belajar dan menuntut ilmu. Masa muda hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Namun, bukan berarti orang yang sudah memasuki usia senja sudah terlepas tanggung jawabnya untuk menuntut ilmu. Banyak orang yang sudah berusia, berlindung dari kewajiban belajar dengan ungkapan ini. Menurut mereka, masa tua sudah dibebaskan dari kewajiban menuntut ilmu. Karena daya ingatnya sudah tak mampu lagi merekam pelajaran. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya seseorang yang usianya sudah 80 tahun. Apakah orang tua itu masih pantas untuk menuntut ilmu? Imam Hasan menjawab, “Jika ia masih pantas hidup.” Demikianlah hakikat dari menuntut ilmu, ia menjadi ruh bagi kehidupan. Siapa yang menganggap dirinya masih pantas untuk hidup, maka dia mesti belajar dan menambah pengetahuannya. Imam al-Hasan menegaskan, tak ada batasan usia bagi orang yang mau menuntut ilmu. Ada banyak kisah yang berhasil diungkap media. Di antaranya, nenek Shalih yang hafal Alquran di usia 82 tahun. Ada pula kisah Dra Djauharah Bawazir SPsi MPd yang hafal Alquran di usia 70 tahun. Uniknya, nenek Djauharah berhasil menghafal Alquran dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 39 hari. Prestasi nenek Djauharah tentu telah mencibir anak muda yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menghafal Alquran. Ia membuktikan, Alquran telah dijamin kemudahannya oleh Allah SWT dan diulang-ulang beberapa kali dalam ayat-Nya. Lalu, masihkah orang yang sudah berusia menolak untuk belajar atau menghafal Alquran?Tak ada alasan untuk tidak belajar di usia senja. Tidak ada kata terlambat untuk kembali mengkaji ilmu-ilmu Islam. Tak perlu pula merasa malu atau minder karena dianggap terlambat memulai mengkaji Islam. Banyak sekali dalam sejarah Islam dikisahkan, betapa banyak orang-orang yang lanjut usia, tetapi tidak sungkan untuk belajar ilmu agama. Ibnu Mandah berangkat menuntut ilmu di usia 20 tahun dan menghabiskan usianya selama 45 tahun untuk menuntut ilmu di perantauan. Di usia yang sudah senja, 65 tahun, ia baru pulang dan menjadi ulama besar di kampung halamannya.Ja'far bin Durustuwaih pernah mengisahkan, suatu kali ia berada dalam majelis ilmu Ali bin Al-Madini. Ketika waktu Ashar tiba, majelis itu telah penuh sesak oleh para penuntut ilmu yang akan dimulai esok harinya. Setiap pelajar tidak mau meninggalkan tempat duduknya, takut akan terisi oleh orang lain. Mereka menungguinya sepanjang malam agar mendapatkan posisi yang di depan. Bahkan seorang bapak tua, kisah Ja'far, terpaksa buang air kecil di jubahnya, karena ia takut pergi ke kamar mandi dan meninggalkan tempat duduknya. “Saya melihat seorang yang sudah tua di majelis tersebut buang air kecil di jubahnya. Karena ia khawatir tempat duduknya diambil, apabila ia berdiri untuk buang air kecil ke kamar mandi,” kata Ja'far mengisahkan.Betapa antusiasnya orang-orang terdahulu mencari ilmu agama. Bahkan, dalam kisah Ja'far, orang yang sudah tua sekalipun tak kalah bersemangatnya dari anak muda. Semangat inilah yang sudah pudar pada umat Islam saat ini. Semangat menuntut ilmu semakin pudar, seiring bertambahnya usia. Padahal, kewajiban menuntut ilmu tak pernah berkurang dengan bertambahnya usia.Dunia pendidikan sudah lama mendengungkan istilah long life education (pendidikan seumur hidup). Demikian juga pengakuan negara seperti tertuang dalam UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang penegasan pendidikan seumur hidup yang dikemukakan dalam pasal 10 ayat 1. Padahal, sebenarnya Islam sendiri telah terlebih dahulu mengemukakan istilah ini. Betapa banyak kisah-kisah yang memberi teladan bahwa menuntut ilmu tak kenal batas usia. Dunia sains abad modern sudah membuktikan, otak manusia masih bisa dipakai dalam waktu ratusan bahkan ribuan tahun. Manusia hanya memakai 10 persen dari otaknya. Ini membuktikan, kapasitas dan daya tampung otak manusia tak pernah penuh. Ia akan bisa dipakai untuk belajar oleh orang yang sudah tua renta berusia ratusan tahun.

Dalam rangka mengatasi permasalahan peserta didik selama Pembelajaran Jarak Jauh, maka Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan menyelenggarakan penguatan kompetensi Guru BK melalui Gerakan Menyambut Siswa Belajar dengan Ikatan Rasa (GEMBIRA) , Pada Hari Selasa 8/2/2022  Guru  BK SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Ibu YUNI ISMARYATI ,S.Pd mendatangi SMP NEGERI 26 Surabaya  Untuk Menghadiri Penguatan Guru BK melalui Gerakan Menyambut Siswa Belajar dengan Ikatan Rasa (GEMBIRA  )

Dalam kesempatan tersebut  Ibu YUNI ISMARYATI ,S.Pd belajar bersama Mas Munir , Alhamdulilah Ibu YUNI ISMARYATI ,S.Pd menyampaikan bahwa di SMP PGRI 6 Surabaya Gerakan Menyambut Siswa Belajar dengan Ikatan Rasa (GEMBIRA  ) Semoga Ke depan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Menjadi Generasi EMAS UNGGUL Dan BERKARAKTER

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya merasa bangga dengan Ibu YUNI ISMARYATI ,S.Pd bahwasannya Walaupun Usia Tidak muda Tetapi semangat untuk belajar sangat Tinggi Dalam Mencerdaskan GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER

# Tantangan GuruSiana

 

#Guruhebat

 

#Dinaspendidikan Surabaya

 

 

Senin, 07 Februari 2022

“ TANAMKAN KEDISIPLINAN UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN SERTA MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER “

 

“ TANAMKAN KEDISIPLINAN UNTUK MENCAPAI

KEBERHASILAN SERTA MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL

DAN BERKARAKTER “

HARI KE - 38

 

Salah satu kunci keberhasilan adalah disiplin. Saya mengatakan hal tersebut karena memang sudah terbukti. Disiplin yang saya maksud dapat mencakup masalah disiplin waktu, disiplin mengerjakan tugas, disiplin dalam kehadiran di kampus. Itu sebabnyam disiplin juga penting dalam proses keberhasilan. Disiplin mengajarkan kita untuk berfikir bagaimana mengatur pola hidup kita sehari-hari dengan baik. Mengatur waktu yang kita miliki dengan baik itu dapat membantu kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Disipln bukan hanya di terapkan di rumah saja, tetapi juga menguntungkan jika kita melakukannya di lingkungan sekitar kita.Jika disiplin kita terapkan di dalam universitas, banyak keuntungan yang akan kita peroleh. Pertama, waktu yang kita miliki tidak akan sia-sia. Saya mengatakan demikian karena disiplin dalam masalah waktu akan mengajari kita untuk memisahkan atau mementingkan kegiatan yang menurut kita penting untuk di lakukan. Tidak membuang waktu kita dengan percuma dengan melakukan hal-hal yang tidak penting dan merugikan kita. Dan menganggap waktu sangat penting.  Kedua, kegiatan kita sehari-hari sudah di jadwalkan. Dalam arti, kita tau kita hari ini ada kegiatan apa saja yang kita miliki, dan kita harus apa dalam menjalani kegiatan tersebut.Jika kita sudah berhasil dalam menerapkan disiplin, keuntungan yang di dapat bukan hanya dari kita tapi lingkungan sekitar kita juga akan merasakan keuntungan tersbeut. Saya akan memberi contoh, disiplin yang berhasil biasanya menghasilkan prestasi-prestasi. Prestasi yang di dapat bukan hanya dari pendidikan, tetapi juga dari kehidupan. Jika dalam pendidikan, prestasi yang di dapat dari universitas. Universitas memiliki mahasiswa yang disiplin sangat menguntungkan. Karena, prestasi yang di dapat bukan hanya dari dalam, tetapi bisa saja dari luar universitas. Tetapi dalam konteks disiplin yang sudah berhasil. Mahasiswa yang disiplin cenderung memiliki tanggung jawab terhadap universitas untuk menghasilkan prestasi-prestasi. Dan prestsi tersebut yang menguntungkan pihak mahasiswa maupun pihak universitas. Bukan hanya moril, tetapi bentuk fisik dari prestasi yang di hasilkan juga di dapat oleh mahasiswa yang berhasil. Misalnya, piala atau piagam yang di dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi mahasiswa yang berprestasi. Namun bukan hanya disiplin yang diperlukan untuk mecapai keberhasilan, ada banyak faktor-faktor lain yang juga membantu kita menuju prestasi dan keberhasilan-keberhasilan di dalam hidup kita.

Kedisiplinan itulah yang selalu diajarkan di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Dimana Dalam menumbuhkan tingkat kedisiplinan tersebut banyak kegiatan yang dilakukan di SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya antara lain Upacara , Pramuka , Panahan , Istighosah Dan Lain – Lain

Semoga Dengan Kedisiplinan tersebut bisa membawa Kunci keberhasilan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya menjadi Generasi Emas UNGGUL DAN BERKARAKTER

# Tantangan GuruSiana

 

#Guruhebat

 

#Dinaspendidikan Surabaya

 

 

 

Minggu, 06 Februari 2022

“ BERIKAN DAN CIPTAKAN RASA GEMBIRA KEPADA SISWA / SISWI SMP PGRI 6 DAN SDS AL-IKHLAS MERASA AMAN DAN NYAMAN DALAM PEMBELAJARAN AGAR MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER























 

“ BERIKAN DAN CIPTAKAN RASA GEMBIRA

KEPADA SISWA / SISWI SMP PGRI 6 DAN SDS AL-IKHLAS

MERASA AMAN DAN NYAMAN DALAM PEMBELAJARAN

AGAR MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL DAN BERKARAKTER

HARI KE - 37

 

Gerakan Sekolah Menyenangkan merupakan gerakan akar rumput yang mempromosikan dan membangun kesadaran guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang adaptif, mandiri, tangkas, dan cepat menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat dan tak menentu. Meluasnya wabah pandemi Covid-19 telah memaksa pemerintah untuk menutup sekolah-sekolah dan mendorong diadakannya pembelajaran jarak jauh dari rumah. Berbagai cara dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung meskipun tidak adanya sesi tatap muka langsung. Perubahan mendadak dari metode tatap muka di ruang kelas menjadi pembelajaran jarak jauh dari rumah juga menunjukkan kebutuhan akan peningkatan kapasitas dari guru-guru. Akses internet yang tidak merata, kesenjangan kualifikasi guru, dan kualitas pendidikan, serta kurangnya keterampilan komunikasi dan teknologi menjadi kerentanan dalam inisiatif pembelajaran jarak jauh di Indonesia. Pendidikan jarak jauh (distance education) adalah pendidikan formal yang berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnyaSecara sederhana, pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan yang diajarkan dari jarak jauh, tanpa ruang kelas secara fisik. Historisnya, istilah dari pembelajaran jarak jauh terkait dengan program perguruan tinggi yang memungkinkan mahasiswanya belajar dari jarak jauh. Sekarang, pembelajaran jarak jauh tidak hanya berlaku bagi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi, namun juga siswa sekolah menengah atas, menengah pertama bahkan siswa sekolah dasar. Pada dasarnya pendidikan jarak jauh merupakan metode dimana peserta didik dengan pengajar berada di lokasi yang berbeda, sehingga diperlukan sistem telekomunikasi yang interaktif untuk dapat terhubung satu dengan lainnya. Pada pembelajaran jarak jauh, peran teknologi sangatlah dibutuhkan, mengingat pembelajaran dilakukan secara daring atau online.

 

Metode pembelajaran jarak jauh sebenarnya sudah ada jauh sebelum pandemi covid 19 melanda. Misalnya di negara Amerika Serikat yang telah melakukan metode ini sejak tahun 1892. Dimana pada waktu itu Universitas Chicago meluncurkan sistem pembelajaran jarak jauh yang pertama. Sejak saat itu metode PJJ terus dikembangkan dengan menggunakan beragam teknologi, mulai dari radio, televisi hingga teknologi internet. Metode pembelajaran jarak jauh terus mengalami perkembangan dengan menggunakan beragam teknologi komunikasi dan informasi termasuk radio, televisi, satelit, dan internet. Dengan meluasnya penggunaan internet oleh publik di berbagai negara pada tahun 1996 menjadi suatu fenomena yang berkembang dan diikuti oleh kemunculan beragam konten digital di dalamnya. Di tahun yang sama, John Bourne mengembangkan Asynchronous Learning Network Web yang merujuk kepada kemampuan untuk memberikan pendidikan kapan saja dan di mana saja melalui internet. Di Indonesia sendiri, PJJ telah ada sejak lama dan telah dilakukan oleh beberapa kampus, Universitas Terbuka merupakan salah satu pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia.  Saat terjadi pandemi covid 19, maka kementerian pendidikan dan kebudayaan memberikan kebijakan untuk melaksanakan metode PJJ. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat diadopsi menjadi permanen. Permanen dalam arti kata PJJ tetap digunakan meskipun pandemi sudah berakhir namun prosentase hanya sedikit, misal 10 persen online dan 90 persen tatap muka, itu juga tergantung kebijakan dari sekolah masing-masing.

Sekolah menyenangkan itu adalah yang di harapkan oleh semua kalangan masyarakat  termasuk di SMP PGRI 6 Surabaya  dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Selalu mengajak Siswa / Siswi baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya selalu Riang Gembira   tanpa harus Ada rasa terbebani , Apalagi pada saat masa pandemic COVID – 19 Seperti yang terjadi saat ini, Dimana untuk mengatasi kejenuhan yang dialami siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Pembelajaran Jarak Jauh ( DARING ) Dimana SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sudah melaksanakan pembelajaran secarang LURING, Seperti yang di lakukan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Pada Hari SABTU 5/2/2022 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya melaksanakan melaksanakan kegiatan Pendidikan Karakter ( Pelajar Pelopor  Pancasila  ) Yaitu EXTRA Panahan yang dilatih oleh Kak SYAHRUL ,S.Pd , Kegiatan tersebut dilakukan setelah pagi Jam 06.30 Latihan Pramuka di lanjutkan dengan Latihan PANAHAN

Dalam kesempatan yang baik ini Penulis yang sekaligus Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Selalu mengajak  Gerakan Menyambut Siswa Belajar dengan Ikatan Rasa , Sehingga harapannya Siswa / Siswi Baik SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Merasa Aman , Nyaman  ketika melakukan pembelajaran di sekolah bersama dengan teman – teman mereka maupun guru – guru mereka , Sehingga Kelak harapannya mereka siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya menjadi Generasi EMAS UNGGUL Dan BERKARAKTER.

 

 

# Tantangan GuruSiana

#Guruhebat

#Dinaspendidikan Surabaya