Jumat, 29 Oktober 2021

“ AJAK SISWA / SISWI SMP PGRI 6 SURABAYA DAN SDS AL-IKHLAS SURABAYA UNTUK SELALU MENELADANI SIFAT- SIFAT NABI MUHAMMAD S.A.W

 













“ AJAK SISWA / SISWI SMP PGRI 6 SURABAYA

DAN SDS AL-IKHLAS SURABAYA UNTUK

SELALU MENELADANI SIFAT- SIFAT NABI MUHAMMAD S.A.W

HARI KE -653

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati tiap 12 Rabiul Awal penting diketahui Muslim. Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sudah dilakukan umat Islam sejak dulu.
Tujuan memeringati Maulid Nabi SAW adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran manusia agung pembawa rahmat alam semesta. Sejarah Maulid Nabi, menurut Imam al-Suyuthi seperti dikutip mui.or.id, tercatat sebagai raja pertama yang memperingati Maulid Nabi SAW atau hari kelahiran Rasulullah SAW dengan perayaan yang meriah luar biasa adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kukburi ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (l. 549 H. – w.630 H.) Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid. Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah saw.
Di antaranya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi saw. dalam bentuk natsar (prosa) dan nazham (puisi). Saking populernya, sehingga karya seni Barzanji ini hingga sekarang masih sering kita dengar dibacakan dalam seremoni peringatan maulid Nabi saw. Sejak itu ada tradisi memperingati hari kelahiran Nabi saw. di banyak negeri Islam. Inti acaranya sebenarnya lebih kepada pembacaan sajak dan syi`ir peristiwa kelahiran Rasulullah saw. untuk menghidupkan semangat juang dan persatuan umat Islam dalam menghadapi gempuran musuh. Lalu bentuk acaranya semakin berkembang dan bervariasi. Di Indonesia, terutama di pesantren, para kiai dulunya hanya membacakan syi’ir dan sajak-sajak itu, tanpa diisi dengan ceramah. Namun kemudian ada muncul ide untuk memanfaatkan momentum tradisi maulid Nabi saw. yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam. Akhirnya ceramah maulid menjadi salah satu inti acara yang harus ada, demikian juga atraksi murid pesantren. Bahkan sebagian organisasi Islam telah mencoba memanfaatkan momentum itu tidak sebatas seremoni dan haflah belaka, tetapi juga untuk melakukan amal-amal kebajikan seperti bakti sosial, santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, pameran produk halal, pentas seni dan kegiatan lain yang lebih menyentuh persoalan masyarakat. Teori kedua sejarah Maulid Nabi diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Kiai Said menjelaskan awal mula peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan oleh Al-Mu’iz Li Dinillah, khalifah Fathimiyah di Mesir pada tahun 361 H yang bermadzhab Syiah.  Sedang madzhab Sunni yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi adalah Syamsud Daulah dari Nidhomul Muluk di Irak. Menurut Kiai Said, memuji atau mengagungkan Rasullah SAW termasuk sunnah taqririyah karena tidak pernah dilarang oleh Rasulullah SAW. Diceritakan, salah satu sahabat yang memuji-muji Nabi Muhammad adalah Ka’ab bin Juhair bin Abi Salma. Di hadapan Nabi Muhammad, Ka’ab mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah orang hebat dan orang mulia yang ia sampaikan dalam bentuk syair yang sangat panjang. Mendengar pujian itu nabi tidak melarang, bahkan membenarkan. “Malah Rasulullah memberi hadiah selimut yang sedang dipakai. Selimutnya bergaris-garis. Selimut garis-garis itu bahasa Arabnya adalah Burdah,” ucap Kiai Said. emperingati Maulid Nabi Muhammad SAW hukumnya mubah atau boleh dan tidak termasuk bid’ah dhalalah (mengada-ada yang buruk) tetapi bid’ah hasanah (sesuatu yang baik). Karena tidak ada dalil-dalil yang mengharamkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, bahkan jika diteliti malah terdapat dalil-dalil yang membolehkannya. Bid’ah Hasanah adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya namun perbuatan itu memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sedangkan bid’ah dhalalh adalah perbuatan baru dalam agama yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari JUM’AT 29/10/2021 Melaksanakan kegiatan PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad S.A.W Secara Sederhana  , Sebelum memulai Acara Peringatan MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya memberikan Sambutan , dimana Penulis menghaturkan banyak terimakasih baik kepada Wali Murid , Siswa  Dan Bapak / Ibu Dewan Guru dengan kondisi keterbatasan ini masih bisa melaksanakan kegiatan Peringatan MAULID Nabi Muhammad S.A.W Apalagi dengan membawa Buah , ROTI Dan Lain Sebagainya baik Siswa maupun Guru di SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya Juga membawa bekal sendiri , Yang Kedua Penulis juga menghaturkan Banyak Terimakasih Kepada Wali Murid dan Bapak / Ibu Guru Alhamdulilah Hasil SWAB PCR Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya adalah NEGATIF  , Penulis juga meminta kepada Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya untuk tetap selalu menjaga Protokol kesehatan , memakai masker dan cuci tangan , Penulis selaku Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  Meminta kepada Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya , SDS AL-IKHLAS Surabaya dan Bapak / Ibu Dewan Guru Ayo Kita Jadikan SEKOLAH PINGGIRAN Menjadi Sekolah Yang Taat PROKES

Selesai sambutan acara Selanjutnya yaitu Pembacaan Yasin , ISTIGHOSAH , SHOLAWAT NABI , Yang Dipimpin Oleh Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H. I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya di damping Ibu ANIS LAILY MUFIDAH,S.Pd Selaku Kepala SDS AL-IKHLAS Surabaya  Setelah Pembacaan Istighosah , YASIN Dan SHOLAWAT NABI Dilanjutkan dengan CERAMAH AGAMA Yang Di sampaikan oleh Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H.I  Selaku Guru Agama Islam , Beliau mengajak untuk selalu memperingati HARI Kelahiran Nabi Muhammad S.A.W  Serta Beliau mengajak untuk selalu berbagi  kepada masyarakat yang membutuhkan , Apalagi di masa Pandemi seperti saat ini , Kata Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H.I , Karena BERBAGI ITU SANGAT INDAH , Selesai Itu Alhamdulilah Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Masih menyempatkan untuk melakukan pembagian Jum’at Berkah

Penulis berharap semoga Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya SDS AL-IKHLAS Surabaya dan Bapak / Ibu Guru di berikan kesehatan di lancarkan Rezekinya Dijauhkan Dari COVID 19 Semoga Di PANDEMI Ini Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya bisa mencontoh suri Tauladan dari Nabi Muhammad S.A.W

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat








Kamis, 28 Oktober 2021

“ ALHAMDULILAH SISWA DAN GURU SMP PGRI 6 SURABAYA SUDAH DI SWAB SESUAI SOP Prosedur Penanganan Kasus COVID UNTUK MENYAMBUT TATAP MUKA DAN SIAP MENGUKIR PRESTASI GENERASI EMAS UNGGUL “

 




























“ ALHAMDULILAH SISWA DAN GURU SMP PGRI 6 SURABAYA

SUDAH DI SWAB SESUAI SOP Prosedur Penanganan Kasus COVID

UNTUK MENYAMBUT TATAP MUKA DAN SIAP MENGUKIR

PRESTASI GENERASI EMAS UNGGUL “

                                                                             HARI KE -652

Kebijakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang akan dilaksanakan pada Juli 2021 masih terus menuai pro dan kontra. Bahkan ada kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat, seolah-olah pemerintah akan membuka sekolah seperti halnya di saat normal. pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas ini akan dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan. “Harus dipahami bahwa PTM terbatas bukan dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia, tapi PTM dilakukan secara dinamis tergantung dengan situasi pandemi di wilayah masing-masing,” tegas Jumeri dalam Bincang Interaktif Pendidikan dengan tema "Persiapan PTM Terbatas Selain itu, PTM terbatas bukan semata-mata melaksanakan sekolah seperti pada umumnya, melainkan mengatur dan mengendalikan jumlah peserta didik. Yang perlu dipahami oleh orang tua juga, sekolah wajib memberikan opsi tatap muka setelah bapak dan ibu gurunya memberikan izin. Ada dua opsi bagi peserta didik yaitu PTM terbatas dan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Bagi orang tua yang belum mantap mengirim putra-putrinya ke sekolah boleh mengajukan untuk tetap belajar di rumah,” ujar Jumeri. Selain itu, yang tidak kalah penting, pembelajaran tatap muka terbatas ini berbasis kepada PTM mikro yang diterapkan berdasarkan kebijakan daerahnya masing-masing. Karena satu provinsi dengan provinsi yang lain, bahkan antar kecamatan, memiliki dinamika masing-masing. Jika dalam pelaksanaan PTM terbatas terjadi penularan Covid-19, maka langkah yang perlu diambil adalah pertama, sekolah harus menghentikan PTM. Kemudian melakukan testing, tracing dan treatment. “Jadi guru-guru atau murid yang mempunyai kontak erat dengan yang terkena harus dipastikan ditest, kemudian melakukan tracing dengan mencari dan melakukan tes kepada setiap orang yang telah melakukan kontak fisik,” katanya. Kemudian lakukan treatment untuk guru yang mengalami sakit, segera dirujuk ke rumah sakit terdekat dan melakukan isolasi. Serta melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan sebagai mestinya. Lalu sekolah ditutup sementara, dan setelah perkembangan Covid-19 membaik, sekolah bisa dibuka kembali. Dinas pendidikan juga harus melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap sekolah dalam mengimplementasikan budaya baru yaitu pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sekolah harus melaporkan kondisi sekolahnya, begitu juga pemerintah kabupaten/kota harus melaporkan kesiapan wilayahnya. Jadi, karena PTM itu sifatnya dinamis yang bisa buka dan tutup dan bisa berubah kondisinya, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan kesiapan mental warga sekolah, yaitu guru, karyawan, kemudian peserta didik dan orang tua.“Harus disiapkan mentalnya bahwa harus ada budaya yang dipenuhi bersama yaitu budaya kewaspadaan. Kemudian gotong royong untuk menjaga protokol kesehatan agar sekolah dapat melakukan PTM tetapi tetap aman. Jadi, bangun karakter bersama dulu agar sekolah itu aman

Menindaklanjuti surat Kepala Dinas Kesehatan Nomor 443/33811/436.7.2/2021  Tanggal 8 Oktober 2021 Perihal SOP Prosedur Penanganan Kasus COVID-19 di Instansi  Pendidikan (terlampir), maka bersama ini disampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1.   Salah satu kegiatan dalam SOP Dinas Kesehatan tentang Prosedur Penanganan
Kasus COVID-19 di Instansi Pendidikan Nomor 443/32922/436.7.2/2021 Tanggal 1
Oktober 2021 menyatakan bahwa peserta didik dan guru yang akan melakukan
kegiatan PTM harus dilakukan pemeriksaan swab RT-PCR.

2.   Selanjutnya dimohon kepada :
a. Satuan Pendidikan yang telah diasemen oleh Satgas Penanganan COVID-19 dan
belum melakukan pengajuan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Bertahap (PTM-
TB) agar segera mengimg data pengajuan pada aplikasi Siap Tatap Muka Jaga
Surabaya (STMJ);
b. Satuan Pendidikan yang telah mendapatkan persetujuan data pengajuan pada
aplikasi STMJ dan akan/sudah melakukan simulasi PTM-TB, agar segera
melakukan swab RT-PCR bagi peserta didik dan guru;
c. Satuan Pendidikan yang belum mendapatkan rekomendasi Kepala Dinas terkait
PTM-TB serta belum melakukan swab RT-PCR atau masih menunggu hasil
pemeriksaan swab RT-PCR agar melakukan pembelajaran jarak jauh.
3. Hasil pemeriksaan swab RT-PCR bagi peserta didik dan guru menjadi dasar
penerbitan surat rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan terkait PTB-TB pada
satuan pendidikan.

Dalam mempersiapkan Pembelajaran TATAP Muka Terbatas Yang aman dan nyaman baik bagi peserta didik maupun bagi siswa  sesuai SOP Prosedur Penanganan Kasus COVID-19 baik dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya Maupun Dinas Kesehatan , Pada Hari Rabu 27/10/2021 , Alhamdulilah SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III  No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kota Surabaya  sudah melaksanakan kegiatan swab RT-PCR , Dimana kegiatan swab RT-PCR di ikuti oleh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Mulai Kelas 7-9 SMP PGRI 6 Surabaya  dimulai Pukul 08.00.

 Menurut  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Merasa bangga kepada  Orang Tua /Wali Murid di SMP PGRI 6 Surabaya , Alhamdulilah beliau mengantarkan Putra / Putrinya untuk Melaksanakan swab RT-PCR Di SMP PGRI 6 Surabaya Di samping itu Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya merasa bangga hampir 100 persen siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan Bapak / Ibu Guru di SMP PGRI 6 Surabaya

Menurut Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan bahwa dengan semua siswa SMP PGRI 6 Surabaya sudah di VAKSIN , Sudah di swab RT-PCR  Harapannya adalah Siap untuk Melakukan Pembelajaran TATAP Muka bagi siswa / siswi Secara Aman dan nyaman . Sehingga harapan dari Penulis Bapak / Ibu Guru Bisa Kembali mengantarkan GENERASI Emas UNGGUL Untuk Mengukir Prestasi di sekolah PINGGIRAN Tersebut.

Alhamdulilah Pada Hari Kamis 28/10/2021 Pada Pukul 14.00 Penulis di kontak oleh Petugas dari PUSKESMAS UPTD WONOKUSUMO    Yang bernama Mbak YANTI  Bahwasannya Hasil swab RT-PCR SMP PGRI 6 Surabaya NEGATIF Semua , Penulis merasa Bersyukur Alhamdulilah semua SOP Sudah di jalankan di SMP PGRI 6 Surabaya Mulai Pengajuan Di STMJ , Asesment  Dari TIM SATGAS , SIMULASI Selama kurang lebih 11 hari yang sudah dilakukan di SMP PGRI 6 Surabaya , Serta Sudah menjalankan swab RT-PCR Dan VAKSIN Baik untuk Siswa serta Guru Di SMP PGRI 6 Surabaya.

Penulis berharap dengan terpenuhinya semua SOP Tersebut Rekomendasi untuk Pembelajaran TATAP Muka di SMP PGRI 6 Surabaya segera di terbitkan , Karena Siswa , Orang Tua Dan Guru Sudah pingin kembali sekolah dan mengukir prestasi dengan Aman , Nyaman Setelah keluar Surat Rekom tersebut sesuai SOP Prosedur Penanganan Kasus COVID-19

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

Rabu, 27 Oktober 2021

“ AJAK WALI MURID UNTUK KEMBANGKAN KREATIVITAS PUTRA / PUTRI YANG MENERIMA PIP DI MASA PANDEMI DENGAN MENGUKIR PRESTASI “

 

“ AJAK WALI MURID UNTUK KEMBANGKAN KREATIVITAS

PUTRA / PUTRI YANG MENERIMA PIP

DI MASA PANDEMI DENGAN MENGUKIR PRESTASI “

HARI KE -651

Selama masa pandemi Covid-19, berbagai aktivitas di luar rumah terpaksa ditiadakan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona.  Meski kegiatan di luar rumah tidak dapat dilakukan, para remaja tidak boleh berhenti berkreasi. Mereka dapat berkreasi dengan cara berbeda di dalam rumah. Salah satunya mengasah bakat agar semakin kreatif, seperti storytelling dan menyanyi yang diminati remaja. Cara ini juga dapat menjaga kesehatan mental para remaja.   Direktur Sales & Marketing PT Yupi Indo Jelly Gum, Juliwati Husman mengatakan, adaptasi terhadap perubahan gaya hidup, kebiasaan dan protokol kesehatan yang ketat dalam bersosialisasi bagi para remaja menjadi tantangan yang harus disikapi secara positif. Kondisi ini menjadi perhatian yang harus diberikan kepada remaja untuk tetap berkembang di masa pandemi. Remaja perlu wadah untuk menampung semua bakat yang dimiliki. ditutupnya sekolah dan dibatalkannya berbagai aktivitas penting akibat dampak pandemi membuat banyak remaja kehilangan beberapa momen besar di kehidupan mereka. Terutama momen keseharian seperti mengobrol dengan teman dan berpartisipasi di sekolahnya. Menurutnya, dibutuhkan aktivitas yang bertujuan memberikan kesempatan bagi remaja yang memiliki talenta positif di bidang seni yakni menyanyi, menari dan lainnya seperti story telling, gymnastic dan bermain music. "Pandemi bisa mengganggu psikologi anak  banyak orang merindukan satu kondisi yang bahagia. Sebab sebagian orang merasa depresi, cemas, takut, dan pasti hal tersebut dialami oleh remaja. Maka itu, dengan mengasah kreativitas, justru membuat generasi muda tidak digital fatique. Memanfaatkan media digital untuk berkreasi,

Pada Hari Selasa 26/10/2021 SDS AL-IKHLAS Surabaya dan SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo  Mengundang Wali Murid untuk pembagian PIP , Dimana sebelum di bagikan Persyaratan untuk PIP Penulis menyampaikan Kepada Wali  Murid baik SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya semoga BEASISWA PIP Ini bisa bermanfaat untuk Biaya Pendidikan , Di samping itu Penulis menyampaikan agar di masa Pandemi Ini yang mendapatkan Beaiswa PIP Untuk terus mengasah kreativitas , jangan terlena bermalas malasan di rumah , BANTU Sekolah hiasi dengan PIALA – PIALA Kejuaraan Apalagi di masa Pandemi , Ayo Ajak Putra / Putri Bapak / IBU Untuk IKUT Lomba Karena Dengan Ikut Lomba Berarti mengasah kraetivitas Putra / Putri Bapak / Ibu untuk Menjadi Generasi Emas UNGGUL Kata Penulis

 

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

Selasa, 26 Oktober 2021

“ BAKTI MKKS SMP SWASTA SURABAYA UTARA UNTUK KOTA TERCINTA MENGATASI COVID 19 “

 





“ BAKTI MKKS SMP SWASTA SURABAYA UTARA

UNTUK KOTA TERCINTA MENGATASI COVID 19 “

                  HARI KE -650

 

 

Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terutama di masa pandemi covid-19 ini, justru merupakan nilai ibadah plus plus buat kita semua. Banyak rakyat yang menderita akibat pandemi covid-19. Mungkin dia adalah tetangga kita, kolega kita, atau sanak keluarga kita, atau didikan kita. Penderitaan secara fisik; keterbatasan gerak dan mobilitas, penderitaan mental spiritual, orang yang stress karena kacau dan galau, dan lain sebagainya. Terutama sejak adanya kebijakan stay at home, WfH, dan tentunya yang paling berdampak adalah mereka-mereka yang terpapar covid-19, termasuk yang merawatnya.Begitu juga secara ekonomi, diantara saudara-saudara kita ada yang di PHK, sehingga keluarganya pun terkena imbasnya. Padatlah sudah artinya kita mengalami apa yang disebut dengan kehidupan yang memprihatinkan. Namun, seperti kata Tetua-tetua kita, setiap manusia selalu tertawan dengan zamannya. Di setiap zaman dan masa selalu ada masalah bagi manusia. Karenanya akal manusia pun bak tumbuh tatkala ada masalah, tentu dengan segala keterbatasannya. Akal, dan kreatifitas manusia cenderung mencari penyesuaian-penyesuaian, adabtasi dan akselerasi dalam membenarkan aktivitas, terutama masa pandemi covid-19 serta new normal.

Alhamdulilah di masa Pandemi COVID 19 MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  ikut membantu Pemkot Surabaya Meringankan  Warga Kota Surabaya yang terdampak Pandemi COVID 19 . Dimana Pemkot Surabaya Memberikan APRESIASI Kepada SMP Swasta Surabaya Utara dengan memberikan SERTIFIKAT

Semoga Sertifikat Dari WALIKOTA Surabaya bisa menambah Spirit  Bagi SMP Swasta Surabaya Utara Untuk tetap selalu konsisten peduli kepada sesama dalam penanganan COVID 19  untuk membantu meringankan masyarakat yang terdampak.

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Senin, 25 Oktober 2021

“ BAHAGIANYA SISWI SMP PINGGIRAN LOLOS proses seleksi peserta didik Cerdas Istimewa YANG DI ADAKAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA SEMOGA TUMBUH GENERASI EMAS UNGGUL DI SMP PGRI 6 “

 





“ BAHAGIANYA SISWI SMP PINGGIRAN  LOLOS

proses seleksi peserta didik Cerdas Istimewa YANG DI ADAKAN

DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA

SEMOGA TUMBUH GENERASI EMAS UNGGUL DI SMP PGRI 6

HARI KE -649

Selama lebih dari 100 tahun, tes IQ telah banyak digunakan untuk menentukan apakah seseorang diangap pintar, jenius atau di bawah rata-rata. Namun belakangan ini angka tes IQ di seluruh dunia dilaporkan mengalami penurunan, dan ini membuat para peneliti mempertanyakan apakah sudah waktunya untuk memperluas pemahaman mengenai apa yang dimaksudkan dengan kecerdasan. Tes IQ yang pertama kali dikembangkan oleh psikolog asal Prancis Alfred Binet adalah alat ukur kecerdasan yang paling banyak digunakan di dunia. Angka IQ 100 menunjukkan bahwa kecerdasaan kita berada di tingkat rata-rata, dengan angka di atas 130 dianggap jenius, sementara mereka yang berada di bawah angka 70 dinilai memiliki gangguan kecerdasan. Apa yang terjadi sekarang ini menurut Dr Tony Florio seorang psikolog klinis dan pengajar senior di Universitas New South Wales di Sydneya adalah bahwa tes IQ yang ada sekarang ini hanya menguji kecerdasan di bidang tertentu saja. Teori saya mengatakan bukan bahwa angka tes IQ sekarang menurun, namun tes IQ tidak beradaptasi dengan bagaimana otak kita bekerja sekarang ini." kata Florio. Menurut Florio, tes IQ yang ada sekarang hanya menguji kecerdasan di bidang tertentu saja, sehingga sebenarnya kegunanannya terbatas.  Setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang beragam. Bakat lebih mengacu pada motorik maupun ketrampilan yang ditampilkan anak, kalau cerdas lebih mengacu pada ranah kognitif.  Maksud dari Kognitif disini adalah potensi intelektual yang terdiri dari pengetahuan (knowledge), pemahaman (comrehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation).Bakat sebenarnya bisa terlihat oleh orang lain, eh itu anakmu berbakat menggambar, soalnya kalau dikasih buku gambar dan perlengkapanya, hasil gambarnya bagus binget, makanya bakat itu akan berkembang bila ada penguat, sehingga perlu disalurkan bakat tersebut. Anak yang berbakat jika di salurkan ke media yang tepat, maka bakatnya akan semakin terlihat dengan baik dan semakin ahli. Bakat dalam literatur ilmiah, adalah istilah talent, ada juga istilah giftedness, ada juga istilah traits, ada istilah intelligence, aptitude dan sejenisnya. Bakat sebagai dasar yang dibawa sejak lahir dan harus ada stimulasi agar dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.  Terkadang anak yang berbakat, namun karena keterbatasan keuangan dari orangtuanya, maka kemudian bakat yang harusnya muncul baik, menjadi terkikis dan minder lama-lama anak tersebut tidak mau menampilkan bakat yang dimilikinya.  Biasanya anak yang berbakat sejak kecil sudah memiliki komitmen yang besar dengan bidang yang disukainya, dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki itu, sehingga kemampuannya melampaui di atas rata-rata anak lain yang sebaya. Anak yang cerdas itu adalah anak yang IQ nya diatas rata-rata anak normal, sehingga anak ini harus mendapatkan pelayanan pendidikan khusus. 

Dalam rangka proses seleksi peserta didik Cerdas Istimewa,  Yang di adakan Oleh Dinas Pendidikan
Kota Surabaya Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Senin 25/10/2021 , Siswi SMP PGRI 6 Surabaya yang bernama ELFATUN HIKMAH Siswi kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya Alhamdulilah Sekolah Pinggiran Surabaya Utara Lolos Dalam rangka proses seleksi peserta didik Cerdas Istimewa, Dinas Pendidikan  Kota Surabaya tersebut

Pada Hari Senin 25/10/2021 ELFATUN HIKMAH  Siswi Kelas 8 Putri dari  Bapak NAWAWI Berangkat dari SMP PGRI 6 Surabaya menuju Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya di antar Ibu YUNI ISMARYATI,S.Pd  Untuk  mengikuti proses seleksi peserta didik Cerdas Istimewa,  Yang di adakan Oleh Dinas Pendidikan
Kota Surabaya, Disana ELFATUN HIKMAH Masuk di  Ruang Aula BUNG TOMO bersama teman – teman yang mengikuti seleksi peserta didik Cerdas Istimewa,  Yang di adakan Oleh Dinas Pendidikan
Kota Surabaya,

Alhamdulilah Pukul 15.00 ELFATUN HIKMAH Kembali ke Sekolah di antar oleh Ibu YUNI ISMARYATI,S.Pd , Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya merasa bahagia dan bangga kepada ELFATUN HIKMAH Sebagai Sekolah Pinggiran dan di pandang sebelah Alhamdulilah  Siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Lolos proses seleksi peserta didik Cerdas Istimewa,  Yang di adakan Oleh Dinas Pendidikan
Kota Surabaya, Semoga bisa membanggakan  teman – teman yang lain Serta Semoga ELFATUN HIKMAH Bisa Menjadi contoh Pioner bagi teman temannya

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

Minggu, 24 Oktober 2021

“ SEMOGA KITA MENJADI MANUSIA YANG SELALU MENSYUKURI NIKMAT ALLAH DALAM KONDISI APAPUN “

 




“ SEMOGA KITA MENJADI MANUSIA YANG SELALU

MENSYUKURI NIKMAT ALLAH DALAM KONDISI APAPUN “

HARI KE 648

 

Udara yang setiap saat masih dapat kita hidup dengan leluasanya, adalah nikmat yang tiada tara yang seringkali tidak kita sadari. Apa yang kita rasakan saat seperti sekarang, kita diwajibkan untuk menggunakan masker saat keluar rumah atau saat kita dalam kerumunan orang banyak karena bumi kita sedang disapa oleh virus Corona 19? Sesaknya dada kita, ketidaknyamanan saat harus bernafas, tidak bebasnya kita menghirup udara yang ada di sekitar kita, itulah yang kita rasakan. Barulah kita merasa, ya Allah, sampai kapan kami harus hidup dalam kungkungan masker ini? Ijinkan kami menghirup udaraMU ya Allah… Baru satu hal yang sangat sederhana, sebagai bentuk nikmat Allah yang biasanya kita abaikan. Padahal, terlalu banyak nikmat-nikmat Allah yang lain yang sebenarnya kita peroleh, tapi tidak kita sadari dan lupa kita syukuri, yang telah disediakan Allah di sekeliling kita untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya. Maka Allah telah berfirman dalam Surat Ar Rahman (QS. 55: 13) yang berulang hingga 31x

فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

‘Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan’

Kita telah diingatkan bahwa nikmat Allah itu sangat luas. Namun, betapa manusia terlalu banyak mengeluh dan lupa bersyukur dengan berterima kasih kepada Allah yang maha memiliki segalanya, yang maha pemberi, pengasih dan penyayang. Betapa kita terlalu sombong untuk menundukkan hati dan menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah kuasa Allah SWT. Dengan merenungkan atas segala yang telah kita miliki hingga saat ini tidak lain adalah campur tangan Allah. Dan bahwa pandemi yang sedang terjadi adalah cara Allah mengingatkan kita untuk bersyukur. Bermuhasabah dengan menyadari  kesalahan dan dosa yang kita lalukan dan membangun niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Beberapa minggu – minggu ini kita diberikan nikmat oleh Allah S.W.T Yaitu cuaca panas yang sangat menyengat  hingga 36 Derajat , Dalam hal ini dengan cuaca yang sangat panas ini kita betul betul di uji oleh Allah S.W.T Untuk melatih kesabaran.

Semoga  kita semua dapat menjadi umat yang bisa mensyukuri nikmat Allah dalam keadaan apapun .

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat