Jumat, 15 Januari 2021

“ Ringankan Beban Guru SMP Swasta Surabaya Utara ACT (AKSI CEPAT TANGGAP ) BERBAGI PAMPERS DAN PEMBALUT “

 




























































“ Ringankan Beban Guru SMP Swasta Surabaya Utara

ACT (AKSI CEPAT TANGGAP  )

BERBAGI PAMPERS DAN PEMBALUT 

Hari Ke-  367

Resesi, masa terburuk ekonomi Indonesia akibat pandemi virus corona atau Covid-19 sudah terlewati. Tercatat, ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49%. Indonesia telah melalui titik balik dari resesi ekonomi yang terjadi di kuartal II-2020 dan kuartal III-2020. Pernyataan itu didasari oleh data ekonomi yang menunjukkan adanya pertumbuhan pada sejumlah sektor."Kita sudah melalui titik balik atau turning point. Telah kita lewati masa terburuk di kuartal II-2020. Sekarang tren perbaikan

Menghadapi kondisi ekonomi yang terpuruk seperti saat ini akibat adanya Pandemi COVID -19 membuat semua merasakan termasuk dalam hal untuk membeli Pampers  bahkan pembalut keslitan karena tidak adanya pemasukan , hal ini membuat penulis Alumni Jurusan PLS UNESA  Kelahiran APRIL 1984 , Beliaunya yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya berpikir bagaimana  untuk mensejahterakan guru guru di wilayah Surabaya Utara khususnya dalam pembelian PAMPERS Dan Pembalut tersebut  Alhamdulilah Hari  Kamis 14/1/2021  Penulis di antar oleh Ibu SRI SUPADMI ,S.Pd beserta suami Bapak Drs SUPRIAJI Untuk mengambil Bantuan PAMPERS Dan Pembalut Dari ACT Sebanyak 12 Kardos.

Pada hari Jum’at 15/1/2021  Bantuan Pampers  dari ACT Tersebut pada pukul 07.30 Ibu MEI RATNA SUSANTI,S.Si , Selaku Guru  IPA Wakil Kepala Sekolah , Ibu SRI SUPADMI,S.Pd , Ibu SUGIARTI,S.Pd Selaku Kordinator UKS  Dan Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd menata bantuan Pampers dan Pembalut tersebut . Guru – Guru SMP Kemala Bhayangkari  6 Surabaya mendapatkan 15 Guru , SMP PGRI 5 Surabaya mendapatkan 1 Orang Guru SMP PGRI 6 Surabaya  mendapatkan Bantuan sebanyak 20 Orang Guru  Bapak ABDUL AZIS Panigoro S.Psi Alumni Kepala SMP GATRA Surabaya Juga mendapatkan , disamping Itu Bapak SYAHRUL ,S.Pd Pelatih Pramuka juga ikut membagikan untuk tetangga beliau di daerah Kalilom Lor . Penulis dalam kesempatan ini menghaturkan banyak terimakasih kepada para Donatur Dan ACT  Yang sudah meringankan beban guru guru  untuk membeli PAMPERS Dan Pembalut  dimasa Sulit PANDEMI Seperti saat ini Sehingga Guru guru tidak kebingungan dalam membeli PAMPERS Dan Pembalut tersebut , Semoga ACT Makin Jaya Dan Makin Sukses , Serta Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  berharap Ada Bantuan Lagi dari ACT Bagi Guru Guru di SMP Swasta Surabaya Utara , Mengingat situasi kondisi pandemic seperti ini mereka membutuhkan seperti Sembako dan lain lain, Sehingga Guru – Guru SMP Swasta Surabaya Utara Lebih nyaman dalam mengajar PJJ Untuk menjadikan Generasi Emas Yang Unggul .

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

Kamis, 14 Januari 2021

“ Masih Efektifkah Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat Di Masa PANDEMI COVID-19

 





“ Masih Efektifkah Pelaksanaan Pemberlakuan

Pembatasan Masyarakat  Di Masa PANDEMI COVID-19

Hari Ke -366

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Berdasarkan data di https://www.kemkes.go.id/  Situasi Covid Pada Hari  Kamis 14 Januari 2021  Adalah sebagai berikut :Positif COVID-19     :         869.600 , Sembuh (Positif COVID-19)       :         711.205 Meninggal (Positif COVID-19) :         25.246 Jumlah SUSPEK         : 64.032, Jumlah SPESIMEN        :         70.376 ,  Sedangkan berdasarkan data https://lawancovid-19.surabaya.go.id/visualisasi/graph  Data sampai Hari Rabu 13/1/2020 Adalah sebagai berikut : 18,827

Kumulatif Konfirmasi,  191 Konfirmasi dalam Perawatan 17,368

Konfirmasi Sembuh , 1,268 Konfirmasi Meninggal . Melihat data yang terus meningkat tersebut akhirnya Pemerintah khususnya Pemerintah Kota Surabaya  Melalalui PLT Walikota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 443.2/ /200/436.8.4 / 2021 Tanggal 11 JANUARI Mengeluarkan Surat Edaran Perihal Pelaksanaan Pemberlakuan  Pembatasan Masyarakat. 

Dalam kesempatan ini  Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir mencoba melihat situasi dan kondisi Setelah di keluarkanny Surat Edaran Perihal Pelaksanaan Pemberlakuan  Pembatasan Masyarakat penulis jalan jalan ke daerah Jalan RANDU Di sana ada Penjual NASI Goreng yang menunggu pelanggannya tidak kunjung datang Akhirnya penjual nasi goreng tersebut tidur di depan rombongnya , Setelah itu penulis yang juga Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984  Mencoba jalan jalan melewati Daerah KARANG Tembok dimana di daerah tersebut Mulai dari daerah Wonosari sampai KARANG Tembok Full macet yang dimana Semua tidak mau mengalah , Di samping itu juga Penulis merasa takut karena para pengendara yang macet di sana kebanyakan tidak menggunakan Masker. Dalam kesempatan ini  penulis merasa sedih dan Bingung Apakah  Pelaksanaan Pemberlakuan  Pembatasan Masyarakat masih Efektif di terapkan , Karena ini juga di lema Kesehatan Atau Perekonomian yang juga sama sama Penting.

Penulis  hanya bisa berdoa semoga COVID  Ini segera berakhir sehingga Perekonomian bisa kembali normal dan masyarakat bisa hidup aman dan nyaman dalam mencari rezeki, Bila COVID Terus meningkat maka masyarakat tidak berani membeli makanan seperti penjual nasi goreng , apalagi ada batasan sampai Jam 20.00 Hal itu yang membuat penjual merasa sedih.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Rabu, 13 Januari 2021

NASI CUBATONG (CUMI BABAT TONGKOL) MENU KEARIFAN LOKAL MENANG BERSAING DI TENGAH MARAKNYA MAKANAN EROPA NAN KOREA DI SURABAYA

 













NASI CUBATONG (CUMI BABAT TONGKOL)

MENU KEARIFAN LOKAL

MENANG BERSAING DI TENGAH MARAKNYA MAKANAN EROPA NAN KOREA DI SURABAYA

Hari Ke 365

Kebiasaan makan bersama seluruh anggota keluarga merupakan kebiasaan yang baik. Namun sayang, kesibukan masing-masing anggota keluarga membuat acara makan bersama semakin jarang dilakukan. Padahal, manfaat makan bersama sangat banyak. Selain dapat mengontrol asupan nutrisi anak, saat makan juga bisa menjadi momen saling bercerita, mendengarkan, dan mencari solusi masalah seluruh anggota keluarga.Coba kita ingat, kapan terakhir kali makan bersama keluarga? Seminggu yang lalu, dua minggu yang lalu atau bahkan mungkin dalam waktu sebulan ini belum pernah sekalipun makan bersama seluruh anggota keluarga. Ayo, luangkan sejenak waktu Anda untuk makan bersama keluarga karena banyak manfaat positif berawal dari meja makan.Mengontrol asupan nutrisi anakAnak-anak dan remaja umumnya belum memiliki pengetahuan yang baik akan kebutuhan zat gizi tubuhnya. Padahal usia anak-anak adalah masa pertumbuhan.Kekurangan zat gizi tertentu dapat membuat anak terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Ajang makan bersama bisa menjadi tempat orang tua mengontrol asupan nutrisi anak.Apalagi jika acara makan dilakukan di rumah dengan menu masakan buatan Ibu. Tentu akan lebih bergizi, sehat, terjaga kebersihannya, dan hemat tentunya.Mencegah anak mengonsumsi junk foodAnak-anak biasanya menyukai  jajanan yang tinggi lemak, kalori, dan garam namun rendah serat dan vitamin. Kebiasaan jajan di luar rumah memungkinkan anak mengonsumsi bahan kimia berbahaya, seperti pewarna, pengawet, dan penguat rasa. Makanan di luar rumah juga tidak terjaga kebersihannya sehingga dapat menyebabkan anak terkena penyakit gangguan pencernaan bahkan keracunan makanan. Dengan makan bersama, meskipun dilakukan di luar rumah, orang tua bisa memilihkan menu yang sehat. Seperti menyarankan jangan minum soft drink tetapi memilih jus buah yang lebih sehat. Atau jangan terlalu banyak makan makanan yang digoreng, tetapi memilih menu masakan rebus atau kukus yang lebih sehat.

Dalam meningkatkan imunitasi bagi para Guru – guru di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  pada hari Rabu 13/1/2021 Guru – guru di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya sarapan pagi bersama dengan Menu NASI CUBATONG ( CUMI BABAT TONGKOL )  Mantab Luar Biasa Kata SUGIARTI ,S.Pd Selaku Kordinator UKS SMP PGRI 6 Surabaya Dan Ibu LASMIATI,S.Pd selaku Pelatih Pramuka SDS AL-IKHLAS Surabaya . Dalam kesempatan ini CUBATONG SMP PGRI 6 Surabaya diantar sendiri  oleh Bapak AGUS SAYUTI,S.Pd , sekalian Reuni dengan Ibu Penulis yang Alumni Kepala SMP PGRI 6 Surabaya tersebut, Setelah menikmati NASI CUBATONG Tersebut Alhamdulilah Juga Dikasih THE Panas Dan Krupuk

Menurut  Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bahwasannya sarapan pagi ini adalah kegiatan rutin di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Untuk meningkatkan imunitas dari guru guru sebelum memulai pembelajaran, disamping itu untuk hari ini sengaja membeli sarapan CUBATONG , Karena juga Ingin Mengenalkan ke Guru Guru NASI CUBATONG ( CUMI BABAT TONGKOL ) Yang di buat Oleh Alumni Guru SMP PGRI 6 Surabaya Yaitu Bapak AGUS SAYUTI ,S.Pd yang juga jualan di Kedinding Lor PALM 1 Tersebut.

 #Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat