Jumat, 29 Mei 2020

Penguatan Aspek Ped Penguatan Aspek Pedagogi dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19
































Penguatan Aspek Ped Penguatan Aspek Pedagogi dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19
                                                                                                                Hari Ke - 136
Corona virus atau lebih dikenal dengan sebutan covid-19 petama kali muncul pada bulan desember 2019 di Wuhan, China. Setelah sebelumnya Indonesia menjadi salah satu negara yang belum terinfeksi, namun kemudian virus tersebut masuk ke Indonesia pada awal maret 2020. Awal mula virus tersebut tersebar melalui dua orang warga Depok yang sebelumnya melakukan kontak fisik dengan warga asing yang di duga terjangkit covid-19. Hingga saat ini, Kamis  29 Mei  2020 dari keseluruhan total kasus terkonfirmasi positif sejumlah 5.900.267  Meninggal Dunia Sebanyak  361.763 Dan  2.577.176 orang sembuh. Dari total kasus covid-19 tersebut telah membuktikan bahwa penyebaran virus ini berlangsung sagat cepat Bahkan Indonesia Masuk Ke Peringkat Ke – 33 Dunia Kasus virus covid-19 ini memberikan dampak bagi pendidikan hal ini telah diakui oleh UNESCO, penutupan sekolah di 166 negara yang berdampak bagi anak dan remaja sejumlah 1,52 miliar orang dan guru 60,2 juta di seluruh dunia. Hal ini akan mengganggu kegiatan sekolah dan mengancam akan hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Dalam penanganan virus ini pemerintah memberlakukan beberapa upaya untuk memutus rantai penularan covid-19 yaitu social distancing dengan cara belajar dan kerja di rumah atau work from home (WFH). Selain itu pemerintah juga meberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga larangan untuk mudik. Dengan adanya kebijakan ini maka mempengaruhi sistem dalam pendidikan di Indonesia. Pembelajaran di lakukan dengan jarak jauh atau pembelajaran daring, yang akan berdampak bagi unsur -- unsur dalam pendidikan. Seperti kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, menteri Nadiem Anwar Makarim dalam Surat Edaran Nomer 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (Covid-19) bahwa pembelajaran jarak jauh ini agar bisa lebih  memaknai proses pendidikan dan ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan pendidikan. Saat ini tercatat ada 28,6 juta siswa dan 2,6 juta guru yang terdampak menghadapi virus corona di Indonesia. Dengan jumlah siswa dan pengajar yang banyak oleh karena itu seluruh siswa dari tingkat Paud/TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa Perguruan Tinggi melakukan pembelajaran daring atau dengan metode e-learning. Hal ini terpaksa dilakukan agar dapat mencegah penyebaran virus lebih luas lagi. Tentu saja baik guru, siswa, dan orang tua murid tidak ada yang siap dengan keterpaksaan PJJ hal ini memberikan banyak dampak di berbagai aspek. Sangat di maklumi bahwa proses pembelajaran ini butuh waktu untuk penyesuainnya dengan metode daring, yang dimana interaksi antara guru dengan murid tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu pendidikan harus tetap dilakukan dengan berbagai macam upaya. Sistem pembelajaran jarak jauh di berbagai tingkat pendidikan menggunakan aplikasi berbasis internet, metode ini menggunakan beberapa platform belajar online seperti yang dianjurkan pemerintah yaitu Zenius, Quipper, Google Classroom, bahkan menggunakan Whatssap Group. Selain itu Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar yang dapat diakses di belajar.kemendikbud.go.id.  Rumah belajar ini dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun guru di tingkat TK/Paud, SD, SMP, SMA/SMK. Berbagai macam upaya juga dilakukan agar pendidikan ini tMelalui  pembelajaran daring ini tentu dapat membawa manfaat, sekiranya siswa dan guru di sekolah diajarkan untuk berpikir kreative dan kritis dalam menghadapi pandemi ini.  Yaitu dengan memanfaatkan platform media sosial yang ada, dapat memberikan pelajaran inovative. Tetapi pembelajaran daring ini juga tidak seluruhnya dapat dilaksanakan dengan efektif, beberapa kekurangan terjadi di dalmnya. Dalam menyikapi hal ini dari berbagai perspektif guru, siswa, maupun orang tua juga memiliki keluhan. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya
Pembelajaran daring seolah mendorong tagihan belajar berupa materi pembelajaran yang dijejalkan pada murid, sehingga melupakan aspek pedagogi yang justru diperlukan murid ketika tidak bertemu sua dengan guru. Oleh karena itu aspek pedagogi perlu dikuatkan dalam pembelajaran daring sehingga aspek humanistik mendasari pembelajaran dan bukan sekedar materialisti , Dari itulah Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 29/5/2020 Mengikuti Webinar yang di adakan Oleh LP3M UNESA Pukul 13.00 – 15.00  Melalui Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/7570432284?pwd=MXhTRTJ0QnNTR3gvajJsVlZsalBjUT09 , Sedangkan  bagi yang tidak bisa bergabung Di Zoom Tersebut dapat Menyimak melalui https://www.youtube.com/watch?v=YHf0c8uQqwY  Dalam  Kesempatan tersebut yang menjadi Pemateri Adalah Prof Dr. MV. Roesminingsih , M.Pd , Prof Dr. Siti Masitoh , M.Pd  , Prof Dr. Mustaji M.Pd  . Dalam Kesempatan  tersebut Prof. Dr. MV Roesminingsih , M.Pd menjelaskan materi tentang PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA , Sedangkan Prof Dr. Siti Masitoh , M.Pd   Menjelaskan materi MENELUSUR KONSEP PENDIDIKAN AJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PROSES PEMBELAJARAN , Sedangkan Prof. Dr. Mustaji , M.Pd menjelaskan Materi tentang DISTANCE LEARNING  ‘the new normal’ Pendidikan  , Penulis sangat bangga dengan Materi yang di berikan oleh ketiga Nara Sumber Tersebut ,Apalagi Ketiga Pemateri Tersebut Adalah dosen Penulis . Prof Roesminingsih Adalah Dosen Pembimbing Akademik Dan Dosen Pembimbing Skripsi Penulis yang dengan Sabar dan Telaten membimbing Penulis , Prof Dr Mustaji Juga Dosen  Penulis , Apalagi  Materi tersebut Mengenang Masa Lalu , Di Akhir Acara LP3M UNESA Memberikan Instrumen Untuk Di isi Oleh Peserta Termasuk Oleh Penulis Melalui https://bit.ly/2ZO8ReU , Penulis Berharap setelah New Normal Nanti seluruh Proses Pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga siswa tidak bosa dalam menerima materi dan mereka nyaman dalam menerima materi tersebut
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



Kamis, 28 Mei 2020

“ Permohonan Blangko Ijazah Untuk Kelulusan “











“ Permohonan Blangko Ijazah Untuk Kelulusan “
                                                        Hari Ke - 135
Pepatah bijak mengatakan ‘gantungkan cita-cita-mu setinggi langit.’ Artinya, tiap orang berhak atau boleh bermimpi menjadi apa saja yang dia mau. Selama ini, profesi dokter, polisi, dan insinyur lebih sering terdengar sebagai cita-cita yang terlontar dari bibir anak-anak. Tantangan inilah yang coba dijawab oleh Kelas Inspirasi di Indonesia.  Persoalannya, bagaimana menumbuhkan mimpi atau cita-cita pada anak-anak? Bagaimana caranya mengenalkan berbagai macam profesi kepada mereka?
Dalam rangka Mempersiapkan  Pengumuman Kelulusan Peserta Didik , SMP PGRI 6 Surabaya , Pada Hari Kamis 28/5/2020 Melakukan Permohonan Blangko Ijazah , dimana Peserta Didik Kelas 9 Yang mengikuti Ujian Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Adalah Sebanyak 16 Siswa , Dimana Berkas Yang Di buat sebanyak 5 buah berwarna Merah Hijau , Biru , Kuning Dan Coklat , Selesai di Jilid  berkas Tersebut akan di kirim untuk mendapatkan Pengesahan dari Pengawas , Dimana Berkas tersebut sudah di Upload dan di periksa melalui DARING  Secara silang  antar Sub Rayon yang ada Di Surabaya . Penulis  yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya berharap agar Setelah Nominasi  mendapatkan Pengesahan Dari Pengawas tanpa ada Masalah , Sehingga Pada Tanggal 5 JUNI 2020  Pada Saat Pengumuman Kelulusan Lancar  serta Surat Keterangan Lulus Dapat di serahkan Ke Siswa untuk mendaftarkan PPDB SMA /SMK
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat


Rabu, 27 Mei 2020

“ Alhamdulilah Di Masa Pandemi Masih Bisa Menikmati Hidangan BAKSO “



“ Alhamdulilah Di Masa Pandemi Masih Bisa Menikmati Hidangan BAKSO “
                                                                                                Hari Ke - 134
Sejarah Bakso yang menjadi ciri khas negara indonesia dan setiap daerah juga memiliki bakso dengan khasnya sendiri. Siapa yang tak kenal makanan yang satu ini? olahan daging kenyal disiram kuah gurih. Pasti semua kenal dengan makanan ini Bakso namanya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang terkenal dengan makanan ikonik bakso dan sering disebut sebagai makanan khas daerah tersebut, sebut saja Kota Malang dan Kota Solo. Tentu kedua daerah ini memiliki ciri khusus atau bumbu khusus dalam pengolahan bakso. Namun, apapun ciri dan bumbunya, bakso tetap menjadi makanan favorit orang Indonesia. Ya, tentu saja bakso merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia. Bakso pada umumnya disajikan dengan bakso atau bola daging yang merupakan campuran daging giling dan tepung tapioka. Satu porsi bakso biasanya disajikan dengan bakso, tahu, toge, kubis, bihun, telur, dan juga kulit pangsit. Tak hanya berisi hal umum saja yang disajikan ke dalam seporsi mangkuk bakso namun ada juga siomay, tomat, dan lain-lain. Kemudian disiram kuah kaldu yang gurih dan diberi sedikit potongan daun bawang serta bawang goreng. Bagaimana tidak tergoda dengan makanan yang satu ini. Kaldu ayamnya yang bikin menggoda hidung untuk ingin melahapnya. Bakso, merupakan makanan yang mudah ditemukan. Mulai dari pedagang keliling hingga restoran besar sekalipun. Bahkan ada pula bakso yang dijual di super market dalam keadaan beku dimana kita hanya perlu memanasi bakso tersebut
Pada Hari Rabu 27/5/2020 Penulis , menikmati hidangan makan siang Bakso , dimana Bakso adalah Makanan Paling Favorit dari Penulis , Dalam Kesempatan tersebut Bakso yang di buat makan Siang di kasih Wortel , Jadi tambah lebih mantab . Dalam Suasana Stay At Home Makan bakso Serasa Nikmat dan Penulis merasa bersyukur karena masih bisa makan dengan BAKSO , Di Luar Juga Penulis juga Sering makan Pentol , Kadang Penulis sampai beli pentol habis 5.000 ,- Karena Makanan Favorit , dimana Makanan Favorit dari Penulis selain BAKSO Adalah PANGSIT Mie Ayam. Jika Tidak ada Pandemi Pasti Penulis selalu makan di Depan TELKOM Di Noyo Itu yang Jadi Langganan Dari Penulis
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



Selasa, 26 Mei 2020

“ Urusan Perut Menjadi Penghambat Pelaksanaan PSBB “












“ Urusan Perut  Menjadi Penghambat Pelaksanaan  PSBB 
                                                                                                Hari Ke - 133
Pemerintah untuk penanganan virus corona mengatakan, pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) merupakan senjata untuk mengendalikan penularan Covid-19. "Komitmen kita adalah bahwa PSBB merupakan senjata seluruh masyarakat untuk mengendalikan laju pertambahan kasus positif Covid-19," beberapa hari terakhir banyak pihak mengevaluasi dan menyampaikan penilaian soal penerapan PSBB. Sementara itu, sesuai arahan Presiden, semua daerah yang telah disetujui menerapkan PSBB harus menjalankan teknis aturannya secara maksimal. "Sehingga bisa menekan penambahan kasus baru dan menekan angka kematian. Kemudian didukung pula dengan pemeriksaan secara masif, tracing lebih aktif serta dilakukan isolasi ketat dan dirawat lebih ketat,". Oleh karena itu, pemerintah mengingatkan bahwa dalam PSBB ada kegiatan yang dilarang, dibatasi, dan ada pula kegiatan yang diatur dengan baik. "Misal kegiatan sosial yang sifatnya tidak terkait kebutuhan dasar seperti logistik, atau layanan kesehatan maka diharapkan ditutup,". "Yang masih diizinkan adalah transportasi, keamanan, ketertiban masyarakat masih tetap diizinkan untuk beroperasi. Sehingga perlu diatur dalam teknis PSBB, salah satunya dengan adanya SE Nomor 4 Tahun 2020,". mengungkapkan ada penambahan 490 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sehingga secara akumulatif ada 16.496 kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai saat ini.
Berdasarkan data dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  , Sampai 26/5/2020  Surabaya Utara Yang Meninggal  Sejumlah 52 Orang , Surabaya Timur Sebanyak 50 Orang yang Meninggal , Surabaya Pusat Sebanyak 38 Orang yang Meninggal ,  Surabaya Selatan Sebanyak 36 Orang yang meninggal, Sedangkan Surabaya Barat Sebanyak 15 Orang yang meninggal,  Melihat   Jumlah data yang begitu banyak nya , Akhirnya  Gubernur Jawa Timur Mengeluarkan  Keputusan Gubernur Jawa Timur  Nomor : 188/258/KPTS/013/2020  Tanggal 25 Mei 2020 Tentang PERPANJANGAN KEDUA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI WILAYAH KOTA SURABAYA, KABUPATEN SIDOARJO, DAN KABUPATEN GRESIK, Sejak di keluarkannya Keputusan Tersebut , Penulis pada Hari Selasa 26/5/2020 Penulis Pagi hari Pukul 06.30 Mengantarkan Kakak kerja  di Daerah Keputih Sukolilo Surabaya  dan Pada Pukul 14.00 Pulang Kerja  , Mulai Jam Pagi sampai siang  Penulis melihat Jalan Raya Sangat Padat dan Ramai , Serta Pada waktu Melewati Galaxy Mall Parkiran di sana Sangat Penuh , Penulis Saat mengendarai sepeda motor sambil Gonceng Kakak Penuh keheranan Padahal Gubernur Jawa Timur  Mengeluarkan Edaran Tentang PSBB , Tapi Kenyataannya Masih Padat Dan masih banyak yang Keluar, Penulis Akui bahwa aturan PSBB Juga banyak Pro dan Kontra hal ini disebabkan Karena masih Urusan Perut Jadi aturan yang sudah di buat sebagus apapun sangat sulit untuk  di Aplikasikan . Dalam Kesempatan yang baik Penulis Berharap agar Masyarakat dapat mematuhi aturan – aturan yang  sudah di buat oleh Pemerintah  Seperti bila keluar memakai Masker , Dilarang Bergerombol , Memakai Hand Sanitizer , Tetapi yang lebih penting dalam hal ini adalah Pemerintah Menjamin Keamanan Dan  Jaminan Hidup seperti Makan dan lain sebagainya , Jangan Sampai Masyarakat berada di rumah , Tetapi Tidak ada Pemberian dari Pemkot Surabaya Seperti bantuan Beras , Bahan Pokok , Permakanan  , Jika Hal Tersebut dilaksanakan , Maka PSBB Akan Berjalan Dengan Aturan Yang Sesuai Sehingga Jumlah Korban PANDEMI COVID – 19 Mengalami Penurun Dan Pandemi COVID Hilang Dari Bumi Indonesia Khsusnyan Kota Surabaya Jawa Timur.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat




Senin, 25 Mei 2020

“ Penggunaan Teknologi Jarak Jauh Dengan NUADU Di Masa PANDEMI COVID – 19 “






















“ Penggunaan Teknologi Jarak Jauh Dengan NUADU Di  Masa PANDEMI COVID – 19 “
                                                                                                Hari Ke - 132
Transformasi digital mau tidak mau harus dilakukan oleh semua institusi pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar jarak jauh, baik yang sudah mempersiapkan maupun yang belum siap. Frahel Theodora, Head of Curriculum Nuadu mengatakan untuk sekolah atau institusi yang sebelumnya sudah menerapkan teknologi digital mungkin hanya tinggal menyesuaikan saja dari yang awalnya hanya sebagian menjadi sepenuhnya melalui online. Sementara itu, untuk sekolah yang belum melakukan transformasi digital harus segera mencari teknologi yang tepat untuk diterapkan di sekolahnya. “Transformasi bukanlah hal yang mudah dilakukan, langkah-langkah yang harus diterapkan pun cukup panjang sehingga ketika sekolah atau pimpinan sekolah memutuskan untuk menggunakan satu teknologi, pilih yang cukup mudah diimplementasikan baik oleh guru maupun siswa,” tuturnya. Nuadu adalah perusahaan education technology menawarkan inovasi bagi tenaga pengajar dan otoritas pendidikan melalui solusi terpadu bagi pengajar sehingga dapat melaksanakan KBM secara online layaknya berada di kelas atau tatap muka. “Kami ingin agar dalam kondisi seperti ini, KBM tetap efektif sehingga di sini kami tidak hanya menyediakan alat konferensi video saja tetapi juga fitur yang dapat digunakan oleh pengajar untuk memonitor setiap peserta didik melalui kurikulum yang diterapkan secara real-time,” ujarnya. Inovasi tersebut, sambungnya, dirancang sesuai dengan kebutuhan sekolah sehingga dapat memudahkan para guru dalam mengajar walaupun dalam kondisi jarak jauh. Selain itu, terdapat sejumlah fitur yang dapat diotomatisasi sehingga dapat mengurangi beban kerja guru. Misalnya saja, setelah guru selesai mengajar melalui video conference maka harus rekamannya akan otomatis tersimpan sehingga siswa bisa mengulang kembali materi pembelajarannya dan bisa disimpan kapan saja. Kedua, Nuadu akan membantu guru memberikan pemetaan yang realtime mengenai penilaian atau evaluasi siswa sehingga setiap siswa akan mendapatkan soal atau pelatihan sesuai dengan perkembangan kemampuannya. Ketiga, saat guru bisa melihat pemetaan yang jelas mengenai kemampuan setiap siswa maka akan memudahkannya untuk memberikan feedback yang tepat kepada masing-masing siswa. “Kami dari Nuadu mencoba untuk mereplikasi KBM yang ada di kelas menjadi dapat diterapkan secara online meski tidak sesempurna di kelas,” ujarnya. Selain itu, dengan adanya pendataan yang jelas melalui platform pembelajaran di Nuadu, pimpinan sekolah juga dapat melihat dan memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar benar-benar berjalan serta dapat melihat serajin dan seefektif apa siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hingga saat ini, jumlah sekolah yang sudah menggunakan Nuadu telah mencapai 200 sekolah, sejak platform ini pertama kali hadir pada 2018 akhir. Adapun sejak terjadinya pandemic Covid-19, jumlah pemakaian meningkat sekitar 1500 persen setiap bulannya.
Hari Rabu, 20 Mei 2020. Tepat pukul 13.00 Webinar yang dilaksanakan oleh MediaGuru bekerjasama dengan NUADU ( salah satu perusahaan education technology) dimulai. Acara Webinar ini dibuka oleh Bapak Mohammad Ihsan, selaku CEO MediaGuru berperan sebagai host, dibantu oleh Bapak Andi Yasin sebagai Co-Host dan bapak David Ashari (Digital Solution Manager) selaku narasumber. Acara ini diikuti sekitar 175 peserta tapi yang berhasil masuk room dengan aplikasi Zoom ini hanya sekitar 133 orang.

Dalam sambutannya bapak Mohammad Ihsan memaparkan 6 poin nasehat dari mas Mentri Nadiem selama pembelajaran daring pada masa pandemic covid-19 ini;
1. Hindari stres, guru harus keluar dari zona nyaman. Guru harus bisa menyesuaikan diri sesuai kondisi selama pandemic.
2. Guru membagi siswa menajdi kelompok-kelompok kecil sesuai dengan kompetensi siswa.
3. Memperbanyak project base learning.
4. Memberi alokasi waktu lebih banyak bagi siswa yang tertinggal kompetensinya.
5. Target kurikulum tidak harus tuntas, fokus pada materi yang terpenting.
6. Guru harus menjalankan tugasnya dengan senang, meskipun dalam situasi yang sulit ini.
Acara dilanjtkan oleh bapak David Ashari selaku narasumber dari NUADU. Beliau menyampaikan hasil surveynya selama masa pandemic. Banyak siswa mengeluh karena tugas-tugas yang diberikan guru membuat mereka capek dan bosan. Siswa harus mengirim tugas melalui WA dan ini dirasa kurang efektif meskipun WA sudah termasuk memakai teknologi dalam pembelajaran. Beliau tidak memaparkan teori tapi langsung mempraktikkan bagaimana cara kerja NUADU. Di mana NUADU ini bisa langsung dibuka di browser tanpa harus unduh aplikasi di Play store, NUADU bisa digunakan secara bersamaan dan aktifitas siswa dapat dipantau langsung. Sekolah dapat menggunakan dana BOS karena NUADU sudah ada di aplikasi siplah.blibli.
Pada akhir paparannya, bapak David memberikan kesimpulan materi yang disampaikan tentang kelebihan-kelebihan NUADU dibandingkan teknologi pembelajaran yang lain.
1. Menjalankan fungsi penilaian (Assessment)
2. Menghindari Time Management yang tumpang tindih.
3. Menvirtualisasi peran dan fungsi guru di kelas konvensional (offline) menjadi online, mulai dari lecturer, assesment juga lesson
4. Menjalankan fungsi managerial.
Webinar ditutup tepat pukul 15.00 oleh Bapak Mohammad Ihsan. Peserta nampak puas dengan paparan dari narasumber dan banyak yang ingin mempraktikkan langsung.
Terima kasih pak CEO Bapak Mohammad Ihsan.
Salam literasi.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat