Minggu, 08 Desember 2019

“ Hargai Orang Lain Agar Kesuksesan Menghampiri Kita “





“ Hargai Orang Lain Agar Kesuksesan Menghampiri Kita “
Dalam kehidupan keseharian, kita menyaksikan betapa hukum tabur dan tuai terus berlangsung dari waktu ke waktu. Bila kita tidak pernah menyapa tetangga, maka jangan harap tetangga akan menyapa kita. Bila kita tidak pernah berkunjung ke tetangga,maka dapat dipastikan tetangga juga tidak akan mengunjungi rumah kita.  Setiap pagi, ketika kami keluar rumah,selalu mendapatkan sapaan dari para tetangga,termasuk Tukang Batu yang lagi bekerja membangun rumah di samping kediaman kami.  Walaupun sapaan mereka dari hari kehari sama yakni "Good morning. How are you today ?" tapi kami senang, karena merasa dihargaiCoba bayangkan seandainya ketika kita keluar rumah,tetangga kiri kanan, pura pura tidak melihat kita dan sama sekali tidak ada yang menyapa kita? Kita mungkin tidak termasuk orang yang "gila hormat",tapi sebagai orang waras,setiap orang senang bila dihargai.  Passwordnya,sangat sederhana:"Bila ingin dihargai,maka hargailah orang lain" Dalam kalimat lain "jangan lakukan hal hal yang kita tidak suka kepada orang lain". Mulailah dengan menghargai orang lain, maka orang akan menghargai diri kita. Jangan lupa,hukum tabur dan tuai bersifat universal dan lintas sektor. Kondisi semacam ini,bukan hanya dapat disaksikan atau dirasakan dalam kehidupan sehari hari,tapi juga dalam pergaulan kita di dunia maya.  Mungkin kita merasa diri paling hebat dan paling piawai dalam  hal tulis menulis,sehingga merasa tidak perlu lagi berkunjung ke tulisan orang lain, maka akibatnya secara langsung dapat dibuktikan,yakni tulisan kita akan sepi dari kunjungan, walaupun hanya sebatas klik "menarik" Untuk membuktikan, tidak perlu teori panjang lebar dan juga tidak usah bersusah payah berselancar di google.Cukup membaca salah satu tulisan yang mungkin banyak pembacanya,tapi sepi dari kunjungan. Mengapa? Karena saling menghargai, bukan hanya berlaku dalam berinteraksi dalam lingkungan di dunia nyata, tapi juga berlaku dalam berinteraksi di dunia maya. Apa Yang Diharapkan Dalam Dunia Tulis Menulis ? Ada banyak alasan dan setiap orang tentu punya hak untuk menentukan alasan mengapa ikut terjun dalam dunia tulis menulis. Boleh jadi untuk mencegah kepikunan, mengisi waktu dan tentu tak terlepas dari menjalin hubungan persahabatan dengan sesama  Penulis dan pembaca. Bila kita menulis hanya untuk mempertontonkan kepiawaian dalam hal tulis menulis,tanpa merasa perlu menghargai orang lain, maka akibatnya, tulisan kita mungkin saja masuk ke Headline, tapi akan sepi dari kunjungan.Tulisan ini hanya merupakan pendapat pribadi dan bukan hasil dari kajian seorang ilmuanSukses adalah kemampuan untuk menjalani hidup Anda sesuai dengan keinginan Anda, melakukan apa yang yang paling dinikmati, dikelilingi oleh orang-orang Anda senangi dan hormati. Kebanyakan orang yang menganggap pengertian sukses sebagai pada saat kita wisuda, pada saat naik jabatan, atau pada saat menerima penobatan sebagai orang teladan, orang terpandai atau sejenisnya. Sukses bukan dalam pengertian seperti itu.
Sukses itu bukan suatu tujuan akhir dengan kualitas seadanya dan menghalalkan segala cara untuk mencapainya, tetapi sebagai suatu proses yang harus di lakukan setahap demi setahap, dan hari demi hari , bahkan menit demi menit itulah menurut pandangan saya. Mungkin kebanyakan orang berpikir bahwa kesuksesan dipandang dari seberapa besar materi yang ia punya atau yang ia miliki, atau kepintaran atau hard skillss apa yang dia punya untuk mencapai kata sukses. Untuk menjadi sukses kita bisa mlai dengan hal-hal kecil yang kita mampu lakukan. Saya akan memberikan sebuah contoh yang sangat sering terjadi,Misalnya seseorang yang kurang pandai di bidang tertentu saja , walaupun ia kurang menguasai suatu materi tertentu tetapi setiap ujian di bidang yang dia kurang kuasai dia selalu percaya pada kemampuan diri sendiri dan percaya pada tuhan yang selalu memberikan terang dan ia akhirnya lulus tetapi hanya mendapat nilai C dan ada seseorang yang mendapa nilai A yang menjadikanya dia menjadi panutan dan banyak menerima pujian dri orang – orang sekitarnya termasuk dosen tetapi dalam ujian dia telah berbuat bbrapa kecurangan agar  bisa  menerima nilai A tersebut. Pertanyaanya apakah orng yg mendapat nilai A itu lebih sukses? Menurut pandangan saya tidak, Mungkin anak yang mendaapat nilai A lebih sukses dri anak yang mendapat C karena mendapat nilai yang lebih baik dan banyak mendapat pujian tetapi ia hanya akan menerima kesuksesan dalam arti palsu, Arti kesuksesan yang sebenarnya bias kita lihat dari orng yg mendapat nilai C dikarenakan telah berusaha maksimal dengan kemampuan dirinya sendiri dan itu menjadikanya sebagai orang yang sukses walaupun nilainya hanya C, tetapi kita bisa melihat proses pembelajaranya setahap demi setahap untk mendapatkan nilai C trsebut. Saya pun yakin Anak yang mendapat nilai C tersebut akan lebih besar kemungkinan mencapai kesuksesan yang sesungguhnya, karna anak yang mendapat nilai c selalu percaya dengan kemampuany sendiri, dan selalu berpegang teguh pada firman tuhan untk berbuat jujur dalam mengerjakan sesuatu, di dunia yang lebih luas atau dunia kerja di masa yang akan datang kejujuran dan berpegang teguh menolak godaan iblis akan lebih bsa diandalkan dari pada orng yang mengandalkan segala cara untk mendapatkan sesuatu yang diinginkan bahkan cara yang salah yang membohongi dirinya sendiri khususnya Tuhan.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah  Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Senin 9/12/2019 seperti biasa melaksanakan kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter yaitu Upacara Bendera yang setiap hari Senin di laksanakan . Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara adalah Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , .SPd , Dalam amanat nya Bapak Kepala Sekolah kelahiran APRIL 1984 Tersebu t menyampaikan bahwa Jika kalian ingin Sukses harus dapat menghargai Orang lain , Karena Kesuksesan kita tidak bisa lepas dari Orang lain Juga , Sudah banyak Alumni Dari   SMP PGRI 6 Surabaya  yang Sukses Seperti ZULFARHAN MUSTOFA HADI Alhamdulilah Sudah Bekerja di Penambangan , SINOL Kuliah Di TURNOJOYO , SIWI TRIMAWARNI Kuliah Di UNESA Dan masih banyak lagi Alumni SMP PGRI 6 Surabaya yang sudah sukses walaupun orang Tua mereka  dari golongan menengah ke bawah , tapi karena mereka punya semangat tinggi dan menghargai orang  lain termasuk Guru dan Orang Tua Mereja sehingga  Mereka semua mendapatkan ridho dari Allah S.W.T




Jumat, 06 Desember 2019

“ Luangkan Waktu Untuk Keluarga Tercinta “






“ Luangkan Waktu Untuk Keluarga Tercinta “
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. Berdasar Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda). Keluarga inti atau disebut juga dengan keluarga batih ialah yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga inti merupakan bagian dari lembaga sosial yang ada pada masyarakat. Bagi masyarakat primitif yang mata pencahariaannya adalah berburu dan bertani, keluarga sudah merupakan struktur yang cukup memadai untuk menangani produksi dan konsumsi. Keluarga merupakan lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga lainnya berkembang karena kebudayaan yang makin kompleks menjadikan lembaga-lembaga itu penting
Pada hari Jum’at 6/12/2019 , Alhamdulilah dapat dimanfaatkan oleh Penulis untuk  bermain bersama Keponakan tercinta CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Dimana Penulis Mengajak CHYNTIA PRAJNA WULANDARI bermain di ruang computer sambil mendengarkan Musik lagu anak anak , beliau sangat suka ketika di putarkan You Tobe lagu anak- anak tersebut, Selesai dari ruang computer Penulis mengajak CHYNTIA PRAJNA WULANDARI bermain di ruang tamu sambil melihat siswa / siswi Untuk latihan drumband . Menurut  Penulis bahwa Keluarga adalah segala – galahnya , dimana Keluarga adalah harta yang paling berharga , sesibuk apapun Keluarga harus bisa diajak ngobrol bermain dan bercanda, jangan hanya memikirkan Kerja kerja dan kerja .

Kamis, 05 Desember 2019

“ GURU ABAD 21 Harus Bisa Berinovasi Dan Membuat Pembelajaran Menarik “




























“ GURU ABAD 21 Harus Bisa Berinovasi Dan Membuat Pembelajaran Menarik “

Microsoft office 365 adalah aplikasi besutan microsoft yang diciptakan satu paket program lengkap. Program paket lengkap ini bertujuan untuk memberikan segala kemudahan para pengguna dalam mengakses informasi secara fleksibel dimanapun kapanpun. Bahkan penggunanya juga dapat menyimpan hasil kerjanya di cloud dan dapat juga di share ke pengguna lainnya. Bisa dibilang paket program lengkap pada office 365 mirip dengan media sosial antar pengguna office 365 dan mengerjakan tugas secara bersamaan. Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, konsep atau pendapat tertentu. Abad ke-21 adalah abad yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa disegala bidang.pada abad ini, terutama bidang Information and Communication Technology (ICT) yang serba sophisticated membuat dunia ini semakin sempit.Karena kecanggihan  teknologi ICT  ini beragam informasi dari berbagai sudut dunia  mampu diakses dengan instant dan cepat oleh siapapun dan dari manapun. Komunikasi antar personal dapat dilakukan dengan mudah, murah kapan saja dan di mana saja. Namun demikian, pada abad ke-21 ini permasalahan yang dihadapi manusia semakin complicated dan ruwet, misalnya krisis ekonomi global, pemanasan global, terorisme,rasisme, drug abuse, trafficking, masih rendahnya kesadaran multikultural, kesenjangan mutu pendidikan antar kawasan dan lain sebagainya. Setiap masalah tersebut membutuhkan pemecahan  yang harus dilakukan masyarakat secara bersama sama (collaboration). Kompleksitas permasalahan pada abad ini juga terletak pada tidak berdayanya manusia mencari sumber dan penyebab permasalahannya secara tepat dan cepat. Di samping itu juga kapan timbulnya permasalahan sering tidak mampu diprediksi (unpredictable) dan tidak terduga sebelumnya. Pada akhirnya banyak permasalahan masyarakat tidak mampu diselesaikan secara efektif dan efisien. Era ini juga ditandai semakin ketatnya persaingan diberbagai bidang antar negara, dan antar bangsa. Terutama yang bisa diamati setiap saat adalah persaingan pemasaran produk – produk  industri .Pasar didesain sedemikian rupa menjadi sebuah sistem perdagangan yang terbuka (free trade). Perilaku persaingan modern  ini benar-benar merupakan praktek perilaku “survival for the fittest” yang kejam. Siapa kuat dialah yang akan menjadi pemenang, sebaliknya siapa yang tidak berdaya dialah yang akan kalah dan termarginalkan. Negara-negara maju (advanced countries) yang telah memiliki sumberdaya manusia yang unggul akan semakin jauh meninggalkan negara negara berkembang (developing countries) dan negara-negara terbelakang (under developing countries). Sebuah artikel yang ditulis oleh Parag Kahnna di New York Times Magazine (21/1/2008) dengan jelas mengatakan bahwa dunia pada abad ke-21 akan dikuasai oleh BIG THREE, yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China. Sedangkan negara-negara lain yang sering disebut  emerging market disebutnya sebagai second world yang bernasib sebagai tempat persaingan dan pertarungan BIG THREE tersebut.
Mulai dari kemajuan Information and Communication Technology dan beragam dampak positif negatifnya, semakin kompleksnya permasalahan manusia, dan kita berada pada era kompetitif yang semakin ketat pada abad ke-21 ini, dibutuhkanlah persiapan yang matang dan mantap baik konsep maupun aplikasinya untuk membentuk sumber daya manusia (human resources) yang unggul. Dan yang paling bertanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul adalah lembaga-lembaga pendidikan di mana guru sebagai unsur yang berperan paling dominan dan menentukan .Hal inilah yang membuat guru memikul tanggung jawab yang tidak ringan  dalam upaya peningkatan sumber daya manusia.
Guru merupakan profesi tertua di dunia seumur dengan keberadaan manusia. Apabila melihat kehidupan masyarakat yang semakin terdiferensial dan ketika semua orang mempunyai banyak pilihan sebagai ladang kehidupannya, maka citra profesi guru kian merosot didalam kehidupan sosial. Apalagi masyarakat makin lama makin terarah kepada kehidupan materialistis, sehingga suatu profesi dinilai sesuai nilai materinya. Oleh sebab itu tidak heran bila profesi guru termarjinalkan dan menjadi pilihan terakhir.
Fenomena tersingkirnya profesi guru dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu gejala global. Bukan saja di negara-negara maju citra profesi guru semakin menurun namun juga terjadi di negara miskin dan berkembang. Namun demikian, tak ada golongan masyarakat yang tidak membutuhkan profesi guru. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat tanpa profesi guru tidak mungkin tercipta suatu generasi unggul, kreatif dan cerdas. Ironi yang terjadi, begitu besarnya jasa guru dalam membangun masyarakat bangsa namun penghargaan yang diberikan rendah. Sehingga tidak mengherankan bila para pakar berpendapat bahwa profesi guru merupakan “Most thankless profession in the world ”.
Secara konseptual guru sebagai tenaga profesional harus memenuhi berbagai persyaratan kompetensi untuk menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, sementara kondisi riil di lapangan masih sangat memprihatinkan, baik secara kuantitas, kualitas maupun profesionalitas guru. Persoalan ini masih ditambah adanya berbagai tantangan ke depan yang masih kompleks di era global ini. Secara umum, sebagaimana diungkapkan oleh Tilaar (1995), pada masa Pembangunan Jangka Panjang (PJP) II, masyarakat tidak dapat lagi menerima guru yang tidak professional
Dalam membangkitkan minat Guru dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Kamis 5/12/2019 Pukul 07.30 , Selesai kegiatan Sholat dhuha , Hajat dan Istighosah Melanjutkan mengikuti Pelatihan MICROSOFT 365 , Dalam kesempatan ini materi yang di berikan kepada Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya adalah  menulis artikel melalui http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/wp-admin/index.php  , Dalam kesempatan tersebut Ibu Roro Martiningsih selaku Duta Rumah Belajar dan Duta Microsoft di damping Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  mengajak Guru – Guru untuk giat menulis di http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/wp-admin/index.php  , karena dengan menulis itu adalah Jendela Dunia . Menurut Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd bahwa beliau sangat senang dengan pelatihan yang diadakan selama 2 hari tersebut tentang MOCROSOFT 365 Tersebut , apalagi saat ini membuat Artikel , Opini dan Berita melalui http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/wp-admin/index.php . Menurut Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut  Sebagai Guru Abad 21 Harus Benar – benar Melek IT , dengan memanfaatkan IT Dengan sebaik – baik nya , dengan Memanfaatkan OFFICE 365 On Line , Serta Banu Atmoko berharap agar Guru – Guru bisa lebih rajin menulis dan ngeposkan Tulisan nya melalui http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/wp-admin/index.php , Disamping Itu Belajar menulis pembelajaran melalui portal rumah belajar tujuan agar siswa lebih bersemangat dlm mengikuti pembelajaran dan lebih mudah lagi..menambah wawasan lebih luas lagi...bagi siswa dan guru...



Rabu, 04 Desember 2019


















“ Menjadikan Guru  Era Pendidikan 4,0 Melalui Pelatihan MICROSOFT 365 “

Office 365 adalah produk layanan berlangganan yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai bagian dari lini produk Microsoft Office. Secara umum, fasilitas Office 365 terdiri dari perangkat lunak Microsoft Office serta perangkat lunak berbasis komputasi awan sebagai produk layanan untuk lingkungan bisnis, seperti Hosting Exchange Server, Skype for Business Server, dan SharePoint. Semua paket Office 365 diperbarui otomatis tanpa biaya tambahan. Setelah beta test yang dimulai pada Oktober 2010, Microsoft meluncurkan Office 365 pada 28 Juni 2011, sebagai pengganti Microsoft Business Productivity Online Suite (BPOS), yang awalnya ditujukan untuk pengguna korporat. Kemudian, Microsoft mengekspansi Office 365 untuk berbagai jenis bisnis dan untuk konsumen umum. Mulai kuartal keempat tahun fiskal 2017, pendapatan Microsoft dari Office 365 melebihi pendapatan dari Microsoft Office klasikSAAT ini, kita menghadapi revolusi industri keempat yang dikenal dengan Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan era inovasi disruptif, di mana inovasi ini berkembang sangat pesat, sehingga mampu membantu terciptanya pasar baru. Inovasi ini juga mampu mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada dan lebih dahsyat lagi mampu menggantikan teknologi yang sudah ada. Menghadapi tantangan yang besar tersebut maka pendidikan dituntut untuk berubah juga. Termasuk pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Era pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0 disebut Pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 merupakan pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber (cyber system). Sistem ini mampu membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan batas waktu. Indonesia tergolong lambat dalam merespon revolusi industri 4.0 dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sistem pendidikan 4.0 baru bergaung kencang dalam tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah harus menyediakan fasilitas yang memadai dalam menyongsong era Pendidikan 4.0. Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru harus meng-upgrade kompetensi dalam menghadapi era Pendidikan 4.0. Peserta didik yang dihadapi guru saat ini merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital. Peserta didik sudah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi industri 4.0. Ini menunjukkan bahwa produk sekolah yang diluluskan harus mampu menjawab tantangan industri 4.0. Mengingat tantangan yang besar tersebut, maka guru harus terus belajar meningkatkan kompetensi sehingga mampu menghadapi peserta didik generasi milenial. Jangan sampai timbul istilah, peserta didik era industri 4.0, belajar dalam ruang industri 3.0, dan diajarkan oleh guru industri 2.0 atau bahkan 1.0. Jika ini terjadi, maka pendidikan kita akan terus tertinggal dibandingkan negara lain yang telah siap menghadapi perubahan besar ini. Kualitas guru harus sesuai dengan performa guru yang dibutuhkan dalam era industri 4.0. Penulis menyebut guru yang memiliki kualitas seperti tersebut sebagai guru 4.0. Era pendidikan 4.0 merupakan tantangan yang sangat berat dihadapi guru. Jack Ma (CEO Alibaba Group) dalam pertemuan tahunan World Economic Forum 2018, menyatakan bahwa pendidikan adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, maka 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar. Pendidikan dan pembelajaran yang sarat dengan muatan pengetahuan mengesampingkan muatan sikap dan keterampilan sebagaimana saat ini terimplementasi akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin. Oleh karena itu, guru harus mengurangi dominasi pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran dengan harapan peserta didik mampu mengungguli kecerdasan mesin. Pendidikan yang diimbangi dengan karakter dan literasi menjadikan peserta didik akan sangat bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan masyarakat. Era pendidikan 4.0 merupakan jawaban atas terjadinya revolusi industri 4.0. Guru 4.0 sangat dibutuhkan dalam menghadapi era pendidikan 4.0. Bagaimana menjadi guru 4.0? Pertanyaan ini sangat penting dijawab agar guru mampu meningkatkan kompetensi menuju guru 4.0. Guru 4.0 memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik peserta didik menghadapi Revolusi Industri 4.0. Guru 4.0 merupakan guru yang mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.
Dalam menjadikan Guru Era Pendidikan 4,0 , SMP PGRI 6 Surabaya  Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Rabu 4/12/2019 , melakukan  kegiatan Pelatihan MICROSOFT 365 , Dalam rangka Pengembangan SDM  Yang dimiliki oleh Guru  agar mampu menerapkan pembelajaran yang Sesuai Era 4,0  Dalam kegiatan tersebut  Pelatihan MICROSOFT Dilaksanakan Pukul 08.00 WIB , Dimana Kegiatan tersebut di ikuti oleh Bapak / Ibu Dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya , Dimana Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd mengajak seluruh Bapak / Ibu dewan guru untuk dapat mengaplikasikan MICROSOFT 365 dalam kehidupan sehari – hari dalam kegiatan pembelajaran , Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala Sekolah Kelahiran 1984  Yang juga menyampaikan materi tersebut di damping oleh Ibu Roro Martiningsih Selaku Duta Rumah belajar Dan Duta MICROSOFT , Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya yang di damping Bu Roro memberikan materi tentang Outlook  dan One Drive , dalam kesempatan tersebut  Guru – Guru yang mengikuti pelatihan mendapatkan Acount dan Pasword Microsoft 365 yang sudah di buatkan oleh Bu Roro , Semua Guru Login ke Microsoft 365  melalui https://www.office.com/?auth=2 dimana Guru – Guru memasukan USER Dan PASWORD Yang Sudah tersedia, Guru – Guru minta kepada Bu RORO Untuk Pelan – Pelan  dalam mengajari , didampingi Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd . Kegiatan ini adalah Tindak Lanjut dari Pelatihan Diklat Penguatan TIK Bagi Kepala Sekolah yang diadakan di SOLO , Dimana Bapak Kepala Sekolah langsung mengaplikasikan materi tersebut kepada Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya , Dalam kesempatan tersebut  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya berharap agar Guru – Guru bisa Melek IT Dalam Proses Kegiatan belajar mengajar , Seperti dalam membuat soal – soal Ulangan / Quiz melalui  Forms Quiz , Serta Banu Atmoko berharap agar data data baik Guru maupun Siswa  juga dapat menggunakan forms tersebut , sehingga tidak perlu manual lagi , jadi harapan  BANU ATMOKO  Agar Semua Guru bisa menjalankan Administrasi KBM Secara IT Sehingga dapat mempermudah , Semoga SMP PGRI 6 Surabaya Bisa Menjadi Sekolah  yang Berbasis IT . Kata Mei Ratna Susanti , S.Si Wakil Kepala SMP PGRI 6 Surabaya