“ Menjadikan Guru Era Pendidikan 4,0 Melalui Pelatihan
MICROSOFT 365 “
Office 365 adalah produk
layanan berlangganan yang ditawarkan oleh Microsoft sebagai
bagian dari lini produk Microsoft Office.
Secara umum, fasilitas Office 365 terdiri dari perangkat lunak Microsoft Office
serta perangkat lunak berbasis komputasi awan sebagai
produk layanan untuk lingkungan bisnis, seperti Hosting Exchange Server, Skype
for Business Server, dan SharePoint. Semua paket Office 365 diperbarui otomatis
tanpa biaya tambahan. Setelah beta test yang dimulai pada
Oktober 2010, Microsoft meluncurkan Office 365 pada 28 Juni 2011, sebagai
pengganti Microsoft Business Productivity Online Suite (BPOS), yang awalnya
ditujukan untuk pengguna korporat. Kemudian, Microsoft mengekspansi Office 365
untuk berbagai jenis bisnis dan untuk konsumen umum. Mulai kuartal keempat
tahun fiskal 2017, pendapatan Microsoft dari Office 365 melebihi pendapatan
dari Microsoft Office klasikSAAT ini, kita menghadapi revolusi industri keempat
yang dikenal dengan Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan era inovasi disruptif,
di mana inovasi ini berkembang sangat pesat, sehingga mampu membantu
terciptanya pasar baru. Inovasi ini juga mampu mengganggu atau merusak pasar
yang sudah ada dan lebih dahsyat lagi mampu menggantikan teknologi yang sudah
ada. Menghadapi tantangan yang besar tersebut maka pendidikan dituntut untuk
berubah juga. Termasuk pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Era pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0 disebut Pendidikan
4.0. Pendidikan 4.0 merupakan pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi
digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber (cyber
system). Sistem ini mampu membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara
kontinu tanpa batas ruang dan batas waktu. Indonesia
tergolong lambat dalam merespon revolusi industri 4.0 dibandingkan negara
tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sistem pendidikan 4.0 baru bergaung
kencang dalam tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah harus menyediakan
fasilitas yang memadai dalam menyongsong era Pendidikan 4.0. Sebagai garda
terdepan dalam dunia pendidikan, guru harus meng-upgrade kompetensi dalam
menghadapi era Pendidikan 4.0. Peserta didik yang dihadapi guru saat ini
merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital. Peserta
didik sudah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi industri 4.0. Ini
menunjukkan bahwa produk sekolah yang diluluskan harus mampu menjawab tantangan
industri 4.0. Mengingat tantangan yang besar tersebut, maka guru harus terus
belajar meningkatkan kompetensi sehingga mampu menghadapi peserta didik
generasi milenial. Jangan sampai timbul istilah, peserta didik era industri
4.0, belajar dalam ruang industri 3.0, dan diajarkan oleh guru industri 2.0
atau bahkan 1.0. Jika ini terjadi, maka pendidikan kita akan terus tertinggal
dibandingkan negara lain yang telah siap menghadapi perubahan besar ini.
Kualitas guru harus sesuai dengan performa guru yang dibutuhkan dalam era
industri 4.0. Penulis menyebut guru yang memiliki kualitas seperti tersebut
sebagai guru 4.0. Era pendidikan 4.0 merupakan tantangan yang sangat berat
dihadapi guru. Jack Ma (CEO Alibaba Group) dalam pertemuan tahunan World
Economic Forum 2018, menyatakan bahwa pendidikan adalah tantangan besar abad
ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, maka 30 tahun
mendatang kita akan mengalami kesulitan besar. Pendidikan dan pembelajaran yang
sarat dengan muatan pengetahuan mengesampingkan muatan sikap dan keterampilan
sebagaimana saat ini terimplementasi akan menghasilkan peserta didik yang tidak
mampu berkompetisi dengan mesin. Oleh karena itu, guru harus mengurangi
dominasi pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran dengan harapan peserta
didik mampu mengungguli kecerdasan mesin. Pendidikan yang diimbangi dengan
karakter dan literasi menjadikan peserta didik akan sangat bijak dalam
menggunakan mesin untuk kemaslahatan masyarakat. Era pendidikan 4.0 merupakan
jawaban atas terjadinya revolusi industri 4.0. Guru 4.0 sangat dibutuhkan dalam
menghadapi era pendidikan 4.0. Bagaimana menjadi guru 4.0? Pertanyaan ini
sangat penting dijawab agar guru mampu meningkatkan kompetensi menuju guru 4.0.
Guru 4.0 memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik peserta didik
menghadapi Revolusi Industri 4.0. Guru 4.0 merupakan guru yang mampu menguasai
dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.
Dalam menjadikan Guru Era Pendidikan 4,0 , SMP PGRI 6
Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya
Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan
Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari
Rabu 4/12/2019 , melakukan kegiatan
Pelatihan MICROSOFT 365 , Dalam rangka Pengembangan SDM Yang dimiliki oleh Guru agar mampu menerapkan pembelajaran yang
Sesuai Era 4,0 Dalam kegiatan
tersebut Pelatihan MICROSOFT
Dilaksanakan Pukul 08.00 WIB , Dimana Kegiatan tersebut di ikuti oleh Bapak /
Ibu Dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya , Dimana Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya
Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd mengajak seluruh Bapak / Ibu dewan guru untuk dapat
mengaplikasikan MICROSOFT 365 dalam kehidupan sehari – hari dalam kegiatan
pembelajaran , Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala Sekolah Kelahiran
1984 Yang juga menyampaikan materi
tersebut di damping oleh Ibu Roro Martiningsih Selaku Duta Rumah belajar Dan
Duta MICROSOFT , Dalam kesempatan tersebut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya yang
di damping Bu Roro memberikan materi tentang Outlook dan One Drive , dalam kesempatan
tersebut Guru – Guru yang mengikuti
pelatihan mendapatkan Acount dan Pasword Microsoft 365 yang sudah di buatkan
oleh Bu Roro , Semua Guru Login ke Microsoft 365 melalui https://www.office.com/?auth=2 dimana
Guru – Guru memasukan USER Dan PASWORD Yang Sudah tersedia, Guru – Guru minta
kepada Bu RORO Untuk Pelan – Pelan dalam
mengajari , didampingi Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO ,
S.Pd . Kegiatan ini adalah Tindak Lanjut dari Pelatihan Diklat Penguatan TIK
Bagi Kepala Sekolah yang diadakan di SOLO , Dimana Bapak Kepala Sekolah
langsung mengaplikasikan materi tersebut kepada Guru – Guru di SMP PGRI 6
Surabaya , Dalam kesempatan tersebut
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya berharap agar Guru – Guru bisa Melek IT Dalam
Proses Kegiatan belajar mengajar , Seperti dalam membuat soal – soal Ulangan /
Quiz melalui Forms Quiz , Serta Banu
Atmoko berharap agar data data baik Guru maupun Siswa juga dapat menggunakan forms tersebut ,
sehingga tidak perlu manual lagi , jadi harapan
BANU ATMOKO Agar Semua Guru bisa
menjalankan Administrasi KBM Secara IT Sehingga dapat mempermudah , Semoga SMP
PGRI 6 Surabaya Bisa Menjadi Sekolah
yang Berbasis IT . Kata Mei Ratna Susanti , S.Si Wakil Kepala SMP PGRI 6
Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar