Jumat, 04 November 2022

Jangan Takut Miskin karena Bersedekah

 



































Jangan Takut Miskin karena Bersedekah

HARI KE – 300

Bersedekah atau mengeluarkan infak adalah amalan yang dicintai Allah Ta'ala. Banyak ayat dan Hadis yang menerangkan keutamaan bersedekah ini. Di antaranya dapat memadamkan murkanya Allah dan mengganti harta yang kita keluarkan dengan yang lebih baik. Sedekah tidak akan menjadikan seseorang jatuh miskin. Justru sebaliknya, harta yang dikeluarkan akan mendapat balasan lebih banyak dari Allah. Berikut firman-Nya: قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚوَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖوَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ "Katakanlah: 'Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." (QS Saba': 39) Di ayat lain, Allah menegaskan: "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak". (QS. Al-Hadid: 18) Allah juga mengabarkan bahwa akan mengganti orang-orang yang ikhlas di dunia dengan pahala di akhirat, sebagaimana sabda Nabi: "Tidaklah berkurang sedekah dari harta. Dialah Allah yang Maha memberi rezeki dan kebaikan yang diberikan." Siapa saja yang menginfakkan hartanya dalam kebaikan (jihad fi sabilillah) dari harta yang halal dan hanya mencari ridha Allah, maka Allah akan melipatgandakan pahala dan balasan untuknya. 1 kebaikan menjadi sepuluh sampai 700 kali lipatnya. Bahkan sampai tak terbatas karena Allah Maha Pemurah dan Maha Dermawan. Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Apapun yang kamu infakkan dalam apa yang diperintahkan kepadamu atau yang dimubahkan bagimu, maka Dia akan memberikan gantinya untukmu di dunia, dan di akhirat dengan ganjaran dan pahala." Hal ini dengan sejalan dengan firman Allah dalam Hadits Qudsi: أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ "Berinfaklah, niscaya Aku berinfak kepadamu." (Muttafaq 'Alaih) Keutamaan orang bersedekah juga disebutkan Nabi dalam Hadis sahih berikut: مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا "Tiada hari melainkan pada pagi harinya ada dua Malaikat yang turun. Lalu salah satunya berucap (berdoa): Ya Allah, berilah ganti untuk orang yang berinfaq. Sedangkan yang lain berdoa: Ya Allah timpakanlah kehancuran kepada orang yang kikir (tidak berinfaq)." (Muttafaqun 'alaih) أَنْفِقْ بِلَالًا وَلَا تَخْشَ مِنْ ذِي الْعَرْشِ إِقْلَالًا "Berinfakanlah wahai Bilal, jangan takut pemilik 'Arsy (Allah) kurangi hartamu." (HR. Al-Baihaqi) Sedekah akan menjadi sebab bertambahnya harta dan lapangnya rezeki. Allah berfirman: مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS Al-Baqarah: 245) Orang yang berinfak tidak akan menyempitkan rezekinya. Dalam ayat ini, Allah akan memberi balasan memuaskan atas infaknya baik di dunia dengan ganti berlipat maupun di akhirat dengan balasan kenikmatan yang tiada tara. Keyakinan ini akan menjadi penawar atas bisikan setan yang menakut-nakuti orang berinfak dengan kemiskinan. الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ "Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 268) Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah: "Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan". Maksudnya: ia menakut-nakuti kalian dengan kefakiran supaya kalian tetap menggenggam tangan kalian, sehingga tidak menginfakkanya dalam keridhaan Allah. Demikian dahsyatnya ganjaran bagi orang yang bersedekah. Semoga Allah memberi taufik-Nya agar kita dimasukkan ke dalam golongan yang senantiasa bersedekah baik di waktu sempit maupun di kala lapang.

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III  No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Walaupun Mayoritas Di SMP PGRI 6 Surabaya Adalah Siswa Dari Menengah Ke BAWAH , Tapi tidak menyurutkan semangat untuk Bersimpati dan Berempati kepada sesama yang terkena Gempa Bencana Yang Terjadi Di  Negeri Ini , Seperti yang dilakukan seminggu yang Lalu SMP PGRI 6 Surabaya Melakukan Penggalangan DANA Untuk Korban GEMPA , Dimana Siswa / Siswi Baik SMP PGRI 6 Surabaya Walaupun dari Menengah Ke BAWAH Tetapi Jiwa SOSIAL Mereka Itu sangat Tinggi , Karena Itu yang selalu di ajarkan  Oleh Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya

Alhamdulilah Dari Penggalangan DONASI Gempa Tersebut Terkumpul Dana  Untuk SMP PGRI 6 Surabaya Sejumlah Rp 350.000 ,- Sedangkan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sejumlah Rp. 450.000 , Dimana Sumbangan Tersebut Pada Hari  JUM’AT 4/11/2022  Oleh Penulis Selaku Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bersama Ibu YUNI ISMARYATI ,S.Pd disalurkan Lewat YAYASAN DANA SOSIAL AL- FALAH Surabaya ( YDSF Surabaya ) , Dalam Kesempatan tersebut Penulis  Mendapatkan Marchindise Dari YDSF Yaitu MAJALAH YDSF Serta DOMPET

Alhamdulilah Penulis Merasa Bahagia Dan Bangga Walaupun Siswa / Siswi nya Dari Golongan MISKIN  Tapi SOLIDARITAS Mereka sangat Tinggai , Dalam Kesempatan Ini Penulis Menghaturkan Banyak Terimakasih Kepada Bapak / Ibu Wali Murid Semoga Amal Baiknya Di Terima Allah S.W.T Dan Semoga Anak Didik Kita TETAP Istiqomah Berbuat Kebaikan , Dalam Kesempatan Ini  PENULIS Mengajak Kepada Siswa Dan Wali Murid Serta Bapak / Ibu Guru Jangan Takut Miskin karena Bersedekah

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

Kamis, 03 November 2022

SEKOLAH BUDAYA DI SMP PGRI 6 SURABAYA

 































SEKOLAH BUDAYA

DI SMP PGRI 6 SURABAYA

HARI KE – 299

Mutu sekolah dapat dilihat dari budaya yang hidup dan dikembangkan warga sekolah. Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan symbol-simbol yang dipraktekkan oleh kepala sekolah, guru, petugas administrasi, siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Nilai-nilai dalam budaya sekolah mencakup: kebiasaan hidup, etika, kejujuran, kasih sayang, mencintai belajar, bertanggung jawab, menghormati hukum dan peraturan, menghormati orang lain, mencintai pekerjaan, suka menabung, suka bekerja keras, tepat waktu. Tahapan pengembangan model budaya sekolah meliputi: nilai, pengembangan tataran teknis, pengembangan tataran sosial, pengembangangan budaya sekolah di kalangan siswa, dan evaluasi budaya sekolah. Pengembangan budaya sekolah yang kuat, intim, kondusif, dan bertanggung jawab membawa manfaat: (1) Menjamin kualitas kerja yang lebih baik. (2) Membuka seluruh jaringan komunikasi dari segala jenis dan level baik komunikasi vertikal maupun horisontal. (3) Lebih terbuka dan transparan. (4) Menciptakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi. (5) Meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan. (6) Jika menemukan kesalahan akan segera dapat diperbaiki. (7) Dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan IPTEK. Warga sekolah memiliki tanggung jawab mempertahankan budaya sekolah yang baik dan dapat diterima. Warga sekolah berperan dalam mengembangkan dan mewujudkan budaya sekolah yang efektif. Secara etimologis pengertian budaya (culture) berasal dari kata latin colere (Daryanto: 2015:1), yang berarti membajak tanah, mengolah, memelihara ladang (Poespowardojo, 1993). Namun pengertian yang semula agraris lebih lanjut diterapkan pada hal-hal yang lebih rohani (Langeveld, 1993). Selanjutnya secara terminologis pengertian budaya menurut Montago dan Dawson (1993) merupakan way of life (Daryanto: 2015:1), yaitu cara hidup tertentu yang memancarkan identitas teretentu pula dari suatu bangsa. Kemudian dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan dan segala  Bahasa indonesia mengartikan kebudayaan dari bahasa Sanksekerta ³buddhayah¥ (Ahmadi; 2004:56). Yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Pendapat lain mengatakan, bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk : budi daya, yang berarti daya dari budi. Karena itu mereka membedakan antara budaya dan kebudayaan. Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut. Secara prinsipil kebudayaan itu adalah hasil usaha manusia, baik hasil berupa material maupun spiritual dan bahwa kebudayaan itu adalah milik dan warisan sosial, kebudayaan itu terbentuk dalam dan dengan interaksi sosial dan diwariskan kepada generasi mudanya dengan jalan enkulturasi atau pendidikan. Budaya menurut Ki Hajar Dewantara manusia membudaya itu maksudnya untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia dalam hidup perjuangannya. Didalam masyarakat,

Dalam menumbuhkan Budaya Kepada Siswa di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo  Kecamatan Semampir Dalam Menumbuhkan Nilai Budaya bagi Peserta Didik Di SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Kamis 3/11/2022  Memakai BAJU Adat Yang Mereka Punya , Dimana Kebanyakan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya memakai Baju Adat Kebaya

Dalam Kesempatan ini Tidak hanya Siswa saja yang memakai BAJU ADAT Tersebut , Tetapi Bapak / Ibu Guru Juga Memakai BAJU Adat tersebut , Dimana Tujuan nya Yaitu Mengenalkan Adat BUDAYA Jangan sampai Luntur dengan BUDAYA asing

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat