Kamis, 22 Oktober 2020

“ AJAK SANTRI SDS AL-IKHLAS DAN SMP PGRI 6 MENUJU INDONESIA KUAT DAN MAJU DENGAN IMUNISASI RUTIN”

 































“ AJAK SANTRI SDS AL-IKHLAS DAN SMP PGRI 6

MENUJU INDONESIA KUAT DAN MAJU DENGAN IMUNISASI RUTIN”

HARI KE - 282

Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020 secara khusus mengusus tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Pemerintah mengambil tema Santri Sehat Indonesia kuat dikarenakan isu kesehatan pada masa ini tengah dilanda pandemi global vitus Covid-19. Modal utama pesantren adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, serta keteladanan dan sikap kehati-hatian para kiai dan pimpinan pesantren.

Pada Hari Kamis 22/10/2020 Yang bertepatan dengan Hari SANTRI NASIONAL Siswa / siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli  Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Siswa Kelas 1 , 5 Dan 6  Dilakukan SUNTIKAN Oleh PETUGAS PUSKESMAS Wonokusumo Yaitu mbak Yanti Dan TIM  Kedatangan mereka ke SDS AL-IKHLAS Surabaya yaitu melakukan IMUNISASI Kelas 1 Campak , Kelas 5 Dan 6 HPV Khusus Cewek SERTA Sosialisasi Tentang CARA CUCI TANGAN Dan Memakai MASKER Yang Benar. Dalam Kesempatan tersebut Bapak H. BANU ATMOKO,S.Pd Selaku Sekretaris YAYASAN Pendidikan AL-IKHLAS Semampir menyampaikan bahwa Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk  Bulan IMUNISASI , Serta HARI INI Bertepatan Dengan HARI SANTRI NASIONAL , Di HARAPKAN Dengan IMUNISASI Tersebut SANTRI  SMP PGRI 6 Dan SDS AL-IKHLAS Sehat INDONESIA KUAT Dan MAJU

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

Rabu, 21 Oktober 2020

“ Semoga Hasil SWAB TES NEGATIF Dan Bisa Kembali Proses Belajar Mengajar Di Sekolah “











“ Semoga Hasil SWAB TES NEGATIF Dan Bisa Kembali

Proses Belajar Mengajar Di Sekolah “

Hari Ke - 281

Yah benar. Ibu pertiwi kita saat ini sedang berduka. Bencana yang tak pernah kita minta dari sang kuasa. Kini harus membuat negeri kita bertabur air mata, keluh kesah, saling salah menyalahkan, kemudian disusul dengan penyemprotan disinfektan dimana-mana. Sedari dulu, sains itu adalah ilmu pasti yang bisa kita uji kebenaran dan keakuratannnya. Pun dengan ilmu medis. Masih ingat bagaimana para penemu itu dikira gila dan hampir kehilangan nyawa karena sesamanya menganggap mereka seperti sampah?Nyatanya, karya besar mereka sampai saat ini masih relevan, dikagumi dan bermanfaat bagi umat manusia.Atau kita ambil contoh besar bagaimana Tokoh Besar seperti habibie dihargai di Jerman, dipermalukan dinegeri sendiri. Jerman dapat Ilmu dan karyanya. Lalu kita dapat apanya? Kita hanya mendapat antrian panjang nonton filmnya. Begitu kata abdur, komika suci Pun sama seperti wabah corona. Banyak orang berdalih dimedia massa bahwa tak perlu mencari siapa yang salah dalam musibah ini. Namun mari bergotong royong bersama-sama menghadapi dan mengatasinya agar kasus covid-19 segera teratasi.Kalau soal kekompakan, kebersamaan dan saling berbagi dalam bencana, siapa yang mampu menyaingi bangsa kita? Dengan mencegah sebenarnya kita sedang memberikan ruang gerak yang sempit kepada virus korona untuk mencari korbannya. Opsi karantina yang ketat adalah langkah utama yang perlu diambil pemerintah untuk benar-benar mengunci warganya agar tidak keluar daerah dalam beberapa waktu.Jika mereka berhasil keluar daerah tanpa melalui serangkain tes terlebih dahulu. Maka yang akan terjadi virus ini akan semakin menyebar kemana ia suka.Dengan semakin banyak jatuhnya korban maka pengobatan yang dilakukan pun jumlahnya akan ikut naik. Sedangkan dari sisi ketenagaan dan perlengkapan medis kita masih kekurangan banyak. Apalagi sudah berapa tenaga medis kita yang gugur ketika merawat pasien kasus positif korona. Itu seperti menepuk air didulang, terpercik muka sendiri.Mengandalkan pengobatan saja tidak cukup adekuat untuk menghentikan penyebaran virus ini. Pemerintah harus lebih cepat dua langkah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.Jika kita tidak mencegah, maka yang akan terjadi adalah seperti sekarang ini. Korban akan semakin bertambah banyak. Tentu kita tidak ingin lagi mendengar adanya korban yang jatuh dari mulut pemerintah.Mendisiplinkan rakyat dengan menjalankan undang-undang dan membuat masyarakat sadar dengan hati nurani untuk tetap dirumah adalah pekerjaan serius yang harus kita kebut. Mari bergotong royong untuk mengeliminasi pandemi covid-19.Kita tak bisa melawan virus ini dengan bambu runcing persis ketika kita mengusir para penjajah. Mahluk ini kecil dan bisa menular kemana saja. Penawarnya belum ada. Kita bisa melawannya dengan saling jaga dan menghindari keramaian.

Dalam mewujudkan Guru yang Sehat , Guru yang Cerdas Pada hari  Rabu 21/10/2020 Guru Guru SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Guru – Guru dan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya mengikuti SWAB Yang diadakan di PUSKESMAS WONOKUSUMO Jl. Wonokusumo Tengah No.55 Surabaya, Dalam hal ini sebelum mulai SWAB Guru – Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya punya ke unikan sendiri yaitu  BELI THE Panas Yang yang di campur Minyak KAYU PUTIH , Dan Mereka Semua penuh dengan wajah Ketakutan. Menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bahwasannya tujuan dari kegiatan ini adalah Untuk Mendiagnosa pasti Kita Terkena COVID – 19 Apa tidak. Dalam kesempatan tersebut Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd berharap agar Hasil dari Swab ini baik Bapak H. BANU ATMOKO ,S.Pd  Keluarga beliau dan guru guru hasil nya Negatif semua , Sehat Berkah barokah selamanya Serta Semoga Pembelajaran di SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya dapat dilakukan kembali Sekolah Dan Yang Terpenting Bapak H. BANU ATMOKO,S.Pd minta doa Agar HASIL SWAB  Bapak H. BANU ATMOKO,S.Pd dan Guru Guru NEGATIF.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 


Selasa, 20 Oktober 2020

Ajak Siswa Isi Waktu Luang Dengan Membersihkan KIPAS ANGIN Di SEKOLAH “

 

Ajak Siswa Isi Waktu Luang Dengan Membersihkan

KIPAS ANGIN  Di SEKOLAH “

Hari Ke - 280

Di era digital seperti sekarang, sangat sulit rasanya melakukan aktivitas bersama keluarga. Di weekend ini, saatnya kamu menyingkirkan gadget dan rencanakan aktivitas seru untuk mengisi waktu luang yang dapat meningkatkan intimasi antar anggota keluarga. Dijamin, acara kumpul keluarga tak akan membosankan lagi, membuat semua anggota keluarga semakin solid, bahkan membuatmu lebih segar untuk bekerja di kemudian hari.

Dalam mengisi kejenuhan peserta didik SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Selasa 20/10/2020 , Pelatih Pramuka SMP PGRI 6 Surabaya Kak SYAHRUL ,S.Pd Alumni Jurusan MATEMATIKA UNIPA Kelahiran November mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk membersihkan kipas angin, dimana siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya sangat semangat dan antusias , Dimana Kipas Angin tersebut sejak Pandemi COVID – 19 Sudah hampir 8 bulan belum sempat di bersihkan disamping itu kegiatan ini adalah mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya mengasah kreativitas agar tidak jenuh dengan belajar daring terus sehingga di ajak kegiatan seperti ini , Kata Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Senin, 19 Oktober 2020

“ Perangi BANJIR Sedini Mungkin Bersama Warga Sekitar Di HARI BENCANA ALAM INTERNASIONAL “

 




























“ Perangi BANJIR Sedini Mungkin Bersama Warga Sekitar

Di HARI BENCANA ALAM INTERNASIONAL “

Hari Ke - 279

Hari Pengurangan Risiko Bencana Alam Internasional dirancang oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendorong masyarakat dan pemerintah untuk ambil bagian dalam membangun komunitas dan masyarakat yang tahan terhadap bencana alam, yang pada awalnya diperingati setiap Rabu kedua di bulan Oktober. Hari peringatan ini merupakan bagian dari proklamasi Dekade Pengurangan Bencana Alam Internasional yang dimulai pada tahun 1990. Pada tahun 2002, resolusi lebih lanjut dari Majelis Umum PBB memutuskan untuk mempertahankan upaya pengurangan dampak dan mitigasi bencana alam global dengan membuat hari peringatan internasional yang diperingati setiap tahun.Dan pada tahun 2009, Majelis Umum PBB menetapkan 13 Oktober sebagai Hari Pengurangan Bencana Alam Internasional. Bencana alam merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan. Ia menghantui kita setiap saat. Ia bisa datang kapan saja dan di mana saja, juga menimpa siapa saja. Bisa datang secara lambat seperti kekeringan, ataupun cepat seperti banjir bandang atau tornado. Bisa berskala kecil, namun bisa juga berskala besar hingga meluluhlantakkan seperti tsunami Aceh. Namun satu hal yang pasti, kita bisa meminimalisasi resiko dan dampak yang ditimbulkannya, dengan berbagai upaya. Melalui Resolusi 44/236 (22 Desember 1989), Badan Umum PBB menetapkan Rabu kedua bulan Oktober setiap tahunnya sebagai Hari Pengurangan Bencana Alam Dunia (International Day for Natural Disaster Reduction), yang di kemudian hari ditetapkan tanggalnya, yaitu tanggal 13 October setiap tahunnya. Tujuan peringatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tindakan-tindakan yang dapat dilakukan guna mengurangi resiko bencana. Ya, masyarakat di negara-negara rawan bencana seperti Indonesia memang sudah sepatutnya memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengantisipasi resiko dan dampak bencana alam, yang sampai saat ini (setidaknya dalam pengamatan saya) belum cukup.Tema peringatan Hari Pengurangan Bencana Alam Dunia tahun ini adalah Knowledge For Life (Pengetahuan Untuk Hidup). Pengetahuan lokal-tradisional (atau disebut juga kearifan lokal) dapat melengkapi ilmu pengetahuan modern dan meningkatkan ketahanan individu dan sosial terhadap bencana alam. Sebagai contoh, pengetahuan akan peringatan dini di alam dapat berperan penting dalam memastikan dilakukannya tindakan dini untuk mengurangi dampak bencana yang datang baik secara cepat maupun lambat. Digabungkan dengan pengetahuan ilmiah seperti laporan meteorologi, pengetahuan lokal sangat penting untuk membentuk kesiapsiagaan masyarakat dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam memperingati  Hari Pengurangan Bencana Alam Internasional yang Jatuh Pada Tanggal 13 Oktober , Siswa /Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Minggu 18/10/2020 Bersama Warga RT 05 RW 05 Bulak Rukem III / III A Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  memperingati Hari Bencana Alam yaitu dengan melakukan Kerja Bakti Massal membersihkan selokan ( GOT ) Dimana kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan Pukul 05.30  , Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dengan semangat membersihkan halaman sekolah dan Selokan . Menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bahwasannya tujuan dari kegiatan tersebut adalah memperingati HARI Bencana Alam Serta dimana  Sekarang ini sudah datang musim penghujan , sehingga Air yang di selokan lancar sehingga tidak tergenang banjir dan terbebas dari Bencana. Sampah yang sudah terkumpul dari kerja bakti di kumpulkan jadi satu di depan gapura dan di angkut oleh Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau ( DKRTH ) Kota Surabaya.

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat