Selasa, 02 Juni 2020

“ Belajar Daring Tanpa Garing Dengan Membuat Face Shield “


“ Belajar Daring Tanpa Garing  Dengan Membuat Face Shield “
                                                                                                Hari Ke - 140
Alfiah Damayanti  Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya bersama dengan SHAMILA , NURHALIZA  Siswa Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya Pada hari Senin 1/6/2020  membuat Sejumlah Perlengkapan Alat Pelindung Diri ( APD ) , Pada Pukul 09..00 Shamila Dan NURHALIZA  mendatangi Rumah Kakak kelas mereka  yaitu ALFIA DAMAYANTI Di daerah Dukuh Bulak Banteng SUROPATI IV  Membuat keterampilan    membuat penutup wajah  atau Face Shield dari bahan mika . Menurut NURHALIZA Siswa  Kelas 8  bahwa tugas tersebut   adalah dalam rangka mempersiapkan  New Normal di Sekolah . Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka masa pandemic Covid – 19.  Bahwa daripada beli penutup wajah  atau Face Shield dengan harga yang mahal  , lebih baik kita ajak siswa dan anak didik kita untuk berkarya dengan membuat Penutup wajah  atau Face Shield sendiri dengan modal yang sangat minim , dimana bahan – bahan dalam membuat penutup wajah  atau Face Shield  adalah Sampul  MIKA Plastik , Spons , Isolasi . Itu Semua tidak membutuhkan biaya banyak, Dalam membuat tugas tersebut Sekolah siswa membuat 2  buah penutup wajah  atau Face Shield tersebut.   Penulis yang juga Kepala SMP  PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Bahwa dengan belajar daring bukan membuat masalah garing bagi siswa , tapi dari belajar daring malah bisa membuat kreativitas siswa melalui membuat penutup wajah  atau Face Shield  yang dapat di manfaatkan kelak jika kembali Normal Sekolah. Inilah Nikmatnya Belajar Daring tanpa garing.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat

Senin, 01 Juni 2020

“ Isi Waktu Luang Bermain Ikan Bersama Ponakan Tercinta”






“ Isi Waktu Luang Bermain Ikan Bersama Ponakan Tercinta”
Hari Ke – 139
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan adalah kelompok vertebrata yang paling beragam dengan lebih dari 27.000 spesies di seluruh dunia. Ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies, termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies hiu dan pari) dan sisanya dianggap ikan keras (kelas Osteichthyes) (Onnay, 2011) . Ikan pada umumnya adalah hewan yang hidup di air, vertebrata, poikiloterm (hewan yang suhu tubuhnya dekat dengan suhu lingkungan / hewan berdarah dingin) yang bergerak dengan sirip, bernafas dengan insang dan memiliki sela-sela (sideline) sebagai organ keseimbangan.
Pada Hari Senin 1/6/2020 , Merupakan hari Libur , dimana Pada Hari Libur di manfaatkan Oleh Penulis untuk bermain dengan Keponakan Tercinta yaitu CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Sepulang dari Pasar Penulis  membeli ikan  di rumah ikan tersebut langsung di buat mainan oleh Keponakan tercinta CHYNTIA PRAJANA WULANDARI , Beliau sangat senang bisa bermain ikan , serta penulis juga sangat senang melihat Keponakan tercinta bisa bahagia bermain ikan dan bahagia bisa menemanin Keponakan Saat Libur , di samping itu kegiatan tersebut untuk mengenalkan Makhluk Hidup ciptaan Allah , disamping itu untuk melatih kreativitas dari Keponakan tercinta dengan bermain Ikan Tersebut.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



Minggu, 31 Mei 2020

“ Ajak Siswa & Orang Tua Kreativitas Membuat Penutup Wajah Menyambut New Normal “


































“ Ajak Siswa & Orang Tua Kreativitas Membuat Penutup Wajah Menyambut   New Normal “    
                                                                                                      Hari Ke - 138

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Walaupun lebih banyak menyerang lansia, virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusu nfeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala. stilah new normal saat ini sangat mudah ditemui masyarakat dalam berbagai platform media. New normal dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Beberapa daerah telah membuat aturan terkait penerapan new normal sambil terus melakukan upaya pencegahan COVID-19. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman sempat menyatakan, virus corona tidak akan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama. Karena itu, istilah berdampingan lebih tepat digunakan daripada berdamai dengan virus corona. "Artinya berdampingan itu ya kita bisa aja musuhan sama siapa, tapi jalan bersama-sama itu bisa. Tapi kalau damai, ya itu istilah aja sih, tapi mungkin dari sudut virologi, istilah berdampingan itu lebih dapat dipraktikkan ya," kata Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio. Manusia punya sejarah dan pengalaman hidup berdampingan dengan mikroba seperti virus influenza, HIV, dan demam berdarah. Menurut Prof Amin yang perlu dilakukan adalah mengenali virus tersebut untuk bisa mencegah penularannya. Organisasi kesehatan dunia WHO telah menyiapkan pedoman transisi menuju new normal selama pandemi COVID-19. Dalam protokol tersebut, negara harus terbukti mampu mengendalikan penularan COVID-19 sebelum menerapkan new normal. Pengendalian ini juga harus bisa dilakukan di tempat yang memiliki kerentanan tinggi misal panti jompo, fasilitas kesehatan mental, dan wilayah dengan banyak penduduk. Langkah pengendalian dengan pencegahan juga harus diterapkan di tempat kerja. "Langkah-langkah pencegahan di tempat kerja mulai ditetapkan seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, dan etika pernapasan," kata Direktur Regional WHO untuk Eropa Henri P Kluge dikutip dari situs resmi lembaga kesehatan dunia tersebut.
Dalam Rangka Mempersiapkan New Normal dari Penyebaran Pandemi COVID – 19 SMP  PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Minggu 31/5/2020 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Kelas 7 – 9 Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Kelas 1-6 Membuat Hasta Karya  membuat Penutup WAJAH Dari Plastik Mika Yang di bantu oleh Orang tua mereka masing – masing pada Hari Sabtu 30/5/2020 Sedangkan Hari Minggu 31/5/2020 Tersebut Penutup Wajah tersebut di Kumpulkan di Sekolah , Mereka semua membuat dari Bahan Mika , Serta Di beri Spon. Menurut BANU ATMOKO , S.Pd Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Dan Kelahiran APRIL 1984 Bahwa Tujuan dari Kegiatan tersebut adalah Menyiapkan Siswa Untuk Kembali New Normal Ke Sekolah Sesuai Protokoler Kesehatan yaitu membuat Penutup Wajah  Pada saat  masuk sekolah kembali , disamping memakai Penutup Wajah juga Setiap Siswa Nnati juga Wajib memakai Masker ,Alhamdulilah Dalam Menyiapkan New Normal SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Juga Sudah menyiapkan Tempat Cuci Tangan Bantuan Dari PT INDANA Sebanyak 5   Buah . Dimana Setiap Siswa Membuat 2 Penutup Wajah  dimana 1 Dipakai siswa yang bersangkutan dan yang 1 di simpan  bisa dipakai Guru atau Siswa Yang Tidak Membuat , Sehingga Siswa SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Siap Menyambut New Normal Dengan kegiatan tersebut Mengajak Kreativitas siswa dan Orang Tua. Bahkan ada Orang Tua Yang sangat Kraetif  yaitu pakai plastik opp.   Keunggulan    1 lebih ringan    walau dipakai dlm waktu lama nyaman    2 . Lebih hegienis/ bersih krn plastik opp  bahan baku nya lebih original   .3 pori pori nya lebih tertutup / lebih  kedap    .4 bisa diganti yg baru  plastik  nya   sehingga lebih fress.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat

Sabtu, 30 Mei 2020

“ Kotaku Tercinta SALAM SATOE NYALI WANI Lawan COVID-19 “










“ Kotaku  Tercinta SALAM SATOE NYALI WANI Lawan  COVID-19 “
Hari Ke - 137
                           
Kata Surabaya (bahasa Jawa KunoŚūrabhaya) sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan sura / suro (ikan hiu) dan baya / boyo (buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa terbentuknya nama "Surabaya" muncul setelah terjadinya pertempuran tersebut. Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti tersebut terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepi sungai Brantas dan juga sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang daerah aliran sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama yang ditulis oleh Empu Prapañca yang bercerita tentang perjalanan pesiar Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir). Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) dan 1365 M (Nagarakretagama), para ahli menduga bahwa wilayah Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut pendapat budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman Von Faber, wilayah Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat permukiman baru bagi para prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270 M. Pendapat yang lainnya mengatakan bahwa Surabaya dahulu merupakan sebuah daerah yang bernama Ujung Galuh. Versi lain menyebutkan, Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup-mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Mongol utusan Kubilai Khan atau yang dikenal dengan pasukan Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah keraton di daerah Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono semakin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Kerajaan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, maka diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Kali Mas, di wilayah Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal setelah kehilangan tenaga.Nama Śūrabhaya sendiri dikukuhkan sebagai nama resmi pada abad ke-14 oleh penguasa Ujung Galuh, Arya Lêmbu SoraWilayah Surabaya dahulu merupakan gerbang utama untuk memasuki ibu kota Kerajaan Majapahit dari arah lautan, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi kota Surabaya ditetapkan yaitu pada tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap serangan pasukan Mongol. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai SURA (ikan hiu / berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BAYA (buaya / bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Walisongo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di wilayah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak. Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, dan diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran Sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan, Surabaya sebagai wilayah yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajuri Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.Dalam perjanjian antara Pakubuwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa (Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa; Melayu; Arab; dan sebagainya (Vremde Oosterlingen), yang ada di sebelah timur jembatan tersebut. Hingga tahun 1900-an, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja. Agar tidak ada kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamadya atau Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, yang dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 tentang penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut berisi bahwa pada tanggal 31 Mei 1293 diperingati sebagai hari jadi kota Surabaya. Bahkan orang Jawa pun percaya bahwa nama Surabaya berasal dari kata “sura ing bhaya” yang memiliki arti “keberanian menghadapi bahaya” hingga sekarang simbol patung itu masih ada di depan Kebun Binatang Surabaya sebagai tempat wisata. Nama Kota Surabaya sudah ada sejak awal masa kerajaan Majapahit. Nama Surabaya tercipta dari gabungan kata Sura dan Baya, nama dua binatang yang bertempur. Kedua ikon tersebut digunakan menggambarkan peristiwa yang terjadi di Ujung Galuh (nama daerah Surabaya pada zaman dulu), yakni pertempuran antara tentara yang dipimpin Raden Wijaya dengan pasukan tentara Tar Tar pada tanggal 31 Mei 1293. Tanggal tersebut kemudian dikenal sebagai hari lahirnya Kota Surabaya.
Hari Minggu 31/5/2020  Adalah Hari  Jadi Kota Surabaya Yang Ke – 727 , Dimana Pada Tahun Ini Hari Jadi Kota Surabaya Bersamaan Dengan PANDEMI COVID – 19 , Jadi tidak ada perayaan kegiatan tersebut , di Usia Yang Ke – 727 Kota Surabaya Adalah Kota Yang Hijau , Kota Yang Bersih dengan Segudang Prestasi yang dimiliki , Dimana  Tata Kota Dan Tata Ruang sangat Bagus dan sangat Rapi , Pelayanan umum juga sangat bagus serasa kita di Luar Negeri, Tapi saat Ini Penulis merasa sangat sedih dan Iba Kota Surabaya Kota Yang sangat Indah , Kota Yang Hebat  Kini mengalami PIL Pahit Yaitu  data Dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  Sampai  Hari  SABTU  30 MEI 2020 Surabaya Utara  Yang Meninggal Sebanyak  62 Orang Yang Meninggal  , Surabaya Timur  Sebanyak   56 Orang Yang Meninggal  , Surabaya Pusat  Sebanyak 51 Orang yang meninggal , Surabaya Selatan yang Meninggal sebanyak 48  Orang Sedangkan Surabaya Barat Yang Meninggal sebanyak 18  Orang , Dalam kesempatan Yang Baik Ini Penulis mengajak Kepada Masyarakat  SALAM SATOE Nyali WANI Lawan CORONA   Penulis meminta Kepada Masyarakat untuk mematuhi Aturan Protokoler  Tentang Pandemi COVID – 19 Tersebut , Insyah Allah Jika Masyarakat Surabaya dapat  Taat Aturan Dengan Menjaga Pola Hidup Bersih Dan Sehat , Memakai Masker , Selalu cuci Tangan . Arek Soeroboyo Iku  bondo Nekat , Makanya Di HARI Jadi Kota Surabaya Penulis Meminta Kepada Masyarakat Kota Surabaya Agar Sama sama Memerangi COVID – 19 Tersebut, Insyah Allah Jika Masyarakat  Taat VIRUS CORONA Akan Hilang Dari Bumi Ini Khusunya Dari Kota Surabaya , Maka Itu adalah Kado Terindah Di Hari Jadi Kota Surabaya Yang Ke – 727 , Sehingga Perekonomian , Pendidikan  bisa kembali normal  lagi Arek SOEROBOYO Bersatu Padu Melawan Dan Memerangi PANDEMI COVID – 19 Ini
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



Jumat, 29 Mei 2020

Penguatan Aspek Ped Penguatan Aspek Pedagogi dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19
































Penguatan Aspek Ped Penguatan Aspek Pedagogi dalam Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19
                                                                                                                Hari Ke - 136
Corona virus atau lebih dikenal dengan sebutan covid-19 petama kali muncul pada bulan desember 2019 di Wuhan, China. Setelah sebelumnya Indonesia menjadi salah satu negara yang belum terinfeksi, namun kemudian virus tersebut masuk ke Indonesia pada awal maret 2020. Awal mula virus tersebut tersebar melalui dua orang warga Depok yang sebelumnya melakukan kontak fisik dengan warga asing yang di duga terjangkit covid-19. Hingga saat ini, Kamis  29 Mei  2020 dari keseluruhan total kasus terkonfirmasi positif sejumlah 5.900.267  Meninggal Dunia Sebanyak  361.763 Dan  2.577.176 orang sembuh. Dari total kasus covid-19 tersebut telah membuktikan bahwa penyebaran virus ini berlangsung sagat cepat Bahkan Indonesia Masuk Ke Peringkat Ke – 33 Dunia Kasus virus covid-19 ini memberikan dampak bagi pendidikan hal ini telah diakui oleh UNESCO, penutupan sekolah di 166 negara yang berdampak bagi anak dan remaja sejumlah 1,52 miliar orang dan guru 60,2 juta di seluruh dunia. Hal ini akan mengganggu kegiatan sekolah dan mengancam akan hak-hak pendidikan mereka di masa depan. Dalam penanganan virus ini pemerintah memberlakukan beberapa upaya untuk memutus rantai penularan covid-19 yaitu social distancing dengan cara belajar dan kerja di rumah atau work from home (WFH). Selain itu pemerintah juga meberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga larangan untuk mudik. Dengan adanya kebijakan ini maka mempengaruhi sistem dalam pendidikan di Indonesia. Pembelajaran di lakukan dengan jarak jauh atau pembelajaran daring, yang akan berdampak bagi unsur -- unsur dalam pendidikan. Seperti kebijakan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, menteri Nadiem Anwar Makarim dalam Surat Edaran Nomer 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease (Covid-19) bahwa pembelajaran jarak jauh ini agar bisa lebih  memaknai proses pendidikan dan ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan pendidikan. Saat ini tercatat ada 28,6 juta siswa dan 2,6 juta guru yang terdampak menghadapi virus corona di Indonesia. Dengan jumlah siswa dan pengajar yang banyak oleh karena itu seluruh siswa dari tingkat Paud/TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa Perguruan Tinggi melakukan pembelajaran daring atau dengan metode e-learning. Hal ini terpaksa dilakukan agar dapat mencegah penyebaran virus lebih luas lagi. Tentu saja baik guru, siswa, dan orang tua murid tidak ada yang siap dengan keterpaksaan PJJ hal ini memberikan banyak dampak di berbagai aspek. Sangat di maklumi bahwa proses pembelajaran ini butuh waktu untuk penyesuainnya dengan metode daring, yang dimana interaksi antara guru dengan murid tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu pendidikan harus tetap dilakukan dengan berbagai macam upaya. Sistem pembelajaran jarak jauh di berbagai tingkat pendidikan menggunakan aplikasi berbasis internet, metode ini menggunakan beberapa platform belajar online seperti yang dianjurkan pemerintah yaitu Zenius, Quipper, Google Classroom, bahkan menggunakan Whatssap Group. Selain itu Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar yang dapat diakses di belajar.kemendikbud.go.id.  Rumah belajar ini dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun guru di tingkat TK/Paud, SD, SMP, SMA/SMK. Berbagai macam upaya juga dilakukan agar pendidikan ini tMelalui  pembelajaran daring ini tentu dapat membawa manfaat, sekiranya siswa dan guru di sekolah diajarkan untuk berpikir kreative dan kritis dalam menghadapi pandemi ini.  Yaitu dengan memanfaatkan platform media sosial yang ada, dapat memberikan pelajaran inovative. Tetapi pembelajaran daring ini juga tidak seluruhnya dapat dilaksanakan dengan efektif, beberapa kekurangan terjadi di dalmnya. Dalam menyikapi hal ini dari berbagai perspektif guru, siswa, maupun orang tua juga memiliki keluhan. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didiknya
Pembelajaran daring seolah mendorong tagihan belajar berupa materi pembelajaran yang dijejalkan pada murid, sehingga melupakan aspek pedagogi yang justru diperlukan murid ketika tidak bertemu sua dengan guru. Oleh karena itu aspek pedagogi perlu dikuatkan dalam pembelajaran daring sehingga aspek humanistik mendasari pembelajaran dan bukan sekedar materialisti , Dari itulah Penulis Yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 29/5/2020 Mengikuti Webinar yang di adakan Oleh LP3M UNESA Pukul 13.00 – 15.00  Melalui Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/7570432284?pwd=MXhTRTJ0QnNTR3gvajJsVlZsalBjUT09 , Sedangkan  bagi yang tidak bisa bergabung Di Zoom Tersebut dapat Menyimak melalui https://www.youtube.com/watch?v=YHf0c8uQqwY  Dalam  Kesempatan tersebut yang menjadi Pemateri Adalah Prof Dr. MV. Roesminingsih , M.Pd , Prof Dr. Siti Masitoh , M.Pd  , Prof Dr. Mustaji M.Pd  . Dalam Kesempatan  tersebut Prof. Dr. MV Roesminingsih , M.Pd menjelaskan materi tentang PENDIDIKAN KELUARGA SEBAGAI PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA , Sedangkan Prof Dr. Siti Masitoh , M.Pd   Menjelaskan materi MENELUSUR KONSEP PENDIDIKAN AJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PROSES PEMBELAJARAN , Sedangkan Prof. Dr. Mustaji , M.Pd menjelaskan Materi tentang DISTANCE LEARNING  ‘the new normal’ Pendidikan  , Penulis sangat bangga dengan Materi yang di berikan oleh ketiga Nara Sumber Tersebut ,Apalagi Ketiga Pemateri Tersebut Adalah dosen Penulis . Prof Roesminingsih Adalah Dosen Pembimbing Akademik Dan Dosen Pembimbing Skripsi Penulis yang dengan Sabar dan Telaten membimbing Penulis , Prof Dr Mustaji Juga Dosen  Penulis , Apalagi  Materi tersebut Mengenang Masa Lalu , Di Akhir Acara LP3M UNESA Memberikan Instrumen Untuk Di isi Oleh Peserta Termasuk Oleh Penulis Melalui https://bit.ly/2ZO8ReU , Penulis Berharap setelah New Normal Nanti seluruh Proses Pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga siswa tidak bosa dalam menerima materi dan mereka nyaman dalam menerima materi tersebut
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat