Minggu, 17 Mei 2020

“ Ajarkan Siswa Untuk Berkarya Membuat Media Pembelajaran “


















“ Ajarkan Siswa Untuk Berkarya Membuat Media Pembelajaran “
                                                      Hari Ke - 124
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar.  Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.  Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.   Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.
Sebagai Sekolah Pinggiran , SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , dalam mengisi libur akibat Pandemi COVID – 19 seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya membuat bangun Ruang  Ada Yang membuat Persegi , Ada Yang membuat Persegi Panjang , Segitiga , Jajar Genjang , Trapesium  Dan Belah ketupat , Media ini di buat oleh seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya kelas 7 – 9  Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya kelas 1-6, dalam kesempatan tersebut setiap siswa membuat 2 media bangun ruang yang berbeda , Pada hari sabtu 17/5/2020 Tugas membuat media pembelajaran tersebut di kirim ke sekolah , Dalam kesempatan tersebut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Kelahiran April 1984 Alumni Jurusan PLS UNESA Sangat bangga kepada anak didik beliau baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya dimana pada Masa Pandemi ini siswa / siswi bersama Orang tua masih menyempatkan untuk membuat media  pembelajaran Matematika Bangun Ruang , Menurut BANU ATMOKO , S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk Nilai Tugas Matematika  Serta karena sekolah kecil sehingga tidak mampu untuk membeli media pembelajaran sehingga di masa Pandemi seluruh siswa / siswi baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya di ajak berkarya  dalam membuat media pembelajaran yang akan mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar di  kelas jika selesai masa pandemic covid - 19 Dalam kesempatan yang baik ini Penulis    berharap agar COVID – 19 Segera hilang dari muka bumi ini dan penulis    mengimbau kepada seluruh Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Serta Seluruh Masyarakat selalu memakai masker, serta sarung tangan  dimanapun berada termasuk jika ada di sekolah untuk melaksanakan  piket serta beliau meminta   untuk selalu  cuci tangan , agar tubuh kita terbebas dari COVID – 19 tersebut , sehingga harapannya agar COVID – 19 Segera hilang dari kota Surabaya , apalagi setelah ini akan memasuki Lebaran  , Sehingga bisa Lebaran  dengan aman dan nyaman untuk menjalankan lebaran bersama keluarga dan dapat melanjutkan sekolah kembali .
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat          


Sabtu, 16 Mei 2020

“ Melalui Poster Ajak Masyarakat Semakin Peduli COVID-19”



















    “ Melalui Poster Ajak Masyarakat Semakin Peduli COVID-19”  
                                                                                        Hari Ke - 123

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Walaupun lebih banyak menyerang lansia, virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayianak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala. Pengertian poster adalah suatu media publikasi yang memadukan antara tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak. Poster dipasang di tempat keramaian dan strategis, seperti di kawasan sekolah,  pasar, perkantoran, fasilitas kesehatan, dan lainnya. Informasi yang disampaikan oleh poster bersifat mengajak. Poster juga merupakan salah satu bentuk dari seni grafis dua dimensi yang memadukan antara huruf, angka, dan gambar pada media kertas yang besar. Umumnya ditempelkan di bidang dengan permukaan yang rata, seperti dinding atau papan, di pusat-pusat keramaian Poster biasanya dibuat untuk membagikan berbagai informasi. Penyampaian informasi dari poster ini bisa dilakukan dengan memadukan antara gambar, grafis, dan tulisan. Isi poster biasanya dibuat seminim mungkin agar pesan utama dapat tersampaikan. Adapun fungsi dari poster adalah untuk memberikan informasi tambahan mengenai sesuatu kepada masyarakat luas. Diharapkan dengan melihat dan membaca poster, tujuan dari si pembuat akan tersampaikan melalui tulisan dan gambar yang ditampilkan
Berdasarkan data  dari  https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  dijelaskan  bahwa Kumulatif ODP Sebanyak  3.168 , Komulatif PDP  Sebanyak 1.841, Kumulatif Konfirmasi  Sebanyak = 945  , Membuat  Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Sangat Prihatin terhadap Jumlah yang semakin hari semakin jam semakin meningkat jumlah korban Pasiennya , Sehingga Pada Hari SABTU 16/5/2020 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Membuat Poster Tentang CORONA , Dimana Poster tersebut mereka kerjakan di rumah , Mereka membuat Poster di Kertas Gambar A-3  didampingi oleh Keluarga mereka , Sambil tiduran di rumah  mereka membuat Poster tersebut. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Bahwasannya Tujuan dari membuat Poster tersebut yaitu agar masyarakat Surabaya  Sadar tentang Bahaya Pandemi COVID – 19 Ini , serta mengajak masyarakat Surabaya agar selalu menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat , Serta Mengajak Masyarakat agar tetap bertahan di rumah agar COVID – 19 ini segera selesai dari muka bumi  ini. Dalam kesempatan yang baik ini Penulis    berharap agar COVID – 19 Segera hilang dari muka bumi ini dan penulis    mengimbau kepada seluruh Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Serta Seluruh Masyarakat selalu memakai masker, serta sarung tangan  dimanapun berada termasuk jika ada di sekolah untuk melaksanakan  piket serta beliau meminta   untuk selalu  cuci tangan , agar tubuh kita terbebas dari COVID – 19 tersebut , sehingga harapannya agar COVID – 19 Segera hilang dari kota Surabaya , apalagi setelah ini akan memasuki Lebaran  , Sehingga bisa Lebaran  dengan aman dan nyaman untuk menjalankan lebaran bersama keluarga dan dapat melanjutkan sekolah kembali .
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat    
                        



Jumat, 15 Mei 2020

“ Ajarkan Kepedulian Sesama Di Masa PANDEMI COVID- 19 Sesuai Ajaran FIQIH “






























“ Ajarkan Kepedulian Sesama Di Masa PANDEMI COVID- 19 Sesuai Ajaran FIQIH “
                                                                                                            Hari Ke - 122
Beragam definisi muncul menjelaskan apa yang dimaksud dengan fikih. Menurut bahasa, fikih adalah paham. Maksudnya, pengertian atau pemahaman mendalam yang menghendaki pengerahan potensi akal, sedangkan para ulama usul fikih menyatakan, fikih adalah mengetahui hukum Islam yang bersifat amalan melalui dalil terperinci. Di sisi lain, ulama fikih menguraikan bahwa fikih merupakan sekumpulan hukum amaliah yang disyariatkan dalam Islam. Pembahasan fikih ini mencakup perbuatan para mukalaf atau orang dewasa yang wajib menjalankan hukum agama dan hukum seperti apa yang harus dikenakan terhadap perbuatan itu.Misalnya, jual beli yang dilakukan seorang mukalaf atau salat dan puasa yang ia tunaikan. Jika kegiatan-kegiatan itu sesuai dengan hukum Islam, dinyatakan sah. Kalau suatu saat seorang mukalaf mencuri, perbuatan itu bertentangan dengan hukum dan dinyatakan haram serta wajib diberlakukan hukuman pencurian. Dengan demikian, setiap perbuatan mukalaf mempunyai nilai hukumnya sendiri-sendiri, bisa wajib, sunah, boleh atau mubah, makruh, dan haram. Ensiklopedi Islam menguraikan, para ulama membagi hukum fikih ke dalam beberapa hal, yaitu hukum yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, seperti shalat, puasa, atau haji.Lalu, ada pula hukum yang ada sangkut-pautnya dengan permasalahan keluarga, seperti nikah dan percerain, hukum mengenai hubungan antarsesama manusia, hukum yang berisi tindak pidana, penyelesaian sengketa, hubungan antara penguasa dan warganya, hubungan antarnegara dalam keadaan perang dan damai serta akhlak.Dalam penetapannya, ada sumber hukum fikih, yaitu yang disepakati sebagai sumber, yaitu Alquran dan hadis. Sedangkan, sumber yang dibedakan di antaranya ijmak dan kias yang biasa disebut sebagai sumber sekunder. Sebab, dalam penetapan hukum ijmak dan kias tak dapat berdiri sendiri, tetapi harus disandarkan pada Alquran dan hadis. Ahli fikih Mustafa Zarqa memaparkan, seiring laju zaman fikih mengalami proses perkembangan. Menurut dia, ada tujuh periode perkembangan. Pertama, periode risalah, yaitu selama masa kehidupan Rasulullah. Pada periode ini, fikih masih dipahami sebagai segala yang dikandung Alquran dan hadis. Hal itu mencakup persoalan akidah, ibadah, muamalah, dan adab. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menerangkan, fikih pada masa Rasulullah mengandung ilmu yang menuju jalan akhirat. Kedua, periode empat khalifah utama sampai pertengahan abad pertama Hijriah.
Saat Rasul masih hidup, para sahabat belum berpikir secara serius mengenai permasalahan hukum karena semua hal dirujuk pada diri Rasulullah. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, baru para sahabat berani berijtihad dalam memecahkan permasalahan-permasalahan baru yang muncul.Setiap menghadapi masalah, yang pertama dilakukan adalah mencari jawaban dari Alquran. Jika mereka tak mendapati di Alquran, mereka meneliti hadis-hadis Nabi Muhammad. Langkah selanjutnya, mereka berijtihad dengan bersandar pada prinsip-prinsip yang ditinggalkan Rasul. Ketiga, dari pertengahan abad pertama Hijriah sampai permulaan abad kedua Hijriah. Sedangkan, periode keempat dari awal abad kedua hingga pertengahan abad keempat Hijriah. Pada periode ini fikih berkembang pesat yang ditandai dengan munculnya para imam mazhab, seperti Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali. Kelima, periode pertengahan abad keempat sampai pertengahan abad ketujuh Hijriah. Pada periode ini, gerakan ijtihad mulai melemah. Para ahli fikih lebih fokus terhadap pengkajian pada pendapat-pendapat yang ada di dalam mazhab masing-masing. Kajian itu berupa penjelasan, penerapan, dan penetapan buku fikih mazhab mereka. Sementara periode keenam, berlangsung dari pertengahan abad ketujuh Hijriah hingga munculnya kodifikasi hukum perdata Islam pada masa Turki Utsmani, yang diundangkan pada 26 Sya’ban 1293. Sejumlah hal penting muncul pada periode ini, seperti berkembangnya pembukuan fatwa hukum resmi dengan menyusunnya pada bab tertentu. Perode ketujuh, bermula setelah munculnya kodifikasi hukum perdata Islam hingga masa modern. Mustafa Zarqa mengatakan, ada tiga ciri pada periode ini, yaitu lahirnya kodifikasi fikih seusai tuntunan zaman, meluasnya usaha kodifikasi hukum yang tak hanya pada hukum perdata, tetapi juga pidana, acara, dan hukum administrasi negara. Dan, terakhir adalah maraknya langkah untuk menerapkan materi hukum tanpa terikat pada salah satu mazhab dari empat mazhab. Mulai ada pertimbangan mazhab yang sebelumnya tak banyak diungkap, seperti Mazhab Makhul, Hasan Basri, An-Nakhai, Auza, dan Abu Laila.
Dalam masa Pandemi COVID – 19 Ini kita tidak boleh berputus asa  ketika di landa  Pandemi COVID – 19 ,  Dalam  Fiqih di jelaskan mengenai hubungan antarsesama manusia , dimana Pada masa Pandemi Covid – 19 Ini sangat di perlukan terutama bagi korban yang terkena COVID Yaitu dengan memberikan Suport Motivasi Atau Bantuan Pangan Untuk Korban COVID , itulah sepenggal materi Pondok ramadhan Ceria yang di ikuti Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di jalan bulak Rukem III No, 7 – 9 Keluarahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Jum’at 15/5/2020  yang mengikuti Pesantren ceria baik di TV 9 Maupun di TVRI Materi Pesantren Ceria melalui TV-9 kegiatan Pondok Ramadhan TV 9 Tersebut Dimulai Kelas 1-3 Pukul 07.30-08.00 ,Kelas 4 – 6 Pukul 08.00-08.30 , Sedangkan SMP Pukul 08.30-09.00, Seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Mengikuti Pesantren ceria tersebut dengan sangat tertib dan Disiplin yang tinggi dimana mereka masih menggunakan Busana Muslim sambil Nonton TV – 9 tersebut , Tidak hanya Nonton TV-9 tersebut  Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya juga diminta melakukan Evaluasi setelah mereka nonton TV-9 Tersebut dengan mengerjakan Melalui Link https://forms.office.com/Pages/ResponsePage.aspx?id=IWuoD01i2EeN_yhVs5_MvtrIwF74E-ZHhkMWdc4kpnNUMU0yVDNUMjBHQ0kyM0VOSk5LSThBUEhQMC4u  Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya bahwa Tujuan dari kegiatan tersebut adalah mengajak peserta didik baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya untuk saling membantu saudara kita yang terkena Dampak Pandemi COVID – 19 Tersebut, bukan malah mengucilkan Di Masa Pandemi COVID Tersebut Dalam kesempatan yang baik ini Penulis    berharap agar COVID – 19 Segera hilang dari muka bumi ini dan penulis    mengimbau kepada seluruh Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya  Serta Seluruh Masyarakat selalu memakai masker, serta sarung tangan  dimanapun berada termasuk jika ada di sekolah untuk melaksanakan  piket serta beliau meminta   untuk selalu  cuci tangan , agar tubuh kita terbebas dari COVID – 19 tersebut , sehingga harapannya agar COVID – 19 Segera hilang dari kota Surabaya , apalagi setelah ini akan memasuki Lebaran  , Sehingga bisa Lebaran  dengan aman dan nyaman untuk menjalankan lebaran bersama keluarga dan dapat melanjutkan sekolah kembali .
#Tantangan Guru Siana        
# dispendik Surabaya
#Guruhebat