Rabu, 27 November 2019

“ Ajarkan Skill Dan Jiwa Mandiri Melalui Pramuka “































“ Ajarkan Skill  Dan Jiwa Mandiri  Melalui Pramuka “
Quipperian pasti sudah sangat akrab dengan pramuka. Saat masih duduk di bangku SD, banyak di antara Quipperian pasti pernah mengikuti kegiatan pramuka. Ketika kamu telah duduk di bangku SMP atau SMA, masihkah kalian mengikuti kegiatan pramuka? Pasti sebagian besar sudah tidak mengikutinya. Alasan Quipperian pasti beragam untuk tidak mengikuti kegiatan pramuka. Padahal, bila Quipperian memikirkan masak-masak, kegiatan pramuka memiliki manfaat jangka panjang loh untuk membentuk karakter dan kedewasaan Quipperian. Kali ini, Quipper Video Blog akan memberikan beberapa manfaat mengikuti kegiatan pramuka. Setiap kegiatan pramuka didesain untuk membuat individu di dalamnya mampu melakukan segala sesuatunya sendiri. Mulai dari membuat kemah hingga petualangan. Kamu akan dibentuk menjadi pribadi yang tidak manja dan dapat menghadapi tiap masalah sendiri. Maka dari itu, ketika kamu mengikuti pramuka dapat membuatmu menjadi pribadi yang mandiri. Tentunya, hal itu akan membuatmu lebih dewasa dengan pola pikir yang lebih bijak. Selain itu, kegiatan pramuka akan membantu kamu untuk dapat menjadi seorang pemimpin, baik untuk diri sendiri maupun kepada masyarakat. Kamu akan dilatih melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan mampu memutuskan keputusan yang tepat atas masalah tersebut. Dengan begitu, kamu akan mampu memecahkan berbagai masalah dengan cara yang bijak. Pramuka juga akan mengajarkan kamu mampu mengontrol emosi. Karena, dalam tiap kegiatannya, pramuka akan melatih kesabaran kamu untuk dapat memutuskan keputusan yang berlandaskan hasil pemikiran mendalam. Hal itu tentunya dapat membantu kamu untuk bisa menghadapi masalah dengan tenang. Ragam kegiatan dalam pramuka juga membuat kamu jadi lebih disiplin. Kamu akan mampu melakukan manajemen waktu dengan baik. Dengan begitu, kamu dapat melakukan segala sesuatu secara disiplin dan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Dengan segala hasil dari kegiatan pramuka akan menjadikan kamu pemimpin yang bijaksana. Pastinya, kelak kamu dapat menjadi pemimpin bangsa yang ideal bagi negara Indonesia. Quipperian pasti sudah mengetahui bahwa kegiatan pramuka pastinya akan sering membawa kamu untuk menjelajah alam. Kamu akan diajak berkegiatan di gunung, bumi perkemahan, bahkan sesekali menjelajah bibir pantai. Beragam kegiatan di alam bebas itu tentunya akan memberikan manfaat besar bagi kamu, terutama menumbuhkan rasa cinta terhadap bumi dan segala isinya. Kamu akan diajarkan bagaimana menghargai alam beserta isinya, termasuk hewan dan tumbuhan. Kamu akan dilatih bagaimana melindungi alam dengan cara yang tepat. Dengan begitu, kamu akan memiliki empati lebih terhadap bumi dan memunculkan rasa cinta terhadap alam bebas. Dalam tiap kegiatan pramuka, kamu juga akan diajarkab bagaimana bertahan hidup di alam liar. Kemampuan itu akan membantu kamu untuk tidak bergantung kepada teknologi canggih ataupun produk-produk buatan pabrikan lainnya. Kemampuan itu juga akan membantu kamu untuk bisa mengindentifikasi jalan keluar bila terjebak di alam bebas tanpa harus merusak alam. Kamu akan dilatih melihat tindak tanduk hewan dan tanda alam untuk dapat menemukan jalan keluar. Pastinya, kamu akan menjadi petualang sejati bila bergabung dengan pramuka.
Dalam rangka mewujudkan Skill yang dimiliki oleh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari  Rabu 27/11/2019 Sore hari Pukul 15.00  , Sebanyak 30  Siswa dari SMP PGRI 6 Surabaya dan 30 Siswa dari SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  berkumpul di Sekolah bersama Kakak Pembina Pramuka Kak SYAHRUL , S.Pd  berlatih Skill Pramuka , Dalam kesempatan ini Pelatih Pramuka Kelahiran Bangkalan 1985  Mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya “ Skill membuat Pesawat Sokoi , Dalam Kesempatan ini  Kak Syahrul membagi kelompok Putra Dan Putri , Setelah di jelaskan panjang Lebar , Akhirnya Tim Regu Inti Putra Baik SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya dan Tim Regu  Inti Putri baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya langsung membuat Pesawat SUKOI , Tujuan dari kegiatan ini menurut Kak Syahrul , S.Pd melatih Skill dalam Pramuka , Karena Pramuka tidak hanya diajari menyanyi dan Tepuk , Tapi Skill juga di butuhkan , apalagi ini Juga dalam hal Pengembangan Karakter,  Tak terasa Sudah Pukul 17.00 Pesawat Sukoi yang di buat oleh Siswa Putra Dan Putri akhirnya Jadi , Menurut NURHALIZA Siswa Kelas 8 Yang Juga Menjadi PINRU ( Pemimpin Regu ) Beliau sangat senang dengan materi yang di sampaikan oleh Kak Syahrul tersebut , Dimana Siswa tidak bosan di ajarkan matero materi ke pramukaan aja , tetapi skill ini yang di ajarkan. Dalam Kesempatan tersebut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd Sangat bangga terhadap Pramuka yang ada di SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya dimana Skill yang dimiliki semakin hari semakin meningkat , Serta semoga banyak siswa / siswi baik dari SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  yang Mengikuti Kegiatan Pramuka tersebut , Karena Pramuka tersebut sangat menyenangkan.




Selasa, 26 November 2019

“ Tumbuhkan Jiwa Mendari Dengan Latihan Baris Berbaris Tongkat “







“ Tumbuhkan Jiwa Mendari Dengan Latihan Baris Berbaris Tongkat “

Tak hanya olah pikir (literasi), PPK mendorong agar pendidikan nasional kembali memperhatikan olah hati (etik dan spiritual) olah rasa (estetik), dan juga olah raga (kinestetik). Keempat dimensi pendidikan ini hendaknya dapat dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak. Integrasi proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah dapat dilaksanakan dengan berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan. Terdapat lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan PPK; yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi. Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Implementasi nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, anti perundungan dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih. Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. Adapun nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Seseorang yang berintegritas juga menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas), serta mampu menunjukkan keteladanan. Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Siswa yang mandiri memiliki etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, memiliki empati dan rasa solidaritas, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan. "PPK ini merupakan pintu masuk untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap pendidikan kita," disampaikan Mendikbud kepada Tim Implementasi PPK yang terdiri dari berbagai unsur pemangku pendidikan beberapa waktu yang lalu. , PPK tidak mengubah struktur kurikulum, namun memperkuat Kurikukum 2013 yang sudah memuat pendidikan karakter itu. Dalam penerapannya, dilakukan sedikit modifikasi intrakurikuler agar lebih memiliki muatan pendidikan karakter. Kemudian ditambahkan kegiatan dalam kokurikuler dan ekstrakurikuler. Integrasi ketiganya diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti dan menguatkan karakter positif anak didik. "Prinsipnya, manajemen berbasis sekolah, lalu lebih banyak melibatkan siswa pada aktivitas daripada metode ceramah, kemudian kurikulum berbasis luas atau broad based curriculum yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber belajar Pengertian Pramuka ialah semua anggota gerakan Pramuka Indonesia yang terdiri atas berbagai tingkatan, meliputi Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, serta Pandega. Pramuka sendiri, berasal dari tiga kata, yakni Praja Muda Karana, yang artinya ialah ‘Rakyat Muda yang Suka Berkarya’.
Dalam Menumbuhkan Penguatan Pendidikan Karakter SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 26/11/2019  Pukul 15.00 Berkumpul di Lapangan dengan Kak Syahrul , S.Pd selaku  Pelatih Pramuka di  Gudep SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya, Dalam kesempatan ini   Kak Syahrul kelahiran November tersebut mengajarkan Peraturan Baris Berbaris Menggunakan Tongkat , Semua Peserta Didik yang sangat antusias mengikuti Instruksi yang di sampaikan oleh Pelatih Kelahiran November Tersebut, Menurut Kak Syahrul Tujuan dari kegiatan Sore hari ini adalah Mendisiplinkan Siswa , Kemandirian, Serta Menguji Daya Ingat. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H, BANU ATMOKO , S.Pd , sangat bangga dengan Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya yang  sangat rapi dalam  Baris Berbaris apalagi dengan menggunakan tongkat ,  Hal tersebut untuk menumbuhkan jiwa pendidikan karakter yaitu jiwa kemandirian , sehingga di harapkan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya bisa lebih mandiri dan lebih disiplin /

Minggu, 24 November 2019

“ JASAMU TIADA TARA AMALMU TAK TERBENDUNG “





























































“ JASAMU TIADA TARA  AMALMU TAK TERBENDUNG “
Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Guru adalah sosok pencerah yang selalu dikenang dalam sanubari setiap insan. Guru bukan sekedar pekerjaan formal seseorang yang setiap hari memberikan ilmunya pada lingkungan pendidikan saja. Guru dalam arti luas mengandung banyak makna. Ketika saya misalnya mendapatkan pembelajaran apa saja dari seseorang, maka orang tersebut sangat layak saya jadikan seorang guru. Ingatkah kita siapa yang pertama kali mengajarkan kita menyebutkan kata pertama kita sebagai seorang manusia? ingatkah kita siapa yang mengajarkan agar kita tetap bersemangat untuk bangun walaupun kita selalu terjatuh dan terjatuh pada saat pertama kali berjalan?, ingatkah kita siapa yang pertama kali mengajarkan kata demi kata? Jika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada saya mungkin jawaban saya jelas Ibu dan Ayah saya lah yang mengajarkan hal tersebut. Oleh karena itu sampai sekarang Guru terbesar dari hidup saya, yang banyak mengajarkan beragam makna kehidupan adalah Ayah dan Ibu saya. Mereka adalah Guru sejati bagi saya. Tentu saja peran tersebut tetap berjalan sampai sekarang. Sebenarnya siapa yang dapat kita panggil dengan gelar mumpuni “Guru”? Guru bagi saya adalah siapa saja yang memberikan kebijaksanaanya kepada kita, dan kita sebagai orang yang belajar kepada mereka merasakan bagaimana tulus dan ikhlasnya pengabdian mereka. Ketika saya menginjak usia sekolah dasar, guru-guru di sekolah dasar adalah pahlawan bagi saya. Bagaimana mereka memberikan fundamen yang kuat bagi seorang anak yang masih belajar hal-hal yang baru dan mungkin belum didapat di rumah. Pola pikir, sikap, karakter lebih banyak terbentuk ketika masa kanak-kanak. Demikian pula menginjak level Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), sampai ke Jenjang Perguruan Tinggi saya selalu merasakan bagaimana peran guru yang tidak hanya memberikan keilmuan dalam pelajaran formal akan tetapi memberikan banyak pencerahan bagi perkembangan kehidupan saya. Tentu hal ini sangat subjektif. Untuk saya mereka adalah pahlawan yang tak habis-habisnya menginspirasi. Tentu dalam konteks yang lebih luas guru tak terbatas pada mereka yang mengajar pada sektor pendidikan formal saja. ketika seseorang sudah mengajarkan nilai-nilai positif bagi kemanusiaan mereka sangat layak menjadi guru kehidupan. Saya sangat terinspirasi pada kata-kata yang dicetuskan oleh Tan Malaka yang menyatakan bahwa “mengajari anak-anak Indonesia saya anggap pekerjaan tersuci dan terpenting” (Dari Penjara ke Penjara Jilid I). Saya sangat mengamini hal tersebut, dengan memberikan pembelajaran yang baik kepada seluruh anak Indonesia tentu saja akan menyiapkan generasi terbaik yang akan melanjutkan kehidupan kebangsaan kelak. Tan Malaka yang meninggal ketika usia 52 tahun dan setengah hidupnya dilalui dalam pelarian politik adalah seorang revolusioner yang terlupakan atau sengaja dilupakan. Padahal sejak tahun 1963 melalui Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963 Tan Malaka sudah dikukuhkan sebagai Pahlawan. Dalam konteks lain, tak banyak yang tahu pula bahwa Tan Malaka mengenyam pendidikan Sekolah Guru Negeri untuk Guru-guru Pribumi. Ia juga pernah menjadi Guru sekolah di Deli Sumatera Utara (1919-1920), Guru sekolah rakyat di Semarang, Pekalongan, Bandung dan Yogyakarta (1920-22), Pendiri dan Guru di Language School, Amoy, Cina (1936-1937), Guru Bahasa Inggris dan Matematika di Nanyang Chinese Normal School, Singapura (1934-41) (untuk kisah lengkapnya silakan membaca Buku Tan Malaka Bapak Republik yang Dilupakan, Tempo, 2010). Tentu hal tersebut dapat menginspirasi bagi siapa saja guru yang ada di Indonesia, bahwa dalam konteks tertentu guru harus selalu muncul sebagai sosok yang selalu terdepan dalam dalam melawan ketidakadilan. Dalam berbicara konteks pendidikan tentu saja kita tidak akan lupa pada jasa Ki Hajar Dewantara tokoh yang sangat inspiratif, yang menyuarakan bagaimana seharusnya pendidikan dilaksanakan. Filosofi yang sangat mendalam ing ngarso sung tulodo ing madya mangun karsa tut wuri handayani telah memberikan pencerahan bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan. Bahwa hendaknya dalam kondisi apapun guru harus selalu memberikan keteladanan. Guru bukan hanya mentransformasikan gagasan dan ilmu kepada siswa tapi juga bagaimana memperlihatkan aspek yang paling utama dalam pendidikan yaitu suri tauladan yang baik. Guru harus mampu mengispirasi, mencerdaskan dan mencerahkan para peserta didik. Apapun definisi kita mengenai Guru, yang sangat jelas Guru adalah motor perjuangan dan pembaharuan. Tidak ada kata menyerah bagi Guru. Setiap kata dan tindakannya adalah nilai yang selalu bisa di”gugu” dan di”tiru”. Selamat berjuang Guru seluruh Indonesia, jasamu tiada tara.
SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari  Senin 25/11/2019  Melaksanakan rangkaian Upacara  Peringatan HUT PGRI Yang Ke – 74 Dan Hari Guru Nasional 2019  , Dalam kesempatan ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2019 Serta HUT PGRI Yang Ke- 74 Adalah Ibu RENI ASTUTI , S.Si Selaku Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Dari Fraksi PKS ( Partai Keadilan Sejahtera ) , Dalam sambutannya Ibu RENI ASTUTI , S.Si   mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2019 Semoga Semakin Sukses Membawa Pendidikan Yang Lebih Baik , Bu Reni juga mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI  6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya bernyanyi Kita Jadi Pinter Menulis dan membaca dari siapa , Di Akhir sambutan Ibu Reni Menyampaikan JASAMU Tiada TARA Wahai Guru Guru , Selesai Upacara Seluruh Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Berfoto bersama dengan Ibu RENI ASTUTI , S.Si  didampingi oleh Bapak Syaiful Bachri Parenting Dari Komnas Perlindungan Anak, Dalam Kesempatan tersebut ada hal yang sangat istimewa yaitu masing – masing siswa memberikan Hadiah Kue Tart kepada Wali Kelas Mereka masing – masing , dalam kesempatan tersebut Bu Reni sangat terharu dengan anak – anak yang sangat antusias dalam menghargai jasa guru nya, Sebelum Pulang Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya membaca buku yang ada di Mobil PINTAR Milik Komnas Perlindungan Anak Yang di bawak oleh Bapak Syaiful Bachri Parenting , Dalam Kesempatan tersebut Ibu RENI ASTUTI , S.Si meninjau Mobil Pintar milik Komnas Perlindungan Anak Dan melihat siswa / siswi SMP PGRI 6 Membaca Buku di Mobil Pintar tersebut.