Kamis, 29 Agustus 2019

“ SILAHTURAHMI ZIARAH HAJI “






















“ SILAHTURAHMI  ZIARAH HAJI “
Sekarang musimnya orang pulang haji, di beberapa daerah yang kami ketahui biasanya kalau ada orang yang baru pulang haji, para tetangga menyambanginya beramai-ramai. Mereka bergiliran mendatanginya dengan tujuan mencari berkah dan meminta dido’akan. Kebiasaan itu biasanya sampai empat puluh hari sejak kepulanganya dari tanah suci Makkah. Baru-baru ini kami ditanya seorang teman tentang keterangan ulama mengenai kebiasaan tersebut. Apakah kebiasaan mendatangi orang yang baru pulang haji untuk mencari berkah dan meminta dido’akan dan berlangsung sampai empat puluh hari itu Kita sering sekali mendengar bahwa silaturahmi merupakan salah satu pintu pembuka rezeki. Silaturahmi sendiri terdiri dari 2 kata yaitu shilat yang berarti hubungan, menyambung dan rahim yang berarti kasih sayang. Jadi silaturahmi adalah menyambung hubungan kasih sayang. Silaturahmi dalam pengertian inilah yang insya Allah akan membawa kemaslahatan yang besar waktunya Kita sering sekali mendengar bahwa silaturahmi merupakan salah satu pintu pembuka rezeki. Silaturahmi sendiri terdiri dari 2 kata yaitu shilat yang berarti hubungan, menyambung dan rahim yang berarti kasih sayang. Jadi silaturahmi adalah menyambung hubungan kasih sayang. Silaturahmi dalam pengertian inilah yang insya Allah akan membawa kemaslahatan yang besar waktunya
Dalam memperat Tali Silahturahmi Ukuwah Islamiyah Musyawarah Kerja Kelompok Kepala Sekolah SMP Swasta Surabaya Utara , Pada  Hari Kamis 29/8/2019 Melakukan Kunjungan Silahturahmi di Kediaman Ketua MKKS Kecamatan PABEAN CANTIKAN , Sekaligus Kepala SMP Romly TAMIM , Bapak Drs. H. MAHFUDZ , M.Pd . I Yang baru selesai menjalankan Ibadah  Haji bersama Istri Tercinta, Teman – Teman Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Yang Terdiri dari SMP UNESA 1 Surabaya , SMP KAWUNG , SMP YP 17 , SMP WACHID HASYIM 1, SMP BARUNAWATI , SMP MUJAHIDIN , SMP BINA KARYA , SMP PGRI 5 , SMP PGRI 7 , SMP TUNAS BUANA , SMP SASANA BHAKTI, SMP HANGTUAH 4,SMP MUJAHIDIN , SMP GATRA , SMP KEMALA BHAYANGKARI 6 Serta SMP PGRI 6 Surabaya, Semua mendengarkan Cerita Pengalaman Dari Bapak Drs. H. MAHFUDZ , M.Pd . I Yang Baru Pulang Menunaikan Ibadah Haji Bersama Istri , Dimana Beliau Pada Waktu Mbalang Kena Nafar Awal , Jadi Butuh Tenaga Yang Sangat Extra , Selesai mendengarkan Cerita tersebut Bapak Drs. MAHFUDZ Memberikan Makan Siang Untuk Teman – Teman MKKS SMP Swasta Surabaya  Utara , Selesai Makan  Bapak Drs. H. MAHFUDZ , M.Pd . I Memimpin Doa , Semoga Rekan – Rekan Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Semua dapat Mengunjungi dan Menjalankan Ibadah Di Mekkah Maupun Madinah Baik Ibadah HAJI Maupun Ibadah Umroh  bersama Keluarga Tercinta , Serta Semoga SMP Swasta Surabaya Utara Di Berikan Kekuatan Serta Mendapatkan Perlindungan Dari Allah S..W.T Dalam Mencerdaskan anak Bangsa , Selesai Di Kediaman Bapak Drs. H. MAHFUDZ , M.Pd . I, Seluruh Rekan – Rekan Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Melepaskan Lelah  Bermain Di Pantai RIA Kenjeran Surabaya.

Rabu, 28 Agustus 2019

“ Belajar Tali – Temali Yang Sangat Menyenangkan “


















“ Belajar Tali – Temali Yang Sangat Menyenangkan “

Pengertian Tali-Temali,Macam Simpul,Macam Ikatan,Dan Kegunaannya - Sebagai seorang pelaut tentu tak asing dengan kegiatan mengikat barang yang biasanya di mulai dengan membuat sebuah simpul.  Untuk Membuat Sebuah Simpul terlebih dahulu maka pelaut harus mengenal nama , jenis dan kegunaan dari setiap jenis simpul tersebut.  Tali : Bendanya Simpul : Hubungan аntаrа tali dеngаn tali Ikatan : Hubungan аntаrа tali dеngаn benda lain,Seperti: kayu,balok,bambu,dsb  Simpul Ujung Tali Dimana Gunanya adalah agar tali pintalan pada ujung tali tіdаk mudah lepas. Simpul Mati Dimana Gunanya adalah untuk menyambung 2 utas tali уаng ѕаmа besar dan tіdаk licin. Simpul Anyam Dimana Gunanya adalah untuk menyambung 2 utas tali уаng tіdаk ѕаmа besarnya dan dalam keadaan kering. Simpul Anyam Berganda Dimana Gunanya adalah untuk menyambung 2 utas tali уаng tіdаk ѕаmа besarnya dan dalam keadaan basah. Simpul Erat Dimana Gunanya adalah untuk memendekkan tali tаnра pemotongan. Simpul Kembar Dimana Gunanya adalah untuk menyambung 2 utas tali уаng ѕаmа besarnya dan dalam keadaan licin. Simpul Kursi Dimana Gunanya adalah untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan. Simpul Penarik Dimana Gunanya adalah untuk menarik benda уаng cukup besar. Simpul Laso Dimana Gunanya adalah untuk menjerat/berburu hewn liar уаng sedang berlari.
Materi Kepramukaan yang dimiliki oleh Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya , Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan  yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir  Masih sangat kurang , Makanya Pelatih Pramuka SMP PGRI 6 Surabaya Kak SYAHRUL , S .Pd Pada Hari Rabu 28/8/2019 Pukul 15.00 Memberikan tambahan materi Pramuka kepada seluruh Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya, Dalam kesempatan tersebut  Pelatih Pramuka Kelahiran November 1986 Tersebut  mengajarkan Tali Temali mulai dari Simpul pangkal dan lain sebagainya , Disamping Kak Syahrul menjelaskan , Seluruh Peserta Didik baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya langsung Praktek dengan tali yang sudah mereka bawak dari rumah masing – masing, , Kak  Syahrul , S.Pd , selaku Pelatih di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya sangat sabar dan Tlaten mengajari Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya, Selesai Menjelaskan Simpul dan Fungsinya , Pelatih Pramuka Alumni Dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Jurusan Matematika tersebut mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya praktek langsung menggunakan Simpul yang sudah di ajarkan tadi ke  Tongkat . Tak Terasa Latihan Sore Hari ini Sudah Pukul 16.30 , Kak Syahrul mengakhiri Latihan Pada Sore Hari Ini , Sebelum Pulang Kak Syahrul memberikan Tugas  untuk  menyambung Tongkat , Insyah Allah Hari Jum’at Saat  Latihan Pramuka Sebelum Kak Syahrul  Tongkat tersebut sudah berdiri Tegap di Lapangan. Menurut Anisa Dwi Ainun Yasin Peserta Didik Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya sangat senang Pramuka di latih Oleh Kak Syahrul tersebut , karena Beliau mengajarkan tentang Kedisiplinan Kepada Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya , Serta Beliau sangat Kalem , Telaten mengajarkan Ilmu Pramuka  dengan menjelaskan secara Detail dan langsung praktek, Insyah allah dengan Disiplin dan latihan yang Tekun Pramuka SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Bisa Menjadi Pramuka yang baik dan Hebat.



Selasa, 27 Agustus 2019

“ Tingkatkan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Latihan Semapore “







“ Tingkatkan Penguatan Pendidikan Karakter  Melalui Latihan Semapore “

Semapur atau dalam sebutan lain "Semafor" merupakan perkembangan dari teknologi optik bangsa kartago dan romawi kuno, tetapi baru pada tahun 1792 Claude Chappe menyempurnakan simbol-simbol atau gerakan-gerakan yang berisi pesan dengan menggunakan bendera. Pada saat itu semapur digunakan untuk menyampaikan informasi-informasi yang berkaitan dengan perang maupun informasi lainnya.Semapur bendera lazim digunakan ketika perang sipil di Amerika Serikat. Ketika itu bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye serta hanya terdiri dari satu bendera saja. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah.Sehingga kini umumnya semapur menggunakan media bendera yang disebut dengan bendera semapur yang berjumlah dua buah. masing-masing bendera berbentuk persegi berukuran 45x45 cm, dengan perpaduan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna, tetapi lazimnya menggunakan warna merah dan kuning.Sebenarnya warna bendera tergantung asal pesan itu dikirimkan, jika dikirimkan dari laut, maka benderanya berwarna merah dan oranye, jika dikirimkan dari darat maka bendera akan berwarna biru dan putih. Di Indonesia bendera yang biasa digunakan dalam kegiatan kepramukaan berwarna merah dan oranye. Namun sebenarnya warna bendera itu sendiri tidaklah terlalu penting, itu hanya merupakan pertanda agar pesan lebih mudah ditangkap. Semafor adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semafor. Pengiriman sandi melalui bendera semafor ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna dan sebaiknya menggunakan warna yang cerah. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, tetapi yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, di mana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera. Pada awal abad ke 19, semafor digunakan dalam komunikasi kelautan.[butuh rujukan] Metode ini masih digunakan saat Pengisian bahan bakar di laut dan dapat digunakan sebagai komunikasi darurat pada siang hari (memakai bendera) maupun malam hari (memakai tongkat bercahaya).
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan  yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 27/8/2019 Sore hari Pukul 15.00 Mengadakan kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter yaitu PRAMUKA , Dalam kesempatan ini Kak Syahrul , S.Pd Selaku Pelatih Pramuka  Pangkalan SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya  mengajarkan Tekhnik SMAPHORE Kepada Seluruh Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Mulai Kelas 7 Sampai Kelas 9 Dan Peserta Didik SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Mulai Kelas 4 – Kelas 6 , Alhamdulilah Selama Pramuka Di Latih Oleh Kak Syahrul , S.Pd seluruh Peserta Didik Mulai DISIPLIN Dalam Atribut dan Termasuk Membawa SMAPHORE , Pelatih Pramuka Kelahiran November 1986 Tersebut mengajarkan Tekhnik – Tekhnik dan rumus Smaphore , dimana seluruh peserta didik baik yang punya bendera semaphore atau tidak semua mengikuti Gerakan Yang di sampaikan Oleh Pelatih Pramuka Alumni Dari Universitas PGRI Adi Buana Tersebut

Senin, 26 Agustus 2019

“ Melalui Pelatihan HIDROPONIK CIPTAKAN ICON SEKOLAH”










“ Melalui Pelatihan HIDROPONIK CIPTAKAN ICON SEKOLAH”
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatasPada mulanya, kegiatan membudidayakan tanaman yang daratan tanpa tanah ditulis pada buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon dibuat pada tahun 1627, dicetak setahun setelah kematiannya. Teknik budidaya pada air menjadi penelitian yang populer setelah itu. Pada tahun 1699, John Woodward menerbitkan percobaan budidaya air dengan spearmint. Ia menemukan bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih baik dari tanaman dengan air murni. Pada tahun 1842 telah disusun daftar sembilan elemen diyakini penting untuk pertumbuhan tanaman, dan penemuan dari ahli botani Jerman Julius von Sachs dan Wilhelm Knop, pada tahun-tahun 1859-1865, memicu pengembangan teknik budidaya tanpa tanah. Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman. Dengan cepat menjadi standar penelitian dan teknik pembelajaran, dan masih banyak digunakan saat ini. Sekarang, Solution culturedianggap sebagai jenis hidroponik tanpa media tanam inert, yang merupakan media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution culture yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian. Pada mulanya dia menyebutnya dengan istilah aquaculture (atau di Indonesia disebut budidaya perairan), namun kemudian mengetahui aquaculture telah diterapkan pada budidaya hewan air. Gericke menciptakan sensasi dengan menumbuhkan tomat yang menjalar setinggi duapuluh lima kaki, di halaman belakang rumahnya dengan larutan nutrien mineral selain tanahBerdasarkan analogi dengan sebutan Yunani kuno pada budi daya perairan, γεωπονικά, ilmu budidaya bumi, Gericke menciptakan istilah hidroponik pada tahun 1937 (meskipun ia menegaskan bahwa istilah ini disarankan oleh WA Setchell, dari University of California) untuk budidaya tanaman pada air (dari Yunani Kuno ὕδωρ, air ; dan πόνος, tenaga Pada laporan Gericke, dia mengklaim bahwa hidroponik akan merevolusi pertanian tanaman dan memicu sejumlah besar permintaan informasi lebih lanjut. Pengajuan Gericke ditolak oleh pihak universitas tentang penggunaan greenhouse dikampusnya untuk eksperimen karena skeptisme orang-orang administrasi kampus. dan ketika pihak Universitas berusaha memaksa dia untuk membeberkan resep nutrisi pertama yang dikembangkan di rumah, ia meminta tempat untuk rumah kaca dan saatnya untuk memperbaikinya menggunakan fasilitas penelitian yang sesuai. Sementara akhirnya ia diberikan tempat untuk greenhouse, Pihak Universitas menugaskan Hoagland dan Arnon untuk menyusun ulang formula Gericke, pada tahun 1940, setelah meninggalkan jabatan akademik di iklim yang tidak menguntungkan secara politik, dia menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil less Gardening.
SMP PGRI 6 Surabaya Adalah Sekolah  Peduli  Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 27/8/2019 , Sebanyak 2 Orang Siswa dari SMP PGRI 6 Surabaya Yaitu Shamila dan Nurhaliza Siswa Kelas 8 Mengikuti Pelatihan HIDROPONIK Yang di adakan PEMKOT Surabaya  Dan LSM Tunas Hijau Surabaya Di adakan di SMP NEGERI 21 Surabaya , Dalam Kesempatan tersebut SMP PGRI 6 Surabaya di damping oleh Ibu YENI EKA PRAWISTA , S.Pd , Selaku Pembina OSIS SMP PGRI 6 Surabaya , Alhamdulilah  Dalam kesempatan tersebut SHAMILA Dan NURHALIZA Mendapatkan alat HIDROPONIK  masing –masing 1 ( satu ) set  , Dalam Kesempatan tersebut Seluruh Peserta  Mendapatkan  bibit Selada Dan BAYAM. Dari Tunas Hijau Yaitu   Kak  Bram Azzaino  Dan Kak TIA , Menurut Ibu YENI EKA PRAWISTA , S.Pd beliau berharap setelah Pelatihan ini Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dapat mengaplikasikan  Pelatihan tersebut , Sehingga hasil tanamannya tersebut dapat dimanfaatkan oleh Warga Sekolah dan warga sekitar sekolah , Sehingga Sekolah Bisa Punya ICON  Yang menjadi Kebanggan SMP PGRI 6 Surabaya selain BLIMBING WULUH