Sabtu, 05 November 2016

“ Satukan Langkah Untuk Menuju Negeri yang Bersih dan Hijau”
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) lewat Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (Dit KKKRS) menyepakati "Satukan Langkah Untuk Negeri" sebagai tema Hari Pahlawan 2016 yang jatuh setiap tanggal 10 November.  Yang mana Hari Pahlawan menjadi agenda nasional yang dirayakan masyarakat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri setiap tahunnya. Tujuannya ialah sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Tema ini juga mengandung pesan kepada kita semua untuk bersatu dalam kebersamaan dan kebersamaan dalam persatuan untuk mewujudkan cita-cita negeri yang kita cintai ini. Selain itu melalui Peringatan Hari Pahlawan 2016 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya,"

SMP PGRI 6 Surabaya sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , pada hari minggu 6/11/20, Seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya di hari libur yang dimana semua anak melaksanakan istirahat di rumah , tetapi tidak untuk tim kader Spegrinam Surabaya , dimana pada hari libur ini Tim Kader Spegrinam Surabaya melakukan kegiatan bersih bersih lingkungan sekolah. Dimana ada yang membersihkan selokan depan sekolah , menyapu seluruh halaman yang ada di sekolah , serta membersihkan kamar mandi sampai ada yang mengepel kamar mandi , hal ini dilakukan oleh seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya dengan hati gembira sambil bercanda , dalam kesempatan kegiatan tersebut Tim kader Spegrinam Surabaya selalu di dampingi oleh Bapak Kepala Spegrinam Surabaya Banu Atmoko , S.Pd yang selalu bersama dengan seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya. Menurut Banu Atmoko , S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Dimana Banu Atmoko , S.Pd mengajak seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya untuk mengisi kemerdekaan negara , mengisi kemerdekaan negara tidak hanya perang saja tetapi dengan menjaga merawat serta berbudaya lingkungan berarti ita turut serta menyatukan langkah menjadikan sekolah dan negeri ini yang bersih hijau dan aman , karena bersih hijau dan indahnya bumi tersebut berawal dari sekolah. Kata Banu Atmoko , S.Pd “








Rabu, 02 November 2016

“ Pembelajaran Menyenangkan Melalui Pendampingan Kurikulum 2013”

























“ Pembelajaran Menyenangkan Melalui Pendampingan Kurikulum 2013”

Sebagian dari faktor yang menentukan manusia meraih keberhasilan adalah ketekunan berusaha yang dilandasi dengan kecerdasan pikiran dan keteguhan hati. Kecerdasan menentukan keberhasilan berstrategi, keteguhan hati menjadi energi gerak motivasinya. Sesuatu yang diterima  hatinya dan difahami dengan cerdas berpikirnya akan lebih mudah dipelajarinya. Masalahnya adalah bagaimana proses manusia menyukai sesuatu itu bisa berkembang? Logika dan suasana hati bagai pasang surut seperti air laut karena pergantian malam dan siang. Pikiran menjadi terang jika hati  tenang. Hati tenang ketika logika berjalan . Pikirannya tidak tenang memubuat pikiran terhenti hingga lututpun gemetar kencang. Kata-kata jadi hilang. Contoh orang yang  sedang tidak dapat mengendalikan perasaan hati sehingga emosinya diluar kendali. Orang tidak hanya kehilangan kata-kata dan pikiran jernih jika dalam  keadaan berang. Itulah sebabnya otak dan hati itu terbukti erat terkait. Mempelajari sesuatu yang menyenangkan membuat orang seolah  tidak bekerja. Sebaliknyamempelajari sesuatu yang tidak disukai, selain cepat membosankan, hasilnya tidak maksimal. Itulah sebabnya nasihat orang bijak menyatakan pelajarilah sesuatu yang paling ada sukai dan pilihlah pekerjaan yang paling sesuai. Manusia dapat bekerja jika hatinya menyukainya. Atas dasar asumsi itu, guru perlu merancang strategi mengajar yang membuat siswa suka. Tentu saja pekerjaan ini bukan hal yang mudah. Materi pelajaran yang harus guru sampaikan tidak dikembangkan atas dasar pertimbangan mana yang siswa sukai dan mana yang tidak siswa sukai. Materi pelajaran yang guru sampaikan bukan pilihan siswa, melainkan ditentukan dalam struktur kurikulum. Tugas guru adalah mengintervensi siswa agar mereka menyukainya.  Itulah sebabnya membuat siswa suka adala tantangan profesional guru yang kongkrit dan fenomenal. Siswa menyukai menyukai pembelajaran sehingga proses belajar menjadi menyenangkan merupakan harapan semua guru. Untuk mewujudkan harapan itu berbagai prinsip dapat diterapkan, di antaranya; Mengajar yang menyenangkan siswa adalah seni. Mengajar selalu memerlukan keterampolan keterampilan memainkan peran dalam menerapkan skenario seni mengajar. Keterampilan berperan dalam seni mengajar memerlukan latihan yang berulang untuk dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang terbaik. Daya presisinya selalu dipertajam dengan pertambahan  penguasaan ilmu dan keterlatihan menerapkan ilmu

Dalam mengaplikasikan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan kegiatan Pendampingan Kurikulum 2013, Seperti yang di lakukan di SMP PGRI 6 Surabaya sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di  Jl. Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Rabu 2/11/2016 mendapatkan pendampingan Kurikulum 2013 yang menyenangkan dari Instruktur Kota Surabaya , dimana yang menjadi sasaran dalam kegiatan pendampingan ini adalah Peserta Didik kelas 7. Menurut Banu Atmoko , S.Pd Kepala Spegrinam Surabaya julukan untuk SMP PGRI 6 Surabaya , bahwa Tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini adalah mendampingi Bapak / Ibu Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013 Secara menyenangkan sehingga diharapkan peserta didik tidak menjadi bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah,Sehingga harapan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya bahwa pembelajaran yang aktif , kreatif dan menyenangkan bisa terwujud dengan baik , sehingga hasil yang di harapkan guru dan siswa kota Surabaya bisa menjadi terbaik dalam bidang Akademik dan Non Akademik terwujud.



Selasa, 25 Oktober 2016

“ Sampah Pasar Diolah Tuk Jadi Komos “








“ Sampah Pasar Diolah Tuk Jadi Komos “
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengelola perkotaan adalah penanganan masalah persampahan. Berdasarkan data-data BPS tahun 2000, dari 384 kota yang menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sebesar 4,2 %, yang dibakar sebesar 37,6 %, yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 %.
Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya pertambahan penduduk dan arus urbanisasi yang pesat telah menyebabkan timbulan sampah pada perkotaan semakin tinggi, kendaraan pengangkut yang jumlah maupun kondisinya kurang memadai, sistem pengelolaan TPA yang kurang tepat dan tidak ramah lingkungan, dan belum diterapkannya pendekatan reduce, reuse, recycle, dan replace (4 R).
Besarnya timbunan sampah yang tidak dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk kota. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit serta gangguan pernafasan, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai. Dampak Negatif Sampah

Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memberikan pengaruh negative bagi kesehatan, dimana sampah merupakan tempat perkembangbiakan vektor penyakit yaitu lalat dan tikus. Selain itu, insidensi penyakit demam berdarah dangue akan meningkat karena vektor penyakit akan hidup dan berkembang biak dalam sampah. Adapun gangguan yang diakibatkan karena sampah antara lain sesak nafas, insomnia dan stress. Selain dampaknya terhadap manusia, pengelolaan sampah yang tidak tepat juga akan menimbulkan efek terhadap lingkungan yaitu bau busuk yang diakibatkan proses pembusukan sampah dan menghasilkan gas-gas oleh mikroorganisme tertentu. Selain itu sampah yang menumpuk dapat menyebabkan banjir saat musim hujan tiba sehingga air hujan yang membawa sampah akan pencemari air.
Masalah Sampah di Pasar Senggol

SMP PGRI 6 Surabaya adalah sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , dalam rangka memenuhi kompos yang ada di Komposter dan Takakura yang dimiliki oleh Spegrinam Surabaya , Pada hari Selasa 25/10/2016 Selesai pelaksanaan UTS Gasal , Seluruh kader Spegrinam Surabaya melakukan kegiatan Grebek pasar , dimana mereka mengumpulkan sampah sampah pasar di Bulak Banteng tersebut. , seluruh siswa / siswi Kader Spegrinam Surabaya sangat semangat dalam mengumpulkan sampah – sampah baik sisa – sisa sayur ataupun buah , Walaupun hanya 30 menit Tim Kader Spegrinam Surabaya alhamdulilah hari ini bisa mendapatkan sampah pasar yang akan di olah menjadi pupuk yaitu mendapatkan 2 karung. Menurut Banu Atmoko , S.Pd Kepala Spegrinam Surabaya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu menambah sampah sampah yang bisa diolah menjadi Pupuk kompos , serta tujuan dari kegiatan ini  menurut Banu Atmoko , S.Pd yaitu mengajak warga pasar untuk melaksanakan sikap peduli dan berbudaya lingkungan dengan memanfaatkan sampah pasar sebaik – baiknya”.

Kamis, 20 Oktober 2016

“ Pemanfaatan Lahan Kosong / Lahan Tidur di Sekolah Hijau”



“ Pemanfaatan Lahan Kosong / Lahan Tidur di Sekolah Hijau”
Lahan tidur adalah lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Lahan tidur umumnya merupakan sebuah bagian dari sistem peladangan berpindah di mana petani membuka hutan, menanamnya selama beberapa musim tanam, dan meninggalkannya untuk membuka lahan baru. Lahan tidur seringkali berupa lahan yang kritis dan miskin nutrisi sehingga sulit untuk ditanami tanaman penghasil pangan maupun tanaman pertanian lain yang cepat menghasilkan Penyebab terbentuknya lahan tidur bisa dilihat secara fisik dan sosial. Ketika suatu lahan tidak lagi mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal, biasanya lahan ditinggalkan. Hal ini umum terjadi pada sistem ladang berpindah. Sistem ladang berpindah diketahui sebagai penyebab terjadinya degradasi lahan yang dapat menuju ke desertifikasi. Selain faktor kondisi tanah, faktor sosial ekonomi juga menentukan. Petani yang tidak lagi menganggap pertanian sebagai sebuah mata pencaharian yang menguntungkan akan beralih dan meninggalkan lahannya. Perbaikan pola tanam dengan diversifikasi komoditas dan rotasi tanaman dapat memperkaya jenis sumber penghasilan petani sehingga petani mendapatkan penghasilan alternatif di luar tanaman utama. Selain itu, diversifikasi mencegah harga jatuh setelah panen. Di masyarakat adat pedalaman Kalimantan, lahan tidur merupakan bagian dari aktivitas bercocok tanam berpindah (shifting cultivation) dengan tebang dan bakar. Pertanian intensif jarang sekali dilakukan. Sebuah lahan pertanian yang tidak lagi produktif akan ditinggalkan sehingga menjadi lahan tidur, dan petani membuka hutan untuk menjadi lahan pertanian baru.  ahan tidur di atas tanah gambut dapat ditumbuhi semak belukar yang mampu terbakar dengan mudah di musim kemarau. Semak belukar kering dan tanah gambut merupakan dua komponen dari hutan gambut yang sering menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan gambut. Sebuah lahan yang tidak menghasilkan dalam waktu lama meski terdapat tanaman pertanian di atasnya juga disebut sebagai lahan tidur. Tanaman pertanian yang berdiri biasanya tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk dipanen, seperti tanaman penghasil kayu. Agar tidak terlihat sebagai lahan tidur, pada lahan yang ditanami pohon penghasil kayu dapat dilakukan tumpang sari dengan tanaman pertanian yang cepat menghasilkan, atau ditanami rerumputan sebagai lahan penggembalaan dan sumber pakan hewan ternak Lahan tidur dapat digunakan sebagai lahan pembudidayaan tanaman yang pertumbuhannya lambat seperti pohon penghasil kayu. Karena pohon penghasil kayu membutuhkan nutrisi yang relatif lebih sedikit dibandingkan tanaman pangan, dan penanaman pohon kayu lebih dianggap sebagai sebuah "tabungan" masa depan. Lahan tidur umumnya berupa lahan kritis yang miskin nutrisi, namun dengan pengusahaan tanaman penghasil kayu, lahan tidur dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus memperbaiki kondisi tanah dan lingkungan.  Sejak tahun 1970an, Kalimantan sudah memiliki begitu banyak lahan tidur yang kritis akibat praktik peladangan berpindah. Tanaman kelapa sawit awalnya diperkenalkan sebagai upaya restorasi lahan kritis tersebut.  Di Kalimantan Barat, sejak tahun 1990an tanaman lidah buaya dari varietas chinensis dibudidayakan di atas lahan gambut yang terbengkalai dan kurang subur. Lidah budaya merupakan tanaman yang mampu beradaptasi di berbagai jenis lingkungan dan mampu tumbuh di atas tanah yang kurang subur.  Di beberapa tempat di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, lahan tidur telah diubah menjadi lahan penanaman Sorghum bicolor. Sorghum dikenal sebagai tanaman yang mampu tumbuh dan menghasilkan di lahan kritis di mana tanaman pertanian lain tidak dapat tumbuh dengan baik. Sorghum dapat dipanen sebanyak tiga kali, dan dapat dipanen pada usia tanam 55 hari. Sorghum merupakan tanaman multi fungsi selain sebagai bahan pangan dan pakan ternak. Biji-bijian dan batangnya mengandung gula yang dapat diubah menjadi etanol, dan jeraminya dapat dijadikan bahan bakar. Sehingga pemanfaatan lahan kritis tidak hanya bermanfaat sebagai penghasil bahan pangan, namun juga sebagai penghasil bioenergi. Di beberapa tempat di mana pertanian tidak dipandang sebagai sebuah mata pencaharian yang menguntungkan, lahan tidur dianggap tidak memiliki nilai ekonomi selain sebagai lahan untuk dibangunnya sebuah bangunan komersial.[10] Di daerah perkotaan besar yang membutuhkan ruang terbuka hijau, lahan tidur dapat dimanfaatkan untuk memenuhi target luasan ruang terbuka hijau dalam rencana pembangunan.
 SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo , Kecamatan Semampir , pada hari Jum’at 21/10/2016 bertepatan dengan olah raga pagi hari memanfaatkan lahan kosong yang ada di sekolah , dimana setelah kegiatan olah raga seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya bersama dengan guru Olah raga Ibu Nurhayati membersihkan halaman sekolah , dimana ada lahan kosong di depan kantor Kepala Sekolah Spegrinam Surabaya ,lahan kosong tersebut oleh seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya dimanfaatkan untuk menyimpan gelas – gelas aqua dari sisa – sisa jualan kantin sekolah , serta lahan kosong tersebut digunakan untuk menyimpan kompos hasil panen yang ada di Keranjang Takakura, di samping itu Ibu Nurhayati guru Olah raga juga mengajak seluruh siswa / siswi Spegrinam Surabaya untuk membuat pot dari botol aqua yang sudah tidak terpakai, untuk di berikan kompos dan di tanami di celah – celah lahan kosong atau lahan tidur yang ada di sekolah spegrinam Surabaya. Menurut Banu Atmoko , S.Pd kepala Spegrinam bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur  yang ada di sekolah untuk dimanfaatkan demi ke indahan , kebersihan dan ke nyamanan sekolah.”