Senin, 09 Maret 2026

Ramadhan, Gladi Bersih, dan Ujian Kesabaran: Saat Server TKA "Puasa" Merespons










































Ramadhan, Gladi Bersih, dan Ujian Kesabaran: Saat Server TKA "Puasa" Merespons

 

Bulan Ramadhan bagi siswa kelas 9 bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang menahan diri dari godaan "ingin membanting laptop". Bagaimana tidak? Di tengah fokus menyiapkan diri menuju jenjang SMA melalui Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA), ujian sesungguhnya justru datang dari layar monitor: Server Down. Kejadian ini seolah menjadi "Menu Takjil" yang pahit bagi para pejuang kelulusan. Namun, mari kita lihat dari sudut pandang yang berbeda.

Bagi siswa kelas 9, TKA adalah gerbang masa depan. Gladi bersih seharusnya menjadi ajang pembuktian kesiapan teknis dan mental. Namun, ketika sistem gagal memuat soal atau koneksi terputus di tengah jalan, di situlah Tes Kesabaran (TK) yang sebenarnya dimulai.

a) Ujian Emosi: Menghadapi soal matematika dalam keadaan lapar saja sudah sulit, apalagi jika soal tersebut hilang tertutup tulisan "Internal Server Error". Di sini kesabaran dilatih untuk tidak meledak di media sosial atau menggerutu berlebihan.

b) Ujian Tawakal: Setelah berusaha belajar maksimal, ada faktor eksternal (teknologi) yang tidak bisa kita kontrol. Ini adalah pelajaran berharga bahwa sebagai manusia, kita hanya bisa berencana, dan sistemlah (serta takdir) yang menentukan kapan login bisa berhasil.

 

Sebanyak 21 Siswa Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Senin 9/3/2026  Mengikuti Gladi Bersih TKA  Yang dimulai Pukul 07.00 WIB Bagi Kelas 9 , Dalam kesempatan ini SMP PGRI 6 Surabaya di bagi menjadi 2 Sesi  Dimana Sesi 1 Sejumlah 11 Dan Sesi 2 Sejumlah 10  Orang

Alhamdulilah Sesi 1  Dimulai Pukul 07.00 -08.45  Berjalan lancar tanpa hambatan Sebanyak 11 Siswa sedangkan Sesi 2 Sebanyak 10 Siswa Dimulai Pukul 09.15-11.00  Bahkan sampai menginjak sesi 3 mengalami Trobel , Akhir nya Pukul 12.00 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sesi 2 sebanyak 10 Siswa Di pulangkan Oleh Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Untuk Balik Pulang Ke Rumah

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Ke Siswa Dan Proktor serta Pengawas Ruang Ingatlah bahwa tujuan sekolah bukan hanya mencetak siswa yang pintar menjawab soal x dan y, tapi juga mencetak pribadi yang tangguh. Server yang down di bulan Ramadhan adalah simulasi kehidupan nyata: terkadang jalan menuju tujuan terhambat oleh hal-hal teknis yang menyebalkan.Jika Anda bisa melewati gladi bersih yang error ini dengan tetap tenang dan tidak membatalkan puasa karena marah-marah, maka Anda sudah mendapatkan nilai "A" untuk pendidikan karakter.

Penulis

  H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id                

 NO HP 083857963

 

Senin, 02 Maret 2026

Menjemput Berkah, Mengukir Jariyah: Melahirkan Buku Ke-4 di Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M











Menjemput Berkah, Mengukir Jariyah: Melahirkan Buku Ke-4 di

Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M

 

Bulan Ramadhan seringkali identik dengan menahan diri. Namun, bagi seorang pendidik yang visioner, Ramadhan justru menjadi momentum untuk melesat. Di sela kekhusyukan ibadah puasa, hadir sebuah pencapaian yang mengharumkan dunia literasi pendidikan: Lahirnya karya buku yang keempat.

Menulis buku di bulan puasa bukanlah perkara mudah. Di saat energi fisik menurun, justru energi spiritual dan intelektual harus dipacu lebih kencang. Namun, bukankah sebaik-baiknya amal adalah yang manfaatnya terus mengalir? Bagi banyak penulis, suasana tenang di waktu sahur atau keheningan menjelang berbuka adalah "golden time" untuk merangkai kata. Buku keempat ini bukan sekadar tumpukan kertas dan tinta, melainkan manifestasi dari disiplin diri dan cinta yang mendalam terhadap dunia pendidikan.

Ada korelasi unik antara puasa dan proses kreatif:

a) Kejernihan Pikiran: Perut yang kosong seringkali membuat fokus mental lebih tajam untuk membedah konsep-konsep pendidikan yang kompleks.

b) Resiliensi: Menulis bab demi bab saat haus melanda adalah latihan kesabaran yang nyata, sama seperti mendidik siswa di kelas.

Jika buku pertama adalah ajang perkenalan, dan buku kedua serta ketiga adalah pembuktian konsistensi, maka buku keempat adalah penegasan eksistensi. Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, kontribusi pemikiran melalui buku adalah warisan (legacy) yang tidak akan lekang oleh waktu. Buku ini hadir sebagai oase bagi para rekan sejawat guru, praktisi, maupun orang tua yang haus akan metode, perspektif, atau inovasi baru dalam mendidik generasi Rabbani.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir tidak bisa lepas dari berkarya dan berkarya  lewat sebuah Tulisan , Dimana Di Bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M Penulis yang  juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN Pendidikan Membuat Sebuah TULISAN Dengan Tema “ Guru BERIBAWA SISWA BERADAB “   Dimana Buku yang ditulis Penulis ini adalah Buku yang ke 4 , Dimana Buku Ini Penulis menulis Karena Prihatin akhir akhir ini Tidak ada Nya Rasa Hormat Siswa Ke Guru , Penulis berharap dengan Tulisan ini Siswa / Siswi Kembali Menghargai Sosok seorang Guru.

"Menulis adalah cara terbaik agar ide kita tetap hidup, bahkan ketika kita sedang beristirahat. Di bulan Ramadhan, setiap huruf yang bermanfaat bisa menjadi pemberat timbangan kebaikan."

Penulis

  H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id               

 NO HP 083857963


 

Sabtu, 28 Februari 2026

SEKOLAH RAMAH BERKEBUTUHAN KHUSUS: Suara Hati dari Balik Gerbang Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya

 SEKOLAH RAMAH BERKEBUTUHAN KHUSUS: Suara Hati dari

Balik Gerbang Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya

Di sebuah sudut kelas yang tenang, seorang guru tidak hanya mengajar abjad, melainkan mengeja kesabaran. Di sekolah ini, deru tawa tidak selalu seragam. Ada yang berkomunikasi melalui isyarat tangan, ada yang berekspresi lewat lukisan tanpa kata, dan ada yang membutuhkan waktu lebih lama hanya untuk sekadar menatap mata. Inilah potret sekolah ramah berkebutuhan khusus—sebuah tempat di mana label "kekurangan" luntur oleh hangatnya penerimaan.

Menjadi sekolah yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) bukanlah tentang kemewahan fasilitas semata. Ini adalah tentang penerimaan tanpa syarat. Di sini, setiap anak tidak dipaksa untuk masuk ke dalam cetakan yang sama. Sebaliknya, kurikulumlah yang memeluk keunikan mereka. Saat dunia luar mungkin memandang mereka dengan tatapan iba atau asing, sekolah ini menjadi benteng di mana mereka merasa "cukup" dan berharga.

Momen yang paling menyentuh hati seringkali terjadi di koridor sekolah. Ketika seorang siswa reguler menggandeng tangan temannya yang menggunakan kursi roda tanpa diminta, atau saat seorang guru menitikkan air mata haru melihat siswanya yang autistik berhasil mengikat tali sepatu sendiri untuk pertama kalinya. Kemenangan-kemenangan kecil inilah yang bagi mereka setara dengan medali emas olimpiade.

Sekolah ini mengajarkan kita satu hal yang sering dilupakan dunia dewasa: Bahwa menjadi berbeda bukanlah sebuah kesalahan. Keberadaan mereka adalah pengingat bahwa kemanusiaan diukur dari seberapa luas kita membuka hati untuk memahami bahasa yang tidak terucapkan.

Setiap anak adalah bintang, dan di sekolah yang ramah ini, mereka diberikan langit yang cukup luas untuk bersinar dengan cahayanya masing-masing. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal mencetak angka di atas kertas, tapi tentang memastikan tidak ada satu pun jiwa yang merasa tertinggal di kegelapan.

"Anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah 'masalah' yang harus diperbaiki, melainkan 'keajaiban' yang harus disyukuri. Di sekolah yang ramah, kita tidak sedang mengubah dunia mereka, tetapi kita sedang belajar melihat dunia melalui mata mereka yang penuh kejujuran."

Penulis

 

  H.BANU ATMOKO,S.Pd , M.Pd

   Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

  Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id             

  NO HP 083857963

Jumat, 27 Februari 2026

Simulasi TKA di Bulan Suci: Ujian Mental dan Spiritual Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya

 

Simulasi TKA di Bulan Suci: Ujian Mental dan Spiritual Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya

 

Bulan Ramadan 1447 H telah menyapa kita dengan keberkahan. Namun, bagi kalian siswa kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya, ada satu tantangan tambahan yang harus dihadapi: Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Mungkin ada yang bergumam, "Duh, lagi puasa kok malah simulasi ujian?" atau "Lemas, Rek, buat mikir Matematika!" Eits, tunggu dulu! Simulasi ini justru adalah "latihan tanding" yang sangat berharga sebelum terjun ke medan tempur yang sesungguhnya.

Berikut adalah alasan dan tips mengapa kamu harus tetap semangat membara mengerjakan simulasi TKA meski sedang berpuasa:

1. Simulasi adalah "Cermin" Kemampuanmu

Anggap simulasi TKA ini sebagai cermin. Di bulan Ramadan yang penuh kejujuran ini, simulasi membantu kamu melihat sejauh mana persiapanmu. Kamu jadi tahu materi mana yang sudah "khatam" dan mana yang masih perlu "tadarus" (dipelajari ulang). Lebih baik salah saat simulasi daripada salah saat ujian asli, bukan?

2. Melatih Ketahanan Mental "Double Combo"

Mengerjakan soal TKA yang menguras logika saat perut kosong adalah latihan mental tingkat tinggi. Jika kamu mampu konsentrasi di saat puasa, maka saat ujian asli nanti (dalam kondisi tidak puasa), kamu akan merasa jauh lebih ringan dan fokus. Ini adalah cara hebat untuk melatih ketangguhan karakter khas siswa SMP PGRI 6 Surabaya!

3. Tips Jaga Konsentrasi Saat Simulasi:

a) Power Nap: Jika simulasi diadakan siang hari, manfaatkan waktu istirahat sejenak untuk memejamkan mata (10–15 menit). Ini sangat ampuh untuk me-refresh otak yang mulai "panas".

b) Atur Napas: Saat bertemu soal sulit, jangan panik. Tarik napas dalam-dalam. Oksigen yang masuk ke otak akan membantu kamu berpikir lebih jernih.

c) Target Kecil: Jangan lihat tumpukan soal secara keseluruhan. Fokuslah kerjakan satu per satu. "Satu soal selesai, satu langkah menuju sekolah impian."

 

4. Kekuatan Doa di Bulan Mustajab

Salah satu keutamaan Ramadan adalah doa orang yang berpuasa sangat didengar oleh Allah SWT. Di sela-sela mengerjakan simulasi, selipkan doa agar diberi kemudahan. Ingat, usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu bohong. Kalian punya kesempatan emas untuk mengetuk pintu langit di bulan ini.

5. Bangga Menjadi Siswa Spegrinam

Tunjukkan bahwa siswa SMP PGRI 6 Surabaya adalah pribadi yang disiplin dan pantang menyerah. Jadikan rasa lapar sebagai pengingat bahwa ada perjuangan yang harus dituntaskan. Bayangkan senyum bangga Bapak/Ibu Guru dan orang tuamu saat melihat hasil simulasimu memuaskan.

Dalam  mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik bagi siswa Kelas 9 Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Rabu 25/2/2026 Dan Kamis 26/2/2026  Siswa / Siswi Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya sebanyak 21 Siswa Kelas 9 Di Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M Masih semangat mengerjakan Soal SIMULASI TKA

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  Yang Juga Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Pesan Ke Siswa / Siswi Kelas 9 Simulasi TKA bukan sekadar angka di atas kertas, tapi bukti bahwa kalian adalah petarung yang hebat. Ramadan 1447 H akan menjadi saksi bisu bahwa kalian tidak lembek karena lapar, tapi justru makin kuat karena iman dan ilmu.

 

Ayo, tunjukkan taringmu, Sobat Spegrinam! Selamat mengerjakan simulasi TKA dengan jujur dan penuh semangat!

 

Penulis

  H.BANU ATMOKO

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id            

 NO HP 083857963













Rabu, 18 Februari 2026

Siap Sukseskan TKA 2026: SMP Swasta Surabaya Utara Jalin Sinergi Strategis dengan PLN Perak dan Telkom Margoyoso

 Siap Sukseskan TKA 2026: SMP Swasta Surabaya Utara Jalin Sinergi Strategis dengan

PLN Perak dan

Telkom Margoyoso

Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang berbasis digital, kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama bagi lembaga pendidikan. Guna memastikan kelancaran ujian tanpa kendala teknis, delegasi dari gabungan SMP Swasta di wilayah Surabaya Utara melakukan kunjungan strategis ke Kantor PLN UP3 Perak dan Kantor Telkom Margoyoso pada pekan ini.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi mendalam terkait pengamanan pasokan listrik dan stabilitas jaringan internet selama masa pelaksanaan TKA 2026 berlangsung.Kunjungan pertama diawali di kantor PLN UP3 Perak. Mengingat wilayah Surabaya Utara merupakan kawasan padat industri dan pemukiman, risiko gangguan listrik menjadi perhatian serius para kepala sekolah. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan sekolah meminta jaminan agar tidak ada pemeliharaan jaringan yang berakibat pada pemadaman bergilir selama jadwal ujian. Pihak PLN Perak merespons positif dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh sektor pendidikan.

"Kami akan menyiagakan tim teknis dan memastikan jalur distribusi listrik ke titik-titik lokasi ujian di sekolah-sekolah Surabaya Utara berada dalam status aman selama TKA berlangsung," ujar salah satu staf operasional PLN Perak.

Setelah dari PLN, rombongan melanjutkan kunjungan ke Telkom Margoyoso. Fokus utama di sini adalah memastikan ketersediaan bandwidth yang mencukupi serta kesigapan bantuan teknis jika terjadi gangguan pada jaringan fiber optic.

Mengingat TKA 2026 menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang menuntut akses data secara real-time, stabilitas koneksi adalah kunci utama agar siswa tidak mengalami kendala saat mengerjakan soal. Pihak Telkom Margoyoso berkomitmen untuk melakukan monitoring khusus pada IP Address sekolah-sekolah penyelenggara di wilayah utara selama periode ujian.

MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Benar - benar komitmen dan konsisten dalam mempersiapkan TKA 2026  Dimana Dimulai dengan Guru - guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dan Matematika Yang di dampingi oleh UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA Dan BAHASA SENI , Selepas Pelatihan  Guru Guru Tersebut MKKS SMP Swasta Surabaya  Utara Konsisten Mendukung TKA Dimana Dilaksanakan Kegiatan TRY OUT TKA  2 Kali yang dilakukan Antara  MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dengan KLINIK GLOBAL MANDIRI , Dalam mempersiapkan TKA  Dan SIMULASI  Guna memastikan kelancaran ujian tanpa kendala teknis,  Penulis yang juga Kepala  Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Inspirasi yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Alumni S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA   Bersama Bapak AINUL YAQIN ,S.Si . M.Pd Kepala SMP WACHID HASYIM 1 Surabaya Dan Bapak H. OEMAR ,S.Ag Kepala SMP Kemala BHAYANGKARI 8 Surabaya Pada Hari Rabu 18/2/2026  Pukul 12.00 Mendatangi Kantor PLN UP3 Perak dan Kantor Telkom Margoyoso

Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Dan Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara  menyampaikan bahwa langkah jemput bola ini dilakukan demi memberikan rasa tenang bagi siswa dan orang tua.

 

"Kami ingin para siswa fokus pada belajar dan prestasi saja. Urusan teknis seperti listrik padam atau internet lemot biar kami dari pihak sekolah yang memitigasi risikonya melalui sinergi dengan PLN dan Telkom," tegasnya.

Dengan adanya jalinan kerja sama antara institusi pendidikan dan penyedia layanan publik ini, diharapkan pelaksanaan TKA 2026 di Surabaya Utara dapat berjalan sukses, jujur, dan berprestasi tinggi.

Penulis

 

 

 

 H.BANU ATMOKO

 

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id            

 

 NO HP 083857963












Minggu, 15 Februari 2026

Ujian Kenaikan Tingkat Teratai Tunjung: Menguji Kemampuan dan Mempererat Tali Persaudaraan Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Ujian Kenaikan Tingkat Teratai Tunjung: Menguji Kemampuan dan Mempererat Tali Persaudaraan Di

SMP PGRI 6 Surabaya

 

SMP PGRI 6 Surabaya (Spegrinam), yang dikenal sebagai "Sekolahnya Para Juara", kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi non-akademik siswa. Kali ini, melalui ekstrakurikuler bela diri Teratai Tunjung, sekolah menyelenggarakan agenda rutin Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Kegiatan ini bukan sekadar ajang uji fisik, melainkan momentum penting untuk menanamkan kedisiplinan dan mempererat rasa kekeluargaan antaranggota.Uji Fisik dan Mental yang Terukur

UKT Teratai Tunjung di   Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir   diikuti oleh puluhan peserta yang antusias untuk naik ke jenjang sabuk berikutnya Pada Hari Sabtu 14-15 Februari 2026  Sejak Sore  hari Jam 15.00, halaman sekolah telah dipenuhi oleh para siswa yang mengenakan seragam kebesaran mereka. Materi ujian meliputi:

1) Ketangkasan Teknik: Penguasaan jurus, kuda-kuda, pukulan, dan tendangan.

2) Fisik: Ketahanan tubuh melalui serangkaian latihan fisik yang terukur.

3) Mental: Uji keberanian dan kemandirian dalam menghadapi rintangan di lapangan.

Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Sekaligus ALUMNI Mahasiswa S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menekankan bahwa bela diri Teratai Tunjung bukan bertujuan untuk menciptakan pribadi yang arogan, melainkan pribadi yang rendah hati namun tangguh. "Melalui UKT ini, kita ingin melihat sejauh mana perkembangan karakter anak-anak. Menang atau naik tingkat itu bonus, yang utama adalah proses perjuangan mereka," ungkap beliau.

Salah satu poin unik dari Teratai Tunjung adalah filosofi bunganya. Bunga teratai yang tumbuh di air tenang namun tetap bersih dan indah melambangkan kesucian hati di tengah tantangan zaman. Di SMP PGRI 6 Surabaya, filosofi ini diterjemahkan ke dalam konsep Persaudaraan Tanpa Batas. Dalam kegiatan UKT ini, senioritas tidak digunakan untuk menekan, melainkan untuk membimbing. Para kakak kelas atau senior terlihat aktif menyemangati adik-adiknya yang mulai kelelahan. Makan bersama dan diskusi ringan di sela-sela ujian menjadi momen berharga yang mengikis jarak antarangkatan, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin solid.

Di tengah gempuran tren digital yang membuat anak cenderung pasif (sedenter), ekstrakurikuler Teratai Tunjung di Spegrinam menjadi oase bagi aktivitas fisik siswa. Dengan mengikuti UKT, siswa diajarkan bahwa untuk mencapai sebuah tingkatan atau kesuksesan, diperlukan kerja keras, tetesan keringat, dan konsistensi. "Ujian ini melelahkan, tapi saya senang karena bisa melaluinya bersama teman-teman. Di sini kami belajar untuk saling jaga satu sama lain," ujar salah satu peserta ujian.

Kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Teratai Tunjung di SMP PGRI 6 Surabaya diakhiri dengan upacara penyematan sabuk baru bagi mereka yang dinyatakan lulus. Harapannya, semangat Teratai Tunjung ini tidak berhenti di lapangan saja, tetapi juga dibawa ke dalam kelas dan kehidupan sehari-hari; menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan selalu menjaga tali persaudaraan.

Penulis

 

 H.BANU ATMOKO

  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan   Alumni Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

 Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id           

 NO HP 083857963