Selasa, 23 November 2021

“ Dengan PERINGATAN HARI GURU NASIONAL Belajar, berbagi dan berkolaborasi, meningkatkan kompetensi setiap Guru di Indonesia Khususnya Surabaya”

 


































“ Dengan PERINGATAN HARI GURU NASIONAL

Belajar, berbagi dan berkolaborasi, meningkatkan

kompetensi setiap Guru di  Indonesia Khususnya Surabaya”

HARI Ke 679

 

Peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila dapat diwujudkan melalui pembangunan potensi dan pembentukan karakter. Di sinilah pentingnya peran satuan pendidikan, yang tentu saja harus mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan masyarakat. Profil pelajar Pancasila adalah tujuan yang ingin dicapai. Upaya pencapaiannya dilakukan melalui program Merdeka Belajar, yang bisa memberikan lahan kreativitas dan improvisasi bagi satuan pendidikan. Selain itu, satuan pendidikan sudah mendapatkan kebebasan dalam menggunakan dana BOS. Agar satuan pendidikan bisa memanfaatkan dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut untuk kebutuhan pendidikan secara tepat guna. pemahaman Profil Pelajar Pancasila dimulai dari 6 literasi dasar sebagai arah dalam mempersiapkan kehidupan di masa depan. Yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan literasi finansial.Di tengan pandemi Covid-19 ini, literasi baca tulis mengalami kemunduran. Karena kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Selain itu, kegiatan belajar mengajar dari rumah dinilai kurang efektif sehingga menimbulkan penurunan daya tangkap siswa. berarti ada yang salah dalam penerapannya. Maka guru juga harus membangun komunikasi dengan orang tua. Kondisi pandemi 3 semester ini harus menjadi pembelajaran dan evaluasi. Orang tua di rumah harus menjadi role model. Apabila orang tuanya suka membaca maka kemungkinan besar anaknya juga akan suka membaca,” Untuk mengukur kemampuan literasi numerasi peserta didik, Kemendikbudristek akan melakukan Asesmen Nasional yang dimulai pada pertengahan November 2021 untuk jenjang sekolah dasar. Ia kembali menegaskan bahwa Asesmen Nasional bukan ujian, melainkan upaya mendapatkan gambaran kualitas pendidikan di setiap sekolah. “Ketika 6 literasi dasar ini sudah dipahami sejak tingkat sekolah dasar, ini menjadi bekal yang baik untuk kehidupan di masa depan. Inilah peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, mandiri, berpikir kritis, kreatif, bergotong royong, dan berwawasan global,” masyarakat jangan hanya sekedar tahu Profil Pelajar Pancasila, tapi juga harus memahami dan mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari. “Misalnya beriman/bertakwa kepada Tuhan YME. Karakter ini sangat penting karena merupakan pijakan kita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, Kemudian karakter mandiri sangat penting di tengah pandemi. Anak-anak dipalsa oleh keadaan untuk memiliki kemampuan dan kesadaran belajar sendiri secara daring. Mandiri sangat berdekatan dengan kedisiplinan, seperti disiplin menjaga protokol kesehatan, baik di rumah maupun di sekolah. Selanjutnya adalah karakter kreatif. Kepala sekolah dan guru harus kreatif untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga memacu minat belajar anak-anak semakin meningkat, meski di tengah pandemi. ”Kemudian bernalar kritis. Anak- anak harus diajarkan untuk memiliki daya pikir critical thinking. Ketika anak-anak kita tidak memiliki daya pikir yang kuat, ke depan mereka bisa menjadi pribadi yang tidak memiliki prinsip. Critical thinking diperlukan untuk memecahkan masalah dan memberikan solusi dari masalah yang ada,” jelasnya. Dan yang terakhir adalah kolaborasi. Kolaborasi dapat dilakukan dengan siapa pun, dengan melihat potensi dan memetakannya. ”Misalnya saja membangun kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mewujudkan pendidikan vokasi kepariwisataan. Karena sumber daya manusia kita masih kurang untuk menyambut para wisatawan,

Dalam Rangka menyambut Hari Guru Nasional Dan HUT PGRI , Dinas Pendidikan Kota Surabaya Pada Hari Selasa 23/11/2021 Mengadakan Seminar Nasional Tahun 2021 Dengan Tema Gelorakan LITERASI , NUMERASI WUJUDKAN  PROFIL PELAJAR PANCASILA Yang diadakan Di Gedung Graha Sawunggaling Lantai 6 Pemkot Surabaya , Dalam Kesempatan ini Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Ikut Serta Hadir secara Luring di kegiatan tersebut .

Dalam kegiatan ini Alhamdulilah Penulis merasa bangga karena bisa mendengarkan langsung dari Pemateri yang Sangat Hebat dan luar biasa yaitu  Bapak Dirjen GTK Yaitu Bapak Dr. Iwan Syahril, Ph.D. yang menjelaskan tentang Kebijakan Kementerian Pendidikan Dan RISTEK , Disamping Itu Juga ada Paparan Materi dari Bapak Gogot Suharwoto Ph.D Menjelaskan tentang Literasi  Di Negara – Negara Maju Seperti Di JEPANG , Materi yang Terakhir yaitu dari Ibu Dra. Asrijanty, M.A., Ph.D Selaku Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran

 Harapan Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Dan Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Semoga Kegiatan Ini menjadi TITIK AWAL Kebangkitan Guru di Kota Surabaya Dalam Mengantarkan GENERASI EMAS UNGGUL WUJUDKAN  PROFIL PELAJAR PANCASILA Serta Semoga Belajar, berbagi dan berkolaborasi, meningkatkan kompetensi setiap Guru di Indonesia Khususnya Di Kota Surabaya. Di Akhir Acara ADA LINK ABSENSI Yang di sediakan Oleh Dinas Pendidikan  Yaitu Melalui LINK https://bit.ly/3DKX81A

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

Senin, 22 November 2021

PENANAMAN KARAKTER DERMAWAN MELALUI SEDEKAH DI SMP PGRI 6 SURABAYA DAN SDS AL-IKHLAS SURABAYA SEKOLAH PINGGIRAN “

 































PENANAMAN KARAKTER DERMAWAN MELALUI SEDEKAH

DI SMP PGRI 6 SURABAYA DAN SDS AL-IKHLAS SURABAYA

SEKOLAH PINGGIRAN “

HARI KE - 678

Agama   Islam   mengajarkan   pemeluknya   untuk   saling menyayangi  dan  mengasihi  terhadap  sesamanya.  Setiap  orang memiliki karakter yang berbeda-beda ada yang memiliki karakter dermawan ada pula yang kikir. Seseorang yang berjiwa pengasih dan penyayang dirinya akan dekat dengan Allah dan Rasulullah dan semua orang disekitarnya. Sebaliknya, seseorang yang tiada belas  kasih  sayang  terhadap  sesama,  apalagi  terhadap  orang-orang lemah, maka dia akan jauh dengan Allah, Rasulullah serta orang  di  sekitarnya.  Sehingga  pada  akhirnya  mereka  juga  jauh dengan  surga  dan  dekat  dengan  neraka.  Hidup  ini  terasa  indah jika semua orang dapat saling mengasihi satu sama lain.Dalam   dunia   pendidikan   penanaman   kedermawanan sangatlah  penting  ditanamkan  pada  setiap  jenjang  pendidikan terutama  pada  peserta  didik  agar  kelak  menjadi  manusia  yang memiliki  kepekaan  sosial.  Bangsa  yang  maju  dan  berhasil  itu ditentukan  oleh  kualitas  dan  karakteristik  bangsa  itu  sendiri, melalui   sistem   pendidikan   yang   mencetak   setiap   (output) pesrta  didik  selain,  pintar  secara  akademis  juga  pintar  dalam pengaplikasikannya, cerdas secara lahiriyah dan batiniyah. Penanaman karakter kedermawanan bisa melalui metode keteladanan,    nasihat,    pembiasaan    atau    pemantauan,    dan hukuman.  Serta  melalui  pendekatan  yaitu  perilaku  sosial  dan perkembangan  moral  kognitif.  Serta  strategi  yang  digunakan melalui kegiatan rutin, spontan, keteladanan dan pengkondisian. Serta dalam bentuk penanaman yaitu peduli terhadap diri sendiri, peduli  terhadap  teman  dan  adik  kelas,  peduli  terhadap  guru dan  peduli  terhadap  lingkungan  sosial.  Yang  mana  penanaman karakter  kedermawanan  melalui  kegiatan  infak  dan  sedekah melalui kegiatan yaitu kegiatan sehari-hari seperti kegiatan infak harian,  baksos,  kerja  bakti,  menjenguk  ketika  ada  teman  yang sakit atau terkena musibah. Orang  yang  suka  bersedekah  adalah  orang  yang  benar pengakuan imannya. Menurut syariat, pengertian sedekah sama dengan  pengertian  infaq,  termasuk  juga  hukum  dan  ketentuan-ketentuannya.  Hanya  saja,  jika  infaq  berkaitan  dengan  materi, sedekah  memiliki  arti  lebih  luas  dari  sekedar  material,  misal senyum itu sedekah. Dari hal ini yang perlu diperhatikan adalah jika  seseorang  telah  berzakat  tetapi  masih  memiliki  kelebihan harta,  sangat  dianjurkan  sekali  untuk  berinfaq  atau  bersedekah dalam beberapa ungkapan al-Quran. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memiliki jiwa dermawan  dengan  tujuan  untuk  menjernihkan  jiwa  seseorang, mewujudkan kepekaan sosial yang tinggi, tenggang rasa terhadap saudara yang fakir, kesempatan penting untuk mengingat karunia Allah dari berbagai nikmat yang diberikan-Nya. Hidup sederhana dan  tidak  berlebih-lebihan  dan  tidak  bermewah-mewahan,  serta untuk  menyalurkan  harta  dijalan  Allah  semata  berharap  rida Allah SWT. Selain itu syariat Islam bertujuan untuk mewujudkan keridhaan   dan   kelapangan   hati   seseorang   yang   menerima sedekah, perekat ukuwah Islamiyah, terciptanya masyarakat yang dinamis,  gemar  tolong-menolong.  Hal  itu  menekankan  bahwa Islam adalah agama yang mempunyai satu tujuan, satu landasan, dan satu kewajiban. Karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi ‘positif’, bukan netral. Jadi, ‘orang berkarakter’ adalah orang yang mempunyai  kualitas  moral  (tertentu)  positif.  Dengan  demikian, pendidikan  membangun  karakter,  secara  implisit  mengandung arti  membangun  sifat  atau  pola  perilaku  yang  didasari  atau berkaitan  dengan  dimensi  moral  yang  positif  atau  baik,  bukan yang  negatif  atau  buruk.  Hal  ini  didukung  oleh  Peterson  dan Seligman  yang  mengaitkan  secara  langsung character  strengthdengan  kebajikan. Character strength  dipandang  sebagai  unsur-unsur  psikologis  yang  membangun  kebajikan  (virtues) (Raka Gede, et.al, 2007: 5).Salah  satu  kriteria  utama  dari character  strength  adalah bahwa karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya  potensi  dan  cita-cita  seseorang  dalam  membangun kehidupan  yang  baik,  yang  bermanfaat  bagi  dirinya,  orang  lain, dan bangsanya. Istilah pendidikan karakter mulai dikenalkan sejak tahun 1900-an.  Thomas  Lickona  disebut-sebut  sebagai  pengusungnya, terutama ketika ia menulis buku yang berjudul The Return of Cha-racter Education dan  kemudian  disusul  buku  berikutnya,  yakni bahwa kedermawanan    merupakan    karakter    yang    mencerminkan kebaikan  hati  terhadap  sesama,  kemuran  hati,  upaya  tolong menolong dengan tujuan meringankan beban orang lain dengan memberi,   menginfakan   harta   yang   dimiliki   dengan   tujuan memberikan  rasa  bahagia  kepada  orang  lain  dengan  rasa  ikhlas rela berkorban di jalan Allah SWT.Dalam hal ini, yang dimaksud dengan penanaman karakter kedermawanan  adalah  cara  atau  proses  dalam  menanamkan karakter  kedermawanan  pada  peserta  didik  yang  didalamnya ada berbagai metode pendidikan yang dilakukan sekolah dalam menanamkan karakter kedermawanan pada peserta didik.Anak  yang  terlahir  ke  dunia  dalam  keadaan  bersih  atau suci, namun dalam diri anak tersebut juga terdapat potensi-potensi diri  untuk  berkembang  lebih  baik  ataupun  sebaliknya  sesuai lingkungan  yang  mendidiknya.  Diperlukan  sosok  yang  mampu membina  dan  mengarahkan  anak  agar  berkembang  menjadi pribadi  yang  baik.  Anak  merupakan  anugerah  terindah  dalam kehidupan  dimana  dalam  pola  perkembangannya  diperlukan asuhan yang tepat oleh orang tua.Satu  hal  yang  perlu  digarisbawahi  adalah,  bahwa  setiap manusia  mempunyai  kecenderungan  untuk  berkarakter  apik. Kecenderungan  manusia  ini  dapat  dibuktikan  dalam  kesamaan konsep  pokok  karakter  dalam  setiap  peradaban  bahkan  zaman. Sekadar  contoh,  tidak  ada  peradaban  yang  menganggap  baik perbuatan   bohong,   penindasan,   keangkuhan,   kekerasan   dan lain sebagainya. Demikian pula sebaliknya, tidak ada peradaban yang  menganggap  buruk  perbuatan  menghormati  kedua  orang tua, keadilan, kejujuran, dan pemaaf sebagai hal yang baik. Dan, semua  kebaikan  tersebut  telah  ditegaskan  dalam  kitab  suci  al-Quran.  Dengan  demikian,  kebaikan  sejati  hanyalah  dari  Allah SWT. Karakter kebaikan sesungguhnya telah melekat dalam diri manusia secara fitrah. Dengan bekal kemampuan inilah manusia mampu   membedakan   antara   kebaikan   dan   keburukan,   dan kebermanfaat  dengan  ketidakbermanfaatan  (Sayid  Fuad  al-Bahi, 1975:  347).  Oleh  karena  itu  pentingnya  menanamkan  karakter kedermawanan.Seorang anak penting mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan  pendidikan  akhlak,  sebab  dalam  menjalani  kehidupan dibutuhkan   seperangkat   tata   cara   dan   etika,   baik   dalam hubungannya  dengan  individu  yang  bersangkutan,  masyarakat luas, atau makhluk lainnya, bahkan dengan sang Pencipta. Oleh karena  itu,  materi  akhlak  adalah  membicarakan  nilai  sesuatu perbuatan menurut ajaran agama, membicarakan sifat-sifat terpuji dan  tercela  dari  kaca  mata  agama.  Dengan  demikian  dipahami bahwa pendidikan akhlak mempunyai cakupan yang sangat luas, baik berkaitan dengan individu, masyarakat, alam dan Allah SWT (Irwan Prayitno, 2003).Pendidikan  akhlak  terletak  pada  penanaman  nilai-nilai ajaran  agama  yang  tercermin  dan  terwujud  dalam  tingkah  laku dan  budi  pekerti  seorang  anak  dalam  kehidupan  sehari-hari. Hal  ini  menunjukkan  bahwa  dalam  seluruh  aspek  kehidupan, manusia  senantiasa  membutuhkan  aturan  agar  tidak  merugikan orang lain dan tercipta suasana yang damai dan tentram. Seorang anak  yang  telah  dididik  untuk  bertingkah  laku  yang  baik  akan mampu   berkomunikasi   dan   berinteraksi   dengan   lingkungan yang  luas.  Sebaliknya,  jika  anak  tidak  dikenalkan  pada  upaya pembentukan akhlak yang terpuji, maka anak akan hidup tanpa aturan   dan   cenderung   pada   perbuatan   yang   menyimpang. Dengan  demikian,  pendidikan  akhlak  adalah  bekal  yang  amat berguna bagi seorang  anak

SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Walaupun Siswa / siswi di Sekolah tersebut dari Golongan Menengah Ke bawah , Tetapi tidak menghalangi niat Siswa / Siswi Baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya Untuk melakukan kegiatan Sedekah  Seperti yang dilakukan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya  Pada Hari Jum’at 20/11/2021  Membagikan Nasi bungkus kepada Masyarakat yang ada di Sekitar Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya , Bahkan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya membagikan kepada Tukang yang mengerjakan Gorong – Gorong  di kampung SMP PGRI 6 Surabaya tersebut.

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Menyampaikan bahwa  Kegiatan ini adalah untuk  PENANAMAN KARAKTER DERMAWAN MELALUI SEDEKAH Jadi walaupun siswa SMP PGRI 6 Surabaya sedikit insyah allah menyempatkan berbagi

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat