Kamis, 23 September 2021

“ ANTUSIASME MASYARAKAT KEGIATAN VAKSINASI SINOVAC DOSIS 1 DAN 2 DI SMP PGRI 6 SURABAYA MENCAPAI 300 ORANG “

 
































“ ANTUSIASME MASYARAKAT

KEGIATAN VAKSINASI SINOVAC DOSIS 1 DAN 2

DI SMP PGRI 6 SURABAYA MENCAPAI 300 ORANG “

HARI KE 617

 

 Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Mari kita kenali lebih jauh tentang vaksinasi Covid-19 sehingga kita lebih yakin tentang pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya pencegahan Covid-19Vaksinasi adalah pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh. Vaksinasi sebagai upaya pencegahan primer yang sangat handal mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Dengan prosedur vaksinasi yang benar diharapkan akan di peroleh kekebalan yang optimal, penyuntikan yang aman dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi(KIPI) yang minimal Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bisa terbentuk secara alami saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Namun, infeksi virus Corona memiliki risiko kematian dan daya tular yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yaitu vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 dilakukan setelah kepastian keamanan dan keampuhannya ada, merupakan upaya untuk menurunkan kesakitan dan kematian dan mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd imunity). Selain itu, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, juga menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Sejak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi mengumumkan pemberian izin penggunaan darurat alias Emergency Use Authorization (EUA) bagi Vaksin Sinovac pada Januari lalu, hampir semua lapisan masyarakat menunggu-nunggu kapan sekiranya mereka bisa mendapatkan giliran untuk menerima vaksinasi. Proses pemberian Vaksin Sinovac tahap pertama sendiri telah dituntaskan selama periode Januari – Februari 2021, dengan tenaga kesehatan sebagai mayoritas sasaran penerima. Saat ini, proses vaksinasi tahap kedua juga tengah disiapkan dengan sasaran penerima adalah kelompok lansia, petugas pelayanan publik, tenaga pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara dan pemerintahan, petugas keamanan, petugas transportasi, pekerja sektor pariwisata, wartawan dan pekerja media, serta atlet. Pada tanggal 11 Februari 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: HK.02.02/II/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyintas COVID-19 serta Sasaran Tunda. Berdasarkan surat edaran terbaru ini, Kemenkes telah menambahkan beberapa kelompok yang tadinya masih menjadi ‘kontra indikasi’ sebagai penerima vaksin, menjadi ‘diperbolehkan’ untuk menerima vaksin dengan kondisi dan persyaratan tertentu. Kelompok pertama yang disebut di dalam surat edaran tersebut adalah kelompok lansia, yang dikatakan dapat menerima Vaksin Sinovac sebanyak dua dosis, dengan rentang pemberian 28 hari di antara kedua dosisnya. Pada vaksinasi tahap pertama kemarin, memang kelompok lansia masih menjadi ‘kontra indikasi’ penerima vaksin, dengan pertimbangan bahwa pada saat itu, uji klinis Vaksin Sinovac yang melibatkan responden lansia belum selesai dan menunjukkan hasilnya, baik dari segi keamanan maupun kemanjurannya. Namun, seiring dengan selesainya uji klinis Vaksin Sinovac di Brazil dan Turki yang mana turut melibatkan responden lansia, BPOM dan Kemenkes pun turut mengevaluasi kebijakan pemberian Vaksin Sinovac untuk lansia. Walaupun demikian, tentunya tidak semua kelompok lansia ‘boleh’ menerima Vaksin Sinovac. Pada lansia yang memiliki komorbid yang cukup berat, di mana dikhawatirkan kemungkinan efek samping lebih besar terjadi, atau pada lansia dengan gangguan sistem imun yang mana kecil kemungkinan kekebalan dapat terbentuk, pemberian vaksin tentunya tidak dipertimbangkan untuk diberikan. Oleh karena itu, sebelum pemberian vaksin, hendaknya lansia melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk menentukan kelayakan mereka untuk menerima vaksin. Sementara untuk kelompok Komorbid, dalam hal ini Hipertensi, dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya di atas 180/110 MmHg, dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining. Bagi kelompok komorbid dengan diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut. Bagi kelompok komorbid penyintas kanker dapat tetap diberikan vaksin. Selain itu penyintas COVID-19 dapat divaksinasi jika sudah lebih dari 3 bulan. Begitupun ibu menyusui dapat juga diberikan vaksinasi. Seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi harus dilengkapi kit anafilaksis dan berada di bawah tanggungjawab Puskemas atau rumah sakit . Selanjutnya untuk kelompok sasaran tunda akan di berikan informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi COVID-19. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan satu intervensi kesehatan saja. Upaya vaksinasi yang dilakukan saat ini, tidak semata-mata menjadi satu-satunya upaya melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Vaksinasi tidak akan berhasil apabila tidak diimbangi dengan protokol kesehatan. Harus diingat, perlu waktu untuk tubuh kita membentuk antibodi (kekebalan) sehingga siapa pun yang sudah divaksinasi tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan (3M), sampai pandemi dinyatakan berakhir. Untuk itu selama belum tercapai kekebalan komunitas atau herd immunity, maka pencegahan paling efektif adalah kepatuhan protokol kesehatan oleh seluruh individu. Tetap pakai masker yang benar, jaga jarak hindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan. Upaya edukasi dan komunikasi kepada masyarakat harus dilakukan seimbang antara vaksinasi dan protokol kesehatan. Langkah penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan secara tunggal, harus komprehensif dengan melibatkan protokol kesehatan yang ketat demi menekan lebih banyak jumlah orang yang terinfeksi. Pada waktu bersamaan, upaya ini harus didukung pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sehingga mereka yang sakit semakin sedikit, dan mendongkrak angka kesembuhan. Dan hal ini akan menjadi sempurna jika vaksinasi dilakukan untuk mengurangi kerentanan terinfeksi, pengembangan keparahan gejala penyakit dan peluang penularan kepada orang lain.

SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Kamis 23/9/2021  Mendapatkan kepercayaan dari PUSKESMAS Wonokusumo Untuk ketempatan Kegiatan VAKSINASI Sebanyak 300 Orang

Alhamdulilah Tiga kali Kegiatan VAKSINASI di SMP PGRI 6 Surabaya Masyarakat sangat Antusias dalam kegiatan VAKSINASI Di SMP PGRI 6 Surabaya Tersebut  Dimana Alhamdulilah VAKSIN I Dengan Quota 308 Habis , VAKSIN Kedua Dengan Quota 200 Mampu 120 , Sedangkan Hari Ini Alhamdulilah Dari Quota 300 Ludes  Undangan Dan Nomor VAKSIN Tersebut. Alhamdulilah Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Menghaturkan banyak terimakasih atas Kepercayaan  puskesamas Wonokusumo Ke SMP PGRI 6 Surabaya dan Makasih Banyak Kepada Masyarakat yang Antusias Kegiatan VAKSINASI Di SMP PGRI 6 Surabaya . Alhamdulilah Semoga Antusias Masyarakat tersebut Juga Tidak membuat Semangat kendor Untuk PPDB 2022/2023 Mendaftarkan Di SMP PGRI 6 Surabaya , Serta Kegiatan Ini bisa membantu PEMKOT Surabaya Heard Imunity  Sehingga Masyarakat betul – betul sangat antusias di SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Kegiatan VAKSINASI Tersebut. Sampai Jam 12.00 Masyarakat masih banyak yang Ingin melakukan VAKSINASI Di SMP PGRI 6 Surabaya

Di Akhir Penutup Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Mengajak Para NAKES Yang Di SMP PGRI 6 Surabaya TASYAKURAN Atas Kegiatan VAKSIN Di SMP PGRI 6 Surabaya Yang Aman Dan Lancar Serta TASYAKURAN Atas Kesembuhan Ibunda dari Penulis Semoga Ibunda Penulis selalu dilindungi dan Di jaga Oleh Allah S.W.T Serta Dijauhkan dari Penyakit

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 22 September 2021

“ MELALUI ASESMEN PERSIAPKAN PEMBELAJARAN AMAN DAN NYAMAN DI SMP PGRI 6 SURABAYA “

 

















“ MELALUI ASESMEN PERSIAPKAN PEMBELAJARAN

AMAN DAN NYAMAN DI SMP PGRI 6 SURABAYA “

HARI KE 616

Meskipun pembelajaran daring masih berlanjut di sekolah Kota Surabaya Pemerintah Kota Surabaya  menghadirkan laman Siap Tatap Muka Jaga Surabaya  untuk asesmen. Siap Belajara merupakan kanal informasi pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022. Panduan pembelajaran blended learning, SOP pembelajaran pada masa pandemi, dan Asesmen Siap Belajar dapat diakses oleh guru, peserta didik dan orang tua. Dilansir melalui laman, untuk mengukur  kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran campuran, setiap Kepala Satuan Pendidikan diminta untuk mengisi instrumen berikut sesuai dengan kondisi satuan pendidikan yang sebenarnya dan mengisi sampai selesai. Kedua instrumen tersebut yaitu Instrumen Asesmen Kesiapan Satuan  Selain itu hasil asesmen akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program atau kegiatan perbaikan yang diperlukan.

Dalam mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas yang aman dan Nyaman bagi siswa , Orang Tua Dan Guru di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Rabu 22/9/2021 Kedatangan Tamu TIM SATGAS COVID 19 Yang terdiri dari Pak JATIM , Pak Darmadji dan lain – lain , Kedatangan beliau adalah melihat Kondisi kelayakan SMP PGRI 6 Surabaya dalam Persiapan PTM Terbatas , Serta Mengecek Sarana Prasarana Untuk kegiatan Pendukung PTM Terbatas

Dalam kesempatan tersebut Bapak SUJATIM Dari Unsur Dinas Pendidikan Dan Bapak DARMADJI Menyampaikan kepada Penulis untuk di Kelas Di pasang Tulisan Kelas , Jumlah Siswa yang ada di dalam ruangan kelas tersebut  sesuai aturan, serta beliau mengingatkan agar Anak – Anak tetap menjaga Protokol kesehatan dengan sebaik baiknya. Dalam kesempatan tersebut Penulis menyampaikan bahwa Terimakasih Banyak Kepada PEMKOT Surabaya yang sudah Asesmen SMP PGRI 6 Surabaya , Sehingga Guru – Guru Di SMP PGRI 6 Surabaya Siap Untuk Mencetak Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya menjadi Generasi Emas UNGGUL Dan Berprestasi di Masa Pandemi COVID Dengan Tetap mentaati Protokol Kesehatan.

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

Selasa, 21 September 2021

“ BERSAMA POLRI DAN SATPOL PP SMP PGRI 6 SURABAYA SATUKAN TEKAD UNTUK SIAP JADIKAN PTM AMAN DAN NYAMAN BAGI SISWA DAN GURU “

 














“ BERSAMA POLRI DAN SATPOL PP

SMP PGRI 6 SURABAYA SATUKAN TEKAD

UNTUK SIAP JADIKAN PTM AMAN DAN NYAMAN

BAGI SISWA DAN GURU “

Hari Ke 615

 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dilakukan pada satuan pendidikan di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3. “Pelaksanaan PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3 harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarganya,” Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan wilayah PPKM level 1-3 dapat dilakukan melalui PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.Surat yang ditandatangani Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri ini berisi panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi. 

Dalam mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka yang aman dan Nyaman di SMP  PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 21/9/2021 Kedatangan dari POLRI Dan SATPOL PP , Dimana kedatangan beliau  yaitu memantau pelaksanaan kegiatan pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMP PGRI 6 Surabaya . Dimana  beliau meninjau sekolah tersebut

Menurut Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  berharap Kedatangan Beliau ke SMP PGRI 6 Surabaya meninjau Kesiapan PTM Terbatas dalam persiapan Sekolah Aman dan Nyaman bagi Siswa di Masa Pandemi  Dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat