Senin, 20 September 2021

“ KUNJUNGAN BU CAMAT DAN PAK LURAH CEK PROKES PERSIAPAN PTM TERBATAS DI SMP PGRI 6 SURABAYA SERTA PANEN MANGGA DAN JAMBU MERAH BERSAMA”

 

































“ KUNJUNGAN BU CAMAT DAN PAK LURAH

CEK PROKES PERSIAPAN PTM TERBATAS

DI SMP PGRI 6 SURABAYA

SERTA PANEN MANGGA DAN JAMBU MERAH BERSAMA”

                                                          HARI KE -614

Meski sudah lebih dari satu tahun, pandemi Covid-19 masih terus menyerang penduduk dunia. Indonesia sedang mengalami penyebaran kasus Covid-19 yang meningkat secara pesat akhir-akhir ini membuat seluruh masyarakat merasa prihatin, pasalnya upaya pemerintah untuk menanggulangi pandemi dan proses pemulihan ekonomi kembali dapat terganggu. Saat ini terdapat lima variant of concern (VOC) varian virus penyebab Covid-19 yang sudah ditemukan di dunia, yakni varian Inggris, varian Afrika Selatan, varian India, varian Brasil, dan varian California. Suatu varian disebut VOC jika sudah terbukti secara penelitian ada satu atau lebih tiga efek yang dikhawatirkan, yakni lebih mudah menular, lebih mematikan, dan membuat efektivitas vaksin berkurang. Varian virus penyebab Covid-19 yang sudah ditemukan di Indonesia baik dari kasus impor maupun transmisi lokal yakni varian dari Inggris,  Afrika Selatan, dan dari India. Upaya untuk mengalahkan penyebaran dan penularan Covid-19 di dunia tidak mudah. Namun, beragam upaya terus dilakukan para ahli dan penduduk global demi mengakhiri ancaman virus corona yang terus menyerang bertubi-tubi. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pemerintah membuat pendoman dan protokol kesehatan untuk menghadapi COVID-19 dan konsisten menjaga kesehatan imun dan iman. Di negara kita, protokol kesehatan ini dikenal dengan sebutan 5M

Dalam mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang di adakan di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9  Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Senin 20/9/2021 Kedatangan Ibu CAMAT Semampir yaitu Ibu HINDUN SITTI ROBBAH ,S.Pd ,S.E , M.Si di damping Bapak Lurah Wonokusumo  Bapak ANDRI KURNIAWAN, S.STP, M.Si , Kedatangan beliau sangat mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Pihak SMP PGRI 6 Surabaya . Kedatangan beliau yaitu mengecek kondisi persiapan untuk Pembelajaran TATAP Muka Terbatas .

Dalam kesempatan tersebut Ibu CAMAT Semampir yaitu Ibu HINDUN SITTI ROBBAH ,S.Pd ,S.E , M.Si di damping Bapak Lurah Wonokusumo  Bapak ANDRI KURNIAWAN, S.STP, M.Si  Panen buah Mangga milik Kebun SMP PGRI 6 Surabaya dan JAMBU Merah. Ibu CAMAT Semampir tersebut menyampaikan Subur Tanahnya Semua Buah Dan Sayuran Ada di Sekolah ini  Lengkap. Cuma Dalam Kesempatan tersebut menyampaikan Penataan Tamannya Yang masih Semrawut , Beliau minta untuk menata taman tersebut agar tampak rapi

Selesai Panen tersebut Ibu CAMAT Semampir yaitu Ibu HINDUN SITTI ROBBAH ,S.Pd ,S.E , M.Si di damping Bapak Lurah Wonokusumo  Bapak ANDRI KURNIAWAN, S.STP, M.Si   Memberikan Sosialisasi Kepada Peserta Didik di SMP PGRI 6 Surabaya tentang Protokol Kesehatan Serta tentang  Adab Menghargai Orang Tua Serta Guru . Dimana Ibu HINDUN SITTI ROBBAH ,S.Pd ,S.E , M.Si  mengajak Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk Tetap taat Prokes Jangan Lupa Pakai MASKER  Dan Kalau Kalian Pingin Sukses HARGAI Guru dan Orang Tua kalian jangan di remehkan mereka , Karena dari mereka kalian semua kelak jadi Orang Sukses  Jadi Presiden , Jadi Gubernur , Jadi Walikota , Jadi Camat , Jadi Lurah , Jadi POLRI , Jadi TNI , Jadi Dokter Dan lain sebagainya Itu semua bisa dilakukan bila kalian bisa menghargai orang tua dan mendapatkan restu dari orang Tua

Sebelum mengakhiri Acara Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya meminta kepada Ibu CAMAT Semampir di damping Bapak LURAH Wonokusumo Untuk Menyerahkan hadiah Lomba Yel – Yel Narkoba dari BNN Kota Surabaya . Menurut Penulis hadiah ini adalah bentuk Apresiasi dari BNN Kota Surabaya kepada Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya yang sudah ikut berpartisipasi dalam Ajang Lomba Yel yel tersebut. BU CAMAT Meminta Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Jangan Dekat – Dekat dengan NARKOBA . Jauhi dan Lawan NARKOBA

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

Minggu, 19 September 2021

“ PERJUANGAN SOSOK KEPALA SEKOLAH UNTUK BERTAHAN HIDUP DI MASA PANDEMI COVID 19”

 




























“ PERJUANGAN SOSOK KEPALA SEKOLAH

UNTUK BERTAHAN HIDUP DI MASA PANDEMI COVID 19”

HARI KE 613

Bahwa pandemi ini memang menimbulkan banyak tekanan bagi dunia pendidikan secara umum, dan juga kepada individu secara khusus, namun menurutnya, hidup harus tetap berjalan meskipun di bawah tekanan. “Boleh ada pandemi, tapi hidup harus tetap asyik,” . Beberapa kiat yang ia bagikan diantaranya adalah melakukan kegiatan berkumpul bersama dengan teman-teman secara daring, membuat kegiatan sosial seperti membagikan makanan untuk membantu orang lain, dan masih banyak hal lain yang dapat membantu diri kita untuk meningkatkan suasana hati secara keseluruhanKiat-kiat tersebut dapat dilakukan dalam menghadapi tekanan di tengah pandemi ini yang tercipta karena segala sesuatu dilaksanakan secara daring. Kondisi ini menyebabkan terciptanya isolasi sosial, tekanan mental, dan ketakutan yang terjadi karena ancaman virus Covid-19. “Pada kondisi ini, semua orang akan tiba pada suatu situasi dimana kita dapat merasakan marah, takut, kecewa dan selalu bertanya-tanya mengapa kita bisa mengalami hal ini, yang kemudian hal ini akan berpengaruh dalam diri kita masing-masing, bagaimana mahasiswa di tengah pandemi ini masih sering mengalami kegalauan, kecewa dan khawatir dikarenakan keadaan sekitar seperti memikirkan tugas, tidak bisa keluar dan hanya bisa dalam ruangan mengerjakan tugas dengan laptop. Hal ini kemudian yang menimbulkan stress. Tidak hanya mahasiswa, menurutnya, guru dan dosen juga sering mengalami kekhawatiran terkait tugas dan tanggung jawab mereka sebagai dosen di kampus, tanggung jawab diluar kampus, serta tanggung jawab mereka dalam keluarga. bahwa dunia pendidikan memang berubah, namun harusnya perubahan ini jangan dianggap membawa sesuatu yang negatif. Manusialah yang harus beradaptasi dengan perubahan situasi dan kondisi disekelilingnya untuk dapat bertahan. Inilah arti sebenarnya dari resiliensi, yaitu daya tahan terhadap tekanan dengan melakukan hal-hal yang positif .  “Harapan yang baik akan masa depan akan membawa resiliensi yang baik juga terhadap segala tekanan dalam hidup,” 

Di masa Pandemi hidup ini betul – betul di atur sesuai dengan kondisi yang real , Dimana Pada hari Minggu 19/9/2021 Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  berkunjung main – main di kediaman Bapak SYAHRUL,S.Pd  selaku Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya , Beliau Jualan  ES , Kopi , MIE Goreng , Serta Merancang . Setelah Pulang ngantor dari SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya Kak SYAHRUL Selalu mampir untuk kulakan entah Itu Gula , Jajan , Rokok atau yang lainnya

Di Sela – Sela Sambil melayani Pembeli Kak SYAHRUL ,S.Pd  menyampaikan Yang Penting Kerja apapun Halal untuk menghidupi 2 Anak yang masih kecil – kecil untuk beli SUSU  , Apalagi Zaman Kondisi COVID Seperti ini ini , yang penting Tidak mengurangi Kegiatan sebagai Kepala Sekolah di Sekolah Kata KAK SYAHRUL,S.Pd sambil membuatkan Penulis MIE SEDAP Pedas dan KOPI WHITE. Semoga ada perhatian dari pemerintah kepada nasib Guru –Guru SMP Swasta Di Kota Surabaya di masa Pandemi yang juga butuh perhatian .

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat