Rabu, 03 Juni 2020

“ PRAMUKA BERKARYA Di MASA PANDEMI COVID-19 “


“ PRAMUKA BERKARYA Di MA






























SA PANDEMI COVID-19 “
                                                                Hari Ke - 141
PRAMUKA (Praja Muda Karana ) yang mempunyai arti jiwa muda yang suka berkarya adalah adalah proses pendidikan yang berada dibawah tanggung jawab anggota dewasa yang dilakukan di luar lingkungan sekolah ,keluarga dengan tujuan prinsip-prinsip dasar tertentu (Permendikbud No.63 Tahun 2014).Gerakan pramuka lahir di Indonesia pada tanggal 14 agustus 1961.Sejak itulah 14 agustus dikenal sebagai hari pramuka. Dalam sejarahnya pramuka yang singkatan dari praja muda karana merupakan organiasai kepanduan yang tidak hanya popular di Indonesia ,namun juga di kanca dunia .Boden Powell,sang bapak pandu dunia mengandaikan kegiatan kepanduan ini sebagai sarana pendidikan melalaui kegiatan yang menyenangkan baik kegiatan dalam sekolah maupun luar sekolah. Hingga saat ini, pramuka sangat familiar ditelinga masyarakat luas meskipun pramuka sebelumnya merupakan kegiatan wajib di sekolah, bahkan hampir semua satuan pendidikan yang ada di indonesia mulai dari SD (Siaga ) , SMP (Penggalang) , SMA (Penegak ) dan bahkan ada juga satuan gerakan pramuka ditingkat perguruan tinggi disebut dengan RACANA. Pada bulan agustus kemaren merupakan bulan kemerdekaan ,dan juga menjadi momentum kegiatan pramuka ,karena pada tanggal 14 agustus diperingati sebagai hari pramuka.Betapa kegiatan kemah pramuka ,Jambore dan Raimuna Nasional atau sekedar upacara peringgatan hari pramuka hampir menghiasi semua lapangan kecamatan-kecamatan maupun desa-desa.Masuknya pendidikan pramuka dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar patut diapresiasi .Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa .Karena didalam pramuka siswa dilatih kepemimpinan ,kerja sama, solidaritas ,mandiri dan keberanian .Kegiatan pramuka ini akan mampu membangun kecerdasan siswa pada rana afeksi (sikap dan prilaku).sehingga siswa mampu mengembangkan karakter secara positif. Pramuka melatih mental yang kuat .melalui pramuka ,siswa dibekali dengan sikap mental yang tangguh seperti disiplin ,berani ,loyal ,bertanggung jawab dan sifat-sifat lainya.yang terdapat dalam dasa dharma (sepuluh bakti pramuka ).sikap mental ini barangkali tidak ditemui dalam proses pembelajaran formal .Adalah sebuah kenyataan bahwa ada siswa yang cerdas dan pandai ,namun menjadi sosok yang penakut ,tertutup ,sulit bergaul dan sebagainya . Kegiatan kepramukaan merupakan pendidikan diluar sekolah yang dilakukan dengan bentuk menarik ,menantang ,dan menyenangkan .Pramuka sebagai upaya pembentukan watak dan karakter generasi muda .Pramuka merupakan salah satu pendidikan non formal yang mampu bertahan dalam segala zaman yang menjadi banteng dalam mendidik dan membina generasi muda dengan jiwa tangguh ,terampil ,cerdas dan disiplin .Dalam kegiatan pramuka bukan hanya materi atau isi pelajaran yang perlu diperhatikan melainkan bagaimana kita dapat melahirkan dan menumbuhkan sikap-sikap serta perbuatan –perbuatan yang baik yang akan membentuk karakter dan kekuatan jasmani dari diri tersebut .Hal ini bisa dilihat dari cara kerja regu atau kelompok penggalang untuk berkerja sama dalam satu tim dalam mencapai satu tujuan yang sama . Pendidikan karakter tertuang dalam undang-undang NO.20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional pasal 3 menyebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa .bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa ,berahlak mulia ,sehat ,berilmu ,cakap kreatif ,mandiri ,dan menjadi warga Negara demokratis serta bertanggung jawab . Sedangkan pendidkan karakter adalah adalah suatu sistem yang menanamkan nilai- nilai karakter kepada seorang individu ,yang meliputi :ilmu pengetahuan ,kesadaran ,kemauan dan tindakan untuk dapat menjelaskan nilai –nilai tersebut baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,dirinya sendiri orang lain lingkungannya maupun bangsa dan negaranya. Keterampilan-keterampilan karakter yang terdapat dalam pendidikan pramuka dapat diterapkan pada semua aspek kehidupan .keterampilan pramuka tesebut meliputi baris –berbaris ,membaca sandi ,kompas dan peta ,pioneering dan menaksir mempelajari cuaca, permainan ,olah raga ,hiking ,teknik diskusi dan seminar ,kepemimpinan ,pengabdian masyarakat dan lain-lain. Keterampilan-keterampilan tersebut dalam keperamukaan dapat dijadikan wadah pembentukan karakter peserta didik yang kelak dapat bermasyarakat dalam kehidupan bangsa .berbekal keterampilan yang didapat ekstrakurikuler pramuka ,banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari .Anak-anak pramuka terjun kemasyarakat dan bergabung dengan banyak elemen masyarakat. Dikegiatan kepramukaan dapat mengajarkan peserta didik untuk berkerja sama dengan orang lain dalam memecahkan masalah ,mempuyai jiwa tolong menolong mejadi prbadi yang tangguh ,berani dan percaya dii .Pramuka juga melatih mental dan peserta didik untuk menjadi disiplin Dn bertanggung jawab .Tidak ada kata terlambat untuk belajar selamat berjuang untuk menjadi generasi muda yang cerdas ,trampil ,dan berkarakter.
Pada masa Pandemi COVID – 19 , Kita semua dituntuk kreatif serta aktif dalam melakukan Aktivitas kita walaupun hanya  di rumah saja ( Stay At Home ) Dimana Pada Hari Rabu 3/6/2020  di saat Pandemi COVID – 19  seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan  Dimasa Pandemi COVID – 19 Banyak sekali kegiatan yang di lakukan oleh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dengan menggunakan Seragam Pramuka mereka ada yang menyapu rumah , membantu orang tua memasak , Bahkan Ada Yang  Ngaji di temani Oleh Orang Tua Serta Pad Saat Penilaian Akhir Tahun  Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS  Pada Hari Rabu & Kamis Masih Memakai Seragam Pramuka . Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA  bahwasannya Kegiatan tersebut adalah untuk mengisi kegaiatan selama Masa PANDEMI , Serta Mengajak Siswa / Siswi Menjadi Pramuka Berkarya  Tanpa mengenal lelah dan putus asa.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat


Selasa, 02 Juni 2020

“ Belajar Daring Tanpa Garing Dengan Membuat Face Shield “


“ Belajar Daring Tanpa Garing  Dengan Membuat Face Shield “
                                                                                                Hari Ke - 140
Alfiah Damayanti  Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya bersama dengan SHAMILA , NURHALIZA  Siswa Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya Pada hari Senin 1/6/2020  membuat Sejumlah Perlengkapan Alat Pelindung Diri ( APD ) , Pada Pukul 09..00 Shamila Dan NURHALIZA  mendatangi Rumah Kakak kelas mereka  yaitu ALFIA DAMAYANTI Di daerah Dukuh Bulak Banteng SUROPATI IV  Membuat keterampilan    membuat penutup wajah  atau Face Shield dari bahan mika . Menurut NURHALIZA Siswa  Kelas 8  bahwa tugas tersebut   adalah dalam rangka mempersiapkan  New Normal di Sekolah . Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka masa pandemic Covid – 19.  Bahwa daripada beli penutup wajah  atau Face Shield dengan harga yang mahal  , lebih baik kita ajak siswa dan anak didik kita untuk berkarya dengan membuat Penutup wajah  atau Face Shield sendiri dengan modal yang sangat minim , dimana bahan – bahan dalam membuat penutup wajah  atau Face Shield  adalah Sampul  MIKA Plastik , Spons , Isolasi . Itu Semua tidak membutuhkan biaya banyak, Dalam membuat tugas tersebut Sekolah siswa membuat 2  buah penutup wajah  atau Face Shield tersebut.   Penulis yang juga Kepala SMP  PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Bahwa dengan belajar daring bukan membuat masalah garing bagi siswa , tapi dari belajar daring malah bisa membuat kreativitas siswa melalui membuat penutup wajah  atau Face Shield  yang dapat di manfaatkan kelak jika kembali Normal Sekolah. Inilah Nikmatnya Belajar Daring tanpa garing.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat

Senin, 01 Juni 2020

“ Isi Waktu Luang Bermain Ikan Bersama Ponakan Tercinta”






“ Isi Waktu Luang Bermain Ikan Bersama Ponakan Tercinta”
Hari Ke – 139
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan adalah kelompok vertebrata yang paling beragam dengan lebih dari 27.000 spesies di seluruh dunia. Ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies, termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies hiu dan pari) dan sisanya dianggap ikan keras (kelas Osteichthyes) (Onnay, 2011) . Ikan pada umumnya adalah hewan yang hidup di air, vertebrata, poikiloterm (hewan yang suhu tubuhnya dekat dengan suhu lingkungan / hewan berdarah dingin) yang bergerak dengan sirip, bernafas dengan insang dan memiliki sela-sela (sideline) sebagai organ keseimbangan.
Pada Hari Senin 1/6/2020 , Merupakan hari Libur , dimana Pada Hari Libur di manfaatkan Oleh Penulis untuk bermain dengan Keponakan Tercinta yaitu CHYNTIA PRAJNA WULANDARI , Sepulang dari Pasar Penulis  membeli ikan  di rumah ikan tersebut langsung di buat mainan oleh Keponakan tercinta CHYNTIA PRAJANA WULANDARI , Beliau sangat senang bisa bermain ikan , serta penulis juga sangat senang melihat Keponakan tercinta bisa bahagia bermain ikan dan bahagia bisa menemanin Keponakan Saat Libur , di samping itu kegiatan tersebut untuk mengenalkan Makhluk Hidup ciptaan Allah , disamping itu untuk melatih kreativitas dari Keponakan tercinta dengan bermain Ikan Tersebut.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat



Minggu, 31 Mei 2020

“ Ajak Siswa & Orang Tua Kreativitas Membuat Penutup Wajah Menyambut New Normal “


































“ Ajak Siswa & Orang Tua Kreativitas Membuat Penutup Wajah Menyambut   New Normal “    
                                                                                                      Hari Ke - 138

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Walaupun lebih banyak menyerang lansia, virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusu nfeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala. stilah new normal saat ini sangat mudah ditemui masyarakat dalam berbagai platform media. New normal dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Beberapa daerah telah membuat aturan terkait penerapan new normal sambil terus melakukan upaya pencegahan COVID-19. Masyarakat diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan. Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman sempat menyatakan, virus corona tidak akan hilang dari muka bumi dalam waktu yang lama. Karena itu, istilah berdampingan lebih tepat digunakan daripada berdamai dengan virus corona. "Artinya berdampingan itu ya kita bisa aja musuhan sama siapa, tapi jalan bersama-sama itu bisa. Tapi kalau damai, ya itu istilah aja sih, tapi mungkin dari sudut virologi, istilah berdampingan itu lebih dapat dipraktikkan ya," kata Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio. Manusia punya sejarah dan pengalaman hidup berdampingan dengan mikroba seperti virus influenza, HIV, dan demam berdarah. Menurut Prof Amin yang perlu dilakukan adalah mengenali virus tersebut untuk bisa mencegah penularannya. Organisasi kesehatan dunia WHO telah menyiapkan pedoman transisi menuju new normal selama pandemi COVID-19. Dalam protokol tersebut, negara harus terbukti mampu mengendalikan penularan COVID-19 sebelum menerapkan new normal. Pengendalian ini juga harus bisa dilakukan di tempat yang memiliki kerentanan tinggi misal panti jompo, fasilitas kesehatan mental, dan wilayah dengan banyak penduduk. Langkah pengendalian dengan pencegahan juga harus diterapkan di tempat kerja. "Langkah-langkah pencegahan di tempat kerja mulai ditetapkan seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, dan etika pernapasan," kata Direktur Regional WHO untuk Eropa Henri P Kluge dikutip dari situs resmi lembaga kesehatan dunia tersebut.
Dalam Rangka Mempersiapkan New Normal dari Penyebaran Pandemi COVID – 19 SMP  PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Minggu 31/5/2020 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Kelas 7 – 9 Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Kelas 1-6 Membuat Hasta Karya  membuat Penutup WAJAH Dari Plastik Mika Yang di bantu oleh Orang tua mereka masing – masing pada Hari Sabtu 30/5/2020 Sedangkan Hari Minggu 31/5/2020 Tersebut Penutup Wajah tersebut di Kumpulkan di Sekolah , Mereka semua membuat dari Bahan Mika , Serta Di beri Spon. Menurut BANU ATMOKO , S.Pd Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Dan Kelahiran APRIL 1984 Bahwa Tujuan dari Kegiatan tersebut adalah Menyiapkan Siswa Untuk Kembali New Normal Ke Sekolah Sesuai Protokoler Kesehatan yaitu membuat Penutup Wajah  Pada saat  masuk sekolah kembali , disamping memakai Penutup Wajah juga Setiap Siswa Nnati juga Wajib memakai Masker ,Alhamdulilah Dalam Menyiapkan New Normal SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya Juga Sudah menyiapkan Tempat Cuci Tangan Bantuan Dari PT INDANA Sebanyak 5   Buah . Dimana Setiap Siswa Membuat 2 Penutup Wajah  dimana 1 Dipakai siswa yang bersangkutan dan yang 1 di simpan  bisa dipakai Guru atau Siswa Yang Tidak Membuat , Sehingga Siswa SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Siap Menyambut New Normal Dengan kegiatan tersebut Mengajak Kreativitas siswa dan Orang Tua. Bahkan ada Orang Tua Yang sangat Kraetif  yaitu pakai plastik opp.   Keunggulan    1 lebih ringan    walau dipakai dlm waktu lama nyaman    2 . Lebih hegienis/ bersih krn plastik opp  bahan baku nya lebih original   .3 pori pori nya lebih tertutup / lebih  kedap    .4 bisa diganti yg baru  plastik  nya   sehingga lebih fress.
#Tantangan Guru Siana    
# dispendik Surabaya
#Guruhebat