Senin, 17 Februari 2020

“ Ajarkan Siswa Membantu Memecahkan Masalah Sendiri”

























“ Ajarkan Siswa Membantu Memecahkan Masalah Sendiri”
Hari Ke - 34
Mengajarkan anak tentang pemecahan masalah (problem solving) bisa dilakukan sedini mungkin agar mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Cara yang bisa dilakukan dan diperhatikan orang tua untuk melatih kemampuan problem solving pada anak-anaknya, antara lain; Pertama, beri rasa aman dan nyaman pada penerimaan anak, serta memberi kesempatan pada anak untuk kemungkinan melakukan kesalahan. Perlu disadari, dalam hal ini orang tua sedang mengajarkan anak untuk terampil dalam hidup (life skill), bukan sedang menciptakan manusia super tanpa kesalahan. Selanjutnya, orang tua perlu memahami prinsip-prinsip perkembangan agar metode pembelajaran dalam pola asuh pada anaknya dapat berpihak dan sesuai dengan perkembangan anak. Gunakan metode permainan agar lebih mengasyikkan dan membuat anak tidak merasa tertuntut dan tertekan dalam menerima pembelajaran tersebut. Kedua, orang tua perlu menjadi model yang baik bagi anaknya. Misal, apabila orang tua selalu menunjukkan reaksi marah dengan suara keras serta mengumpat saat menghadapi masalah, maka anak akan belajar melakukan hal yang sama dalam menghadapi masalahnya. Maka, tunjukkanlah perilaku baik dalam menghadapi masalah agar dapat ditiru anak. Ketiga, jalinlah komunikasi dua arah yang baik antara orang tua dan anak. Keterampilan komunikasi yang dimiliki orang tua dapat memperlancar tujuan pembelajaran pada anak. Komunikasi bukan hanya sekedar memberikan tempat curhat bagi anak, tetapi juga harus terampil memberikan feedback secara asertif, serta terampil mengkomunikasikan dukungan positif bagi pembentukan perilaku anak. Keempat, buatlah proses pembelajaran positif tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Gunakan media bermain anak sebagai tempat pembiasaan tersebut, seperti dengan cara bercerita atau pada kejadian sehari-hari. Biarkan anak belajar memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupannya. Orang tua hanya memfasilitasi dan akan memberi bantuan jika anak benar-benar tidak mampu menyelesaikan masalahnya. Bagaimana membantu dan mendukung anak dalam menyelesaikan masalahnya sendiri : 1. Melatih Empati Anak dengan usia 3-4 tahun sudah mulai bisa menunjukan rasa empatinya terhadap oranglain. Jadi, jangan heran ketika ia melihat kucing atau temannya disakiti ia akan menangis atau kesal. Akan tetapi, terkadang juga masih muncul sifat egosentrisnya pada si anak. Nah, untuk mengasah kemampuan si anak mengenali perasaan orang lain, ajaklah balita untuk mengenali bahasa tubuh dan ekspresi yang dimunculkan oleh temannya. Dari sini, anak-anak akan bisa menghindari dan menentukan perbuatannya terhadap oranglain sehingga masalah bisa dihindari. 2. Asah Kemampuan Asah kemampuan balita untuk dapat memilah dan memilih situasi dengan mengajukan sebuah pertanyaan. Hal ini tentunya dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi dan menghindari pertengkaran pada si anak yang akan memicu masalah. Seperti misalnya, tanyakan apa yang terjadi, mengapa masalah tersebut terjadi dan lain-lain. Nah, jika balita masih mengalami kesulitan untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan masalah, maka berikan mereka pilihan solusi. Seperti, tanyakan apakah anak ingin meminta temannya bergantian atau meminta permainan lain yang bisa dilakukan berdua. Selain itu, tanyakan pula alasannya mengapa anak anda memilih cara tersebut. 3. Selesaikan Masalah dengan Berbicara Berikan pemahaman pada balita tentang bagaimana menyelesaikan masalah yang baik. Tidak perlu ada agresi fisik seperti memukul, mencubit atau bahkan mengigit. Penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan dialog. Cara ini mungkin akan terdengar sulit dilakukan anak balita, namun balita akan dapat memilih cara penyelesaian solusi ini jika ada dukungan dari orangtua. Anda juga harus mampu memberikan contoh pada mereka bagaimana menghadapi konflik dengan baik. Berikan contoh pada anak tentang bagaimana mengontrol sikap. Anda juga bisa menyelesaikan masalah yang melibatkan balita anda dengan membawa mereka dan mengajaknya untuk berdiskusi. Cara ini diharapkan bisa ditiru oleh si balita dan diserapnya untuk kemudian bisa ia aplikasikan dalam kehidupan nyatanya. 4. Identifikasi Masalah Bantu anak untuk mengidentifikasi masalahnya sendiri. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui masalah yang sesungguhnya dan orang tua dapat membantu anak untuk menentukan hal yang selanjutnya bisa ia lakukan. Misalkan ketika anak bertengkar dengan temannya, minta anak untuk duduk bersabar dan tanyakan masalah apa yang sebenarnya terjadi, jika masalahnya dipicu karena salah paham, maka Anda bisa meminta anak untuk kembali bersama dengan teman-temannya dan bermain bersama kembali. 5. Usahakan Untuk Tidak Ikut Campur Ketika anak menengahi pertengkaran teman-temannya. Maka, coba hargai pendapat anak dan berikan mereka kepercayaan bahwa ia akan dapat menemukan solusinya. Berikan waktu untuk dapat menengahinya. Meski tak jarang hal ini akan membuat ia berlari dan meminta bantuan orang dewasa untuk dapat menyelesaikan konflik, akan tetapi tetap berikan ruang dan kepercayaan. Ketika anda datang menghampiri anda untuk meminta bantuan agar bisa menengahi pertengkaran temannya, cobalah ajukan beberapa pertanyaan padanya. Dengan begitu, umumnya anak-anak akan dapat menerima solusi yang diusulkan oleh orang dewasa. "Kalo kata ibu sih, daripada kalian bertengkar gara-gara ingin satu kelompok, lebih baik bermain bersama-sama sayang." Meskipun masih kecil dan tumbuh dalam tubuh balita, bukan berarti anak-anak tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Asal ada usaha dan bantuan serta dorongan dari orangtua untuk melakukannya, maka perlahan namun pasti si balita akan belajar bagaiman caranya menyesaikan sebuah konflik. Memang hasil yang diraih tidak akan sempurna, akan tetapi proses lah yang harus dinilai bukanlah hasil akhirnya.
Dalam melatih dan mengasah  kreativitas nya Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo pada hari Senin 17/2/2020 Sore hari Pukul 14.00 Mereka membuat kreativitas  menggunakan Tongkat di rangkai menjadi hewan Jerapah , Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya sangat semangat dan antusias dalam membuat Pionering Hewan  Jerapah. Sebelum  siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya membuat sendiri , diajarkan cara membuat nya oleh Pelatih Pramuka  Yang Alumni Jurusan Matematika UNIPA Kak SYAHRUL , S.Pd , dengan telaten Pelatih Pramuka Kelahiran November  Tersebut, Menurut Bapak Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Alumni Jurusan PLS UNESA Bapak BANU ATMOKO , S.Pd beliau sangat senang anak didiknya mampu mengembangkan bakat kreativitas nya dalam membuat Pionering  Berbagai macam mulai Kapal , Merak dan ini adalah JERAPAH , Sehingga mereka bisa memilih mana polah yang baik untuk kegiatan pioneering tersebut, Sehingga di harapkan seluruh siswa mampu memecahkan masalah sendiri.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat

Minggu, 16 Februari 2020

“ Sukses Bukan Hadiah Melainkan Hasil Usaha dan Kerja Keras “







































“ Sukses Bukan Hadiah Melainkan Hasil Usaha dan Kerja Keras “
                                                                             Hari Ke - 33
Berbuat baik itu sesungguhnya sangat mudah. Hanya diperlukan beberapa menit saja sudah cukup untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, misalnya dengan membaca buku-buku bermutu, beribadah secara khusyuk, menolong orang lain, bersedekah, mendengarkan kaset-kaset ceramah agama, berdo’a, berolahraga, mengasah skill atau mencari ilmu pengetahuan. Semua itu bisa dilakukan kalau Anda mau melakukannya. Anda tidak bisa mengejar kebahagiaan hanya menggunakan harta semata. Kebahagiaan adalah hasil dari pencapaian tujuan yang spesifik, yang mengantarkan Anda ketempat dimana batin Anda terasa damai, tenang, dan nyaman, sehingga bisa menikmati hidup ini dengan indah bersama sang Pencipta.  Jika hidup Anda ingin lebih bahagia, maka Anda harus berusaha meningkatkan hubungan dengan Sang Maha Pencipta. Lakukanlah apa yang bisa Anda kerjakan dengan ikhlas dan sepenuh hati, agar jiwa anda terasa tenang, tanpa beban, jiwa yang terpuruk menjadi bangkit, hati yang sempit menjadi longgar, jiwa yang pedih menjadi tegar, serta memberikan kehidupan yang tenteram dan damai bagi diri Anda. Dunia akan memberikan nilai plus bagi setiap orang yang senantiasa konsisten memperbaiki dirinya sendiri, walau sekecil apapun yang dilakukannya. Banyak orang yang menyepelekan hal-hal yang kecil, padahal sesuatu yang besar harus dimulai dari hal-hal kecil. Perlu di ingat, semua rangkaian kehidupan orang-orang besar dimulai dengan hal-hal yang terkecil. Oleh sebab itu, tidak ada hal sekecil apapun yang sia-sia di dunia ini, jika dikerjakan dengan sepenuh hati dan konsisten. Kesuksesan seseorang tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan karena usaha yang pernah dilakukannya. Seseorang harus berusaha untuk melakukan sesuatu agar terjadi perubahan pada dirinya, sehingga dirinya menjadi sukses. Hidup sukses merupakan hasil yang diraih dari suatu tindakan tertentu, karena seseorang telah mengkondisikan segenap akal dan pikirannya untuk meraih sukses dan percaya bahwa dia akan berhasil meraihnya. Keyakinan yang kuat untuk meraih sukses, di dukung dengan perancanaan yang matang, pelaksanaan yang baik dan dilakukan dengan sepenuh hati membuat impian untuk hidup sukses bisa terealisasi menjadi kenyataan. Setiap keberhasilan pasti melalui proses dan perjuangan yang luar biasa. Kejelian melihat peluang, fokus terhadap satu bidang tertentu, pandai mengelola waktu dengan baik dan mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki merupakan modal dasar yang sangat berharga bagi kesuksesan seseorang. Seandainya Anda mengalami kegagalan, jangan cepat berputus asa. Belajarlah dari kegagalan tersebut dan kembali berusaha mencari jalan keluarnya. Kalau Anda mau selalu berusaha dengan mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki, disertai dengan rajin beribadah dan berdoa, maka yakinlah bahwa Tuhan akan membimbing Anda menuju jalan kesuksesan. Memang, tidak semua orang beruntung, hidup enak berkecukupan dengan fasilitas yang berlebih dan mampu memenuhi segala keinginannya. Kenyataan yang ada justru masih banyak orang yang hidup serba kekurangan dan banyak masalah yang diseputar kehidupannya. Tantangan hidup ini memang tidak ringan, tetapi jika kita bisa menyikapinya dengan berpikir positif dan berani menghadapi hidup ini dengan sabar dan tegar, maka semua itu akan menjadi ringan. Orang-orang besar adalah mereka yang berani menghadapi semua tantangan dan benturan dalam hidup ini. Dalam suasana penuh tantangan dan benturan, pasti ada perjuangan dan upaya keras untuk menyelesaikannya. Dan siapa saja yang yang berhasil melaluinya, maka dia adalah pemenangnya. Kualitas diri seseorang akan tampak dari dari perjuangannya yang keras dan gigih dalam memperjuangkan perubahan hidupnya kearah yang lebih baik. Mereka yakin bahwa kesuksesan pasti akan datang menghampirinya, karena Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan yang dimilikinya. Bersama kesulitan akan tumbuh kemudahan, bersama kesulitan akan banyak jalan kemudahan, bersama kesulitan maka kemudahan itu akan segera datang.
UNBK Sebentar lagi akan terlaksana , kemungkinan Sekitar Bulan APRIL 2020 , Dimana setelah  LULUS UNBK Tersebut , masa depan seluruh siswa / siswi  Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya di pertaruhkan di masyarakat , makanya Pada hari Minggu 16/2/2020 , Pagi hari Pukul 06.00 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir melaksanakan kegiatan Ritual kegiatan Pembacaan Istighosah , Yasin  dan Pembacaan Sholawat nabi  di Makam Sunan Ampel yang di pimpin Oleh Bapak ABDUL AZIZ , S.Pd, Dan dihadiri Guru dari SMP PGRI 6 Surabaya yaitu Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti , Bapak Nuril MUHTADIN , S.Pd Selaku Guru Extra Drumband SMP PGRI 6 Surabaya , Ibu ANIS LAILY MUFIDAH , S.Pd Selaku Kepala SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Dan Bapak BANU ATMOKO , S.Pd Selaku Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Selesai Di Ampel Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya berangkat menuju ke Pameran Pendidikan SMA/ SMK Yang di adakan Oleh Dinas Pendidikan Provinsi JAWA Timur Di JATIM EXPO , Dalam kesempatan tersebut seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya di damping oleh Ibu MEI KURNIATUL ADAWIYAH , S.Pd selaku Guru Matematika di SMP PGRI 6 Surabaya  Dimana Guru Kelahiran Mei 1992 Tersebut juga mengajar di SMK Pruhita  beliau juga kebagian jadwal Piket Jaga Stand Pameran , Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dengan semangat memasuki stand – stand SMA / SMK Baik Negeri maupun Swasta , bahkan mereka ada yang melakukan Tes Golongan darah. Menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Kelahiran APRIL 1984 Alumni Jurusan PLS Unesa Tersebut Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan macam – macam sekolah yang ada di jawa Timur baik SMA / SMK Baik Negeri maupun Swasta , Karena Setelah Lulus SMP Ini adalah menuju masa depan yang jangan sampai salah memilih sekolah gara gara ikut – ikutan teman yang seharusnya tidak sesuai dengan bakat dan minat yang di inginkannya , Menurut Annisa Dwi Ainun Yasin Siswa kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya beliau sangat senang dengan adanya kegiatan pameran tersebut , karena dapat melihat sekolah – sekolah yang ada di Jawa Timur , Dimana Kelak Annisa tersebut ingin melanjutkan Ke SMK Negeri 8 Surabaya , Makanya Annisa akan belajar semaximal mungkin untuk mendapatkan Nilai UNBK Terbaik , sehingga harapan masuk SMKN 8 Terwujud.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat