Jumat, 13 September 2019

“ Pramuka Sangat Menyenangkan Untuk Penguatan KARAKTER”







“ Pramuka Sangat Menyenangkan  Untuk Penguatan KARAKTER”

Masuknya pendidikan pramuka dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar patut diapresiasi. Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa, karena dalam Pramuka siswa dilatih kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian. Hal ini kiranya sebagai penyeimbang kegiatan pembelajaran dalam kurikulum formal yang lebih berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan). Kegiatan Pramuka ini akan mampu membangun kecerdasan siswa pada ranah afeksi (sikap dan perilaku), sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakternya secara positif. Dalam sejarahnya, Pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana merupakan organisasi kepanduan yang tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di kancah dunia. Boden Powell, sang bapak pandu dunia mengandaikan kegiatan kepanduan ini sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan yang menyenangkan. Tipologi menyenangkan ini tentu saja menarik simpati dan minat anak-anak. Sehingga, kegiatan kepanduan ini cepat menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, organisasi kepanduan ini sangat berperan penting dalam sejarah pergerakan nasional, baik pra maupun pasca kemerdekaan. Hingga saat ini, Pramuka menjadi kosakata yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan. Meskipun sebelumnya Pramuka ini bukan merupakan kegiatan wajib di sekolah, namun faktanya hampir semua satuan pendidikan, mulai SD (Siaga dan Penggalang), SMP (Penggalang), SMA (Penegak), bahkan di tingkat Perguruan Tinggi ada satuan gerakan Pramuka yang disebut Racana. Dan, diakui atau tidak keberadaan kegiatan Pramuka di sekolah terbukti telah mampu memberikan arti tersendiri terhadap proses pembelajaran. Pada titik inilah, kebijakan Pramuka yang dijadikan sebagai ekstrakul wajib di sekolah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan karakterPertolonganPertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada korban yang mendapatkan kecelakaan atau penyakit mendadak dengan cepat dan tepat sebelum korban dibawa ke tempat rujukan atau Rumah sakit. P3k yang dimaksud yaitu memberikan perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan pertama yang lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya. P3k diberikan untuk menyelamatkan korban, meringankan penderitaan korban, mencegah cidera atau penyakit yang lebih parah, mempertahankan daya tahan korban, dan mencarikan pertolongan yang lebih lanjut. Ada pun prinsip-prinsip pertolongan terhadap korban serta beberapa peralatan yang diperlukan terhadap korban namun tidak semua ada, akan tetapi kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan sebuah pengetahuan dasar yang wajib dipelajari sejak dini. Pengetahuan P3K yang harus diketahui sejak dini adalah penanganan luka kecil dan cedera yang mungkin terjadi sehari-hari. Dengan adanya pengetahuan ini, kita akan memiliki bekal untuk menolong diri sendiri maupun orang lain sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah  Peduli Berbudaya  Lingkungan  Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at  13/9/2019 , Dalam rangka mengisi kekosongan waktu Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  Selesai Sholat Jum’at  melaksanakan Kegiatan Tambahan Latihan Pramuka , Yang di damping oleh Pelatih Pramuka Kak Syahrul , S.Pd, Dalam Kesempatan tersebut  Pelatih Kelahiran November tersebut Mengajarkan Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya bermain PASSER  , Dimana Alat PISAU Di Lempar dari Jarak  yang lumayan, Setelah Itu Kak SYAHRUL , S.Pd juga mengajarkan Untuk membuat Tandu P3K , Dimana Jika saat Upacara Bendera ada yang sakit bisa langsung di gunakan untuk di angkat langsung ke UKS, Menurut Nurhaliza Siswa Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya , sangat senang dengan Pramuka tahun Ini , karena banyak ilmu yang di dapatkan , Tidak hanya menyanyi dan Tepuk saja , Tetapi juga Diajarkan PASSER , P3K Dan Lain – Lain. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd Bahwasannya  beliau berharap agar siswa / siswi SMP PGRI 6 Suraaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya harus lebih giar rajin dalam  pramuka , Karena dengan  Pramuka Tersebut untuk mengembangkan Penguatan Pendidikan Karakter, Seperti yang dilakukan oleh Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya anak – anak sendiri yang minta untuk latihan Pramuka Tambahan m Alhamdulilah Pelatih Pramuka Alumni UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA Surabaya ini membuat siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya makin Gemar PRAMUKA Serta Pramuka Itu sangat Menyenangkan.

Rabu, 11 September 2019

“ Pengabdian POLRESTASBES TANJUNG PERAK Memerangi NARKOBA Dan Mencegah Kenakalan Remaja “ Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balapan liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya. Menurut penelitian yang dilakukan Balitbang Departemen Sosial (2002), Hamzah (2002, Prahesti (2002), mengindikasikan bahwa kematangan emosi pada remaja yang masih labil merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Tidak matangnya emosi seseorang ditandai dengan meledaknya emosi di hadapan orang lain, tidak dapat melihat situasi dengan kritis, dan memiliki reaksi emosi yang tidak stabil. Sebaliknya matangnya emosi seseorang ditandai dengan tidak meledaknya emosi di hadapan orang lain, dapat penilaian situasi kritis dan memiliki reaksi emosi stabil dan kepercayaan diri seperti percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengungkapkan pendapat. Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan dalam pemenuhan tugas perkembangan. Beberapa remaja gagal dalam mengembangkan kontrol diri yang sudah dimiliki remaja lain seusianya selama masa perkembangan. Keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan menjadikan remaja sadar dan peka terhadap norma, sehingga remaja mampu menahan dorongan pemuasan dalam diri agar tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku. Sebaliknya, kegagalan dalam tugas perkembangan ini, akan menyebabkan individu remaja menjadi kurang peka terhadap norma dan aturan yang barlaku. Ini menyebabkan individu remaja menjadi rentan berperilaku melanggar aturan bahkan melakukan tindakan kriminal. Di Indonesia salah satu bentuk kenakalan remaja yang marak dijumpai, terutama di kota-kota besar adalah tawuran pelajar. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terjadinya tren peningkatan angka kasus tawuran di kalangan pelajar sepanjang tahun 2018.[4] Sepanjang tahun 2017 hingga 2018, KPAI mencatat 202 anak berhadapan dengan hukum karena terlibat tawuran. Tentang normal atau tidaknya suatu kenakalan remaja pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim, bahwa kenakalan remaja dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat dan tidak melampaui batas-batas norma Dalam mengatasi Kenakalan Remaja yang semakin marak di Kota Surabaya SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Kamis 12/9/2019 Melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kenakalan Remaja Dan NARKOBA Yang di sampaikan Oleh Bapak IPDA M. DHOFIR , KANITBINKAMSA Dan AIPTU WIJI SUPRIYADI BANIT SATBINMAS Dari POLRES TANJUNG PERAK Surabaya , Sebelum memulai Acara Seluruh Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza yang dipimpin Oleh Anindiya Siswa Kelas 4 SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Selesai Menyanyikan Lagu Indonesia Raya , Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H.I Memimpin Doa untuk di mulai nya acara pada pagi hari ini, Selesai Doa Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Menyampaikan sambutannya , Dimana Beliau meminta kepada seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk sama –s ama memerangi NARKOBA , Serta Menolak Pemberian Apapun dari Orang – Orang yang belum di kenal, Serta Mengajak Agar Jangan ada Pertengkaran atau bahkan TAWURAN Antar Teman atau Antar PELAJAR, Di Kesempatan tersebut Bapak Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut mengajak Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk membacakan Ikrar Pelajar Kota Surabaya , Yang Dimana salah satu isinya adalah Menjaga Kehormatan Pelajar, Berbudi Pekerti Luhur serta meningkatkan Prestasi,Memusnahkan Tawuran Memerangi NARKOBA Serta Permasalahan bentuk remaja , Melestarikan lingkungan. Selesai Sambutan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Selanjutnya Materi Yang Di sampaikan oleh Bapak IPDA M. DHOFIR Selaku KANITBINKAMSA SATBINMAS Polres Tanjung Perak Surabaya , Beliau menyampaikan tentang kenakalan remaja yang sangat merajaelah saat ini, Setelah Itu Bapak AIPTU WIJI SUPRIYADI Selaku BANIT SATBINMAS POLRES Tanjung Perak Memberikan dan menjelaskan materi tentang Penyalagunaan dan BAHAYA NARKOBA, Selesai Pemaparan Materi dari Bapak AIPTU WIJI , Bapak IPDA M. DHOFIR Memberikan kesempatan kepada siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Untuk bertanya , Dalam kesempatan tersebut siswa / siswi yang Aktif bertanya mendapatkan reward dari POLRESTABES TANJUNG PERAK Surabaya yaitu berupa 8 ( Delapan ) Buah TAS RANSEL Sekolah. Di Akhir Penutup Bapak IPDA M. DHOFIR Menyampaikan agar Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk sama – sama memerangi NARKOBA Dan Memerangi TAWURAN Antar Pelajar , Serta di harapkan Siswa / siswi Yang terima Hadiah TAS Tersebut dapat lebih aktif dalam meraih Prestasi , Tunjukan Bahwa SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Swasta Bisa Terus Berprestasi dan Berkarya. Kata Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd



























“ Pengabdian POLRESTASBES TANJUNG PERAK Memerangi NARKOBA Dan Mencegah Kenakalan Remaja “      

Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balapan liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya. Menurut penelitian yang dilakukan Balitbang Departemen Sosial (2002), Hamzah (2002, Prahesti (2002), mengindikasikan bahwa kematangan emosi pada remaja yang masih labil merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Tidak matangnya emosi seseorang ditandai dengan meledaknya emosi di hadapan orang lain, tidak dapat melihat situasi dengan kritis, dan memiliki reaksi emosi yang tidak stabil. Sebaliknya matangnya emosi seseorang ditandai dengan tidak meledaknya emosi di hadapan orang lain, dapat penilaian situasi kritis dan memiliki reaksi emosi stabil dan kepercayaan diri seperti percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengungkapkan pendapat. Kenakalan remaja juga dapat digambarkan sebagai kegagalan dalam pemenuhan tugas perkembangan. Beberapa remaja gagal dalam mengembangkan kontrol diri yang sudah dimiliki remaja lain seusianya selama masa perkembangan. Keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan menjadikan remaja sadar dan peka terhadap norma, sehingga remaja mampu menahan dorongan pemuasan dalam diri agar tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku. Sebaliknya, kegagalan dalam tugas perkembangan ini, akan menyebabkan individu remaja menjadi kurang peka terhadap norma dan aturan yang barlaku. Ini menyebabkan individu remaja menjadi rentan berperilaku melanggar aturan bahkan melakukan tindakan kriminal. Di Indonesia salah satu bentuk kenakalan remaja yang marak dijumpai, terutama di kota-kota besar adalah tawuran pelajar. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat terjadinya tren peningkatan angka kasus tawuran di kalangan pelajar sepanjang tahun 2018.[4] Sepanjang tahun 2017 hingga 2018, KPAI mencatat 202 anak berhadapan dengan hukum karena terlibat tawuran. Tentang normal atau tidaknya suatu kenakalan remaja pernah dijelaskan dalam pemikiran Emile Durkheim, bahwa kenakalan remaja dikatakan normal sejauh perilaku tersebut tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat dan tidak melampaui batas-batas norma
Dalam mengatasi Kenakalan Remaja yang semakin marak di Kota Surabaya SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Kamis 12/9/2019  Melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kenakalan Remaja Dan NARKOBA Yang di sampaikan Oleh Bapak IPDA M. DHOFIR , KANITBINKAMSA  Dan AIPTU WIJI SUPRIYADI  BANIT SATBINMAS Dari POLRES TANJUNG PERAK Surabaya , Sebelum memulai Acara Seluruh Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza yang dipimpin Oleh Anindiya Siswa Kelas 4 SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Selesai Menyanyikan Lagu Indonesia Raya , Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H.I Memimpin  Doa untuk di mulai nya acara pada pagi hari ini, Selesai Doa  Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Menyampaikan sambutannya , Dimana Beliau meminta kepada seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk sama –s ama memerangi NARKOBA , Serta Menolak Pemberian Apapun dari Orang –  Orang yang belum di kenal, Serta Mengajak Agar Jangan ada Pertengkaran atau bahkan TAWURAN Antar Teman atau Antar PELAJAR,  Di Kesempatan tersebut Bapak Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut mengajak Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk membacakan Ikrar Pelajar Kota Surabaya , Yang Dimana salah satu isinya adalah Menjaga Kehormatan Pelajar, Berbudi Pekerti Luhur serta meningkatkan Prestasi,Memusnahkan Tawuran Memerangi NARKOBA Serta Permasalahan  bentuk remaja , Melestarikan lingkungan. Selesai Sambutan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Selanjutnya Materi Yang Di sampaikan oleh Bapak IPDA M. DHOFIR Selaku KANITBINKAMSA SATBINMAS Polres Tanjung Perak Surabaya , Beliau menyampaikan tentang kenakalan remaja yang sangat merajaelah saat ini, Setelah Itu Bapak AIPTU WIJI SUPRIYADI Selaku BANIT SATBINMAS POLRES Tanjung Perak Memberikan dan menjelaskan materi tentang Penyalagunaan dan BAHAYA NARKOBA, Selesai Pemaparan Materi dari Bapak AIPTU WIJI , Bapak IPDA M. DHOFIR Memberikan kesempatan kepada siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Untuk bertanya  , Dalam kesempatan tersebut siswa / siswi yang Aktif bertanya mendapatkan reward dari POLRESTABES TANJUNG PERAK Surabaya yaitu berupa 8 ( Delapan )  Buah TAS  RANSEL Sekolah. Di Akhir Penutup Bapak IPDA M. DHOFIR  Menyampaikan agar Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk sama – sama memerangi NARKOBA Dan Memerangi TAWURAN Antar Pelajar , Serta di harapkan Siswa / siswi Yang terima Hadiah TAS Tersebut  dapat lebih aktif dalam meraih Prestasi , Tunjukan Bahwa SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Swasta Bisa Terus Berprestasi dan Berkarya. Kata Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd

“ Kepedulian Anggota Dewan Memantau Air Yang Belum Keluar”











“ Kepedulian Anggota Dewan Memantau Air Yang Belum Keluar”
Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Rumus kimianya adalah H2O, yang setiap molekulnya mengandung satu oksigen dan dua atom hidrogen yang dihubungkan oleh ikatan kovalen. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam objek-objek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara osmosis terbalik, yaitu suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak digunakan pada kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.Cara lain adalah dengan menggunakan pesawat Fresh Water Generator (FWG). Fresh Water Generator (FWG) adalah pesawat pembuat air tawar dengan jalan menguapkan air laut didalam penguap (Evaporator) dan uap air laut tersebut didinginkan dengan cara kondensasi di dalam pesawat Destilasi/kondensor (pengembun), sehingga menghasilkan air kondensasi yang disebut kondensat. Fresh water generator, merupakan salah satu pesawat bantu yang penting di atas kapal. Hal ini di karenakan dengan menggunanaka FWG (Fresh water generator) dapat menghasilkan air tawar yang dapat digunakan untuk minum, memasak, mencuci dan bahkan menjalankan mesin penting lainnya yang menggunakan air tawar sebagai media pendingin. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di Bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Namun, karena UU tersebut dinilai bertentangan dengan UUD 1945 maka MK membatalkan seluruh pasal yang ada dalam UU tersebut. Sehingga, UU Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan kembali berlaku untuk mengisi kekosongan hukum hingga adanya pembentukan uu yang baru.
Dalam mengatasi Permasalahan Air yang Tidak Nyalah , Anggota DPRD Kota Surabaya Dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ibu RENI ASTUTI , S.Si  Pada Hari Rabu 11/9/2019 , Mengunjungi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Tujuan Kunjungan Ibu RENI ASTUTI , S.Si ke SMP PGRI 6 Surabaya adalah  mengecek Kondisi Air PDAM Yang Tidak Nyalah Di SMP PGRI 6 Surabaya , Dimana Ibu Anggota Dewan Melihat BAK Mandi milik SMP PGRI 6 Surabaya , Selesai Dari SMP PGRI 6 Surabaya Ibu RENI ASTUTI , S.Si Langsung di damping Oleh Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd mengunjungi  warga di sekitar sekolah yang terdampak air tidak keluar saat itu Ibu RENI ASTUTI , S.Si mendatangi Kediaman Ibu MIS Di Jalan Bulak Rukem III No. 19 , Bu Reni Ngobrol banyak dengan Bu Mis , Beliau menyampaikan Agar Warga Yang airnya masih belum keluar maupun Musholah dapat menghubungi Call Center PDAM , Insyah Allah Pihak PDAM Akan  Membantu Memberikan Bantuan Air Tangki Gratis  , Menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd bahwa ini adalah suatu yang sangat Luar biasa , Karena Anggota Dewan langsung turun memantau kondisi warga yang airnya tidak keluar Walaupun Bukan Daerah Pemilihannya ( DAPIL Nya ) , Dimana Air PDAM Adalah Sumber Kehidupan.

Selasa, 10 September 2019

“ Ajarkan Siswa Berpikir Kritis Melalui Peneliti Belia “













“ Ajarkan Siswa Berpikir Kritis Melalui Peneliti Belia “
Dalam era globalisasi dewasa ini, tantangan peningkatan mutu dalam berbagai aspek kehidupan tidak dapat ditawar lagi. Pesatnya perkembangan iptek dan tekanan globalisasi yang menghapuskan tapal batas antarnegara, mempersyaratkan setiap bangsa untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi sumber daya yang dimilikinya untuk bisa tetap bertahan dan dapat memenangkan persaingan dalam perebutan pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisi kehidupan. Ini berarti perlu adanya peningkatan sikap kompetitif secara sistematik dan berkelanjutan terhadap suber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, pendidikan dewasa ini harus diarahkan pada peningkatan daya saing bangsa agar mampu berkompetisi dalam persaingan global. Hal ini bisa tercapai jika pendidikan di sekolah diarahkan tidak semata-mata pada penguasaan dan pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan keterampilan beripikir siswa, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu keterampilan berpikir kristis. Artinya, guru perlu mengajarkan siswanya untuk belajar berpikir. Kehidupan dalam era globalisasi dipenuhi oleh kompetisi-kompetisi yang sangat ketat. Keunggulan dalam berkompetisi terletak pada kemampuan dalam mencari dan menggunakan informasi, kemampuan analitis-kritis, keakuratan dalam pengambilan keputusan, dan tindakan yang proaktif dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Oleh karena itu, maka kemampuan berpikir formal siswa yang mencakup kemampuan berpikir hipotetik-deduktif, kemampuan berpikir proporsional, kemampuan berpikir kombinatorial, dan kemampuan berpikir reflektif sebagai kemampuan berpikir dasar, perlu dijadikan sebagai substansi yang harus digarap secara serius dalam dunia pendidikan. Kemampuan berpikir dasar ini harus terus dikembangkan menuju kemampuan dan keterampilan berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan topik yang penting dan vital dalam era pendidikan modern. Tujuan khusus pembelajaran berpikir kritis dalam pendidikan sains maupun disiplin yang lain adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa dan sekaligus menyiapkan mereka agar sukses dalam menjalani kehidupannya. Dengan dimilikinya kemampuan berpikir kritis yang tinggi oleh siswa SMP dan SMA maka mereka akan dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum atau yang akan dicapai dalam proses pembelajaran, serta mereka akan mampu merancang dan mengarungi kehidupannya pada masa datang yang penuh dengan tantangan, persaingan, dan ketidakpastian. Singkarnya, oleh karena berpikir kritis merupakan topik yang penting dan vital dalam pendidikan modern, maka semua pendidik semestinya tertarik untuk mengajarkan berpikir kritis kepada para siswanya. Para pakar dan instruktur pendidikan diharapkan terlibat secara intensif dalam merencanakan strategi pembelajaran keterampilan berpikir kritis. Tujuan khusus pembelajaran berpikir kritis dalam pengajaran sains atau dalam bidang studi lainnya adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa dan sekaligus menyiapkan para siswa mengarungi kehidupannya sehari-hari. Lebih lanjut, berpikir kritis dimaksudkan sebagai berpikir yang benar dalam pencarian pengetahuan yang relevan dan reliabel tentang dunia realita. Seseorang yang berpikir secara kritis mampu mengajukan pertanyaan yang cocok, mengumpulkan informasi yang relevan, bertindak secara efisien dan kreatif berdasarkan informasi, dapat mengemukakan argumen yang logis berdasarkan informasi, dan dapat mengambil simpulan yang dapat dipercaya. Berpikir kritis merupakan aktivitas mental dalam mengevaluasi suatu argumen atau proposisi dan membuat keputusan yang dapat menuntun diri seseorang dalam mengembangkan kepercayaan dan melakukan tindakan. Ada hubungan yang sangat erat antara keterampilan berpikir kritis dan metode ilmiah. Karena itu, keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang berorientasi pada metode ilmiah. Berpikir kritis tidak dapat diajarkan melalui metode ceramah, karena berpikir kritis merupakan proses aktif. Keterampilan intelektual dari berpikir kritis mencakup berpikir analisis, berpikir sintesis, berpikir reflektif, dan sebagainya harus dipelajari melalui aktualisasi penampilan (performance). Berpikir kritis dapat diajarkan melalui kegiatan laboratorium, inkuiri, pekerjaan rumah yang menyajikan berbagai kesempatan untuk menggugah berpikir kritis, dan ujian yang dirancang untuk mempromosikan keterampilan berpikir kritis. Untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran perlu dilakukan strategi-strategi sebagai berikut. Pertama, menyeimbangkan antara konten dan proses, dalam penyajian materi pelajaran agar diseimbangkan antara konten dan proses. Dalam pelajaran sains, harus seimbang antara sains sebagai produk (penyajian fakta, konsep, prinsip, hukum, dsb) dan sains sebagai proses (keterampilan proses sains), seperti mengobsevasi kejadian, merumuskan masalah, berhipotesis, mengukur, menyimpulkan, dan mengontrol variabel. Kedua, seimbangkan antara ceramah (lecture) dan diskusi (interaction), teori belajar Piaget menekankan bahwa pentingnya transmisi sosial dalam mengembangkan struktur mental yang baru. Ketiga, ciptakan diskusi kelas, guru sebaiknya memulai presentasi dengan ”pertanyaan” Ajukan pertanyaan yang dapat mengkreasi suasana antisipasi dan inkuiri.
Dalam rangka mengajak siswa berpikir , rasional dan Kritis SMP PGRI 6 Surabaya , Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari RABU 11/9/2019 Mengikuti Prapare Pemasangan Poster Lomba PENELITI Belia  Yang Diadakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya , Besok Hari Kamis 1/9/2019 Di Convention Hall Surabaya, Dalam Kesempatan tersebut SMP PGRI 6 Surabaya mengirimkan 2 Bidang  Lomba Yaitu Life Science Dan Matematich Tahun Pelajaran 2019. Untuk LIFE SCIENCE Di wakili Oleh Moch. SUIB Siswa Kelas 7 Dan Anisa Dwi Ainun  Yasin Siswa Kelas 9 , Dalam Kesempatan tersebut yang menjadi Pendamping adalah  Ibu MEI RATNA SUSANTI , S.Si Alumni Dari UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA  Dalam Hal Ini Tim LIFE SCIENCE SMP PGRI 6 Surabaya Mengambil JUDUL  “ KRUPUK KULIT Pisang KEPOK “ , Sedangkan Tim Berikutnya adalah Tim Matematich yaitu NURHALIZA Siswa Kelas 8  ,Dan SAIFUL Akbar Siswa Kelas 8 , Dalam Kesempatan ini di damping Oleh Ibu MEI KURNIATUL ADAWIYAH , S.Pd Alumni Dari Universitas  PGRI Adi Buana Surabaya, Dalam Kesempatan tersebut Tim Matematich yang di damping oleh Ibu MEI KURNIATUL ADAWIYAH , S.Pd mengambil JUDUL “Pemantaban KARTU DOMINO Sebagai Pemantaban SPLSV. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd bahwa Tujuan dari kegiatan Ini adalah agar Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya agar Dapat berpikir Kritis , melalui kegiatan Penelitian , Sehingga di harapkan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya bisa Kritis , Tanggap dan Inovasi , Sehingga Tidak hanya  Akademik saja , Tetapi Non Akademik Juga , Sehingga SMP Swasta Walaupun pinggiran Bisa berprestasi dan berkarya