Sabtu, 06 April 2019

“ Membuat Kantong Untuk Koleksi Buku Perpustakaan “





















“ Membuat Kantong  Untuk Koleksi Buku Perpustakaan “
Membuat Kartu Buku Perpustakaan - Ketika pertama kali dalam proses pengolahan bahan pustaka, menyisipkan Kartu Buku kadang - kadang mudah diabaikan. Bukan karena tidak memperhatikan, namun bisa jadi tidak benar - benar mengerti fungsinya. Pada saat pengolahan bahan pustaka, Kartu Buku disisipkan ke dalam kantong buku yang telah ditempel di sampul belakang buku. Fungsi utamanya sebagai pengendalian dalam kegiatan sirkulasi bahan pustaka. Jadi ketika Peminjam hendak meminjam buku, kartu buku tetap di perpustakaan sementara buku dibawa keluar oleh Peminjam. Semua perlengkapan berupa Kantong buku,lebar tanggal kembali, kartu buku sebainya disimpan pada bagian belakang setiap buku. Kartu Buku Dibuat dengan menggunakan bahan kertas manila karton supaya kuat. Pada kartu ini juga dicantumkan tentang buku.  Kantong Buku Dibuat dengan menggunakan kertas manila karton. Dikantong buku dicantumkan juga nomor buku,pengarang dan judul buku
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak  di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Dalam rangka menumbuhkan Gerakan Literasi Sekolah , Pada Hari Sabtu 6/4/2019 Sebanyak 100 Siswa SMP PGRI 6 Surabaya dan 100 Siswa SDS “ AL-IKHLAS Surabaya dengan semangat selesai  doa pagi membuat Kartu Buku Untuk Koleksi Buku – buku yang ada Di Perpustakaan Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya , Dalam Kesempatan tersebut 1 siswa / siswi Baik SMP PGRI 6 Surabaya Maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Membuat 100 Kantong Buku. Citra dkk Siswa Kelas 9 Semangat membuat tersebut Di Ruang UKS , Dengan Santai Beliau Mampu membuat 600 kantong Buku , Sedangkan Kelas 8 Membuat Di Ruang Kelas 8 ,Kelas 7 Membuat Di Ruang LAB IPA Di damping Ibu YENI EKA  PRAWISTA , S.Pd , Sedangkan Siswa Kelas 6 Di Depan Ruang PERPUSTAKAAN Di Dampingi Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd Selesai semua membuat Di Kirim Ke Ruang Perpustakaan untuk di Lem Di Buku – Buku Yang dalam hal ini di Ruang Perpustakaan Di damping Oleh Kepala Perpustakaan Ibu DINA AYU SEPTYARINI , S.Pd , Ibu M. RACHMA WIDJAJATI , S.Pd , M.Si , Ibu YENI EKA PRAWISTA , .SPd , Ibu SRI SUPADMI , S.Pd , Para Dewan Guru Dan Seluruh siswa Sangat Antusias dalam membuat Kantong Buku tersebut. Alhamdulilah Akhirnya  Koleksi Buku – Buku Di Perpustakaan SMP PGRI Surabaya sebanyak 2.500 Buku sudah di Kartu Buku semua . Menurut Banu Atmoko , S.Pd Bahwa tujuan dari kegiatan tersebut mengajak seluruh siswa agar Giat Untuk Berliterasi , Mulai dari yang terkecil dari Membuat Kartu buku sampai Gemar Membaca.

Rabu, 03 April 2019

“ Peringatan Isra Miraj Di SMP PGRI 6 Surabaya 2019
















“ Peringatan Isra Miraj Di SMP PGRI 6 Surabaya 2019
Isra Miraj jatuh pada tanggal 27 Rajab atau Rabu, 3 April 2019. Peristiwa Isra Miraj menjadi perjalanan agung Nabi Muhammad menuju langi ke-7. Pada peristiwa ini, banyak hikmah yang dapat diambil oleh umat muslim. Isra Miraj menjadi peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Rasulullah SAW mengalami peristiwa Isra Miraj setelah mendapatkan kesedihan yang luar biasa. Nabi Muhammad SAW ditinggal wafat oleh orang-orang yang dicintainya. Isra Miraj juga menjadi satu dari mukjizat Nabi Muhammad SAW. Menurut etimologi, Isra’ adalah perjalanan malam, sedangkan Mi’raj adalah naik ke atas dengan tangga. Yang dimaksud dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad adalah diperjalankannya Nabi Muhammad oleh Allah di malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Yerussalem). Sedangkan Mi’raj adalah dinaikkannya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa menuju ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (suatu tempat ghaib yang tidak mungkin ditangkap oleh pancaindra).
Dalam rangka Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W. , SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Kamis 4/4//2019  Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya berkumpul di lapangan untuk melaksanakan Kegiatan Literasi Al Qur’an Sekali Memperingati Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W. Sebelum Memulai kegiatan Isra Miraj , Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya berpesan kepada seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya , SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Dan Bapak / Ibu Dewan Guru Untuk selalu banyak berdoa di Bulan Yang Mustajabah , Penuh Berkah Dan Barokah Yaitu Bulan RAJAB Ini. Dalam kegiatan Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W Di SMP PGRI 6 Surabaya di awali dengan Sholat Dhuha , Sholat Hajat , Selesai itu di lanjutkan dengan Pembacaan Istighosah Dan Yasin yang dipimpin oleh Bapak Achmad Syaifuddin , S.H.I . Menurut Kepala Sekolah Kelahiran April , Bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W , Dimana  Dalam Isra Miraj Tersebut Nabi Muhammad S.A.W Mengajak seluruh siswa / siswi Dan Bapak / Ibu Dewan Guru Untuk tidak meninggalkan Sholat , Karena Sholat adalah Tiang dari Agama , Makanya Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad S.A.W Di SMP PGRI 6 Surabaya di awali dengan Sholat Dhuha Dan Sholat Hajat , Dilanjutkan Istighosah , Yasin Dan Pembacaan Sholawat, Di samping itu Kegiatan ini adalah Bagian dari Kegiatan LITERASI AL- Qur’an yang di jalankan Di SMP PGRI 6 Surabaya, Sehingga di harapkan Oleh Banu Antara Literasi Al Qur’an dan Literasi Membaca Saling terkait , Sehingga diharapkan Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dapat berprestasi dan Berkarya untuk menghariumkan Sekolah Tercinta , Selesai Pelaksanaan Istighosah tersebut , Seluruh siswa Masuk ke dalam kelas mengikuti Kegiatan belajar mengajar dan Kelas 9 Mengikuti USBN- BK Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan.




Senin, 01 April 2019

“ 30 Menit Kegiatan Literasi Al Qur’an Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar”











“ 30 Menit  Kegiatan Literasi Al Qur’an Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar”
Jauh sebelum orang mengenal literasi masa kini, seperti akses, baca, tulis, dan sebarkan, baik dengan cara manual maupun pakai alat teknologi canggih, Islam telah terlebih dahulu mensyariatkannya, yaitu literasi Alquran bagi penganutnya. Paragraf pertama dengan topik perintah membaca, yaitu iqra (bacalah) merupakan bukti otentik bahwa dalam Islam persoalan literasi bukanlah hal yang baru dan sepele. Segala nash dalam beragama lengkap tersedia dalam Alquran. Dengan perkataan lain, boleh dikatakan bahwa Alquran merupakan undang-undang dasar-Nya Allah (qalamumullah) bagi manusia sebagai pedoman hidup menuju cita-cita mulia, yakni hidup sejahtera dalam keridaan, mati bahagia dalam memuliaan, dan bangkit sentosa dalam surga keabadian. Mengingat akan urgennya fungsi dan makna Alquran, tidak tanggung-tanggung, Allah memberikan penghargaan yang luar biasa bagi orang-orang yang gemar berliterasi Alquran, seperti belajar membacanya (tafakur), membaca-bacanya (tadarus/mudarasah) mengkajinya (tadabur), dan mengamalkannya. Semua segmen proses yang kita lakukan terhadap Alquran dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, apalagi bila hal itu kita lakukan dalam bulan Ramadan. Satu huruf saja kita membacanya, meskipun tidak mengetahui arti dan maknanya, Allah mengganjar dengan minimal sepuluh kebaikan, apalagi kalau berayat-ayat, berkalimat-kalimat, dan bersurat-surat secara berulang-ulang. Sama seperti literasi pada umumnya, literasi Alquran juga merupakan literasi berbasis skil atau keterampilan, bukan hobi atau minat atau bakat. Untuk terampil membacanya dibutuhkan tekat yang kuat dan semangat yang tinggi. Latihan-latihan yang intensif secara kontinu atau pengajian-pengajian atau workshop khusus perlu digalakkan. Begitu juga untuk dapat memahaminya, sangat dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam menelaah atau mengkajinya melalui terjemahan dan tafsir-tafsirnya. Selain itu, demi mengamalkannya secara kafah dibutuhkan keyakinan dan kemauan yang kuat melalui penjelasan dan tuntunan para ulama. Berkaitan dengan hal itu, ada empat kriteria indikator terampil dalam membaca Alquran, yaitu makhraj (makhrajal huruf), fasahah, qiraah, dan lagu atau irama. Makhraj berkaitan dengan kebenaran pengucapan, fasahah berhubungan dengan kefasihan pelafalan, qiraah berkenaan dengan cara atau teknik pembacaaan, dan lagu atau irama berkenaan dengan kebagusan pembacaan atau seni membacakan. Yang sering menjadi persoalan adalah hal yang terkait dengan makhraj. Makhraj berkaitan dengan pengartikulasian secara benar bunyi-bunyi yang dicetuskan sesuai dengan tempat keluarnya suara (alat ucap). Dalam hal ini, bila tidak benar-benar terampil, banyak pembaca Alquran yang terjebak, dan ini sangat fatal. Memang membaca Alquran, apalagi hafal 30 juz tidak wajib ain, tetapi mampu membaca surat al-fatihah dengan benar adalah fardhu ain karena hal itu merupakan satu Rukun Shalat. Dalam konteks Indonesia atau Aceh, pembaca Alquran sering mengabaikan fonem-fonem atau bunyi-bunyi yang berdekatan. Fonem-fonem atau bunyi-bunyi yang berdasarkan artikulatornya berbeda itu diartikulasikan atau direalisasikan sama. Hal seperti itu tidak ada masalah dalam bahasa Indonesia atau bahasa Aceh atau bahasa lainnya, tetapi merupakan hal yang fatal dalam lafal Arab. Misalnya, qalbi dan kalbi; bergeser sedikit fonem menyebabkan perubahan makna dari ‘hati’ menjadi ‘anjing’; qul dan kul; bergeser sedikit fonem menyebabkan perubahan makna dari ‘katakanlah’ menjadi ‘makanlah’. Terkait dengan persoalan di atas, kini banyak generasi muda kita yang belum mampu membaca Alquran dengan benar. Bacaannya masih patah patèe alias amburadul, atau masih lagèe kameng jak ateuh batèe (seperti kambing berjalan di atas batu). Padahal dibandingkan dengan orang lain di dunia, karakter artikulator orang Aceh lebih tepat, fasih, dan merdu dalam mengartikulasikan lafal Alquran. Realitas ini sungguh ironis bagi generasi yang tumbuh di negeri syariat. Tak sanggup kita bayangkan apa yang terjadi dengan generasi beberapa tahun ke depan. Yang pasti mereka terus dikacaukan dan dikontaminasikan dengan berbagai pengaruh global yang kian sulit dibendung.
Dalam Melakukan Gerakan Literasi  di Sekolah , Tidak hanya Literasi Membaca Di Perpustakaan , Tetapi SMP  PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak  di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Selasa 2/4/2019 , Sebelum memulai Pelajaran di pagi hari , seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Pukul 06.25 Kumpul di lapangan Sekolah untuk melakukan kegiatan Literasi AL Qur’an Yaitu Membaca Juz Amma , Kegiatan Literasi AL- Qur’an tersebut sudah berlangsung sejak 1 tahun yang lalu . Dalam Kesempatan  tersebut Yang Memimpin Kegiatan Literasi Digital Adalah Zahrotul Fitria Dan Safinatun Najjah Siswa Kelas 9. Dalam kesempatan tersebut Surat Yang Di Baca Adalah AL-FATEHAH Sampai Surat AT- TIN Dilanjutkan membaca ASMAUL Husnah. Menurut Banu Atmoko , S.Pd Kepala SMP PGRI 6 Surabaya bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan Bacaan Al qur’an Kepada Seluruh Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS  “ AL-IKHLAS Surabaya , Kegiatan tersebut berlangsung 30 Menit Sebelum kegiatan belajar mengajar di mulai , Kepala Sekolah Kelahiran APRIL  Berharap agar seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Pandai IPTEKS Dan Pandai IMTAQ Nya , Sehingga Mampu Berprestasi dan Berkarya







“ Hargai Prestasi Siswa Se Dini Untuk Berprestasi Dan Berkarya “


















“ Hargai Prestasi Siswa Se Dini Untuk Berprestasi Dan Berkarya “
Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang. pendidikan karakter adalah suatu usaha manusia secara sadar dan terencana untuk mendidik dan memberdayakan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik.
Sekecil apapun Prestasi siswa , selayaknya  dihargai itulah yang sering dilakukan SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli danm Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Senin 1 /4/2019  Seperti  biasa sebelum memulai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar  diadakan kegiatan pengembangan Pendidikan Karakter yaitu Upacara Bendera yang menjadi Petugas Upacara Bendera adalah Peserta Didik Kelas 8 . Dalam hal ini yang bertindak menjadi Pembina Upacara bendera Adalah IBU YUNI ISMARYATI , S.Pd . dalam Upacara hari Ini Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd memberikan Sertifikat Kepada 4 Siswa yang berprestasi mengikuti Seminar. Dalam Amanatnya Ibu YUNI ISMARYATI Menyampaikan bahwa  umtuk selalu berprestasi dan berkarya sehingga dapat mengharumkan Sekolah Tercinta , Serta Wajib menjaga Kebersihan di Sekolah setiap saat . Menurut Banu Atmoko , S.Pd Kepala SMP PGRI 6 Surabaya bahwa sekecil apapun Prestasi yang di raih harus kita hargai karena dapat membangkitkan motivasi siswa untuk terus berprestasi dan berkarya , sehingga dapat mengharumkan Sekolah tercinta.