Senin, 13 Agustus 2018

“ Membekali pendidikan karakter dan kompetensi IPTEK Melalui Gerakan Pramuka “












































Membekali pendidikan karakter  dan kompetensi IPTEK Melalui Gerakan Pramuka “
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina PramukaAndalan PramukaKorps Pelatih PramukaPamong Saka PramukaStaf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Selasa 14/8/2018 Melaksanakan Kegiatan Pengembangan Pendidikan Karakter yaitu Upacara Bendera Memperingati Hari Pramuka Yang Ke – 57 Tahun 2018 , Petugas Upacara Hari Pramuka Yang Ke 57 Adalah Peserta Didik Kelas 9 Dan Yang bertindak Menjadi Pembina Upacara Adalah Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. Banu Atmoko , S.Pd. Kesempatan yang berbahagia ini  Seluruh Peserta Didik SMP PGRI 6 Surabaya Kelas 7 – Kelas 9 Dan Kelas 1- Kelas 6 SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya Serta Bapak / Ibu Dewan Guru Baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya memakai Seragam Pramuka Lengkap. Dalam Sambutannya Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan Sambutan Hari Pramuka Ke – 57 Tahun 2018 Dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bapak Dr.Adhyaksa Dault , S.H , M.Si , Di Akhir Sambutannya Kepala SMP PGRI 6 Surabaya yang Lahir Di Bulan April Itu menyampaikan  bahwa gerakan pramuka  berkomitmen untuk meningkatkan kualitas  manusia dengan membekali pendidikan karakter  dan kompetensi IPTEK  Berbasis Kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup ( Life Skil ) kaum Muda Indonesia, Hal Ii Juga Sudah di Tuangkan dalam Kepres 87  Tahun 2017


Minggu, 12 Agustus 2018

“ Siswa Yang Unggul Di Sekolah Yang Unggul”












“ Siswa Yang Unggul Di Sekolah Yang Unggul”
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan. Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Selanjutnya secara bertahap pada tahun 2015 dilaksanakan rintisan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 556 sekolah yang terdiri dari 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 Provinsi dan Luar Negeri. Pada tahun 2016 dilaksanakan UNBK dengan mengikutsertakan sebanyak 4382 sekolah yang tediri dari 984 SMP/MTs, 1298 SMA/MA, dan 2100 SMK. Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun 2017 melonjak tajam menjadi 30.577 sekolah yang terdiri dari 11.096 SMP/MTs, 9.652 SMA/MA dan 9.829 SMK. Meningkatnya jumlah sekolah UNBK pada tahun 2017 ini seiring dengan kebijakan resources sharing yang dikeluarkan oleh Kemendikbud yaitu memperkenankan sekolah yang sarana komputernya masih terbatas melaksanakan UNBK di sekolah lain yang sarana komputernya sudah memadai. Ijazah adalah Surat Tanda Tamat Belajar.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Yang Terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir, Pada Hari Minggu 12/8/2018 Sebanyak 41 Alumni SMP PGRI 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2017 – 2018 Sore Hari datang Jam 15.00 Untuk Melakukan CAP 3 Jari Ijazah Serta Pendataan Pelacakan Alumni SMP PGRI 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2017 – 2018. Menurut Banu Atmoko , S.Pd Selaku Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bahwasannya Kegiatan CAP 3 Jari Ini dilakukan Hari Minggu karena Biar tidak mengganggu waktu mereka Bersekolah di SMA/SMK , Sehingga Menurut Kepala Sekolah yang Mempunyai Zodiak Taurus Tersebut Menyampaikan bahwa Seluruh alumni Bisa Melepas masa kangen dengan SMP PGRI 6 Surabaya Yang Sudah 1 Bulan Mereka Tinggalkan untuk mengenyam Pendidikan di SMA/SMK bahkan ada Yang Melanjutkan Mondok. Menurut Millatul Karrimah , Nailatus Sadiyah Yang Melanjutkan  Mondok dan Sekolah di SMK AL HIKAM Burneh Bangkalan Serta Achmad Rizal Afandi  yang juga melanjutkan di Pondok Pesantren AL-FITRAH Surabaya . Mereka bertiga walaupun Mondok masih sempat datang di SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Melakukan Kegiatan CAP 3 Jari di SMP PGRI 6 Surabaya. Menurut Banu Atmoko , S.Pd  sangat bangga Karena dari 41 Siswa / siswi dari SMP PGRI 6 Surabaya dari data Pelacakan Alumni Mereka semua melanjutkan sekolah dan tidak ada Yang Nganggur alias Tidak Sekolah, Beliau Berpesan Kepada Seluruh Alumni SMP PGRI 6 Surabaya Tetap terus Menggapai Impian Cita – Cita Dan Selalu Banggakan Orang Tua Kalian Serta Harumkan Nama SMP PGRI 6 Surabaya dengan Ikut berbagai Kegiatan di SMA/SMK , Karena Bekal di SMP PGRI 6 Sudah sangat Kuat yang sudah selama 3 Tahun Di Gembleng Tingkat Kedisiplinan Dan Karakter , sehingga di harapkan Lulusan SMP PGRI 6 Surabaya bisa Menjadi Contoh Untuk Rekan – Rekan Di SMA/SMK, Serta Banu Atmoko berpesan agar Selalu Meluangkan waktunya Untuk main Ke SMP PGRI 6 Surabaya agar Adik – Adik Kelas Mereka dapat mengikuti Jejak Kakak Kelas Mereka yang Melanjutkan Mengenyam Pendidikan.

Kamis, 09 Agustus 2018

“ Mencegah DBD Sedini Mungkin Dengan Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan “


























“ Mencegah DBD Sedini Mungkin Dengan Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan “
Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius. Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain). Pendidikan  karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No.7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Dalam Memberantas Demam Berdarah  yang di kondisikan Melalui Pendidikan Karakter  Tentang Nilai – Nilai Karaker yaitu  Peduli Lingkungan , Dimana Pada Hari Jum’at 10/8/2018 Dalam Menumbuhkan Nilai – Nilai Karakter tersebut Seluruh Siswa / siswi Spegrinam Surabaya melaksanakan kegiatan Peduli Lingkungan, Dimana Kegiatan Yang dilakukan Oleh Seluruh Siswa/ siswi Spegrinam pada hari ini yaitu Ada Yang Nyapu Halaman Sekolah , Ada Yang Memilah saampah Kertas , Sampah Daun , Ada Yang Membersihkan Kelas , Ada Yang Membersihkan Menyapu Ruang Perpustakaan Serta Ngepel Ruang Perpustakaan Dan Ruang Musholah dan Ada Yang Membersihkan Toilet Di Kosek – Kosek agar Toilet tampak Bersih , di samping Itu Halaman Toilet Di Pel . Adik – Adik Dari SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya Juga Ikut membantu Kakak Kelas Mereka SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Menata Gelas – Gelas Aqua  yang dimasukan  ke dalam Karung yang nanti terkumpul Gelas – Gelas Aqua akan di Jual Untuk Dijadikan BANK Sampah Sekolah. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Yang Mempunyai Zodiak Taurus Banu Atmoko , S.Pd mengatakan Bahwa Tujuan dari Kegiatan Ini adalah Menumbuh Kembangkan Karakter Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Peduli Lingkungan Serta  Mencegah DBD Se Dini Mungkin , Sehingga Di Harapkan Pada Saat Musim Penghujan nanti Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS “ Sehat Tidak ada Yang Terkena DBD.


Selasa, 07 Agustus 2018

“ Maping CALISTUNG Tuk Tingkatkan Kompetensi Menghadapi Usek “







“ Maping CALISTUNG Tuk Tingkatkan Kompetensi Menghadapi Usek “
Calistung  adalah suatu metode dasar anak bisa mengenal huruf dan angka. Keterampilan calistung membaca menulis berhitung bisa dikenalkan pada anak di mulai ketika anak berusia lima tahun. Usia- usia ini adalah usia emas yang harus diberi stimulus secara maksimal. Semua pelajaran yang didapat oleh anak pada usia ini akan berpengaruh pada kehidupannya ketika dewasa kelak. Kemampuan seseorang dalam memahami apa yang  dibaca tergantung pada pengetahuan sebelumnya yang ia miliki. Dengan kata lain, kita akan lebih mudah memahami suatu objek yang di baca apabila kita sudah pernah mengetahuinya. Sehingga balita yang akan mulai belajar calistung, lebih baik diajarkan pengetahuan mengenai kata- kata melalui pendengaran, baru diajarkan membaca dan menulis. Barulah setelah anak memiliki sedikit pengetahuan itu, ia akan lebih mudah untuk belajar membaca, menulis, dan menghitung. Padahal calistung merupakan dasar untuk dapat mengenal dunia lebih jauh.
Dalam rangka menyiapkan Ujian Nasional dengan hasil yang Optimal Dinas Pendidikan Kota Surabaya Pada Hari Selasa – Rabu 7-8 Agustus 2018 Melaksanakan Kegiatan CALISTUNG Untuk Peserta Didik Kelas IV Tahun Pelajaran 2018 – 2019 Seperti yang terjadi di SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya  Siswa Sebanyak 19 Siswa Sedang mengikuti Kegiatan CALISTUNG Di Hari Pertama Ini . Dalam Kesempatan Ini Pengawas Ruang Ujian CALISTUNG  Berasal dari SDN Wonokusumo IV Surabaya dan Dari SDS Cokroaminoto, Dimana Kegiatan CALISTUNG Ini Seperti Pelaksanaan Ujian Sekolah/ Ujian Nasional  Kelas 6 Seluruh Siswa Mengerjakan Soal Tersebut Menggunakan Pensil 2 B Untuk Di Lembar Jawaban Komputer Yang Nanti Hasilnya akan Dikoreksi Oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya , Sedangkan Uraian Akan Di Koreksi Oleh Bapak / Ibu Dewan Guru Secara Silang. Menurut Anis Laily Mufidah , S.Pd Kepala SDS “ AL-IKHLAS “Surabaya Tujuan dari CALISTUNG Ini Tujuan UKD Calistung antara lain memberi umpan balik bagi guru kelas 4 dalam mempersiapkan peserta didik dan memotivasi prestasi akademis di tingkat kelas berikutnya, sebagai deteksi dini sekolah sejak tingkat berapa sebenarnya kelemahan peserta didik diketahui, sebagai program pembinaan peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembelajaran, dan untuk mapping kompetensi dasar Baca, Tulis, dan Hitung kelas rendah, Disamping Itu Kepala Sekolah yang  hobby Matematika Tersebut menyampaikan Semoga dengan upaya ini dapat membantu peserta didik untuk mencapai ketercapaian kompetensi mereka.