Rabu, 17 Desember 2025

Wujud Kepedulian Kota: Walikota Surabaya Berikan Santunan bagi Dua Siswi Yatim SMP PGRI 6 Surabaya

 Wujud Kepedulian Kota: Walikota Surabaya Berikan Santunan bagi Dua Siswi Yatim SMP PGRI 6 Surabaya

Keceriaan terpancar dari wajah dua siswi  Dan Dua Orang Tua SMP PGRI 6 Surabaya saat menerima perhatian khusus dari Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi anak-anak yang membutuhkan, Walikota Surabaya memberikan santunan kepada dua siswi yatim di sekolah tersebut untuk memastikan keberlanjutan pendidikan mereka. Program santunan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengintervensi kesejahteraan pelajar, terutama mereka yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.

Dalam kesempatan tersebut, ditekankan bahwa status sebagai anak yatim tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita setinggi langit. Walikota melalui perwakilannya menyampaikan pesan bahwa seluruh anak di Surabaya, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak.

"Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala biaya. Santunan ini adalah titipan semangat agar adik-adik kita di SMP PGRI 6 terus rajin belajar," ujar perwakilan Pemkot Surabaya saat menyerahkan bantuan.

Langkah ini semakin mempertegas predikat Surabaya sebagai Kota Layak Anak tingkat internasional. Dengan sinergi antara pihak sekolah seperti SMP PGRI 6 dan Pemerintah Kota, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang inklusif dan suportif. Bagi kedua siswi penerima manfaat, momen ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan suntikan motivasi untuk membuktikan bahwa warga Surabaya adalah satu keluarga besar yang saling menjaga.

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan WONOKUSUMO Kecamatan Semampir Pada Hari Senin15/12/2025 Menerima Tamu 2 Wali Murid yaitu SITI NUR AMELIA Dan Wali Murid Dari AULIA NOVITA SANI Siswi Kelas 8 SMP PGRI 6 Surabaya

Kedua Wali Murid tersebut di Undang oleh Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh S2 Pendidikan MANAJEMEN UNESA Untuk Memberikan BANTUAN SANTUNAN ANAK YATIM Dari Bapak Wali Kota Surabaya. Alhamdulilah Masing - masing Siswi SMP PGRI 6 Surabaya menerima Santunan Dari Bapak WALIKOTA Surabaya Sebesar Rp. 250.000,- Yang di serahkan langsung oleh Penulis Kepada Kedua Orang tua siswi SMP PGRI 6 Tersebut

Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang lagi Menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA  menyambut hangat bantuan ini. Menurutnya, perhatian langsung dari Bapak Walikota memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi para siswa. Mereka merasa didukung dan diperhatikan oleh pemimpin kotanya.

Bagi kedua siswi penerima manfaat, momen ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan suntikan motivasi untuk membuktikan bahwa warga Surabaya adalah satu keluarga besar yang saling menjaga.

Penulis

 

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id 

 





NO HP 083857963098

 

Selasa, 16 Desember 2025

Mengubah Liburan Menjadi Ajang Tumbuh: Kegiatan Positif Natal 2025 & Tahun Baru 2026

 Mengubah Liburan Menjadi Ajang Tumbuh: Kegiatan Positif Natal 2025 & Tahun Baru 2026

 

Masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 seringkali identik dengan bersantai, perjalanan, dan pesta. Namun, momen berharga ini juga merupakan kesempatan emas untuk melakukan refleksi diri, penguatan ikatan keluarga, dan penumbuhan karakter positif. Alih-alih hanya menghabiskan waktu, mari kita manfaatkan liburan ini sebagai investasi dalam pengembangan diri. Berikut adalah ide-ide kegiatan positif yang dapat Anda lakukan untuk menumbuhkan karakter selama masa liburan:

1. �� Menumbuhkan Empati dan Kepedulian (Karakter Sosial)

Liburan adalah waktu yang tepat untuk keluar dari zona nyaman dan melihat kebutuhan orang lain.

a) Aksi Sosial Sederhana: Ajak keluarga untuk mengunjungi panti asuhan, panti jompo, atau komunitas yang kurang beruntung. Luangkan waktu bukan hanya untuk menyumbang, tetapi juga untuk mendengarkan cerita dan berinteraksi secara tulus.

b) Tumbuh: Melatih empati (kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain) dan syukur atas segala yang dimiliki.

c) "Kado Tersembunyi" untuk Tetangga: Buat kue atau kerajinan tangan sederhana, lalu berikan secara anonim (atau dengan kartu ucapan singkat) kepada tetangga yang mungkin sedang kesepian atau membutuhkan sedikit perhatian.

d) Tumbuh: Melatih kepedulian, kerendahan hati, dan semangat memberi tanpa mengharapkan balasan.

 

2. �� Mengasah Keterampilan dan Rasa Ingin Tahu (Karakter Intelektual)

Manfaatkan waktu luang untuk mengembangkan kemampuan baru yang selama ini tertunda.

 

a. Tantangan Keterampilan 5 Hari: Pilih satu keterampilan baru—misalnya, memasak hidangan etnis tertentu, dasar-dasar bahasa pemrograman, atau merajut—dan berkomitmen untuk mempelajarinya intensif selama 5 hari berturut-turut.

b. Tumbuh: Membangun disiplin, ketekunan, dan kemauan belajar seumur hidup (lifelong learning).

c. Jurnal Reflektif Harian: Setiap malam, luangkan 15 menit untuk menuliskan tiga hal: 1) Hal yang dipelajari hari ini, 2) Tantangan yang dihadapi dan cara mengatasinya, dan 3) Tujuan untuk besok.

d. Tumbuh: Mengembangkan kesadaran diri, kemampuan analisis, dan fokus pada tujuan.

 

3. �� Memperkuat Ikatan dan Tanggung Jawab (Karakter Keluarga & Personal)

Liburan memberikan kesempatan langka bagi anggota keluarga untuk bekerja sama dan saling mendukung.

a) Proyek "Bersih-Bersih Total": Tetapkan satu hari untuk merapikan rumah, garasi, atau kamar yang sudah lama berantakan. Berikan tanggung jawab spesifik kepada setiap anggota keluarga, dan kerjakan proyek ini bersama-sama hingga selesai.

b) Tumbuh: Melatih tanggung jawab, kerja sama tim, dan pemahaman bahwa kontribusi sekecil apa pun penting bagi keseluruhan.

c) "Malam Tanpa Gawai" Mingguan: Tentukan satu malam di mana semua gawai (ponsel, tablet, laptop) dikesampingkan. Isi waktu dengan board game, bercerita, atau kegiatan kreatif yang mengharuskan interaksi tatap muka.

d) Tumbuh: Memperkuat kualitas komunikasi, kehadiran (presence), dan ikatan emosional yang mendalam.

 

4. �� Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental (Karakter Keuletan Diri)

Karakter yang kuat juga membutuhkan tubuh dan pikiran yang sehat.

a. Eksplorasi Alam: Lakukan hiking ringan, bersepeda, atau sekadar berjalan kaki di taman kota yang belum pernah dikunjungi. Tetapkan target jarak atau waktu tempuh.

b. Tumbuh: Melatih keuletan, ketahanan fisik, dan penghargaan terhadap lingkungan.

c. Jeda Digital (Digital Detox): Tentukan batasan waktu yang jelas dalam menggunakan media sosial atau berita. Gunakan waktu yang tersisa untuk meditasi, membaca buku fiksi, atau kegiatan yang menenangkan pikiran.

d. Tumbuh: Mengembangkan pengendalian diri, kedamaian batin, dan fokus terhadap prioritas.

 

Sekolah  Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Senin 15/12/2025 Menutup Kegiatan Tahun 2025 Dengan UPACARA  Bendera Rutin Setiap Hari Senin

Dalam kesempatan ini yang menjadi Pembina Upacara Adalah Ustad MUFID ,S.Pd . I Dalam amanat nya  Beliau menyampaikan  Masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 seringkali identik dengan bersantai, perjalanan, dan pesta. Namun, momen berharga ini juga merupakan kesempatan emas untuk melakukan refleksi diri, penguatan ikatan keluarga, dan penumbuhan karakter positif. Alih-alih hanya menghabiskan waktu, mari kita manfaatkan liburan ini sebagai investasi dalam pengembangan diri.

Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang Lagi Menempuh S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Menyampaikan Liburan bukan hanya sekadar jeda dari rutinitas, tetapi adalah kanvas kosong yang siap diisi dengan pengalaman berharga. Dengan merencanakan kegiatan positif yang fokus pada penumbuhan karakter, kita memastikan bahwa kita memasuki tahun 2026 bukan hanya dengan cerita liburan yang seru, tetapi juga dengan versi diri yang lebih matang, berempati, dan bertanggung jawab.

Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id

NO HP 083857963098

 

 

 











Minggu, 14 Desember 2025

Panahan dalam Pramuka: Membidik Nilai dan Keterampilan Di SMP PGRI 6

 Panahan dalam Pramuka: Membidik Nilai dan Keterampilan Di SMP PGRI 6

 

Gerakan Pramuka dikenal sebagai wadah pembentukan karakter yang holistik, menggabungkan pendidikan spiritual, emosional, sosial, dan fisik. Dalam usahanya untuk terus menyajikan kegiatan yang relevan dan menantang, integrasi antara Pramuka dan olahraga panahan (memanah) menjadi kombinasi yang sangat menarik dan kaya manfaat.Kegiatan ini tidak hanya menyajikan keseruan di lapangan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Tri Satya dan Dasa Darma melalui konsentrasi dan ketenangan membidik sasaran.Panahan, yang juga dikenal sebagai archery, adalah olahraga yang menuntut fokus, kesabaran, kedisiplinan, dan kontrol diri—semua merupakan pilar utama dalam pendidikan kepramukaan.

1. Melatih Konsentrasi dan Fokus (Dasa Darma: Suci dalam Pikiran)

Ketika seorang Pramuka menarik busur, seluruh perhatian harus tertuju pada sasaran. Ini adalah latihan meditasi aktif. Latihan ini membantu Pramuka muda untuk memilah noise (gangguan) di sekitar mereka dan berfokus pada tujuan yang jelas, keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari dan studi.

2. Meningkatkan Kedisiplinan dan Kesabaran (Dasa Darma: Patuh dan Suka Bermusyawarah)

Panahan tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa. Proses pengambilan posisi, menarik tali, menahan napas, dan melepaskan anak panah harus dilakukan secara berurutan dan disiplin. Kegagalan membidik sasaran adalah pelajaran tentang perlunya kesabaran dan mengikuti prosedur yang benar.

3. Mengembangkan Keterampilan Teknis dan Fisik

Panahan melatih kekuatan otot bahu, lengan, dan punggung, serta koordinasi mata dan tangan. Selain itu, Pramuka juga belajar tentang fisika sederhana di balik terbangnya anak panah, hingga teknik perawatan alat-alat panahan.

 

Integrasi Panahan dalam Satuan Pramuka

Kegiatan panahan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai tingkat dan kegiatan Pramuka:

1) Pramuka Siaga: Pengenalan busur mini dan busur mainan (busur PVC) untuk melatih koordinasi motorik kasar dan pengenalan alat. Permainan membidik sasaran dengan jarak sangat dekat dan sasaran yang besar serta berwarna cerah.

2) Pramuka Penggalang: Latihan dasar teknik memanah ( stance, draw, release ) menggunakan busur standar yang disesuaikan dengan kekuatan anak. Panahan dapat menjadi salah satu mata lomba dalam kegiatan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) atau Perjusami (Perkemahan Jumat Sabtu Minggu).

3) Pramuka Penegak/Pandega: Latihan intensif, kompetisi internal, dan bahkan menjadi instruktur atau fasilitator bagi adik-adik Penggalang. Mereka juga dapat mempelajari pembuatan target, string, atau bahkan busur sederhana (DIY Archery).

Dalam pembentukan karakter yang menjadi Fokus utama di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Sabtu13/12/2025 Kegiatan Pramuka  Di SMP PGRI 6 Surabaya Kak SYAHRUL ,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka di SMP PGRI 6 Surabaya yang juga menempuh Pendidikan S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA mengajak untuk bermain PANAHAN

Sebelum memulai kegiatan Panahan tersebut Kak SYAHRUL ,S.Pd menyampaikan  Keselamatan (Safety First) adalah aspek krusial yang harus diajarkan dan ditekankan dalam setiap sesi panahan, sejalan dengan prinsip Dasa Darma "Bertanggung Jawab dan Dapat Dipercaya".

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara yang lagi menempuh Pendidikan S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN RPL UNESA  bahwa Tujuan dari kegiatan ini adalah Memadukan kegiatan Pramuka dengan panahan adalah cara cerdas untuk menghidupkan kembali semangat keterampilan tradisional sambil menanamkan nilai-nilai modern seperti fokus, ketenangan, dan disiplin. Setiap bidikan yang berhasil mendarat di sasaran adalah cerminan dari usaha, kesabaran, dan kontrol diri seorang Pramuka.

Melalui panahan, Pramuka tidak hanya belajar bagaimana cara membidik target di papan, tetapi juga belajar membidik impian dan tujuan hidup dengan keteguhan hati seorang kesatria.

Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id  

NO HP 083857963098









Sabtu, 13 Desember 2025

Pramuka: Lebih dari Sekadar Tepuk Tangan, Mengasah Otak dengan Permainan Tom and Jerry Di SMP PGRI 6

 Pramuka: Lebih dari Sekadar Tepuk Tangan, Mengasah Otak dengan Permainan Tom and Jerry Di SMP PGRI 6

 

Gerakan Pramuka seringkali diasosiasikan dengan baris-berbaris yang rapi, seragam cokelat, dan tepuk-tepuk tangan yang riang. Namun, esensi sejati dari Pramuka jauh melampaui kegiatan fisik semata. Pramuka adalah kawah candradimuka yang melatih kecerdasan, strategi, dan kemampuan memecahkan masalah. Salah satu cara menyenangkan untuk mengasah otak para tunas muda adalah melalui permainan yang strategis dan dinamis, seperti adaptasi kreatif dari permainan klasik "Tom and Jerry".

Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Setiap hari Sabtu Selalu di adakan kegiatan EXTRA Pramuka yang tertuang dalam  Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, yang mewajibkan sekolah menyediakan Pramuka sebagai salah satu opsi wajib bagi siswa, meskipun model pelaksanaannya (seperti perkemahan) dapat disesuaikan, memastikan pembentukan karakter tetap jadi fokus utama.

Dalam pembentukan karakter yang menjadi Fokus utama di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Pada Hari Sabtu13/12/2025 Kegiatan Pramuka  Di SMP PGRI 6 Surabaya Kak SYAHRUL ,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka di SMP PGRI 6 Surabaya yang juga menempuh Pendidikan S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA Mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya bermain TOM AND JARRY

Menurut Kak SYAHRUL ,S.Pd Pramuka bertujuan membentuk karakter yang utuh, mandiri, dan tanggap. Keterampilan hidup (life skills) yang diajarkan tidak hanya tentang memasang tenda atau membuat simpul, tetapi juga:

 

1) Pemecahan Masalah: Menghadapi tantangan tak terduga di alam terbuka atau dalam kelompok.

2) Strategi dan Perencanaan: Merencanakan kegiatan, perjalanan, atau strategi regu.

3) Kerja Sama Tim: Menggunakan kekuatan dan kelemahan individu untuk mencapai tujuan bersama.

Kegiatan yang hanya berfokus pada fisik tanpa stimulasi kognitif akan gagal mempersiapkan anggota Pramuka menghadapi kompleksitas kehidupan nyata. Di sinilah permainan asah otak mengambil peran penting.

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Lagi Menempuh Pendidikan S2 RPL MANAJEMEN PENDIDIKA  UNESA Pramuka tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi kegiatan yang monoton. Dengan mengintegrasikan permainan strategis seperti "Tom and Jerry," para pembina dapat memastikan bahwa anggota Pramuka tidak hanya menguasai keterampilan baris-berbaris dan tepukan, tetapi juga menjadi individu yang strategis, analitis, dan adaptif.Mari ubah citra Pramuka dari sekadar bersenang-senang di luar ruangan menjadi pusat pelatihan keterampilan hidup dan kecerdasan. Pramuka adalah asah otak yang dibungkus dalam petualangan. Karena pada akhirnya, tepuk tangan akan berhenti, tetapi kemampuan untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah akan dibawa seumur hidup.

Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id 

NO HP 083857963098




Jumat, 12 Desember 2025

Doa Bersama untuk Indonesia Meneguhkan Persatuan dalam Keberagaman Di SMP PGRI 6 Surabaya

 Doa Bersama untuk Indonesia Meneguhkan Persatuan dalam Keberagaman Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Indonesia adalah mozaik indah dari berbagai suku, budaya, dan terutama agama. Dalam bingkai kebinekaan ini, muncul inisiatif mulia yang tidak hanya bertujuan memanjatkan harapan bagi bangsa, tetapi juga merajut simpul persaudaraan yang kuat: Doa Bersama untuk Indonesia dan Silaturahmi Guru Lintas Agama. Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari Pancasila, khususnya sila pertama dan ketiga, yang menempatkan keimanan dan persatuan di atas segalanya.Bagian terpenting dari acara ini adalah Silaturahmi Guru Lintas Agama. Para guru agama memiliki peran strategis sebagai agen utama penyebar nilai-nilai moral dan etika kepada generasi muda. Mereka adalah garda terdepan dalam menanamkan benih toleransi, moderasi beragama, dan wawasan kebangsaan.

Peran Vital Para Guru:

1) Membangun Jembatan Pemahaman: Melalui forum silaturahmi, para guru dapat saling berbagi perspektif mengenai ajaran agama mereka, membersihkan miskonsepsi, dan menemukan titik temu ajaran universal tentang cinta, kasih sayang, dan keadilan.

2) Harmonisasi Kurikulum: Pertemuan ini dapat menjadi sarana diskusi untuk mengharmonisasi materi pembelajaran agama, memastikan bahwa kurikulum tidak memuat konten yang bersifat provokatif atau eksklusif, melainkan menekankan pada nilai-nilai persatuan dan keragaman.

3) Model Perilaku: Kehadiran para guru agama yang duduk bersama, berdiskusi, dan berdoa bersama menjadi contoh nyata (teladan) bagi siswa dan masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu dan bekerja sama demi kepentingan bangsa.

 Dampak Jangka Panjang bagi Indonesia

Inisiatif Doa Bersama dan Silaturahmi Guru Lintas Agama ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan:

1. Memperkuat Ketahanan Sosial: Dengan adanya komunikasi dan persaudaraan yang baik di antara para tokoh dan guru agama, potensi konflik sosial berbasis agama dapat diminimalisir.

2. Menciptakan Moderasi Beragama: Kegiatan ini secara efektif mempromosikan Moderasi Beragama, sebuah sikap yang menolak ekstremisme dan radikalisme, serta menekankan pada keseimbangan, keadilan, dan ketaatan konstitusional.

3. Melestarikan Nilai Kebangsaan: Melalui pendidikan dan teladan, generasi muda akan memahami bahwa beragama yang baik adalah beragama yang juga mencintai tanah air.

Kondisi gempa yang melanda negeri tercinta membuat Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9   Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  merasa ikut terpanggil , Dimana  Pada Hari  Jum’at 5/12/2025 bertepatan dengan Jum’at berkah dilakukan Penggalangan DONASI Untuk SUMATERA Dan ACEH kontribusi   dari siswa SMP PGRI 6 Surabaya Sebesar Rp.323.000 Kontribusi Dari Siswa SDS AL IKHLAS Surabaya sebesar Rp 260.000, Serta guru- Guru  dan karyawa SMP PGRI 6  Dan SDS AL IKHLAS Surabaya berhasil mengumpulkan sejumlah dana Rp 290.000

Tidak hanya Penggalangan Donasi Untuk Rasa Simpati Dan Empati Untuk Negeri Tercinta , Dimana  Bapak / Ibu Dewan Guru dan Siswa Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada  Hari Jum’at 12/12/2025  Di Mushola SMP PGRI 6 Surabaya Bapak / Ibu Guru dan Siswa Doa Bersama untuk Indonesia dan Silaturahmi Guru Lintas Agama: Meneguhkan Persatuan dalam Keberagaman

Menurut Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulakj Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang juga lag menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN RPL UNESA Kelas E  Bahwa Acara Doa Bersama ini adalah respons kolektif terhadap tantangan yang dihadapi bangsa, baik itu bencana alam, isu sosial, maupun dinamika politik. Melalui kegiatan ini, perwakilan dari enam agama resmi di Indonesia (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu) berkumpul, masing-masing dengan tradisi doa dan ritual mereka, namun dalam satu niat: memohon kedamaian, kemakmuran, dan keselamatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

a) Pengejawantahan Toleransi: Doa bersama menjadi ruang di mana perbedaan tidak hanya diakui, tetapi juga dirayakan. Setiap pemeluk agama belajar menghargai cara ibadah agama lain, menumbuhkan rasa hormat yang mendalam.

b) Energi Positif Kolektif: Kekuatan doa yang dipanjatkan secara serentak dari berbagai latar belakang spiritual diyakini mampu menciptakan gelombang energi positif dan spiritual yang besar untuk melindungi dan memberkati bangsa.

Doa Bersama untuk Indonesia dan Silaturahmi Guru Lintas Agama adalah lebih dari sekadar seremoni; ini adalah ikrar kolektif untuk menjaga Indonesia. Ini adalah bukti bahwa fondasi bangsa ini, yang dibangun di atas Bhinneka Tunggal Ika, tetap kokoh. Marilah kita terus mendukung inisiatif seperti ini, memastikan bahwa persatuan yang kita miliki tidak lekang oleh waktu, dan doa-doa yang kita panjatkan akan senantiasa memberkahi Ibu Pertiwi.

Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id

NO HP 083857963098

·