Jumat, 12 Desember 2025

Doa Bersama untuk Indonesia Meneguhkan Persatuan dalam Keberagaman Di SMP PGRI 6 Surabaya

 Doa Bersama untuk Indonesia Meneguhkan Persatuan dalam Keberagaman Di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Indonesia adalah mozaik indah dari berbagai suku, budaya, dan terutama agama. Dalam bingkai kebinekaan ini, muncul inisiatif mulia yang tidak hanya bertujuan memanjatkan harapan bagi bangsa, tetapi juga merajut simpul persaudaraan yang kuat: Doa Bersama untuk Indonesia dan Silaturahmi Guru Lintas Agama. Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari Pancasila, khususnya sila pertama dan ketiga, yang menempatkan keimanan dan persatuan di atas segalanya.Bagian terpenting dari acara ini adalah Silaturahmi Guru Lintas Agama. Para guru agama memiliki peran strategis sebagai agen utama penyebar nilai-nilai moral dan etika kepada generasi muda. Mereka adalah garda terdepan dalam menanamkan benih toleransi, moderasi beragama, dan wawasan kebangsaan.

Peran Vital Para Guru:

1) Membangun Jembatan Pemahaman: Melalui forum silaturahmi, para guru dapat saling berbagi perspektif mengenai ajaran agama mereka, membersihkan miskonsepsi, dan menemukan titik temu ajaran universal tentang cinta, kasih sayang, dan keadilan.

2) Harmonisasi Kurikulum: Pertemuan ini dapat menjadi sarana diskusi untuk mengharmonisasi materi pembelajaran agama, memastikan bahwa kurikulum tidak memuat konten yang bersifat provokatif atau eksklusif, melainkan menekankan pada nilai-nilai persatuan dan keragaman.

3) Model Perilaku: Kehadiran para guru agama yang duduk bersama, berdiskusi, dan berdoa bersama menjadi contoh nyata (teladan) bagi siswa dan masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk bersatu dan bekerja sama demi kepentingan bangsa.

 Dampak Jangka Panjang bagi Indonesia

Inisiatif Doa Bersama dan Silaturahmi Guru Lintas Agama ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan:

1. Memperkuat Ketahanan Sosial: Dengan adanya komunikasi dan persaudaraan yang baik di antara para tokoh dan guru agama, potensi konflik sosial berbasis agama dapat diminimalisir.

2. Menciptakan Moderasi Beragama: Kegiatan ini secara efektif mempromosikan Moderasi Beragama, sebuah sikap yang menolak ekstremisme dan radikalisme, serta menekankan pada keseimbangan, keadilan, dan ketaatan konstitusional.

3. Melestarikan Nilai Kebangsaan: Melalui pendidikan dan teladan, generasi muda akan memahami bahwa beragama yang baik adalah beragama yang juga mencintai tanah air.

Kondisi gempa yang melanda negeri tercinta membuat Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9   Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  merasa ikut terpanggil , Dimana  Pada Hari  Jum’at 5/12/2025 bertepatan dengan Jum’at berkah dilakukan Penggalangan DONASI Untuk SUMATERA Dan ACEH kontribusi   dari siswa SMP PGRI 6 Surabaya Sebesar Rp.323.000 Kontribusi Dari Siswa SDS AL IKHLAS Surabaya sebesar Rp 260.000, Serta guru- Guru  dan karyawa SMP PGRI 6  Dan SDS AL IKHLAS Surabaya berhasil mengumpulkan sejumlah dana Rp 290.000

Tidak hanya Penggalangan Donasi Untuk Rasa Simpati Dan Empati Untuk Negeri Tercinta , Dimana  Bapak / Ibu Dewan Guru dan Siswa Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada  Hari Jum’at 12/12/2025  Di Mushola SMP PGRI 6 Surabaya Bapak / Ibu Guru dan Siswa Doa Bersama untuk Indonesia dan Silaturahmi Guru Lintas Agama: Meneguhkan Persatuan dalam Keberagaman

Menurut Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Yang terletak di Jalan Bulakj Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Yang juga lag menempuh S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN RPL UNESA Kelas E  Bahwa Acara Doa Bersama ini adalah respons kolektif terhadap tantangan yang dihadapi bangsa, baik itu bencana alam, isu sosial, maupun dinamika politik. Melalui kegiatan ini, perwakilan dari enam agama resmi di Indonesia (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu) berkumpul, masing-masing dengan tradisi doa dan ritual mereka, namun dalam satu niat: memohon kedamaian, kemakmuran, dan keselamatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

a) Pengejawantahan Toleransi: Doa bersama menjadi ruang di mana perbedaan tidak hanya diakui, tetapi juga dirayakan. Setiap pemeluk agama belajar menghargai cara ibadah agama lain, menumbuhkan rasa hormat yang mendalam.

b) Energi Positif Kolektif: Kekuatan doa yang dipanjatkan secara serentak dari berbagai latar belakang spiritual diyakini mampu menciptakan gelombang energi positif dan spiritual yang besar untuk melindungi dan memberkati bangsa.

Doa Bersama untuk Indonesia dan Silaturahmi Guru Lintas Agama adalah lebih dari sekadar seremoni; ini adalah ikrar kolektif untuk menjaga Indonesia. Ini adalah bukti bahwa fondasi bangsa ini, yang dibangun di atas Bhinneka Tunggal Ika, tetap kokoh. Marilah kita terus mendukung inisiatif seperti ini, memastikan bahwa persatuan yang kita miliki tidak lekang oleh waktu, dan doa-doa yang kita panjatkan akan senantiasa memberkahi Ibu Pertiwi.

Penulis

BANU ATMOKO

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E

Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id

NO HP 083857963098

· 

 

 

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar