Kamis, 08 Desember 2022

Kegiatan Keagamaan di SMP PGRI 6 Surabaya Membangun Karakter Siswa Di Zaman Milenial

 
































Kegiatan Keagamaan di SMP PGRI 6 Surabaya

Membangun Karakter Siswa

Di Zaman Milenial

HARI KE – 334

 

Banyak orang beranggapan bahwa pendidikan karakter anak pada zaman dahulu lebih bagus dibandingkan zaman sekarang. Sepertinya anggapan tersebut benar adanya, karena melihat sikap sebagian besar anak zaman sekarang yang kian membuat orang dewasa mengelus dada. Anak SD banyak melawan guru dan orang tuanya, terlibat perkelahian, merokok, menggunakan obat terlarang hingga melakukan tindak asusila. Jika kita mencermati kembali, masalah ini berkembang semakin parah seiring dengan meningkatnya kecanggihan teknologi yang tidak terkontrol. Kebebasan anak-anak mengakses internet dengan segala dunianya, membuat mereka terfokus hanya pada apa yang mereka lihat di internet. Mereka menganggap apa yang terjadi di luar sana adalah hal yang wajar dilakukan, bahkan sangat keren untuk ditiru. Ya, itulah salah satu dampak negatif kecanggihan teknologi.Meski buruk bagi aspek moral anak, namun perkembangan teknologi tetap saja tidak dapat dicegah. Kita tidak dapat menghentikan laju teknologi, namun yang dapat kita lakukan yaitu memperketat pengawasan dan pendidikan karakter kepada anak. Dua peran yang paling bertanggung jawab dalam mengemban tugas ini yaitu orang tua dan guru/pendidik. Keduanya sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.Menjadi seorang guru berarti sama halnya dengan menjadi orang tua si anak di sekolah. Ya, menjadi guru bukan sekadar bertanggung jawab memberikan asupan pelajaran, tetapi juga harus mampu mendidik moral, etika, integritas dan karakter. 

SMP PGRI 6 SURABAYA Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Sebagai Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan  Selalu Mengedepankan Karakter harus dimiliki oleh Setiap Peserta Didik yang berada di SMP PGRI 6  Pada Hari Kamis 8/12/2022  Sebelum KBM Seluruh Siswa / Siswi dengan menggunakan BAJU ADAT Mereka Membaca YASIN , ASMAUL  HUSNAH , Selesai Pembacaan YASIN Bersama Di Lapangan Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Kumpul di RUANG UKS Bersama Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H.I Selaku Guru Agama Islam  Membaca YASIN , ISTIGHOSAH Serta SHOLAWAT Untuk Mendoakan Ibu Penulis Yang Lagi SAKIT Semoga Di Berikan Kesembuhan dan Diangkat Penyakitnya Oleh Allah S.W.T

Menurut Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan bahwa  Di saat seperti ini  Di perlukan Membangun Karakter Siswa di Zaman Milenial dengan kegiatan Keagamaan seperti yang dilakukan di SMP PGRI 6 Surabaya

 

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Rabu, 07 Desember 2022

Membumikan Nilai Budaya Religius Serta Membumikan NILAI Peduli dan Berbudaya LINGKUNGAN Di Bumi SMP PGRI 6 Surabaya

 









































Membumikan Nilai Budaya Religius

Serta Membumikan NILAI  Peduli

dan Berbudaya LINGKUNGAN Di Bumi

SMP PGRI 6 Surabaya

HARI KE – 333

 

PENGEMBANGAN budaya religius di sekolah adalah bagian dari pembiasaan penerapan  nilai-nilai agama dalam kehidupan di sekolah dan di masyarakat. Pembiasaan ini memiliki tujuan untuk  menanamkan nilai-nilai agama Islam yang diperoleh siswa dari hasil pembelajaran disekolah untuk diterapkan dalam perilaku siswa sehari-hari. Banyak hal bentuk pengamalan nilai-nilai religius yang bisa dilakukan di sekolah.Seperti saling mengucapkan salam, pembisaan menjaga hijab antara laki-laki dan perempuan (misal; laki-laki hanya bisa berjabat tangan siswa laki-laki dan guru laki-laki, begitu juga sebaliknya), pembiasaan berdoa, shalat dhuha, dhuhur secara berjemaah, mewajibkan siswa dan siswi menutup aurat, hafalan surat-surat pendek dan pilihan dan lain sebagainya. Strategi pengembangan budaya agama dalam komunitas madrasah melalui tiga tataran, yaitu tataran nilai yang dianut, tataran praktik keseharian, dan tataran symbol-simbol budaya.Pada tataran nilai yang dianut, perlu dirumuskan secara bersama-sama nilai-nilai agama yang disepakati dan perlu dikembangkan di sekolah, untuk selanjutnya di bangun komitmen dan loyalitas bersama di antara semua warga sekolah terhadap nilai-nilai yang bersifat vertical  (hambl min Allah) dan Horizontal (Habl min An nas), dan hubungan dengan alam sekitarnya.Dalam tataran praktik keseharian, nilai-nilai keagamaan yang telah disepakati tersebut diwujudkan dalam bentuk sikap dan perilaku keseharian oleh semua warga sekolah.Dalam tataran symbol-simbul budaya, pengembangan yang perlu dilakukan adalah mengganti symbol-simbul budaya yang kurang sejalan dengan ajaran dan nilai-nilai agama dengan symbol budaya  yang agamis.Perubahan symbol dapat dilakukan dengan mengubah model berpakaian dengan prinsip menutup aurat, pemasangan hasil karya peserta didik, foto-foto, dan motto yang mengandung pesan-pesan nilai keagamaan dan lain-lain. bahwa strategi untuk membudayakan nilai-nilai agama di madrasah dapat dilakukan melalui:

Power strategi, yakni strategi pembudayaan agama di madrasah dengan cara menggunakan kekuasaan atau melalui people’s power. Dalam hal ini peran kepala madrasah dengan segala kekuasaannya sangat dominan dalam melakukan perubahan.

Persuasive strategy, yang dijalankan lewat pembentukan opini dan pandangan masyarakat warga madrasah.

Normative re-educative. Artinya norma yang berlaku di masyarakat termasyarakatkan lewat education, dan mengganti paradigma berpikir masyarakat madrasah yang lama dengan yang baru.

Pada strategi pertama tersebut dikembangkan melalui pendekatan perintahdan larangan atau reward dan punishment. Sedangkan strategi kedua dan ketiga tersebut dikembangkan melalui pembiasaan, keteladanan, dan pendekatan persuasif atau mengajak pada warganya dengan cara yang halus, dengan memberikan alasan dan prospek baikyang bisa menyakinkan mereka.

Untuk mewujudkan budaya agama di sekolah, ada beberapa strategi yang dapat dilakukanoleh para praktisi pendidikan, di antaranya melalui:
1. Memberikan contoh (teladan).
2. Membiasakan hal-hal yang baik.
3. Menegakkan disiplin.
4. Memberikan motivasi dan dorongan.
5. Memberikan hadiah terutama secara psikologis.
6. Menghukum (mungkin dalam rangka kedisiplinan.
7. Pembudayaan agama yang berpengaruh bagi pertumbuhan anak.

Dalam  tataran nilai yang dianut perlu dirumuskan secara bersama nilai-nilai agama yang disepakati dan perlu di kembangkan di Sekolah, untuk selanjutnya dibangun komitmen dan loyalitas bersama diantara semua warga sekolah terhadap nilai-nilai yang disepakati. Seperti hubungan manusia atau warga sekolah dengan Allah (hubungan vertical) dan yang horizontal berwujud hubungan manusia atau warga sekolah dengan sesamanya, dan hubungan mereka dengan lingkungan dan alam sekitarnya.

Membumikan Nilai Budaya Religius Pelajar di Sekolah Serta Membumikan Nilai BUDAYA Lingkungan di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada hari Rabu 7/12/2022 Seperti biasa Sebelum kegiatan KBM Seluruh siswa / Siswi  SMP PGRI 6 Surabaya Berkumpul di LAPANGAN Pukul 06.15 Untuk NGAJI MORNING Bersama sama  Setelah Itu Pukul 11.00 Seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Melakukan kegiatan bersih bersih Lingkungan sekolah Mulai NYAPU Halaman , NGOSEK Kamar  Mandi , Membersihkan JENDELA , Membersihkan Kelas dan lain lain

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya bahwa Tujuan dari Kegiatan Ini adalah Membumikan Nilai Budaya Religius Serta Membumikan NILAI  Peduli dan Berbudaya LINGKUNGAN

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat