Kamis, 08 September 2022

NIKMATNYA KIRIMAN KUE PURIMAS DI MARKAS MKKS SMP SWASTA UTARA

 








NIKMATNYA KIRIMAN KUE PURIMAS

DI MARKAS MKKS SMP SWASTA UTARA

HARI KE – 249

 

Islam mengajarkan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Memberi itu lebih baik daripada menerima, apalagi meminta-minta. Jika kemudian ditakdirkan bisa memberi kepada orang lain, maka Islam melarang umatnya untuk berharap balasan, pujian dan ucapan terima kasih sekalipun. Memberi harus dimaksudkan hanya untuk mendapatkan ridha Allah semata. Dalam QS. Al-Insan: 9, Allah merekan suara hari orang-orang yang ikhlas,  “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”Kendati demikian, jika seseorang mendapatkan tambahan nikmat melalui pemberian orang lain, maka ia harus bersyukur dan mensyukurinya. Pemberian tidak selalu bersifat materi. Penghormatan dan kemuliaan non-materi juga bagian dari pemberian.Rasulullah bersabda, “Tidaklah dianggap bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak bersyukur kepada sesama manusia.” Setidaknya, ada empat adab (cara) mensyukuri pemberian orang (sesama manusia).Pertama, dengan berterima kasih, yaitu di samping mengucapkan terima kasih kepada yang memberi, seseorang hendaknya setelah “terima” rela untuk “mengasihkan” kepada yang lain. Kisah menarik terjadi ketika Umar ibn al-Khattab menghadiahkan makanan kesukaannya, gulai kepala kambing kepada tetangganya.Rupanya, tetangga yang dianggap layak oleh Umar untuk menerima sedekah itu ingat dan ingin mengamalkan sebuah ayat dalam Al-Quran surat Ali-Imran: 92, “Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, hingga kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”.Maka, kepala kambing siap saji itu dihadiahkan kepada tetangganya yang lain. Menariknya, masakan nikmat itu akhirnya berpindah sampai rumah ketujuh. Tanpa diketahui oleh tetangga-tetangganya itu, rumah ketujuh ini tahu jika makanan ini kesukaan Umar.Diantarkanlah masakan tersebut tanpa tahu bahwa kepala kambing itu berasal dari dapur rumah Umar. Akhirnya, masakan kepala kambing itu kembali lagi kepada pemiliknya, Umar ibn al-Khattab (HR. Al-Baihaqi dalam kitab Syuabul Iman: 3/259 dari Abdullah ibn Umar).Dalam bahasa sederhana, bersyukur itu berterima kasih, meskipun makna “bersyukur” jauh lebih luas dari sekedar “berterima kasih”. Tetapi, setidaknya, begitulah salah satu cara mensyukuri pemberian orang lain. Apa yang dilakukan oleh Umar dan tetangganya menunjukkan mereka se­ba­gai pribadi yang melimpah (giving oriented personality atau abundant personality). Kedua, menggunakan pemberian orang lain sesuai dengan kehendak yang memberi. Jika pemberian itu berupa makanan, maka hendaklah didahulukan untuk dimakan dari makanan sendiri.Jika makanan kita sendiri berlebih dan tidak memungkinkan memakannya karena pantangan kesehatan atau yang lain, maka segeralah diberikan kepada orang lain. Meski kita tidak pernah memberi tahu kepada yang memberi tentang apa yang kita lakukan, namun Allah mengetahuinya. Dengan izin-Nya, Yang Maha Pemberi Rejeki itu akan menambahkan nikmat-Nya kepada mereka yang mensyukuri pemberian orang lain.Ketiga, pemberian itu merupakan sebuah penghormatan. Dalam Islam tidak ada istilah “balas jasa” atau “balas budi”. Tetapi, Islam mengajarkan agar membalas penghormatan, kemuliaan dan penghargaan itu dengan lebih baik.Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’: 86, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” Jika tidak bisa, doakan saja. Mintakan ampun si pemberi itu kepada Allah.Keempat, berdoalah untuk mereka yang memberi. Doamu akan menenangkan mereka (sakanun lahum). Dalam QS. At-Taubah: 103, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” Salah satu doa yang makbul adalah doa di mana seseorang yang didoakan tidak tahu jika ia sedang didoakan

Pada hari Kamis 8/9/2022 Sepulang dari kegiatan Dinas Luar Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir mendatkan Kiriman KUE PURIMAS Dari Ibu LULUK SRI RAHAYU ,S.KH Kepala SMP TUNAS Buana Surabaya yang dititipkan Ke OM SYAHRUL ,S.Pd Kepala SMP Kemala Bhayangkari 6 Surabaya , Dimana Dalam Kesempatan tersebut Ibu LULUK SRI RAHAYU ,S.KH Yang hari ini juga bertepatan dengan Ulang Tahun Beliau

Alhamdulilah Kiriman Kue Berkah dan Barokah Selamanya Akhirnya Kue Tersebut Dibagi oleh Penulis Ke OM SYAHRUL ,S.Pd dan Om AINUL , Semoga Persahabatan Ini Terus berlanjut sampai AJAL Memisahkan

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Rabu, 07 September 2022

Bersama Kejaksaan Negeri TANJUNG Perak Ajak Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Dan Bendahara Pelaporan akurat, transparan dan akuntabel

 











































Bersama Kejaksaan Negeri TANJUNG Perak

Ajak Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Dan Bendahara

Pelaporan akurat, transparan dan akuntabel

HARI KE – 248

 

Untuk memenuhi mekanisme fasilitasi penyusunan dan penyampaian laporan keuangan Satuan Kerja sehingga diharapkan keakuratan dan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan  Rekonsiliasi merupakan bagian dari mekanisme fasilitasi penyusunan dan penyampaian laporan keuangan satuan kerja kepada unit akuntansi wilayah yang bertujuan untuk menyamakan data danpersepsi terkait data keuangan maupun data Barang Milik Negara sebagai pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan anggaran, " Laporan keuangan yang disusun, tidak hanya akurat, transparan dan akuntabel tetapi juga INOVATIF agar informasi yang  dapat sajikan nantinya bisa dengan mudah dibaca dan dimengerti oleh masyarakat luas

Dalam mewujudkan Pelaporan akurat, transparan dan akuntabel tetapi juga INOVATIF MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Pada Hari Selasa 6/9/2022  Mengadakan kegiatan pembinaan  yang diberikan oleh APARAT PENEGAK HUKUM Yaitu Kejaksaan Negeri TANJUNG Perak Surabaya yang Diadakan Di AUALA SMA TAMIRIYA Surabaya .

Dalam kesempatan tersebut Materi yang di sampaikan yaitu PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN DANA BOSDA DALAM SUDUT PANDANG TINDAK PIDANA KORUPSI Ole Bapak FADHIL ,S.H, M.H Didampingi Ibu PUTU Eka S.H Dari SEKSI TINDAK PIDANA KHUSUS KEJAKSAAN NEGERI TANJUNG PERAK Menyampaikan tentang  PERTANGGUNGJAWABAN PENGELOLAAN DANA BOSDA DALAM SUDUT PANDANG TINDAK PIDANA KORUPSI

Dalam kesempatan tersebut Bapak Ir YUSUF MASRUH MM Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dan Ibu TRI  ENDANG KUSTIANINGSIH ,S.Pd , M.Pd Selaku Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan meminta SMP Swasta Surabaya Utara Pelaporan akurat, transparan dan akuntabel tetapi juga INOVATIF, Dimana kegiatan ini di ikuti oleh 40 Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Dan 40 Bendahara SMP Swasta Surabaya Utara .

Dalam kesempatan ini Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak  di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Mengajak kepada Kepala SMP Swasta Surabaya Utara dan Bendahara  Untuk Pelaporan akurat, transparan dan akuntabel  Kata Penulis

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

Selasa, 06 September 2022

Simpan prestasi siswa

 





















Simpan prestasi siswa

HARI KE – 247

Mempunyai arti kurang lebih prestasi adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa Prestasi Belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994:19).Kata  prestasi  berasal  dari  bahasa  Belanda “Prestasic” yang berarti  hasil  usaha.  Dalam  kamus  besar  Bahasa  Indonesia  Prestasi Belajar   didefinisikan  sebagai  hasil  penilaian  yang  diperoleh  dari kegiatan  persekolahan  yang  bersifat  kognitif  dan  biasanya  ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.


Bagi SMP PGRI 6 SURABAYA Sekolah peduli berbudaya lingkungan yang terletak di jalan bulak RUKEM III NO 7-9 kelurahan Wonokusumo kecamatan Semampir menghargai prestasi siswa tersebut itu sangat di utamakan  sekecil apapun prestasi siswa tersebut harus di hargai agar mereka senang Seperti yang dilakukan pada hari Selasa 6/9/2022 setelah  kegiatan apel pagi membaca istighosah Siwa dan siswi yang meraih juara lomba awarding Akm tersebut menyerahkan piala yang beliau dapat di serahkan ke ibu YUNI ISMARYATI S.Pd dari ibu Yuni ISMARYATI S.Pd di serahkan ke penulis yang juga kepala sekolah SMP PGRI 6 SURABAYA untuk di simpan di sekolah

Menurut penulis kegiatan ini adalah untuk menghargai  dari siswa siswi yang sudah berjuang untuk ikut lomba tersebut serta menempatkan piala mereka di lemari piala agar kelak jika mereka sudah lulus ada kenangan di sekolah tercinta kata penulis

 

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat