Kamis, 21 Juli 2022

Sayangi dan Rawatlah "Aku" Seperti Kau RAWAT DIRIMU




 

Sayangi dan Rawatlah "Aku"

Seperti Kau RAWAT DIRIMU

HARI KE – 201

 

 Sayangi dan rawatlah "aku", begitulah ucapan yang akan terlontar jika tumbuhan bisa berbicara kepada manusia. Tumbuhan itu sahabatnya manusia loh, ya melalui tumbuhan manusia bisa belajar banyak misalnya pelajaran yang bisa saya ambil ketika bersahabat dengan tumbuhan : tumbuhan itu akan tumbuh subur jika selalu dirawat dan disiram, untuk mencapai tahap menghasilkan buah butuh proses yang sangat panjang bahkan kadang ditengah jalan tumbuhan ini mengugurkan daunnya atau daunnya ada yang layu, kekeringan akibat kekurangan air atau "sakit" karena terkena hama. Nah proses tumbuhan itu ibaratnya hampir sama dengan proses kehidupan manusia dimana manusia perlu jatuh bangun untuk mencapai sebuah tujuan hidup yang hendak dicapai. Hmmm balik lagi kita membahas tumbuhan. Hayooooooooo siapa yang dirumah tidak punya tumbuhan ? Walaupun hanya ditanam di dalam pot tapi tumbuhan itu perlu kita sayangi dan rawat. Misalnya, jika kita menanam sirih hijau, maka kita wajib menyayangi dan merawat "mereka" dengan menyiram setiap pagi dan sore dan memberikan vitamin untuk "mereka" ya berupa pupuk biar semakin cepat numbuh dan subur. Memelihara tumbuhan / tanaman itu manfaatnya banyak loh , diantara lain : kita bisa menghirup udara sejuk karena tumbuhan tesebut menyerap oksigen lebih banyak jadi di sekitar kita tidak terlalu gersang banget, mempercantik halaman rumah jika di sekitar halaman ditanamin berbagai tanaman seperti bunga mawar, melati, sirih ataupun lidah buaya, serta menambah rasa tenang. Karena hijau nya tumbuhan pun mampu membuat kita tenang loh, gak percaya? coba deh kalian merawat mereka dan rasakan ketenangan saat memandang hijaunya serta asri nya membuat kita tenang, damai dan tentunya bahagia. Mereka membutuhkan sentuhan tangan manusia, kalau tidak disentuh mereka bisa punah, layu bahkan mati.
 Ayoooo bagi kalian yang suka bercocok tanam atau ingin menghirup udara segar, bisa loh dengan menanam tanaman yang tidak perlu menyita luasnya lahan. Bisa dengan menanam sirih, di dalam pot sirih akan hidup loh yang diperlukan hanya tanah + pot, tanaman sirih ini akan subur karena bentuk fisik tanaman sirih ini merambat jadi tidak tumbuh lurus seperti pohon kelapa dan sejenisnya hehehe. Nah menyanyangi dan merawat tumbuhan mudah kan? yuuuuuk bergegas dengan aksi nyata. Kalau sudah menanam kita bisa mengurangi global warming loh walaupun hanya beberapa persen saja tapi inilah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Kalau bukan sendiri siapa lagi yang peduli? Ya semuanya dari diri sendiri loooooh. Tumbuhan pun berhak menikmati "hidup".

Di depan ruang UKS SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Pada Hari Kamis 21/7/2022 Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya untuk membungkus TANAMAN JAMBU Dengan Kresek  Agar tanaman Jambu Biji tersebut tidak dimakan CODOT , Disamping itu Tujuan  Dari kegiatan tersebut adalah mengajak siswa / siswi untuk selalu merawat tanaman .

Dalam kesempatan tersebut Penulis menyampaikan pada seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Untuk Sayangi dan Rawatlah "Aku" Seperti Kau RAWAT DIRIMU Kata Penulis

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

 

 

Rabu, 20 Juli 2022

SIAPKAN KURIKULUM MERDEKA DI SMP PGRI 6 ADAKAN TES POTENSI DIRI SISWA / SISWI UNTUK DICETAK MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL

 



















SIAPKAN KURIKULUM MERDEKA  DI SMP PGRI 6

ADAKAN TES POTENSI DIRI  SISWA / SISWI

UNTUK DICETAK MENJADI GENERASI EMAS UNGGUL

HARI KE – 200

Pembelajaran Jarak Jauh kini menjadi metode pembelajaran utama yang dilakukan oleh setiap sekolah dalam melakukan proses pembelajaran di kelas dengan memanfaatkan internet. Metode ini digunakan karena para siswa harus tetap mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan yang layak.Kelas yang kondusif sulit didapatkan selama pembelajaran daring ini, para guru sulit mengontrol efektivitas pembelajaran yang biasanya Ia lakukan di kelas luring. Selain itu, situasi para siswa yang beragam juga tidak luput dari perhatian para guru. Maka sebelum pembelajaran dimulai, pentingnya bagi guru untuk menganalisis latar belakang para siswanya salah satunya dengan asesmen diagnosis.Asesmen diagnosis merupakan upaya untuk memperoleh informasi tentang kondisi siswa baik dari aspek kognitif maupun nonkognitif terkait dengan kesiapan siswa untuk menerima materi pelajaran selanjutnya.Asesmen Diagnosis Kognitif adalah asesmen diagnosis yang dapat dilaksanakan secara rutin, pada awal ketika guru akan memperkenalkan sebuah topik pembelajaran baru, pada akhir ketika guru sudah selesai menjelaskan dan membahas sebuah topik, dan waktu yang lain selama semester (Pusmenjar, 2021). Asesmen diagnosis kognitif bertujuan untuk mengidentifikasi capaian kompetensi siswa, menyesuaikan pembelajaran dengan kompetensi rata-rata, memberikan remidial bagi kelompok siswa di bawah rata-rata.Asesmen ini memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siswa yang sudah paham, siswa yang agak paham, dan siswa yang belum paham. Dengan demikian Bapak atau Ibu guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.Beda halnya dengan asesmen diagnosis kognitif, asesmen diagnosis nonkognitif bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, aktivitas belajar di rumah dan kondisi keluarga siswa. Beragamnya kondisi sosial ekonomi, akses teknologi, serta kondisi wilayah, menyebabkan proses belajar dan kompetensi siswa menjadi sangat bervariasi.Pandemi yang memaksa pembelajaran jarak jauh menimbulkan ganguan pada perkembangan emosi dan kesehatan psikologis siswa. Bahkan lebih lanjut siswa terancam putus sekolah. Akibatnya hal ini akan berpengaruh saat siswa mulai merintih karirnya nanti.Apabila guru memiliki informasi yang cukup tentang kondisi psikologis dan batas awal capaian kognitif siswa maka akan lebih mudah menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan akomodatif terhadap keberagaman.Kepala sekolah bertanggung jawab memastikan asesmen diagnosis dilakukan di semua kelas secara berkala pada awal pembelajaran.  Sebaliknya apabila guru menyusun rencana pembelajaran tanpa mempertimbangkan hal-hal yang disebutkan di atas, maka hasil belajar yang baik akan sukar didapatkan. Capaian kompetensi siswa secara umum akan menurun, yang pada giliran berpengaruh pula pada daya saing mereka dalam kehidupan nyata di masyarakat.Secara ringkas asesmen diagnosis terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Walaupun terdapat dua jenis asesmen diagnosis, yaitu kognitif dan nonkognitif namun tahapan-tahapan tadi tetap berlaku pada keduanya. Tidak ada bentuk yang baku untuk masing-masing tahapan, semuanya sangat bergantung kepada aspek asesmen, jenjang sekolah, kelas siswa berada, mata pelajarannya, sarana dan prasarana, dan lain sebagainya.Tahap persiapan sangat ditentukan oleh kreativitas seorang guru untuk menyusun instrumen asesmen diagnosis baik kognitif maupun nonkognitif. Tahap pelaksanaan membutuhkan kemampuan bertanya yang baik, terutama pada asesmen diagnosis nonkognitif yang memungkinkan guru melakukan metode wawancara, atau dengan memberi kesempatan siswa bercerita mengenai hal apa saja yang menjadi kendala yang dialaminya. Tahap tindak lanjut perlu kesungguhan seorang guru untuk betul-betul memikirkan langkah terbaik untuk membantu siswa yang beragam kesulitannya. Dalam hal ini guru bisa berdiskusi dengan kepala sekolah atau teman sejawat.

Dalam mempersiapkan Kurikulum Merdeka di Kelas 7 SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  di MPLS Terakhir Hari Rabu 20/7/2022 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Kelas 7 Mengikuti Materi Tentang Tata Krama Siswa yang di sampaikan oleh Ibu SUGIARTI ,S.Pd  Serta TATA TERTIB Siswa Dan Wawasan WIYATA Mandala Yang di sampaikan oleh  Ibu YUNI ISMARYATI ,S.Pd selaku Guru BK SMP PGRI 6 Surabaya tersebut

Selesai Paparan TATA TERTIB Dan WAWASAN WIYATA Mandala tersebut dilaksanakan TES POTENSI Diri dimana Untuk Mengukur sejauh mana kepribadian siswa tersebut  Apalagi menghadapi Pembelajaran Kurikulum Merdeka tersebut

Dimana Siswa / Siswi Mengerjakan Soal Tes Potensi Diri Sebanyak 24 Soal , Dalam Kesempatan tersebut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya menyampaikan bahwa Tidak ada Benar atau salah dalam  menjawab soal tersebut yang Terpenting adalah Kejujuran dari dalam diri kalian saat menjawab Kata Penulis. Penulis beraharap dengan TES POTENSI Diri tersebut Harapannya adalah Guru bisa mengetahui yang di inginkan siswa tersebut  sehingga  Guru Tidak bingung dalam analisa  Di Pembelajaran Kurikulum Merdeka tersebut , Sehingga harapan dari Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Kelak mereka menjadi Generasi Emas Unggul dan Berkarakter.

 

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

Selasa, 19 Juli 2022

KEGIATAN MPLS HARI KEDUA 19 JULI 2022 SMP PGRI 6 SURABAYA

TIDAK ADA MANUSIA DI MUKA BUMI SEMPURNA KECUALI DI BEKALI ILMU BELAJAR…BELAJAR….BELAJAR

 


























































































TIDAK ADA MANUSIA DI MUKA BUMI SEMPURNA

KECUALI DI BEKALI ILMU BELAJAR…BELAJAR….BELAJAR

HARI KE – 199

Belajar tentunya menjadi hal yang wajib bagi para pelajar. Tetapi, tidak hanya para pelajar saja yang wajib melakukan aktivitas tersebut. Mahasiswa, pekerja kantoran ataupun seorang dosen pun juga perlu belajar. Misalnya belajar untuk mengikuti tes CPNS, belajar untuk masuk ke perguruan tinggi atau belajar untuk melamar pekerjaan. Faktanya, memang semua orang mampu melakukan aktivitas belajar. Hanya saja yang menguasai cara belajar efektif dan efisian lah yang mampu menyerap hasil belajar lebih baik. Nah, bagaimana sih cara belajar efektif dan efisien? Tidak perlu khawatir, pada artikel kali ini akan mengulas tentang cara belajar efektif dan efisien yang mampu memaksimalkan hasil belajar dan meraih impianmu Cara belajar efektif dan efisien mungkin dianggap menjadi hal yang sulit dilakukan, cara ini bahkan hanya dianggap sebagai sebuah slogan. Hal ini karena belum banyak yang mampu menemukan cara belajar yang efektif dan efisien yang sesuai dengan kondisinya pribadi. Memang harus diakui bahwa, cara belajar efektif dan efisien bagi sebagian orang, belum tentu efektif dan efisien bagian sebagian lainnya. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara belajar yang efektif dan efisien, ada baiknya kita memahami dulu makna cara belajar efektif dan efisienBelajar efektif adalah cara belajar yang sesuai dengan kondisi personal pembelajar, baik dari segi metode, penggunaan tempat, ataupun penggunaan waktu. Sedangkan belajar efesien adalah cara belajar yang meminimalkan usaha tetapi mendapatkan hasil yang maksimal. Yang diminimalkan disini juga berupa waktu, tempat, sarana dan prasarana belajar dan lain-lain. Biasanya seseorang belajar tidak terlalu lama, tetapi sangat menguasai materi tersebut, karena orang tersebut kemungkinan mempunyai cara efisien dalam belajar, selain metode yang mereka gunakan dalam belajar. Yang perlu diingat disini adalah, tidak orang pintar atau bodoh dalam belajar, yang ada hanyalah orang malas, dan tak tahu cara belajar yang baik.

Tidak ada Manusia di Muka bumi ini Yang tidak pintar , yang ada adalah manusia yang malas tidak mau berusaha itulah yang di sampaikan oleh Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Selasa 19/7/2022 Ketika Apel pagi sebelum mengikuti MPLS 2022/2023 Hari kedua tersebut yaitu Ngaji Morning Di Lapangan yang dimulai Pukul 06.30, Dimana Setelah NGAJI MORNING Tersebut  Penulis  mengajak ICE BREAKING Bermain di lapangan selama 30 Menit di lapangan sebelum masuk ke dalam kelas pembelajaran , Dimana kegiatan  ICE Breaking tersebut yaitu Untuk Mengetahui Konsentrasi dari Siswa / Siswi tersebut. Dalam kesempatan tersebut Penulis memberikan Reward / Hadiah kepada Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Berupa Uang Rp. 5.000 ,-

Tepat Pukul 07.30 Semua Peserta masuk ke dalam ruang Kelas Untuk menerima Materi Sesi 1 Yaitu CARA BELAJAR EFEKTIF MENURUT PSIKOLOGI Yang di sampaikan Oleh Ibu SRI SUPADMI ,S.Pd , Setelah Ibu SRI SUPADMI ,S.Pd Materi Sesi Yang Kedua Yaitu PROGRAM SEKOLAH  & KEGIATAN EXTRA  Yang di sampaikan Oleh Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd  Selaku Guru Bahasa Inggris , Sedangkan Materi Terakhir yaitu MENUMBUHKAN KESADARAN DAN SIKAP BELA NEGARA Yang di sampaikan Oleh Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti

Dalam kesempatan yang baik ini Penulis mengajak Seluruh Siswa / Siswi Untuk selalu Belajar …… Belajar Dan Belajar Karena Tanpa Belajar Kita Seperti Kehilangan Arah Tujuan  , Makanya Penulis mengajak Terus Belajar agar kelak menjadi Generasi Emas Unggul  dan Berkarakter

#Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat