Belajar itu
kapan dan dimana saja -
Belajar itu sepanjang hayat. Mulai dari ayunan sampai ke liang lahat. Kalimat
ini sudah familiar bagi kita semua. Belajar itu tak pandang usia. Tidak tergantung
pada waktu dan tempat. Kapan saja bisa belajar, begitu pula tempatnya. Dimana
saja kita dapat belajar. Mengapa harus belajar? Secara umum jawabnya untuk
meningkatkan kualitas diri dari segi pengetahuan, sikap dan tingkah laku serta
kecakapan dalam hidup. Sangat malang orang yang sudah bersekolah tinggi, tetapi
tak mau belajar lagi karena merasa ilmunya sudah tinggi. Sebaliknya, sangat beruntunglah orang yang
bersekolah rendah namun selalu kehausan akan ilmu pengetahuan. Mereka mau dan
terus belajar untuk melepas dahaga akan ilmu pengetahuan. Belajar itu tidak hanya di lembaga formal tetapi juga
non formal. Tidak hanya di sekolah dan perguruan tinggi. Di lingkungan kita
sendiri juga bisa belajar. Banyak media dan sumber belajar yang berserakan di
lingkungan kita.Sumber belajar yang popular adalah buku.
Buku bisa dibaca di mana dan kapan saja. Buku adalah jendela dunia. Untuk
membuka dunia ilmu pengetahuan dan wawasan, bukalah jendela itu dengan membaca
buku. Yang penting ada minat dan keinginan untuk membaca.Oh, ada pula media belajar yang lebih praktis. Belajar melalui internet. Tidak punya PC (personal
computer)? Tidak apa-apa. Melalui mobile selluler juga bisa. Tak kalah dengan
buku. Benda ini juga dapat dimanfaatkan dimana dan kapan saja. Mau surfing
aneka informasi dan ilmu pengetahuan, biasa. Mau berselancar di
jaringan sosial apalagi. belajar itu
tidak tergantung waktu dan tempat. Belajar itu dimana dan kapan saja. Demikian
beberapa paragraf artikel sebagai dasar pembuka inspirasi kita semua. Terima
kasih atas kesediaannya membaca artikel belajar itu dimana
dan kapan saja,
Pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas itulah yang
dilakukan di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang
Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan
Semampir Pada Hari Selasa 27/7/2021 Kak SYAHRUL ,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka
Mengajarkan kepada Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya pembelajaran membuat VLOG
, Dimana Semua siswa membawa HP Mereka masing – masing , Dimana Kak SYAHRUL
,S.Pd sangat telaten dalam mengajari anak – anak SMP PGRI 6 Surabaya . Kak
SYAHRUL Menyampaikan VLOG Kalian yang sudah jadi Silahkan kalian kirim Ke Media
Sosial Yang kalian Punya , Sehingga Kalian bisa mempromosikan sekolah kalian
SMP PGRI 6 SurabayaSerta
masyarakatbisa mengetahui kegiatan –
kegiatan yang ada di SMP PGRI 6 Surabaya dimana Akhirnya masyarakat bisa
percaya kepada SMP PGRI 6 Surabaya
Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah SMP PGRI 6 SurabayaBahwasannya di SMP PGRI 6 Surabaya
Pembelajaran Tidak hanya dilakui di dalam Kelas , Karena Prestasi itu tidak
hanya di dapat di dalam kelas
Prinsip-prinsip
belajar dan pengkondisian yang digambarkan dalam teori B.F. Skinner dan John B.
Watson menjelaskan tentang perkembangan manusia. Teori belajar sosial yang
dikemukakan oleh Albert Bandura menjelaskan bahwa banyak perilaku manusia
dipelajari dengan cara mangamati perilaku dan sikap-sikap orang lain, dan
menggunaknnya sebagai contoh bagi perilaku kita sendiri. Akhir-akhir ini di
sosial media lagi populer dengan istilah "Kids Zaman Now" dan istilah
ini semakin hari semakin menjadi sorotan publik. Yang dimana perkembangan dunia
anak sekarang memang sangat berbeda dengan anak kelahiran tahun 1990-an yang
banyak menghabiskan masa kecil dengan bermain bersama teman sebaya, bermain
mainan tradisional dan jauh dari kata gadget beda dengan kids zaman now yang
banyak menghabiskan masa kecil dengan menggunakan gadget.Oia, kids zaman now
berbeda dengan generasi millennials. Jika kids zaman now yaitu generasi Z, sedangkan
millennial yaitu generasi Y, jadi kids zaman now artinya anak-anak muda yang
lahir setelah tahun 2000-an. Di Indonesia kebudayaan yang berasal dari luar
negeri sering kali tidak mendapatkan filterisasi terlebih dahulu, dampaknya
banyak kebudayaan Indonesia yang luntur dan terlupakan oleh anak muda penerus
bangsa terutama kids zaman now. Mereka lebih memilih kebudayaan asing tanpa
memilah dan memilih yang baik atau buruk dan membuat khawatir para orang tua.
Dari perkembangan anak jika dikaitkan dengan kebiasaan anak-anak zaman sekarang
dengan yang sebelumnya, kita akan menemukan hal-hal yang berbeda. Lahir di era
teknologi canggih membuat mereka mengenal gadget sejak dini, hingga menjadikan
mereka sebagai pengguna gadget yang cukup aktif. Misalnya, anak sekarang lebih
sering menonton YouTube, bermain game daripada membaca dan apapun yang
dilakukan selalu di abadikan dengan kamera atau bahasa kerennya selfie. Mau
makan harus selfie, bangun tidur selfie juga, sedang menangis karena patah hati
dicuekin atau ditinggalkan pacar selfie juga, segala hal aktivitas apa saja
pasti selfie atau makan disuatu cafe yang sedang hitz, menggunakan hape yang
bermerek, menggunakan barang yang branded sampai kadang membeli barang KW hanya
untu fashion agar terlihat kekinian, dll kemudian setelah merekam dan memotret
segala sesuatu aktivitas kemudian diunggah ke medsos mereka. Selain teknologi
sekarang banyak Gen Z ini memiliki style seperti budaya luar contohnya yang
paling keliatan adalah rambut di warna-warnain, kalau anak - anak tidak
melakukan hal tersebut bisa dikatakan ketinggalan zaman. Dewasa ini permainan tradisional yang merupakan satu dari
sekian banyakwarisanbudayabangsamulaihilangdanlambatlaunsemakintidak terdeteksikeberadaannyaakibatdariglobalisasiyangmemunculkan permainanbaruyanglebihcanggih.Permainantradisionalyangmerupakan salahsatukearifanlokalbangsayangsaatinimulaiterkikiszamanmulai kembali dimunculkan dan sedang berusaha dipertahankan
keberadaannya.Permainantradisionaladalahsebuahpermainanturuntemurundari nenekmoyangyangdidalamnyamengandungberbagaiunsurdannilaiyang memilikimanfaatbesarbagiyangmemainkannya.Menurut James Danandjaja,permainantradisionaladalahsalahsatubentukpermainananak-anak,yang beredar secara
lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwarisi
turun temurun, serta banyak mempunyaivariasi. Jika dilihat dari akar katanya permainan tradisional tidak lain
adalah kegiatan yang diaturolehsuatuperaturanpermainanyangmerupakanpewarisandari 9 generasiterdahuluyangdilakukanmanusia(anak-anak)dengantujuan mendapatkegembiraan.(Azizah:2016:284)Permainantradisionalsudah tumbuhdanberkembangsejakzamandahulu.Setiapdaerahmemilikijenis permainan tradisional yang
berbeda-beda. Pada zaman dahulu permainan dijadikan sebagai sarana rekreasi
untuk mencapaikesenaangan.Permainantradisionaldipercayamengandungnilai luhuryangdiciptakanolehnenekmoyangsebagaisaranapembelajaranbagi anak-anak.Kurniati(2016:2)menjelaskanbahwapermainantradisional merupakan
suatu aktivitas permainan yang tumbuh dan berkembang di daerah tertentu,yangsaratdengannilai-nilaibudayadantatanilaikehidupan masyarakatdandiajarkanturuntemurundarisatugenerasikegenerasi berikutnya.Penurunanpermainantradisionalpadatempodahulutidaklah menggunakan tulisan atau aksara yang
dibukukan, melainkan secara lisan dan contohlangsungkepadaparagenerasiyangkemudiandisebarluaskan. Achroni dalam
Haris (2016: 16) mengungkapkan bahwa permainan tradisional merupakansimbolisasidaripengetahuanyangtersebarmelaluilisandan mempunyai pesan moral
dan manfaat di dalamnya.Permaiantradisionaltidakdapatdipisahkandarigenerasiterdahulu. Permainantradisionalmerupakansalahsatuaktivitaspentingsebagaisara belajarbagianak-anakpadamasadahulu,permainantradisionaltidakbisa dibiarkanhilang.Keberadaanpermainantradisionalharussenantiasadiajaga
keberadaannyasebagaisaranabermaindanbelajarbagianak-anak.Secara sederhanapermainantradisionaldapatdisimpulkanbahwapermainan tradisional
merupakan warisan budaya yang di turunkan secara turun temurun darizamandahuluhinggasekarang.Permainantradisionaladalahsuatu aktifitasbermainyangdilakukanolehanak-anaksejakzamandahuludengan aturan-aturantertentugunamemperolehkegembiraan.Permainantradisional memiliki kandungan nilai dan
manfaat yang tersimpan di dalamnya dan dapat memberikan efek positif bagi siapa
saja y Masamodernsekarangini,selainanakdituntutuntukdapatmengikuti perkembanganzamanjugadiharapkandikemudianharianak-anak mengetahuiakanjenis-jenispermainantradisionaldiIndonesia.Interaksi anak-anakdalampermainanakanmembangkitkankemampuananakuntuk menilaimanayangbaikdantidakbaik,misalnya,adaanakyangbermain curangdalampermainan,pastiteman-temannyaakanmemberihukuman moral dengan
tidak mengikutkan anak yang curang tersebut dalam permainan. Permainantradisionalmampumenumbuhkannilaisportivitas,kejujuran,dan gotong royong.
Masa Pandemi Ini membuat generasi emas Indonesia sudah lambat
laun mulai melupakan permainan Tradisional yang dimiliki Bangsa Ini , Dimana Di
masa Pandemi COVID 19 Semua Generasi Emas Sibuk Dengan HP Mereka masing –
masing untuk bermain Game Mobile Legend dan lain lain , Makanya Pada Hari Senin
26/7/2021 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan
yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan
SemampirMembuat sebuah VIDEO Untuk
Mengajak Generasi Emas Indonesia kembali bermain permainan Tradisional , Dimana
MAS AYU DINI SUCIATI Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya bersama dengan Moch.
SUIB , SYAHBANIA ERLITA Bersama TIM mengajak bermain permainan Tradisional antara
Lain Permainan Engkleh ,Permainan
Lompat TALI , Dakon Dan Bekel . Adapun kegiatan tersebut siswa / siswi SMP PGRI
6 Surabaya di damping oleh Kak SYAHRUL,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka Dan Panahan Kelahiran November 1986 Tersebut.
Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya beliau
sangat bangga dengan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Walaupun Hidup Di Zaman
Now Dan ZAMAN Gedget Tapi mereka masih paham permainan – permainan Tradisional
, Makanya Dalam kesempatan tersebut menyampaikan jangan melupakan SEJARAH MASA
LALU Untuk Mengenang PERMAINAN TRADISIONAL , Karena dari Permainan Tradisional
memunculkan kebersamaandan gotong royong
, Di Akhir Penutup Penulis mengajak Generasi
milenial harus kuat, harus cerdas! Jangan lupa patuhi protokol kesehatan dan
selalu berdo'a di setiap alunan langkahmu. Semoga sehat Sukses Berkah Barokah Selamanya selalu anak-anakku Untuk Menjadi Generasi Emas
Unggul
Anak
– Anak Hebat Indonesia Khususnya anak Hebat Kota Surabaya Ayo Kita Tonton Video
PERMAINAN TRADISIONAL Dari Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya MelaluiLinkhttps://youtu.be/ASQrBLN0CA0Serta
Mohon Bantuan Dukungan LIKE Nya Pada Video Tersebut Agar Kami SMP PGRI 6
Surabaya Tetap terus Berkarya dan Berprestasi di masa Pandemi COVID 19
Seorang
ibu memiliki peran yang sangat esensial dalam dinamika keluarga, terutama di
maa pandemi. Dengan multi peran yang menjadikan ibu serba bisa, kini di masa
pandemi kemampuan multitasking para ibu kian ditempa dengan semakin kompleksnya
tugas yang perlu dilakukan di rumah tangga. Ibu menjadi sosok yang memungkinkan
fungsi keluarga bisa terus berprogres yang hadir untuk memberikan lingkungan yang kondusif dan mendukung
bagi para ibu yang ingin terus bisa produktif dan mencapai aspirasi serta
impiannya tanpa meninggalkan rutinitasnya dalam mengurus rumah tangga,
Alhamdulilah SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS
AL-IKHLAS SurabayaSekolah Peduli
Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem IIINo 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan
Semampir Di masa Pandemi COVID 19 , Selama Senin Sampai Hari Jum’at
Pembelajaran Tidak untuk hari Sabtu , Dimana Setiap hari Sabtu Pagi mulai
bangun tidur sampai tidur lagi semua Aktivitas nya di dokumentasikan , Seperti
menyapu , Membantu memasak dan lain sebagainyamenurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 SurabayaTujuan dari kegiatan ini adalah Peran
Keluarga sangat penting apalagi di masa
pandemic Covid 19 Dalam menjadikan Putra / Putri nya yang cerdas , sehat dan
berkarakterharapan dari Penulis kepada
Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya di masa pandemic
adalah Tidak mengurungkan Niat dan Semangat Berkarya dan Berprestasi di Masa
PANDEMI , Serta Penulis Berharap agar Keluarga Bisa menjadi Pioner dalam Proses
untuk Mempercepat Penanganan COVID 19Serta Dalam Kesempatan ini Penulis berharap kepada masyarakat , wali
murid , siswa /siswi Dan Bapak / Ibu Guru Tetap Selalu Menjaga Protokol
Kesehatan Dan Selalu Berdoa Pada Allah S.W.T Agar Keluarga Kita Semua Diberikan
Kesehatan Di Lindungi Allah Serta Di jauhkan Dari COVID 19
Setiap
tanggal 23 Juli, kita memperingati Hari Anak Nasional. Di tahun 2021,
peringatan Hari Anak Nasional dalam situasi Covid-19.Maka dari itu, Hari Anak
Nasional 2021 memiliki tema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' dengan tagline
#AnakPeduliDiMasaPandemi. Hari Anak Nasional jatuh pada 23 Juli karena mengacu
pada disahkannya UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Sebelum
ditetapkan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, sempat terjadi beberapa kali
perubahan.Hari Anak Nasional awalnya diperingati pada 6 Juni yang disebut
dengan Hari Kanak-kanak.Kemudian, Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia
(Kowani) memutuskan untuk mencabut Hari Kanak-kanak Indonesia dan menggantinya
dengan Pekan Kanak-kanak Nasional Indonesia.Hal inilah yang membuat Hari Anak
Nasional berubah lagi menjadi tanggal 17 Juni dan diselenggarakan sejak 1951.Setelah
itu, beberapa pihak mempertanyakan alasannya ditetapkan 17 Juni sebagai Hari
Anak Nasional. Hari Anak Nasional
(HAN) diperingati pada 23 Juli setiap tahunnya. Setiap penyelenggaraan HAN
memiliki tema tersendiri, termasuk HAN 2021. Pelaksanaan HAN tahun ini memiliki
tantangan tersendiri karena diperingati pada masa pandemi Covid-19. Mengutip
Pedoman HAN 2021 yang dipublikasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak RI, tujuan peringatan HAN 2021 adalah sebagai bentuk
penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
Tema tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, dengan tagline
#AnakPeduliDiMasaPandemi. Hal ini disebut sebagai motivasi bahwa situasi
pandemi tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan HAN tahun ini
secara virtual, tanpa mengurangi maknanya. Diharapkan peringatan HAN yang
dikemas secara online dapat menjangkau lebih banyak anak dari 34 provinsi di
Indonesia termasuk Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK). Di masa
pandemi, keseharian anak ikut berubah. Anak tidak lagi memiliki kesempatan
berinteraksi bersama dengan teman sebayanya seperti bia
SMP PGRI 6 Surabaya Adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan
yang terletak di Jalan BulakRukem III
No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 23/7/2021Memperingati HARI ANAK NASIONAL 2021 Sesuai
dengan Tema Hari Anak Nasional 2021Anak
Terlindungi Indonesia MAJU, Dimana Siswa / Siswi SMP PGRI Memperingati HARI
ANAK NASIONAL 2021 , Dimana Mereka Di MASA PANDEMI COVID Ini Tetap Terus
Berprestasi Berkarya . Dimana Mereka memasang Foto dengan aksi mereka masing –
masing . Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 SurabayaMenyampaikan bahwa JANGAN PATAH SEMANGAT
UNTUK TERUS BERPRESTASI DAN BERKARYA DI MASA PANDEMI “ Kata Penulis.
Pandemi
Corona atau Covid-19, hingga kini masih menjadi momok bagi warga dunia,
khususnya di Indonesia. Tak heran jika masyarakat kini super ekstra menjaga
kesehatan pribadi maupun keluarga agar tidak terinfeksi virus tersebut. Untuk
itu, kita perlu memohon kesematan negeri agar pandemi Corona segera berakhir
dan publik bisa beraktivitas normal. Namun, selain berbagai ikhtiar yang sudah
dilakukan, sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk membaca doa di bawah
ini agar negeri kita selamat dan terberkahi.
Dengan
doainsyah Allah Corona yang ada di muka
bumi ini segera Hilang , Itulah Yang di sampaikan Penulis yang juga Kepala SMP
PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan
Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari
Jum’at 23/7/2021 Siswa / Siswi Dan Bapak / Ibu Guru baik SMP PGRI 6 Surabaya
maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya mengikuti kegiatan Rangkaian Doa Bersama yang di
pimpin Oleh Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam
Dan Budi Pekerti Di SMP PGRI 6 Surabaya . Guru Kelahiran Juni 1985 Tersebut
mengajakguru – guru membaca Yasin ,
Istighosah , Istighfar Dan Pembacaan SholawatBurda.
Dalam
sambutannya Penulis menyampaikan Monggo sama – Sama Kita Eratkan Tangan Kita
Untuk Sama – Sama Berdoa Agar COVID 19 Ini Segera Pergi Jauh Dari Muka Bumi
Inidan Semoga Keluarga Kita Di jauhkan
Dari COVID 19
Selesai
Acara Doa Tersebut Guru – Guru SARAPAN Pagi Menikmati hidangan makanan NASI
SOTO BABAT Yang Di buatkan Oleh Ibu Dra. TIWIK SUKIRAHAYU