Selasa, 27 Juli 2021

“ BELAJAR KAPAN SAJA DAN DIMANA SAJA “

 











“ BELAJAR KAPAN SAJA DAN DIMANA SAJA “

               HARI KE -560

Belajar itu kapan dan dimana saja - Belajar itu sepanjang hayat. Mulai dari ayunan sampai ke liang lahat. Kalimat ini sudah familiar bagi kita semua. Belajar itu tak pandang usia. Tidak tergantung pada waktu dan tempat. Kapan saja bisa belajar, begitu pula tempatnya. Dimana saja kita dapat belajar. Mengapa harus belajar? Secara umum jawabnya untuk meningkatkan kualitas diri dari segi pengetahuan, sikap dan tingkah laku serta kecakapan dalam hidup. Sangat malang orang yang sudah bersekolah tinggi, tetapi tak mau belajar lagi karena merasa ilmunya sudah tinggi.  Sebaliknya, sangat beruntunglah orang yang bersekolah rendah namun selalu kehausan akan ilmu pengetahuan. Mereka mau dan terus belajar untuk melepas dahaga akan ilmu pengetahuan. Belajar itu tidak hanya di lembaga formal tetapi juga non formal. Tidak hanya di sekolah dan perguruan tinggi. Di lingkungan kita sendiri juga bisa belajar. Banyak media dan sumber belajar yang berserakan di lingkungan kita. Sumber belajar yang popular adalah buku. Buku bisa dibaca di mana dan kapan saja. Buku adalah jendela dunia. Untuk membuka dunia ilmu pengetahuan dan wawasan, bukalah jendela itu dengan membaca buku. Yang penting ada minat dan keinginan untuk membaca. Oh, ada pula media belajar yang lebih praktis. Belajar melalui internet. Tidak punya PC (personal computer)? Tidak apa-apa. Melalui mobile selluler juga bisa. Tak kalah dengan buku. Benda ini juga dapat dimanfaatkan dimana dan kapan saja. Mau surfing aneka informasi dan ilmu pengetahuan, biasa.  Mau berselancar di jaringan sosial apalagi. belajar itu tidak tergantung waktu dan tempat. Belajar itu dimana dan kapan saja. Demikian beberapa paragraf artikel sebagai dasar pembuka inspirasi kita semua. Terima kasih atas kesediaannya membaca artikel belajar itu dimana dan kapan saja,

Pembelajaran tidak harus dilakukan di dalam ruang kelas itulah yang dilakukan di SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang Terletak Di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Pada Hari Selasa 27/7/2021 Kak SYAHRUL ,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka Mengajarkan kepada Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya pembelajaran membuat VLOG , Dimana Semua siswa membawa HP Mereka masing – masing , Dimana Kak SYAHRUL ,S.Pd sangat telaten dalam mengajari anak – anak SMP PGRI 6 Surabaya . Kak SYAHRUL Menyampaikan VLOG Kalian yang sudah jadi Silahkan kalian kirim Ke Media Sosial Yang kalian Punya , Sehingga Kalian bisa mempromosikan sekolah kalian SMP PGRI 6 Surabaya  Serta masyarakat  bisa mengetahui kegiatan – kegiatan yang ada di SMP PGRI 6 Surabaya dimana Akhirnya masyarakat bisa percaya kepada SMP PGRI 6 Surabaya

Menurut Penulis yang Juga Kepala Sekolah SMP PGRI 6 Surabaya  Bahwasannya di SMP PGRI 6 Surabaya Pembelajaran Tidak hanya dilakui di dalam Kelas , Karena Prestasi itu tidak hanya di dapat di dalam kelas

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

Senin, 26 Juli 2021

“ AJAK GENERASI EMAS UNTUK LESTARIKAN BUDAYA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL “

 



“ AJAK GENERASI EMAS UNTUK LESTARIKAN BUDAYA

MELALUI  PERMAINAN TRADISIONAL “

HARI KE - 559

 

Prinsip-prinsip belajar dan pengkondisian yang digambarkan dalam teori B.F. Skinner dan John B. Watson menjelaskan tentang perkembangan manusia. Teori belajar sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura menjelaskan bahwa banyak perilaku manusia dipelajari dengan cara mangamati perilaku dan sikap-sikap orang lain, dan menggunaknnya sebagai contoh bagi perilaku kita sendiri. Akhir-akhir ini di sosial media lagi populer dengan istilah "Kids Zaman Now" dan istilah ini semakin hari semakin menjadi sorotan publik. Yang dimana perkembangan dunia anak sekarang memang sangat berbeda dengan anak kelahiran tahun 1990-an yang banyak menghabiskan masa kecil dengan bermain bersama teman sebaya, bermain mainan tradisional dan jauh dari kata gadget beda dengan kids zaman now yang banyak menghabiskan masa kecil dengan menggunakan gadget.Oia, kids zaman now berbeda dengan generasi millennials. Jika kids zaman now yaitu generasi Z, sedangkan millennial yaitu generasi Y, jadi kids zaman now artinya anak-anak muda yang lahir setelah tahun 2000-an. Di Indonesia kebudayaan yang berasal dari luar negeri sering kali tidak mendapatkan filterisasi terlebih dahulu, dampaknya banyak kebudayaan Indonesia yang luntur dan terlupakan oleh anak muda penerus bangsa terutama kids zaman now. Mereka lebih memilih kebudayaan asing tanpa memilah dan memilih yang baik atau buruk dan membuat khawatir para orang tua. Dari perkembangan anak jika dikaitkan dengan kebiasaan anak-anak zaman sekarang dengan yang sebelumnya, kita akan menemukan hal-hal yang berbeda. Lahir di era teknologi canggih membuat mereka mengenal gadget sejak dini, hingga menjadikan mereka sebagai pengguna gadget yang cukup aktif. Misalnya, anak sekarang lebih sering menonton YouTube, bermain game daripada membaca dan apapun yang dilakukan selalu di abadikan dengan kamera atau bahasa kerennya selfie. Mau makan harus selfie, bangun tidur selfie juga, sedang menangis karena patah hati dicuekin atau ditinggalkan pacar selfie juga, segala hal aktivitas apa saja pasti selfie atau makan disuatu cafe yang sedang hitz, menggunakan hape yang bermerek, menggunakan barang yang branded sampai kadang membeli barang KW hanya untu fashion agar terlihat kekinian, dll kemudian setelah merekam dan memotret segala sesuatu aktivitas kemudian diunggah ke medsos mereka. Selain teknologi sekarang banyak Gen Z ini memiliki style seperti budaya luar contohnya yang paling keliatan adalah rambut di warna-warnain, kalau anak - anak tidak melakukan hal tersebut bisa dikatakan ketinggalan zaman. Dewasa ini permainan tradisional yang merupakan satu dari sekian banyak  warisan  budaya  bangsa  mulai  hilang  dan  lambat  laun  semakin  tidak terdeteksi    keberadaannya    akibat    dari    globalisasi    yang    memunculkan permainan  baru  yang  lebih  canggih.    Permainan  tradisional  yang  merupakan salah  satu  kearifan  lokal  bangsa  yang  saat  ini  mulai  terkikis  zaman  mulai kembali dimunculkan dan sedang berusaha dipertahankan keberadaannya.  Permainan  tradisional  adalah  sebuah  permainan  turun  temurun  dari nenek  moyang  yang  di  dalamnya  mengandung  berbagai  unsur  dan  nilai  yang memiliki    manfaat    besar    bagi    yang    memainkannya.    Menurut    James Danandjaja,  permainan  tradisional  adalah  salah  satu  bentuk  permainan  anak-anak,  yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional dan diwarisi turun temurun, serta banyak mempunyai  variasi. Jika dilihat dari akar katanya permainan tradisional tidak lain adalah kegiatan yang diatur   oleh   suatu   peraturan   permainan   yang   merupakan   pewarisan   dari 9 generasi   terdahulu   yang   dilakukan   manusia   (anak-anak)   dengan   tujuan mendapat  kegembiraan.  (Azizah:  2016:  284)  Permainan  tradisional  sudah tumbuh  dan  berkembang  sejak  zaman  dahulu.  Setiap  daerah  memiliki  jenis permainan tradisional yang berbeda-beda. Pada zaman dahulu permainan dijadikan sebagai sarana rekreasi untuk mencapai  kesenaangan.  Permainan  tradisional  dipercaya  mengandung  nilai luhur  yang  diciptakan  oleh  nenek  moyang  sebagai  sarana  pembelajaran  bagi anak-anak.  Kurniati  (2016:  2)  menjelaskan  bahwa  permainan  tradisional merupakan suatu aktivitas permainan yang tumbuh dan berkembang di daerah tertentu,   yang   sarat   dengan   nilai-nilai   budaya   dan   tata   nilai   kehidupan masyarakat  dan  diajarkan  turun  temurun  dari  satu  generasi  ke  generasi berikutnya.  Penurunan  permainan  tradisional  pada  tempo  dahulu  tidaklah menggunakan tulisan atau aksara yang dibukukan, melainkan secara lisan dan contoh   langsung   kepada   para   generasi   yang   kemudian   disebar   luaskan. Achroni dalam Haris (2016: 16) mengungkapkan bahwa permainan tradisional merupakan  simbolisasi  dari  pengetahuan  yang  tersebar  melalui  lisan  dan mempunyai pesan moral dan manfaat di dalamnya.  Permaian  tradisional  tidak  dapat  dipisahkan  dari  generasi  terdahulu. Permainan  tradisional  merupakan  salah  satu  aktivitas  penting  sebagai  sara belajar  bagi  anak-anak  pada  masa  dahulu,  permainan  tradisional  tidak  bisa dibiarkan  hilang.  Keberadaan  permainan  tradisional  harus  senantiasa  diajaga keberadaannya  sebagai  sarana  bermain  dan  belajar  bagi  anak-anak.  Secara sederhana   permainan   tradisional   dapat   disimpulkan   bahwa   permainan tradisional merupakan warisan budaya yang di turunkan secara turun temurun dari  zaman  dahulu  hingga  sekarang.  Permainan  tradisional  adalah  suatu aktifitas  bermain  yang  dilakukan  oleh  anak-anak  sejak  zaman  dahulu  dengan aturan-aturan  tertentu  guna  memperoleh  kegembiraan.  Permainan  tradisional memiliki kandungan nilai dan manfaat yang tersimpan di dalamnya dan dapat memberikan efek positif bagi siapa saja y Masa  modern  sekarang  ini,  selain  anak  dituntut  untuk  dapat  mengikuti perkembangan    zaman    juga    diharapkan    di    kemudian    hari    anak-anak mengetahui  akan  jenis-jenis  permainan  tradisional  di  Indonesia.  Interaksi anak-anak  dalam  permainan  akan  membangkitkan  kemampuan  anak  untuk menilai  mana  yang  baik  dan  tidak  baik,  misalnya,  ada  anak  yang  bermain curang  dalam  permainan,  pasti  teman-temannya  akan  memberi  hukuman moral dengan tidak mengikutkan anak yang curang tersebut dalam permainan. Permainan  tradisional  mampu  menumbuhkan  nilai  sportivitas,  kejujuran,  dan gotong royong.

Masa Pandemi Ini membuat generasi emas Indonesia sudah lambat laun mulai melupakan permainan Tradisional yang dimiliki Bangsa Ini , Dimana Di masa Pandemi COVID 19 Semua Generasi Emas Sibuk Dengan HP Mereka masing – masing untuk bermain Game Mobile Legend dan lain lain , Makanya Pada Hari Senin 26/7/2021 Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  Membuat sebuah VIDEO Untuk Mengajak Generasi Emas Indonesia kembali bermain permainan Tradisional , Dimana MAS AYU DINI SUCIATI Siswa Kelas 9 SMP PGRI 6 Surabaya bersama dengan Moch. SUIB , SYAHBANIA ERLITA Bersama TIM   mengajak bermain permainan Tradisional antara Lain Permainan Engkleh ,  Permainan Lompat TALI , Dakon Dan Bekel . Adapun kegiatan tersebut siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya di damping oleh Kak SYAHRUL,S.Pd Selaku Pelatih Pramuka  Dan Panahan Kelahiran November 1986 Tersebut.

Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya beliau sangat bangga dengan siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Walaupun Hidup Di Zaman Now Dan ZAMAN Gedget Tapi mereka masih paham permainan – permainan Tradisional , Makanya Dalam kesempatan tersebut menyampaikan jangan melupakan SEJARAH MASA LALU Untuk Mengenang PERMAINAN TRADISIONAL , Karena dari Permainan Tradisional memunculkan kebersamaan  dan gotong royong , Di Akhir Penutup Penulis mengajak Generasi milenial harus kuat, harus cerdas! Jangan lupa patuhi protokol kesehatan dan selalu berdo'a di setiap alunan langkahmu. Semoga sehat Sukses Berkah Barokah Selamanya  selalu anak-anakku Untuk Menjadi Generasi Emas Unggul

Anak – Anak Hebat Indonesia Khususnya anak Hebat Kota Surabaya Ayo Kita Tonton Video PERMAINAN TRADISIONAL Dari Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya Melalui  Link      https://youtu.be/ASQrBLN0CA0    Serta Mohon Bantuan Dukungan LIKE Nya Pada Video Tersebut Agar Kami SMP PGRI 6 Surabaya Tetap terus Berkarya dan Berprestasi di masa Pandemi COVID 19

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat

 

 

 

 

Minggu, 25 Juli 2021

“ PERAN PENTINGNYA KELUARGA DIMASA PANDEMI UNTUK TERUS BERPRESTASI DAN BERKARYA “



 
















“ PERAN PENTINGNYA KELUARGA  DIMASA PANDEMI

UNTUK TERUS BERPRESTASI DAN BERKARYA “

HARI KE -558

Seorang ibu memiliki peran yang sangat esensial dalam dinamika keluarga, terutama di maa pandemi. Dengan multi peran yang menjadikan ibu serba bisa, kini di masa pandemi kemampuan multitasking para ibu kian ditempa dengan semakin kompleksnya tugas yang perlu dilakukan di rumah tangga. Ibu menjadi sosok yang memungkinkan fungsi keluarga bisa terus berprogres yang hadir untuk memberikan lingkungan yang kondusif dan mendukung bagi para ibu yang ingin terus bisa produktif dan mencapai aspirasi serta impiannya tanpa meninggalkan rutinitasnya dalam mengurus rumah tangga,

Alhamdulilah SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS AL-IKHLAS Surabaya  Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III  No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Di masa Pandemi COVID 19 , Selama Senin Sampai Hari Jum’at Pembelajaran Tidak untuk hari Sabtu , Dimana Setiap hari Sabtu Pagi mulai bangun tidur sampai tidur lagi semua Aktivitas nya di dokumentasikan , Seperti menyapu , Membantu memasak dan lain sebagainya  menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  Tujuan dari kegiatan ini adalah Peran Keluarga sangat penting  apalagi di masa pandemic Covid 19 Dalam menjadikan Putra / Putri nya yang cerdas , sehat dan berkarakter  harapan dari Penulis kepada Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya di masa pandemic adalah Tidak mengurungkan Niat dan Semangat Berkarya dan Berprestasi di Masa PANDEMI , Serta Penulis Berharap agar Keluarga Bisa menjadi Pioner dalam Proses untuk Mempercepat Penanganan COVID 19  Serta Dalam Kesempatan ini Penulis berharap kepada masyarakat , wali murid , siswa /siswi Dan Bapak / Ibu Guru Tetap Selalu Menjaga Protokol Kesehatan Dan Selalu Berdoa Pada Allah S.W.T Agar Keluarga Kita Semua Diberikan Kesehatan Di Lindungi Allah Serta Di jauhkan Dari COVID 19

        Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat



Sabtu, 24 Juli 2021

“ AJAK SISWA PERINGATI HARI ANAK NASIONAL 2021 TERUS BERPRESTASI DAN BERKARYA DI MASA PANDEMI “

 





















“ AJAK SISWA PERINGATI HARI ANAK NASIONAL 2021

TERUS BERPRESTASI DAN BERKARYA DI MASA PANDEMI “

HARI KE -557

Setiap tanggal 23 Juli, kita memperingati Hari Anak Nasional. Di tahun 2021, peringatan Hari Anak Nasional dalam situasi Covid-19.Maka dari itu, Hari Anak Nasional 2021 memiliki tema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' dengan tagline #AnakPeduliDiMasaPandemi. Hari Anak Nasional jatuh pada 23 Juli karena mengacu pada disahkannya UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Sebelum ditetapkan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, sempat terjadi beberapa kali perubahan.Hari Anak Nasional awalnya diperingati pada 6 Juni yang disebut dengan Hari Kanak-kanak.Kemudian, Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memutuskan untuk mencabut Hari Kanak-kanak Indonesia dan menggantinya dengan Pekan Kanak-kanak Nasional Indonesia.Hal inilah yang membuat Hari Anak Nasional berubah lagi menjadi tanggal 17 Juni dan diselenggarakan sejak 1951.Setelah itu, beberapa pihak mempertanyakan alasannya ditetapkan 17 Juni sebagai Hari Anak Nasional. Hari Anak Nasional (HAN) diperingati pada 23 Juli setiap tahunnya. Setiap penyelenggaraan HAN memiliki tema tersendiri, termasuk HAN 2021. Pelaksanaan HAN tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena diperingati pada masa pandemi Covid-19. Mengutip Pedoman HAN 2021 yang dipublikasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, tujuan peringatan HAN 2021 adalah sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Tema tahun ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, dengan tagline #AnakPeduliDiMasaPandemi. Hal ini disebut sebagai motivasi bahwa situasi pandemi tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan HAN tahun ini secara virtual, tanpa mengurangi maknanya. Diharapkan peringatan HAN yang dikemas secara online dapat menjangkau lebih banyak anak dari 34 provinsi di Indonesia termasuk Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK). Di masa pandemi, keseharian anak ikut berubah. Anak tidak lagi memiliki kesempatan berinteraksi bersama dengan teman sebayanya seperti bia

SMP PGRI 6 Surabaya  Adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak  Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 23/7/2021  Memperingati HARI ANAK NASIONAL 2021 Sesuai dengan Tema Hari Anak Nasional 2021  Anak Terlindungi Indonesia MAJU, Dimana Siswa / Siswi SMP PGRI Memperingati HARI ANAK NASIONAL 2021 , Dimana Mereka Di MASA PANDEMI COVID Ini Tetap Terus Berprestasi Berkarya . Dimana Mereka memasang Foto dengan aksi mereka masing – masing . Menurut Penulis yang Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  Menyampaikan bahwa JANGAN PATAH SEMANGAT UNTUK TERUS BERPRESTASI DAN BERKARYA DI MASA PANDEMI “ Kata Penulis.

Adapun Foto Tersebut Dimasukan Ke dalam LINK LINK  LINK  https://twb.nz/harianaknasional2021smppgri6surabaya

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat



 

 

 

 

 

Jumat, 23 Juli 2021

“ DOA MOHON KESELAMATAN UNTUK NEGERI DI TENGAH WABAH CORONA YANG TAK KUNJUNG PERGI DARI BUMI INI “

 




























“ DOA MOHON KESELAMATAN UNTUK NEGERI

DI TENGAH WABAH CORONA YANG TAK KUNJUNG

PERGI DARI BUMI INI “

HARI KE - 556

Pandemi Corona atau Covid-19, hingga kini masih menjadi momok bagi warga dunia, khususnya di Indonesia. Tak heran jika masyarakat kini super ekstra menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga agar tidak terinfeksi virus tersebut. Untuk itu, kita perlu memohon kesematan negeri agar pandemi Corona segera berakhir dan publik bisa beraktivitas normal. Namun, selain berbagai ikhtiar yang sudah dilakukan, sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk membaca doa di bawah ini agar negeri kita selamat dan terberkahi.

Dengan doa  insyah Allah Corona yang ada di muka bumi ini segera Hilang , Itulah Yang di sampaikan Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7-9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 23/7/2021 Siswa / Siswi Dan Bapak / Ibu Guru baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS AL-IKHLAS Surabaya mengikuti kegiatan Rangkaian Doa Bersama yang di pimpin Oleh Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN ,S.H.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMP PGRI 6 Surabaya . Guru Kelahiran Juni 1985 Tersebut mengajak  guru – guru membaca Yasin , Istighosah , Istighfar Dan Pembacaan Sholawat  Burda.

Dalam sambutannya Penulis menyampaikan Monggo sama – Sama Kita Eratkan Tangan Kita Untuk Sama – Sama Berdoa Agar COVID 19 Ini Segera Pergi Jauh Dari Muka Bumi Ini  dan Semoga Keluarga Kita Di jauhkan Dari COVID 19

Selesai Acara Doa Tersebut Guru – Guru SARAPAN Pagi Menikmati hidangan makanan NASI SOTO BABAT Yang Di buatkan Oleh Ibu Dra. TIWIK SUKIRAHAYU

Tantangan Guru Siana

# dispendik Surabaya

#Guruhebat