Rabu, 01 April 2020

“ Semprotan Disinfekta Di Wilayah RT V RW V Sambil Edukasi Jaga Kebersihan “














Semprotan Disinfekta Di Wilayah RT V RW V Sambil Edukasi Jaga Kebersihan “
                                                                                                            Hari Ke - 78
Kasus pasien positif virus corona COVID-19 terus bertambah menjadi 1.285 orang per 29 Maret 2020. Ini karena banyak pihak yang belum kenal dengan virus corona dan cirinya. Lalu apa itu virus corona COVID-19? Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS). Virus corona paling terbaru yang ditemukan adalah virus corona COVID-19. Virus ini termasuk penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 yang kemudian menjadi wabah. Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap. Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tak merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang mendapatkan COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mendapat perhatian medis. Menurut WHO, virus corona COVID-19 menyebar orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain. Orang tersebut kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut. Berdasarkan studi yang ada saat ini belum ditemukan penyebaranCOVID-19 melalui udara bebas
Data dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  ,  Bahwasannya Di Wilayah Surabaya Utara Jumlah  PDP = 13 , ODP = 14,  Konfirmasi Sembuh = 1 , PDP Sehat = 2 ,  PDP Meninggal = 1 ( Sumber Data https://lawancovid-19.surabaya.go.id/  ,) , Melihat data tersebut membuat miris Ketua RT V RW V  Bulak Rukem III / III A Keluarahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari  Senin 30/3/2020 , Ketua RT V RW V Bulak Rukem Didampingi Bapak TRAWI Dan Bapak Muhammad  Hoiri Pukul 15.00 masuk ke rumah – rumah warga untuk melakukan semprotan disinfekan dari Pemerintah Kota Surabaya Untuk Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Surabaya , Khusus nya di wilayah RT V RW V Bulak Rukem III Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir,  Tidak hanya  rumah warga yang di semprot , tetapi juga Musholah kampung . Menurut Bapak ABDUL HALIM Ketua RT V RW V Bulak Rukem III / IIIA Harapannya agar Warga RT V RW V Terbebas dari VIRUS CORONA , Serta beliau pada waktu menyemprot mengedukasi warga agar selalu menjaga kebersihan baik kebersihan tubuh maupun rumah , serta jangan lupa untuk sering – sering mencuci tangan Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) , Serta Jangan Lupa Untuk Tetap Menggunakan MASKER dimanapun kita berada serta Masker tersebut digunakan 1 Kali pakai , Selesai masker tersebut di gunting dan di buang agar tidak di pakai oleh orang lain.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat

Selasa, 31 Maret 2020




















 Adanya Virus Corona Jadikan Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  Agen Penggerak Perubahan “
                                  Hari Ke - 77
Seiring perkembangan zaman, guru harus dapat menyesuaikan diri dengan perkenbangan teknologi  dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar semakin banyak diterapkan di sekolah-sekolah.  Bukan sekedar praktis, kegiatan belajar menjadi lebih menarik, tidak membosankan dan mudah dipahami. Jika tidak membekali dan mepersiapkan diri maka guru akan tertinggal jauh oleh peserta didiknya yang memang mereka hidup di generasi milineal yang serba digital ini.  Terkadang di saat guru belum mengetahui aplikasi tertentu dalam laptop atau handphone, siswa sudah mengetahui terlebih dahulu. Sebagai seorang guru harus terus belajar dan belajar dalm hal menggunakan teknologi dalam pembelajaran.  Seorang pendidik dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi termasuk penggunaan internet. Kita sebagai guru harus menjauhkan mindset bahwa faktor usia lanjut menghalangi kita untuk belajar dan maju.  Selama ada keinginan kuat dalam diri, kita harus yakin bahwa kita dapat memahami dan menggunakan teknologi dalam pembelajaran agar dapat membuat pembelajaran menjadi interaktif dan menyenangkan. Oleh karena itulah kita sebagai guru  di zaman now harus melek IT dan menjadi penggerak perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik.  Banyak sekali jenis pelatihan saat ini yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi. Seperti training online ( DOGMIT ) yang diadakan oleh pak Sukani dari  Jakarta memfasilitasi guru utuk dapat mengembangkan kemampuannya dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran. Training yang sedang saya ikuti ini adalah training online e- learning berbasis android.  Mengikuti training ini sangat besar sekali manfaatnya. Membuat artikel, membuat blog serta soal tes online pun ada dalam pelatihan ini. Banyak manfaat yang kita dapat dan kita aplikasikan dalam pembelajaran.  Dalam pelatihan ini kita akan dipandu oelh tutorial secara online, agar kita dapat melaksanakan semua tugas yang terlampir. Penyelenggara betul-betul mempersiapkan segala hal terkait kebutuhan kita sebagai peserta. Tentu jenis pelatihan seperti inilah yang  kita perlukan terkait guru harus melek IT di zaman now.  Menjadi profesional haruslah melek IT. Melek It yang dimaksud tidak hanya sekedar bisa wa, instagram, facebook, namun  bermakna lebih dalam. Guru harus dapat mengembangkan kemampuannya untuk dapat belajar berteknologi dalam kegiatan pembelajaran.  Buatlah pembelajaran menjadi menyenangkan, penuh dengan inovasi tinggi yang mampu membuat siswa tertarik sehingga akan berpengaruh pada pencapaian hasil. Mari  perdalam ilmu kita dengan perkembangan teknologi sesuai dengan zamannya. Kitalah guru penggerak perubahan.
Dampak  Virus Corona , Mau tidak mau menjadikan Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir  bisa Melek  dalam IT , Seperti Pada hari Selasa 31/3/2020 , guru – guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS AL-IKHLAS Surabaya yang terdiri dari Ibu ANIS LAILY MUFIDAH , S.Pd , Ibu SRI SUPADMI , S.Pd , Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd , Ibu DINA AYU SEPTYARINI ,S.Pd , Ibu YENI EKA PRAWISTA , S.Pd  , Ibu FIRDA ERDAYATI , S.Pd . Ibu SRI SUPADMI  , S.Pd  , IBU DUWI LESTARI , S.E , Ibu M. RACHMA WIDJAJATI , S.Pd , M.Si   menggunakan waktu hari ini  Untuk membuat Soal Untuk Penilaian Akhir Semester melalui MICROSOFT 365 tersebut ,  walaupun tidak  se canggih guru – guru yang lain, Menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA  Kelahiran APRIL 1984 tersebut bahwa  diharapkan guru – guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya diharapkan dapat menjadi guru Penggerak Perubahan yang awal nya tidak bisa Menggunakan IT , Alhamdulilah dengan adanya Dampak Virus Corona tersebut yang dimana pembelajaran menggunakan system daring , mau tidak mau , suka tidak suka membuat guru – guru untuk belajar dan menggunakan  dan Melek IT , Seperti hari ini , yang padahal PAT Masih bulan JUNI 2020 , tapi mereka sudah mulai angsur membuat soal , Dengan ini di harapkan Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya menjadi Agen Penggerak Perubahan untuk menjadikan Generasi Emas Unggul yang berprestasi dan berkarya
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat











Description: C:\Users\aska\Desktop\Male.pngCURRICULUM VITAE

Nama                                 : H. BANU ATMOKO,S.Pd
Tempat, Tgl Lahir           : SURABAYA,26-04-1984
Jenis Kelamin                : PRIA
Agama                             : Islam
Kewarganegaraan         : Indonesia
Status                               : Belum NIKAH
Alamat Sekarang           : Bulak Rukem III No. 25 Surabaya
 
Telephone                       : 083857963098
Email                                : smppgri687@gmail.com

        KEMAMPUAN                                                        

§  Microsoft Office Word, Exel, Power Point, Access & Outlook
§  Teknologi Informasi, Accounting Program, Corel Draw
§  Bahasa Indonesia (aktif), Inggris (pasif)

        PENGALAMAN KERJA                                            

§  2013-2021           Kepala SMP PGRI 6 Surabaya
                                  












Senin, 30 Maret 2020

“ Ajak Siswa Untuk Bersimpati Dan Berempati Ke Orang Lain “









































“ Ajak Siswa Untuk Bersimpati Dan Berempati Ke Orang Lain “
                                                                             Hari Ke - 76
Masih ada orang yang bingung memaknai apa itu simpati dan empati. Wajar saja, karena keduanya memang berurusan dengan emosi yang sama. Simpati dan empati berasal dari kata pathos (Yunani) yang artinya berhubungan dengan penderitaan dan perasaan. Meski terkesan mirip, inti dari keduanya berbeda. Saat Anda menunjukkan perasaan belas kasih atau rasa prihatin atas kejadian yang menimpa seseorang, itu adalah simpati. Simpati bisa diibaratkan seperti penonton film. Kejadian yang menimpa seseorang ada di tempat yang jauh dan si penonton tak pernah mengalami kejadian serupa. Simpati adalah perasaan peduli dan perhatian pada seseorang. Dibandingkan dengan rasa kasihan, simpati menyiratkan rasa yang lebih besar pada bersamaan dengan keterlibatan pribadi yang lebih mendalam. Namun, tidak seperti empati, simpati tidak melibatkan perspektif bersama atau emosi bersama. Simpati menyampaikan perhatian, tetapi tidak mengungkapkan kesedihan bersama.  Empati adalah saat Anda menempatkan diri pada posisi orang tersebut dan berbagi kesedihan bersama. Empati adalah kemampuan untuk melihat situasi dari perspektif orang lain. Ini melibatkan sudut pandang, emosi, dan kesulitan yang dialami seseorang. Anda menempatkan diri pada posisi mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan. Bila seseorang tidak memiliki pengalaman serupa, kemungkinan besar ia memiliki simpati dan bukan empati. Selain empati dan simpati, Anda juga harus bisa membedakan antara rasa kasihan dan kasih sayang yang sesungguhnya. Keempatnya bisa bereaksi terhadap penderitaan orang lain.Rasa kasihan adalah perasaan ketidaknyamanan pada kesusahan seseorang dan seringkali memiliki nada merendahkan. Ini yang membuat orang tak suka dikasihani. Mengasihani orang lain tak selalu mengarah pada empati, simpati, atau kasih sayang. Rasa kasihan adalah semacam kesedihan simpatik atas kemalangan seseorang. Sedangkan, untuk keterlibatan yang mendalam, adalah kasih sayang. Pada dasarnya, kasih sayang dibangun dari empati dengan melibatkan komitmen yang jauh lebih besar untuk bantuan. Kasih sayang melibatkan kemauan untuk terlibat secara pribadi, sementara kasihan biasanya tidak. Kasihan lebih banyak menonton daripada membantu, karena merasa tidak mampu, atau tidak berkewajiban untuk melakukannya. Seringkali bingung dengan empati, kasih sayang memiliki unsur tambahan, yaitu keinginan untuk meringankan atau mengurangi penderitaan orang lain. Empati, seperti yang diketahui kebanyakan orang, adalah kemampuan untuk menempatkan diri di tempat orang lain Saat berhadapan dengan orang yang sedang mengalami masalah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan. Kunci untuk menghibur seseorang yang terluka adalah mendengarkan. Karena hal terburuk yang bisa dilakukan saat seseorang sedang tertimpa musibah, adalah dengan memberikan nasihat. Tentu, maksud Anda baik, tetapi memberikan saran yang tidak diminta tidak pernah menjadi ide bagus. Orang yang sedang dalam masalah, hanya ingin merasa didengarkan dan dimengerti. Ini karena kondisi tersebut membuat seseorang lebih butuh dukungan emosional dibandingkan saran. Hanya mendengarkan mungkin akan terasa canggung. Anda juga bisa bertanya, apa yang bisa dilakukan untuk membantu. Itu lebih baik daripada mengasumsikan dan melakukan hal yang salah. Anda juga bisa mengubah simpati menjadi empati dengan menemukan cara untuk berhubungan dengan apa yang mereka alami. Bila seorang teman mengalami kehilangan pekerjaan, coba temui perasaan penolakan mereka.
SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Senin 30/3/2020  , Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya mulai Kelas 7 – Kelas 9  dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Kelas 1-  Kelas 6 datang ke Sekolah Pukul 06.30 , Kedatangan mereka ke Sekolah yaitu ikut bersimpati dan ber empati atas meninggal nya Putra Tercinta Ibu Mei Ratna Susanti , S.Si Guru SMP PGRI 6 Surabaya Sekaligus PROKTOR UNBK SMP PGRI 6 Surabaya , sebagai rasa simpati dan Empati tersebut seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  masing – masing membawa beras , dari sumbangan tersebut alhamdulilah terkumpul 2 karung beras dari siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , sebelum beras sumbangan dari Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya di antarkan  Bapak / Ibu dewan Guru SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya menyempatkan sarapan pagi lodeh sambil berjemur pagi,  Bapak / Ibu dewan Guru bersama Alumni SMP PGRI 6 Surabaya mendatangi Rumah Ibu Mei RATNA SUSANTI , S.Si dengan membawa beras dari Siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Alumni Jurusan PLS UNESA Kelahiran APRIL 1984 Tersebut adalah mengajak siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Dan ALUMNI SMP PGRI 6 Surabaya BERSIMPATI Dan Ber Empati Kepada Ibu MEI RATNA SUSANTI ,S.Si yang telah kehilangan Putra nya,Selesai Dari itu Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H. I Mempin doa  , agar arwah Almarhum Putra Ibu Mei Di terima Allah dan Semoga Khusunul Khotimah. Menurut  Maisaroh Wali Murid dari Masyu Dini Suciati Siswa Kelas 7 SMP PGRI 6 Surabaya sangat bangga dengan SMP  PGRI 6 Surabaya , sekolah tidak hanya IPTEKS yang hanya di tonjolkan tetapi rasa simpati dan empati itu juga di tunjukan seperti yang terjadi saat ini.
#Tantangan Guru Siana
# dispendik Surabaya
#Guruhebat