Selasa, 07 Januari 2020

“ Ajarkan dan Ajak Siswa Untuk Kepedulian Sosial “

















“ Ajarkan dan Ajak Siswa Untuk Kepedulian Sosial “
Manusia adalah mahluk sosial, yang artinya manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, namun terkadang manusia masih sering sombong dan membanggakan dirinya sendiri, ia lupa bahwa disekitarnya masih ada orang lain yang secara tidak langsung membantu dalam kesuksesannya. Tapi terkadang manusia menyalahkan orang lain akan kegagalannnya. Dalam kehidupan bermasyarakat perlu adanya kepedulian sosial yang harus dimiliki manusia satu dengan manusia lainnya. Rosulullah pun selalu mengajarkan kepada kita untuk erduli kepada sesama umat Allah dan bergotong royong saling membantu. Dan meringkan beban orang lain sangat dianjurkan Rosulullah.Dan kepedulian sosial sebenarnya melatih kita untuk peka terhada lingkungan disekitar kita. Kepedulian sosial adalah rasa ingin membantu kepada sesama manusia baik dalam bentuk materi maupun bantuan tenaga. Tujuan peduli dengan orang lain adalah untuk meringankan kesusahan atau kesulitan orang lain agar orang tersebut dimudahkan dalam segala kesulitannya.Permasalahan yang selama ini muncul adalah banyaknya orang yang mampu menbantu sesama manusia tapi kebanyakan orang malah besikap tidak perduli, bahkan ada yang sampai menolak untuk membantu atau memberikan sebagian rezeki yang mereka miliki untuk orang lain. Seringkali kita memilih untuk berpaling atau mengucapkan kata maaf ketika ada seorang pengemis datang atau pengamen jalanan datang.Fenomena lapangan banyak membuktikan, bahkan misalnya saja didepan kampus, di Alun-alun kota, Masjid, dan masih banyak tempat lainnya. Disitu selalu ada pengemis yang berkeliaran tapi tak sedikit dari kita yang perduli dan mau memberikan sesuatu untuk mereka. Sebenarnya tidak perlu uang, mungkin dengan membantu memberikan makanan, kua atau rokok bagi pengemis laki-laki.Namun seringkali jika kita ingin menolong atau memberikan sedikit uang yang kita miliki kepada pengemis, tiba-tiba terbersit pertanyaan “apakah sebenarnya pengemis ini memang benar-benar tidak mampu atau malah sebaliknya?” karena ternyata faktanya sebagian pengemis itu orang yang mampu dan mereka beranggapan dengan mengemis uang yang dihasilkan lebih banyak dari pada saat mereka bekerja membanting tulang. Makanya terkadang kita ragu untuk memberikan uang kepada mereka. Tapi terkadang juga kita berfikir bahwa niat kita baik untuk membantu dan bersedekah kepada orang yang tidak mampu, tapi kalau ternyata salah ya sudah, semua itu kembali lagi kepada Allah salah atau benarnya.Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air.[2] Dalam arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar dari sungai itu..  Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan agung dan sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia.
Banjir yang melanda Kota Jakarta membuat Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS A;-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Selasa 7/1/2020 melakukan penggalangan dana  untuk Korban   banjir di Jakarta , dari hasil Penggalangan dana tersebut terkumpul Rp. 565.00 ( Lima Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah ), Sedangkan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  dana terkumpul  Sebesar Rp. 250.000  ( Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ), Pukul 13.00 Sumbangan tersebut diantarkan oleh Guru BK SMP PGRI 6 Surabaya  Ibu Yuni ISMARYATI , S.Pd Kelahiran JUNI 1975 , Serta Bapak Kepala SMP  PGRI 6 Surabaya Bapak BANU ATMOKO , S.Pd  Sumbangan tersebut di antarkan ke Kantor  Graha Zakat YDSF  Surabaya  JL Kertajaya VIII C  No. 17 Surabaya , Dalam kesempatan tersebut Sumbangan di terima oleh Ustadzah Ike  , sebelumnya Ustadzah Ike dari Graha ZAKAT YDSF  Menghitung uang sumbangan dari siswa / siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya  Sejumlah  Rp. 250.000 ,- Setelah itu Kwitansi di tanda tangani oleh Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd , Selanjutnya Ustadzah IKE Menghitung kembali Sumbangan dari SMP PGRI 6 Surabaya Sejumlah Rp. 565.000, Selesai di hitung Ustadzah Ike menyerahkan Kwitansi tersebut dan ditanda tangani Oleh Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak BANU ATMOKO , S.Pd , Selesai menerima Kwitansi Ustadzah IKE Menyerahkan Ensiklopedia Sejarah Islam  serta Majalah YDSF , Dalam kesempatan tersebut  Buku Ensiklopedia dan Majalah YDSF Tersebut di terima  Oleh Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak BANU ATMOKO , S.Pd Beliau sangat bangga kepada anak didiknya baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya karena memiliki jika kepedulian social dan kepekaan yang tinggi terhadap musibah yang terjadi, Alhamdulilah Walaupun Sekolah kecil dan Sekolah Pinggiran setiap ada bencana di Indonesia selalu SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya selalu ikut berbagi , karena hal ini cerminan dari Pengembangan Pendidikan Karakter. Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Kelahiran APRIL 1984 Tersebut berharap agar Surabaya aman tidak ada bencana , serta semoga siswa / siswi SMP PGRI 6 Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Bapak / Ibu Dewan Guru dan Keluarga nya Sehat Semua dan terhindar dari bencana



Minggu, 05 Januari 2020

“ Ajarkan Untuk Menghargai Prestasi Dan Ajak Siswa Untuk Pengembangan Karakter “



















“ Ajarkan Untuk Menghargai Prestasi Dan Ajak Siswa Untuk Pengembangan Karakter “
Banyak orang mengartikan kata Prestasi sebagai sesuatu yang diraih dan dihargai dengan sebuah piala, piagam ataupun hadiah. Dalam setiap perlombaan selalu berorientasi pada hasil yaitu dua kata yaitu Menang atau Kalah.  Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang. Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapai situasi segala aspek kehidupan. Karakter orang yang berprestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Karakter-karakter tersebut menunjukan bahwa untuk meraih prestasi tertentu, dibutuhkan kerja keras. Secara umum ada beberapa prestasi yang dapat dicapai oleh setiap orang, diantaranya adalah prestasi akademik dan prestasi non akademik. Prestasi akademik tak lepas dari prestasi belajar. Sedangkan untuk prestasi non akademik contohnya seperti prestasi kerja, prestasi dalam bidang seni, prestasi bidang olahraga dan prestasi terhadap pemeliharaan lingkungan sekitar Prestasi dapat digunakan untuk meningkatkan potensi diri. Prestasi merupakan wujud nyata kualitas dan kuantitas yang diperoleh seseorang atas usaha yang diperoleh. Prestasi merupakan pengalaman yang dialami seseorang dan bisa menjadi pelajaran berharga untuk masa depan. Prestasi merupakan kebanggaan bagi diri-sendiri, keluarga, kelompok, masyarakat, bahkan bangsa dan negara. Prestasi dapat digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan seseorang, kelompok, masyarakat, bangsa dan negara. Seorang Coach pencak silat atau seni beladiri misalnya. Dia harus mempunyai 'mata' jeli untuk melihat ‘bibit unggul’ pada murid-murid yang tengah dilatihnya. Setiap kelas ditelusuri, diamati satu per satu saat latihan dilaksanakan, memisahkan tingkatan jurus diberikan pada setiap pertemuan, membedakan setiap tingkat sabuk dan lain sebagainya. Proses itu bukan tak memakan waktu yang sedikit. Adalah sebuah prestasi sendiri untuk para pelatih yang begitu sabar dan telaten melaksanakan runutannya. Begitulah prestasi, ia berasal dari perjalanan yang tak pendek. Proses panjang seperti belajar menilai arti sebuah prestasi dan melatih bagaimana menimbulkan rasa percaya diri pada seseorang. Prestasi bukan hanya sesuatu yang besar dan terlihat luar biasa, tetapi tentang pandangan kita menilai sebuah proses untuk mencapainya.Banyak prestasi kecil yang sering terlupakan oleh kita seperti kemauan belajar, keberanian mengusulkan diri untuk menjadi agen, keberanian tampil perdana di depan umum, dan semangat berlomba.  Prestasi dalam proses adalah sesuatu yang tidak bisa dihargai secara sembarangan, karena mengandung sangat banyak nilai yang tak terukur serta tahap-tahap proses yang ada didalamnya, sumbangsih tenaga, pikiran, materi dan unsur lainnya. Untuk menang ataupun kalah adalah nilai tambah yang didapat setelah proses terlalui
Dalam rangka  Penguatan Pengembangan Pendidikan Karakter  SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Senin 6/1/2020 , hari pertama  di Bulan JANUARI 2020  , Dalam kesempatan tersebut yang bertindak menjadi Petugas Upacara adalah Gabungan dari SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , sedangkan yang bertindak menjadi Pembina Upacara  adalah Ibu ANIS LAILY MUFIDAH , S.Pd selaku Kepala SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Dalam amanatnya Kepala Sekolah Kelahiran Oktober 1978 Tersebut  menyampaikan Selamat Atas Prestasi yang di raih Tim Pramuka berhasil membawa 3 Piala Lomba Pramuka di SMP GIKI 2 Surabaya , Bu Anis Mengajak Seluruh Siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS  untuk terus berprestasi dan menghiasi sekolah dengan Segudang piala , di samping Itu Ibu Kepala Sekolah  Alumni Jurusan Pendidikan Ekonomi UNESA Tersebut meminta kepada seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk menghargai orang yang lebih tua , karena dari merekalah kita bisa menjadi orang yang Sukses dan berguna , Serta Beliau mengajak seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk Peduli Berbudaya  Lingkungan , membuang sampah pada tempat nya , Disamping Itu Kepala SMP PGRI 6 Surabaya dan Sekretaris Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir mengajak Seluruh siswa / siswi untuk Sepulang sekolah melakukan Giat Bersih bersih mulai kelas maupun halaman sekolah , apalagi saat ini musim penghujan sehingga tidak ada siswa SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS yang terkena DBD


“ Jadikan Siswa Pinggiran Menjadi Generasi Emas “








“ Jadikan Siswa Pinggiran Menjadi Generasi Emas “
Indonesia akan menyentuh umur 100 tahun pada 2045 mendatang. Tahun 2045 disebut sebagai jendela demografi (window of demography) yakni fase dimana jumlah usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih besar dibanding jumlah penduduk yang tidak produktif (di bawah 14 tahun atau di atas 65 tahun). Pada tahun 2020-2045, diprediksi bahwa angka penduduk usia produktif dapat mencapai 70%, sedangkan 30%-nya merupakan penduduk dengan usia yang tidak produktif. Hal ini dapat berdampak pada dua kemungkinan, yaitu bonus demografi atau kutukan demografi. Bonus demografi dapat tercapai jika kualitas sumber daya manusia di Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni sehingga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi negara. Sebaliknya, kutukan demografi akan terjadi jika jumlah penduduk yang berada pada usia produktif ini justru tidak memiliki kualitas yang baik sehingga menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara. Indonesia Emas 2045 telah menjadi impian besar untuk membentuk Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mendasar di Tanah Air kita, seperti isu korupsi dan kemiskinan. Kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 berada pada kualitas sumber daya manusianya, terutama pemuda. Pada 30 tahun mendatang, pemuda yang kali ini masih menduduki bangku sekolah akan menjadi garda terdepan perkembangan bangsa ini, baik itu sebagai pemangku jabatan atau bukan. Oleh karena itu, generasi pemuda harus menaikkan nilai sumber daya manusianya sehingga dapat menghasilkan kader terbaik bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.  Berdasarkan riwayat perjuangan bangsa Indonesia, pemuda menjadi salah satu pionir dalam proses perjuangan, pembaharuan, dan pembangunan bangsa. Lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tahun 1908 merupakan tombak dari kebangkitan nasional karena Budi Utomo merupakan awal kesadaran masyarakat Indonesia untuk menghapus perjuangan yang bersifat kedaerahan dan mulai bergerak bersama sebagai rakyat Indonesia. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928, Soegondo membacakan pidato sumpah pemuda untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.  Tak hanya itu, pada tahun 1998, pergerakan mahasiswa mampu meruntuhkan kekuasaan orde baru selama 32 tahun sehingga berhasil membawa bangsa ini pada periode reformasi. Ketiga hal tersebut menjadi bukti bahwa pemuda dapat menjadi sosok yang mampu menginspirasi dan mengiringi proses transisi yang terjadi. Indonesia emas adalah sebuah kondisi saat negara Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan. Indonesia emas diproyeksikan pada 100 tahun kemerdekaan negara Indonesia pada tahun 2045. Sumber daya manusia Indonesia merupakan salah satu faktor penting untuk mewujudkan negara Indonesia yang adil dan makmur. Kualitas sumber daya manusia tersebut dapat dilihat melalui kualitas generasi penerus bangsa Indonesia. Pemuda berperan sebagai generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa dan mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kemajuan negara Indonesia. Indonesia emas adalah sebuah kondisi saat negara Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan. Indonesia emas diproyeksikan pada 100 tahun kemerdekaan negara Indonesia pada tahun 2045. Sumber daya manusia Indonesia merupakan salah satu faktor penting untuk mewujudkan negara Indonesia yang adil dan makmur. Kualitas sumber daya manusia tersebut dapat dilihat melalui kualitas generasi penerus bangsa Indonesia. Pemuda berperan sebagai generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa dan mengambil keputusan-keputusan terkait dengan kemajuan negara Indonesia.
Dalam mewujudkan Generasi Emas Yang Unggul SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Minggu 5 /1/2020 , Saat semua sekolah dan Guru beristirahat dan berkumpul dengan keluarga tidak demikian untuk Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya, hari libur ini mereka gunakan untuk Rapat Dinas Persiapan Semester Genap  Tahun Pelajaran 2019/2020 Serta Evaluasi Program Sekolah di Tahun 2019/2020 Semester Ganjil , Dalam kesempatan  ini Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya sekaligus Sekretaris YAYASAN Pendidikan AL-IKHLAS Semampir  Bapak   BANU ATMOKO ,S.Pd , dalam kesempatan tersebut Pria kelahiran APRIL 1984 tersebut Mengevaluasi Kinerja Guru pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 , Serta Persiapan Program Untuk Semester Genap yaitu Beliau mengajak Guru – Guru di SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk melakukan Class Model , sehingga  pembelajaran bisa menarik serta anak didik bisa nyaman menerima materi pembelajaran , Disamping itu  Alumni Jurusan PLS UNESA Tersebut mengajak Guru – Guru untuk dapat menyambut datang siswa/ siswi nya sebelum kegiatan Pembelajaran dimulai , beliau mencontohkan pada saat di Pondok santri nya menyalami Kyai nya dan kyai  nya mengusap – usap kepala si santri sambil doa agar kelak menjadi Generasi Emas Yang Unggul dimana BANU ATMOKO ,S.Pd meminta agar guru guru bisa melakukan hal seperti itu karena doa Gurulah yang mengantarkan siswa / siswi nya Sukses Berkah barokah Selamanya, Serta Beliau Berharap kepada Guru – Guru baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Gencar melakukan Promosi untuk mencari siswa se banyak banyak nya berkah barokah selamanya, Selesai BANU ATMOKO , Selanjut nya Pengarahan dari Ibu Ketua YAYASAN Pendidikan AL-IKHLAS  beliau berharap untuk  Guru Guru cara mengajar di rubah , ajak siswa / siswi kita untuk aktif dan nyaman di Sekolah sesuai harapan pak menteri tentang Merdeka Belajar, serta beliau berharap agar Guru Guru  bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik – baiknya di sekolah , apalagi jika adaTugas dari Dinas Agar Langsung di kerjakan tanpa menunda nunda besok , serta beliau berharap agar Tahun 2020 SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya terus untuk mencari Piala sebanyak sebanyaknya sehingga bisa terwujud Generasi Emas  yang Unggul Dan Berprestasi.

Sabtu, 04 Januari 2020

“ Doa Dan Usaha Keras Tidak Pernah Menghianati Hasil “








































“ Doa Dan Usaha Keras Tidak Pernah Menghianati Hasil “

Ketika kamu sudah merasa lelah dan ingin berhenti. Ingatlah, kalau kamu berhenti disitu, maka ingatlah semua kerja keras dan usahamu juga akan berakhir pada saat itu juga. Selalu tanamnkan dalam dirimu dan selalu ingatlah bahwa semua doa dan usaha Kerasmu tidak akan pernah mengkhiantaimu. Ketika kamu sudah menanamkan didalam dirimu maka kamu akan tetap berdoa dan berusaha hingga kamu benar-benar mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kamu harus memiliki keyakinan kepada dirimu sendiri. Tidak perduli apapun yang akan kamu temui dalam hidupmu, jangan pernah menyerah. Tetaplah berdoa dan tetaplah bekerja keras, berusahalah semaksimal mungkin untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Akan ada banyak orang yang tidak menyukaimu dan tidak mendukungmu, tetapi semua itu bukan alasan untuk berhenti disitu saja. Kamu harus bisa tetap percaya kepada dirimu sendiri. Berdoalah dan berusahalah, karena doa dan usaha kerasmu tidak akan pernah mengkhianatimu. Scouting adalah tindakan yang biasa dilakukan oleh manusia ketika menjelajah tempat baru dan berburu. Satu orang dari kelompoknya akan maju jauh, mencoba jalan baru untuk memberi informasi pada kelompoknya. Kini di dunia militer istilah scout digunakan untuk para personel yang dilatih untuk memiliki kemampuan khusus mengintai dan menjadi pasukan pendahulu. Robert Baden Powell adalah seorang perwira militer Inggris yang biasa ditugasi menjadi scout ketika masih menjadi perwira pertama. Ia menuliskan keahliannya ini menjadi buku Aids to Scouting (1899) yang ditujukan untuk para tentara Inggris.Tak dinyana bukunya tersebut laris manis. Tak hanya kalangan militer, banyak orang menggunakan bukunya sebagai petunjuk untuk berkegiatan di alam terbuka. Salah satu organisasi yang menggunakannya adalah Boys Brigade, sekelompok anak di Inggris yang diajari baris-berbaris oleh tentara untuk melatih kedisiplinan mereka. Namun Baden Powell tidak puas, ia berharap kata scouting punya arti lebih luas bagi para pemuda.Menengok ke belakang lagi, Baden Powell tumbuh menjadi seorang Jendral dan pahlawan perang bukan dari belajar baris-berbaris. Ada hal lain yang ia ingin ajarkan. Ia ingin mengajarkan ketrampilan hutan (woodcraft) yang kaya akan eksplorasi, pencarian jejak, dan kemandirian. Hal-hal inilah yang ia anggap sebagai pengalaman berharga dari masa kecilnya yang bandel, keluyuran di hutan dekan rumahnya, dan karirnya di tentara Inggris. Di Tentara Inggris ia juga memiliki pengalaman berinteraksi dengan anak-anak. Ketika ia memimpin kota Mafeking yang dikepung oleh bangsa Boer, ia terpaksa meminta anak lelaki di kota ini untuk bertugas menjadi pembawa pesan. Rupa-rupanya anak-anak ini amat pemberani ketika diberi tanggung jawab. Menghadapi tembakan senapan bangsa Boer yang jitu salah seorang dari mereka berkomentar “Saya akan bersepeda lebih cepat dan peluru mereka tidak akan bisa mencapai saya!” Mafeking Cadet Corps mungkin bukan Scout yang pertama, namun mereka adalah pendahulunya. Maka berbekal pengalamannya ia membuat seperangkat latihan woodcraft yang ia sebut sebagai scoutcraft. Ia mencoba idenya dengan mengajak 22 orang anak berkemah di pulau Brownsea. 22 anak ini dibagi menjadi 4 regu Curlews, Ravens, Wolves, dan Bulls. Arthur Primmer mengenang, hal paling mengasyikkan adalah ketika regunya dikirim ke sisi lain pulau. Di sana mereka harus membuat tenda dan memasak sendiri.Setelah perkemahan percobaan di Brownsea maka Baden Powell yakin akan metode baru yang ia kembangkan. Ia menulis buku Scouting for Boys yang amat berbeda dengan buku-bukunya sebelumnya. Di sini ia menitikberatkan kegiatan di alam terbuka untuk membentuk anak menjadi manusia dewasa. Sebagai catatan tambahan ia mengungkapkan bahwa baris-berbaris bukanlah kegiatan yang cocok untuk seorang scout.
Pada hari Sabtu 4/1/2012  , 3 Tim Pramuka   yaitu Regu Semut , Bogenvil dan Padi  Pangkalan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya mengikuti kompetisi  SCOUT Pramuka yang diadakan di SMP GIKI 2 Jl. Raya Gubeng No. 45 Surabaya , Dalam kesempatan tersebut Seluruh Siswa / siswi SDS “ AL-IKHLAS Surabaya yang merupakan satu Atap dengan SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir Kumpul di Sekolahan Pukul 05.30 , Sebelam berangkat mereka  berlatih PASER  Dengan Cuaca Grimis Tim SCOUT SDS “ AL-IKHLAS Surabaya semangat untuk berangkat menuju ke SMP GIKI 2 Surabaya, Dalam kesempatan tersebut TIM SDS “ AL-IKHLAS Surabaya di damping oleh Ibu Ketua Komite SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Ibu YUNI ISMARYATI , .SPd , Bendahara SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Ibu SRI SUPADMI , S.Pd dan Guru BAHASA INGGRIS SDS AL-IKHLAS Ibu DINA AYU SEPTYARINI , S.Pd  Serta Sekretaris Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Semampir sekaligus Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd . Lomba  yang di ikuti pertama adalah  Lomba Membuat PIONERING 30 Tongkat , Dimana Mereka membuat Kapal , Dimana mereka mampu membuat kapal dalam dengan 30 Tongkat dalam waktu 60 menit , dimana Alhamdulilah hasil yang mereka lakukan sangat luar biasa  dimana kapal – kapal tersebut di kasih Hiasan dan di beri Jangkar , sehingga Tim Juri dari Kwarcab sangat tertarik  dan kagum dengan hasil peserta Didik SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , dimana Nilai Pionering untuk Regu Semut adalah  173, Bogenvil 174 Dan Padi  nilai 159 , Lomba Pionering 30 Tongkat ini di kerjakan tiap  Tim adalah 4 Siswa , Selanjutnya Lomba SMS ( Sandi Morse Dan Smaphore  ) di ikuti 3 Peserta , dimana hasil nilai yang di capai  Regu Semut 88 , Regu Bogenvil  100 Dan  Regu Padi 98 , Lomba Yel Yel Tim Semut Mendapatkan Nilai 383 , Tim Bogenvil mendapatkan nilai 395 Dan Tim Padi 389 , Untuk Dart Tim Semut  Mendapatkan nilai  75  Bogenvil 110 , Sedangkan Padi 40 Dan Lomba Terakhir yaitu Poster dimana Tim Semut mendapatkan Nilai  177 Tim Bogenvil mendapatkan Nilai 175 Dan TIM Padi mendapatkan nilai186 , Alhamdulilah dari Cabang Lomba yang di ikuti itu semua Tim Semut Menjadi Juara 2 Lomba SCOUT Tersebut  untuk Putra , Sedangkan Tim Bogenvil Alhamdulilah meraih Juara 2 Untuk Kategori Putrid an Juara 3 Juga di raih oleh TIM PADI. Kak SYAHRUL , S.Pd Pelatih Pramuka Kelahiran BANGKALAN November 1986 Sangat bangga terhadap penampilan anak didik SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , walaupun sangat minim tetapi mereka masih menunjukan menjadi terbaik di ajang lomba tersebut , Sedangkan Menurut Sekretaris Yayasan Pendidikan AL-IKHLAS Surabaya Bapak  BANU ATMOKO , S.Pd bahwa kemenangan ini adalah kemenengan kita bersama , Tanpa dukungan dari Orang tua , Guru Dan semua pihak tidak mungkin akan jadi Juara , Kata  Pria Kelahiran APRIL 1984 Tersebut, disamping itu menurut Banu Atmoko , S.Pd ini semua adalah berkat kerja keras  siswa / siswi yang selama liburan mereka tidak kenal lelah untuk berlatih walaupun sekolah lain dan teman – teman yang lain libur.  Dengan Doa dan Usaha keras tidak akan menghianati hasil , seperti yang terjadi saat ini Tim SDS AL-IKHLAS Surabaya berhasil menjadi Juara.