Jumat, 27 Desember 2019

“ ISI Liburan Belajar Dengan Alam Untuk Meraih Prestasi”

























“ ISI Liburan  Belajar Dengan Alam Untuk Meraih Prestasi”
Berlibur adalah salah satu momen yang paling ditunggu oleh banyak orang meskipun bukan tidak mungkin ada orang-orang tertentu yang sengaja menghindari liburan, bisa jadi karena sudah kecanduan kerja, dianggap hanya menghambur-hamburkan uang bahkan menganggap liburan itu bukan sesuatu yang penting serta banyak alasan lain.liburan selain sebagai momen untuk refreshing dan bersenang-senang, liburan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi  Banyak hal yang akan  lihat, yang akan di temukan yang sangat mungkin membawa pada instrospeksi diri, menemukan nilai-nilai kehidupan luhur yang mungkin belum pernah saya kenal. Selain itu, liburan bisa menjadi sarana pembelajaran yang berguna untuk ‘menggembleng’ kita menjadi manusia yang lebih tangguh dari hari ke hari.Liburan di alam terbuka selalu diminati banyak orang. Selain karena tidak membutuhkan biaya besar, kegiatan ini juga dianggap dapat memberikan penyegaran disela padatnya aktivitas. Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah menambah keakraban bersama keluarga dan teman sambil menikmati keindahan alam, menjaga kelestariannya, serta belajar mensyukuri ciptaan Tuhan. Biasanya momen berlibur di alam terbuka hanya dinikmati dengan mengunjungi taman bermain, mencari tempat nyaman untuk menggelar tikar, saling bercengkrama sambil menikmati perbekalan.  Padahal saat liburan di alam terbuka ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan dan bisa jadi pengalaman baru, bahkan menambah pengetahuan dan wawasan.
Dalam Mengisi Liburan yang berlangsung selama 1 Minggu SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan Yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 27/12/2019  Mengadakan kegiatan dengan alam yaitu Latihan Pramuka , dalam kesempatan ini  Latihan pramuka di isi dengan kegiatan Pionering dengan 8 Tongkat , Serta  Alhamdulilah seluruh siswa / siswi Sudah bisa membuat soal – Soal sandi  yang sudah mereka siapkan dari rumah masing – masing , setelah di buat  soal tersebut di Transfer ke SANDI Morse , Dimana Dari SANDI Morse Di TRANSFER Ke SMAPHORE , Dalam kesempatan ini Seluruh siswa / siswi di damping oleh Ibu ANIS LAILY MUFIDAH , S.Pd selaku Kepala SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Ketua Komite SMP PGRI 6 Surabaya  dan dalam Kesempatan tersebut Juga Hadir Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak BANU ATMOKO , S.Pd  Seluruh siswa / siswi Sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Kak SYAHRUL , S.Pd selaku Pelatih Pramuka  Sangat bangga terhadap anak didik di SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya. . Menurut Kepala SMP PGRI 6 Surabaya  Bapak BANU ATMOKO , S.Pd bahwa kegiatan liburan tersebut mengajak seluruh siswa / siswi nya bermain dengan alam dan mengisi liburan dengan hal hal yang positif seperti  kegiatan Pramuka   dalam rangka Pengembangan Pendidikan Karakter serta dalam rangka untuk meraih Prestasi.

Senin, 23 Desember 2019

“ Waktu Luang Di Isi Untuk Menggapai Prestasi “























 Waktu Luang Di Isi Untuk Menggapai Prestasi “
 Beberapa manusia di bumi ini ada yang tergolong sebagai manusia yang super sibuk. Sehingga, amat sulit bagi mereka untuk menemukan waktu luang untuk istirahat. Di saat orang-orang tersebut memiliki waktu luang, terkadang mereka bingung cara menghabiskan wkatu luangnya tersebut. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu luang dengan tidur sepuas-puasnya. Tidur bagi sebagian orang merupakan cara ampuh untuk menikmati waktu luang. Namun, tidak semua orang dapat menerima nikmat dari tidur tersebut. Beberapa dari mereka ada yang sakit hanya karena tidur terlalu lama. ada jalan lain untuk bisa menikmati waktu luang lebih bermanfaat. Jadi, para pekerja tidak harus melakukan tidur sepuasnya sebagai kegiatan waktu luang Anda. Berikut ini tips mengisi waktu kosong dengan hal yang bermanfaat. Prestasi adalah salah satu penentu masa depan yang cerah, prestasi bukan hanya dibidang akademik, tetapi non akademik juga dikatakan prestasi, misalnya dia memperoleh juara lari tingkat nasional. Prestasi hanya dimiliki setiap orang yang mempunyai motivasi yang besar,  mau berusaha dan bersungguh -sungguh. Sedangkan masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan cita-cita/mimpi-mimpi mereka. Umurnya untuk anak yang mempunyai motivasi yang besar dan sungguh-sungguh, dia pasti sedang giat-giatnya untuk menetapkan dan menata masa depannya, mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan prestasi mereka bahkan untuk mendapatkan juara. Untuk anak yang tidak bersungguh-sungguh, mereka tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan orang tua, guru, bahkan sekolah dengan baik. Mereka hanya mementingkan kesenangan dini dari pada memikirkan masa depan mereka. Setiap anak pasti mempunyai potensi untuk berprestasi , tetapi tergantung dari niat yang ada di dalam diri dan motivasi yang dia dapatkan dari dirinya sendiri maupun orang lain. Bagi anak yang mempunyai  motivasi yang besar dan mau berusaha untuk berprestasi berprestasi. Maka dia akan menemukan jalan yang cerah bagi masa depannya, bahkan dapat menggapai cita-cita dan membahagiakan orang tua.
Liburan tidak di buat tidur dan bermalas – malasan oleh SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Senin 23/12/2019 , Awal libur pertama di gunakan oleh seluruh siswa / Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya, dimana Sore hari Pukul 15.00  Mereka berkumpul di lapangan  , kedatangan mereka ke sekolah yaitu berlatih Pramuka , dalam kesempatan tersebut seluruh siswa / siswi di damping oleh Pelatih Pramuka Kak Syahrul , S.Pd. Kesempatan tersebut Pelatih Pramuka Kelahiran BANGKALAN 1986 membagi masing –masing kelompok tersebut ada yang SMS ( Sandi Morse , Semaphore ) masing – masing 3 anak , Membuat Poster masing – masing 1 anak , Membuat pioneering masing – masing 3 anak , Kesempatan ini Tim SMS Mendapatkan soal sandi dari Kak SYAHRUL , S.Pd setelah itu baru di transfer ke Morse dan dari Morse di Transfer ke Semaphore , selesai dari SMS Kak SYAHRUL, S.Pd mengajarkan kepada Tim PIONERING Dalam kesempatan tersebut  Pelatih Pramuka Alumni SMP Negeri 11 Surabaya mengajarkan membuat Kapal dengan 30 Tongkat , Seluruh siswa / siswi yang di suruh menyambung dan menali tongkat tersebut , Kak SYAHRUL hanya memasangkan Tongkat – Tongkat saja . Menurut Banu Atmoko , S.Pd Selaku Sekretaris YAYASAN Pendidikan AL-IKHLAS Semampir dan Juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah  mengajak seluruh siswa untuk menggunakan waktu luang untuk mencapai prestasi dengan berlatih kegiatan Pramuka tersebut , Libur bukan menjadi penghalang  untuk mencapai Prestasi , karena dari Prestasi akan memabawa masa depan yang sangat cerah . Menurut ZAHRARTUS Syita Siswa Kelas 6 SDS “ AL-IKHLAS Surabaya kagum dengan membuat Kapal dari Tongkat tersebut , Dan kegiatan ini adalah sebagai Pengisi Liburan agar tidak melakukan hal – hal yang negative


Kamis, 19 Desember 2019

“ Ajak Siswa Untuk Peduli Lingkungan Di HARI NUSANTARA2019 “ Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda yang dianggap sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia kedua. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat. Melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai Hari Nusantara, artinya setiap tanggal 13 Desember mulai diperingati sebagai salah satu Hari Nasional. Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan penegasan dan pengingatan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia. Sayangnya, potensi sumberdaya kelautan Indonesia sebesar kurang lebih 3000 triliun rupiah/tahun belum tergarap secara maksimal. Laut belum dilihat sebagai sumber pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan pemecah masalah kemiskinan. Peringatan Hari Nusantara mempunyai makna yang sangat penting. Hari Nusantara mengingatkan pada kita semua mengenai konsep Wawasan Nusantara. Pada peringatan ini kita sekali lagi meneguhkan tekad bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahkan kendati secara geografis negara kita terdiri atas lebih dari 17.000 pulau. Negara kita adalah one republic, indivisible. Itu karena antara lain jasa Ir. H. Djoeanda yang mencetuskan konsep archipelagic states. Ir. H. Djoeanda, Perdana Menteri kita pada waktu itu, dengan berani mengumumkan Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957 kepada dunia. Deklarasi ini menegaskan: Republik Indonesia mempunyai kedaulatan penuh terhadap perairan antar-pulau. Maka, wilayah laut Indonesia bukan hanya di sekitar pulau-pulau, sejauh tiga mil dari pantai. Wilayah kita adalah satu kesatuan yang utuh dari Sabang hingga Merauke. Laut bagi kita bukanlah pemisah wilayah. Perairan antar-pulau justru menjadi pemersatu Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku yang mendiami lebih dari 17.000 pulau-pulau besar dan kecil di Nusantara. Perjuangan Djoeanda tidaklah sia-sia. Konsep dasar dari deklarasi itu akhirnya masuk ke dalam United Nations Convention on the Law Of the Sea (UNCLOS) 1982 yang mengakui konsep Negara Kepulauan. Oleh karena itu, kita segenap bangsa Indonesia patut mensyukuri dan memperingati tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Pada kesempatan perayaan ini, saya juga akan mengajak semua warga Bangsa Indonesia melakukan introspeksi mengenai laut. Kita di satu sisi memiliki wilayah laut yang begitu luas. Namun, sumberdaya laut yang begitu hebat itu belum kita berdayakan secara optimal bagi kemakmuran seluruh bangsa. Padahal, kita bangsa Indonesia adalah keturunan dari nenek moyang yang merupakan bangsa pelaut yang cinta laut dan berani mengarungi serta memanfaatkannya sebagai sumber kehidupan. Sudah banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah menjelajah hingga ke benua Afrika. Budaya bahari ini perlu kita tanamkan kembali. Maka saya sangat mendukung tema perayaan tahun ini, Hari Nusantara Membangkitkan Budaya Bahari. Anak-anak kita, generasi muda, harus semakin kita dorong mencintai laut. Kita tidak boleh berhenti pada slogan tentunya, tetapi marilah kita isi dengan program-program nyata yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat sendiri. Wawasan Nusantara harus kita beri isi kongkrit. Untuk ini tema utamanya adalah bagaimana kita lebih menyatukan negara kepulauan kita dari segi politik, sosial dan ekonomi. Kuncinya adalah perbaikan transportasi antar pulau melalui pembangunan jaringan angkutan laut yang handal. Konektivitas antar-pulau yang baik adalah kunci penting bagi perbaikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Ekonomi kita harus lebih terintegrasi. Dengan ekonomi yang lebih terintegrasi, Indonesia akan jauh lebih kuat menghadapi krisis. Kita bisa lebih mantap menatap ketidakpastian di pasar global yang makin terus bergejolak. Ekonomi yang lebih terintegrasi juga meneguhkan ikatan kita sebagai NKRI. Bagi saya, mengikat NKRI secara ekonomi tidak kalah pentingnya dengan mengikat NKRI secara politis. Bahkan, jika secara ekonomi kita tidak terintegrasi dengan kokoh, NKRI bisa tergerogoti dan makin rapuh. Integrasi ekonomi yang kokoh tidak akan pernah kita dapatkan jika kita tidak menyatukan dan memberdayakan seluruh wilayah perairan kita. Maka, momentum Hari Nusantara kali ini harus kita pelihara dan lanjutkan terus. Mari kita semua menggelorakan Budaya Bahari. Mari kita semua mengoptimalkan perairan laut kita sebagai penyatu ekonomi. Mari kita pelihara laut kita sehingga anak-cucu kita juga dapat menikmati dan memanfaatkannya secara lestari. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kehidupan Saudara-Saudara kita yang tinggal di kawasan pesisir, terutama di pulau-pulau kecil yang menjadi beranda terdepan wilayah Indonesia. Kita tak boleh menutup mata bahwa kehidupan para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat di kawasan pesisir masih memprihatinkan. Kita bersama-sama harus memikirkan program-program nyata yang dapat meningkatkan taraf kehidupan Saudara-Saudara kita itu. Kita punya ribuan komunitas nelayan dan masyarakat pesisir yang tersebar di pulau-pulau kita. Sebagian besar masih mengalami keterpencilan dan isolasi. Nantinya semua komunitas itu harus memiliki akses terhadap jaringan transportasi antar pulau, sehingga mereka tidak lagi tertinggal. Potensi sumberdaya alam laut kita sungguh luar biasa. Dari perikanan, rumput laut, maupun berbagai bahan hayati laut yang bisa menjadi bahan baku industri farmasi seperti ubur-ubur, karang lunak, hingga berbagai jenis ganggang mikro. Ini semua bisa menjadi sumber penghidupan yang layak bagi seluruh penduduk di kawasan pesisir. Yang tak kalah penting, kita harus menjaga baik-baik wilayah laut kita. Kepemilikan yurisdiksi resmi atas pulau-pulau terluar harus diikuti oleh upaya kontrol efektif atas wilayah tersebut. Saya ingatkan, Provinsi Kalimatan Timur juga memiliki perbatasan langsung dengan negara tetangga. Maka, seluruh aparat Pemerintah di provinsi ini tidak boleh lengah. Kerjasama antara aparat TNI dan pemerintah daerah harus terus berjalan baik untuk menjaga keutuhan wilayah dan keamanan perbatasan. Kuncinya adalah kita bersama-sama, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, TNI, dunia usaha, untuk memberikan perhatian yang lebih besar dan dengan koordinasi yang lebih baiki untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan. Sekali lagi, ini tugas kita bersama-sama. Demikianlah sambutan singkat saya. Akhirnya, saya ingin mengucapkan kepada kita semua selamat memperingati Hari Nusantara. Mari kita tingkatkan kerja keras kita, demi mewujudkan kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik di seluruh Nusantara. Sebelum saya menutup sambutan, saya juga ingin menyampaikan penghargaan Pemerintah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah dari perayaan Hari Nusantara XI 2010 ini. Saya juga ingin menyampaikan terimakasih atas laporan dari Gubernur mengenai kemajuan Provinsi Kalimantan Timur. Saya yakin potensi provinsi ini sangat luar biasa. Saya hanya menyampaikan kepada kita semua, termasuk untuk saya sendiri, jangan melupakan amanah rakyat. Semua kekayaan alam ini harus kita dedikasikan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 20/12/2019 Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya mengadakan kegiatan kerja bakti massal yang di adakan di SMP PGRI 6 Surabaya. Setelah lari Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya langsung membersihkan dengan membawa alat yang sudah mereka persiapkan dari rumah. Ada Yang menyapu , Menata Meja , Mengepel kelas Dan musholah , Ada Yang Menyapu Halaman Sekolah Mulai lapangan , Sampah di Taman – Taman , Ngosek kamar mandi , Serta ada yang membersihkan selokan , menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan hari adalah Untuk Memperingati Hari Nusantara Tahun 2019 , serta Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh siswa untuk CINTA Tanah Air Serta Menurut Kepala Sekolah Alumni Jurusan PLS UNESA Mengatakan bahwa Tujuan dari kegiatan tersebut adalah Mencegah banjir apalagi saat ini datang musim Penghujan, Sehingga harapannya Sekolah tidak banjir , apalagi setelah ini musim liburan.












“ Ajak Siswa Untuk Peduli Lingkungan Di HARI NUSANTARA2019 “
Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda yang dianggap sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia kedua. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat. Melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkan sebagai Hari Nusantara, artinya setiap tanggal 13 Desember mulai diperingati sebagai salah satu Hari Nasional. Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan penegasan dan pengingatan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia. Sayangnya, potensi sumberdaya kelautan Indonesia sebesar kurang lebih 3000 triliun rupiah/tahun belum tergarap secara maksimal. Laut belum dilihat sebagai sumber pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan pemecah masalah kemiskinan. Peringatan Hari Nusantara mempunyai makna yang sangat penting. Hari Nusantara mengingatkan pada kita semua mengenai konsep Wawasan Nusantara. Pada peringatan ini kita sekali lagi meneguhkan tekad bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang tidak terpisahkan kendati secara geografis negara kita terdiri atas lebih dari 17.000 pulau. Negara kita adalah one republic, indivisible. Itu karena antara lain jasa Ir. H. Djoeanda yang mencetuskan konsep archipelagic states. Ir. H. Djoeanda, Perdana Menteri kita pada waktu itu, dengan berani mengumumkan Deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957 kepada dunia. Deklarasi ini menegaskan: Republik Indonesia mempunyai kedaulatan penuh terhadap perairan antar-pulau. Maka, wilayah laut Indonesia bukan hanya di sekitar pulau-pulau, sejauh tiga mil dari pantai. Wilayah kita adalah satu kesatuan yang utuh dari Sabang hingga Merauke. Laut bagi kita bukanlah pemisah wilayah. Perairan antar-pulau justru menjadi pemersatu Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku yang mendiami lebih dari 17.000 pulau-pulau besar dan kecil di Nusantara. Perjuangan Djoeanda tidaklah sia-sia. Konsep dasar dari deklarasi itu akhirnya masuk ke dalam United Nations Convention on the Law Of the Sea (UNCLOS) 1982 yang mengakui konsep Negara Kepulauan. Oleh karena itu, kita segenap bangsa Indonesia patut mensyukuri dan memperingati tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Pada kesempatan perayaan ini, saya juga akan mengajak semua warga Bangsa Indonesia melakukan introspeksi mengenai laut. Kita di satu sisi memiliki wilayah laut yang begitu luas. Namun, sumberdaya laut yang begitu hebat itu belum kita berdayakan secara optimal bagi kemakmuran seluruh bangsa. Padahal, kita bangsa Indonesia adalah keturunan dari nenek moyang yang merupakan bangsa pelaut yang cinta laut dan berani mengarungi serta memanfaatkannya sebagai sumber kehidupan. Sudah banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah menjelajah hingga ke benua Afrika. Budaya bahari ini perlu kita tanamkan kembali. Maka saya sangat mendukung tema perayaan tahun ini, Hari Nusantara Membangkitkan Budaya Bahari. Anak-anak kita, generasi muda, harus semakin kita dorong mencintai laut. Kita tidak boleh berhenti pada slogan tentunya, tetapi marilah kita isi dengan program-program nyata yang dilaksanakan oleh Pemerintah maupun masyarakat sendiri. Wawasan Nusantara harus kita beri isi kongkrit. Untuk ini tema utamanya adalah bagaimana kita lebih menyatukan negara kepulauan kita dari segi politik, sosial dan ekonomi. Kuncinya adalah perbaikan transportasi antar pulau melalui pembangunan jaringan angkutan laut yang handal. Konektivitas antar-pulau yang baik adalah kunci penting bagi perbaikan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Ekonomi kita harus lebih terintegrasi. Dengan ekonomi yang lebih terintegrasi, Indonesia akan jauh lebih kuat menghadapi krisis. Kita bisa lebih mantap menatap ketidakpastian di pasar global yang makin terus bergejolak. Ekonomi yang lebih terintegrasi juga meneguhkan ikatan kita sebagai NKRI. Bagi saya, mengikat NKRI secara ekonomi tidak kalah pentingnya dengan mengikat NKRI secara politis. Bahkan, jika secara ekonomi kita tidak terintegrasi dengan kokoh, NKRI bisa tergerogoti dan makin rapuh. Integrasi ekonomi yang kokoh tidak akan pernah kita dapatkan jika kita tidak menyatukan dan memberdayakan seluruh wilayah perairan kita. Maka, momentum Hari Nusantara kali ini harus kita pelihara dan lanjutkan terus. Mari kita semua menggelorakan Budaya Bahari. Mari kita semua mengoptimalkan perairan laut kita sebagai penyatu ekonomi. Mari kita pelihara laut kita sehingga anak-cucu kita juga dapat menikmati dan memanfaatkannya secara lestari. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap kehidupan Saudara-Saudara kita yang tinggal di kawasan pesisir, terutama di pulau-pulau kecil yang menjadi beranda terdepan wilayah Indonesia. Kita tak boleh menutup mata bahwa kehidupan para nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat di kawasan pesisir masih memprihatinkan. Kita bersama-sama harus memikirkan program-program nyata yang dapat meningkatkan taraf kehidupan Saudara-Saudara kita itu. Kita punya ribuan komunitas nelayan dan masyarakat pesisir yang tersebar di pulau-pulau kita. Sebagian besar masih mengalami keterpencilan dan isolasi. Nantinya semua komunitas itu harus memiliki akses terhadap jaringan transportasi antar pulau, sehingga mereka tidak lagi tertinggal. Potensi sumberdaya alam laut kita sungguh luar biasa. Dari perikanan, rumput laut, maupun berbagai bahan hayati laut yang bisa menjadi bahan baku industri farmasi seperti ubur-ubur, karang lunak, hingga berbagai jenis ganggang mikro. Ini semua bisa menjadi sumber penghidupan yang layak bagi seluruh penduduk di kawasan pesisir. Yang tak kalah penting, kita harus menjaga baik-baik wilayah laut kita. Kepemilikan yurisdiksi resmi atas pulau-pulau terluar harus diikuti oleh upaya kontrol efektif atas wilayah tersebut. Saya ingatkan, Provinsi Kalimatan Timur juga memiliki perbatasan langsung dengan negara tetangga. Maka, seluruh aparat Pemerintah di provinsi ini tidak boleh lengah. Kerjasama antara aparat TNI dan pemerintah daerah harus terus berjalan baik untuk menjaga keutuhan wilayah dan keamanan perbatasan. Kuncinya adalah kita bersama-sama, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, TNI, dunia usaha, untuk memberikan perhatian yang lebih besar dan dengan koordinasi yang lebih baiki untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah perbatasan. Sekali lagi, ini tugas kita bersama-sama. Demikianlah sambutan singkat saya. Akhirnya, saya ingin mengucapkan kepada kita semua selamat memperingati Hari Nusantara. Mari kita tingkatkan kerja keras kita, demi mewujudkan kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik di seluruh Nusantara. Sebelum saya menutup sambutan, saya juga ingin menyampaikan penghargaan Pemerintah kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai tuan rumah dari perayaan Hari Nusantara XI 2010 ini. Saya juga ingin menyampaikan terimakasih atas laporan dari Gubernur mengenai kemajuan Provinsi Kalimantan Timur. Saya yakin potensi provinsi ini sangat luar biasa. Saya hanya menyampaikan kepada kita semua, termasuk untuk saya sendiri, jangan melupakan amanah rakyat. Semua kekayaan alam ini harus kita dedikasikan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari Jum’at 20/12/2019  Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya mengadakan kegiatan kerja bakti massal yang di adakan di SMP PGRI 6 Surabaya. Setelah lari Seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya langsung membersihkan  dengan membawa alat yang sudah mereka persiapkan dari rumah. Ada Yang menyapu , Menata Meja , Mengepel kelas Dan musholah , Ada Yang Menyapu  Halaman Sekolah Mulai lapangan , Sampah di Taman – Taman , Ngosek kamar mandi , Serta ada yang membersihkan selokan , menurut Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd bahwa tujuan dari kegiatan hari adalah Untuk Memperingati Hari Nusantara Tahun 2019 , serta Kepala Sekolah Kelahiran APRIL 1984 Tersebut kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh siswa untuk CINTA Tanah Air Serta Menurut Kepala Sekolah Alumni  Jurusan PLS UNESA Mengatakan bahwa Tujuan dari kegiatan tersebut adalah Mencegah banjir  apalagi saat ini datang musim Penghujan, Sehingga harapannya Sekolah  tidak banjir , apalagi setelah ini musim liburan.