Kamis, 21 November 2019

“ Berbagi Bersama Tukang becak Di Acara Maulid NABI “















































“ Berbagi Bersama Tukang becak Di Acara Maulid NABI “
Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya. Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu. Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafizh Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar. Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadis telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi. Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib. Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

صَلَاحِ الدِّينِ الَّذِي فَتَحَ مِصْرَ ؛ فَأَزَالَ عَنْهَا دَعْوَةَ العبيديين مِنْ الْقَرَامِطَةِ الْبَاطِنِيَّةِ وَأَظْهَرَ فِيهَا شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ

Artinya:

“Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Dia menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.” Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan,

فَتَحَهَا مُلُوكُ السُّنَّة مِثْلُ صَلَاحِ الدِّينِ وَظَهَرَتْ فِيهَا كَلِمَةُ السُّنَّةِ الْمُخَالِفَةُ لِلرَّافِضَةِ ثُمَّ صَارَ الْعِلْمُ وَالسُّنَّةُ يَكْثُرُ بِهَا وَيَظْهَرُ

Artinya:
“Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Dia yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Pada masa dia, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.” Sumber lain mengatakan perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi. Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah az-Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.” Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H. Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustaz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun
SMP PGRI 6 Surabaya adalah Sekolah Peduli Berbudaya lingkungan Yang terletak Di Jalan Bulak rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada hari Kamis 21/11/2019  Berkumpul di lapangan SMP PGRI 6 Surabaya untuk melaksanakan kegiatan Peringatan MAULID Nabi Muhammad S.A.W 2019  Yang sangat sederhana dan hikmat yang di adakan di lapangan SMP PGRI 6 Surabaya. Dalam kesempatan ini yang menjadi Pembawa Acara Adalah Ibu ANIS LAILY MUFIDAH , S.Pd Selaku Kepala SDS “ AL-IKHLAS Surabaya , Dalam sambutannya Bapak  Kepala SMP PGRI 6 Surabaya memberikan sambutan , Agar seluruh siswa / siswi Baik SMP  PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya dapat meniru sifat – sifat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad S.A.W  Seperti jujur , Katakan Ke Orang Tua Jika Kalian Dapat Nilai Jelek saat Ulangan , Di samping Itu Katakan Jujur Jika kalian melakukan ke salahan  apapun kepada orang tua, sehingga tidak ada salah paham antara  orang tua dan sekolah, Di samping Itu Juga Banu Atmoko , S.Pd mengajak seluruh siswa baik SMP PGRI 6 Surabaya maupun SDS “ AL-IKHLAS Surabaya untuk membiasakan hidup berbagi dengan orang lain , Selesai Sambutan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Selanjutnya Di Isi Pembacaan Istighosah Oleh USTAD ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H.I Selaku Guru Pendidikan Agama Islam di sambung dengan Pembacaan Sholawat Nabi yang di pimpin Oleh Ibu ANIS LAILY MUFIDAH , S.Pd Dan Bapak ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H.I Di iringi  music Sholawat Dari siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya Dan SDS “ AL-IKHLAS Surabaya, Terakhir Ceramah Agama Yang Juga Di sampaikan Oleh Bapak Ustad ACHMAD SYAIFUDDIN , S.H,I  , Selesai acara  Peringatan Maulid Nabi Muhammad , seluruh siswa / siswi Berkumpul di depan Gapura Sekolahan Untuk berbagi dengan Tukang Becak , Tukang sampah  DI Dampingi  Oleh Ibu YUNI ISMARYATI , S.Pd Selaku Guru BK SMP PGRI 6 Surabaya dan Wali Kelas 1 SDS “ AL-IKHLAS Surabaya

Rabu, 20 November 2019

“ Belajar Happy Fun Dengan Rumah Matematika “



















“ Belajar Happy Fun Dengan Rumah Matematika “
Matematika masih menjadi momok? Ah, tidak lagi! Kan ada Rumah Matematika di Surabaya. Kalau menemui kesulitan mempelajari matematika di sekolah, tinggal mengurai dan memperdalamnya bersama para pengajar di Rumah Matematika. Beres. Semudah itukah? Iya. Pemerintah Kota Surabaya menginginkan, para orang tua juga sangat membutuhkannya. Agar anak-anak SD dan SMP tidak lagi merasa pelajaran matematika sebagai beban, rumit, dan meletihkan daya pikir. Sehingga menghadapi matematika adalah sesuatu yang biasa, ringan, senang, sebagaimana pelajaran mudah lainnya. “Secara bergantian guru meluangkan waktu untuk mengajar di Rumah Matematika. Setiap hari ada pengajaran,” jelasnya. Metode pengajaran yang fun dan santai itu, lanjutnya, semata-mata untuk membuat siswa merasa senang dan tidak lagi menganggap matematika sebagai momok. Metode itu sekaligus untuk membalik anggapan matematika itu pelajaran susah. “Bukan. Kita ingin menciptakan suasana yang mendukung untuk menggiring persepsi siswa yang keliru selama ini. Mereka kita ajak untuk menyenangi matematika dan menjadikannya pelajaran yang bersahabat, Rumah Matematika ini, diakui, merupakan bentuk konkrit kepedulian Pemkot Surabaya terhadap perkembangan kualitas pendidikan Kota Surabaya. Keberadaannya diharapkan mampu dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat baik secara formal maupun informal. Bila dalam perjalanannya hingga kini masih terjadi kekurangan, Ikhsan menegaskan, ke depannya akan terus dibenahi, termasuk melengkapi fasilitas untuk kenyamanan proses belajar-mengajar. “Tim pengajar sendiri sudah menyiapkan semua metode terbaik untuk para pelajar termasuk dengan alat peraganya yang nanti akan memudahkan siswa untuk memahami materi. Selain itu, di Rumah Matematika juga sering terjadi sharing tentang materi-materi yang lain,” jelasnya. Intinya, ia menegaskan, para pelajar harus mahir matematika dan semua mata pelajaran yang ada. Terutama bagi siswa kelas 3 SD/SMP, sehingga mereka nantinya bisa lulus dengan nilai bagus dalam ujian nasional (Unas ) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan
Dalam menyiapkan UNBK Tahun Pelajaran 2019/2020 SMP PGRI 6 Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan  yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No. 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo Kecamatan Semampir , Pada Hari RABU 20/11/2019 Sore hari Pukul 15.00  Sebanyak 16 Peserta didik menuju ke Kantor Kecamatan Kenjeran Untuk mengikuti kegiatan Rumah Matematika , Dalam kesempatan tersebut yang memberikan Materi Rumah Matematika adalah Bapak SURYA  Dari SMP Negeri 44 Surabaya , Dalam kesempatan ini  Bapak Surya mengajar tentang Bangun Datar , sebanyak 16 Peserta didik sangat aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran Rumah Matematika Ini. Menurut Annisa Dwi Ainun Yasin Siswa Kelas 9 Menyampaikan Bahwa Pembelajaran Rumah  Matematika ini sangat menyenangkan , di samping belajar di luar kelas juga dalam rangka Persiapan Untuk UNBK 2020 , Annisa Dwi Ainun Yasin berharap bercita – cita dapat melanjutkan ke Sekolah Negeri Favorit Di kota Surabaya. Dalam Kesempatan ini 16 Peserta didik kelas 9 Di damping oleh Bapak Kepala SMP PGRI 6 Surabaya Bapak H. BANU ATMOKO , S.Pd  Beliau berharap agar seluruh siswa / siswi SMP PGRI 6 Surabaya betul – betul konsentrasi dalam menerima Pelajaran tersebut , sehingga harapannya Nilai UNBK 2020  Baik Serta Di terima Di Sekolah Negeri Favorit